Watch [Part 2]


Title:    ‘Watch’ [Part 2].

            {You Came Again}

Cast: Choi Sooyoung (SNSD), Cho Kyuhyun (Super Junior), Seo Joohyun (SNSD), Tiffany Hwang (SNSD).

Other Cast:  Lee Soon Kyu – Sunny (SNSD), Lee Sungmin (Super Junior), Lee Donghae (Super Junior), Victoria Song (FX), Lee Donghae (Super Junior), Im Yoona (SNSD), Oh Sehun (EXO)

Genre: Romance, Friendship, Sad (Maybe).

Rating: Teen (T)

Type: Part.

Ini part 1: https://clubfanfiction.wordpress.com/2012/07/30/366/

-This my story,so don’t copy without my agreemen-

© 2012-2012 Kim Naru.

Watch….

I don’t care if i must wait until end of world.

Watch…

I don’t care if i must stand alone.

And Watch…

Please take care of him.

-Watch-

Kyuhyun POV.

Malam itu aku menunggu Victoria didepan kantor, namun yeoja itu tidak kunjung datang. Aku ambil ponselku dan coba menghubungi handphone yeoja itu.

“Yeobseo?”

“Oh Kyu! Mianhae yah sepertinya janji kita harus batal, aku ada perlu. Mianhae yah Kyuhyun”

“Oh ya sudah tidak apa-apa. Baiklah annyeong”

“Annyeong”

Aku menghela nafas berat, aku lihat jam sudah pukul 8 malam. Sepertinya aku harus kecafe untuk menemui Sungmin dan yang lain disana, mobilku melaju kecafe yang tak jauh dari kantor.

Beberapa menit mobilku sudah sampai didepan cafe, malam yang indah, malam yang cerah seperti malam dimana aku dan Sooyoung….akh tidak Kyu, kau harus coba merelakan dia. Semangat.

“Yeobaseo Sungmin, aku sudah ada dicafe” ucapku saat menelepon Sungmin.

“Maaf Kyu! Sepertinya rencana kita gagal, aku sedang menemani Sunny, dia sedang sakit. Maaf yah Kyu, mungkin lain waktu” sekali lagi aku menghela nafas berat.

“Baiklah tidak apa, aku akan membelikan oleh-oleh untuk Sunny” ucapku.

“Terima kasih Kyuhyun. Annyeong”

“Annyeong”

Aku melipat handphoneku dan memasukanya kedalam saku celana. Tidak ada rencana lebih baik aku pulang saja, saat aku berjalan menuju mobil aku melihat seorang yeoja, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana yah?.

Aku mendekatinya dan sempat melihat wajahnya ‘aku ingat dia client ku. Kalau tidak salah…seo…seo, Seo joohyun..yah benar Seohyun. Kenapa dia menangis begitu?’ aku coba mendekatinya.

“Sudah jangan menangis begitu. Ini..bersihkan air matamu” ucapku sambil memberikan selembar tisu.

“Emh…?” gumamanya, sepertinya ia belum mengenaliku. Yah kamikan hanya satu kali bertemu.

“Hah! Sayang taman seindah ini dipakai menanggis” ucapku sambil duduk disebelahnya.

“Bukankah kau…?” ia tak meneruskan kata-katanya, aku tersenyum kearahnya.

“Annyeong, ini aku Kyuhyun nona Seo joohyun” ucapku.

“Akh benar, Kyuhyun sang arsitek itu. Annyeong” ucapnya.

“Kenapa nona?” tanyaku.

“Aish! Sudah aku bilang panggil saja Seohyun”

“Baiklah…Seohyun, kau kenapa?” tanyaku sekali lagi.

“Akh tidak, hanya kelilipan”

“Jangan bohong seperti itu, kau menangiskan?”

“Aku memang tidak pandai berbohong”

“Kenapa? Ceritakan saja, mungkin bisa meringankan bebanmu”

“Aku…aku ingin bertanya padamu Kyu, bagaimana jika kekasihmu memutuskan hubungan secara sepihak?”

“Emh?…jujur itu menyakitkan, namun menurutku seorang pacar memustuskan hubungan secara sepihak itu egois”

“Jadi aku harus bagaimana?”

“Jadi kamu baru putus?”

“Ne. Oh yah! Apa kau punya yeojachingu?”

“Punya, namun itu 1 tahun yang lalu”

“Apa dia memutuskan hubungan juga?”

“Bukan, kami terpisah jarak, jarak yang sangat jauh”

“Apa dia keluar kota?”

“Dia pergi ketempat yang lebih indah”

“Maksudmu?”

“Dia sudah meninggal 1 tahun yang lalu”

“Oh maaf aku tidak bermaksud”

“Tidak apa-apa. Oh yah mau makan malam bersamaku? Tadinya aku akan makan bersama sahabatku namun ia tidak bisa”

“Baiklah. Kedengaranya menyenangkan”

Kamipun masuk kedala cafe dan duduk disalah satu meja yang dekat dengan jendela ‘yeoja cantik, imut, kelihatanya yeoja yang polos dan baik…eh! Kyuhyun kau tidak boleh seperti itu’.

***

Tepat jam 10 malam aku sudah sampai dirumah, aku hempaskan tubuh lelahku diatas ranjang dan mematikan lampu kamar untuk siap tidur. Namun belum sempat mata ini tertutup ada suara yang seperti memanggilku dan suaranya seperti tidak asing bagiku.

Saat pertama aku tidak mengehiraukannya tapi lama-kelamaan suara itu semakin jelas didengar. Aku bangkit dari ranjang dan mengedarkan pandangan, tidak ada siapa-siapa.

‘Oppa….’ suara itu kembali bergema ‘siapa yang jahil malam-malam? Aku ingin tidur’ batinku sambil menutup wajahku dengang bantal. Sebentar, suara itu….sekarang terdenger tepat disebelahku *nightmare mode: ON*

Aku membuka bantal dan menengok kearah sumber suara, mataku membulat sempurna otaku tidak berkerja saat melihat sosok yang sedang tidur disebelahku, aku mengucek-ngucek mata agar lebih jelas, namun sosok itu tidak kunjung menghilang.

“Annyeong” sapanya yeoja itu.

“Astaga! Yah tuhan! Ya tuhan! Ini mimpi kan?” ucapku sambil menutup mataku.

“Bukan mimpi oppa, ini aku…Choi Sooyoung”

“Bu..bu..bukanya kamu sudah meninggal Soo?”

“Benarkah?”

“Berarti kamu…hantukan?”

“Mungkin. Yah! Aku datang untuk membantu oppa”

“Bantu apa?”

“Aku lihat oppa selalu sedih atas kematianku, membuatku merasa tidak tenang dialam sana”

“Jadi?”

“Aku akan membantu oppa mencarikan yeoja yang pantas untuk oppa”

“Maskudmu? Kau datang lagi kedunia hanya untuk mencarikanku seorang yeoja?”

“Ping-pong…100 untuk oppa”

“Itu tidak perlu Soo, aku hanya mencintaimu”

“Jangan begitu oppa, dunia kita sudah berbeda sakarang”

“Tapi Soo…”

“Oppa! Sudah jangan keras kepala seperti itu. Pikirkan itu oppa, mulai dari malam ini aku akan terus mengunjungi oppa, sampai oppa mendapat yeoja yang baik”

“Emh…? baiklah jika itu maumu”

“Gomawo oppa. Aku harus pergi sekarang. Annyeong”

“Mau kemana?”

“Kembali kersurga, aku tidak bisa lama-lama disini. Setiap malam aku akan mengunjungi oppa. Annyeong oppa”

“Annyeong Sooyoung.”

“Oh yah satu lagi oppa, hanya oppa yang bisa mendengar dan melihatku saja, jadi jangan terlalu banyak bicara padaku nanti orang-orang mengira oppa gila”

“Baik-baik. Annyeong Cho Sooyoung”

“Cho Sooyoung? Baiklah-baiklah, annyeong Cho Kyuhyun”

END Kyuhyun POV

***

Pagi yang cerah diSeoul, matahari bersinar terang sinarnya masuk kesela-sela jendela kamar seorang yeoja yang tengah tertidur pulas. Wajah yeoja itu sangat cantik, membuat semua orang dikantornya jatuh hati padanya.

“Emh…pagi yah! Jam…jam…ASTAGA! Jam 8 pagi, aku terlambat kekantor” yeoja itu langsung bangkit dari ranjangnya dan masuk kedalam kamar mandi, karena takut terlambat Seohyun mandi lebih cepat dari biasanya.

“Eomma, appa aku pergi dulu. Annyeong” ucap Seohyun sambil mencium appa dan eommanya.

“Tidak sarapan dulu Seo?” tanya eomma Seohyun saat melihat anak begitu terburu-buru.

“Aku sudah terlambat. Aku pergi dulua, annyeong” ucap Seohyun seraya masuk kedalam mobilnya.

Seohyun melajukan mobilnya dengan sedikit cepat menuju kantornya, hari ini ada seorang pegawai baru dan Seohyun harus segera menginterviewnya, mungkin orang itu sudah menunggu dari tadi.

Beberapa menit kemudian Seohyun sudah sampai dikantornya, ia masuk kedalam. Semua orang yang berpapasan dengannya pasti memberi sapa dan membungkuk hormat pada Seohyun, bagaimanapun Seohyunlah pemilik perusahaan ini.

“Oh yah! Yoona mana orang yang akan diinterview?” tanya Seohyun kepada sekertarisnya Im Yoona.

“Dia sudah ada didalam, ganteng loh” ucap Yoona sambil mengedipkan satu matanya.

“Bicara apa eonni ini? Aku masuk dulu yah” Seohyun masuk dan mendapati seorang namja yang tengah duduk diruangan Seohyun “Annyeong. Mianhae lama menunggu” ucap Seohyun.

“Tidak lama. Ini CV saya, boleh dilihat” ucap namja itu sambil memberikan CV nya.

“Emh…Sehun yah! Lulusan S1, pengalaman anda bagus” kata Seohyun sambil melihat-lihat biodata dan pengalaman kerja namja bernama Sehun.

“Jadi apa saya diterima?” tanya Sehun dengan wajah hwatingnya.

“Yap! Anda saya terima diposisi ini, selamat bergabung Sehun” ucap Seohyun.

“Gomawo nona Seohyun, gomawo” ucap Sehun sambil menjabat tangan Seohyun.

“Aish! Aku tidak ingin dipanggil Nona, terdengar ada jarak, panggil saja Seohyun lebih akrab kan?”

“Oke, gomawo Seohyun”

“Ne cheoma Sehun. FIGTHING”

***

Terlihat ada dua orang namja denga jas langkap sepertinya mareka baru pulang kerja dan belum sempat pulang kerumah, seorang namja yang berambut ikal tidak mau memalingkan pandagannya dari PSP yang ia genggam.

“Kyuhyun bagaimana jika kau mencari yeoja lain? Bukankah kau bilang kau sudah merelakan dia?” tanya teman Kyuhyun yaitu Sungmin.

“Kedengaranya bagus, lebih cepat aku mendapat yeoja baru lebih cepat ia akan pergi” ucap Kyuhyun, Sungmin terdiam ia tak mengerti kata-kata dari sahabat itu.

“Memang siapa yang kamu maksud evil?” tanya Sungmin.

“Emh..eh? bukan siapa-siapa, lupakan kata-kataku tadi yah” jawab Kyuhyun seraya tersenyum, ia tak mau Sungmin tau jika tadi malam Sooyoung datang kekamarnya bisa-bisa ia dianggap gila.

“Emh…kita mulai dari…Nah yang ini, namanya Tiffany Hwang, dia keturunan Amerika-korea, baik, cantiklah. Bagaimana?” tanya Sungmin sambil memberikan foto yeoja yang bernama Tiffany Hwang.

“Boleh. Atur saja pertemuanya, dimana dan kapan” ucap Kyuhyun seraya mengembalikan foto Tiffany.

“Jangan dikembalikan, simpan saja fotonya. Bukankah dia cantik?” tanya Sungmin sekali lagi.

“Cantik.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum kearah sahabatnya itu.

“Baiklah malam ini, dicafe biasa yah” ucap Sungmin.

“Oke aku akan datang” Ucap Kyuhyun seraya masuk kedalam mobilnya.

“Annyeong Kyuhyun”

“Annyeong Sungmin”

***

Kyuhyun POV.

Tepat jam 7 malam aku sudah bersiap, namun tidak ada Sooyoung malam ini. Apa yang itu hanya mimpi? Saat Sooyoung datang lagi apa itu hanya mimpi? Ya tuhan, jangan terus membebaniku seperti ini.

“Oppa…” suara itu, dengan cepat aku berlari kearah kamar, saat aku buka pintu kamar benar saja yeoja tinggi itu sedang berdiri dengan senyumnya yang manis ‘Berarti ini bukan mimpi?’

“Sooyoung! Oppa kira kamu tidak akan datang” ucapku sambil mendekatinya.

“Aku sudah bilang aku akan mengunjungi oppa setiap malam” katanya, dia tidak berubah walau sudah satu tahun berlalu.

“Andaikan Soo, andaikan aku tidak bertindak sebodoh itu, kau pasti…dan kita akan…akh, maafkan aku Sooyoung, oppamu ini sangat bodoh” ucapku, aku memalingkan wajahku berusaha menyembunyukan wajahku yang sedih dari Sooyoung.

“Oppa walau bagaimanapun itu harus terjadi, sudah takdirku untuk tidak bersamamu, sudah takdir kita untuk tidak bersama. Oppa harus merelakanku, lagi pula masih banyak yeoja yang lebih cantik dariku diluar sana” tidak dapat aku percaya, mata Sooyoung mengeluarkan air, dengan senyum dan tangisnya, aku sekarang mangerti.

“Namun tidak ada yang lebih baik darimu Soo, tidak akan pernah ada” Sooyoung menyeka air mataku, aku kira kami tidak bersentuhan ternyata bisa.

“Don’t try, let’s so rigth, Don’t cry because it’s all be right. Live and love like a wind, i don’t know when i must go or stay. You say love like a rain, come and wetting my heart. Please don’t try, let’s so rights, don’t cry because it’s all be right” aku tersenyum dengan kata-katanya itu.

“Masih ingat itu oppa? Kata yang selalu oppa katakan padaku saat aku sedih dan sendirian” ucapnya, aku memeluknya namun yang aku rasakan bukan kehangatan Sooyoung yang dulu, melainkan seperti benda kosong yang aku peluk.

“Aku tau oppa. Aku yang sekarang dan yang dulu berbeda, miahae aku tidak bisa membahagiakan oppa saat ini” ucapnya.

“Apa yang kau katakan Cho Sooyoung? Kau sudah membuat oppa bahagia dengan ada disini setiap malam” ucapku sambil mencubit hidungnya.

“Jadi oppa sudah menemukan yeoja lain?” tanya Sooyoung.

“Oh yah! Aku terlambat, ayo ikut. Kata Sungmin ia akan memperkenalkan seorang yeoja padaku” ucapku sambil menarik tangan Sooyoung.

“Wah! Chukhae, siapa namanya?”

“Tiffany Hwang”

“Wah! Chukhae, dia sahabatku saat diSMP oppa”

“Benarkah? Bagus kalau begitu”

Saat aku pegang tanganya, yang kurasakan bukan lembut tangan seorang Choi Sooyoung, namun seperti es yang dinggin. Walau begitu dia tetap kekasihku sampai saat ini.

***

Aku dan Sooyoungpun sampai dicafe, aku keluar dari mobil, saat aku ingin membukakan pintu untuk Sooyoung dia malah sudah keluar, saat melihat itu aku hanya tersenyum kecut.

“Sudah aku bilang jangan terlalu banyak kontak denganku, apa lagi diluar” ucap Sooyoung tepat ditelinga kiriku, akupun menjawabnya dengan anggukan pelan.

Kamipun masuk dan mencari-cari sosok Sungmin dan yeoja bernama Tiffany Hwang itu, setelah mencari akupun menemukan Sungmin dan seorang yeoja sedang mengobrol.

“Annyeong” sapaku.

“Annyeong, Nah ini Cho Kyuhyun, Kyuhyun ini Tiffany Hwang” ucap Sungmin

“Annyeong, Tiffany Hwang imnida” sapanya manis.

“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida” balasku.

“Mau pesan apa Kyu?” tanya Sungmin.

“Yang biasa saja” jawabku.

“Oh yah! Aku tinggal yah, silahkan kalian mengobrol” ucap Sungmin berjalan entah kemana.

“Kyuhyun yah?” tanya yeoja itu.

“Ne, pasti Tiffany?”

“Ahahaha, kenal Sungmin dimana?”

“Dia sahabatku, kalau kamu?”

“Dia juga sahabatku, namun kami jarang ketemu. Kyu?”

“Ne?”

“Aku turut berduka atas meninggalnya Sooyoung”

“Kau kenal Sooyoung?”

“Dia sahabatku saat SMP, sayang yah padahal kalian akan menikah”

“Mungkin sudah takdir tuhan, kamu bekerja dimana?”

“Aku bekerja sebagai arsitek disuatu perusahaan”

“Wow! Berarti kita sama, aku juga seorang arsitek”

“Wah! Jinjayo? Kalau begitu kita bisa berbagi pengalamam yah”

“Gampang”

Aku lihat Sooyoung yang sedari tadi duduk dan memandangi Tiffany mengacungkan kedua jempolnya ‘Apa dia setuju jika aku dengan Tiffany?’ batinku, ia kembali menatap Tiffany dalam, akupun hanya terseyum melihatnya “Ajak jalan-jalan” bisik Sooyoung.

“Tiffany?”

“Ne?”

“Kau mau jalan-jalan?”

“Emh…Boleh. Kajja”

“Kajja”

***

Aku, Tiffany dan Sooyoungpun pergi kedaerah sungai Han dengan mobilku. Aku lihat dari spion mobilku, Sooyoung yang duduk dibelakang tak henti-hentinya menjaili Tiffany, yang aku lakukan hanya tersenyum geli melihatnya.

“Kyuhyun apa dimobilmu ada hantunya? Dari tadi rambutku serasa ada yang memainkan?” Tanya Tiffany.

“Tidak tau. Mungkin itu Sooyoung, yang rindu padamu” ucapku jahil.

“Uh! Sooyoung, jangan begini maafkan aku jika aku punya salah padamu dan saat kau meninggal aku tidak datang kepemakammu” ucapnya Tiffany, kelihatanya dia takut sekali.

“Ahahah aku menikmati sekali menjahili Tiffany ahaha” bisik Sooyoung.

“Jangan begitu, bagaimanpun dia tetap sahabatmu” bisikku.

Aku memberhentikan mobil didepan sungai Han, kamipun turun dan mulai masuk kesungai Han. Aku dengar disana ada festival yang diselanggarakan setiap bulannya.

“Kyu?”

“Ne?”

“Bolehkah aku memanggilmu oppa? Sepertinya kamu lebih tua dariku”

“Bolehlah, kedengaran lebih akrabkan?”

“Ne, gomawo oppa”

“Cheoma, kajja kita melihat-lihat”

Aku dan Tiffanypun masuk kedaerah sungai Han, benar saja banyak stand yang berdiri. Satu persatu permainan yang ada aku dan Tiffany coba, namun ada saja gangguan dari Sooyoung yang tidak henti-hentinya menjahili Tiffany.

***

Beberpa minggu sudah aku jalani dengan Tiffany, semakin hari Tiffany semakin membuatku bisa melupakan sosok Sooyoung, sepertinya aku suka pada yeoja ini. Namun bagaiman tanggapan Sooyoung?.

“Oppa…” suara Sooyoung yang datang kembali malam ini membuatku sedikit terkejut.

“Astaga! Soo kamu membuat oppa kaget” ucapku sambil mengelus dadaku.

“Kenapa oppa? Tidak biasanya oppa kaget karena kedatangan Sooyoung yang cantik ini?” ucapnya manja.

“Tidak apa-apa Cho Sooyoung” jawabku sambil kembali melihat foto Tiffany.

“Lihat foto siapa? WAH! Oppa lihat foto Tiffany, oppa mulai jatuh cinta padanya yah? Wah! Bagus oppa, bagus” ucapnya sambil bertepuk tangan kecil.

“Ne, sepertinya oppa mulai suka pada yeoja ini, namun oppa masih memikirkanmu Sooyoung” aku tatap mata Sooyoung yang tidak bersinar sama sekali, aku lihat ia menghela nafas dan memalingkan wajahnya dari wajahku.

“Aku juga sebenarnya masih mencintaimu oppa, namun harus begaiman lagi, duniamu dan duniaku sudah berbeda. Oppa harus segera menyatakan cinta pada Tiffany, kalau terlambat mungkin Tiffany akan dibawa orang” ucap Sooyoung, aku lihat setetes air bening dari matanya keluar.

“Don’t try, let’s so right, Don’t cry because it’s all be right. Live and love like a wind, i don’t know when i must go or stay. You say love like a rain, come and wetting my hearth. Please don’t try, let’s so right, don’t cry because it’s all be right” aku tersenyum sembari menyeka air matanya.

“I love you Cho Kyuhyun, my heart is alwasy for you” ucapnya sambil tersenyum manis kearahku.

“I love you too Cho Sooyoung, my heart is alwasy for you” balasku.

“Sudah mulai dari sekarang hati oppa bukan untukku lagi, namun untuk Tiffany Hwang dan berjanjilah hanya Tiffany Hwang yang oppa cintai” Sooyoung tersenyum manis, namun dari mimik wajahnya ia sangat menderita dengan ini, aku juga tidak sampai hati untuk mencintai Tiffany.

“Baiklah jika itu sudah maumu, besok aku akan menyatakan cinta pada Tiffany” ucapku sambil berdiri dari ranjangku.

“Bagus. FIGTHING” ucapnya sambil mengepalkan kedua tanganya dan tersenyum ‘Aku tau Soo, aku selalu tau. Senyummu itu menutupi sakit hatimu, namun ini maumu, aku tidak bisa apa-apa’ batinku saat menatap mata Sooyoung lekat.

***

Pagi itu aku sudah meminta Tiffany agar datang kecafe biasa kami kencan. Aku menunggu dengan Sooyoung yang pasti orang lain tidak bisa melihat Sooyoung yang duduk disampingku, aku menunggu sudah hampir sepuluh menit. Beberapa menit kemudian Tiffanypun datang dan duduk dihadapanku.

“Annyeong oppa, mianhae menunggu lama” ucapnya.

“Tidak. Mau pesan sesuatu?”

“Tidak usah, oppa ingin bicara apa?”

“oh yah! Fany mungkin menurutmu ini terlalu cepat namun gejolak perasaanku tidak bisa dibendung…”

“Langsung saja oppa”

“Tiffany Hwang..”

“Ne?”

“Aku mencintaimu, mau kamu jadi yeojachinguku?”

“Oh…ternyata oppa ingin bicara itu, oppa..oppa harus tau aku juga mencintai oppa sejak hari pertama, namun…”

“Namun apa Fany?”

“Sepertinya kita hanya bisa jadi sahabat…”

“Maksudmu…kau menolakku?”

“Bukan oppa, menolak itu kata-kata yang menyakitkan. Aku sudah dijodohkan dengan pilihan orang tuaku”

“Emh…? Fany…”

“Kita tidak bisa jadi sepasang kekasih, sebenarnya aku mau menjadi kekasihmu oppa, namun…..begini saja, ajak aku lari, bawa aku kemanapun oppa mau. Ayo oppa”

“Tiffany itu tidak bisa, jika aku membawamu pergi dari masalah, kita hanya membuat masalah baru”

“Jadi oppa tidak mencintaiku?”

“Bukan, bukan begitu Tiffany. Aku mencintaimu”

“Jadi ayo bawa aku pergi”

“Tidak bisa Tiffany, lebih baik kamu menikah dengan pilihan orang tuamu walau itu menyakitkan, namun itu lebih baik”

“Baik, baiklah kalau itu mau oppa. Ini…ini undangan pesta pernikahanku, terserah oppa mau datang atau tidak. Selamat tinggal”

Aku terdiam sejenak, jika dipikarkan lagi aku memang bodoh menolak ajakan Tiffany, namun jika aku melakukan itu masalah baru akan muncul kembali dan membuat Tiffany dan aku semakin sakit.

‘Sudahlah mungkin dia bukan jodohku’ batinku, aku melirik kartu undangan pernikahan Tiffang, dia akan menikah dengan Choi Siwon minggu depan dirumahnya ‘Apa aku kuat datang kepesta pernikahannya? Aku harus datang, kalau memang aku lelaki aku harus datang’ batinku.

END Kyuhyun POV

***

Seohyun POV.

Pagi ini dikantor sangat sibuk, aku harus bekerja keras agar perusahanku tidak turun saham. Namun hari demi hari pegawai baru dikantor yang bernama Oh Sehun itu membuatku tidak berkedip melihatnya.

Apa mungkin…akh tidak, tidak boleh Seohyun tidak boleh. Namun memang dia sangat tampan dilihat disegela sisi, pernah sekali Sehun mengajakku diner dan aku lihat matanya tidak lepas dariku, membuatku sedikit malu karena terus diperhatikan oleh namja seperti dia.

“Sehun tolong ambilkan berkas yang dimeja Yoona” ucapku saat Sehun sedang ada diruanganku.

“Baiklah. Yang ini?” ucapnya sambil menunjukan berkas yang ia bawa.

“Ne gomawo” ucapku lalu kembalu sibuk dengan berkas itu.

“Cheoma Seohyun-ah” aku terdiam ‘apa kupingku tidka salah dengar? Dia memanggilku dengan…? Astaga jantungku, kenapa jatungku berdegup kencang? Kenapa aku ini?’

“Seohyu-ah apa ku baik-baik saja?” tanya Sehun saat melihatku sedang memeganggi dadaku.

“Aku…aku baik-baik saja, hanya sedikit sesak” kataku bohong.

“Baiklah aku pergi dulu yah” ucap Sehun seraya keluar dari ruanganku.

***

Tepat jam 6 sore aku tengah bersiap pulang, saat hendak meninggalkan kantor aku lihat Sehun masih berkutat dengan komputer dan berkas-berkas diatas mejanya, setengah hati aku coba mendekatinya.

“Annyeong, lembur Sehun?” tanyaku.

“Akh! ne, ada beberapa file yang harus dikumpulkan besok jadi terpaksa aku lembur” jawabnya sambil terus berkonsentrasi mengetik.

“Baiklah aku duluan yah. Figthing” ucapku seraya meninggalkan Sehun. Selain tampan dia juga pekerja keras ternyata ‘Kau memikirkan hal bodoh lagi Seo Joohyun, jangan seperti itu dia itu bawahanmu ingat bawahanmu’.

Mobilku melaju pelan dijalan Seoul, sore yang indah apa lagi dengan udara sore yang sedikit dingin mengingat sekarang adalah awal dari musim semi ditahun ini, aku masih ingat musim semi yang aku dan Young Hwa alami berdua.

‘Huft! Namja itu…bisa-bisa dia memutuskan hubungan ditengah jalan’ aku menghela nafas berat saat mengingat musim semi yang aku dan Young Hwa alami dulu.

Aku melihat kekanan dan kekiri saat menyetir, ketika mobilku lewat dekat sungai Han aku melihat namja yang tidak asing bagiku, namun namanya…aku lupa. Dengan segera aku menghentikan mobilku dibahu jalan “Annyeong…” sapaku dari mobil.

“Annyeong, siapa yah?” tanya namja itu.

“Ini aku Seo Joohyun” ucapku.

“Oh yah! Nona Seohyun, apa kabar?” tanya namja itu dengan penuh senyum. Manis.

“Aish! Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil Nona. keadaaku baik, bagaimana denganmu Kyuhyun?” tanyaku kepada Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja. Pulang kerja?” tanya Kyuhyun sambil mendekati mobilku.

“Ne, kau juga?” balasku bertanya.

“Aku habis pulang dari jalan-jalan kebetulan kantorku sedang libur” jawabnya sangat tenang.

“Mau aku antar pulang?”

“Tidak usah, lagi pula aku ingin ketoko buku untuk membeli beberapa novel”

“Wah! Kau suka novel?”

“Sedikit”

“Kalau begitu ikut saja, aku juga ingin membeli beberapa buku”

“Tidak merepotkanmu?”

“Tidak sama sekali, naiklah”

Namja itupun naik kemobilku, saat ia naik aroma parfumnya memenuhi seluruh mobilku dan wanginya membuat aku sedikit terteguh. Ia tersenyum dan akupun membalas tersenyum lalu aku jalankan mobilku kearah toko buku yang dekat.

Setelah beberapa menit dari sungai Han kamipun tiba didepan toko buku yang Kyuhyun maksud ‘Apa ini kebetulan atau memang toko buku yang sering aku kunjungi juga sering Kyuhyun kunjungi? Mungkin hanya kebetulan’ batinku saat masuk kedalam toko buku itu.

Kamipun berkeliling mencari buku yang kami akan beli, disela-sela mencari buku Kyuhyun tak henti-hentinya membuatku tertawa dengan leluconya, sunggun ketika aku sedang bersamanya entah kenapa aku begitu tenang dan sangat bahagia, mungkin karena dia bisa membuatku tertawa.

“Oh yah! Seohyun apa kamu sudah mendapat yang kamu cari?” tanya Kyuhyun.

“Sudah, bagaimana denganmu?” balasku bertanya.

“Hanya tinggal satu lagi. Apa kamu tidak lelah menemaniku?” tanya Kyuhyun dengan pandangan yang sedikit kasihan.

“Tidak ini malah menyenangkan untukku, selama ini tidak pernah ada yang menemaniku ketoko buku” jawabku enteng.

“Kalau begitu terima kasih. Kajja kita lihat disebela sana” ajak Kyuhyun, kamipun pergi kesebelah timur toko untuk melihat-lihat, betapa terkejutnya aku melihat sebuah komik yang membuat mataku membulat sempurna.

“Akh….! KERORO” aku berteriak tidak peduli ada yang melihatku atau tidak, aku berlari kearah komik itu dan melihatnya “Akh! Komik keroro episode terbaru, aku mau, aku mau” ucapku sambil melihat komik itu.

“Seohyun waeyo?” tanya Kyuhyun dari arah belakang.

“Lihat komik keroro episode terbaru, aku ingin sekali” ucapku girang.

“Beli saja” Aku berpikir sejenak atas saran Kyuhyun.

“Tapi….uangku habis dan sepertinya kartu kreditku tertinggal dirumah. Tidak jadi saja” ucapku lesu, dadah komik keroro episode terbaru.

“Emh…! yah sudah” ucapnya, kamipun berjalan menuju kasir untuk membayar buku yang kami beli.

“Jaid berapa?” tanyaku.

“90 won nona. Ada yang lain?” tanya kasir itu, aku mengelengkan kepala dan mengeluarkan uang.

“Oh yah dengan ini yah” ucap Kyuhyun sambil memberikan….komik yang tadi aku lihat ‘oh my god! apa Kyuhyun fans keroro juga?’

“jadi berapa?” lanjut Kyuhyun.

“Ditambah komik ini jad 110 won” aku dengan berat hati memberikan uang, namun sebuah tangan mengehalangiku.

“Aku saja yang bayar” ucap Kyuhyun.

“Tidak usah inikan bukuku jadi aku harus membayarnya sendiri” ucapku.

“Tidak apa-apa anggap saja ini balasan karena kamu mau mengantarku kesini.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan kartu kreditnya.

“Ini, terima kasih sudah belanja disini tuan, nyonya.” Ucap kasir itu, kamipun keluar dari toko dan bersiap pulang.

“Apa kamu suka dengan keroro Kyuhyun?” tanyaku.

“Tidak”

“Terus komik itu akan kamu apakan?”

“Aku akan memberikannya kepada seseorang yang sangat suka keroro”

“Siapa? Yeojachingumu?”

“Kebetulan aku belum punya yeojachingu, jadi aku kira komik ini…untukmu saja”

Aku terdiam sejenak akan kata-kata Kyuhyun yang memberikan komik itu padaku ‘Apa aku tidak salah dengar? Dia memberikan komik ini dan membayar semua buku yang aku beli? Ya tuhan baik seklai namja ini, kesan Evilnya pada dirinya hilang’ batinku saat aku masih terdiam.

“Seohyun…helo anybody home?” ucap Kyuhyun.

“Akh ne, ne…” kataku saat terbangun dari lamunanku.

“Ini untukmu saja” ucap Kyuhyun sambil memberikan komik itu.

“Benar untukku?” tanyaku sambil mengambilnya.

“Ambil saja, anggap hadiah atas pertemanan kita. Ya sudah aku pulang yah, annyeong Seohyun” ucapnya sereya pergi entah kemana.

“Annyeong Kyuhyun” ucapku pelan. Hanya kali ini ada namja yang begitu baik padaku, hanya dia yang pertama seperti ini. Apa mungkin?…STUPPID, tidak mungkin Seohyun, tidak mungkin.

-To Be Continued-

4 thoughts on “Watch [Part 2]

  1. eh.. kyu gajadi sama fany yaah?😦
    jangan bilang kalo ntar endingnya seokyu? T.T
    yaudah , apapun keputusan author aku hargai kok😀
    kkekeke.. seo suka banget yaak sama keroro-__-zz mentang2 keroro fans😄 wkwk.. #ditimpuk..
    yaah oppa ceritanya bagus kok😀 meski ada typo nyempil.. tapi aku cukup menyukai ceritanya😄
    oppa , kalo bisa endingnya kyu sama OC deh yaak😄 wkwk.. #tadi katanya terserah sama authornya.__. #maaf labil..
    yaudah sekian komentar dari saya🙂 *bow..

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s