How Can I (part 1)


Title:  How Can I

Author: Depoyers

Cast:      Amber ‘f(x)’

Minho ‘SHINee’

Key ‘SHINee’

Krystal ‘f(x)’

Other cast:          Luna ‘f(x)’

Sulli ‘f(x)’

BoA

Genre: Romance, Friendship

Rating: T

Length: Chaptered

Disclaimer: Cast is God’s minebut the story line is mine.

Author note: FF ini perbah di publish di beberapa blog. Jadi, jika kalian menemukan FF yang sama di blog lain tapi nama author tetap sama itu bererti bukan plagiat. Tapi jika kalian menemukan FF yang sama seperti ini tapi nama author nya berbeda, berarti itu plagiat dan diharapkan untuk melaporkannya.

Amber, get up!” ucap seorang wanita yang berusia awal empat puluhan kepada anaknya yang sedang tertidur lelap.sedang anaknya yang ia bangunkan masih tertidur lelap sambil menutup wajahnya dengan selimut. Wanita itu mengibaskan selimut tersebut dari anaknya. “Amber, get up!” ulang wanita itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh anaknya. “Later mom.”  Jawab anaknya sambil meraih selimutnya kembali.

“Amber, get up. “ ulang wanita itu sekali lagi, tapi anaknya sama sekali tidak menjawab lantaran ia kembali terlelap. “Amber, it’s already 6.30 p.m” lanjut wanita itu.

What!!!” Amber langsung menyibakkan selimutnya dan berlari menuju kamar mandi tanpa sempat mengumpulkan nyawanya sehingga kepalanya menghantam pintu kamar mandi. “Arrgghh… Damn!” erangnya sambil membanting kamar mandi itu.

Lima belas menit kemudian Amber keluar dari kamar mandi dan sepuluh menit kemudian ia turun ke ruang makan. Ia langsung menyerobot sebuah roti tawar tanpa selai dan menyesap seteguk susu coklat yang telah disiapkan ibunya. “Let’s go dad. It’s already 7.00 pm.” Ucap Amber kepada ayahnya.

“What? I’ts still 6.30 pm.” Balas ayahnya sambil melirik jam tanyan yang ada di pergelangan tangan ayahnya. Amber melirik jam dinding yang ada di sisi kanan ruang makan. Jam itu juga menunjukkan waktu yang sama dengan yang disebutkan ayahnya. Ia tahu, sekarang ibunya punya cara yang jitu untuk membangunkannya, yaitu dengan cara mempercepat jam dinding di kamar nya. Mungkin besok ia tidak akan tertipu lagi.

Ia mengambil sebuah roti tawar kemudian mengolesi dengan selai stroberi kesukaannya dan menuangkan lagi susu coklat ke dalam gelasnya.

***

Setelah tiba di sekolah, Amber segera berlari menuju kelasnya untuk menyalin pekerjaan rumah milik Luna. Ia tak sempat mengerjakannya semalam, bagaimana ia bisa ingat kalau semalaman ia bermain game hingga larut. Ini semua gara-gara kaset ps baru yang dipinjamkan Kyuhyun, tetangganya kepadanya.

Amber berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai tiga. Ia mempercepat larinya karena khawatir ia tidak akan siap menyalin pekerjaan rumah jika ia berlari seperti siput. Tapi baru beberapa langkah ia berlari, ia merasakan ada seseorang yang menabraknya dengan sangat keras.

“Mianhae.” Ucap orang itu. Dari suaranya, seperti orang itu adalah namja. Amber tidak membalas ucapan orang itu. Ia sibuk membersihkan sepatunya yang kotor terkena pasir. “Gwaenechanayo?” tanya orang itu karena Amber tak kunjung membalas ucapnnya.

Amber melihat orang itu sekilas, sepertinya ia tidak pernah melihat orang ini sebelumnya. Mungkin dia anak baru, dan dari logatnya berbicara dia adalah orang Korea. “Gwaenechanayo?” tanya orang itu lagi. Kali ini pertanyaan orang itu mampu membuat Amber menolehkan wajahnya sepenuhnya. Untuk beberapa saat ia tak sanggup bergerak, ia menatap mata orang itu. Matanya coklat tua, dan bola matanya seperti air sungai yang menenangkan.

“Gwaenechanayo?” tanya orang itu lagi. Kali ini Amber baru tersadar, “Yes, i’m fine.” Ucap Amber lalu meninggalkan namja itu. Ia harus mengejar waktu agar ia bisa menyelesaikan salinan pekerjaan rumahnya.

“Luna, aku pinjam buku pekerjaan rumah mu.” Ucap Amber begitu sampai di dalam kelas, bahkan ia belum sempat meletakkan tasnya. Ia segera mengambil buku itu ketika Luna memberikan kepadanya dan segera menyalinnya sebelum Boa Songsaenim, wali kelas sekaligus guru Bahasa Inggris mereka masuk ke dalam kelas.

“Kau begadang lagi tadi malam?” tanya Luna kepada Amber.

“Tidak.” Jawabnya bohong, ia tidak mau Luna menasihatinya lagi untuk tidak begadang. Ia sudah bosan dengan semua itu. Luna sudah mengatakan hal itu paling tidak tiga pulu kali dalam sebulan.

“Lalu?”

“Aku tidak tahu cara mengerjakannya.” Ucap Amber.

“Bukannya kau orang Amerika? Mana mungkin orang Amerika tidak bisa berbahasa Inggris.” Ucap Luna polos.

Amber mengembalikan buku pekerjaan rumah Luna setelah selesai menyalinnya, kemudian ia menjawab, “Luna, aku berbica dengan bahasa Inggris tidak menggunakan conversation, jadi aku tidak mengerti apa yang kalian maksud dengan conversation itu.”

Luna ingin mengatakan sesuatu lagi kepada Amber. Tapi untungnya bel masuk berbunyi sehinnga Luna mengurungkan niatnya untuk bertanya.

Good morning everybody, today you have a new friend.” Ucap Boa Songsaenim begitu tiba di dalam kelas.

Semua orang yang ada di dalam kelas mulai sibuk menebak-nebak seperti apa penampilan anak baru yang akan satu kelas dengan mereka. Para yeoja berharap anak baru yang akan masuk ke kelas mereka adalah seorang namja yang seperti pangeran negeri dongeng. Sedangkan para namja berharap anak baru yang akan masuk ke kelas mereka adalah seorang yeoja yang lebih cantik dari Sulli, siswa tercantik di kelas mereka agar mereka bisa menghilangkan rasa cemburu setelah mendengar kenyataan kalau Sulli sudah mempunyai pacar.

Boa Songsaenim mempersilahkan murid baru itu untuk masuk dan harapan para murid yeoja terpenuhi. Mereka sibuk memperbaiki rambut dan riasan wajah mereka agar namja itu melirik kearah mereka. Sedangkan Amber yang berambut pendek hanya bisa mengacak acak rambutnya dan ia tidak perlu memperbaiki riasan wajahnya karena ia sama sekali tidak pernah memakai riasan setipis apapun ke sekolah. Dan murid baru itu adalah orang yang tadi menabrak Amber.

Introduce your name please.” Ucap Boa Songsaenim kepada murid baru itu.

In English or Korean?” tanya murid baru itu.

English.

My name is Choi Minho from Osaka, Japan. I’m 17  years old. Nice to meet you.”

Ok, Minho you can sit beside Key and in front of Amber. Amber and Key, stand up please.” Ucap Boa Songsaenim. Amber berdiri mengikuti perintah Boa Songsaenim kemudian diikuti oleh Key. Kemudian ia duduk kembali setelha di perintah oleh Boa Songsaenim.

Can you speak Korean?” tanya Key setelah Minho duduk disebelahnya.

“Tentu saja aku bisa. Aku ini orang Korea.” Jawab Minho.

“Namaku Kim Kibum. Kau cukup memanggilku Key.” Ucap key sambil mengulurkan tangannya kepada Minho.

Minho meraih jabatan tangan Key sambil memperkenalkan dirinya juga. “Aku Minho, Choi Minho.”

“Siapa yang duduk di belakangku itu?” tanya Minho

“Dia itu yeoja paling tomboy disini, namanya Amber dan disebelahnya itu adalah Luna.”

“Lalu, yang disana?” tanya Minho sambil menunjuk yeoja yang sedang merapikan rambutnya.

“Krystal, dia yeoja tercantik kedua di kelas ini. Yang pertama adalah Sulli, Sulli itu yang….”

Minho tidak lagi memperdulikan apa yang dikatakan Key. Ia hanya peduli dengan perasaannya saat ini, dengan masa lalunya di Korea sebelum ia pindah ke Jepang. Ia tahu kalau ia sudah menyakiti hati yeoja yang dicintainya tanpa pamit kepadanya tiga tahun lalu, saat ia baru saja lulus dari SMP dan saat itu orang tuanya mengajaknya pindah ke Jepang secara mendadak sehingga ia tidak sempat berpamitan kepada Krystal dan ia telah menggantungakan hubungannya dengan yeoja itu. Ia yakin, saat ini yeoja itu masih marah dengannya.

***

“Krystal, apa kau masih mengingatku?” tanya Minho kepada Krystal saat pulang sekolah.

“Bagaimana aku bisa lupa dengan orang yang pernah meninggalkanku begitu saja.” Balas Krystal dengan nada menyindir.

“Apa kau masih mencintaiku?” tanya Minho lagi. Kali ini wajahnya berubah menjadi serius, ia tidak benar-benar berharap yeoja di depannya ini mengatakan ya , ia hanya memastikan apa yeoja itu masih sakit hati dengannya atau tidak.

“Maaf, aku harus pergi sekarang.” Ucap Krystal sambil berjalan mendakului Minho. Ia tak mau membohongi perasaannya, tapi ia juga tak berani mengungkapkan yang sebenarnya kepada Minho. Terlalu sakita kalau ia menginagat kejadian saat Minho meniggalkannya begitu saja. Tapi ia tak bisa menyangkal kalau sampai sekarang ia masih mencintai namja itu.

Minho ingin menyamai langkahnya dengan Krystal, tapi Amber datang menghampiri Krystal dan sepertinya mereka ingin berbica. Dan hal itu membuat Minho mengurungkan niatnya.

“Namja itu Minho yang sering kau ceritakan pada ku kan?” tanya Amber saat ia berada di samping Krystal. “Mantan pacarmu itu?” tanya Amber lagi.

Krystal yang tadinya ingin meneteskan air mata akhirnya mengurungkan niatnya karena amber menghampirinya. “Iya.” Jawabnya.

“Kau beruntung sekali, kau bisa bertemu dengannya lagi.” Ucap Amber

“Kita berbicanya lain kali saja ya, Jessica Eonni sudah menjemputku.”  Krystal sengaja menjadikan Eonni nya sebagai alasan. Ia tak mau Amber bertanya lebih jauh lagi. Melihat namja itu datang dan pergi sesuka hatinya sudah membuatnya sakit hati. ia tak mau lagi melihat namja itu, lagipula sekarang ia sudah punya Kai yang lebih baik daripada Minho.

***

“Kau tidak pulang?” tanya Minho ketika melihat Amber duduk sendirian di bangku taman sekolah.

Amber terkejut ketika Minho berdiri di depannya.”Eee… Aku belum di jemput.” Jawabnya.

“Begitu, kalau begitu aku pulang duluan.” Ucap Minho.

Ne.” Balas Amber singkat.

Amber manatap punggung Minho yang pergi menjauhinya. Seharusnya namja itu bukan mantan kekasih Krystal, ucapnya dalam hati. Ia tahu kalau Krystal masih mencintai namja itu seutuhnya walaupun saat ini Krystal sudah bersama Kai. Karena sekarang ia juga mencin… Tidak, tidak mungkin ia bisa mencintai orang hanya dalam satu hari. Jatuh cinta itu buth proses, bukan hanya dalam sekali atau dua kali tatapan.

Ia berusaha mengenyahkan perasaan itu dari fikirannya, atau lebih tepatnya ia berusaha mengenyahkan perasaan itu dari hatinya. Entah sejak kapan ia bisa mencintai orang hanya dalam waktu satu hari. Biasanya ia sangat sulit untuk jatuh cinta.

Ia melihat Hara dan Nicole dan berjalan mendekati Minho. Amber mengalihkan pandangannya dari mereka, mereka pasti ingin mencari perhatian Minho, tidak mungkin tidak.

Ia melihat mobilnya di ujung jalan, dan supirnya sudah menjemputnya dan ia terbebas dari pemandangan orang yang sedang mencari perhatian. Ia segera berlari menuju mobilnya dan saat ia berlari melewati Minho, ia tidak sengaja menabrak bahu namja itu sehingga membuat namja itu hampir tejatuh.

“Maaf.” Ucapnya sambil terus berlari.

Ya, apa kau tidak punya mata?” ucap Nicole frontal ke arah Amber.

Amber tidak memperdulikan ucapan Nicole, dalam hati ia merutuki yeoja pencari perhatian itu. Kenapa ia yang marah, harusnya kan Minho. Ucap Amber dalam hati.

“Sudah, biar saja dia kan sudah minta maaf. Lagipula aku tidak apa-apa.” Ucap Minho

“Biarkan saja. yeoja itu sedang mencari perhatian.” Ucap Hara

Minho tidak menanggapi kata-kata Hara ia terus berjalan tanpa memperdulikan kedua yeoja itu.

Sedangkan Amber, ia melihat namja itu dari  balik jendela mobil. Ia melihat ekspresi namja itu. Sepertinya namja itu kesal dengannya.

To Be Continued…

***

 Gaje kan, iya banget. bingung mau nulis apa lagi. yang udah baca jangan lupa comment ya🙂

 

12 thoughts on “How Can I (part 1)

  1. bagus kok😀 aku suka😀 yaa , walaupun ada typo , but oke lah~🙂
    eh..er kenapa krystal unni jadi yeoja tercantik kedua?
    eh , si amber suka sama minong? wkwk.. tumben aku nemu FF pairing kaya gini..
    biasanya kan KeyBer..
    tapi , aku suka😀 hmm.. krystal sm kai yaa?
    lanjut yaa ceritanya🙂

  2. Kyaaaa!!! Amber dan Minong?😯 *spechless*
    Covernya cakep amet >__<
    Kayaknya Minong udah gak punya perasaan yah ama Krys, biarlah😛
    Lanjutnyaa manaaaa?😆

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s