Tears Airport


Author : Gita Oetary as Goetary

Cast : Lay Zhang Yi Xing EXO-M

Genre : Sad Romance

Type : SongFic (one shoot)

OST : Tears Airport, lyrics, composed and sang by Lay EXO

Disclaimer : Original made by me with Lay voice and this song as the inspiration. Don’t be Plagiarism! Don’t be Silent Readers!

®Standar Disclaimer Applied

Copyright & CrossPosting ©Goetary

Suddenly you break away and the world is ending, I couldn’t bear it.

Because you won’t stay with me anymore…

“Jangan menangis,” kata lelaki itu seraya tersenyum.

Gadis di sampingnya menggeleng, “aku tidak akan menangis.”

“Aku harap kau terus bahagia. Bisa kan?” tanya lelaki itu lagi, lebih terdengar memastikan.

“Mungkin susah?” tanya gadis itu.

“Apanya?”

“Bahagia tanpamu. Kurasa itu mustahil, Lay.”

Lelaki yang dipanggil Lay mendesah. Ia memasukkan jemari-jemari panjangnya kedalam saku celana jeans. Matanya menerawang. “Hmm…” gumamnya.

“Kau yang seharusnya bahagia,” kata gadis itu tiba-tiba.

Lay mengangkat tubuhnya dari kursi tanpa menggubris pernyataan untuknya. Dia berjalan menjauh, tas ransel tersampir di pundaknya sementara satu tangan membawa sebuah tas pakaian yang lebih besar. Gadis tadi mengikutinya dari belakang.

What a happy world, what a joy, when you go along with me these days.

“Jangan berjalan terlalu cepat.” Gadis yang tadi hanya berjalan di belakangnya datang menyusul Lay dan melingkarkan tangannya di lengan lelaki itu.

When I walk beside you, my heart speed up.

Dalam hati ia berharap, ia berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai air mata mulai mengenang. Ia minta agar waktu berhenti setidaknya beberapa saat, ia minta agar waktu kembali ke beberapa tahun lalu. Sebelum ia dipertunangkan oleh orang tuanya. Supaya mereka bisa tetap bersama-sama. Tanpa takut hari esok akan memisahkan keduanya.

How helpless I am. I hope time could stop at this moment.

Tapi waktu tak pernah berhenti, bahkan semakin cepat bergulir. Karena sekarang dirinya dan Lay sudah berada di pintu masuk keberangkatan. Lay menghentikan langkahnya, dengan berat melepas tangan yang melingkari lengannya. Ia berdiri di depan gadis itu.

What a happy world, what a joy, when you go along with me.

But now tears poured from my eyes.

Lay memaksakan senyum di wajah tampannya. “Sudah waktunya pergi,” ujarnya.

Gadis di depannya mengangguk sambil ikut memaksakan senyumannya. “Iya,” katanya.

Hening.

“Lay…”

“Hmm?”

“Sampai jumpa.”

Lay mengangguk sebagai jawaban. Hatinya terasa pilu, tapi ia tak boleh menangis.

My heart hurts so much. I haven’t seen the last of you.

Your smile, your spiled brat. I want to feel the feeling once again.

Tiba-tiba gadis itu menangis. Ia mengerjap berkali-kali dalam usaha menghentikan air matanya. Tapi cairan bening tersebut terus-menerus mengaliri pipinya.

Bagaimana ia bisa hidup tanpanya. Tanpa gadis itu, tanpa Lay bagaimana mereka berdua bisa hidup nantinya?

“Aku pergi?” Lay ragu-ragu. Ia ingin sekali menghapus air mata di wajah cantik gadis itu, tapi ia takut akan langsung memeluknya setelah itu. Jika hal tersebut terjadi, ia yakin tak akan sanggup melepaskannya. Tak akan pernah bisa.

Your smile, your spiled brat, I want to feel the feeling once again.

“Kau janji tak akan menangis,” Lay berusaha keras untuk membuat suaranya senormal mungkin. Tapi tiap kali ia menyelesaikan kalimatnya, suaranya bergetar seolah mengeluarkan sebagian rasa sedih di hatinya.

Gadis itu menyeka air matanya berkali-kali sampai akhirnya ia menyerah dan berusaha untuk kembali tersenyum. “Kau harus jadi penyanyi terkenal, Lay,” katanya diantara isak tangisnya yang tak kunjung mereda. “Setelah itu jika kau datang kemari jangan lupa menghubungiku, aku akan segera datang menemuimu,” katanya.

“Aku tahu.”

Although we say goodbye, I unexpect to be alone again.

I want to stay with you.

Sebenarnya bukan itu yang ingin ia katakan. Ia ingin bilang kalau ia berharap suatu hari nanti Lay akan datang untuk menjemputnya. Tapi ia tak berani. Dia tak berhak menghancurkan masa depan dan mimpi lelaki itu. Ia tak ingin melakukannya.

Please don’t leave me.

“Aku akan baik-baik saja.” Ujar Lay. Gadis itu lega mendengarnya, tapi sekaligus sedih. “Aku juga tak akan merindukanmu.”

Air mata kembali mengalir. Gadis itu mengangguk pilu. Wajah cantiknya mengernyit menyadari kalau ia satu-satunya orang yang merasa berat dengan perpisahan ini. Hatinya sakit sekali mengingat kalau mungkin juga cuma dirinya yang mencintai Lay sementara lelaki itu tidak.

“Berhentilah menangis. Aku tadi hanya menggodamu bodoh. Bagaimana mungkin aku tak akan merindukanmu?”

“Aku tidak sedih karena itu. Tapi karena kenyataan kalau sahabat terbaikku tak akan hadir di pesta pernikahanku nanti.”

Wajah Lay berubah kaku, gadis itu sadar sudah menyakitinya. Betapa bodoh dirinya. Mengapa disaat-saat seperti ini mereka justru saling melukai?

This is a harsh tears airport. It takes all the happy time away.

“Sudah waktunya aku pergi.”

“Iya, hati-hati Lay.”

“Jaga dirimu. Jangan sampai sakit. Makan harus teratur, jangan suka begadang.” Kata Lay bertubi-tubi, jelas tak ingin waktu segera merenggutnya dari sana.

“Kau juga. Jaga diri baik-baik.”

“Sampai jumpa.” Setelah berkata demikian Lay mengambil tas yang tadi ia lepas di lantai dan memutar tubuh untuk masuk kedalam ruang keberangkatan tanpa menengok lagi kebelakang.

I unexpect to be alone again.

I want to stay with you.

Tears seems warm, however. It couldn’t stop the sorrow of lovers.

“Lay…” bisik gadis itu masih di tempatnya. “Aku cinta padamu.” Air mata mengalir lagi. Kini lebih deras dari sebelumnya. “Aku sayang padamu. Selamat tinggal Lay…”

My heart hurts so much. Your smile, your spiled brat.

Please tell me you still love me.

“Aku juga cinta padamu.”

Gadis itu terperangah. Ia menghapus air matanya dan mengangkat kepala. Lalu tersenyum pilu. Menangis lagi. Cuma air mata yang selalu menghiburnya. Ia mendengar suara lelaki itu dengan jelas. Dan membuat hatinya terasa lapang. Jadi ia tersenyum, kali ini dengan tulus.

Whatever, I love you forever until the end of time.

Lay masih berdiri di depan gadis yang tak juga sanggup mengendalikan perasaannya itu. Dadanya nyeri mendengar ucapannya barusan, jadi ia menjawabnya. Supaya gadis itu tak merasa dirinya sendirian. Supaya ia tahu kalau ia juga dicintai.

“Aku juga cinta padamu. Oleh itu, selamat tinggal.”

Your crying face is direction in my life.

Now, I go forward without tears.

Baby, although we say goodbye, I will love you forever.

***

Aku ingin kau bahagia. Suatu hari nanti, jika kita berjodoh, aku berjanji akan kembali kepadamu. Tapi jika hal itu tak pernah terjadi. Begini saja sudah cukup. Sudah mengenalmu, tertawa bersamamu, melihat wajah cantikmu, mendengar suara merdumu, semua itu sudah cukup bagiku.

Aku tak ingin meminta terlalu banyak. Aku takut kalau nanti kau tak senang. Hatiku sakit, kurasa mungkin lebih sakit dari yang kau rasakan. Setidaknya kau punya orang lain yang bisa membasuh air matamu dan mengobati luka yang kutinggalkan. Sementara aku hanya punya kenangan yang pasti membuat luka itu melebar dari hari ke hari.

Tapi seperti yang kubilang tadi, aku tak ingin meminta terlalu banyak. Kenangan atas dirimu yang singkat itu sudah lebih dari cukup buatku. Semoga kau bahagia. Selamanya…

Aku cinta padamu.

Bonus lyrics, hope you enjoy it.

TEARS AIRPORT by Lay EXO M

I carry the sutcases and shoulder bag. It’s time to fly away.

You won’t stay with me any more.

What a happy world, what a joy, when you go along with me these days.

Suddenly you break away and the world is ending. I couldn’t bear it.

When I walk beside you, my heart speed up.

But now tears poured from my eyes.

How helpless I am. I hope time could stop at this moment.

I stand at the gate and my heart hurts so much . I haven’t seen the last of you.

Your smile, your spiled brat, I want to feel the feeling once again.

Oh baby, please don’t leave me along

Oh baby, I’m still here waiting for you presence

Oh baby, although we say goodbye, I unexpect to be alone again

I’m the one who couldn’t let you go. I want to protect you.

The last time I left, my heart had been broken for a long time.

Please tell me you still love me

Whatever I love you forever until the end of time.

Oh baby, please don’t leave me along

Oh baby, I’m still here waiting for your presence

Oh baby, although we say goodbye, I unexpect to be alone again.

I’m the one who could not tear himself from that spot. I want to stay with you.

This is a harsh tears airport. It takes all the happy time away

Tears seems warm, however, it couldn’t stop the sorrow of lovers

Your crying face is the direction In my life

I go forward without tears

-The End-

Thank you for reading, feel free to leave your comment.

2 thoughts on “Tears Airport

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s