Just For You


Judul : JUST FOR YOU

Author : Yoorin Matsu

Cast : Choi Soo Young ‘SNSD’, Shim Chang Min ‘TVXQ’, and Others.

Genre : Romance, Friendship, etc.

Type : Oneshoot

.

.

.

“Shim Chang Min! bisakah untuk tidak tertidur dan dengarkan aku!” suara wanita bermantel hijau itu melengking tinggi. Seluruh pengunjung café melirik kearahnya. Wajah putihnya sedikit memerah menahan amarah. Wanita itu menatap teman lelakinya, Shim Chang Min, tajam. Tangannya bersedekap di dada.

Lelaki di hadapannya terbangun. Ia mengusap wajahnya kasar berharap rasa kantuknya hilang. Matanya setengah terbuka, ia menguap lagi. Tanpa melihat wanita yang tadi membentaknya, Chang Min kembali tertidur dengan kepala tersimpan di meja bundar milik café tersebut.

Choi Soo Young sudah tak bisa menahan kekesalannya lagi. Ia membenarkan letak topi rajutnya yang sedikit bergeser. Tanpa pamit, Soo Young langsung pergi. Ia melangkahkan kaki panjangnya ke meja kasir untuk membayar minumannya dan Chang Min. Sebelum membuka pintu café, Soo Young melirik Chang Min yang masih tertidur di sudut ruangan. Soo Young menghentakkan kakinya kesal. Ia buru-buru pergi. Saat di depan jendela café yang bertuliskan De Amor, ia kembali melihat Chang Min.

Lelaki itu kini terbangun dan tampak kebingungan saat mendapati dirinya sendirian di meja itu. Soo Young tersenyum penuh kemenangan. Ia merapatkan mantelnya. Angin musim gugur membuatnya tidak tahan untuk terus berdiam diri di tempat itu.

~~###~~

“Jadi Chang Min mengacuhkanmu?” tanya Im YoonA. Diantara semua sahabat Soo Young, hanya YoonA yang begitu semangat bertanya mengenai Chang Min, atau mungkin lebih ke urusan mengolok-olok hubungan duo ‘penggila makan’ itu.

Soo Young mengangguk lemah. Kepalanya tersandar di bahu Kwon Yu Ri. Si jago makan itu tak sedikit pun menyentuh jjangmyeonnya. Ia tak berselera.

“Tidak biasanya Chang Min seperti itu. Apa kalian ada masalah?” tanya Yu Ri bijak. Piring di hadapannya telah kosong, kemudian ia menyeruput minumannya. Soo Young memandangi Yu Ri. Matanya menatap lesu, bibirnya melengkung kebawah. Kwon Yu Ri menghela napas melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Kurasa hubungan kami baik-baik saja.” Sahut Soo Young. Ia menegakkan badannya, tangannya mengaduk-aduk jjangmyeon dengan sumpit. “Apa mungkin ia sudah bosan denganku?” tanya Soo Young histeris. Sumpit yang di pegangnya terlepas. Ia menatap kedua sahabatnya bergantian.

Kwon Yu Ri menggeleng cepat. Sementara Im YoonA ikut mengangga tak jelas.

“Itu bisa saja terjadi kan?” sahut YoonA memperburuk permasalahan. Yu Ri menatap tajam YoonA, orangnya hanya nyengir tak jelas. Ekspresi Soo Young semakin sendu. Sebelum semuanya semakin memburuk Yu Ri menimpali.

“Mungkin ia sedang sibuk dengan tugas kuliahnya, makanya dia tertidur saat bertemu denganmu.” Ujar wanita berkulit coklat itu. Ia tersenyum menenangkan.

Im YoonA mencibir pelan. Ia kembali menyantap kue yang ia bawa dalam tas.

Sinar harapan Soo Young kembali muncul. Seulas senyum terlihat jelas di wajahnya. “Tapi… jika dia benar-benar bosan bagaimana?” pertanyaan dari YoonA kembali memupuskan harapan Soo Young.

Mendengar hal itu Yu Ri benar-benar bersumpah akan menyumpal mulut wanita cantik itu dengan tissue jika ia bicara hal yang tidak tidak lagi.

“YoonA benar, pasti Chang Minnie ku sudah bosan.”

“Itu tidak mungkin. Hubungan kalian sudah hampir 2 tahun, tak mungkin dia bosan begitu saja, Youngie.” Yu Ri menasihati terlebih dahulu sebelum YoonA memperburuk semuanya.

“Justru karena sudah 2 tahun, mungkin saja Chang Min jadi bosan. Ya kan?” kali ini Yu Ri benar-benar menyumpal mulut bebek YoonA, membuatnya tak bisa berbicara lagi bahkan untuk memakan kuenya pun tidak bisa.

Kerusuhan yang terjadi antara Yu Ri dan YoonA, Soo Young hiraukan. Ia masih saja memikirkan sikap Chang Min yang akhir-akhir ini berubah. Untuk kesekian kalinya Soo Young mendesah lemah.

~~###~~

Soo Young terus saja menatap ponsel yang ia genggam. Sedari pagi Chang Min belum menghubunginya. Pesan yang Soo Young kirim pun tak dibalasnya. Ia mendesah lemah. Shim Chang Min memang keterlaluan, dua hari yang lalu ia mengacuhkan Soo Young saat bertemu, kali ini malah tidak memberi kabar satu pun.

Jika bukan ponsel mahal ingin rasanya Choi Soo Young melempar ponsel itu atau mungkin menginjak-injaknya dengan kaki panjang miliknya. Namun ia terlalu sayang dengan ponsel dengan cap apel tergigit di belakang badan ponsel. Ia hanya bisa menekan-nekan layarnya gemas.

Lagi-lagi Soo Young menatap ponselnya nanar. Beberapa saat ponsel itu menyala, mengeluarkan getaran. Soo Young terperanjat dari posisi telungkup. Senyum merekah nampak di wajahnya.

“Halo?” saking senangnya, Soo Young bahkan tak bisa menyembunyikan nada riang dari suaranya.

Younggie~ ini aku.” kini rona kebahagiaan itu sirna. Suara itu bukan suara Chang Minnya. Soo Young mengerutkan keningnya. Ia menatap lagi ponsel berwarna hitam itu. Jelas-jelas nama Cho Kyu Hyun terlihat di sana. Soo Young mendengus kesal.

“Ada apa?” ujarnya kesal.

Wah.. wah ada apa ini? Ratu makan kita sedang kesal rupanya.” Ejek Kyu Hyun. Soo Young memutarkan bola matanya kesal. Sudah cukup ia dibuat kesal oleh Shim Chang Min, jangan sampai pria ini ikut membuat dirinya kesal setengah mati.

“YA! Jika hanya ingin membuatku bertambah kesal lebih baik kau kencan saja dengan semua PSP-mu itu Cho Kyu Hyun.”  Bentak Soo Young. Ia mencibir, berlalu mengambil tas yang tersimpan di meja.

PSP? Sayangnya saat ini aku sedang berkencan dengan Seo Joo Hyun.” Kekeh Kyu Hyun di ujung telepon sana. Soo Young memutar bola matanya kesal. Ia menyesal telah menyinggung soal ‘berkencan’. Soo Young keluar dari ruang kelas, menyapa beberapa temannya asal lalu kembali berbicara di telepon.

“Aku bahkan lupa kau sudah kembali menjadi lelaki normal Tuan Cho.” Ejek Soo Young. Ia menyunggingkan senyum meremehkan. Kyu Hyun terdengar berdecak kesal. Jeda sesaat.

Sayang… padahal aku membawa kabar mengenai Shim Chang Min mu. Tapi…” Soo Young berhenti melangkah, matanya membulat kaget. Kabar mengenai Chang Min? Apa itu?

Berhubung kau tidak ingin ku ganggu ya sudah. Sampai jumpa nanti.” KLIK. Sambungan terputus.

“YAA. Cho Kyu Hyun. Ish.” Umpat Soo Young. Ia memandang ponsel penuh kebencian.

“Anak itu… benar-benar tidak sopan. Aku heran jika Joo Hyun tahan bersamanya.” Rutuk Soo Young pelan. Ia tak sadar jika kekasihnya pun sama seperti Kyu Hyun.

Soo Young menghentakkan kakinya. Langkahnya yang lebar terdengar di sepanjang koridor kampus. Ia merapatkan kembali mantel merahnya. Angin musim gugur tahun ini membuat tulangnya terasa ngilu. Soo Young terus melangkah, lalu berbelok kekanan.

Saat itulah pandang mereka bertemu. Lelaki yang tadi Kyu Hyun bicarakan kini berdiri tak jauh di depannya. Shim Chang Min, dengan bola mata membulat menatap Soo Young yang berdiri terpaku.

Ekspresi keterkejutan Soo Young berubah kesal mengingat kekasihnya yang menghilang sejak pagi. Chang Min yang sebelumnya tersenyum sumringah mengurungkan niatnya untuk menghampiri Soo Young, tatkala gadisnya itu memberengut sebal. Chang Min berbalik tersenyum kaku, ia berancang-ancang untuk segera kabur ketika Soo Young akan menerkamnya.

Dugaan Chang Min tak pernah salah. Belum selesai ia menyapa, Soo Young sudah meneriakinya kencang.

“SHIM CHANG MIIIIIIIN!!!” Chang Min dengan gesit berlari menghindari amukan Soo Young. Ia berlari melintasi beberapa mahasiswa yang memperhatikan dirinya –dan Soo Young- tentunya.

Ketika seorang wanita mengamuk, habislah pria itu ditempat. Chang Min yang malang.

~~###~~

“Yu Ri-yaaaa….” Rengek Soo Young tiba-tiba, mengganggu acara makan siang YuRi. Yu Ri melirik melalui ekor matanya. Lalu kembali melahap jjangmyeonnya. Soo Young duduk di samping Yu Ri, dan tanpa permisi menggelayut manja di lengan kurus Yu Ri.

“Ada apa?” respon Yu Ri datar. Ia tak terlalu terkejut dengan tampang Soo Young yang sudah seperti mayat hidup. Berhari-hari wanita cantik itu memang selalu menampilkan wajah kusutnya. Dan sekarang Soo Young datang untuk kesekian kalinya hanya untuk menceritakan hubungannya dengan pria itu.

“Chang Min ku…” Yu Ri memutar bola matanya bosan, benarkan. Pasti Soo Young menangis meraung-raung seperti ini karena pria kurus itu. Shim Chang Min.

“Kenapa lagi?” sahut Yu Ri, ia kembali melahap makanannya. Soo Young mendongak memandang Yu Ri, bibirnya melengkung ke bawah. Matanya berbinar menunjukan kesedihan yang amat mendalam. Terlalu mendramatisir, keluh Yu Ri.

Jika saat pertama kalinya Soo Young mencurahkan isi hatinya tentang Chang Min, Yu Ri ikut prihatin saat itu tapi tidak setelah berhari-hari kemudian.

Hampir setiap harinya, Soo Young datang sambil merengek-rengek dan berkata ‘Chang Min ku begini… Chang Minku begitu…’. Membuat Yu Ri bosan mendengar keluh kesah Soo Young.

“Ada apa lagi sekarang dengan Chang Minmu.” Meskipun begitu, Yu Ri adalah tipikal wanita setia kawan dan selalu berusaha menjadi pendengar yang baik.

“Dia.. dia berlari menghindariku tadi.” Isak Soo Young. Yu Ri terkejut sesaat.

“Apa? Chang Min berlari kabur darimu?” pekikan riang dari suara seorang gadis terasa familiar di telinga Yu Ri. Yu Ri berbalik, YoonA dengan senyum lebarnya menatap balik Yu Ri.

Yu Ri menghela nafas dalam. Habislah ia terjepit diantara dua wanita ini. Makan siangnya tak lagi damai.

~~###~~

Soo Young terus saja mengelap hidungnya yang memerah.

“Aku harus bagaimana Yul?” suaranya terdengar serak. Yu Ri hanya menatap iba. Ia mengendikkan bahunya. Lalu beralih menatap YoonA, meminta bantuan wanita yang tak bisa diam itu.

“Lebih baik kau tanya baik-baik dengannya.” Celetuk YoonA sembari menyuapkan snack kentang pada mulut kecilnya. Yu Ri memandang datar, lalu beralih pada Soo Young dan menepuk pelan bahu sahabatnya itu.

“YoonA benar.”

“Bagaimana… aku bisa bicara dengannya jika ia menghindariku saat kami bertemu.” Keluh Soo Young diakhiri dengan raungan keras. semua mata melirik ke meja mereka. Yu Ri menahan malu sementara YoonA bersikap acuh.

“Tentu saja ia kabur jika kau memasang tampang marahmu yang mengerikan itu.” timpal YoonA lagi. Soo Young berhenti meraung sesaat. “Kau benar.” desisnya. Matanya terlihat sendu. Ia kembali terisak.

Ponsel Soo Young bergetar. Wanita itu merogoh saku celananya, melihat layar ponselnya yang berkedip-kedip. “Chang Min menelepon.” Lapornya singkat. Ia berdeham sebelum mengangkat panggilan Chang Min.

“Halo?”

“Younggie.. sore ini bisa kau pergi ke taman dekat rumahmu?”

Soo Young melongo sesaat. Ia memandang bergantian YoonA dan Yu Ri sebelum mengangguk kaku.

“Younggie, bagaimana?”

Soo Young meringis, bodohnya ia. Tentu saja Chang Min tak bisa melihat anggukan kepalanya. “Tentu,” jawabnya singkat “aku bisa.”

“Baiklah, jam 5 sore di taman, oke?”

Panggilan berakhir.

“Chang Min meminta bertemu di taman dekat rumahku.” Lapor Soo Young lagi. Ia tak lagi menangis. Kini ia malah terlihat bingung.

“Baguslah, mungkin itu pertanda baik.” hibur Yu Ri.

“Atau mungkin dia malah akan memutuskanmu.” Celetuk YoonA asal.

Oh, jangan lagi.

~~###~~

‘Mungkin Chang Min akan meminta putus darimu’

Perkataan YoonA tadi siang terus menerus menghantui pikiran Soo Young. Bahkan hingga saat ia akan betemu Chang Min. Sesaat hati Soo Young mengkerut, ia sedikit percaya apa yang dikatakan YoonA.

Kepala Soo Young menggelang heboh. Ia terus berkata tidak dalam hatinya. “Mungkin, ini pertanda bagus seperti kata Yu Ri.” Gumamnya. Kepalanya yang tadi tertunduk mendongak lagi. dengan mata yang berbinar semangat Soo Young melangkah kedalam taman dengan menggebu-gebu. Namun langkahnya perlahan memelan ketika mendapati taman yang sepi.

Tapi bukankah taman dekat rumahnya selalu sepi mengingat tidak banyak anak kecil yang ada di komplek perumahannya. Lagi pula hari sudah beranjak petang, jelas saja tak ada yang bermain di taman lagi. Namun bukan itu yang aneh, nyatanya Shim Chang Min, pria yang mengajaknya ketempat itu belum datang.

Soo Young memutuskan untuk duduk sendiri di bangku taman yang terasa dingin. Ia menunggu dan menunggu. Soo Young melirik jam di ponselnya. Pukul 5.35. Terlambat bukanlah kebiasaan Chang Min, anehnya hari ini pria itu benar-benar terlambat.

Soo Young tak menggerutu. Ia sabar menunggu. Ia memainkan jemari tangannya untuk menghilangkan rasa bosan. Sesekali melirik kanan kiri menanti kedatangan makhluk pujaannya.

“Soo Younggie…” Seru seseorang. Soo Young memandang liar. Mencari sumber suara.

Bibirnya terangkat membentuk senyuman ketika menemukan sosok yang memanggilnya yang ternyata adalah Chang Min yang ia tunggu sejak tadi.

Soo Young bangkit dari duduknya. Ia akan melangkah mendekat ketika Chang Min dengan cepat menyela, “Jangan! Tetap disitu, oke?” pintanya.

Soo Young kembali menarik kakinya yang terangkat. Ada apa ini?

“Satu…” Chang Min tersenyum misterius. Ia menghitung angka dengan suara lantang.

“Dua…” alis Soo Young terangkat.

“Tiga!” tangan Chang Min terentang. Di belakangnya pohon besar tiba-tiba bercahaya oleh sinar-sinar lampu. Soo Young mengerjap. Ia terpaku sesaat.

Soo Young membekap mulutnya. Terharu. Ia memandangi Chang Min kembali, lalu berlari kearah kekasihnya, dramatis.

Soo Young menghempaskan tubuhnya menubruk Chang Min. Beruntung lelaki itu mempunyai kaki yang kuat. Meskipun tubuhnya kurus tapi kakinya mampu menopang tubuh Soo Young yang tiba-tiba menubruknya.

Chang Min tersenyum simpul. “Happy Anniversary yang kedua Choi Soo Young ku.” Bisiknya.

Soo Young melepaskan pelukannya. Menatap Chang Min yang lebih tinggi 10 centi diatasnya. Ia mengerjap lagi.

“Kau lupa?” Chang Min memberengut, berpura-pura marah.

“Tidak. Tapi aku tak percaya kau ingat. Kukira kau melupakan tanggal jadian kita. Malah kukira kau menghindariku.” Gumamnya pelan.

Chang Min menggeleng, “Tidak. Aku tidak lupa dan aku tidak menghindarimu. Aku hanya sedang memberikan kejutan untuk anniversary kita ini.” Jelasnya. Soo Young terisak keras. Chang Min yang tadinya tersenyum bangga, kini malah kerepotan melihat Soo Young yang menangis.

“Kenapa menangis, Younggie?” tanyanya heboh. Soo Young menepuk dada Chang Min pelan.

“Jahatnya… kukira kau.. kau sudah tak cinta lagi denganku. Ternyata.. kau yang menghindariku selama dua minggu ini hanya untuk semua ini?” katanya di sela-sela tangisannya yang semakin mengeras.

“Aku kan ingin yang spesial untuk acara ini, sayang.” Chang Min mendekap kembali tubuh Soo Young. Soo Young masih terisak, namun sedikit tenang kali ini.

“Terimakasih.” Ujarnya pelan. Alis Chang Min bertaut. Namun detik berikutnya ia tersenyum.

“Maaf.” kali ini Chang Min benar-benar terheran. Maaf untuk apa?

“Maaf karena aku tak bisa memberikan hadiah untukmu.” Sesal Soo Young, ia tertunduk. Chang Min tersenyum kecil. Ia mengangkat wajah Soo Young.

“Tak perlu, dengan kau hadir disini dan terus berada disisiku itu sudah cukup.” Katanya lembut. Perlahan Chang Min mendekatkan wajahnya. Seakan mengerti mata Soo Young ikut terpejam, ia juga sedikit berjinjit menyamakan tinggi keduanya. Bibir mereka bertemu. Bersentuhan ringan namun hangat.

Dengan latar pohon besar yang terhiasi lampu kelap-kelip bertuliskan ‘Happy Anniversary 2th’. Ciuman kala petang itu menjadi semakin berkesan.

~~###~~

“Cih, kita disuguhi opera sabun malam-malam begini.”desis Kyu Hyun. Ia meringkuk bersembunyi dibalik semak-semak bersama kekasihnya, Seo Joo Hyun. Ia bukannya mengintip, hanya saja sang maniak game ini sedang menjalankan misi membantu sahabatnya membuat kejutan untuk Soo Young. Jika tidak ada dirinya bagaimana bisa lampu di pohon menyala sesuai hitungan Chang Min.

“Hyunnie, jangan kau lihat terus mereka.” keluhnya manja pada sosok wanita cantik yang terpesona oleh adegan romantis di hadapannya. Wanita itu berbalik memandang Kyu Hyun tajam.

“Kapan oppa membuat kejutan yang romantis untukku seperti Chang Min oppa?” protesnya.

Kyu Hyun meringis. “Itu…”

“Kau bahkan tak pernah mengatakan hal-hal yang romantis.” Keluhnya. Joo Hyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Aaaah Hyunnie. Bukan begitu, hanya saja…” Kyu Hyun mati kata.

Mata Joo Hyun menyipit tajam. Kyu Hyun bergidik ngeri.

“Katakan saja pada oppa, kau ingin apa. Biar nanti saat anniversary kita yang pertama oppa buat kejutan untukmu yang lebih romantis dari ini.”

“Benarkah?” tanya Joo Hyun penuh harap. Ia memeluk erat Kyu Hyun. “Terimaksih, oppa. Kalau begitu aku ingin kau membelikan boneka keroro yang super besar.”

Kyu Hyun tersenyum masam ketika Joo Hyun kembali memeluknya. Ia mengutuk dalam hati, ‘Ini semua gara-gara kau, Shim Chang Min. Awas saja kau!’

 

~~###~~

END

 FF pertamaku di blog ini dengan segala kekurangannya. Tolong tetap berikan komentarnya ya^

11 thoughts on “Just For You

  1. Yuri eonni sama aku aja *eh?

    Sweet, dikirain seororo mau minta kisseu juga, hadeuh ternyata engga.. kasian nanti backgrounnya semak-semak hahaha nice ff.. ^^

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s