Egoism [part II]


Title                       : EGOISM ( PART 2 )

Cast                       :

–          Fumiko Riyumi (OC)

–          Oh Sehun

–          Xi Luhan

–          Byun Baekhyun

–          Cha Hyunji (OC)

Other cast           :

–          Lee Hyukjae

–          Kajuma Oziro

Genre                   : romance,tragedy,Friendship,school life

Rating                   :  T, General

Leght                     :  Chaptered

Author                  :  Gweboon (@intanKoiziro), Hyesun (@taewikirei)

Post                       : Hai readers, kita ketemu lagi di sini author bawain part 2 nya lhooo #PD tingkat dewa#. Oya seseuai saran dari readers semua author udah berusaha memperbaiki kata-kata dari cerita ini agar kalian tidak bingung lagi saat membaca ceritanya, maklum karena baru belajar buat ff jadinya agak berantakan certianya, dan mohon maaf genrenya author ganti dengan tragedy kemarin salah ketik karena di sini tidak ada unsur fantasy nya. Oleh karena itu terus kasih saran dan kritiknya ya.  Terima kasih sebelumnya kalian udah bersedia baca ff ternista di dunia ini. Disini authornya pake cast jepang karena authornya suka dengan yang berbau jepang, cast ceweknya author yang punya sedangkan EXO Tuhan dan kakek soo man yang punya…hehehe ya udah dari pada banyak bacot mending langsung di baca ke TEEEE KAAAA PEEEE @monggoooo@ ^_^

***

Summary             : Aku akan melakukan segala cara demi mendapatkan apa yang aku inginkan, tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk medapatkan apa yang aku mau. Walaupun ada orang lain yang akan tersakiti akan hal itu. I DON’T CARE.



Author P.O.V

“kyaaaaaaa…Luhan oppa bogosipoyo” teriak Hyunji sembari berhambur kea rah Luhan dan memeluknya erat, sedangkan Luhan berusaha melepaskan pelukan Hyunji karena saking eratnya yang membuat Luhan susah bernafas.

“y…ya…Hyunji le…lepaskan” kata Luhan terengah berusaha melepaskan pelukan Hyunji.

mendengar perkataan Luhan ia langsung melepaskan pelukannya yang hampir saja membuat Luhan mati kehabisan oksigen, sadar akan apa yang ia lakukan Hyunji menyunggingkan cengirannya sambil menggaruk tengkuknya. Setelah terlepas dari pelukan mematikan dari Hyunji, Luhan langsung mengatur nafas dan menghirup udara banyak-banyak agar dapat bernafas dengan teratur lagi.

“YAA…kau mau membunuhku hah?” bentak Luhan setelah mengatur nafasnya.

“mianhe oppa…aku terlalu bersemangat” jawab Hyunji dengan cengiran khasnya.

“kenapa kau ada di sini? Bukannya kau di China?” Tanya Luhan heran.

“aku ingin meneruskan sekolahku di sini, sekaligus membantu Hyukjae oppa mengurus usahanya di Korea, dan aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu lagi setelah kau lulus SMA dan memutuskan meneruskan sekolah disini”. Jawab Hyunji panjang lebar seraya tersenyum manis. “kau mengambil jurusan apa?, kalau aku mengambil jurusan seni music” Tanya Luhan setelah mendengar penjelasan Hyunji.

“arsitek, karena cita-citaku ingin menjadi seorang arsitek professional nantinya”

“aku senang bisa bertemu lagi denganmu” kata Luhan tersenyum manis sembari menepuk pelan puncak kepala Hyunji. “aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu” balas Hyunji.

Mereka berdua berdiam sejenak, Hyunji melirik jam tangannya. “oh…ya oppa aku duluan ya, pelajaran sudah di mulai”.

“baiklah…aku juga harus segera ke kelas” jawab Luhan yang juga melihat jam tangannya.

“oh…ya oppa pulang kuliah nanti bisakah kita bertemu? Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu, seseorang yang selama ini aku ceritakan” kata Hyunji yang membuat Luhan mengernyitkan alisnya bingung dengan perkataan Hyunji, seseorang? Siapa?. Pertanyaan itulah yang ada di pikirannya saat ini

“seseorang? Nugu?” kata Luhan bingung.

“dia satu jurusan denganmu” jawab Hyunji.

Luhan terlihat berfikir sejenak siapa orang yang Hyunji maksud, orang itu satu jurusan dengannya? Siapa?. “ma……” belum sempat ia menyelesaikan pertanyaannya Hyunji sudah pergi meninggalkannya yang masih bingung dan tidak mengerti maksud gadis itu. Luhan mengendikkan bahunya, ia tidak mau terlalu pusing memikirkan siapa orang yang Hyunji maksud, toh juga nanti ia akan tahu siapa orangnya.

***

Mata kuliah hari ini pun akhirnya selesai, semua mahasiswa membereskan barangnya masing-masing dan langsung keluar meninggalkan kelas meski tidak semua karena ada sebagian yang masih asyik menulis pelajaran yang ada di papan tulis, mengobrol dengan teman sebangkunya bahkan ada yang saling bercanda.

“Sehun-ah…Baekhyun-ah, kalian duluan saja nanti aku menyusul aku mau ke toilet dulu” kata Luhan yang langsung berlari ke luar kelas sambil membawa tasnya, karena ia sudah kebelet pipis sedari tadi. Sehun dan Baekhyun hanya menganggukkan kepala membalas perkataan Luhan sambil membereskan barang-barang mereka.

“oppaaa…”  panggil seorang gadis sambil berlarian di koridor yang saat itu masih di penuhi mahasiswa yang akan pulang karena perkuliahan sudah selesai.

Dua orang namja yang merasa mengenali suar gadis itu menghentikan langkahnya dan membalikkan badan, dan gadis itu adalah Hyunji.

“Hyunji…kenapa kau berlarian seperti itu? Tanya Baekhyun.

“kalian sudah mau pulang?” Tanya Hyunji tanpa menghiraukan pertanyaan Baekhyun.

“Ne…” jawab Sehun. “YAAA…kau belum menjawab pertanyaanku Hyunji” protes Baekhyun karena merasa di abaikan oleh Hyunji.

“mianhe oppa, aku memanggil kalian karena ingin mengajak kalian makan siang hari ini, tenang aku yang traktir kok”

“waaaah, jinja?” Tanya Baekhyun antusias karena akan mendaptkan makanan gratis, kebetulan pertunya juga sudah lapar ingin segera di isi. Sehun yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Karena ia sudah tahu bagaimana reaksi Baekhyun kalau sudah mendengar yang namanya gratisan, seperti orang yang memenangkan lotre milyaran. Sedangkan Hyunji hanya tersenyum geli.

“dalam rangka apa?” Tanya Sehun datar.

“dalam rangka kembalinya aku di Korea…dan….” jawab Hyunji menggantungkan kalimatnya membuat kedua namja itu mengernyitkan alisnya dan melemparkan tatapan yang seolah bertanya ‘dan apa’.

“dan bertemunya aku denganmu lagi oppa” lanjut Hyunji yang kini terlihat gugup dan langsung menundukkan kepalanya, apa yang ia katakana tadi membuat dirinya malu dan tidak berani menatap Sehun, karena saat ini wajahnya merah seperti udang goreng # (maksudnya udang rebus)#

Mendengar pernyataan Hyunji, Sehun hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia bingung dengan perasaannya saat ini di satu sisi ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan gadis yang ia rindukan selama ini, bahkan bisa di bilang ia benar-benar bahagia bisa melihat kembali wajah cantik dan senyuman manis Hyunji, tapi di sisi lain ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ia tidak tahu hal apa itu. Keduanya saling diam, suasana agak menjadi canggung sekarang.

“ sampai kapan kalian akan diam seperti ini terus? Katanya mau makan siang, ayo cepat perutku sudah demo minta di isi dari tadi” kata Baekhyun memecah kecanggungan di antara mereka.

“oh…eh…b…baik, ayo kita pergi” balas Hyunji dengan gugup setelah tersadar dengan ucapan Baekhyun. Sedangkan Sehun tetap dengan ekspresinya yang dingin, dan tatapan yang tidak bisa di artikan

Mereka bertiga pun bersiap melangkah menuju gerbang sekolah, tetapi sedetik kemudian Hyunji mengingat sesuatu.

Luhan

Dimana dia, kenpa dari tadi tidak kelihatan padahal perkuliahan sudah selesai, apa dia pulang lebih dulu? Batin Hyunji sambil menolehkan kepalanya ke belakang mencari sosok Luhan dan mengedarkan pandangannya ke segala arah berharap orang ia cari ada, tapi orang yang ia cari tidak ada. Menyadari gelagat aneh dari gadis itu, Sehun langsung melirik ke arah Hyunji yang berjalan di sampingnya.

“mencari siapa?” Tanya Sehun yang mengikuti arah pandangan dari Hyunji, dengan sigap Hyunji menggelangkan kepalanya menjawab pertanyaan Sehun.

Ia langsung merogoh kantung celana jins-nya untuk mengambil handphonya, setelah itu ia membuka layar handphonenya dan mengetik sebuah sms.

“Oppa…aku tunggu di café dekat kampus ^_^”

Setelah itu ia menekan tombol Ok dan pesan itu pun terkirim, sms itu di tujukan untuk Luhan dan menaruhnya lagi ke kantong celananya.

Luhan keluar dari toilet dan bergegas meninggalkan toilet itu menuju gerbang kampus dan menyusul ke dua temannya Sehun dan Baekhyun, tapi langkahnya terhenti saat dirasakannya sebuah geteran dari kantong celananya dan mengambil handphonenya dan langsung membukanya yang ternyata ada satu pesan yang masuk, langsung saja ia menekan tombol view.

From : Hyunji

Oppa…aku tunggu di café dekat kampus ^_^

Setelah membaca pesan dari Hyunji Luhan langsung menutup ponselnya dan menaruhnya lagi ke dalam kantong celananya.

“ada perlu apa dia menungguku?” gumamnya pelan sambil berjalan keluar area kampus menuju café, tidak perlu memakan waktu lama cukup dengan berjalan kaki untuk bisa menuju café yang berjarak beberapa meter dari universitas sungyeon.

~At café~

Café itu terlihat tidak terlalu ramai, suasananya tenang di iringi dengan sentuhan music klasik dan juga nuansa ala eropa yang membuat pengunjung café itu nyaman, Sehun, Hyunji dan Baekhyun duduk di bangku pojok dekat jendela kaca yang bisa lagsung memandangi kota seol yang siang itu terlihat ramai oleh lalu lalang kendaran dan juga para pejalan kaki.

Sehun dan Baekhyun duduk bersebelahan sedangkan Hyunji duduk tepat di depan Sehun. Sesekali Hyunji  tertawa karena lelucon yang di lontarkan Baekhyun sambil menikmati minuman yang mereka pesan masing-masing, sedangkan Sehun tetap dengan ekspresi datar dan dinginnya, yah…walaupun hanya sedikit tersenyum kecut menanggapi lelucon sahabatnya itu.

Sesaat kemudian suara bel pertanda ada seorang pengunjung yang memasuki café itu, sontak membuat Hyunji langsung mengarahkan pandangannya kea rah pintu masuk yang kebetulan posisi duduknya menghadap arah pintu masuk café sehingga bisa melihat siapa orang yang datang. Seketika wajahnya berubah sumringah melihat siapa yang datang dan langsung mengangkat tangannya memberikan isyarat kepada orang tersebut bahwa dia berada di sana. Sedangkan orang tersebut langsung tersenyum dan menghampiri Hyunji.

Luhan P.O.V

Ku edarkan pandanganku ke penjuru café setelah sampai beberapa detik yang lalu, sepertinya café ini tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pengunjung saja. Pandanganku terhenti setelah ku lihat seorang gadis yang melambaikan tangannya yang berada di pojok café. Aku tersenyum ke arah Hyunji dan langsung menghampirinya.

“dari mana saja kau oppa? Dari tadi aku menunggumu” tanya Hyunji padaku.

Belum sempat aku menjawab pertanyaan Hyunji, betapa kagetnya aku melihat Sehun dan Baekhyun. Kenapa mereka juga ada di sini?

“YAA…dari tadi aku mencari kalian, kenapa kalian ada disini?” tanyaku kepada kedua sahabatku yang sama kagetnya saat melihatku ada di sini.

“maaf Luhan-ah kita berdua di ajak makan siang oleh Hyunji, maaf kami lupa denganmu” jawab Bakhyun dengan polos dengan tampang tanpa dosa. Aish segampang itukah mereka melupakanku, dasar tidak setia kawan. Sedetik kemudian ku layangkan sebuah jitakan yang mulus mendarat di kepalanya, dan sukses membuatnya meringis kesakitan. Aku langsung mengambil duduk di samping Hyunji.

“oppa mereka lah yang aku maksud sewaktu di kampus, mereka teman SMP ku dulu yang juga sering ku ceritakan padamu oppa”

Jadi mereka yang di maksud olehnya, yang dia ceritakan sewaktu masih di China dulu? Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kedua sahabatku adalah teman masa lalunya.

“kenapa kau bisa Luhan?” tanya Bakhyun

“aku mengenal Luhan oppa saat aku pandah ke China dan satu sekolah dengannya, dia sunbae ku selama di sana hanya dialah temanku karena aku tidak bisa bahasa mandarin maka dialah yang mengajariku”

Mendengar ucapannya entah kenapa hatiku merasa senang, senyumanku pun mengembang di bibirku.Baekhyun hanya ber-oh ria menjawab pertanyaan Hyunji.

“jadi kau ingin mengenalkan kami dengan Luhan? Kami sudah bersahabat sudah lama” jawab Baekhyun. Kulihat Hyunji hanya tersenyum dan Sepertinya kesenangan hatiku itu tidak berlangsung lama setelah aku melihat Hyunji terus-menerus menatap Sehun, pandangannya terlihat berbeda tidak seperti biasanya. Pandangan matanya saat menatap Sehun begitu penuh arti, seperti ada sesuatu di antara mereka.

Author P.O.V

Sehun hanya diam tidak mengucapkan sepatah katapun, entahlah apa yang ia pikirkan saat ini. Sesekali ia meminum cappuccino miliknya. Ia tidak tahu sedari tadi Hyunji terus menatap ke arahnya yang terlihat sedikit bingung dengan sikap Sehun yang benar-benar berbeda dari yang dulu, kini ia melihat Sehun berubah menjadi pendiam, dingin, dan sedikit cuek.

Sedangkan Luhan bingung dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa Hyunji sebegitu seriusnya menatap Sehun?  apakah ada sesuatu di antara mereka? .

Seketika suasana menjadi hening tidak ada yang berniar membuka suara, sibuk akan pemikiran mereka masing-masing. Baekhyun yang merasa aneh melihat ketiga orang itu memandangi mereka satu persatu, Hyunji yang terlihat menunduk lesu sesekali melirik kea rah Sehun yang kala itu sedang memainkan minumannya dengan sendok dan mengaduk-aduk cappuccino miliknya, sedangkan Luhan tampak sedikit murung karena dari tadi ia terus memperhatikan gadis itu yang hanya focus memperhatikan Sehun. Sepertinya Baekhyun tahu dan mengerti yang ada dalam pikiran mereka semua.

“aiish…kenapa kalian semua pada diam? Dari tadi kita belum memesan makanan bukan?” ujar Baekhyun memecah keheningan di antara mereka sambil memanggil pelayan café untuk memesan makanan. Sedangkan ketiga temannya tersadar dari dunia mereka masing-masing dan akhirnya juga ikut memesan makanan.

***

Hari sudah sore sebentar lagi sang surya akan beristirahat ke peraduannya, langit sedikit demi sedikit berubah menjadi jingga terlihat begitu indah. Suasana kota seoul tetap ramai seperti biasa.(maaf author tidak pandai merangkai kata-kata -_-).

Tampak dua orang namja berjalan menyusuri komplek perumahan dengan santai, mereka adalah Luhan dan Baekhyun. Setelah dari café tadi mereka memutuskan untuk pulang, Luhan dan Baekhyun pulang bersama karena arah rumah mereka sama sedangkan Sehun memutuskan untuk mengantar Hyunji pulang karena ia tidak tega membiarkan seorang gadis berjalan sendirian apalagi sebentar lagi malam. Sehun dan Baekhyun rumah mereka bersebelahan sedangkan Luhan hanya berbeda beberapa rumah saja dari mereka berdua.

Dalam perjalanan pulang Luhan hanya diam ia sibuk dengan pikirannya sendiri terlintas di otaknya Hyunji yang selalu memperhatikan sehun sewaktu di café tadi, kakinya sesekali menendang krikil-krikil kecil yang ia lewati sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Sedangkan Baekhyun menggerak-gerakan tangan dan kepalanya pelan mengikuti alur lagu yang ia dengar lewat headset yang ia pasang di kedua telinganya, sambil bergumam kecil mengikuti lirik lagunya. Sadar kalau temannya di sampingnya ini hanya diam sedari tadi ia melirik ke arah Luhan dan menyikut pelan lengan Luhan dan membuat temannya itu sadar dan menoleh ke arah Baekhyun.

“wae?” tanya Luhan dengan wajah lesunya.

“dari tadi aku perhatikan kau murung terus…kenapa?” tanya Baekhyun balik.

Luhan hanya menggelengkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan Baekhyun.

“kau menyukainya?” ujar Baekhyun yang seketika membuat Luhan menolehkan cepat kepalanya kea rah sahabatnya itu, ia mengernyitkan kedua alisnya tidak mengerti akan pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabatnya.

“maksudmu…siapa? Tanya Luhan penasaran.

“kau menyukai Hyunji?”

DEG

Luhan terkesiap atas ucapan Baekhyun, sekujur tubuhnya menegang darah di dalam tubuhnya berdesir hebat, dengan cepat ia menahan dirinya dan bersikap biasa saja karena ia tidak mau Baekhyun melihat ekspresinya yang gugup dan salah tingkah saat ini.

“ani…aku tidak menyukainya” sangkal Luhan sambil menggelengkan kepalanya. Baekhyun hanya tersenyum manis kea rah Luhan.

“kau tidak bisa membohongiku hyung” katanya sambil menepuk pundak Luhan.

“Hyunji sudah ku anggap seperti adikku sendiri, mana mungkin aku menyukainya kau ada-ada saja…dan heii baru kali ini kau memanggilku hyung?” tanya Luhan.

“walaupun kita hanya beda beberapa bulan, kau tetap lebih tua dari ku”. Jawab Baekhyun polos.

“aissh…jangan mengatai aku tua” titah Luhan.

“itu kenyataan” balas Baekhyun.

“terserah kau saja” ujar Luhan dengan memanyunkan bibirnya kesal karena percuma saja ia melawan sahabatnya yang satu itu pasti ia akan kalah , sedangkan Baekhyun tertawa puas karena telah berahasil membuat Luhan kesal.

“hentikan tawamu itu Byun Baekhyun!” titah Luhan melemparkan tatapan ingin membunuh kea rah Baekhyun, membuat Baekhyun bergidik ngeri dan langsung menghentikan tawanya. Dan langsung melanjutkan perjalanan pulang yang tadi sempat terhenti sejenak.

“jadi bagaimana?” tanya Baekhyun saat ia menghentikan tawanya.

“apanya yang bagaimana?” tanya Luhan tidak mengerti.

“kau menyukai Hyunji kan?” tanya Baekhyun memperjelas pertanyaannya.

“sudah ku bilang aku tidak menyukai Hyunji, Byun Baekhyun” jawab Luhan sambil memutarkan bola matanya kesal.

“dan sudah ku bilang kau tidak bisa membohongiku hyung, aku bisa melihat semua itu dari matamu kalau kau itu menyukainya…ekspresimu saat melihat Hyunji menatap Sehun sewaktu di café itu sudah membuktikan kalau kau itu punya perasaan lebih kepadanya. Kau terlihat tidak suka saat Hyunji memperhatikan Sehun, semua itu terlihat jelas di matamu Hyung” jelas Baekhyun panjang lebar.

Luhan hanya diam mendengar penjelasan Baekhyun , ia merasa ucapan sahabatnya itu ada benarnya juga kalau ia memang benar-benar menyukai Hyunji sejak lama, ia berusaha membohongi dirinya sendiri sekaligus perasaannya. Ia tahu kalau Hyunji menyukai Sehun dari tatapan gadis itu.

“walaupun aku menyukainya aku yakin dia tidak menyukaiku karena ia menyukai namja lain selain aku” ujar Luhan yang akhirnya membuka suara dan mengakui kalau ia menyukai gadis itu.

“maksudmu Sehun?” tanya Baekhyun sambil mengarahkan pandangannya kea rah Luhan, Luhan menganggukkan kepalanya pelan.

“dulu sewaktu masih SMP mereka pernah pacaran tapi karena ayahnya di pindah tugaskan ke China mereka terpaksa putus karena baik Sehun ataupun Hyunji tidak bisa melakukan hubungan jarak jauh dan mereka sepakat untuk mengakhiri hubungannya” jelas Baekhyun.

Luhan terkesiap mendengar penjelasan Baekhyun, ternyata yang selama ini ia ceritakan tentang pacar pertama dan cinta pertamanya itu adalah Sehun sahabatnya sendiri? Makanya Hyunji terus menerus memperhatikan Sehun waktu di café tadi. Ia merasa kalau gadis itu masih mencintai namja itu.

“aku tahu pasti Hyunji dan Sehun masih saling mencintai, dan aku tidak mungkin menghancurkan dan memisahkan mereka, apalagi sekarang mereka berdua bertemu lagi setelah berpisah cukup lama. Aku tidak mau menjadi orang ketiga di antara mereka, biarkanlah perasaan ini ku pendam atau sebisa mungkin aku buang jauh-jauh, apalagi orang yang di cintai Hyunji adalah sahabtku sendiri Sehun” jelas Luhan dengan menatap lurus kedepan.

“…………”

“jangan biarkan semuanya terlambat atau kau akan menyesal seumur hidupmu” titah Baekhyun melirik kea rah Luhan.

“maksudmu” tanya Luhan bingung.

“jangan menyakiti dirimu sendiri dan mengorbankan perasaanmu demi orang lain karena itu akan menyakitkan… kejarlah kebahagianmu hyung” jawab Baekhyun sembari tersenyum manis kea rah Luhan.

“waaah…baru kali ini aku mendengar seorang Byun Baekhyun yang bersikap seperti anak kecil berbicara dewasa dan bijaksana seperti ini” ujar Luhan kagum seraya tersenyum lembut.

‘Karena aku pernah mengalaminya hyung’

“…aku tidak mau menyakiti sahabatku sendiri, apalagi itu Sehun” titah Luhan.

Baekhyun tersenyum dan merangkul Luhan sembari terus berjalan melangkahkan kaki menyusuri komplek perumahan yang kala itu terlihat sepi, hanya beberapa meter lagi mereka akan sampai di rumah mereka masing-masing.

“tenang saja jangan khawatir” ujar Baekhyun dengan tetap tersenyum lembut, Luhan yang mendengar ucapan itu menoleh kea rah Baekhyun ia terlihat bingung apa maksud ucapan sahabatnya itu jangan khawatir? Pikirnya, seperti ada sesuatu yang Baekhyun sembunyikan dan ia tidak tahu hal apa itu.

~Sementara itu~

Sehun P.O.V

Aku menatap langit yang saat ini begitu indah dengan warna jingga yang menawan, sang surya perlahan tapi pasti kembali ke tempat peraduannya benar-benar ciptaan Tuhan yang sangat indah. Setelah puas memandangi langit kini pandanganku beralih kea rah gadis yang berada di sampingku, kami berdua memutuskan untuk singgah ke sebuah taman dekat rumahnya dan duduk di bangku yang berada di bawah pohon besar yang di depannya terdapat bunga-bunga yang berwarna-warni dan sangat indah, taman ini terlihat tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang saja yang berada di taman ini menghabiskan waktu di sore hari ini, dan juga terlihat anak-anak kecil yang asyik bermain dengan teman sebayanya.

Ya gadis ini adalah Cha Hyunji, mantan yeojachinguku saat SMP dulu sekaligus pacar pertamaku, sekarang ia sudah berubah menjadi gadis yang cantik dan tetap manis seperti dulu penampilannya sekarang terlihat lebih dewasa dan anggun. Kalau saja ia dan keluarganya tidak pindah ke China mungkin sampai sekarang kami masih menjalin hubungan lebih tepatnya pacaran. Walaupun aku di gila-gilai oleh banyak yeoja aku itu orangnya setia dengan pasanganku, yah aku tahu aku itu tampan tapi aku tidak playboy seperti namja lainnya (jiaahh PD amat ni bocah#di tabok Sehun). Tapi entahlah ada sesuatu yang mengganjal di hatiku saat ini, di satu sisi aku masih menyayangi gadis yang duduk di sampingku ini tapi di sisi lain aku merindukan sosok itu.

“kenapa kau melamun oppa?” tanyanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahku dan seketika aku tersadar dari lamunanku.

“ani…” jawabku singkat sambil menggelengkan kepalaku pelan.

“tapi dari tadi aku perhatikan kau melamun, kau sakit?”

“aniyo…aku tidak sakit kok” jawabku meyakinkannya kalau aku tida kenapa-kenapa.

“oppa…” panggilnya pelan

“hemm…” jawabku singkat dan melirik ke arahnya.

“kau ingat tidak saat pertama kali kau menembakku di depan teman-teman sekelasmu, aku benar-benar sangat malu saat itu” katanya seraya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi. “tapi aku senang bisa menjadi yeojachingu dari seorang Oh Sehun yang merupakan murid terpintar dan terkenal di sekolah, karena aku juga menyukaimu semenjak mengikuti MOS awal aku menjadi murid baru dulu dan kau menjadi ketua MOS saat itu, aku selalu memperhatikanmu dari jauh dan aku berharap suatu saat nanti aku bisa memilikimu dan Tuhan mengabulkan harapanku saat kau menembakku, aku benar-benar menjadi orang yang paling beruntung di dunia saat itu” jelasnya mengingat masa lalu antara aku dan dirinya.

Aku tersenyum mendengar pernyataannya, tidak dapat aku pungkiri bahwa aku senang kalau ia masih mengingat semua itu.

“kau adalah laki-laki yang ceria dan selalu membuatku tertawa bahagia saat itu, kau bagaikan seorang malaikat yang di kirimkan Tuhan untukku…tapii” lanjutnya dan menggantungkan ucapan terakhirnya yang mebuatku penasaran.

“tapi apa?” tanyaku sembari menolehkan kepalaku ke arahnya.

“sekarang kau berubah, sekarang kau terlihat dingin dan pendiam” jawabnya sambil menundukkan kepalanya, ku lihat ia tampak murung sedetik kemudian ia mengangkat kepalanya terliaht matanya sedikit berkaca-kaca mungkin sebentar lagi air matanya aku jatuh. Tetapi ia seperti menahan tangisnya dan berusaha untuk tersenyum, aku benar-benar tidak tega melihatnya.

“jangan pernah berubah jadilah Oh Sehun yang aku kenal dulu” lanjutnya yang kini suaranya agak sedikit bergetar. “aku merindukan kau yang dulu, yang selalu ceria dan tersenyum manis membuat orang yang berada di sekitarmu merasa nyaman dan bahagia” kini air mata itu tumpah membasahi pipinya. Saat itu pula aku meraih tubuhnya ke dalam pelukanku.

“uljima…aku tidak akan berubah, aku akan tetap menjadi Sehun yang dulu” kataku sambil mengelus pelan rambutnya. Setelah aku pastikan bahwa ia sudah tenang, ku lepaskan pelukanku dan menghapus air matanya. Kini ia mulai tersenyum dan aku pun membalas senyumannya.

“janji…?” tanyanya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“ehm…aku janji” balasku dan meraih jari kelingkingnya dan mengaitkannya dengan jari kelingkingku, kami pun tertawa bahagia.

Sehun P.O.V end

Hyunji P.O.V

Akhirnya aku melihat senyuman itu lagi setelah kami berpisah cukup lama, aku benar-benar merindukanmu oppa.

Apakah kita bisa bersatu lagi seperti dulu? Aku masih mencintaimu Oh Sehun.

***

Author P.O.V

Tokyo, 08.00

Di sebuah café yang terletak di pusat kota Tokyo begitu ramai tapi hanya di lantai satu saja yang terlihat ramai sedangkan di lantai dua tidak begitu ramai. Terdapat seorang gadis yang sedang duduk di meja dekat dengan jendela yang berdinding kaca sehingga bisa memandangi jalanan Tokyo yang padat akan mobil-mobil dan orang yang berlalu lalang dari atas lantai dua café ini.

Sesekali ia menyesap teh hijau yang ada di hadapannya dan setelah itu ia melanjutkan aktifitas menggambar di atas kertas putih berukuran sedang itu, ia sedang membuat sketsa wajah seseorang dan juga sesekali tersenyum melihat sketsa yang ia buat.

anata wa mada oboete iru?(kau masih mengingatnya)”  Tanya seorang gadis yang menghampiri dan mengambil duduk di hadapan gadis itu setelah sempat melihat gambar yang gadis itu buat ia begitu asyik menggorekan pensilnya di atas kertas putih itu dan menyelesaikan gambar sketsanya.

“aku tidak bisa melupakannya” jawab gadis itu tanpa enggan mengalihkan pandangan dari kertas itu. Setelah beberapa menit kenudian akhirnya sketsa yang ia buat selesai, ia tampak puas dengan hasil karyanya dan tersenyum lebar.

“aku akan menemanimu di sana” uajr gadis di hadapannya sambil menyesap cappuccino latte miliknya.

Gadis itu hanya tersenyum kea rah gadis yang lebih tua dua tahun darinya.

“nanti sore kita akan berangkat, aku sudah mengurus semuanya dan mulai besok kau bisa langsung kuliah disana, ayah sudah menyiapakan tempat tinggal untuk kita disana”

arigatojawab gadis itu seraya tersenyum dan mengambil ponsel yang berada di sampingnya dan membuka ponselnya lalu ia mengetik sebuah pesan.

‘ada kejutan untukmu’

Setelah itu ia mengirimkan pesan itu ke sebuah nomor. Tidak berselang lama sebuah balasan masuk ke dalam ponselnya dan ia langsung membukanya.

kejutan apa?’

Langsung saja ia membalas pesan tersebut.

‘tunggu saja besok’

Setelah ia membalas pesan tersebut, ia letakkan kembali ponsel itu di samping dan menatap kea rah luar jendela yang di batasi oleh kaca, memandangi jalanan kota Tokyo seraya tersenyum.

 

TBC

Bagaimana apa ceritanya kependekan atau kepanjangankah? Aku harap kalian tidak bosan membaca ff yang aku buat, dan menunggu part selanjutnya…hehehehehe maaf ya kalau cerita ku ini gaje dan membosankan…buat kalian tetap kirimkan kritik dan sarannya ya agar author bisa memperbaiki kesalahan dalam pembuatan ff nista ini…wkwkwkwkwkwkwkwk. Maaf ya kala kata-katanya berantakan atau alur ceritanya tidak bisa di mengerti, di sini author sudah berusaha untuk memperbaiki setiap kata-katanya… ya sudah sekian dulu pidato dari author. ANNYEONG

#BUAT YANG UDAH COMMENT KAMSHAMNIDAAAAA#

#INGAT RCL DI PERLUKAN DEMI KELANGSUNGAN FF INI# ga ada juga ga apa-apa…hehehehe

 

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s