Always With You Until The End chap 1


Author             : Choi Yoora/ Alice Appril

Main Cast        : Im Yoona, Kim Kibum

Other Cast       : Lee Donghae, Son Eunseo, Go Hara, Kwon Yuri

Genre              : Romance, sad

Length             : Series

Rating             : 15

Credit                  : vanflamighty ( http://aquaticshineeworld.wordpress.com )

Disclamer        : para cast adalah milik Tuhan, orang Tua mereka, Agency mereka dan para pengemar mereka, Author Cuma minjem sebentar… hehehe. Tapi cerita ini murni dan mutlak milik Author. Selamat membaca dan tetap memberikan coment ya…

 

 

I love you with all my heart,

With you, everything is gonna feel perfect..

But since you know about this love… why you stay away from me…

 

*Author POV*

 

Seorang gadis manis sedang bersembunyi dibalik pohon besar yang dapat menutupi seluruh badannya, kepalanya selalu melihat kiri dan kanannya sambil mengawasi apakah seseorang yang sedang mencarinya datang.

 

“Nona Yoona…” teriak sebuah suara yang masih cukup terdengar jauh, namun berhasil membuat gadis itu kembali menyembunyikan diri.

“Nona Yoona…!!! Nona dimana, saya mohon Nn jangan bersembunyi lagi. Nanti kalau Tuan dan Nyonya tau Nona tidak ada dirumah mereka bisa memecat saya…” teriak seorang wanita yang usianya berbeda beberapa tahun diatas Yoona. Dia masih sibuk mencari dimana keberadaan Nona majikannya itu, namun karena tak berhasil menemukannya disini akhirnya dia memutuskan untuk pergi.

 

Yoona melihat kalau pembantunya telah pergi perlahan mulai keluar dari persembunyiannya.

“Huft…!!!” dihelanya napas lega. “Mianhe Juri Eonni, aku janji akan kembali” dia kembali melangkahkan kakinya namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang menariknya hingga tubuhnya terbentur pohon besar yang tadi menyembunyikannya.

“Aw…!!!”pekiknya keras.

“Kau mau lari kemana Nona…” tanya sebuah suara yang sangat dihapalnya. Seorang Namja tengah menghimpitnya hingga Yoona sama sekali tak bisa bergerak.

 

“Kibum Oppa… lepaskan aku, aku ingin bermain bersama temanku” Namja yang bernama Kibum hanya tersenyum mendengar perintah Yoona.

“Aigoo Nona Im Yoona, kau ini sudah dewasa, kenapa masih saja bertingkah seperti anak kecil yang sedang bermain petak umpat dengan Juri Noona”

“Ya…!!! Aku bukan anak kecil, aku sudah tumbuh menjadi seorang gadis” protesnya pada Kibum yang masih menghimpitnya.

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita pulang kerumah dan tunjukkan sikap dewasamu” Kibum menarik paksa tangan Yoona

Shireo…!!!” Yoona menghempaskan pegangannya dari Kibum dan berlari menjauhi Namja itu.

Sontak perbuatan Yoona membuat Kibum kaget “Ya…Im Yoona!!! Aihs anak itu benar-benar” Kibum berlari menyusul Yoona.

 

Inilah pemandangan yang hampir setiap hari ada sejak 15 tahun yang lalu. Im Yoona putri tunggal keluarga Im memang sudah biasa sendiri tanpa adanya kedua orang tua disisinya, perusahan Im corporation yang merupakan bisnis turun temurun keluarganya lah yang telah menyita seluruh waktu Orang tua Yoona. Sejak kecil Yoona sudah terbiasa ditinggal oleh mereka, malah jika orang tuannya pulang keadaan dirumah terasa canggung dan dingin karena Yoona sama sekali tak mengenal seperti apa sosok kedua orang tuannya. Teman main Yoona hanyalah pembantunya Jung Juri dan Kim Kibum.

 

Ya Kim Kibum adalah anak laki-laki yang dibawa kerumah oleh Appa Yoona saat umurnya berusia 8 tahun. Dia ditugaskan oleh Tuan Im untuk menjaga dan menemani Yoona yang berusia 3 tahun lebih muda darinya.  Sejak saat itulah menjaga Yoona dimana pun menemani Yoona kemanapun adalah sebuah kewajiban untuknya selain sekolah, Tuan Im sengaja menyekolahkan Kibum hingga kuliah sebagai balasan karena telah menjaga putrinya.

 

 

*Yoona POV*

 

Akhirnya aku menyerah untuk melarikan diri lagi, aku sudah lelah dengan sangat terpaksa aku membiarkan Kibum Oppa menggiringku#(kambing kali digiring).

“Huh… mengapa susah sekali sih bagiku untuk bermain sendiri, aku kan sudah dewasa masa gadis 20 tahun kemana-mana harus bersama kau atau Juri Eonni” keluh ku begitu kami sampai dirumah besarku.

“Itu sudah takdirmu untuk menjadi putri dari keluarga yang berlimpahan harta Nona, jadi terima saja, lagipula bukankah itu sangat baik kau hidup dengan fasilitas yang cukup” aku berdecak kesal padanya.

“Untuk apa semua ini kalau aku selalu sendiri, tidak ada seorang anakpun yang merasa canggung jika bersama dengan orang tuannya kecuali aku” Kibum Oppa tersenyum dan mengelus pelan rambutku.

“Maka dari itu Yoona~a cobalah untuk dekat dengan mereka biar bagaimanapun…” aku bangkit dari dudukku dan memandangnya kesal

“Harus berapa puluh kali kukatakan padamu Oppa, bagaimana caranya aku bisa dekat dengan mereka jika mereka saja tak memilki waktu untukku”

 

Malas memperpanjang perdebatan ini, karena aku sangat yakin tidak akan ada ujungnya. Akhirnya aku berlari meninggalkannya dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku mendengar di memanggilku namun aku tak peduli.

BRAKK…!!! Kubanting pintu kamarku kencang agar dia tau kalau aku sedang marah. Aku menghempaskan tubuhku keatas kasur, sejak saat pertama Kibum Oppa datang kerumahku, semua kesepianku perlahan hilang aku jadi memiliki teman main, memiliki seseorang tempatku bergantung dan meminta tolong. Tak pernah terpikir olehku jika suatu hari nanti dia sudah tak ada untukku lagi.

 

Ani-Ani… ku gelengkan kepalaku cepat untuk menyangkal pikiranku. Im Yoona kau harus yakin bahwa seorang Kim Kibum akan selalu bersamamu.

“Yoona~a, ayo keluar sudah waktunya makan malam” teriak suara diluar kamarku dan aku sudah sangat tau suara siapa itu.

Shireo… aku tak lapar” jawabku tanpa beranjak dari kasurku. Perlahan kudengar pintu kamarku terbuka. Aku kaget karena sekarang dia sudah masuk kekamarku.

“Ya… Neo Bohae” pekikku “bagaimana bisa kau masuk kekamar seorang gadis” tanpa menghiraukan teriakanku dia mendekat dan meraih pergelangan tanganku.

“Jika kau benar seorang gadis maka kau tak akan bertingkah anak kecil seperti ini, sekarang ayo kita makan” aku menarik tanganku darinya.

“Aku kan sudah bilang aku tak mau makan, mengapa kau tak pernah mengerti Oppa” aku semakin meninggikan suaraku, menunjukkan kekesalanku padanya.

 

Dia tampak kaget dengan teriakanku, dia menghembuskan napas pelan dan mendekatiku.

“ Aku tau kau sedang marah padaku, aku minta maaf. Tapi kumohon Yoong~a jangan bersikap seperti ini, baiklah kau tak ingin makan tapi para pekerja rumah ini juga tak akan makan jika kau tak makan. Paling tidak perhatikanlah mereka”

Aku mengerucutkan bibirku.

“Jadi kau lebih mengkhawatirkan mereka daripada aku?” tanyaku dengan nada melas.

“Dasar gadis bodoh, jika aku tak mengkhawatirkan kau, maka untuk apa aku masih disini dan berusaha setengah mati membujukmu makan”

“Tapi tadi kau bilang…” belum selesai aku bicara dia sudah menyela.

 

“Mereka tak akan makan dirumah ini jika kau tak makan, mereka akan mencari makan diluar. Karena bagi mereka tidak sopan jika mereka makan dirumah majikannya jika majikannya sendiri saja tak makan, sudah ayo kita turun” aku merasa masih belum puas dengan jawabannya, kutarik lagi tangannya hingga dia menatapku.

“Lalu kau? Apa kau juga akan sama?” tanyaku sambil menatap lurus matanya.

“Tidak akan, jika kau tak makan maka aku pun juga tak akan makan” mendengar jawabannya perlahan aku tersenyum, dia pun ikut tersenyum

“Sudah puas gadis manis?” aku mengangguk mantap. “kalau begitu ayo kita makan” aku langsung merangkul tangannya.

“Sebenarnya Oppa aku sangat lapar sekali tapi aku menahannya karena aku kesal padamu” dia menyentil keningku.

“Aw..” refleks aku langsung menyentuh keningku.

“Sudah tau lapar tapi masih saja membuat orang susah dulu”

 

 

 

*Author POV*

 

Seorang gadis tengah duduk santai di taman belakang rumahnya, sambil mendongakkan kepalanya menatap bintang-bintang yang menghiasi langit malam kota Seoul. Ratusan bintang yang tengah dilihatnya perlahan membuat dirinya iri, mereka selalu terbit dilangit yang sama dan menghilang pun di waktu yang sama, tidak ada dari mereka yang tampak sendirian.

 

Keadaan mereka berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Yoona, kesendirian sudah merupakan teman lama baginya. Walaupun dia cukup beruntung dapat karena memiliki Juri pengasuhnya sejak kecil dan Kibum pelindung sekaligus cinta pertama dihidupnya. Tapi itu semua tak cukup lengkap tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Yoona ingin seperti anak-anak yang lain yang selalu terlihat kompak dengan Eomma atau Appanya.

 

“Sedang melamunkan sesuatu” sapa seseorang di belakangnnya, gadis itu pun menoleh dan memberikan senyuman terindahnya.

“Oppa, sini duduk disini” Yoona menepuk-nepuk bangku sebelahnya meminta Kibum duduk disana.

Kibum menghampirinya dan duduk di bangku yang tadi di tepuk Yoona.

“Kenapa belum tidur ini sudah malam Nona, besok kau harus kuliah” Yoona menatapnya sebal

“Sudah ratusan kali aku bilang padamu jangan panggil aku Nona Oppa, aku tidak suka mendengarnya”

Wae…?” tanya Kibum penuh selidik.

“Karena itu membuat…” Yoona mengantungkan kalimatnya ‘itu membuat perbedaan diantara kita terlihat sangat jelas, dan aku sangat tidak suka berbeda denganmu’ lanjut Yoona dalam hati.

“Kenapa tak kau lanjutkan kalimatmu?”

Yoona tersentak dan kembali memikirkan alasan yang tepat, tapi karena tak berhasil menemukannya akhirnya dia hanya berkata

“Pokoknya aku tidak suka, jadi jangan panggil aku Nona lagi Arraseo Oppa” ucapnya dengan penuh penekanan di setiap ucapannya. Kibum hanya tertawa renyah melihat sikap gadis dihadapannya.

“Baiklah aku mengerti, tapi sekarang sudah malam jadi sudah seharusnya Yoona ku yang cantik ini kembali kekamar dan tidur agar besok kau tidak terlambat serta menyusahkan seluruh orang dirumah ini”

 

Psssh … wajah Yoona bersemu merah ketika mendengar Kibum menyebutnya dengan Yoona ku. Dengan senang hati diikuti perintah Kibum, dia pun beranjak dari duduknya.

“Kau mau kemana?” tanya Kibum saat Yoona bangkit dari duduknya.

“Bukankah tadi Oppa menyuruhku tidur kenapa sekarang malah bertanya” Kibum menatapnya aneh tumben sekali Yoona langsung menuruti perintahnya seperti ini. Dan selagi Kibum masih terdiam Yoona telah kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.

 

 

*Yoona POV*

Aku merasakan ada yang menguncang-guncangkan badanku hingga membuat tidurku terusik, dengan malas kubuka mataku dan melihat seorang Namja tampan tengah berusaha membangunkan aku.

“Sudah bangun Im Yoona, apa kau mau membuat kita terlamabat lagi hari ini” ucapnya dingin, dan aku hanya meresponnya dengan merenggangkan otot-ototku.

“Aish anak ini, ayo cepat bangun tidak bisakah sehari saja kau tak sulit untuk dibangunkan” Kibum Oppa terlihat kesal dan menarikku keluar dari selimutku. Aku hanya dapat berdecak kesal padanya, namun apa boleh buat jika dia tidak memaksaku pasti aku juga tak akan beranjak dari kasurku.

“Cepat mandi bersihkan dirimu, aku menunggu dibawah” ucapnya seraya menutup pintu kamar mandiku. Aku hanya mengerucutkan bibir saja mendengar perintahnya.

 

Aku  membasuh diriku di Shower dan setelah kurasa cukup maka aku keluar kamar mandi dan bergegas berpakaian, entah apa yang membuat ku bersemangat pagi ini tapi yang pasti aku ingin hari ini aku terlihat anggun seperti gadis seusiaku, dan juga agar lelaki yang kucintai menatapku bukan sebagai anak kecil lagi tapi sebagai seorang Yeoja.

Aku mengenakan dress tanpa lengan yang sederhana namun terlihat manis, dan memadukan beberapa aksesoris serta menabur wajahku dengan Make-up tipis. Dan selesai. Kupandangi diriku didepan cermin, “You so prefect Yoona” gumam ku sendiri

 

 

Setelah puas menatap diriku maka aku keluar kamar, tepat saat aku menuruni tangga Kibum Oppa pun juga tengah akan menaiki tangga namun langkahnya terhenti begitu melihatku. Aku sedikit gugup dipandang seperti itu olehnya, alhasil aku hanya diam menunduk malu.

“Kau sudah selesai? Kalau begitu ayo cepat sarapan dan kita akan segera berangkat” aku kembali menatapnya, dengan pandangan tak percaya, tak ada tanggapan darinya, dasar laki-laki tidak punya selera.

Aku menuruni tangga dengan langkah kesal dan sengaja menyenggol pundaknya sampai dia terhuyung kebelakang dan menyuarakan protesnya padaku namun aku sama sekali tak memperdulikannya.

 

Sampai dikampus adalah hal yang sangat aku benci jika sedang berjalan dengan Kibum Oppa, dapat kupastikan dengan jelas semua mata gadis-gadis yang ada disini tertuju padanya, bahkan ada yang terang-terangan menyapa dan memujinya langsung. Dan yang paling membuat ku kesal Kibum Oppa selalu membalas dengan senyumannya. Aku benar-benar tidak terima senyum Kibum Oppa itu milikku hanya milikku.

“Ish… lihat mereka semua, kenapa setiap kali melihatmu mereka selalu seperti itu”

“Kau bertanya padaku?” tanya nya, dan aku langsung meliriknya kesal

“Ya mana aku tau, kau tanyakan sendiri saja pada mereka”

 

Aku menghentikan langkahku dan menatapnya. “Kau suka mereka menatapmu seperti itu Oppa?” aku melihat dia mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaanku.

“Kau ini bicara apa sih?”

“Tentu saja kau senang, setiap kali mereka menatap kagum padamu maka kau akan membalas dengan senyumanmu itu kan”

“Apa salahnya membalas senyuman mereka padaku” aku melonggo mendengar ucapannya, dia bilang apa? Apa salahnya jelas saja salah itu akan membuat mereka semakin menaruh hati padamu.

 

“Bertengkar seperti biasa lagi?” sebuah suara membatalkan kalimat yang baru saja akan aku ucapkan. Aku melihat kearah suara itu datang dan langsung tersenyum senang.

“Eunseo Eonni” pekikku senang.

“Pagi Yoona, pagi Kibum” sapanya pada kami. Dia adalah Son Eunseo, senior ku dan merupakan sahabat Kibum Oppa. Dia sangat cantik menurutku sebagai seorang gadis dia memiliki semua yang gadis-gadis lain impikan, berparas cantik, otak cermerlang dan baik hati.

“Kali ini apa yang kalian ributkan” seorang Namja tiba-tiba datang diantara kami bertiga dan langsung merangkul Eunseo Eonni.

Mungkin ini kesalahan Eunseo Eonni, dari sekian banyak Namja tampan tentu saja Kibum Oppa tak termaksud karena jika sainganku Eunseo Eonni maka aku pasti akan kalah. Tapi kenapa malah Namja menyebalkan seperti ini yang didapatnya.

“Ya… Yoona kenapa melihatku seperti itu, aku tau aku tampan tapi maaf aku sudah punya Eunseo, kau dengan Kibum saja ya”

 

Aku langsung berdecak cepat mendengar ucapannya. “Donghae~a, Mianhae Yoona kau tau kan dia suka begitu” ucap Eunseo eonni sambil menyikut lengan Namjachinggunya.

“Hari ini kau terlihat sangat cantik” aku tersenyum mendengar pujiannya.

“Benarkah coba kulihat, yah… memang lebih cantik dari biasanya, right Kibum?” aku mengalihkan pandanganku pada Kibum Oppa penasaran apa jawabannya.

“Sudahlah tak usah dibahas, Yoong~a cepat masuk kelas sana nanti kau terlambat”

aku mendengus kesal, apa tidak bisa dia sedikit saja memujiku cantik, aku kan juga ingin dengar dia bilang kalau aku itu cantik. Eunseo Eonni dan Namja Ikan ini juga tau bahwa aku cantik.

 

Dengan kesal aku meninggalkan mereka tanpa pamit, dan membiarkan Si Ikan itu meneriakiku tak sopan.

“YOONA” sebuah teriakan memanggilku aku tak perlu melihat untuk tau siapa itu. Jadi aku hanya menghentikan langkahku dan BRAKKk…. Terdengar bunyi dentuman keras dibelakangku

Yuri, lagi-lagi dia menabrak orang dan kulihat sepertinya jatuhnya cukup sakit. Buru-buru aku menghampirinya.

Jeongseohamida, aku tidak sengaja”ucap Yuri sambil berusaha bangun,

“Kau taruh dimana matamu, sampai tak melihat ada orang disini, dan lihat OMG Dress mahalku kotor”

“Aku akan membantu membersihkannya” baru saja tangan Yuri akan terulur untuk membersihkan baju wanita itu, sang pemilik baju telah menepisnya.

“Jauhkan tanganmu dari baju ku, kau mau membuatnya semakin kotor, orang seperti mu tak akan mampu untuk membersihkannya.” Dia memandangi Yuri dari kepala hingga kakinya.

“Dan aku yakin, kau bisa kuliah disini pun juga karena beasiswa kan? Kau mana punya uang untuk kuliah ditempat seperti ini”

 

Ini sudah benar-benar keterlaluan, aku menghampiri Yuri dan menarik tangannya.

“Kau, jangan menghina temanku seperti itu, kau kira kau itu siapa, seorang Nona yang ingin pamer kekayaannya begitu, ya memang benar temanku ini masuk karena beasiswa, tapi bukankah itu justru membuktikan kalau dia lebih memiliki kepintaran jauh diatasmu yang hanya mengandalkan harta orang tuamu saja”

Baru dia ingin membalas kalimatku namun aku keburu menarik Yuri pergi dari sana,

“Kau kenal siapa dia?” tanya Yuri padaku,

“Justru aku yang ingin bertanya padamu, siapa dia?” Yuri menggelengkan kepala.

“Mungkin dia mahasiswa baru” jawab Yuri, aku tak memperdulikan siapa wanita tadi. Aku langsung duduk dibangku ku dan Yuri mengambil tempat disebelah kananku.

 

Tak lama setelah itu, dosen yang mengajar kami pun datang, tanpa aba-aba aku langsung mengeluarkan buku.

“Perhatian semua, hari ini ada seorang mahasiswa baru yang akan bergabung bersama kita dikelas ini”

Mahasiswa baru ditengah-tengah semester seperti ini. Tunggu jangan-jangan.

“Silahkan masuk” sontak aku langsung mefokuskan pandanganku pada pintu dan tampaklah seorang gadis yang tadi membentak Yuri telah ada dihadapanku sekarang. Aku melihatnya dengan tatapan tidak suka, dan disaat yang sama pun dia juga melihatku dengan tatapan yang sama.

“Kau perkenalkan siapa dirimu”  gadis itu langsung memasang wajah angkuh tanpa senyum menyapa pada kami semua.

Anyeonghaseo, Conen Go Hara Imnida. Putri dari direktur utama Go Agency , senang bisa bertemu kalian tapi maaf aku agak selektif memilih teman” ucapan terakhirnya penuh penekanan seperti ditujukan padaku dan Yuri secara tidak langsung.

“Kalau begitu silahkan pilih tempat dudukmu” dia berjalan dengan angkuhnya dan berhenti tepat didepan Yuri.

“Aku ingin duduk disini, bisa kau pindah ketempat lain” gadis ini benar-benar gila rupanya, masih banyak tempat kosong yang lain tapi kenapa malah menyuruh Yuri pindah.

“Tempat lain masih kosong, kenapa tidak kau cari yang lain” seruku padanya. Dia melihat kearahku dan tersenyu tipis.

“tapi aku ingin disini, Saem bisakah aku duduk disini” pintanya pada dosen kami. Dan kulihat sepertinya dia setuju.

“Tapi Saem, ini tempat Yuri” “Yoona~a” Yuri menarik-narik tanganku menyuruhku diam,

“Yoona kau dan Yuri kan selalu bersama, nanti yang ada kau dan Yuri tak memperhatikan kuliah dan sibuk mengobrol, jadi biarkan Hara disana, dan Yuri kau pindahlah dulu”

 

Aku masih tak terima ingin mengajukan protes lagi sampai akhirnya Yuri mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan bangku disebelahku. Setelah itu duduklah si angkuh itu disana.

“Aku menang kali ini” bisiknya padaku. Aku hanya menatapnya kesal tak ingin menambah hari ini semakin lebih buruk maka aku hanya diam selama kuliah berlangsung.

 

 

*Author POV*

 

BRAAAK… !!! Yoona membanting buku yang dibawanya dia atas meja kantin, hingga membuat orang yang berada disana menoleh kesal.

“Kau ini kenapa datang-datang sudah mengamuk begitu” tanya Kibum sambil menarik Yoona duduk di sebelahnya. Yoona tak menjawab dan tetap mengerucutkan bibirnya kesal.

“Yoona kau kenapa ayo cerita padaku” Eunseo yang duduk disebrang Yoona mencoba membujuk gadis itu.

“Ada anak baru dikelasku, dan kalian tau apa dia itu sangat angkuh dan menyebalkan,,,”

“Jangan menilai orang hanya dari luarnya saja Yoong” Kibum memotong kalimat Yoona.

“Oppa, dia itu memang benar-benar angkuh, jika aku hanya melihat dari wajahnya saja mungkin aku langsung mengira dia itu psikopat”

Kibum dan Eunseo berpandangan dan sedetik kemudian mereka tertawa.

“Kenapa tertawa, aku sedang kesal seharusnya kalian membuatku senang bukan malah menertawakan aku” Yoona bangkit dari duduknya dan berjalan pergi.

“Yoona~a kau mau kemana?” teriak Kibum. Tapi Yoona sama sekali tak menoleh padanya.

“Aihs … tabiat anak itu mulai keluar, Eunseo~a, aku pergi duluan, salam untuk Donghae bilang aku izin mengerjakan tugas”

Buru-buru Kibum merapikan buknya dan berlari mengejar Yoona. Eunseo hanya menatap kepergian dua makhluk itu dengan gelengan kepala.

 

“Kemana perginya mereka?” tanya Donghae yang baru saja datang.

“Entahlah sepertinya Yoona sedang bad mood makanya Kibum harus mengurusnya, dia juga bilang izin tak bisa mengerjakan tugas.”

“Dasar… apa lagi-lagi harus aku yang mengerjakannya, Oh ya ngomong-ngomong ini hari pertama adikmu kekampus kan? Bagaimana harinya?” Eunseo menatap Donghae sebentar

“Entahlah aku juga belum bertemu dengannya, mungkin nanti dirumah aku akan bertanya”

 

 

~Yoona House~

 

“Nona sudah pulang?” Juri langsung menghampiri Yoona begitu dia tiba dipintu. Yoona tak menjawab hanya menyerahkan tas dan buku yang dibawanya pada Juri.

“Tuan dan Nyonya sudah pulang Nona, apakah anda ingin bertemu mereka” Yoona menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Juri.

 

Yoona sedikit terkejut dengan apa yang baru saja disampaikan Juri Eonni, ‘mereka sudah pulang? Bukankah seharusnya masih bulan depan. Entah bagaimana nanti aku harus bertemu mereka. Oh Tuhan adakah seorang anak yang kebinggungan setiap kali orang tuanya datang kecuali aku’

 

Ani, aku lelah mungkin nanti” Yoona kembali melanjutkan langkahnya namun baru beberapa langkah dia kembali berhenti karena Eommannya memanggilnya.

“Yoona”

Dengan malas Yoona menoleh pada Wanita setengah baya yang masih terlihat cantik.

Ne Eomma”

Ny Im menghampiri dan memeluk putrinya. Yoona tersentuh dengan sikap Eommanya sudah lama sekali dia tidak menerima pelukan hangat ibunya sendiri.

“Bagaimana kabarmu nak, Eomma sangat merindukanmu”  Ny Im melepas pelukannya dan menatap Putrinya. Yoona hanya tersenyum canggung

“Ada sesuatu yang ingin Eomma dan Appa katakan, tapi sekarang kami masih lelah jadi kita akan bicara setelah makan malam nanti”

Lagi-lagi Yoona hanya tersenyum dan mengangguk tanda ia mengerti. Ny Im kembali kekamarnya. Yoona pun melanjutkan langkah kakinya sambil menimbang apa yang ingin disampaikan Orang Tuanya. Entah mengapa perasaannya menjadi gelisah ini kali pertamanya Eomma dan Appanya ingin bicara secara khusus dengan Yoona.

 

 

~Eunseo House~

 

Seperti biasa setiap pulang kuliah Donghae selalu mengantar kekasihnya pulang. Sejak mereka memutuskan untuk bersama, maka tak satu hari pun dilewatkan Donghae untuk mengantar jemput Eunseo. Sebenarnya sudah sering Eunseo melarang Donghae untuk melakukan itu, namun Donghae tetap bersikeras, dia bilang ‘Namja macam apa yang membiarkan kekasihnya pulang sendiri selagi dia bisa mengantarnya. Dengan kalimat pendek itu berhasil membuat Eunseo tersentuh dan membiarkan Donghae mengantar jemputnya setiap hari.

 

“Rumahmu tampak sepi” ucap Donghae begitu mereka masuk kerumah.

“Tentu saja ini masih sore, Appa pasti masih dikantor dan adikku tidak mungkin sudah pulang” mereka duduk disofa ruang tamu.

“Kau ingin minum apa?” Donghae menggeleng

“Tak usah”

 

Eunseo mengalihkan pandangnnya dari Donghae dan dia menghela napas pelan. Wajahnya seperti menunjukkan kelelahan.

“Ada apa?” tanya Donghae memecah keheningan. Eunseo menoleh pada Namjanya dan menatapnya tak mengerti.

“Tak ada apa-apa” mendengar jawaban Eunseo semakin membuat Donghae menatapnya tajam, dia meraih tangan Eunseo  dan mengenggam tangannya erat.

Jagiya, jangan coba untuk menutupi sesuatu dariku”

 

Eunseo menatap lembut kekasihnya, dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Donghae.

“Kenapa aku tak pernah bisa berbohong padamu?” Donghae tersenyum mendengar ucapan Eunseo.

“Kalau begitu jangan pernah berbohong karena kau tak mungkin bisa melakukannya”

 

 

 

~Yoona House~

*Yoona POV*

 

Aku masih duduk dikasurku sambil merapikan catatan kuliahku di netbook. Walaupun kelihatannya ku terlihat serius pada pekerjaanku sekarang namun sebenarnya pikiranku sama-sekali tak berada disini, entah mengapa begitu Eomma mengatakan akan membicarakan sesuatu padaku perasaan ku mulai tak tenang. Aku diselimuti pertanyaan kira-kira apa yang akan dibicarakan Eomma dan Appa padaku.

 

Tok-Tok, Tok-Tok

 

Ketukan pintu kamarmu membuat tanganku yang sedari tadi menari diats keyboard netbook berhenti diudara. Aku melangkah dan membuka kenop pintu dan tampaklah sosok Kibum Oppa disana.

“Kau dipanggil Tuan dan Ny, cepatlah turun”

Deg… jantungku mulai berdentum kencang. Aku mengangguk pada Kibum Oppa sebelum turun aku mematikan netbookku sambil menarik napas dalam-dalam disetiap kali aku melangkah. Kibum Oppa sepertinya menyadari kegelisahanku.

 

“Kenapa tegang begitu, mereka kan tidak akan memakanmu” aku tak menghiraukan ucapannya, aku tau maksuda kalimatnya untuk menenangkanku. Tentu saja memangnya aku bodoh sampai berpikiran kalau mereka akan memakanku. Sekarang aku sudah tiba dilantai dasar dan kulihat mereka menatapku dan sekilas memberikan senyum padaku.

 

“Yoona~a ayo duduk” Eomma berdiri untuk menyambutku duduk. Aku menerima uluran tangannya dan duduk tepat disofa dihadapannya.

“Aigoo, putriku sekarang sudah bertambah besar dan semakin cantik, bagaimana aku sebagai Appanya tidak mengetahui itu”

Dalam hati aku mencelos, tentu saja mana mungkin kau tau perkembanganku kalau kau saja tak pernah berada disekitarku.

“Yoona~a… kau sudah besar. Appa punya suatu keputusan untukmu, dan Appa minta kau setuju dengan apa yang akan kami katakan”

 

Jantungku kembali berdetak cepat, rasanya perasaan gelisah yang sedari tadi ada semakin bertambah. Kenapa aku jadi seperti seorang narapidana yang akan dibacakan tuntutan hukuamnnya. Tenang Yoona Relaks, sekilas aku menoleh kebelakang dan melihat Kibum Oppa berdiri dibelakangku. Perasaanku sedikit tenang.

“Yoona~a, Appa dan Eomma telah memutuskan untuk menjodohkan mu dengan anak dari salah satu kolega Appa”

 

JGER…. (bunyi apa itu?) aku bagai disambar petir mendengar kalimat Appa. Aku mematung seketika mencoba mencerna kalimat itu sambil berharap bahwa aku salah mendengar.

 

“Menjodohkan? Apa baru saja Appa mengatakan ingin menjodohkanku?” tanyaku hati-hati. Kulihat Appa mengangguk membenarkannya.

“Lelucon macam apa ini? Kalian baru saja datang seharusnya kalian menannyakan bagaimana keadaanku bukan malah memberikan lelucon rendahan seperti ini”

 

“Lelucon katamu, Im Yoona mengapa kau jadi tak sopan pada kami” bentak Appa.

“Lalu apa maksud kalian ingin menjodohkanku? Apa kalian pikir tak ada satu laki-laki pun yang mau dneganku begitu sampai kalian harus menjodohkan aku”

“Tidak, aku tidak sudi dijodohkan oleh kalian”

Eomma dan Appa tersentak kaget begitu mendengar kalimatku barusan, Eooma tampak tak percaya aku bisa berkata seperti itu, dan Appa terlihat sangat marah.

 

“Kau, berani sekali membentak kami Im Yoona, memangnya apa alasanmu menolak menolak perjodohan ini”

Aku menghela napas panjang, haruskan sekarang kukatakan? Jika aku memnag harus mengatakannya aku ingin dia orang pertama yang tau. Tapi jika tidak kukatakan maka, mereka akan tetap melaksanakan keinginan mereka.

“aku sudah mencintai seseorang” tanpa kulihat pun aku sudah tau pasti seperti apa reaksi orang tuaku.

“ Siapa laki-laki itu? Apa dia lebih baik dari anak yang akan kami pilih untukmu”

 

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan kearah Kibum Oppa, dia tampak bingung kenapa aku menghapirinya. Aku menarik tangannya membawanya lebih dekat.

“Laki-laki ini yang aku cintai” Kibum Oppa menatapku tak percaya.

“Kali ini kau yang membuat lelucon pada kami”

Aku menggeleng kuat, menyangkal kalimat Appa

Aniya memang dialah orang yang kucintai” ucapku tegas tanpa ada keraguan sama sekali.

 

Neo Miceoseo, kenapa kau bisa mencintai dia? Kau tau dia berbeda dengan kita” aku ingin membalas kalimat Appa namun Appa kembali bicara namun kali ini tertuju pada Kibum Oppa

Neo…!!! kau apakan putriku, kenapa dia jadi pembangkak seperti ini, kenapa juga dia bisa mencintaimu? Aku menyuruhmu untuk menjaganya bukan untuk merasuki pikirannya. Lancang sekali kau membuatnya begini”

 

“Tuan, saya tak melakukan apapun, saya selalu menjalankan perintah Tuan untuk menjaganya”  Kibum Oppa membela dirinya. Sebenarnya aku ingin membantah ucapan Appa, tapi aku ingin mengetahui perasaannya juga padaku

“Persetan dengan itu semua, kau mulai sekarang pergi dari rumahku jangan lagi kau injakkan kakimu disini apalagi sampai berani menemui Yoona”

“Tuan”

Aku tersentak dengan kalimat Appa

“APPA…” pekikku keras. Appa menghampiriku dan menarikku mejauh dari Kibum Oppa.

“Pergi kau, sudah untung aku mau memungutmu dulu, seharusnya kau berteriamaksih buakn malah membuat putriku berani memberontak pada kami”

 

“APPA”  aku meronta mencoba melepaskan diri dari genggaman Appa.

“Appa, Kibum Oppa tidak salah, aku yang salah karena berani mencintainya tanpa meminta izin, kumohon Appa jangan usir dia, aku terbiasa dengan adanya dia, aku tak bisa jika dia tak ada”

Sepertinya aku salah mengucapkan kalimat karena setelah aku berkata begitu Appa terlihat semakim geram.

 

“Tunggu apa lagi, cepat kemasi barangmu dan tinggalkan rumah ini”

Aku masih berusaha untuk meronta, saat Kibum Oppa mulai berjalan aku kembali berteriak.

Andwe Oppa, jangan berani-baraninya kau meninggalkan aku”

Dia menatapku sedih namun kembali melanjutkan langkahnya. Ku hempaskan tangan Appa yang masih mengenggamku sekuat tenaga hingga aku bisa lepas dan mengejar Kibum Oppa.

 

“Oppa”  kurentangkan tanganku untuk mencegahnya “Andwe

Dia menggeleng pelan

“tidak Yoona, pemilik rumah ini telah mengusirku aku tak pantas jika masih disini”

Air mataku yang sedari tadi sekuat tenaga kutahan perlahan mulai menetes di wajahku. Kibum Oppa kembali berjalan. Aku kembali menahan tangannya.

“tidak Oppa, Jebal bertahanlah demi aku, aku sangat membutuhkanmu, bukankah kau berjanji untuk selalu ada disisiku, Jebal Oppa, demi aku”

Mianhe Yoong~a Mianhe

 

Dia melepaskan tanagnku dan melangkah pergi, aku seperti kehilangan setangah kesadaranku. aku masih berusaha mengejarnya, namun kaki ku tak kuat lagi menopang badanku.

Andwe Oppa, kumohon jangan pergi. Hu hu hu”

 

~TBC~

 

Author Alice Appril balik lagi dengan membawa Fanfic Yoona Eonni dan Kibum Oppa. Sebenernya ini dibuat untuk mengobati kerinduan aku sama Kibum Oppa yang tidak balik-balik ke Super Junior. Harap dimaaf kan kalau ceritanya tidak sesuai dengan Readers semua. Keep RCL readers…

 

9 thoughts on “Always With You Until The End chap 1

  1. Anyeong ^^
    Kibum SUJU ya…kenapa momentnya pas banget ya? tadi baru aja aku juga kangen sama dia dan berniat bikin ff tentang dia? hahaha ternyata aku ada temannya.
    salam kenal ya.

  2. Uah saeng, annyeong ini baru pertama kalinya aku baca ff buatan saeng. Daebak loh? Eh iya kita semua kayaknya lagi pada kangen ya sama Kibum oppa.

    Oh ya saeng, eon boleh kasih saran? Itu ada beberapa kalimat yang tanda bacanya kurang. Trus huruf di awal kalimat harus besar. Ada beberapa yang eon lihat masih kecil dan itu biasanya bikin bingung. Apa itu paragraf baru atau masih lanjutan dari pragraf sebelumnya.

    Nah, gitu ja sih saran eon. Moga bisa membantu. Oh ya pertama kali baca FF Saeng jadi keinget sama salah satu adegan di komik jepang. Tapi aku lupa apa namanya. Tapi lanjutannnya beda banget. hehe.

    Lanjutannya ditunggu^^

  3. annyeong…
    salam kenal aku juga yoonbum shippers yang lagi kangen pol ama momen2 n ff tentang mereka..
    aduh ni ff sesuatu banget loh bagi para yoonbum shippers kaya aku…ide ceritanya emang udah pasaran lah ya…ala telenovela maria mercedes gitu kan…cinta antara majikan dan pembantunya *gag pernah lepas dari dunia telenovela yang makin langka di indonesia* #plakk
    mian,just kidd kug,anyway sudut pandang n pengemasan cerita di ff ini yang bikin cerita cinta antara si miskin n si kaya ntu yang berbeda n berhasil buat aku in love addicted banget ama karya yoonbum kamu ini!!!
    meski bener kata salah satu komentator di atas,typo n kesalahan tanda baca lumayan bertebaran jadi kadang masih agak menerawang ni maksud tulisannya apa tapi kalo feel sih dapet banget kug,two thumbs untuk kamu sang author yah..
    gomawo n annyeong di next chap yah…

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s