After You Go.. [Oneshoot]


Judul : After You Go..

Author : Mizuky

Artworkline : Mizuky

Cast : Krystal “F(x)” , Minho “SHINee”

Supporting Cast : Jessica “SNSD” , Sulli “F(x)” , Myungsoo “Infinite”

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : PG-13

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.

@Taman Kota

20.30 waktu setempat..

Rabu , 24 Oktober 2011

Krystal POV

Brr. Dingin sekali udara malam ini.

Karena kedidinginan , aku kemudian menggosok-gosokan kedua telapak tanganku untuk memberikan sedikit kehangatan.

Udara di Seoul sangat dingin malam ini. Minus 3 derajat. Walaupun aku sudah mengenakan baju hangat , tetap saja aku masih merasa kedinginan.

Aku mengedarkan pandanganku sambil sesekali meniup-niup tanganku untuk mencari seseorang. Aku tidak menemukannya. Aku mengedarkan pandanganku sekali lagi untuk memastikan , dan tetap saja aku masih tidak menemukannya.

Kemana dia? Tidak mungkin kalau dia lupa kan? , batinku

Untuk memastikan bahwa aku tidak salah tempat , aku membuka ponselku untuk melihat sms darinya.

Benar kok. Taman Kota pukul 19.30. batinku , kemudian aku melihat jam tanganku.

Tsk , dia telat 1 jam.

Aku memutuskan untuk meneleponnya.

Tut..Tut…  Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif.

Tsk , kenapa ponselnya tidak aktif. Apa dia lupa?” , ujarku kesal

Meskipun begitu , aku memutuskan untuk menunggunya sebentar lagi.

Setelah menunggu lama dan dia belum kunjung datang, akhirnya aku beranjak dari tempat yang aku duduki kemudian melangkahkan kakiku ke jalan yang merupakan arah rumahku.

Baru beberapa langkah berjalan , aku merasa ada seseorang yang menepuk pundakku.

Sontak aku langsung menoleh ke belakang untuk melihat “sosok” yang sudah menepuk pundakku.

Setelah mengetahui siapa “sosok” itu , aku berdecak kesal.

Melihatku yang kesal ini , dia tertawa kecil sembari mengacak rambutku.

Mianhae , aku terlambat. Tadi , ada beberapa urusan yang mendesak dan harus di selesaikan saat itu juga. Sekali lagi mianhae ya.” , ucapnya sembari menempelkan telapak tangannya dengan memasang wajah memelas.

Tsk. Kenapa Oppa telat? Aku sudah mati kedinginan gara-gara harus menunggu Oppa.” , ucapku kesal kepadanya.

“Hehe. Kan sudah kubilang tadi , ada urusan mendadak. Sudah ya marahnya. Nanti cantiknya hilang loh. Yang penting kan aku sudah berdiri di depanmu sekarang.” , ucapnya sambil tersenyum.

Kemudian , dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Selamat Ulang Tahun ke 19 Krystalku.” , ucapnya sembari mengeluarkan sebuah kue kecil dengan lilin berangka 1 dan 9 di atasnya.

Aku tidak menyangka dia mengingat hari Ulang Tahunku. Minhoku yang selalu mementingkan pekerjaannya daripada aku yang berstatus sebagai kekasihnya , sekarang dia tengah mengangkat sebuah kue yang bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Krystalku” dan menyanyikan lagu Ulang Tahun.

Tanpa terasa , sebuah krystal kecil jatuh dari pelupuk mataku.

Dia terlihat kaget karena melihatku mengeluarkan air mata. “Kenapa kau menangis? Apa kau tidak suka dengan hadiah yang aku berikan?” , tanyanya dengan raut wajah kecewa.

Aku segera menghapus air mataku agar dia tidak lagi merasa kecewa dan menggeleng kuat-kuat. “Tidak. Justru aku sangat senang sekali. Aku tidak menyangka seorang Choi Minho masih mengingat hari Ulang Tahun kekasihnya”

“Jangan berfikiran seperti itu. Biar bagaimanapun kau satu-satunya orang yang paling aku sayangi Krystalku.” , ucapnya sembari mengelus rambutku dengan lembut.

Aku tersenyum melihatnya.

“Berjanjilah , kau jangan pernah pergi meninggalkanku.” , ucapku.

“Tenang saja. Aku akan selalu berada di sisimu selamanya.” , ucapnya.

“Aku mempercayaimu.” , ujarku

“Bagus. Sekarang , buatlah sebuah permohonan dan tiup lilinnya.” , katanya.

Kemudian , aku mengatupkan kedua telapak tanganku. Kepalaku menunduk. Aku mulai membuat sebuah permohonan.

Tuhan , semoga hari esok berjalan dengan lancar dan lebih menyenangkan dari hari ini dan ijinkanlah aku untuk selalu di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku. Doaku.

Setelah selesai mengucapkan permohonan , aku mendongakkan kepalaku dan kemudian meniup lilinnya.

“Apa permohonanmu?” , tanyanya penasaran.

“Rahasia.” , ujarku untuk meledeknya.

Kamipun berbincang-bincang mengenai banyak hal.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.15. Udara di Seoulpun bertambah dingin dari sebelumnya.

“Sudah malam. Ayo , kuantar kau pulang.” , ujarnya

“Iya.”

Kami menyusuri setiap jalan sambil bergandeng tangan. Aku merasa sangat bahagia saat ini. Aku berharap waktu tidak berlalu dengan cepat. Ya , aku sangat menikmati ‘acara’ jalan-jalan bersamanya.

Setiap jam , setiap menit , setiap detik , aku sangat merasa nyaman jika bersamanya.

Asalkan dia berada di sampingku , bagiku itu sudah cukup.

Aku tidak pernah membayangkan , bagaimana jika dia pergi meninggalkan aku.

Jika dia pergi…….

Entahlah , membayangkannya saja aku tidak mau.

Akhirnya setelah beberapa menit , kami sudah sampai di depan rumahku.

“Masuklah! Udara di sini sangat dingin.” , ujarnya

Entah kenapa , aku tidak ingin melepasnya pergi. Firasatku sedang tidak baik kali ini. Aku tahu ini berlebihan , tapi… Entahlah.. aku merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Kenapa masih disitu? Masuklah. Kau tidak ingin mati kedinginan bukan?”, ujarnya yang menyadarkanku.

“Berhati-hatilah saat pulang.” , ujarku untuk memperingatkannya.

“Haha. Iya. Aku akan berhati-hati. Sudah , tenanglah. Sana masuk!” , suruhnya.

“Aku baru akan masuk ke dalam kalau Oppa sudah benar-benar menghilang di balik tikungan itu. Dan selamat.” , khusus untuk kalimat ‘dan selamat’ aku mengucapkannya pelan sekali –bahkan terdengar seperti hembusan angin- dan menundukkan kepalaku.

Hish.. Kau keras kepala ya. Baiklah. Daaah Krystalku.”, ucapnya. Kemudian dia membalikkan badannya dan mulai berjalan menjauh dari rumahku.

Aku terus menatap punggungnya , sampai dia benar-benar menghilang dari pandangan.

Setelah memastikan dia benar-benar sudah menghilang , aku berjalan masuk ke dalam.

Tidak apa-apa Krystal. Minho pasti baik-baik saja. Dia sudah dewasa. Kau tidak perlu khawatir. Aku berusaha menenangkan perasaanku yang tidak tenang ini.

Kemudian , aku menaiki tangga menuju ke kamarku.

Setelah beberapa langkah , aku berdiri di sebuah pintu yang bertuliskan “Krystal Jung’s Room” , dan mulai membuka knop pintu.

Aku menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Melempar sepatu yang aku kenakan ke sembarang tempat dan mulai memasuki alam mimpi.

-.-.-.-.-.-.-.-

@Krystal Jung’s Room

03.10 Waktu Setempat..

Aku tidak tahu tempat apa ini. Tapi satu yang aku pikirkan mengenai tempat ini.

Sangat Indah.

Itulah yang aku pikirkan saat melihat pemandangan ditempat ini.

Kupu-kupu beterbangan kesana-kemari dengan eloknya. Bunga-bunga indah bermekaran disana-sini. Langit biru yang cerah menambah keindahan dari lukisan Tuhan YME ini.

Aku terus berdecak kagum melihat betapa indahnya tempat ini.

Kemudian aku memetik Bunga Tulip yang terlihat sangat indah.

Dari kejauhan ,  aku melihat siluet bayangan Minho Oppa berjalan mendekat  ke arahku dengan menggunakan baju dan celana panjang berwarna putih.

Aku tersenyum menyambutnya.

Semakin lama dia semakin mendekat ke arahku hingga dia berhenti melangkah setelah jarak kami hanya terpaut beberapa langkah saja.

“Minho Oppa” , ucapku dengan senyum termanis yang kupunya.

“Ketahuilah bahwa aku sangat mencintaimu. Hanya kaulah yang ada di hatiku. Berjanjilah kepadaku bahwa kau selalu mempercayai bahwa aku selalu mencintaimu.” , pintanya.

Mendengar permintaannya -sekaligus kata pertama yang dia ucapkan ketika bertemu denganku sekarang- , membuat keningku berkerut.

Bingung. Heran.

Oppa , kenapa kau berbicara seperti itu?” , tanyaku.

“Tidak ada apa-apa.” , dia tersenyum.

Kajja.” , ajaknya seraya menggandeng tanganku dan kami berjalan berdampingan bersama menyusuri jalan setapak di –tempat yang tampak seperti- taman ini.

“Kau tahu? Setiap apa yang Diciptakan , pasti tidak akan pernah abadi. Begitupun aku.” , lalu dia mengambil bunga Sakura dan ketika dipegangnya , bunga itu menjadi layu dan mati.

Aku terlonjak kaget. Sungguh , aku mulai ketakutan.

Apa maksudnya? , batinku.

“Maafkan aku kalau suatu saat aku tidak bisa menepati janjiku.” , dia menolehkan kepalanya kearahku dan tersenyum. “Andai saat itu benar-benar terjadi , maukah kau berjanji kepadaku?” , tanyanya.

“Berjanji? Berjanji apa?” , tanyaku.

“Kalau aku tidak bisa lagi untuk selalu bersamamu , kau harus hidup dengan baik. Jangan pernah kau menangisiku ini. Jangan buang air matamu untuk menangisi orang yang tidak bisa menepati janjinya sepertiku. Tersenyumlah. Sesungguhnya kau memiliki senyuman yang menghangatkan bahkan mampu mencairkan hati yang beku sekalipun.”

“Kau harus bertambah dewasa. Jangan pernah mengeluh lagi. Hadapi segala sesuatu dengan kepala dingin. Jagalah emosimu itu. Dan percayalah , bahwa di luar sana ada banyak sekali orang-orang yang selalu menyayangimu.” , tambahnya.

Deg.

Mendengar perkataanya , membuatku merasa ketakutan. Kekhawatiran mulai menjalar di tubuhku.

“Kau bicara apa Oppa? Oppa , apa yang Oppa katakan itu tidak lucu sama sekali. Jangan bercanda. Bukankah Oppa selalu menepati janjimu? Aku percaya Oppa akan menepati janji. Bukankah dulu , kau memiliki cita-cita yang sama denganku bukan? Yaitu untuk mengucapkan Ikrar Suci Pernikahan denganku yang disaksikan oleh banyak orang. Apa Oppa sudah lupa? Tidak mungkin kan Oppa tiba-tiba menghamili wanita lain dan harus meninggalkanku?” , tanyaku sembari tertawa getir.

“Kau ini! Tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu. Bodoh” , ucapnya seraya mengacak rambutku.

Oppa! Berantakan!” , gerutuku kesal.

Aku mendengar suara helaan nafasnya.

Tuhan , jangan sampai apa yang sebenarnya aku takutkan terjadi. Doaku.

“Berjanjilah. Jika suatu saat aku pergi dari kehidupanmu dan tidak pernah kembali lagi , jangan pernah menangis. Melihatmu menangis akan membuatku tidak tenang dan gelisah. Kau tidak inginkan membuat Oppamu ini gelisah di alam sana?” , tanyanya.

Alam sana? , batinku

“Kalau sampai Oppa benar-benar meninggalkanku akan kukutuk Oppa jadi kodok. Buat apa aku menangisi orang jahat seperti Oppa?” , ujarku yang mulai kesal karena perkataannya.

Kemudian , dia tersenyum ke arahku.

“Bagus. Itulah yang Oppa harapkan. Akh , sepertinya waktuku sudah habis. Oppa pergi ya? Jaga dirimu baik-baik. Nan Jeongmal Saranghae.” , Ucapnya.

Lalu , perlahan-lahan tubuhnya menghilang.

Aku tercenung mendengar kata-kata terakhirnya.

Bunga Tulip ,  -yang sedari tadi aku genggam-  jatuh dari genggamanku.

Tidak mungkin!

Aku mulai gelisah.

Oppa! Oppa! Oppa!” , teriakku kepada angin karena Minho Oppa sudah tidak ada lagi di sini.

Aku frustasi. Aku terus berlari kesana kemari dan berteriak memanggil namanya sampai suaraku serak , berharap dia datang kembali dan aku bisa memeluknya erat yang aku tahu , itu sangat mustahil.

Cukup lama aku seperti itu. Hingga aku kelelahan dan hanya bisa menangis.

Kakiku lemas. Aku jatuh terduduk dan terus mencengkram Ilalang yang tak bersalah itu.

Aku hanya bisa meneriaki nama Minho Oppa di dalam hati karena suaraku yang tidak bisa keluar gara-gara aku tangisanku ini.

“Krys..Krystal. Bangunlah! Kau mengigau ya?”

Aku mendengar sebuah suara di seberang sana yang –seperti- memanggilku.

Aku terbangun setelah kakakku –Jessica- mengguncang-guncang tubuhku.

Aku terlonjak.

Aku menoleh ke samping dan melihat kakakku tengah duduk di tepi tempat tidurku.

Kontan aku langsung memeluknya erat dan menangis sejadi-jadinya.

Aku tidak menghiraukan tatapan heran dari kakakku karena biasanya aku tidak pernah menangis seperti ini , hingga saat ini…

Ditengah tangisanku , aku merasakan sentuhan lembut telapak tangan seseorang yang mengusap pelan rambutku.

“Tenanglah. Hentikan tangisanmu. Ok.” , katanya sembari memegang pundakku dengan kedua telapak tangannya dan memandangku lembut.

Aku mulai menghentikan tangisanku walaupun aku masih sedikit terisak.

“Ada apa? Apa kau bermimpi buruk? Mau bercerita kepada kakak?” , tanyanya sembari memberikan sebuah tisu kepadaku.

Aku menerimanya dan mulai mengelap krystal-krystal kecil yang ada di pelupuk mataku.

“Tidak ada apa-apa kak. Hanya bermimpi biasa.” , ucapku berbohong.

Aku tidak kuat kalau harus menceritakan ulang ‘kejadian’ tadi.

“Yasudah. Tidak apa-apa. Tidurlah lagi. Masih jam 4.” , kemudian dia beranjak dan menutup pintu.

Aku mendengar suara derap langkah seseorang yang menuruni tangga.

Sekarang aku sendirian di sini.

Sunyi.

Hampa.

Kosong.

Perih.

Menyakitkan.

Aku mencoba berbaring kembali dan menutup mataku berusaha melupakan ‘kejadian’ tadi.

Seberapa keras aku berusaha untuk melupakannya , semakin aku terus mengingat ‘kejadian’  itu dan membuatku menumpahkan krystal-krystal bening itu lagi.

Karena kelelahan menangis , tanpa sadar aku sudah menutup kedua mataku.

-.-.-.-.-.-.-

25 Oktober 2011

08.45

Aku merasakan sinar matahari yang menusuk mataku.

Perlahan , aku mulai membuka mataku ketika aku mendapati ponselku tengah berdering keras sekali.

Telepon masuk.

“Hallo.”

“Krystal , Oppa! Oppa!” , ucap suara di seberang sana yang terdengar parau. Sepertinya dia tengah menangis.

Aku mengernyitkan dahiku , heran.

“Siapa?”

“Sulli.”

“Sulli? Ada apa?” , tanyaku yang mulai khawatir.

“Oppa..Minho Oppa.. Hiks..Hikss..Minho Oppa Krys.. Hiks.. Hiks..”

“A..Ada apa dengan Minho Oppa? Apa yang terjadi?” , tanyaku.

Ketakutan mulai menjalar di seluruh tubuhku.

“Minho Oppa.. hikss..hikkss…”

“Iya! Ada apa! Bicara yang benar Sulli! Apa yang terjadi pada Minho Oppa?!” , ujarku sembari menggigit ujung bibirku.

“Minho Oppa kecelakaan.” , jawab Sulli dengan suara parau.

Jder!

Hatiku bagai disambar petir setelah mendengar kata ‘kecelakaan’ dan ‘Minho’.

Tidak. Tidak mungkin.

“Dimana Rumah Sakitnya?” , tanyaku sembari menyambar tas dan keluar kamar dengan terburu-buru.

“Seoul Hospital

Setelah mendapat jawaban , aku langsung  memutuskan sambungan telepon.

Aku sedang terburu-buru sekarang.

“Krys , ada apa? Kenapa terburu-buru sekali?” , tanya Jessica Eonni.

“Minho Oppa kecelakaan Eonni.” , jawabku dengan suara serak karena efek menangis tadi malam.

Dengan langkah terburu-buru aku menuju ke tempat mobilku terpakir dan mulai menjalankannya.

Aku menyetir dengan kecepatan diatas 100 km/jam. Aku sudah tidak memikirkan sumpah serapah dari orang-orang yang berusaha menghindar dari mobilku agar tidak tertabrak.

1 yang aku pikirkan.

Keadaan Minho Oppa.

Tidak butuh waktu lama , aku langsung memakir mobilku dan berlari menuju pintu masuk Rumah Sakit.

“Diruang berapa pasien yang bernama Choi Minho di rawat?” , tanyaku kepada Recepsionist Rumah Sakit dengan terburu-buru.

“Pasien sedang dioperasi di Ruang Operasi.”

Setelah mendapat jawaban , aku langsung berlari mencari ruang Operasi.

Aku mulai menelusuri satu persatu ruangan.

Akh! Itu Sulli!

Aku langsung berlari menghampirinya.

“Krystal!” , serunya.

“Bagaimana keadaan Minho?” , tanyaku

Aku melihat dia menunduk dan mengendikkan bahunya.

Entah kenapa tubuhku gemetar. Aku kemudian ikut duduk bersamanya di salah satu bangku.

Pandanganku kosong. Aku tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan saat ini.

Terlalu banyak yang aku pikirkan sekarang.

Tanpa aku sadari , sedari tadi ada sepasang mata yang terus menatapku.

“Krys , bagaimana keadaan Minho?” , tanya seseorang

Aku kemudian menoleh dan mendapati kakakku yang tengah mengatur nafasnya. Sepertinya dia juga terburu-buru.

“Tidak tahu” , jawabku singkat kemudian mulai menatap lurus ke arah pintu ruang operasi.

-.-.-.-.-.-.-

Setelah menunggu beberapa jam , dokter keluar dari ruang operasi.

Aku , Sulli dan kakakku segera berdiri dan mendekat ke arah dokter.

Jantungku berdebar. Aku terus meremas kedua tanganku kencang.

Aku gelisah. Khawatir.

Ketakutan semakin menjalar ditubuhku ketika aku melihat raut wajah sang dokter.

Aku semakin kuat meremas kedua tanganku.

Dia-dokter- mengembuskan nafasnya sebentar. “Maafkan kami. Sungguh , kami sudah berusaha semaksimal mungkin , tapi Tuhan berkehendak lain. Maafkan kami.”

Aku terguncang. Air mata Sulli sudah mengalir deras di pipinya.

“Maksud dokter?” , tanya Jessica Eonni.

“Tuan Choi Minho sudah tidak terselamatkan. Maafkan kami.”

“Terima kasih dok. Anda pasti sudah berusaha keras.” , ucap Jessica Eonni sembari tersenyum.

Otakku memutar kembali peristiwa itu. Saat dia mengucapkan ‘perpisahan’.

Apa ini yang dimasudnya ketika dia tidak bisa menepati janjinya? , batinku

Kau jahat Choi Minho! Kau jahat!

Air mataku sudah mengalir deras di pipiku.

-.-.-.-.-.-.-.-

Pemakaman sudah selesai. Bahkan Jessica Eonni dan Sulli serta yang lainnya sudah pulang.

Tinggal aku sendiri yang disini.

Sendiri kembali.

Sunyi.

Sakit.

Perih.

Pedih.

Sesak.

Akhirnya , mimpi buruk itu terjadi.

Aku tertawa getir.

Otakku secara otomatis memutar kebersamaan kami.

“Jasadmu sudah dikubur. Kita bahkan sudah berbeda alam. Entah kenapa , aku masih merasakan kehadiranmu di sampingku. Ini seperti mimpi yang tidak pernah aku harapkan.”

Aku yang sedari tadi mencoba untuk membendung air mataku , kini pertahananku sudah luluh lantah. Air mataku mulai mengalir deras di pipiku.

“Baru kemarin kau merayakan Ulang Tahunku dan berjanji untuk selalu bersamaku. Kau mengingkarinya! Bodoh! Ya aku bodoh! Aku bodoh karena aku mempercayaimu!”

Kemudian , aku menarik rambutku dan mengacaknya dengan kesal.

“hiks..hiks.. Maafkan aku karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak menangisi orang bodoh sepertimu. Aku tidak bisa menjadi apa yang kau inginkan. Aku tidak sekuat seperti yang kau bayangkan. Hiks..hikss.. Setelah kau pergi , aku tidak tahu apa aku masih bisa tersenyum. Bagiku , dunia ini menjadi gelap dan tidak berarti lagi setelah kau pergi. Hiks..hikss..”

“Bagiku kau adalah cahaya dan oksigenku. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku setelah kau tidak ada. Hiks..hiks.. aku merindukanmu saat kau memanggilku dengan suara khasmu , bagaimana kau membujukku agar aku tidak marah lagi kepadamu , saat kau mengacak rambutku , saat kau mengelus rambutku lembut , suara desahan nafasmu , bahkan aku rindu matamu yang besar itu. Aku rindu untuk meledekmu.” , ucapku seraya tertawa getir.

“Pakailah. Gunakan ini untuk mengelap ingusmu yang hampir jatuh itu.” Ujar seseorang sambil menyodorkan sebuah sapu tangan.

Aku mendongak untuk melihat orang yang sudah meledekku itu.

Aku tidak mengenalnya.

Siapa dia?

“Kau tidak mengenalku. Tapi aku mengenalmu Jung Soo Jung.” , ucap orang itu yang sukses membuat tanda tanya besar di benakku.

Aku tidak tahu siapa dia , tapi dia sudah meledekku. Pertemuan pertama saja sudah membuat kesan yang tidak baik. Dia pasti orang yang menyebalkan. Batinku

Aku mendengus kesal dan segera mengembalikan pandanganku ke arah nisan Minho Oppa.

“Aku tahu kau kesal. Tapi , kau terlihat jelek kalau terus menangis seperti itu.” , desaknya.

“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu. Pulanglah! Kau mengganggu!” , ucapku kasar karena aku kesal karena sikapnya.

“Namaku Kim Myungsoo. Kau sudah mengenalku bukan?”

Oh , jadi nama pria yang menyebalkan ini Myungsoo..

Karena aku tidak mau mendengar lebih lama lagi ocehannya , aku segera mengambil sapu tangannya.

“Bagus.”

“Minho. Dia orang yang baik. Meskipun dia terlihat cuek , tapi aku tahu dia merupakan orang yang baik. Dia selalu membantu temannya yang kesusahan tanpa pikir panjang. Dia juga merupakan orang yang spontan. Dia akan langsung berkata tidak suka tanpa memikirkan perasaaan orang lain. Kau menyayanginya bukan? Jadi berhentilah menangis. Jangan membuat dia khawatir. Kau tidak ingin melihatnya gelisah di surga sana bukan?” , ucapnya yang sukses membuat tangisku berhenti seketika.

Aku mendongak. Menatap matanya. Mencoba mencari celah supaya aku bisa membantah ucapannya.

Menyebalkan memang. Tapi , apa yang dia katakan benar.

“Kau benar. Dia pasti akan memarahiku kalau aku bersikap seperti ini.” , ucapku.

Dia tersenyum mendengar kata-kataku.

Kajja.”

“Eh?”

“Apa kau mau jadi Hantu Penunggu kuburan ini?”

Aku menggeleng polos untuk menjawab pertanyaannya.

Akhirnya , dia mengantarku pulang.

-.-.-.-.-.–.-.-

Semenjak insiden “Kuburan” itu , aku dan Myungsoo bertambah dekat.

Saat ini , aku tengah menunggunya di Padang Ilalang. Tempat kencan pertama kami.

Aku menunggunya cukup lama di sana. Kakiku sudah mulai pegal.

“Kemana anak itu?” , ujarku  kesal karena menunggu lama sekali.

Karena lelah sedari tadi berdiri terus , akhirnya aku memutuskan untuk berbaring sambil melihat langit yang indah. Udara di sini sangat menyegarkan.

Tenang.

Damai.

Akhirnya , aku menutup mataku ketika merasakan semilir angin menyapu wajahku.

Tiba-tiba…

Apa ini?

Aku merasa wajahku berat seperti ada ‘sesuatu’ di wajahku.

Kemudian aku membuka mata dan mendapati sebuah handuk kecil yang menutupi wajahku.

Aku bangkit dari posisi tidurku dan menoleh ke samping melihat ‘orang itu’.

Melihatku mengerucutkan bibir , dia tertawa kecil dan mengacak rambutku.

Ish , berantakan Myungsoo!” , ujarku kesal seraya merapikan rambutku kembali.

“Maaf ya menunggu lama. Tadi harus melatih Hoobae. Ini baru selesai.” , ucapnya

Firasatku buruk. Dia habis melatih Hoobaenya. Jangan-jangan handuk ini…

“Haha , kau benar! Handuk itu yang aku gunakan untuk mengusap keringatku.” , melihat sikapku dia tertawa keras sekali. Sepertinya , senang sekali dia sudah berhasil mengerjaiku.

“Myungsoooo!!” , pekikku.

“Maaf , Chagi. Ampun!” , katanya sambil melindungi badannya dari pukulanku.

Ya , saat ini Kim Myungsoo sudah menjadi Pacarku.

Dia , orang yang selalu memberiku kekuatan.

Memberikan warna dalam hidupku.

Minho , setelah kau pergi , ada cahaya lain yang menerangi kehidupanku.

Cahaya pembawa ketenangan dan memperlihatkanku bahwa di luar sana masih banyak orang yang menyayangiku.

Cahaya pembawa kenyamanan bagiku.

Kau tidak usah khawatir. Berbahagialah kau disana.

Aku tidak akan pernah melupakanmu , karena kau merupakan Oksigenku sehingga aku bisa bernafas sampai detik ini.

Dan kau Myungsoo , kau merupakan “Cahaya yang membawakan ketenangan dan kebahagiaan” dalam hidupku.

=The End=

okeh , ini ff oneshoot debut saya😀

komen please , sangat butuh sekali🙂

terima kasih ^^

41 thoughts on “After You Go.. [Oneshoot]

  1. End? hah? serius? *manyun*
    ceritanya bagus chingu,cuma itu alurnya cepet banget,pendek lagi. coba agak dipanjangin pasti makin daebak ^^.
    nice ff aku suka ^^
    oh iya satu lagi. kenapa Myungso ku munculnya sedikit? hiks teganya…sekuel dong ^^

  2. hallo🙂 wah ff minstalnya bagus, cuma menurutku alurnya terlalu cepat, diksinya kurang jadi kesannya pendek banget hehehe tapi so far idenya aku suka. keep writing ya😉

  3. Wah Myungsoo di covernya ganteng banget… *tatapan memuja* (eh salah komentar!)
    eh tapi aku emang gak punya komentar selain…ff-nya bagus.
    Oh, aku gak biasa baca yg alurnya cepet, tapi menurutku ini gak kenapa2 kok😮
    Dan Myungsoo-nya kece (maklum suamiku fufufu..eh)
    Aku ngebayangin tampang sok-cool-sok-dingin-tapi-ganteng-bin-unyu si Myungsoo waktu pertama kali ketemu Krystal…kyaaaaa~ >,<

          • Sudah sudah, tidak baik ngomongin (bibir) orang (?)
            Unyuan Kai juga mukanya (ditalak Myungsoo) Ampun bang, aku padamu kok Myungmyung >,<
            Btw, ayo kenalan! Aku lagi bosen dan ingin mencari teman baru ^^ (kok kesannya jadi kayak anak ansos banget xD)
            .
            Ehem, aku mulai yah…satu, dua, tiga, yak!!! (?)
            Aku Astrinanda Islami (tapi aku gak, eh salah, belum solehah seperti doa sang ayah dan ibunda yang memberi nama *cium emak babe dulu*)
            95' line, dan tiap hari guling2an di rumah yang nempel di tanah Jakarta ~(^,^~)
            Inspirit yang punya 7 suami dan banyak tunangan, calon tunangan, pacar, dan gebetan. *chu Yesung, chu Ryeowook, chu Jonghyun, chu semuanya*
            trus apa lagi ya? o,O Kata mutiara? wkwkwk xD
            *sodorin mic ke thor-thor*

            • haha , bener..bener😀 aku padamu myungmyung :3
              aaa~ myungmyung..😀
              wew , brarti aku manggil chingu unni donk -__- aku 98 Liners😀
              haha , bangapseumnida😀
              aku seneng dapet temen friendly kya gini😀 suka suka😀
              nama randomku : Mizuky😀 , nama asli : Diyah Ayu A , gatau dah kenapa ortu ngasi nama ‘ayu’ , padahal mukaku kan jelek amiit >__<
              KRYSTAL MY TOP BIAS :* , Myungmyung :3 , Kai (barongsai :*) , tetem (taemin)😀 , Epil suju😀 , Mas ikan suju😀
              ohyaa , mampir ke blogku yaa? wkwk😀 trs km ntar mampir di tab yg 'wanna talk with me'..
              kita bisa leluasa chattingan😄

  4. Oh, boleh sih. Astri unni…Asun… (EH KOK JADI ANEH?)
    terserah padamulah Mizuzu (yak, kamu aku panggil Mizuzu :3 wkwkwk)
    Whoa, muda ya…aku berasa tua *mandangin kaca, cek keriput2 yg timbul* Eh, kulitku masih mulus kok kayak bibirnya Myungsoo! (kok bibir lagi? -.-“)
    Hehehe, jadi aku friendly ya~ ? emang sih banyak yg bilang kok (eh engingeng?) >__.<
    Krystal kece! *peluk Amber* (eh salah!)
    Hoo, i will ^^ wait for my gaje-gaje things there
    Ah, punya twitter kah Mizuzuyuyu?

  5. Wahaha akhirnya sempet baca juga😆
    hummm, rada2 gak srek nih kedekatan krys sama myung. disini kan yang harusnya diceritain myung ma krys, tapi kesannya minho mulu😛
    sebaiknya, klo kapan2 bikin lagi yang begini, kejadian minho kecelakaan dll itu dijadiin flash back aja, jadi yang paling pertama diomongin si myung ama krys dan pelan2 mundur gimana mereka ketemu, gimana mereka jadian dll😉
    trusss, percakapan yang udah ada tanda baca sebelum kutip gak perlu pake titik koma lagi di depan kutip. contoh “myung dan krys,” setelah itu langsung kalimat deskripsi dll.:mrgreen:

    • tapi kan disitu si myungie jadi supporting cast umma.. makanya dia ga terlalu ditampakin -__-
      haha , iyaa bener juga sih .___. tp , pas itu akune male sbuat ngetik lg umma >_< harusnya ini drabble yaa? .__.
      yaa sudah terlanjur:mrgreen: kekkke~
      haha , itu udh bawaan dari sononya klo abis selesai percakapan dikasih koma , saya juga gatau kenapa .__. jari2nya asal njplak aja di kibord.__.

        • haha , temen pembawa barokah😀
          wkwk..
          aku pribadi sih dukung krystal ma sapa ajah..
          mau sama minho , myungie , kai , suho , sehun , baekhyun……..
          yg penting dianya sreg ajah^^
          eh..eh kalo sempet mampir ke blogku yaah? *promosi..
          hehe.. terima kasih🙂

          • andwhe….. jgn sama sehun….. :”( sbnerx cnta bgt sma sehun tapi malu utk mempublikasikan.. tkut d blg ‘pedo noona’…. oh sehun knpa qmu hrus lhir stlah aq…. (curcol XD) myung2 mah cuma suka gra2 flm ‘shut up flower boyband’

            • eh , berarti aku manggil chingu unni dong?
              unni lahir diatas 94 ?
              yaa gpp lagi unni suka sm saeng^^ gada larangan.. *lirikYuniRapi..
              haha , iyaa😀 myungie sumfaaaaaah keren banget disitu😀
              aku juga suka sm karakternya😀

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s