Everlasting


Author: Gita Oetary as Goetary

Pairing: Seo Joo hyun/Cho Kyuhyun/Jung Yonghwa

Disclaimer: Fanfic ini sebagian besar saya salin dari komik Everlasting Potrait penerbit m&c karangan Rina Morio. Klo udah ada yang baca komiknya mungkin gak akan terlalu berasa feelnya waktu baca fanfic ini. Tapi gak ada salahnya baca lagi *hehe.

WARNING!! Meskipun ide ceritanya saya ambil dari komik bukan berarti ada yang boleh COPAS ff ini tanpa seijin saya!! DON’T BE PLAGIATOR AND SILENT READERS!!

Tulisan yang dicetak miring itu isi hati. Yang cetakannya miring trus bold itu flash back yah…

Seokyu, Seohyun, Younghwa, Kyuhyun

Standar Disclaimer Applied

Copyright&Crossposting©Goetary

~oOoOoOoOoOo~

Busan,

Langit cerah. Udara hangat di penghujung musim gugur. Birunya laut. Kami bertemu di kota ini…

Selamanya, tak akan kulupakan. Hari-hari yang pernah kulewati bersama mereka.

Sudah lebih tujuh tahun ia meninggalkan kota ini, banyak yang sudah berubah. Gedung-gedung pencakar langit mulai berdiri dimana-mana, kota yang dulunya hijau dan tenang kini sudah ramai dengan penduduk.

Sebuah buket berada dalam genggamannya. Tiba-tiba langkahnya terhenti, seseorang yang ia kenal di masa lalu kini nampak di pandangannya. Pria itu segera beranjak dari depan nisan tempat ia tadi berdoa.

“Sudah lebih dari tujuh tahun kita tak berjumpa, bagaimana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja.”

“Sudah lama aku tak mendengar kabarmu sejak…”

“Aku melanjutkan kuliah kedokteran di Seoul,” potong pria itu cepat. Tak ingin membangkitkan memori lama yang tersembunyi rapat dalam pikirannya.

“Oppa, aku… Aku akan menikah.”

Hening.

Lama pria bernama Cho Kyuhyun itu diam saja. Perlahan ujung bibirnya terangkat di kedua sisi. Ia tersenyum. “Apa dia baik?”

“Iya, dia baik. Baik sekali.”

“Syukurlah kalau begitu.” Hening lagi. “Aku harus pergi…”

“Baiklah.”

Kyuhyun memutar badannya saat namanya kembali di panggil, “kuharap kita masih bisa bertemu lagi.”

Kyuhyun hanya tersenyum singkat seraya menganggukkan kepalanya. Dan kembali berpaling.

Sementara dirinya hanya bisa tersenyum pilu memandang langit. Dan tiba-tiba air mata jatuh di pipinya.

. . .

Seven Year’s Ago

“Aku mencintainya. Kau tak keberatan jika kukatakan padanya bukan, hyung?”

Hari itu matahari bersinar terik, namun udara di pesisir pantai sedikit lebih dingin dari biasanya. Junsu tiba-tiba bilang kalau ia menyukai Jejung.

“Itu bukan urusanku,” jawab Kyuhyun datar.

Yonghwa tersenyum dan berkata, “kalau begitu aku akan bilang padanya besok.”

ooOoo

Pintu rawat terbuka. Seorang dokter menghampiri Kyuhyun yang kini sedang terbaring di ranjang dengan kepala terbalut perban. Melihat dokter tersebut Kyuhyun segera bangkit dan duduk di ranjangnya.

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Dia ingin bicara denganmu, ruangannya tepat di sebelah.”

“Hyung,” Yonghwa membuka masker oksigen dan memaksakan dirinya untuk tersenyum ketika melihat Kyuhyun datang dengan langkah tertatih. Perban membalut kepala dan lengannya.

“Yonghwa, kau tak apa-apa kan? Mengapa tubuhmu di balut sebanyak ini? Apa kau terluka parah?” Kyuhyun mencecar Yonghwa dengan pertanyaan. Kekhawatiran tercermin jelas dari raut wajahnya. Kyuhyun menutup wajah dengan kedua tangan, “Yonghwa, maafkan aku. Semua ini salahku.”

“Bodoh, kan aku yang menyuruhmu bawa motor cepat-cepat,” ujar Yonghwa.

Hening sejenak.

“Hyung…”

Kyuhyun mengangkat kepalanya.

Dengan sisa tenaga Yonghwa menyerahkan sebuah amplop pada Kyuhyun.

“Apa ini?”

“Bacakan untukku ya? Surat itu dari Seohyun, katanya jawaban atas pernyataan cintaku. Kalau tak mengetahui isinya, aku pasti tak akan bisa tenang sampai mati.”

“Jangan bicara sembarangan kau ini. Memangnya siapa yang mengijinkanmu untuk mati duluan?” emosi Kyuhyun tersulut.

“Kumohon, hyung…”

Kyuhyun membuka amplop lusuh tersebut. Seluruh tubuhnya menegang membaca isi surat tersebut.

“Apa isinya?” tanya Yonghwa penasaran. Melihat ekspresi wajah Kyuhyun, Yonghwa kembali berkata sambil tetap menahan senyum di wajahnya sebisa mungkin, “ternyata aku memang ditolak yah?”

Seohyun tergesa-gesa keluar dari dalam taksi dan segera berhambur masuk kedalam rumah sakit. Ia berlarian di koridor, jantungnya beredegup kencang setelah mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Kyuhyun dan Yonghwa.

Pintu ruang rawat Yonghwa tak tertutup. Seohyun langsung merasa lega melihat Kyuhyun berada di dalam ruangan itu baik-baik saja. Namun langkah kakinya tiba-tiba berhenti di ambang pintu saat mendengar Kyuhyun mengatakan sesuatu pada Yonghwa.

“Katanya Seohyun juga mencintaimu, Hyung…”

Seohyun tak bergeming. Tubuhnya seakan kaku. Bukan itu.

Isi suratnya…

“Seo… Seohyun,” panggil Yonghwa pada Seohyun yang saat ini berdiri di belakang tubuh Kyuhyun.

Terkejut. Kyuhyun segera memutar badannya. Menyaksikan gurat kecewa di wajah Seohyun membuat dadanya terasa sesak.

“Seohyuna,” panggil Yonghwa lagi. Seohyun berjalan menghampiri Yonghwa, “terima kasih ya.”

Tapi belum sempat Seohyun ke sisinya, mesin pengendali jantung tiba-tiba berbunyi keras. Saat itu Yonghwa telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Seohyun termenung di pinggir ranjang yang di tiduri Yonghwa. Semua sarafnya seakan lumpuh. Otaknya tak sanggup mencerna. Ia berusaha mempertajam pendengarannya di antara bunyi bising mesin jantung, tapi Yonghwa tak lagi mengucapkan apa-apa.

Pria itu diam. Seperti sedang tertidur. Wajah tampannya terlihat damai. Beberapa detik kemudian, air mata merembes keluar. Seohyun menjerit meminta Yonghwa kembali padanya. Ia mengguncang-guncang tubuh Yonghwa, namun lelaki itu tetap bergeming.

Untuk Yonghwa oppa,

Maaf, tapi aku mencintai Kyuhyun oppa.

 

oOoOo

Sepuluh hari semenjak kematian Yonghwa, Kyuhyun tak lagi pernah kelihatan. Seohyun merindukannya. Maka ia datang ke pantai tempat mereka biasa menghabiskan waktu, dan menemukan Kyuhyun disana.

Lelaki itu sedang termenung memandang laut luas. Entah kemana pikirannya berlabuh. Namun tatapannya kosong, seakan jiwanya sedang berkelana.

“Sudah kuduga, kamu disini.”

Kyuhyun berpaling menatap Seohyun. Wajahnya tanpa ekspresi. Tatapannya murung. Melihat itu membuat hati Seohyun semakin sedih.

“Kebetulan kau datang, hyuna. Ini…” Kyuhyun menyerahkan surat pemberian Seohyun untuk Yonghwa kepadanya. “Surat yang kau tulis untuk Yonghwa, kukembalikan.”

“Katanya Seohyun  juga mencintaimu, hyung…”

“Aku…” Seohyun ragu-ragu buka suara. “Menyukaimu Kyu oppa.”

“Bagiku, Yonghwa dan Seohyun sama-sama berharga… Bagaimanapun aku ingin tetap menjaga persahabatan kita bertiga.”

Air mata mengenang di pelupuk mata Seohyun.

“Kalau memikirkan soal Yonghwa… Aku tak akan bisa… Bersamamu!”

Seohyun masih membisu.

“Yonghwa, dia, benar-benar menyukaimu, Seohyun. Karena itu, maaf.”

Dengan linangan air mata di wajah serta suara serak akibat menahan tangis Seohyun akhirnya berkata, “iya. Aku mengerti.”

Setelah hari itu Kyuhyun pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tak ada seorangpun yang mengetahui keberadaannya.

Meskipun begitu setiap hari peringatan kematian Yonghwa. Selalu ada bunga di makamnya. Lebih cepat dari siapa pun.

Itu merupakan bukti…

Bahwa Kyuhyun masih hidup di suatu tempat!

* * *

“Sudah lebih dari tujuh tahun kita tak berjumpa, kamu baik-baik saja? Sekali-kali hubungilah keluargamu, orang tuamu sangat mengkhawatirkanmu!

“Sekarang aku kerja di dekat sini, kalau oppa, bagaimana? Sekarang sudah lulus?”

“Aku, bekerja sambil belajar… Di sekolah kedokteran!”

Bagai tersengat arus listrik.

“Karena mengulang, aku kini masih di semester satu…”

“Hyung, kamu bisa jadi dokter lho… Pasti keren!”

Tatapan Seohyun meredup, hatinya yang tadi sakit kini mulai menghangat, menyadari bahwa ternyata di hati Kyuhyun, Yonghwa sahabat mereka masih hidup. “Ternyata, Yonghwa oppa, masih hidup di dalam hatimu, aku senang mendengarnya…”

“Kalau begitu jaga diri baik-baik yah…”

“Kau juga, yang semangat belajarnya.”

“Iya.”

“Oppa, aku… Aku akan menikah.”

Hati Kyuhyun remuk redam. Bibirnya tersenyum namun terasa pahit. Wanita yang ia cintai akan segera menikah. “Apakah… dia baik?” tanya Kyuhyun kelu.

“Iya. Dia baik sekali.”

“Syukurlah.”

“Mungkin… sedikit mirip dengan Kyu oppa.”

“Begitu ya…”

Seohyun tak kuasa menahan rasa pedih di hatinya. Sekuat tenaga ia mencoba untuk menelan kembali air matanya sebelum jatuh di pipinya.

Kyuhyun juga tampak tak bergeming. Ekspresinya sekeras batu, tak dapat terbaca.

“Aku harus pergi…”

“Baiklah.”

Kyuhyun memutar badannya saat namanya kembali di panggil, “kuharap kita masih bisa bertemu lagi.”

Setelah berkata demikian Seohyun segera berjalan menjauh, berlawanan arah dengan jalur yang di tempuh Kyuhyun. Tanpa sadar Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kembali memandang punggung Seohyun yang perlahan menjauh dengan hati perih.

***

Teng!

Teng!

Suara lonceng katedral berbunyi berkali-kali. Wajah Seohyun di penuhi dengan tawa bahagia. Ketika ia masuk kedalam limusin, sekilas nampak bayangan seseorang di balik pohon.

Pintu mobil tertutup, Seohyun tak mempercayai penglihatannya yang menampilkan Kyuhyun tengah bersandar pada batang pohon dekat katedral tersebut. Dada Seohyun berdegup kencang saat Kyuhyun membuka mulutnya seakan berbisik. Dan ia tersenyum, tatapannya terlihat teduh dan membahagiakan.

Air mata mengalir lagi di wajahnya. Roda limusin bergulir perlahan, pelan-pelan meninggalkan bayangan Kyuhyun hingga tak terlihat lagi di belakang. Seohyun terisak dalam pelukan pria yang mulai saat ini akan mendampinginya seumur hidupnya.

Perasaanku dulu…

Saat ini pun tetap bersinar!

Karena aku…

Benar-benar mencintainya!

“Semoga bahagia…”

-The End-

12 thoughts on “Everlasting

  1. nah loh? gajadi sama keduanya kan
    hiyaaaa eon, pinter banget deh bikin yang sedih begini. kerasa feelnya tapi sayang sad ending. kirain nikahnya sama yonghwa eh ternyata….
    yasudahlah kan biar adil ga sama keduanya hehe

  2. ngucek2 mata… ini beneran Goetary eonni yang nulis? ahahaa… baru kali ini lihat eonni nulis castnya ada seokyu…
    tapi yah mau gmana lagi.. endingnya pasti mereka gk jadian-,- #plakk
    tapi keren eon^^ seperti biasa ffnya eonni bisa membuat reader larut(?) didalamnya *hhehe.. bahasa puitis #plakk
    nulis lagi dong eon pakai cast ini.. hhehe *request ini ^^V

    • hahahaha😆😳
      ini ff udah lama loh lynd, cuman emang baru dikeluarin lagi dari sarangnya (?)
      jadi nih ff dibikin sebelum onnie bosen ngeliat seokyu terpajang dimana2:mrgreen:

  3. oeny tanggung jawab beliin aku tisu #plak
    ah sumpah, suka deh sama ceritanya apa lagi para bias ku disana*nunjuk atas*
    bahasanya juga, aku suka Oen.

    • 😳
      karna onnie bikin dua versi, yunjae ama seokyu🙄 typo tak terelakkan lagi deh, mian😛 tapi males ngeditnya, biarkan sajalah😆
      ato kapan2 baru diganti yang typo2😉
      btw, mey kan jauh, masa tisu seribu perak gak bisa beli sendiri?🙄:mrgreen:

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s