Bride


Title : Bride

Main cast :

-Kim Sunggyu
-Jung Hyori (Oc)

Rating : Teen

Genre : Romance gatot,AU(?)

Lenght : oneshot(2.687 word)

Warning : Typo *kalau nemu typo feel free to correct ya ^^

Message : Hay, ini FF perdana saya disini cuma oneshot dan ceritanya ringan semoga berkenan buat cemilan ^^

Oh iya note : merah : flashback dan keseluruhan diambil dari sudut pandang Jung Hyori si Oc

Please be a good reader ^,^

Ini adalah hasil pemikiran saya sendiri jika ada kemiripan mungkin itu hanya kebetulan semata ^,^

No copy cat ,be sportif guys ^,^

Kritik dan saran sangat diterima ^,^

-Cinta pertama bagiku itu sakral-

Aku berjalan gontai menuju  sebuah gereja kecil yang berada diujung kota. Sebuah gereja mungil nan indah dan suasananya sarat akan kekidmatan.

Kubuka pintu utama gereja,terlihat masih sepi dan lengang belum ada tanda-tanda kegiatan yang berarti disana. Padahal kalau mengingat sebentar lagi akan ada pernikahan disini bukannya seharusnya mereka sudah bersiap-siap.

“Maaf anda siapa?”

Seorang biarawati menyentakku keluar dari lamunan,kulihat biarawati itu membawa sapu dan alat pel sepertinya mereka sudah akan berbenah.

“Ah saya hanya ingin melihat-lihat sebentar.”

“Tapi  7 jam lagi akan ada pernikahan disini,jadi kami harus mempersiapkannya.”

Aku tersenyum sendu,kutatap biarawati itu,”Aku tahu. Lebih dari tahu…”

“Maksut anda?”

“Aku…”

“Hyori…”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku,sebuah suara yang kukenal membuatku menoleh kearah pintu gereja.

Kulihat Oema dan appa ku tergopoh-gopoh menyusulku.

“Oema,Appa. Gwenchana yo?”

“Kenapa kau disini nak? Kami kira kau kabur.”Kata Oema seraya merengkuhku kedalam pelukannya.

Aku melepaskan pelukan Oema dengan perlahan,”Aku hanya ingin melihat tempatku menikah.”

Ujarku,sedikit tercekat saat aku mengucapkan kata menikah. Sebab bagaimanapun juga itu bukanlah keinginanku.

Seakan mengetahui perasaanku,Oema mengelus puncak kepalaku perlahan.

“Semuanya akan baik-baik saja sayang…”Kata Oemaku,kulihat beliau tersenyum. Memperlihatkan senyum malaikat yang selalu sukses membuatku merasa tenang.

“Tentu saja semuanya akan baik-baik saja!! Appa sudah bekerja sengan sagat keras untuk mencarikannya pendamping yang baik. Jadi tidak perlu kawatir!!”Kata Appa dengan tegas. Selalu begitu,tidak pernah bertanya padaku aku setuju atau tidak.

Kuambil nafas panjang sebelum membalas kata-kata Appa.

“Tentu saja,Appa kan tidak pernah mendengarku. Semuanya selalu appa lihat dari sisi appa.”Cercaku. walau aku tahu ini tidak akan berhasil,sebab sudah ratusan kali aku mencoba menentang Appa,tapi tidak sekalipun beliau mau menanggapi protesku. Beliau tetap bersikukuh menikahkanku dengan anak temannya yang sama sekali belum pernah kulihat,catat,BELUM PERNAH KULIHAT!! Wajah,perangai,seperti apa dia semuanya aku tidak tahu yang aku tahu dia bernama Kim Myungso!! Itu saja.

“Dia baik Hyori. Muda,mapan,tampan,sopan dan berkepribadian!!”Sanggah Appa. Ya,kata-kata yang hampir setiap kali kudengar jika kami mulai berdebat tentang masalah ini.

“Benarkah? Itukan menurut Appa, kalau menurutku dia pasti namja membosankan seperti Appa.”Ujarku seraya meninggalkan Appa dan Oema dibelakang. Sebenarnya untuk beberapa saat tadi aku sudah mulai akan menerima dengan siapa saja aku menikah,tapi entah kenapa setelah mendengar Appa aku jadi uring-uringan dan mulai tidak menerimanya lagi.

“Ya!! Hyori!! Neo jinja…”

“Sudahlah-sudahlah,ini menjelang pernikahan. Sudah sewajarnya dia uring-uringan”

Kudengar samar-samar Oema menenangkan Appa yang hampir marah-marah karena sikapku. Haishh,yang seharusnya marah kan aku.

…….

Mulutku terdiam menatap indahnya jalanan yang berada diluar mobil kami. Kupandang beberapa daun yang mulai berguguran dan menciptakan jalanan yang sedikit kotor karena penuh dengan daun yang telah menguning.

Meskipun begitu aku suka musim ini,musim yang membuat daun mulai menguning kemudian angin membuat daun-daun tersebut berjatuhan seakan mereka mulai membuka lembaran baru setelah itu. Apalagi musim ini juga musim yang mempertemukan kami pertama kali,

Cinta pertamaku…..

“Gyya……”Aku berteriak kencang ketika sepeda ku secara tidak sengaja mengenai batu dan oleng membuatku jatuh ketanah dengan sukses,dan lebih dari itu insiden itu meninggalkan sebuah luka menganga di siku dan lututku. Sumpah ini sakit sekali.

Aku meringis kesakitan,rasa nyeri dilututku membuatku tidak bisa berdiri dengan benar. Dan yang paling buruk,taman ini sangat sepi membuat tidak ada satu orang pun yang akan membantuku.

Lama aku disana,bahkan airmataku hampir mengalir karena kesakitan. Andai aku tadi membawa ponselku,hua Oema,ottohkae.

“Aghasi,gwenchana?”Suara seseorang menyadarkanku. Dengan cepat aku menoleh padanya. Seorang namja bermata sipit dan berkulit putih menghampiriku,dia membantuku berdiri dan menuntunku kebangku taman terdekat.

“Gwenchana,terima kasih Chogiyo sudah membantu.”

Kutundukkan badanku sejenak. Untung saja dia lewat kalau tidak mungkin aku terancam pulang dengan ngesot kerumah.

Namja itu tersenyum lembut memperlihatkan matanya yang tinggal segaris. Untuk sepersekian detik jantungku berdebar cepat dan pipiku memanas,namja itu sangat manis.

“Tidak apa-apa aku kebetulan lewat saja… tapi kau terluka ya?”

Namja itu menunjuk lutut ku yang mengeluarkan darah. Aku mengangguk singkat,senyum tadi membuatku spechless.

“Emh parah sekali kelihatannya,apa ini sangat sakit?”Tanya sang namja dan lagi-lagi aku hanya mengangguk. Bagaimana ini? Dia pasti mengira aku tidak tahu terimakasih..

“Yasudah tunggu disini sebentar ya?”Kata sang namja seraya berlari menjauh meninggalkanku yang masih membisu seperti orang cengo…

“Aghasi kemarikan lututmu!”Kudengar suara itu lagi. Aku mendongak melihat sosok itu telah kembali sembari memegang sebotol air dan selembar sapu tangan di tangannya.

“Emh ne..” Gumamku. Kini bibirku sudah tidak kaku lagi,aku mulai bisa berbicara.

Kemudian namja itu membasahi sapu tangan yang ada ditangannya dan menempelkannya di lukaku dengan hati-hati.

“Auh…”Rintihku pada sentuhan pertama. Aish kenapa perih sekali??

“Tahan sebentar ya…ini supaya lukanya tidak infeksi.”

Namja itu terus berkutat pada lukaku dengan hati-hati dan saat itulah entah kenapa tiba-tiba air mataku keluar saking perihnya. Hua…apa-apaan aku kenapa jadi terlihat manja begini??

Melihatku yang menangis Namja itu menjadi gelagapan,tuhkan dia pasti merasa tidak enak. Kugigit bibir bawahku untuk menahan tangisku,aku tidak mau membuatnya menjadi canggung.

“Kau tidak apa-apa? Jangan menangis…”

“Ti.tidak apa-apa kok…”Jawabku,sesenggukan antara menahan sakit dan menahan tangis secara bersamaan.

“Apa sakit sekali?”Tanya namja itu seraya melirikku prihatin.

Aku mengangguk perlahan.

“Tahan sebentar ya…hampir selesai kok.”

Setelah selesai membersihkan lukaku,namja itu mengambil sebuah plester bergambar Doraemon dari dalam tasnya dan menempelkannya pada lukaku dengan hati-hati.

Melihat plester itu aku langsung ingin tertawa,tapi aku menahannya. Tidak sopan sekali menertawai barang yang diberikan orang yang sudah susah payah menolongmu.

“Ok finish”Kata  namja itu seraya tersenyum senang,namun karena masih mengamati plester itu aku tidak bereaksi.

namja itu mendongak menatapku.

“Gwenchana? Masih sakit?”Tanyanya. Aku tersentak.

“Ah aniyo…sudah baikan kok!”Kilah ku. Kukibas-kibaskan tanganku keudara.

“Jinja? Lalu kenapa kau melamun?”

“Aniyo,itu plesternya…”

Kutunjuk plester yang sejak tadi kuamati itu.

“Ah itu.itu aku diberi temanku, aku bukan namja seperti itu kok….”Kata  namja itu gelagapan,dia tidak mau dianggap kekanakan karena memasangkan plester bergambar kartun padaku hehe lucu sekali dia.

Akupun langsung tertawa mendengarnya,

“He.hey kenapa tertawa??”

“Aniyo,lucu saja padahal tadi aku mau bilang aku menyukainya bukan menuduhmu hehe….ngomong-ngomong terima kasih ya…siapa namamu?”

“Jinjayo?? Emh aku Kim Sunggyu,kau?”

Namja itu mengulurkan tangannya kearahku dan aku menerima uluran tangannya,”Ne. Aku Jung Hyori…”

“Hyori ayo nak,kita turun”

Suara Oema menyentakkanku dari lamunan,apa kami sudah sampai?

Aku mendongak menatap Oema yang berada di depan pintu mobil.

“Arraseo Oema.”

Kubuka pintu tersebut seraya turun dari mobil. Kuangkat gaunku keatas tidak ingin debu mengenainya. Meskipun kesal dengan pernikahan ini,tidak ada alasan bagiku untuk mengacaukannya. Begini-begini sejak kecil aku bermimpi mempunyai pernikahan yang paling indah sepanjang masa,jadi sejak aku memakai gaun,aku akan berkomitmen untuk melakukannya dengan baik dan menerima semuanya.

“Apa semua sudah siap? Mana pengantin prianya?”Tanyaku ketika aku sadar belum ada iring-iringan pengantin pria yang datang.

“Tentu saja belum datang. Kajja!! Kita keruang tunggu kau tidak mau kan riasanmu kacau karena panas?”Kata Oema seraya menuntunku keruang tunggu pengantin. Aku pun menurut dan mengikuti arah kaki Oema,siapa tahu disana aku bisa merenung lagi.

“Rumahmu dimana?” Tanya pria itu seraya mengulurkan sebotol minuman dingin kearahku.

“Disana…”

Tunjukku kearah menuju rumahku seraya menenggak habis air yang diberikan Sunggyu si. Rasa sakit dan tangisku tadi membuat tenggorokanku terasa kering.

“Tunjukkan jalannya akan kuantar…”Sunggyu si berdiri lalu meraih sepeda bewarna pinkku yang tadi ikut jatuh bersamaku.

“Mwo?? Tidak usah aku sudah baikan kok.”Tolakku,masa sudah di bantu membersihkan luka masih memintanya mengantarku. Aku bukan orang seperti itu.

“Kalau begitu berdirilah,kau bisa??”Perintahnya. Lalu kucoba berdiri dan menggerakkan lututku. Tapi mustahil , aku malah hampir terjatuh lagi kalau saja dia tidak menopangku dengan cepat.

“Tuhkan…kau tidak bisa berdiri,kenaa sok-sok an mau pulang sendiri?”Sindirnya,namun aku hanya meringis karena malu. Huhu Oema…

“Tapi…aku terlalu merepotkanmu kan?”

“Tidak apa-apa,aku senggang.”

Sunggyu si menuntunku kesepeda,menyuruhku duduk pada boncengannya.

“Kamsahamida.”

“Sama-sama.”

Setelah itu Sunggyu si memboncengku pulang dalam diam,kami menembus daun-daun musim gugur yang terus berjatuhan disekitar kami.

Kutengadahkan tanganku untuk menangkap beberapa helai daun yang jatuh itu karena pada dasarnya aku itu orangnya tidak bisa diam.

“Kau suka musim gugur?”

Sunggyu si membuka suranya,sepertinya dia tahu apa yang sedang kulakukan di belakang sini.

“Sangat suka. Rasanya hatiku terasa tenang saat musim gugur tiba.”

“Kenapa?”

“Molla,aku hanya suka.”

“Cih alasan apa itu? Kau lucu sekali.”

Kudengar Sunggyu si terkikik geli. Aish aku kan memang tidak perlu alasan untuk menyukai apapun.

“Aku memang lucu,imut lagi.”Kataku bangga. Begitu mendengarku Sunggyu si menghentikan sepeda ku lalu dia menatapku dengan pandangan tidak percaya.

Sumpah tatapannya membuat hatiku bergetar dan bibirku kaku. Jangan menatapku seperti itu Sunggyu si!!

Tak lama kemuddian dia tertawa lalu mencubit pipiku gemas.

“Aigoo,benar juga kau imut aku baru sadar…”Goda Sunggyu si sambil tertawa senang,dan tentu saja  sukses membuat jantungku berdebar dengan kencang(lagi). Sentuhan tangannya pada pipiku serasa seperti serangan listrik yang membuatku hampir kehabisan nafas…

“Aghasi…”Seorang pegawai wedding organizer melambai-lambaikan tangannya didepanku.

“Ah ne…”Ujarku cepat ketika aku telah sadar dari lamunanku.

“Bagaimana anda sudah siap? Kurang lima belas menit lagi.”Katanya seraya melirik jam tangan yang berada di pergelangan tangan kirinya.

Kutelan ludahku sendiri sebelum menjawabnya,entah kenapa hanya menjawab ‘sudah’  saja susah sekali.

“Sudah kok…”

Akhirnya kata-kata itu muncul juga dari mulutku.

Pegawai wanita itu tersenyum,”Aghasi baik-baik saja kan? Kulihat sedari tadi anda murung?”

“Aku baik-baik saja kok. Emh… apa pengantin pria nya sudah datang?”

“Sudah,dia sangat tampan ya. Aku jadi iri pada anda.”katanya sambil tersenyum sumringah,ah andai saja kau tahu kalau aku dijodohkan dan menikah dengan terpaksa dia pasti tidak akan seiri ini.

“Jinjayo?”

“Ne,tampan sekali. Tidak kalah dengan Cho Kyuhyun Super Junior.”

Untunglah,sepertinya aku bisa mempercayai mbak-mbak ini,habisnya dia terlihat seperti bigos(biang gosip) sih, jadi memang benar yang Appa katakan dia memang tampan.

“Emh baiklah kalau begitu.”

Lalu kemudian mbak-mbak itu meninggalkanku sendiri.

Kukeluarkan sebuah kotak kayu berukuran kecil dari dalam tas,lalu kubuka perlahan dan mmperlihatkan sebuah plester bergambar Doraemon disana.

Ya benar,itu dari dia. Plester yang ia gunakan untuk mengobati lukaku dulu.

Dulu setelah sampai dirumah plester itu kuganti dengan yang baru, setelah itu plesternya kusimpan dalam kotak ini sampai sekarang.

“Setelah itu Sunggyu si mengantarku pulang kerumah,dan entahlah selama perjalanan itu jantungku terus saja berdebar bahkan badanku sampai lemas dan kaku karenanya. Apa yang salah denganku ya?”

“Itu artinya kau jatuh cinta padanya.”Temankku Lee Jieun berkomentar setelah aku menceritakan semua perasaanku.

“Aku hanya melihat senyumnya lalu jatuh cinta? Itu mustahil.”

“Baiklah,seumpama aku punya nomor dan alamatnya kau mau tidak?”Tanya Jieun,pertanyaannya kenapa menjebak begini?

“Eh? Kenapa pertanyaanmu menjebak begitu?”

“Sudah jawab saja!!”

“Tentu saja mau.”

“Didekati olehnya?”

Blush,tiba-tiba pipiku memanas lagi.

“Mau sepertinya…”Jawabku seraya menggigit-gigit bibir bagian bawahku.

“Tuhkan!!” Tuding Jieun.

Akhirnya setelah itu dengan dibantu Jieun aku mencari informasinya sana-sini. Dan akhirnya semua kerja keras kami membuahkan hasil. Aku berhasil mendapatkan alamat sekolahnya. Aku selalu membela-belakan berlari kesekolahnya setiap pulang sekolah,atau kalau aku sedang senggang aku selalu lewat didepan rumahnya yang kuketahui dari kegiatan menguntitnya setelah pulang sekolah. Semua usahaku itu hanya demi melihatnya saja,mungkin orang kalau mendengar atau tahu kelakuanku mereka akan menganggapku psiko,tapi mau bagaimana lagi? Aku telah jatuh cinta dan kegilaan cinta pasti akan membuatmu rela melakukan apapun.

Namun,semua usaha ku hanya sampai disitu. Satu bulan setelah aku menemukan rumahnya,aku mengetahui kalau keluarganya pindah dan kata sumber yang dapat kupercaya, Sunggyu si bersekolah diluar negeri.

Sejak saat itu aku tidak pernah tahu kabarnya lagi.

Sebenarnya aku sangat terpukul dengan kenyataan ini terlebih aku belum pernah sekalipun menyatakan perasaanku  aku merasa bodoh karena tidak menyatakannya saat itu juga.

Itulah cerita tentang cinta pertamaku yang kandas sebelum aku menyatakannya,cinta pertama yang selalu menghantui langkahku selama lima tahun ini,cinta yang masih ada di tempat paling pojok dalam hatiku,cinta yang menyedihkan dan hampir membuatku gila.

Tapi,ini saat ku untuk move on… aku harus menerima siapa saja namja yang menungguku di altar sana. Aku tidak boleh mengecewakan Myungso atau siapapun namanya. Aku akan berjuang mencintai siapapun suamiku nanti.

Segera kututup kotak itu lalu kusimpan kembali kedalam tas. Disaat beginipun aku tidak sanggup membuangnya.

“Hyori ini saatnya.”Oema berjalan kearahku lalu mengulurkan tangannya.

Kubalas uluran tangan Oema lalu aku berjalan bersama beliau dalam diam.

“Kau siap?”

Oema terlihat cemas,aku tahu itu.

“Aku baik-baik saja Oema.”Ucapku menenangkan.

“Kau…untuk terakhir kalinya tidak ingin tahu nama namja beruntung itu?”

Untuk apa? Akukan sudah tahu. Tentu saja aku menggeleng.

“Tidak usah,aku pergi dulu Oema.”Kataku seraya meninggalkan Oema menuju kearah Appa yang menungguku di depan pintu besar itu.

“Kau siap?”Tanya Appa,kuamit lengannya dalam diam.

“Menurut Appa?”

“Sepertinya siap.”Appa menggendikan bahunya.

“Yeah.”Jawabku singkat.

Sejenak hening tapi aku tahu saat ini Appa sedang menatapku tajam,

“Maafkan Appa.”Kata Appa yang sontak membuatku tersentak kaget dan cepat-cepat menatapnya.

Appaku meminta maaf? Ini pertama kalinya….

“A.appa..”

“Kalau kau mau kau bisa kabur sekarang,Appa tidak akan mengejarmu.”

Kabur?? Kenapa baru sekarang?? Tentu saja aku tidak akan melakukannya aku bukan anak kurang ajar yang suka mempermalukan orang tuanya. Apalagi didepan tamu undangan begini.

Aku menggeleng,”Aku tidak bisa. Aku akan melakukannya,pernikahan ini, Aku akan menerimanya,siapapun dia,itu demi Oema dan Appa.”Ucapku.

Seketika Appa menoleh,ada campuran rasa takjub dan bangga kutangkap dari tatapannya.

Setelah itu belum sempat Appa membalas ucapanku pintu besar itu terbuka perlahan…yeah,way to my new world is open now,just walk Hyo. You can!! Move on and life!!

Secara perlahan Appa dan aku melangkah,kami berusaha melangkahkan kaki kami sejajar dapat kurasakan tangan Appa menggenggam tanganku kuat seakan tidak akan pernah membiarkanku jatuh,tentu saja kalau aku jatuh tidak lucukan??

Dapat kulihat altar yang semakin kami dekati,disana terlihat siluet seorang namja yang sedang berdiri tegak menungguku namun wajahnya belum bisa kulihat jelas karena terhalang cahaya.

Kucoba menajamkan mataku,namun cahaya itu masih lebih kuat daripada pandanganku.

Setelah jarakku sudah mulai dekat,dengan perlahan dan samar aku mulai bisa melihat namja itu wajahnya…

Begitu bisa melihatnya dengan jelas nafasku serasa tercekat,tubuhkupun limbung karena lemas,untung saja Appa menopangku kalau tidak mungkin aku akan jatuh sebelum sampai disana,

Apa aku sedang bermimpi?

Kenapa dia disini?

Kaukah itu Kim Sunggyu??

……

“Gwenchanayo?”Kudengar suaranya lirih memanggilku,memaksaku menatap lekat padanya walau sebenarnya aku enggan.

Enggan bukan karena aku membencinya atau apa, aku enggan karena malu kalau mengingat pernikahan kami yang sempat kukacaukan tadi.

“Kenapa?”Lelaki yang sudah berstatus sebagai suamiku itupun menghampiriku,ada nada kuatir dalam suaranya.

Aku menggeleng pelan seraya menggigit bibir bawahku,sumpah aku malu sekali kalau menatapnya sekarang.

“Tentang tadi? Gugup pada hari pernikahan itu hal biasa kok.”Ujarnya tanpa dosa.

Aku tetap diam sambil menatapnya dengan pandangan yang aku sendiri tidak bisa mengartikannya,

“Emhh tergagap pada saat mengucapkan janji suci juga sering kok di pernikahan manapun”

Dan kali inipun aku tetap diam sambil menatapnya dengan pandangan ‘please deh’.

“Menjatuhkan cincin juga biasa…”

Ya ampun sumpah aku benar-benar ingin membunuhnya kalau dia terus membahasnya!!

“Emh yah terjatuh kearahku dan tidak sengaja saling mencium juga tidak apa-apa kok,toh nantinya kita juga akan melakukannya.”

Blush,wajahku seketika memerah. Sial!! Kenapa dia harus mengingatkanku tentang hal itu sih?? Sumpah aku malu sekali.

“Hua…”Teriakku seraya menutup mukaku dengan kedua tanganku. Kenapa seorang Jung Hyori bisa melakukan hal bodoh begitu sih? Kenapa aku bisa kalah dengan rasa kaget??

“Aku malu sekali!! Ah Hyori kenapa kau bodoh sekali!!”Rutukku,kupukul-pukul sendiri kepalaku pelan.

“Ya!! Ya!! Jangan memukul kepalamu begitu!! Nanti kalau kau jadi bodoh betulan bagaimana?”

Ditahannya kedua tanganku.

Lagi-lagi tubuhku bereaksi saat kulit kami bersentuhan. Jadi ini bukan mimpikan? Dia memang Sunggyu si cinta pertamaku kan??

Kutatap dia heran,diapun membalas tatapanku.

“Wae??”

“Kenapa kau? Bukannya nama calon suamiku Kim Myungso”Tanyaku. Sunggyu si tersenyum.

“Dia adikku,dia memang calon aslimu. Tapi saat aku pulang dari study,ayah menyuruhku yang duluan menikah,sehingga perjodohanmu dan Myungso dibatalkan dan diganti denganku. Orang tuamu tidak bilang?”Aku terdiam,aku ingat saat ayah ingin mengatakan sesuatu tentang tunanganku dulu aku selalu memotongnya karena kesal.

Haish bodohnya aku…kalau aku tahu dengan siapa aku menikah pasti…

“Aishh… kenapa aneh begini?”Gumamku.

“Kau tidak suka?”

Aku menggeleng cepat,

“Ti.tidak kok ak.aku..”

“Aku apa??”

Tentu saja aku suka,teriakku tapi itu hanya kuucapkan didalam hati saja aku malu mengakuinya rasanya masih gengsi hehe.

Kupalingkan mukaku yang bersemu merah,aku tidak mau dia menyadarinya.

“Hey…”

Kurasakan dia menggoncang-goncangkan bahuku tapi aku tetap diam tak bergeming.

“Aish yasudah!! Kau tidak sukapun aku akan memaksamu untuk suka!”Ucapnya yang sukses membuat mataku terbelalak dan langsung menatapnya kembali.

“Mwoo??”

……

Epilog

“Myungso foto ini….”Sunggyu menunjuk selembar foto yang tergeletak di meja belajar adiknya.

“Apa? Oh itu… itu yeoja yang aka ditunangkan denganku. Hyung suka?”Tanya Myungso. Sunggyu terdiam tapi tetap menatap foto itu sembari mengernyitkan keningnya.

“Anak ini dia orang yang pernah kutolong waktu itu,sebelum aku ke Paris…”Kata Sunggyu mantap. Bersamaan dengan itu kerut-kerut dikeningnya hilang dan berubah menjadi mimik tak percaya.

“Maksut Hyung yeoja yang Hyung cari sampai Hyung tidak mau dijodohkan??”Myungso mendelik,lalu dengan cepat dia merangsek kesebelah Sunggyu,menatap foto gadis yang sejak dulu di cari Hyungnya sampai menolak perjodohan dari Appanya.

Jadi yang dicari Hyungnya itu tunangannya sendiri??

Sunggyu mengangguk lalu menatap Myungso,”Kau menyukainya tidak?”

“Tentu tidak,fotonya saja baru kudapat tadi…”

“Kalau begitu maukan kau bertukar tempat denganku Myungso??”

End

Hay hay,gimana ceritanya? asik ga? cerita ini kubuat karena aku suka banget sama Kim Sunggyu INFINITE kekeke jadi Oc nya itu saya sendiri lho.

Lihatlah matanya(nunjuk photo) ganteng kan? dia selalu sukses bikin aku senyam senyum sendiri lho.

Kalau sudah baca dikoment ya? inikan FF perdana disini,kalau ada yang mau kritik saran mungkin? aku akan terima dengan lapang dada.

19 thoughts on “Bride

  1. bagus banget…
    ceritanya seru, meskipun endingnya ga terlalu mengejutkan,tapi ini sweet banget…
    Sunggyu bias keduaku di infinite,setelah baca ff ini jadi mikir untuk menjadikan dia yg pertama,
    eciee bahasa gue..

    • hahaha iya sih endingnya emang agak kurang mengejutkan makanya aku bilang ini ringan dan cocok buat cemilan ^^.
      Jinja? bias pertamanya siapa?
      asik asik aku berhasil mempengaruhi satu orang.
      mau buat Sunggyu lagi ah,biar Chingu makin ngfans sama Sunggyu^^ *modus*
      btw makasih ya chingu komentnya ^^

  2. agh, authoooor~ manis dan lucu ceritanya!
    Yes, yes! Grandpa Gyuzizi emang ganteng, mata sipitnya ngegoda iman (eh?) banget >,_<
    btw, itu Myungsoo bisa buat aku aja? Kasian calon istrinya abis diambil kan…(plak)

    • iya dong kaya authornya,manis*kekeke
      hayoo,dijaga imannya,gaboleh kegoda sama matanya Sunggyu,sunggyu punyaku#disambit
      hahaha,yauddah myungso buat kamu gih*nyodorin myungso*
      gumawo ya^^

      • Ye, sempet-sempetnya si thor-thor narsis wkwkwk xD biar jadi Sweet Couple sama Sunggyu ya thor? >,,<)
        Buat lagi ff yg maincastnya Sunggyu thor, diriku agak (?) bosen (??) baca yang maincastnya Myungsoo (ditalak Myungsoo, eh suami pertamaku Sungyeol deng)
        Sama-sama thor!

        • kekeke narsis dikit gpp dong*lol
          oke deh beres,dalam masa pembuatan ini. kayaknya aku mau bikin sekuelnya ini,tapi entahlah masih mikir2 dulu*ditendang*
          bosen? kekeke,awas entar malem didatengi myungso lho :p
          suka sungyeol juga?,jadi suaminya yang mana nih*awas jawab Sunggyu,siap2 ambil sendal(justkid) hehehe.

          • Tapi aku juga imut sih thor (???)
            Hooo, ngebuat sekuel yang ini berarti masa-masa mereka udah nikah dong? Hoooo *tersenyum mesum, eh jahil!* (aku anak kecil yang polos kok, suer~!)
            Ih, kita kan emang tinggal serumah thor~ sekamar malah! (Yay!)
            Aduh, abisan bingung mau menentukan bias yg mana, jadi daripada galau tak menentu mendayu-dayu, member Infinite aku nikahin semua deh xD
            Nah, si Sungyeol itu suami pertama, yang kedua…erm (ngecek tanggal nikahan), Woohyun, lalu Sunggyu, trus Myungsoo, trus duo rapper itu aku nikahin secara bersamaan, lalu barulah si diva maknae karena dia baru nyampe umurnya
            (kebanyakan curcol, ditendang thor-thor)

            • hadeh ikutan narsis ini anak -,- kekeke,yaudah kita jadi duo narsis aja yuk*lol.
              hayo mesum,nanti polosnya ilang looh kekeke.
              serumah? jinja? jangan bilang jadi tukang sapunya Myungso ya? Oeni tidak tega melihatmu dek,jangan… hiks hiks…*jiwasinetronkeluar*.
              tidak…kenapa suami ku jadi suami ketigamu chingu?*lariamankansunggyu*.

  3. YUK! pertama-tama, biarkan diriku memperkenalkan diri (mau banget dikenal nih?)
    Namaku Astrinanda, panggil aja Astri kalo mau manggil Queen of Annoying juga gpp karena aku emang suka annoying sih (bangga?)
    Oh, 95′ line dan tinggal di Jakarta~
    fandom: sedikit lagi setahun jadi Inspirit >,< tapi aku udah jadi penikmat kpop sejak erm, tiga tahun yang lalu? yah begitulah (?)
    Bagaimana dengan Author? *nyodorin mic*
    .
    Ih, tapi kan mesum dikit gpp (eeh ga boleeeh!!)
    Engga, Myungsoo tuh jadi penunggu dapur, ngasih tatapan kece bin ajaib bin keyen buat tikus-tikus yang mau memporak-porandakan makanan porsi sebulan. Tatapannya bikin tikus langsung berbusa kaya abis dikasih racun serangga….eh tapi disuruh nyapu boleh juga sih ._.
    Yah, Eon mainannya sinetron, FTV dong Eon!!! (eh…)
    begitulah adanya thor…*narik sunggyu dari brankasnya thor-thor*

    • mau manggil queen of annoying tapi kayaknya kok belibet banget, =,= panjang euy,astri aja deh.
      aku juga kenalan nih?*ambil mic*
      tes tes….
      namaku Meylani,pen name aku mey sih kekeke. terserah kamu aja manggilnya apa,istrinya Sunggyu(?) juga gapapa(?),93 line bernapas di Kediri,Jatim.
      fandom : sebenernya fandom utamaku ELF and Shawol sejak beberapa(?) tahun yang lalu,dan jadi Inspirit baru beberapa bulan ini*telatbangetdirikuini T.T*.
      .
      ya ampun itu si unyu myungso mau dijadiin tukang sapu?*tarik myungso/udah myungso sama aku aja jangan sama astri kekeke*
      yah ftv sih uda ga jaman sekarang jamannya vcd bajakan(?).
      gabisa ah sunggyu buat aku*narik sunggyu sembunyi di goa*

      • Iya ya, itu obsesiku semata sih. jadi ratu apa aja, kesampeannya jadi Queen of Annoying ._.
        Hoooo, Mey eon!…Meyeon! Aku panggil Meyeon ah *ngeliatin buah melon buat buka puasa dengan tatapan penuh hasrat* (eh!!)
        Hem, hem *ngemutin rambutnya Jonghyun sambil minta dimasakin ayam rica-rica sama Ryeowook*
        .
        Iya sih, kesian kalo Myungsoo cuma mendekam jadi tukang sapu. Ambilah Meyeon, buat Myungsoo bahagia hiks, aku merelakan Myungsoo dengan ikhlas, hiks *ngusap ingus di bajunya Yeolli* (sinetron, FTV, vcd bajakan? jadi satu)
        Tapi kan tapi kan Sunggyu kan…suami Astri juga *gigit-gigit kakinya Yeolli*

        • yaudah aku turutin deh queen of anoying nya -,- daripada obsesinya ga keturutan hahaha.
          meyoen?,iya deh panggil itu aja*ngangguk pasrah* kekeke =,=
          jadi nyesel tadi bilang boleh panggil apa aja,masak aku disamain sama melon,huhuhu*ngadu ke sunggyu*
          yaudah lah daripada kita rebutan grandpha aku rela poligami buat kamu*hiks/sob* -.-

  4. Astri astri call me Astri~ *mulai gak jelas*
    Eh udahan ah komen2anya (?) Kalo thor-thor ngepost di sini lagi ntar baru deh Astri gangguin lagi *colok mata Sunggyu biar melek*

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s