Wacth [Part 1]


Title: ‘Watch’ [Part 1].

{Past Is Always About You}

Cast: Choi Sooyoung (SNSD), Cho Kyuhyun (Super Junior), Seo Joohyun (SNSD).

Other Cast: Lee Soon Kyu – Sunny (SNSD), Lee Sungmin (Super Junior).

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Rating: Teen (T)

Type: Part.

-This my story,so don’t copy without my agreemen-

© 2012-2012 Kim Naru.

Watch….

I don’t care if i must wait until end of world.

Watch…

I don’t care if i must stand alone.

And Watch…

Please take care of him.

-Watch-

Kyuhyun POV.

Apa yang hal yang paling membuatmu sedih selama hidupmu? Dalam hidupku hanya satu hal yang membuatku sedih, bahkan aku tidak akan memaafkan diriku sendiri atas kejadian itu.

Kejadian 3 tahun yang lalu, kejadian yang akan terus aku ingat selama hidupku, kejadian yang membuatku kehilangan seorang yang aku cintai, kajadian yang menggagalkan rencanaku untuk menikahi gadis yang aku cintai.

Kejadian itu adalah kecelakaan yang merenggut nyawa kekasihku, kekasih yang senangtiasa ada disampingku, kekasih yang selalu mencintaiku apa adanya, kekasih yang membuat aku tersenyum dipagi hari, disiang hari dan dimalam hari.

Dialah Choi Sooyoung, kekasihku yang sudah mendiami hatiku selama 4 tahun dan rencana kami, kami akan melangsungkan pertunangan, namun sepertinya tuhan memilih cara lain.

Tuhan memanggil Sooyoung lebih awal, dia meninggal saat mobil yang kami kendarai terpelanting kejurang dan meledak. Aku masih mengingat senyum terakhirnya, senyum yang dipenuhi darah, darah yang keluar dari kepala, hidung dan mulutnya.

Bodohnya aku karena tidak berusaha menyelamatkan kekasihku sendiri, itulah yang membuat aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, aku seperti namja bodoh yang tidak bisa menjaga kekasihku sendiri.

“Namja macam apa aku ini? Menyelamatkan satu yeoja saja aku tidak bisa. Sooyoung, chagiya! Mianhae jeongmal mianhae.”

Kata-kata itulah yang terus aku ucapkan dalam hatiku ketika melihat fotoku bersamanya saat malam hatal, “oh tuhan! Betapa cantiknya dia saat itu, kenapa kau mengambilnya dariku begitu cepat? Aku masih mencintainya tuhan.”

Aku masih ingat dari pertama kami bertemu dicafe tempat biasa aku dan sahabatku berkumpul….

…FLASHBACK….

Pagi itu memang pagi yang biasa dikampus, hari yang biasa dengan pelajaran yang bisa, namun semua berubah ketika yeoja tinggi itu masuk kedalam SM Unniversity.

“Kyu! Apa kau masih ada kelas?” tanya Sungmin temanku, dia adalah temanku satu-satu diSM Unniversity.

“Tidak ada, memang kenapa?” ucapku sambil meminum orange juiceku.

“Jalan-jalan bagaimana?” Sungmin tersenyum, tidak seperti biasa ia mengajakku jalan-jalan, ada yang tidak beres.

“Boleh. Kapan? Dimana?” tanyaku kearahnya yang masih tersenyum.

“Sekarang juga, dicafe biasalah. Aku ajak sunny, dia akan membawa teman barunya” ucapnya sambil mengedipkan mata kananya.

“Kau berniat menjodohkanku dengan temannya Sunny? Kau ingat terakhir kali kalian menjodohkanku?” tanyaku sambil menatapnya tajam.

“Pertama dengan yeoja bernama Im Yoona, dia baik, pintar, anggun, namun kenapa aku tidak mau?”

“Kau tidak lihat? Makannya banyak, saat dicafe ia menghabiskan tiga porsi untuk dirinya sendiri, jika aku pacaranya dengannya bisa jebol kartu kredit”

“Oh yah! Yah!. Kalau yang kedua?”

“Aku tidak ingat namanya….oh yah! Aku ingat, Hyoyeon kalau tidak salah”

“Yah dia. Dia cantik, baik, dan jago dance. Kenapa kau tidak mau?”

“KYA! Kau mau tulang-tulangku patah? Ingat saat kita pesta dirumahku? Apa yang dia lakukan?”

“Dia dancekan?”

“Ia dance. Tapi apa yang mengerikan? Dia mengajakku dance sampai jam 1 pagi. Apa kau tau itu?”

“Wow! Aku tidak tau, aku dan Sunnykan pulang awal”

“Dan satu lagi yang ketiga. Siapa namanya? Aku lupa”

“Kalau tidak salah….Jessica…Jessica…Jessica Iskandar…eh bukan, bukan. Jessica Jung”

“Jessica Jung. Menurutmu bagaimana?”

“Baik, cantik, angun, sanyumnya manis, tinggi, dan keturunan Amerika-Korea. Baguslah”

“Tapi ada yang buruk? Dia tukang tidur….kau tau saat kita double date dicafe? Dan Jessica malah tidur saat kita makan. Oh my…god”

“Yah, yah, yah. Aku tau itu, tapi yang kali ini akan bagus…Tunggu sebentar”

Sungmin menghentikan bicanya, karena ponselnya berdering. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone, ia menempelkan ponselnya ditelinganya dan mulai mengobrol.

“Yeobseo…”

“…”

“Ia Sunny?”

“….”

“Baiklah, aku dan Kyuhyun akan segera kesana”

“….”

“Annyeong”

“…”

“Ayo Kyu! Sunny sudah bilang, dia sudah menunggu kita dengan temanya”

“Kajja” kataku sambil berdiri dari kursi kami.

Kami pergi dari kantin kampus, berjalan menuju tempat parkir untuk mangambil mobilku. Beberapa menit kami sampai, aku membuka pintu mobil Sungminpun naik, aku langsung tancap gas kearah cafe yang biasa aku dan Sungmin datangi.

***

Kami sampai dicafe ditengah kota Seoul, cafe yang sering kami datangi saat waktu segang. Aku dan Sungmin mencari-cari Sunny, Sungmin melambai kearah Sunny yang sedang duduk dengan seorang yeoja. Kamipun mendatangi meja Sunny.

“Lama menunggu?” tanya Sungmin sambil duduk disamping Sunny #jealous >.<,

“Tidak oppa, oh yah! Kyuhyun oppa, perkenalkan ini temanku” ucap Sunny, yeoja yang dikenalkan Sunny memang cantik saat pertama aku melihatnya.

“Annyeong. Choi Sooyoung imnida” ucapnya sambil membungkuk didepanku. Cantik.

“Annyeong. Cho Kyuhyun Imnida” balasku sambil membungkuk.

“Sepertinya lebih enak jika aku memanggilmu oppa, karena oppa lebih tua dariku” ia tersenyum, manis.

“Ahahah. Boleh, boleh, enak didengar jadi lebih akrab” ucapku sambil mengaruk belakang kepalaku.

“Kalian mau pesan apa?” tanya Sungmin ditengah obrolanku dengan Sooyoung.

“Aku…yang biasa saja” ucapku “Bagaimana denganmu Soo?” lanjutku, aku lihat ia hanya tersenyum.

“Samakan saja” ucapnya.

Kami mengobrol sambil menunggu pesanan datang, aku bisa melihat ia tertawa riang saat megobrol bersama kami dan tidak dipungkiri dia cantik, tidak pernah aku melihat yeoja seperti dia.

“Oh yah! Sooyoung, apa kita bisa bertukar nomor Handphone?” tanyaku pada akhirnya.

“Boleh. Ini nomorku” ucapnya sambil menunjukan nomor handphonenya.

“Yap! sudah, gomawo Sooyoung” ucapku sambil tersenyum kearahnya.

“Cheoma oppa” katanya.

“Cie…cie! sudah bertukar nomor handphone, nanti jalan-jalan, terus date, jatuh cinta dan..BLOOOM, mereka jadian” Sunny tersenyum kearahku.

“Benar, benar. Aku setuju denganmu chagi” #oh my god# ucap Sungmin mensetujuinya.

“Ahahaha. Kalian bisa saja mengoda Kyuhyun oppa. Lihat dia malu, jangan malu oppa, itukan hanya bercanda” ucap Sooyoung, ia tertawa riang sekali.

Mulai saat itulah aku mengenal yeoja itu lebih dalam dan dalam, dimulai dari saling mengirim pesan singkat, telepon, mengobrol, makan siang bersama dan pada akhirnya aku benar-benar jatuh cinta pada yeoja itu.

***

Sudah dua tahun kami menjadi sahabat baik, ia sering datang kerumahku hanya sekedar untuk mampir atau mengerjakan tugas kuliah bersama-sama. Tidak jarang kami pergi kemall atau pusat hiburan bersama-sama.

Hari itu hari natal yang kami habiskan hanya berdua, tanpa orang tua, tanpa Sunny dan Sungmin, tanpa keluarga dan tanpa masalah. Hanya kami berdua dicafe yang sama saat kami pertama bertemu.

“Oppa!…”

“Ne? Ada apa?”

“Tidak, hanya dinggin sekali malam natal kali ini”

“Mungkin karena saljunya, kemarilah dan mendekat”

“Ada apa?”

“Kau mau hangatkan?”

“Ne”

“Jadi mendekatlah” ia mendekat kearahku, aku memeluk tubuhnya. Ia sedikit kaget saat aku melakukan itu, namun ia mulai terbiasa dan sekarang ia menyamdarkan kepalanya didadaku.

“Hangatkan?”

“Ne, nyaman oppa”

“Soo…?!”

“Ne, oppa?”

“Kau taukan kita sudah menjadi sahabat selama 2 tahun, dan sekiranya aku inggin mengatakan hal ini”

“Hal apa?”

“Hal yang tulus dalam hatiku dan hal itu menyangkut perasaanku”

“Utarakan saja”

“Choi Sooyoung”

“Ne oppa?!”

“Apa kau mau menjadi yeojachinguku?”

“Emh..Bagaimana yah? Terima atau tidak yah?”

“Sooyoung….”

“Ahahaha. Jangan cemberut begitu dong, lihat wajah oppa jelek sekali. Baiklah aku mau”

“Benarkah?”

“Ne…oppa”

“Gomawo Sooyoung-ah, saranghae”

“Jangan pake embel-embel ah, panggil saja chagi lebih enak kedengaranya”

“Baik-baik chagiya. Sarangahe”

“Nado saranghae oppa”

Mulai dari hari itu kami melalui hari-hari kami dengan cinta, ada yang bilang kami pasangan yang snagat serasi. Bahkan SunSun couplepun kalah, banyak namja yang iri kepadaku karena bisa mendapat yeoja secantik dan sebaik Choi Sooyoung.

***

~ 4 years later ~

Empat tahun sudah aku dan Sooyoung menjalin hubungan, hari demi hari aku dan Sooyoung saling mencintai. Apa yang kurang dalam hubungan kami? Sama sekali tidak ada.

Hari itu adalah malam natal ke-4 yang aku dan Sooyoung jalani bersama, hanya kami berdua. Tanpa orang tua, tanpa teman-teman hanya aku, Sooyoung dan cinta kami saja.

“Soo!?”

“Ne oppa?”

“Apa kau ingat tahun ini kita sudah berapa tahun?”

“Hampir 4 tahun oppa memang kenapa?”

“Apa kau tidak bosan berpacaran terus denganku?”

“Uh! oppa. Aku tidak akan pernah bisa bosan berpacaran dengan Cho Kyuhyun”

“Jadi kau tidak mau menjadi nyonya Cho mungkin?”

“Maksud oppa?”

“Yah! mungkin kau mau menganti namamu menjadi Cho Sooyoung.”

“Oppa melamarku?”

“Ne.”

“Oppa, tapi…”

“Soo! Kita sudah 4 tahun berpacaran dan aku kira ini sudah waktu yang tepat. Lihat aku bawa cincinnya”

“Oppa! Indah sekali. Gomawo oppa”

“Cheoma chagiya. Jadi kau mau menjadi nyonya Cho?”

“Mau oppa. Aku mau sekali”

“Baiklah sekarang kita bertukar hadiah natal”

Aku mengeluarkan sebuah kotak yang dibalut kertas merah dan diikat pita lalu menyerahkanya untuk Sooyoung.

“Buka chagi”

“Aku buka yah!…..emh? sebuah syal?”

“Ne. Kau suka?”

“Bagus sekali oppa. Tapi kenapa syal?”

“Karena oppa inggin saat cuaca dinggin seperti ini syal itu membuatmu hangat bila oppa tidak ada disisimu”

“Gomawo oppa. Aku akan menyimpanya, ayo hadiah dariku buka oppa”

“Baik….emh? jam weaker?”

“Ne, oppa suka?”

“Bagus sih. Tapi kenapa jam weaker?”

“Jam itu akan menjadi menunjuk waktu oppa, agar oppa selalu ingat waktu dan ingat padaku”

“Gomawo Choi Sooyoung”

Aku dan Sooyoung tertawa dengan bahagia, sesekali kami mengambil foto untuk disimpan nanti dirumah baru kami. Rumah yang hanya ada aku, Sooyoung dan anak-anak kami.

***

Hari senin yang indah diSeoul, cuacanya cerah secerah hatiku saat itu. Rencanaku dan Sooyoung, hari itu kami akan memilih baju yang akan kami kenakan dalam acara pertunangan kami, sekalian dengan gaun pengantinya.

“Sooyoung….” panggil eomma Sooyoung saat kami sedang beristirahat dirumah Sooyoung.

“Ne eommo…” jawabnya.

“Apa kamu dan Kyuhyun akan memilih baju sekarang?” tanya eomma Soo.

“Ne sekarang eomma. Memang kenapa?” Sooyoung membalikan pertanyaannya.

“Annio, hanya saja apa tidak terlalu cepat? Acara pertunangan kaliankan masih 3 minggu lagi” ucap eomma Sooyoung.

“Biarlah eomma, lebih cepatkan lebih baik. Benar tidak oppa?” ia berbalik padaku dengan senyumnya yang indah.

“Benar eomma. Itu akan lebih membuat semua persiapan lebih matang” jawabku.

“Baiklah kala begitu. Hati-hati dijalan yah” ucap eomma seraya meninggalkan kami.

“Kajja oppa. Kita berangkat” ajak Sooyoung.

“Kajja” aku dan Sooyoungpun berjalan keluar rumah dan menghampiri mobilku, lalu melaju kearah toko baju yang dimiliki Sunny. Sekarang Sunny sudah menjadi seorang perancang baju terkenal, sesuai dengan impianya.

***

Kami sampai didepan toko baju milik Sunny, kami masuk terlihat yeoja itu sedang sibuk dengan para pelangganya. Aku dan Sooyoung tersenyum kearah Sunny.

“Annyeong Sunny” sapaku dan Sooyoung.

“Annyeong oppa, Sooyoung. Ada keperluan denganku?” tanya Sunny.

“Kami ingin memilih baju untuk acara pertungan kami dan sekalian gaun pernikahanya” ucapku pada Sunny.

“Oh my god! Kalian akan menikah? WAH! Chukhae. Kapan?”

“Kira-kira 3 minggu lagi, kau dan Sungmin datang yah”

“Itu pasti. Ayo sini, aku akan memilihkan yang terbaik untuk sahabat-sahabat baikku”

“Sekalin diskon yah. Bercanda.”

“Ahahaha tenang diskon untuk teman sebesar 3%”

“Tidak terlalu kecil?”

“Itu sudah besar. Saat Jessica belanja disini saja aku kash diskon 1%”

“Baik-baiklah”

***

Tepat jam 9 malam, aku dan Sooyoung masih dalam mobil diperjalanan pulang dari toko Suuny. Aku lihat keluar jendela jalanan sudah sepi dan toko-toko sudah tutup.

Perasaan tidak enak sudah menyerangku dari tadi, aku hawatir terjadi hal yang buruk. Aku berdoa dalam hati, sambil berusaha berkonsentrasi dalam mengemudi, jika terjadi kecelakaan kan tidak lucu.

“Oppa kau mengantuk?” tanya Sooyoung, mungkin ia melihatku menguap disepanjang jalan. Memang hari ini hari yang cukup melelahkan untukku.

“Annio” jawabku, aku berbohong agar tidak mau menunda perjalanan.

“Jangan bohong padaku oppa. Sebaiknya kita menepi dan istirahat sebentar, perjalanan masih jauhkan” ucap Sooyoung, namun aku hanya tersenyum dan meneruskan perjalanan.

Hari makin larut, aku lihat jam tangan yang melilit ditangan kiriku ‘Sudah jam 10 malam, namun belum sampai’ batinku saat melihat jam tangan, jalan Seoul ketika itu memang sepi sekali.

Aku tengok kanan dan dikiri hanya ada jalan yang gelap, tidak ada satupun mobil yang melintas. Aku lihat Sooyoung terlelap disebelahku, cantik memang yeoja ini, tidak salah aku akan menikahinya.

“Emh…oppa, belum sampai?” tanya Sooyoung saat ia terbangun.

“Belum, lanjutkan saja tidurnya chagi” ucapku.

“Oppa tidak lelah? Sini, biar aku saja yang menyetir, oppa tidur” aku memikirkan tawaran yeojaku ini, namun aku tersenyum dan kembali menyetir “Baiklah jika oppa tidak mau, aku akan menemani oppa sepanjang perjalanan” ucap Sooyoung.

“Gomawo chagiya” ucapku sambil tersenyum dan membelai rambutnya yang panjang.

Mobil yang aku dan Sooyoung naikki sudah berada didekat rumah Sooyoung, hanya tinggal beberapa blok lagi. Aku lihat dikiri ternyata ada jurang yang lumayan dalam dan gelap, aku harus berhati-hati dekat jurang ini.

Rasa kantuk sudah menyerang sekujur tubuhku, membuat mata ini menjadi tidak fokus. Kadang kepalaku tertunduk lalu terbangun kembali, Aku harus konsentrasi mengemudi.

“Oppa! Sudah jangan dipaksakan” ucap Sooyoung sambil memegang pundakku “OPPA AWAS!” Sooyoung berteriak, Seorang yang menyebrang jalan membuatku terkejut, karena reflek aku membanting stir mobil kekiri.

Mobil Audi hitam yang aku dan Sooyoung kendarai terpelanting keras kedalam jurang itu, aku tidak bisa melihat apapun saat itu karena benar-benar gelap. Setelah beberapa menit mobilku sampai didasar jurang.

Aku mencoba membutka mata yang berat, kepalaku berdarah, hidungku mengelurkan darah dan tentu mulutku juga. Aku melihat Sooyoung sudah bersimbah darah diwajahnya, namun untunglah ia masih hidup.

“Op…pa..oppa! kau memang keras kepala yah, ahahah” ucapnya, dia masih bisa tertawa saat seperti itu.

“Mianhae Sooyoung” ucapku.

“Sakit oppa. Namun syukurlah oppa baik-baik saja” ia tersenyum, sebuah senyum yang dipenuhi darah, darah yang kelur dari hidung dan mulutnya, darah yang tidak inggin aku lihat selama hidupku, darah yang menjadikan senyum Sooyoung menjadi sakit jika dilihat.

“Sudah chagi, jangan bicara. Aku akan mengelurkanmu” ucapku sambil membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil yang sudah terbalik. Setelah berhasil keluar dari mobil.

Saat aku hendak menyelamatkan Sooyoung….Terlambat! Aku terlambat, mobilku meledak dengan Sooyoung yang ada didalamnya. Semua memoriku bersama Sooyoung berputar didalam otakku.

Aku terkejut dengan mata yang sudah basah, semua anggota tubuhku lemas melihat kejadian itu, yeoja yang akan aku nikahi meninggal karena ulahku sendiri “SOOYOUNG!” aku berteriak sekencang-kencannya, pandanganku mulai kabur karena darah terus mengalir akupun pingsan.

***

“Cepat dokter, anak saya sudah kehilangan banyak darah”

“Kami berusaha sebisa mungkin”

‘Ada apa ini? Kenapa berisik sekali?…dimana ini? Dimana aku?…dimana Sooyoung?’ batinku ketika mata ini terbuka sedikit, yang aku lihat hanya Eomma, appa dan seorang dokter, serta lampu-lampung yang menyilaukan mata.

‘Apa aku mati? Apa ini disurga?’ aku terdiam dan memejamkan mataku lagi. Dalam memori masih segar teringat tentang kejadian tadi, saat mobilku meledak dan…SOOYOUNG.

***

“SOOYOUNG!? Ah…hah….hah, asatag kepalaku” kepalaku terasa sakit sekali, aku melihat sekelilingku dan semua anggota keluarga ada disana termasuk Sunny dan Sungmin.

“Kyu! Kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu??” tanya Sungmin yang duduk disebelah ranjangku.

“Aku baik-baik saja? Dimana ini?”

“Ini rumah sakit, kaukan kecelakaan” kata Sunny.

“Sooyoung, dimana Sooyoung?” sosok yeoja itu tidak nampak dimana-mana, apa dia diruangan yang lain?.

“Dia….” Sunny memalingkan wajahnya, perasaanku mulai tidak enak.

“Dimana Sooyoung? Eomma, appa, noona, Sunny, Sungmin. Mana Sooyoung apa dia baik-baik saja?” aku menatap satu-persatu orang yang ada diruangan itu, namun mereka hanya terdiam dan tertunduk.

“Kyuhyun sebaiknya kau istirahat, Sooyoung sudah tenang sekarang” ucap Ahra kepadaku.

“Maksud noona? Sooyoung?” aku mengira-ngira dan aku berharap itu bohong.

“Sooyoung….mianhae Kyuhyun, Sooyoung…sudah meninggal, lukanya teramat parah, ia terlalu banyak kehilangan darah. Mianhae” otakku kosong saat mendengar penjelasan Ahra, aku tersenyum “Kalian bohongkan?” ucapku, terasa air hangat itu sudah membasahi kedua pipiku.

“Mianhae, Sooyoung sudah meniggal 5 bulan yang lalu” ucap Ahra.

“5 bulan? Apa yang terjadi?” tanyaku.

“Kau koma selama 5 bulan Kyu dan saat kau koma Sooyoung sudah meninggal” yeoja itu tertunduk.

“Kalian bohongkan? Bagaimana bisa Sooyoung meninggal? Kami akan menikah, KALIAN BOHONGKAN?” aku membentak semua orang yang ada disana, dengan perasaan hancur dan mata yang berlinangan air, aku memarahi semua orang dan diriku sendiri.

“Tenanglah Kyu. Kamu harus bisa merelakan Sooyoung” ucap eomma, aku mencabut implus yang menacap dileganku dan berlari keluar, aku lihat ada dokter.

“Dok, apa ada pasien yang bernama Sooyoung, Choi Sooyoung?” tanyaku.

“Hey bukankah kamu tuan Kyuhyun? Kenapa aku keluar? Kau masih sakit” ucap sang dokter.

“Tidak peduli. Mana Sooyoung?”

“Dia sudah meninggal 5 bulan yang lalu” ucap Dokter. Aku terduduk dilantai ternyata semua itu benar, hal yang aku takutkan benar-benar terjadi, Sooyoung meninggalkanku.

“Kyuhyun! Tenanglah, noona ada disini, Sooyoung pasti sudah tenang disurga sana” ucap Ahra sambil memelukku, aku menangis sejadi-jadi didalam pelukan kakakku.

“Kenapa? Kenapa harus Sooyoung? Kenapa noona?”

“Mungkin sudah takdir, mugkin tuhan menyiapkan seorang yang terbaik untukmu Kyu.”

“Aku hanya inggin Sooyoung, noona”

“Tenang Kyu, kau harus merelaka Sooyoung. Jika Sooyoung melihatmu seperti ini dia tidak akan tenang disurga

Watch….

I don’t care if i must wait until end of world.

Watch…

I don’t care if i must stand alone.

And Watch…

Please take care of him.

-Watch-

***

…END FLASHBACK…

Genap satu tahun Sooyoung pergi meninggalkanku, aku berdiri didepan pemakaman yeoja ini. Tertulis nama yang selalu aku rindukan sosoknya, sosok yang tidak akan pernah muncul dihidupku lagi.

“Chagi oppa datang. Lihat oppa bawa bungga untukmu, kau tau sekarang hari apa? Yap! Hari ini adalah hari natal, oppa merindukanmu Soo. Oppa harap kita bisa berkumpul lagi sepeti dulu. Oppa pulang dulu yah, jaga dirimu Sooyoung” aku melangkah pergi meninggalkan pemekaman.

Mobilku melaju kearah kantor, untunglah aku sempat kepemakaman Sooyoung sebelum meeting dengan client. Hari yang sibuk dikantor, padahal hari ini hari natal namun kantor tidak mengijinkan aku libur.

“Kyuhyun….” merasa namaku dipnggil aku menghentikan langkahku dan menoleh, ternyata yeoja itu.

“Ada apa Victoria?” tanyaku, dia adalah Victoria teman baruku dikantor ini. Ada yang bilang dia suka padaku, akh..itu hanya gosip.

“Apa ada rencana malam ini?” tanya Victoria.

“Tidak. Memang kenapa?” perasaanku mulai tidak enak, ia pasti inggin mengajakku makan malam lagi seperti minggu lalu.

“Kau mau menemaniku ketoko buku? Ada novel yang ingin aku beli” aku menghela nafas lega, aku kira dia akan mengajakku makan malam lagi.

“Boleh. Aku tunggu pulang kerja yah” ucapku sambil merapihkan jas dan dasiku.

“Baiklah. Pulang kerja” ia berlari menjauh dan aku masuk kedalam ruang meeting, disana sudah ada seorang client, Sungmin dan Donghae yang menungguku.

“Annyeong Haseo” sapaku saat membuka pintu ruang meeting.

“Annyeong, Ayo duduk. Perkenalkan nona Seohyun ini Cho Kyuhyun, Kyuhyun ini client kita nona Seo Joohyun” aku tersenyum sambil mengulurkan tangan.

“Annyeong” sapanya.

“Annyeong. Senang bertemu dengan anda” ucapku sambil bow.

“mulai saja presentasinya Kyuhyun” ucap Donghae, dia atasanku namun juga temanku dan Sungmin.

“Jadi aku sudah membuat sebuah inofasi yang bagus untuk resort anda nona Seohyun, setiap kamar akan mendapat sebuah kursi pijat, terus dibagian kolam renang saya menambah beberapa ornamen untuk hiburan anak-anak dan beberapa tempat spa juga GYM” tuturku.

Beginilah kerjaku seorang arsitek lulusan SM Unniversty, gajinya memang tidak seberapa namun itu cukup untuk membiayai hidupku sendiri. Walau hidupku sudah lebih dari cukup namun dilelung hatiku masih kosong.

“Bagus, great job. Baiklah aku setuju, tinggal lakukan pembangunan dan berapa yang harus aku tulis dicek?” tanya clientku ini.

“Terima kasih banyak nona Seohyun, jika soal bayaran saya tidak minta banyak hanya standart seorang arsitek saja” ucapku.

“Baiklah! Bagaimana kalau segini?” ia menunjukan cek yang sudah tertulis sejumlah uang.

“Ini lebih dari cukup. Ghamshahamida nona Seohyun” ucapku sambil bow.

“Aduh jangan panggil nona, panggil saja Seohyun” ucapnya.

“Baiklah” aku tersenyum.

“Yah! kalau sudah selesai aku pamit, terima kasih atas rancangannya Kyuhyun. Annyeong semua” ucapnya seraya keluar.

“Annyeong, terima kasih sudah percaya pada perusahan kami” ucap Sungmin “Kyu!” sungmin menyeringai aku tau dia pasti ada maksud.

“Apa?”

“Kaukan sudah dapat bayaran, boleh dong..yah, sahabat gitu” aku sudah bisa membaca pikiranya.

“Baik-baik, cafe biasa,malam ini. Ajak Donghae dan Sunny juga” ucapku.

“Kau memang sahabat paling baik Kyu” ucapnya sambil memelukku.

END Kyuhyun POV.

***

Malam itu seorang yeoja tengah duduk sendiri disebuah cafe, tanganya tak henti-hentinya memainkan sedotan yang ada didalam minumannya. Kadang ia menghela nafas berat, sepertinya ia sedang menunggu seseorang.

Tak berapa lama seorang namja masuk kedalam cafe itu, ia mengedarkan pandanganya dan mendapati yeoja yang ia cari sedang menunggunya, ia mendekati meja yeoja itu.

“Mianhae lama menunggu?” tanya namja itu.

“Tidak oppa. Mau pesan sesuatu oppa?” tanya yeoja itu.

“Tidak usah, aku hanya sebentar Seohyun” ucap namja itu kepada yeoja bernama Seohyun.

“Memang kenapa? Bukannya kita mau kencan?” tanya Seohyun.

“Kencan dibatalkan, aku harus memberitaumu sesuatu Seohyun. Ini bukan berarti aku tidak mencintaimu, namun…” ia menghentikan bicaranya dan mengela nafas “Kita harus putus” mata Seohyun membulat sempurna, pikirannya masih belum bisa mencerna kata-kata namjachingunya.

“Oppa bohongkan? Bukankah oppa bilang oppa mencintaiku?” Mata indah Seohyun sudah dibanjiri air, pipinya mulai basah akibat air mata yang mengalir.

“Aku tau, aku tau Seohyun, namun aku mencintai yeoja lain. Aku tidak mau menyakitimu, kita harus putus” namja itu memegang tangan Seohyun.

“Lepaskan Jung Young Hwa! Kau bilang tidak inggin menyakitiku? Kau tidak tau? kau sudah menyakitiku namja idiot” Seohyun berbicara dengan nada tinggi membuat semua orang yang ada dicafe itu melihatnya.

“Maafkan aku Seohyun” Young Hwa menunduk, tdaik berani memandang wajah Seohyun yang sudah marah dan sedih.

“Siapa yeoja itu?” tanya Seohyun.

“Kwon Yuri dan kami akan menikah minggu depan” ucap Young Hwa sambil memberikan undangan kepada Seohyun.

“APA? Berarti kau sudah bertungan saat kita….” Seohyun tidak meneruskan kata-katanya karena isakan yang sudah membenam kata-katanya.

“Maafkan aku Seohyun, maafkan aku”

“Sudah cukup. Aku muak dengan kata-kata maafmu, baik..baik jika kau mau aku datang keacara pernikahanmu, aku akan datang. Walau dengan hati hancur aku akan datang, SELAMAT” Seohyun menyiramkan air kearah Young Hwa mambuat wajah dari namja itu basah dan Seohyunpun pergi dengan air mata.

***

Seohyun berlari keluar dari cafe itu, tanganya menutup mulutnya tidak inggin orang lain melihat tangisannya. Mata indah sudah basah dan pipi chubbynya sudah basah akibat kata-kata namjachingunya tadi.

Malam ini adalah malam yang tidak akan pernah Seohyun lupakan selama hidupnya, dengan ini Seohyun mengerti bahwa tidak ada namja yang setia. Mungkin setelah kejadian ini Seohyun akan menutup hatinya rapat-rapat.

“Sudah jangan menangis begitu. Ini..bersihkan air matamu” ucap seorang namja sambil memberikan sebuah tisu.

“Emh…?” Seohyun melihat wajah dari namja itu, ia sedikit tidak kenal namun wajahnya tidka asing baginya.

“Hah! Sayang taman seindah ini dipakai untuk menangis” ucap namja itu sambil duduk disebelah Seohyun.

“Bukahkan kau….?” Seohyun memotong katanya-katanya, namja itu tersenyum kearah Seohyun.

-To Be Continued-

14 thoughts on “Wacth [Part 1]

  1. Ini ff kyuyoung atw seokyu.?
    Q bngung, smga aja kyuyoung..
    Klo seokyu bysa q g ska bca ff seokyu..
    Q tnggu next part #klo kyuyoung hehe..

  2. kenapa syoo hrus meninggal??
    Syoo uda meninggal,
    seo puts ama yonghwa.
    Uda pasti endingnya seokyu -.-
    kirain bkalan kyuyoung ><
    dan kenapa syoo harus selalu mendrita sieh?
    Pertamanya mesra" ama kyu,endingnya pasti ga ama kyu -__-

    • ya begitu lah nasib Sooyoung. Tapi nanti jg Soo bakal balik lagi kok…just waith oke🙂

      Gomawo atas komentarnya🙂

  3. Pingback: Watch [Part 2] « ☘Fanfiction Club Lovers☘

  4. annyeong Oppa🙂 sesama author kenalan dulu yuk😀 aku : mizuky imnida🙂 98 liners🙂
    hmm.. namja itu kyuhyun yaak? atau jangan2 org lain.. hmm.. firasatku mengatakan kalau namja itu kyuhyun😀 #ngotot..
    tp , oppa kalo bisa , tolong buat endingnya kyuyoung yaa🙂 aku sih sebenarnya ga masalah kyu sama siapa ajah , yg penting jangan sama seo pliss >_< aku ga suka pairing mereka..
    yaudah daripada nyepam , aku kabur dulu ke part 2😀 annyeong..🙂

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s