Only Exception part 1


  • Title                 :Only Exception
  • Author             :Alice appril / Shiwieyoora
  • Main Cast        : Lee Yoora, Kim Jaejoong,
  • Support Cast   : Lee Donghae, Im Yoona, Kim Kibum
  • Genre              : Marriage life, Sad Romance
  • Length             : Series, Chapter
  • Rating             : 15

This my first fanfict, Mianhae Readers kalo banyak sekali kesalahan dan ceritanya berantakan, seperti para Author yang lain aq juga mengharapkan Read, Like and Comment dari kalian supaya aq bisa semangat nulisnya, and NO SILENT READERS Plaese…!!!

NO BASHING…. NO PLAGIAT…  aq sangat menerima segala kritik dan saran dari Readers semua…

 

~Yoora POV~

 

Janji suci itu akhirnya terucap jelas dari bibir ku dan Namja yang ada di sebelah ku untuk saling mengisi satu dengan yang lainnya sampai maut memisahkan kami. Setidaknya itulah makna dari arti sesungguhnya sebuah pernikahan yang dilandasi dengan cinta diantara kedua mempelainya. Namun pertanyaannya adalah, adakah cinta diantara kami berdua?

 

Kami menikah karena ada suatu alasan yang menyebabkan kami tidak lebih tepatnya aku harus menikah. Aku sedang mengandung 3 bulan dan Namja yang ada di sebelahku ini bukan ayah dari bayi yang ku kandung.

 

Kim Jaejoong itulah nama Namja yang sudah resmi menjadi suami ku ini. Aku sangat bersyukur karena dia mau menerimaku yang sebenarnya sudah tak layak lagi untuk di jadikan seorang istri bagi pria sebaik dan setulus dia. Sebulan yang lalu dia datang pada ku dan menawarkan diri untuk memberikan status bagi bayi yang aku kandung tanpa imbalan apapun. Awalnya aku ragu namun entah mengapa aku melihat bahwa ia memang tulus. Aku percaya hanya dengan ucapanya yang mengatakan bahwa dia sangat mencintai anak-anak, dan dia sangat benci melihat bayi yang tanpa berdosa ini menderita.

 

Namja yang seharusnya menjadi Appa bagi anak ku sudah menghilang entah kemana. Aku tak ingin tau lagi tentangnya. Padahal dulu aku sangat yakin kalaupun aku sampai hamil dia pasti akan siap untuk menikahi ku. Namun semua hanya bualan yang sangat memuakkan.

 

“Tuan Kim Jaejoong anda diperbolehkan mencium mempelai anda” kalimat singkat itu menyadarkan aku dari lamunanku. Ku rasa jantung ku mulai bedegup kencang. Haruskah itu dilakukan? Dia memutar tubuhnya menghadap ku.

“Jika kau keberatan aku tak akan melakukannya” ucapnya setengah berbisik pada ku. Tidak dia harus melakukannya karena kalau tidak semua pasti akan curiga. Sebagai jawabanku ku raih pergelangan tangannya dan sedikit mengangguk. Dan kurasa dia mengerti walaupun sedikit terkejut. Saat dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah ku maka dengan hati-hati ku tutup mataku pasrah. Sesaat kemudian kurasakan ada sesuatu yang menyentuh kening ku. Hangat…!!! Walaupun hanya sebentar aku tetap bisa merasakannya.

 

chukae Yoora” ucap Donghae Oppa, oppa semata wayang ku. “Gomawo” jawabku sambil memberikan senyumku padanya. “aku titip dongseng ku Jaejoong~a, kau bisa menjaganya untuk ku?”   “tentu saja aku akan menjaganya dia istri ku sekarang”

Selanjutnya kami menerima selamat dari para tamu yang hadir.

 

“apa kau lelah?” tanya Jaejoong pada ku    “ani

“kau yakin ? aku tak ingin kau sakit dan menyebabkan terjadi sesuatu pada kandungan mu” tanya lagi terlihat dia benar khawatir

Aniyo  Gwenjhana” balasku sambil terseyum.

“bertahan sebentar lagi, ku pastikan kita akan segera pulang dan kau bisa istirahat”

PULANG katanya? Aigoo aku baru sadar berarti mulai saat ini aku akan tinggal dirumah yang sama dengannya. Bagaimana ini apakah aku siap?

 

“Donghae Oppa!!!” ditengah kebingunganku aku melihat Oppa ku berdiri tak jauh dari ku. Aku langsung menghampirinya. “Oppa, Eoteokhe?”

Wae kereu? Neo Apeun?” jawabnya dengan wajah yang khawatir

Aniya, apa aku harus pulang bersama Jaejoong~sii” tanya ku sambil berbisik padanya.

Sekilas dia nampak terkejut namun detik kemudian ku lihat ada segurat tawa yang ditahannya. “Wae?” tanya ku

“Aigoo, Dongsaengku ini polos sekali, tentu saja kau harus pulang bersamanya, kenapa kau masih bertanya juga”

“Oppa apa tidak bisa aku tinggal bersama mu saja?” kali ini kupasang wajah sendu agar Donghae oppa tersentuh

Andwe!!!” tolaknya tegas   “Waeyo? Jebal oppa” kupasang Puppy Eyes ku

“tidak Yoora, dia suami mu sekarang kau ingat. Saat ini dia yang berhak atasmu” aku menunduk lesu mendengar jawabannya.

“dengar Saeng~a, kau jangan pernah menganggap bahwa pernikahan ini hanya sandiwara, ini pernikahan sungguhan kau sendiri yang menyetujuinya Arraseo!!!” ucapnya sambil memelukku.

Arraseo!!!”

 

“sudah hentikan berpelukkanya” ucap Yoona, aku tersenyum melihatnya.

“karena aku juga ingin memelukmu” tanpa menunggu dia menarikku yang masih ada dalam pelukkan Donghae oppa. Sambil memelukku dia berbisik

“kau wanita yang beruntung sekali lepas dari Napun Namja itu kau mendapatkan pria yang jauh lebih baik, kau harus bertahan untuk bayimu” dia benar aku memang beruntung karena  menikah dengan pria baik-baik dan juga dapat memberikan status bagi bayi ku nanti. Yoona melepaskan pelukannya dan menatapku sambil tersenyum. Satu lagi yang membuatku beruntung aku beruntung karena memiliki teman sepertinya yang selalu ada saat aku dalam kondisi apapun.

 

“permisi… apa kalian sudah selesai, kalau sudah aku ingin membawa istriku pulang supaya dia tak terlalu lelah” tiba-tiba Jaejoong sudah berdiri di sebelah ku.

“ya kami sudah selesai. Kau bisa membawanya pulang Jaejoong~sii tampaknya kau benar dia sudah mulai lelah” jawab Yoona semangat dan mengedipkan mata pada ku, aku tak tau apa maksudnya kedipan matannya itu.

Aku memutar tubuhku menghadap Donghae oppa lagi. Sepertinya dia mengerti dia berjalan mendekatiku dan memelukku “jangan sedih seperti itu, kau dan aku tak terpisah jauh aku bisa mengunjunggi mu kapan saja kau mau”

Aku tau itu, hanya saja ini pertama kalinya aku berpisah darinya sejak kedua orang tuaku tak ada.

Aku berjalan beriringan dengan Jaejoong menuju mobil yang telah disiapkan. Masih terasa kesedihan karena harus berpisah dari Oppa dan sahabatku. Jaejoong membukakan pintu untuk ku lalu dia berputar menuju sisi mobil yang satunya lagi. Sesaat kemudian mesin dinyalakan dan mulai melaju yang entah kemana.

 

 

Dalam perjalanan, walaupun mata ku tertuju pada jalan aku sama sekali tak memerhatikan jalanan ini menuju kemana. Aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri.sampai kemudian Jaejoong memanggil ku “Yoora~a”

“Ah Ne” jawabku kaget

 

@@@

 

*Author POV*

 

“Ah Ne” jawab Yoora kaget. Melihat itu Jaejoong hanya tersenyum (yang bisa mengalihkan dunia Author#plaak)

“kau sedang melamunkan apa sampai seserius itu” dan Yoora pun tersenyum kecut mendengarnya, Jaejoong turun dari mobil dan memutar ke arah sisi mobil yang lain.

“ayo turun kita sudah sampai” ajaknya sambil membukakan pintu untuk istrinya.

Yoora pun menurut. Dan dilihatnya bahwa sekrang dia berada disebuah apartement yang terbilang mewah

“kau tinggal di sini Jaejoong~sii?” tanya Yoora dengan pandangan masih tetap melihat sekitarnya

“bukan aku tapi kita” jawabnya sambil berjalan mendahului Yoora.

“Yoora~a ayo cepat kau harus segera istirahat” panggil Jaejoong pada istrinya yang masih jalan dengan pelannya.

“aku tak bisa berjalan cepat gaun ku terlalu panjang. Padahal aku sudah meminta Yoona untuk tidak menggunakan yang ini” ucap gadis itu sambil mencoba berjalan dan mengangkat sedikit gaunnya. Lalu Jaejoong datang dan meraih tangan Yoora dan membantunya berjalan. Gadis itu tampak terkejut

“dengan begini kau akan lebih cepat berjalannya” mau tak mau Yoora mengikuti langkah Jaejoong.

 

Mereka tiba di sebuah pintu yang bernomor 256. terlihat Jaejoong sedang memencet seseuatu pada gagang pintu.

“masukkan sandinya” ucap Jaejoong sambil menatap pada Yoora.

“Eh aku? Kenapa tidak kau saja? Aku kan tidak tau sandinya” jawab Yoora tak mengerti

“maksudku kau masukkan sandi yang baru, agar kau bisa mengingatnya” dengan ragu Yoora mulai memencet tombol angka namun baru satu angka dia menghapus lagi.

Wae?” tanya Jaejoong yang ada disebelahnya

“aku bingung angka berapa yang mudah diingat” Yoora tampak berpikir

“tanggal ulang tahunmu saja”   “Ne..?” Yoora tampak terkejut, namun melihat bahwa sepertinya Jaejoong yakin maka dia memasukkan tanggal ulang tahunnya.

Pip pip pipip… 240890

Ckelek… (bunyinya gak enak)  pintu mengayun ke belakang dan terlihat hunian yang elegan dan anggun, sesaat Yoora terpana dengan apa yang ada dihadapannya lalu tanpa sadar Jaejoong sudah mengangdeng tangannya menuntunnya masuk.

“jangan memperlihatkan ekspresi seperti itu tidak ada yang istimewa dengan apartement ini. Aku belum sempat merenovasinya untuk menyambutmu” ucap Jaejoong yang masih terus menggandeng tangan istrinya.

“Tidak perlu direnovasi, ini saja sudah bagus”    “Kau suka?” tanya Jaejoong pada Yeoja di sebelahnya. Yoora memandangnya dan terseyum

“syukurlah, hari ini benar-benar melelahkan kau cepatlah istirahat” Jaejoong sambil membuka Tuxedonya lalu berjalan menuju pintu

“kau mau pergi Jaejoong~sii?” tanya Yoora yang melihat suaminya mengambil kunci mobil

“aku mau mencari makan karena tadi tidak sempat makan”

“kau ingin aku menyiapkan sesuatu”

“dan membiarkanmu kelelahan,? Tidak aku akan mencari makan saja” jawabnya sambil mengulung kemejanya “oh ya kau bisa pilih kamar mana yang kau mau” ucapnya sambil berjalan keluar dari apartementnya.

 

Sepeninggalan Jaejoong Yoora tak langsung beristirahat, melainkan melihat-lihat rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai sekarang. Apartement ini bergaya minimalis modern terlihat sangat manis. Yoora benar-benar menyukai tempat ini apalagi balkon yang langsung dapat memandang indahnya kota Seoul di malam hari.

Setelah cukup ia melihat, dia memutuskan untuk mengganti gaunnya dengan piyama tidurnya. Lalu ia berjalan menuju salah satu kamar. Ia memutuskan memilih kamar yang dekat balkon belakang karena kamar yang depan pasti punya Jaejoong.

 

 

*Yoora POV*

 

Aku membuka kamar dan terlihat sebuah kasur ukuran sedang, meja rias, lemari pakaian, dan sofa tertata rapi disana. Apa Jaejoong sudah menyiapkan semuanya?. Keseluruhan kamar ini terlihat rapi dengan warna putih sebagai dominasinya.

 

Aku bergegas keluar kamar dan menarik koperku yang tadi di bawa Jaejoong ke kamar, dengan cepat aku buka dan mencari piyama ku ,sekarang benar baru terasa kalau badan ku lelah .

 

Sinar matahari yang masuk melalui sela-sela kecil jendela telah berhasil membangunkan ku. Aku bersandar pada bantal yang sengaja ku tumpuk agar aku bisa duduk. Ini kebiasaan ku sejak dulu ketika bagun pagi aku pasti akan duduk seperti ini dan membayangkan apa yang sudah terjadi kemarin.

 

Saat bangun pagi kali ini aku sadar kalau aku sekarang adalah Nyonya Kim Jaejoong. Seorang penerus perusahaan Coorporation terkenal. Selain itu aku juga tau kalau aku sedang mengandung tiga bulan.

 

Tok- tok

Pintu kamar di ketuk seseorang, mungkin itu Jaejoong, aku bergegas merapikan baju ku dan membuka pintu

“selamat pagi” sapanya pada ku sambil tersenyum   “ Mian aku membangunkanmu”

“tidak aku sudah bangun tadi, ada apa?” pertanyaan bodoh apa yang keluar dari mulut mu Lee Yoora

 

 

@@@

 

 

 

*Author POV*

 

“sarapan sudah siap, kau mau sarapan bersama?” tanya Jaejoong pada orang dihadapannya

“baiklah. Aku ke kamar mandi sebentar” jawab Yoora dan dia langsung menghilang dalam kamarnya lagi. Sementara Jaejoong kembali ke meja makan dan menyajikan sarapan yang baru saja ia buat.

Tak lama Yoora pun bergabung dengannya. Dia tampak terkejut menyaksikkan apa yang ada di hadapannya

 

“kau yang menyiapkan semua ini Jaejoong~sii?” dia melihat sudah ada nasi goreng, dua sandwich roti satu gelas susu dan secangkir kopi telah siap dimeja makan

“apa ada orang lain dirumah ini selain kita?”

Mianhe, seharusnya aku yang menyiapkan ini” ucap Yoora menyesal

Aniya, aku tau kau lelah, ayo duduk”

Yoora pun mengikuti Jaejoong duduk dihadapannya. Dia memperhatikan Namja yang dihadapnya sesaat  “kau akan berangkat ke kantor hari ini Jaejoong~sii?”

Eoh, sedang ada proyek yang harus aku tangani, tidak masalahkan?” tanyanya pada Yoora

“Ya tentu saja”  setelah itu mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing dan makan dalam diam

 

“kenapa kau memilih kamar yang disana? Bukan yang di depan sana?” tanya Jaejoong memecahkan suasana yang tadi sunyi

“ah tidak apa-apa. Aku rasa yang didepan itu kamar mu”

“ya, lalu ?” tanyanya lagi. Yoora sedikit kaget dengan ucapan Jaejoong

apa dia ingin kita sekamar, yang benar saja’ ucap Yoora dalam hatinya

“Yoora~a” pangil Jaejoong

“ah ne…” Yoora sadar kalau dia harus segera memberikan jawaban

“aku tau Jaejoong ~sii kita sudah menikah dan selayaknya orang yang sudah menikah kita memang harus sekamar, tapi aku belum siap. Beri aku waktu untuk menyesuaikan diri setelah itu…”  ucapnya terhenti karena melihat Jaejoong sedang menahan tawa

wae kereuyo?” tanya Yoora tak mengerti. Bukannya menjawab namun Jaejoong malah semakin keras tertawa.

“ah Mian-mian bukan begitu maksud ku Yoora~a. maksudnya kamar yang depan itu lebih luas dan lebih nyaman untukmu.” Mendengar maksud Jaejoong Yoora merasa wajahnya sudah berubah menjadi merah padam

“kalau soal itu, kau tenang saja aku tak mempermasalahkannya. Tapi aku boleh minta sesuatu dari mu”

Yoora memberanikan diri menatap Jaejoong. Membiarkan Namja itu melanjutkan ucapannya

“kalau aku bisa kenapa tidak” jawabnya yakin

“ini tidak menyulitkanmu. Aku hanya minta supaya kau bicara informal padaku tidak perlu memanggilku dengan akhiran “Sii” kau cukup memanggil namaku saja”

“lebih tak sopan lagi kalau aku memanggil namamu, kau kan lebih tua dari ku kesannya aku seperti tak hormat pada suamiku” jelasnya sambil menyuapkan sandwich kemulutnya

“kalau begitu panggil aku Oppa saja” tangan Yoora yang hendak mengambil susu berhenti diudara

“aku sudah telat Yoora~a, aku pergi dulu dan ingat kau tak boleh terlalu lelah” Jaejoong bangkit dari duduknya meraih jasnya dan kunci mobil setelah itu menghilang di balik dinding, meninggalkan Yoora yang masih kaget dengan ucapannya.

 

~tbc~

 

12 thoughts on “Only Exception part 1

  1. annyeong🙂 aku idzni, 95lines, author disini juga. salam kenal😀
    ceritanya bikin penasaran. kurang panjang nih tiba-tiba udah tbc lagi hehehe
    sedikit komentar boleh ya? menurutku lebih diperhatikan lagi penggunaan huruf kapital dan tanda bacanya. dan juga percakapan antar tokoh alangkah lebih baik kalau dibuat sebaris sebaris😉
    maaf comment-nya kepanjangan, keep writing saeng😉

    • wah… Annyeonghaseo Eonni, jonen Alice Imnida 97lines.
      maaf buat penasaran… mungkin dipart selanjutnya bisa menjelaskan semuanya… makasih eonni dah komen…🙂

  2. ceritanya bagus, onnie suka pembukaannya. kalimat2 yang dipakai juga udah lumayan, gak banyak yang di ulang2^^
    onnie saran dikit yah😉
    untuk percakapan, entah itu ada di dalam kalimat atau pembuka tetap harus pakai koma. misalnya: “Ah tidak, ada apa?” Itu adalah pertanyaan paling bodoh yang pernah di dengarnya. & Jejung menatap Yoora dan tersenyum lalu bertanya, “kau baik2 saja?” ada koma sebelum masuk percakapan😉 tanda baca di masukin sebelum tutup kutip dan sebelum buka kutip + spasi.
    klo penutup kalimat dengan tanda seru atau tanda tanya gak perlu lagi dipakein titik di bagian depan, karna fungsinya sama🙂
    kalo dalam satu kalimat ada dua nama seperti Melihat Jejung, Yoora bla2 harus ada titik di antaranya, sebaiknya beberapa kalimat dipisahin dengan koma jika bersambung dan; (titik koma) kalo artinya sama.
    oya selalu pakai huruf kapital di percakapan klo di paragraf baru ato titik, seru, tanya.
    hehehe~ kepanjangan yah Lice? intinya sih cuman satu, perhatikan tanda bacanya😀

    • wuah eonni makasih banget masukannya aku akan berusaha lebih baik lagi…
      makasih juga udah sempetin baca FF aku yang berantakan ini…

  3. readers baru,,,
    Wkt itu prnh baca tp lupa part brp dan ga ninggalin jejak (buat pengakuan) , miane thor… dari thn lalu pas pengen baca trus nyari ff ni lg aku ga tau judulnya😦 baru skrg bs baca lg ^^

    Ya udah deh lsg loncat ke part 2 aja, gomawo thor🙂

  4. Hi aku reader baru. Salam kenal.
    Apa nanti laki2 yg ngehamilin yora bakal muncul lgi gak ya?
    Karakter nya jaejoong keren.
    Ff ni bgs tpi kependenkan. Hehehe

  5. wah….gaknyanka klo jaejung bersedia nikah sma yoora…appa dia cinta sma yoora ato cman mau nolongin yoora sma anaknya aj…? ijin next thor pnsran siapa yg hmilin yooranya…gak bertangunjawab bngat…aku jga pnsran sma prsaan jaejung ke yoora…?🙂

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s