Distance


Title : Distance

Main cast :

-Kim Sunggyu
-Jung Hyori (Oc)
-Lee Donghae

Rating : teen

Genre : Romance gatot,AU, fluff, angst(?)

Lenght : Ficlet (1325word)

Warning : Typo *kalau nemu typo feel free to correct ya ^^

Message : Aku bawa Sunggyu lagi, dan kali ini aku bawa ficlet hehehe. oh iya, ff ini terinspirasi dari kata-kata temanku yang long distance hehehe semoga berkenan.

Please be a good reader ^,^

Ini adalah hasil pemikiran saya sendiri jika ada kemiripan mungkin itu hanya kebetulan semata

No copy cat ,be sportif guys^,^

DISTANCE

Seorang laki-laki, dan seorang perempuan duduk berdampingan dalam sebuah ruangan kecil, diatas sebuah sofa bewarna putih gading. Sepasang kekasih itu, duduk berdampingan pada jarak yang lumayan jauh dan  tidak ada satupun diantara mereka yang bersuara. Keduanya sibuk menatap kearah depan dengan pandangan nanar dan sendu, sulit didefinisikan dengan kata-kata.

Bosan dengan keadaan yang seperti ini, si pria menghela nafasnya jengah, ditatapnya gadis disampingnya,”Hyo, aku tahu aku membuatmu terluka  tapi aku…”

“aku tahu.”potong gadis itu cepat. seakan tidak mau tahu kelanjutan perkataan dari mulut pria itu, Sunggyu secara langsung. Sunggyu mendesah, dia tahu, kalau sudah seperti ini Hyori akan sangat sulit di lunakkan.

“Apa kau bisa mengerti sedikit saja? Aku disana demi mu juga,  ini semua karena aku mencintaimu Hyo…”

Sunggyu mencoba meyakinkan Hyori, dipandangnya gadis itu dengan pandangan memelas meminta pengertian.

Mendengar perkataan Sunggyu,  Hyori seketika  memandang tajam kekasihnya itu.

“mengerti? Kau suruh aku mengerti saat tahu kekasihku akan meninggalkanku dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan? Kau gila, kau sama sekali tidak mencintaiku Kim Sunggyu!!” teriaknya, gadis itu mulai histeris. Batinnya tidak cukup kuat menerima keadaan Sunggyu akan segera meninggalkannya dalam waktu beberapa hari ini ke Amerika untuk mengejar cita-cita.

“Hyo dengarkan aku, aku sangat mencintaimu, namun keadaan membuatku harus meninggalkanmu di Korea sendirian. Jadi maukah kau bersabar sejenak un…”

Belum sempat Sunggyu menyelesaikan ucapannya, Hyori  malah memotong perkataan sang kekasih sambil menutup kedua telinganya,” aku tidak mau dengar! aku tidak sanggup melakukannya tanpamu. Lebih baik kita sudahi saja!!”

Setelah berkata seperti itu, sang gadis segera berlari keluar dari dalam ruangan tersebut. Meninggalkan sebuah luka pada hati Sunggyu. Luka yang dalam karena merasa dihianati.

“kenapa kau tidak mendengarkan aku dulu Hyo…” gumam lelaki itu, bersamaan dengan itu setetes air mata turun menjatuhi pipinya yang seputih porselen.

…….

Jung Hyori terdiam sembari menatap nanar keluar cafe raut wajahnya terlihat murung dan sendu, membuat wajahnya yang putih terlihat semakin pucat dan tidak bergairah.

Alasannya karena hari ini Kim Sunggyu, kekasihnya akan segera berangkat ke Amerika meninggalkannya.

“Nona, ini pesanan anda.”

Seorang pelayan mendekatinya, lalu meletakkan secangkir kopi didepan gadis itu. Hyori mendengar sang pelayan, namun dia hanya mendongak dan mengangguk saja pada pelayan itu tanpa memberikan sebuah snyum seperti biasanya. Membuat sang pelayan mengernyitkan dahinya heran, kenapa Hyori yang biasanya ceria menjadi seperti ini? Tidak bergairah dan terlihat pucat. Sebenarnya pelayan itu ingin sekali bertanya, namun meski Hyori adalah pelanggan tetap mereka, sang pelayan sama sekali tidak mengenalnya dengan dekat, makanya pelayan itu mengurungkan niatnya dan segera pergi dari sana, meninggalkan Hyori sendirian.

“Hyo, kau Jung Hyori kan?”

Sejenak Hyori tersentak, dia segera mendongak untuk melihat siapa yang memanggilnya. Begitu tahu yang memanggilnya, sejenak Hyori melupakan masalahnya, dan senyum langsung mengembang dibibir Hyori. Orang itu adalah Lee Donghae, teman SMA Hyori. Dulu mereka cukup akrab, namun silahturahim mereka sempat terputus ketika mereka lulus. Menurut kabar terakhir Donghae keluar negeri tapi sepertinya sekarang sudah pulang.

“Lee Donghae?”

Donghae tersenyum, lalu mendekati meja Hyori dan menjabat tangan gadis itu.

“ne, ini aku. Kau sedang apa disini?”

Hyori melirik sekilas kopi yang dipesannya tadi,”hanya menikmati kopi, kau?”

” aku sedang menunggu seseorang.”

“benarkah? Kalau begitu duduklah disini dulu! Sudah lama kita tidak bertemu.”

Donghae mengangguk lalu segera mendudukkan diri didepan Hyori,”sekitar lima tahunan ya. Tapi kau tidak berubah sama sekali Hyo.”

“kau juga. Bagaimana kabar Minrie? Kalian belum putuskan? Bukannya kalian jarak jauh?” Tanya Hyori, namun bukannya menjawab Donghae hanya tersenyum kecil lalu mengangkat jari-jari tangan kirinya. Mulanya Hyori mengernyit heran, namun kerut-kerut dikeningnya menghilang ketika dia menyadari ada sesuatu yang berbeda di jari manis tangan Donghae. Sebuah cincin.

“itu dengan Minrie atau dengan orang lain?” goda Hyori. Sebenarnya dia yakin kalau cincin pengikat itu adalah milik Shin Minrie pacar Donghae dahulu, namun dia tetap saja berniat menanyakannya. Hanya untuk memperjelas.

“tentu saja dengannya. Oh ya,ini hanya cincin tunangan. Kalau kami menikah kau harus datang arra?”

“ya itu sih tergantung, kalau undanganmu datang kerumahku aku akan datang.”

“tentu saja undangannya akan sampai, ngomong-ngomong bagaimana dengan Sunggyu? Kalian masih bersama?”

Seketika raut wajah Hyori berubah, seperti beberapa  saat sebelum bertemu dengan Donghae.

“Hyo…kenapa?” tanya Donghae lagi, sepertinya dia menyadari perubahan pada raut wajah Hyori.

“aniya, kami baik-baik saja.”

Hyori tersenyum terpaksa, lalu dia memalingkan mukanya menghindari tatapan Donghae. Kebiasaan kalau gadis itu sedang berbohong, dan Donghae tahu  pasti akan hal itu.

“nyatanya tidak begitu ya? Kalian ada masalahkan?”

Donghae terus mencecar Hyori dengan pertanyaan. Awalnya Hyori hanya diam, namun kemudian dia mengangguk perlahan,membenarkan pernyataan Donghae.

“sudah kuduga, aura murungmu terlihat sekali. Kau kenapa?”

“aku memutuskan untuk berpisah dengannya…”

Donghae terhenyak mendengarnya, bahkan matanya sampai melotot. Dia tidak mengira Hyori akan melepaskan Sunggyu. Bukannya dulu gadis itu sangat mencintai Kim Sunggyu? Apa dalam waktu lima tahun ini ada sesuatu yang luput darinya?

“mwo? Kenapa? Dia selingkuh ya?”

Hyori menggeleng,”aniyo, bukan seperti itu hanya saja…”

“hanya saja?”

“kami berpisah karena jarak. Kim Sunggyu akan segera ke Amerika, dia akan bekerja disana untuk mengejar cita-citanya.”

Donghae tersentak lagi mendengar jawaban Hyori, hal yang pernah terjadi padanya dulu sekarang terjadi pada Hyori. Cinta dan jarak…sesuatu yang rumit.

“dia yang memintamu untuk berpisah dengannya?” tanya Donghae. Hyori menggeleng perlahan.

“lalu?”

“aku mundur, aku takut tidak akan sanggup tanpanya.”

Begitu mendengarnya Donghae mendesah keras. Tidak disangkanya Hyori yang dulunya kuat malah dengan entengnya melepaskan Sunggyu, orang yang sangat dicintainya, hanya karena masalah seperti ini.

Sejenak Donghae terdiam, dia merasa harus melakukan sesuatu.

“kau tahu tidak? Aku juga pernah mengalami hal sama. Aku dan Shin Minrie, waktu itu bahkan aku yang memintanya meninggalkanku, aku takut dia tidak bahagia jika aku meninggalkannya, apalagi aku akan lama, aku takut dia kesepian.”

“eh?”

“waktu itu Minrie bilang, ‘tidak, aku bahkan tidak akan meninggalkanmu barang sejengkalpun walau kau memintaku seperti apapun’.”

“lalu?”

“waktu aku bertanya padanya, apa yang membuatnya bertahan dia menjawab ‘alasannya simple, aku mencintaimu itu yang membuatku akan bertahan. Jadi maukah kau berjuang bersamaku? Kalau kau juga mencintaiku mari bertahan bersama Lee Donghae. Kita pangkas jarak ini bersama’.”

Begitu mendengarnya, sontak Hyori terdiam seribu bahasa. Gadis itu merasa tertohok dengan ucapan Donghae. Seorang Minrie mengatakan hal itu pada Donghae? Itu diluar dugaan, Minrie yang manja dan terlihat rapuh sanggup mengatakannya, sedangkan dia? Dia yang selalu berpikiran kuat malah melepaskan Sunggyu dengan mudahnya.

“kalau kau mencintainya, seharusnya kau bertahan Hyo. Aku tahu kau gadis yang kuat. Apalagi hubungan kalian sudah berjalan sekitar enam tahunan, itu bukan seumur jagung lagi.”

“tapi Hae, bagaimana kalau…”

“selalu berpikir positif Hyo! Hanya itu kunci dari hubungan yang dihalangi oleh jarak.”

Perkataan Donghae menyadarkan Hyori, ya, benar, kalau diawal saja dia sudah berpikiran buruk bagaimana bisa dia melaluinya?

“kau benar Hae tapi…sepertinya semua sudah terlambat. Dia berangkat hari ini, lima menit dari sekarang.”

Hyori menatap jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya dengan sendu. Dia tahu, tidak mungkin sampai di bandara dalam waktu lima menit, kecuali dia punya kekuatan berpindah tempat dalam waktu satu detik.

“benarkah? Cintamu selama lima tahun akan kandas dalam waktu lima menit? Bukankan itu sangat menyedihkan Jung Hyori? Padahal kau punya banyak waktu dan cukup uang untuk membeli tiket pesawat baru dan menyusulnya kesana, benarkan?”

Hyori, tersentak, dengan cepat dia mendongak menatap Donghae seakan bertanya, apa benar dia harus melakukannya.

Melihatnya Donghae mengangguk sambil tersenyum.

“lakukanlah.”

Seketika raut muka Hyori berubah, donghae benar dia memang harus menyusul Kim Sunggyu, meminta maaf untuk semuanya.

kemudian Hyori beranjak dari duduknya, lalu menyambar tas tangan hitam yang berada disisinya,”terima kasih Hae, aku akan pergi.”

“ya, hati-hati…”

Donghae melambaikan tangannya pada Hyori dengan bahagia, batinnya lega saat tahu Hyori sudah mau memperjuangkan cintanya lagi.

“eh ngomong-ngomong yang membayar kopinya siapa? Hyori tunggu woy…”

……….

Epilog :

“Mwoya? Kenapa mereka mendahuluiku?”

Donghae memekik ketika sebuah udangan bewarna coklat sampai di apartemennya pagi ini. Mendengarnya, Minrie sang kekasih segera menghampiri Donghae karena penasaran.

“kenapa jagi? Kau belum minum obat ya pagi ini?”

Donghae menyodorkan undangan yang dipegangnya pada Minrie,”coba lihat!!”

“mwo? Hyori dan Sunggyu? Ah ini tidak terlalu mengejutkan.” Ujar Minrie datar. Lalu dikembalikannya undangan itu pada Donghae.

“aisssh, aku hanya kesal kita di dului!!”

WEDDING INVITATION

You are cordially invited to celebrate the wedding of

Kim Sunggyu

and

Jung Hyori

On Tuesday afternoon

June the 2nd

At four o’clock

 End

Hola.. apakah ficlet ini mengesankan? pasti engga, mengingat aku ga terlalu romantis jadi maaf kalau abal-abal dan kurang berkonflik hehehe aku males mikir yang belibet, makanya ini ringan banget, lebih ringan dari bride ya kaya nya? dan sekali lagi maaf  kalau mungkin kebanyakan typo atau mungkin kependekan hehehe aku belum sempat untuk ngeditin lagi soalnya ini sama posternya kubikin kilat tadi.

kalau mau kritik saran silahkan, aku terima dengan hati yang lapang kok hehehe.

7 thoughts on “Distance

  1. Astri gak suka…
    soalnya Sunggyunya dikit *dicincang2 thorthor, ditendang ke lautan api, dikelitikin pake kemoceng (?)*
    Aku gak punya komentar thor…ehehehe *cipikacipiki Sunggyu*

    • aku aja juga gasuka#dicincangmasa
      itu memang aku buat iseng dalam waktu 4 jam an plus posternya. aku cuma pengen nyoba aja bikin ff dalam tekanan, eh ternyata gagal? ceritanya kurang greget#sadardiri.
      tapi makasih ya udah ninggalin jejak#pelukSunggyu,eh salah Astri ding.

            • wkwkwkw, yaudah aku terima aja sebutan kece itu/plak
              masa? aku malah suka oneshot ff ku yang chapter ga pernah mulus semua, alias belum dilanjut.
              kkk, aku bikin sunggyu lagi loh. sejam lagi aku post tp di wp pribadi/promosi/plak

              • Thorthor? Ih mau banget dikasih sebutan sama aku ya? (ETH apabanget si Astri~ -,-“)
                Entahlah eon…kayaknya aku gak bisa menghentikan cerita secepat itu. Dan ff chapterku juga gak pernah selesai karena aku mengidap semacam penyakit Gak-Bisa-Menyelesaikan-Cerita. Yah..semacam itu =_=”
                Mungkin eon bisa kasih saran ke aku hiks..hiks..hiks…sedih sekali nasibku *minta diusap2 Sunggyu*
                Wah~ Kyuzizi! Yah, lalu tak dipost di sini? Ntar aku berkunjung deh. Jgn lama2 thor, aku besok udah sekolah nih *nangis* disuruh Yeolli tidur cepet :’] (YEAH, HAPPY BIRTHDAY MY HUSBAND YEOLLI DEOLLI STOBELLI!)

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s