You’re Just Mine [Oneshoot]


Title : You’re Just Mine!

Main Cast : Krystal F(x) , Myungsoo Infinite , Suzy Miss A

Supporting Cast : Amber F(x) , Kang Sora (OC)

Length : Oneshoot

Genre : Thriller , Horor , bunuh-bunuhan😄

Rating : PG-17

Author and Artwork : Mizuky^^

FF ini pernah dipublish di WP pribadi saya , bisa klik ini gomawo🙂 kalau bisa sekalian visit yaah?🙂 *promosi😛

A/N : .

Ini nih gegara baca FF bunuh-bunuhan di salah satu blog , jadi terinsipirasi T.T aaaahhh >_< yaudah deh , selamat membaca..

Saya peringatkan sebelumnya , DON’T TRY IT!  IT JUST FANTASY AND NOT REAL. THE STORY PURE MINE , SO DONT BE PLAGIATOR AND IF YOU WANT TO GIVE ME CRITICSM , PLEASE USE GOOD SENTENCES ^^

Menggunakan Author POV semuanya..

🙂🙂 You’re Just Mine🙂🙂

“Myungsoo Oppaa!!” Teriak seorang gadis kepada seorang namja yang tengah mendengarkan lagu lewat Ipod kesayangannya itu.

Pemuda itu menoleh kebalakang untuk mengetahui siapa yeoja yang meneriaki namanya itu. Dia tersenyum ketika melihat wajah yeoja itu. Dia segera melepas Ipodnya dan menggantungnya disekitar leher.

“Hosh..hosh.. Myungsoo Oppa tunggu sebentar. Kita akan pulang bersama bukan?” tanya yeoja tersebut kepada Myungsoo. Dia kemudian menyeka keringat yang sudah memenuhi wajah cantiknya itu dengan saputangan merah muda bergambar paroro miliknya.

“Ya , Suzy-ah. Kita akan pulang bersama. Ngomong-ngomong , kemana Krystal? Aku belum melihatnya.” Ujar Myungsoo.

“Ah , aku juga tidak tahu Oppa. Aku sudah mencarinya kemana-mana , tetapi tetap saja aku tidak menemukannya. Eh , kita tunggu dia saja sembari duduk di bangku itu. Mau?” tawar Suzy.

“Ehm.. kajja..” kemudian Myungsoo dan Suzy berjalan menuju bangku taman sekolah yang berada di bawah pohon rindang itu. Kemudian mereka duduk berjejeran sembari bercengkrama satu sama lain.

“Bagaimana dengan pelajaran hari ini? Apa kau bisa mengikutinya? Aku dengar dari Sulli di kelas kalian ada ulangan Kimia dari Park Sonsaengnim bukan?” tanya Myungsoo.

“Ya , seperti biasa Oppa. Tidak ada yang istimewa. Penjelasan guru-guru terlalu cepat dan susah ditangkap bagiku. Aku tidak tahu kenapa aku bisa masuk kelas unggulan dengan otak lemotku ini. Dan masalah ulangan , ada beberapa soal yang aku tidak bisa kerjakan , tetapi aku meminta jawaban kepada Krystal. Hehe.” Ujar Suzy sembari mengusap tengkuk kepalanya malu-malu.

Myungsoo tersenyum melihat rauh wajah lucu dari yeoja yang duduk disampingnya ini. dia mengacak rambut yeoja itu gemas. “Ish. Kau selalu saja seperti ini. Jangan menyusahkan Krystal terus. Sesekali asahlah otakmu itu agar tidak tumpul. Kalau kau memiliki otak yang pas-pasan , mau cari kerja dimana? Jaman sekarang , mencari kerja itu sulit.” Ujar Myungsoo menasehati Suzy.

Suzy mengerucutkan bibirnya kesal. “Arra..Arra Myungsoo Sonsaengnim.” Ujar Suzy.

Seketika Myungsoo menjitak kepala gadis itu. Suzy meringis kesakitan karena kepalanya dijitak keras oleh Myungsoo.

“Aish.. Appo Oppa.” Ujar Suzy.

“Kau ini. Diberi nasehat bukannya mendengarkan , malah meledek. Beraninya kau meledek sunbaemu ini.” Sungut Myungsoo.

“Hehe. Mianhae.” Ujar Suzy menyengir polos ke arah Myungsoo sembari memperlihatkan eye smilenya.

“Walaupun kita dekat , tetapi tetap saja aku sunbaemu di sekolah.” Ujar Myungsoo.

Suzy kemudian bangkit dari tempat duduknya. Tangannya terangkat dan bersikap hormat seperti seorang ajudan kepada Jendral. “Siap Sunbaenim.” Ujar Suzy.

Myungsoo terkekeh pelan. Suzy tersenyum. Dia lalu duduk disebelah Myungsoo.

Mereka mulai membicarakan berbagai hal. Tawa riang terdengar dari arah mereka berdua.

Sementara itu…

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Krystal’s side..

Author POV..

Krystal berdiri di balik sebuah pohon yang agak rindang. Matanya menatap garang ke arah dua orang yang tengah bercengkrama dengan akrabnya di bangku taman. Dia meremas kedua tangannya kuat-kuat.

“Suzy..” gumam Krystal. Dia kemudian menyeringai licik.

TAP..TAP..

Krystal berjalan menghampiri kedua orang itu. Bibirnya menyeringai licik. Kilatan dendam dan amarah terlihat jelas di kedua matanya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Suzy dan Myungsoo yang melihat Krystal berjalan ke arah mereka , segera menghentikan aktifitas mereka. Suzy tersenyum cerah ke arah Krystal. Tangannya melambai. Myungsoo hanya tersenyum kecil ke arah Krystal.

Krystal mengangkat sedikit tangannya membalas lambaian Suzy.

“Hai. Sedang apa kalian? Menungguku? Hehe. Maaf tadi aku ada perlu sebentar dengan Choi Sonsaengnim.” Ujar Krystal kepada kedua orang tersebut. Dia sekarang berdiri berhadapan dengan mereka.

“Ah. Nde , kami menunggumu. Kau lama sekali. Aku sudah mencarimu kemana-mana.” Sungut Suzy.

Krystal tersenyum kecil. “Ah. mianhae. Hari sudah sore , kajja kita pulang.” Ajak Krystal.

“Kajja.” Seru Myungsoo dan Suzy.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Mereka sekarang tengah duduk di salah satu halte menunggu datangnya subway yang akan membawa mereka pulang ke rumah masing-masing.

Krystal duduk disebelah kanan Myungsoo , sedangkan Suzy duduk disebelah kiri Myungsoo. Krystal mendengus kesal melihat itu.

Myungsoo kemudian menoleh kearah Krystal. “Ada apa?” tanyanya.

Krystal menatap Myungsoo dengan pandangan bertanya. “Apanya yang ada apa?”

Kini , gantian Myungsoo yang mendengus. “Kau tadi mendengus. Ada apa? Apa ada masalah?” tanyanya. Seketika saja , Suzy menghadapkan kepalanya ke arah Krystal dan Myungsoo.

DEG..DEG..DEG..

Jantung Krystal berdetak tak karuan karena dipandang seperti itu oleh Myungsoo. Dia gugup sekali kali ini. “Tidak ada apa-apa kok Oppa.” Jawab Krystal.

“Nde?” selidik Myungsoo.

“Terserah Oppa saja mau percaya atau tidak.” Ujar Krystal kesal. Dia memalingkan pandangannya ke arah lain dengan muka cemberut. Suzy terkikik geli melihat tingkah Krystal yang kekanak-kanakan itu. Myungsoo tersenyum tipis. Dia kemudian mengacak pelan rambut Krystal.

“Hehe. Mianhae , saeng. Oppa hanya bercanda. Sudah mukanya tidak perlu cemberut begitu.” Ujar Myungsoo.

“Saeng?” seketika saja Krystal menolehkan kepalanya cepat ke arah Myungsoo.

“Nde. Memangnya ada yang salah?” Myungsoo heran mendengar pertanyaan Krystal.

“Aniya. Lupakan.” Ujar Krystal. Dia memalingkan wajahnya –lagi- ke arah kanan. Dia menghembuskan nafasnya berat.

Hanya sebatas dongsaengkah kau menganggapku Oppa? Lalu , kau anggap apa Suzy? Sama sepertiku atau lebih? Tidak apa-apa. Aku akan membuat kau hanya milikku seutuhnya. Batin Krystal.

“Awwww…..” rintih Suzy ketika tangannya berdarah karena tanpa sengaja tangannya meraba-raba tempat duduk  bagian bawah dan sialnya tangannya tertusuk paku. Dia merintih kesakitan.

Myungsoo yang notabene berada disebelah Suzy , segera saja memalingkan kepalanya ke arah Suzy. Dia menatap cemas gadis itu.

“Aish.. kau ini ceroboh sekali. Bagaimana bisa jarimu berdarah seperti ini?” ujar Myungsoo. Dia lalu menghisap jari Suzy. Setelah darahnya sudah tidak keluar lagi , Myungsoo segera merobek pinggir sapu tangan miliknya untuk membabat jari Suzy yang terluka itu.

“Ah. Aku merepotkanmu Oppa.” Ujar Suzy merasa bersalah.

Krystal merasa panas saat itu. Dia marah sekali melihat adegan ‘sinetron’ tersebut.

Awas saja kau Bae Sujie. Geram Krystal.

“Nah. Selesai.” Ujar Myungsoo.

“Gomawo Oppa. Aku pasti merepotkanmu bukan? Jeongmal mianhae.” Ujar Suzy merasa sangat bersalah.

“Ah. Tidak apa-apa.” Ujar Myungsoo. Dia lalu menyimpan sapu tangannya ke dalam tas.

Krystal geram sekali. Ingin rasanya dia memukul wajah polos Suzy keras-keras. Dia ingin sekali mematahkan semua jari-jari gadis itu. Dia sangat marah. Mukanya merah padam menahan amarah yang sudah bergejolak di dadanya.

“Kenapa wajahmu merah padam seperti itu , Krystal-ah?” tanya Myungsoo keheranan.

“Ah..” Krystal tersentak kaget. “Aku hanya kepanasan Oppa. Hehe.” Ujar Krystal.

Dia merutuki dirinya karena hal konyol yang dibuatnya.

“Jinja?” kemudian Myungsoo mengambil jaketnya dan menyampirkannya di kepala Krystal untuk melindungi wajahnya dari sinar matahari yang sangat menyengat itu.

Jantung Krystal berdetak tak karuan karena sikap Myungsoo.

Myungsoo tersenyum cerah ke arah Krystal. “Nah. Kalau begini kau sudah tidak lagi merasa kepanasan bukan?” ujar Myungsoo.

“Aaah.. ti.. tidak.. Oppa. Gomawo.” Ujar Krystal dengan kepala tertunduk.

Suzy terlihat tidak suka karena Myungsoo lebih perhatian kepada Krystal. Dia mendesah kecewa.

“Ah. Bisnya sudah datang. Kajja.” Ajak Suzy.

Mereka bertiga bangkit berdiri kemudian satu persatu menaiki bis tersebut.

Myungsoo duduk memojok –dekat jendela- di salah satu bangku kosong. Melihat ada bangku kosong disebelah Myungsoo , segera saja Suzy mendaratkan pantatnya di bangku itu.

Krystal menatapnya tidak suka. Dengan sangat terpaksa , akhirnya dia duduk di belakang mereka berdua.

Krystal merasa sangat geram ketika dia mendengar canda tawa dari arah tempat duduk  mereka berdua.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

@ Suzy’s room , Bae Family’s House..

Author POV

Saat ini Krystal tengah berada di kamar Suzy. Sejujurnya mereka tidak berteman dekat. Mereka berteman hanya dikarenakan Myungsoo. Mereka sama-sama menyukai namja itu. Mereka rela berbuat apapun asal Myungsoo perhatian dengan mereka. Walaupun mereka harus memasang topeng satu sama lain.

“Suzy-ya , boneka ini manis sekali.” Ujar Krystal. Tangannya memegang sebuah boneka teddy bear berwarna merah muda lucu.

“Jinjjayo? Haha. Itu boneka pemberian Myungsoo Oppa.” Ujar Suzy bangga. Dia lalu duduk di sebelah Krystal.

Krystal memandang boneka itu penuh arti. “Benarkah?” gumam Krystal.

“Nde. Oppa memberi itu padaku ketika aku dan dia berjalan-jalan di Mall.” Ujar Suzy. Dia merasa menang  setelah melihat raut wajah datar gadis itu.

“Apa Myungsoo Oppa tidak pernah membelikanmu sesuatu?” tanya Suzy atau lebih tepatnya menyelidiki.

“Belum.” Gumam Krystal.

Suzy kini merasa menang.

“Ehm… Krystal-ah , ada yang ingin aku bicarakan denganmu..” ujar Suzy malu-malu.

Krystal kemudian meletakkan boneka itu. Dia mengalihkan pandangannya ka arah Suzy. Dia menatap Suzy datar.

“Ehmm… aku menyukai Myungsoo Oppa.” Ujar Suzy.

Krystal kini membelalakkan matanya kaget. “Kau? Kau menyukai Myungsoo Oppa?” tanya Krystal memastikan.

“Ehmm… Iyaa.. sebenarnya aku sudah menyukainya sejak kita kelas 1. Myungsoo Oppa tampan bukan? aah.. aku ingin sekali menjadi yeojachingunya.” Ujar Suzy.

“Begitu..” gumam Krystal. Kini pandangannya kosong.

“Kau mendukungku bukan? Aku berencana 3 hari lagi akan menyatakan perasaanku kepada Oppa. Kau mendukungku kan , Krystal-ah?” ujar Suzy.

Krystal bergumam kecil menanggapi perkataan Suzy. Pikirannya melayang  entah kemana.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

“MWOOOOOO?!!!” pekik seorang gadis.

Dia kaget sekali mendengar perkataan namja itu. Dia sekarang berada di kamarnya dan sedang bertelepon dengan seorang namja.

“Ya! Kau tidak perlu berteriak kencang seperti itu. Aku belum mau telingaku harus pensiun dini.” Sungut suara diseberang sana.

“tap.. tapi.. Myungsoo Oppa , kau menyukainya? Oppa menyukainya?” tanya gadis itu berulang-ulang. Dia merasakan ada banyak pisau yang menyayat-nyayat hatinya.

Perih.. sakit..

Dia merasakan itu semua ketika mendengar perkataan namja itu.

“Iya.. hehe.. aku memang menyukainya , Krystal-ah. Kau mendukungku bukan?” ujar Myungsoo.

Kini Krystal merasakan sesak di dadanya. Dia mencengkram piyamanya kuat-kuat.

“Tapi , Myungsoo Oppa. Belum tentu Suzy-ya juga menyukaimu.” Ujar Krystal.

“Ah. Itulah yang menjadi pikiranku sekarang. Tapi , aku sudah bertekad 3 hari lagi aku akan menyatakan perasaanku kepadanya.” Ujar Myungsoo.

Krystal merasa perasaannya hancur sudah.

“Kalau saja kau bisa Oppa..” gumam Krystal. Lalu dia menutup sambungan telefon.

“Karena besok merupakan hari terakhir kau berjumpa dengannya…” gumam Krystal. Dia menarik ujung bibirnya tersenyum licik.

Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati meja riasnya. Dia kemudian menarik salah satu laci di meja tersebut.

SREKKK…

Terlihat sebuah kotak dengan pita merah muda mengikatnya. Krystal mengambil kotak tersebut. Dia kemudian membuka pita yang membungkus kotak itu.

Mulutnya menyeringai licik ketika dia melihat foto seorang gadis yang berlumuran darah.

“Kau akan berakhir seperti ini , Bae Sujie..” gumam Krystal. “Banyak-banyaklah berdoa kepada tuhan agar kau diterima di surga..”

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

@Classroom..

Author POV

“Suzy-ya , besok kau jadi mengutarakan perasaanmu kepada Myungsoo Oppa?” tanya Krystal. Dia duduk di sebelah Suzy.

“Ehmm.. jadi.. kau pasti membantuku kan?” ujar Suzy.

Krystal tersenyum tipis. “Tentu saja aku mendukungmu Suzy-ya. Kau kan teman baikku.” Ujar Krystal. Dia lalu tersenyum ke arah gadis itu.

“Ah. Gomawo.” Ujar Suzy sembari memeluk Krystal. “Kau memang teman terbaikku.” Ujar Suzy. Dia lalu melepaskan pelukannya. Senyum cerah –nan palsu- dia arahkan ke arah gadis itu.

“Suzy-ya , aku menemui Amber sebentar yaah?” ujar Krystal. Dia lalu berjalan keluar kelas.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Beberapa saat setelah Krystal pergi…

Suzy tengah membaca novel yang kemarin dipinjamnya dari perpustakaan sekolah.

“Ehm.. Suzy-ya..” ujar sebuah suara yang mengganggu aktifitas membaca Suzy.

Suzy menghentikan aktifitasnya. Dia kemudian meletakkan bukunya di atas meja. Kepalanya mendongak ke arah yeoja tersebut.

“Ada apa Sora-ah?” tanya Suzy ramah.

“Ehmm..” kemudian Sora menyerahkan sebuah buku kepada Suzy.

“Ini. Kau kan dekat dengan Krystal. Bisa tolong serahkan buku ini kepada Krystal? Aku sudah mencarinya kemana-mana , tetapi aku tidak menemukannya.” Ujar Sora.

Seketika saja raut wajah Suzy berubah keruh. “Dia bukan temanku. Kau bisa ke kelas Amber. Dia berada disana.”

“Eh.. bukan temanmu? Tapi kalian dekat bukan?” Ujar Sora keheranan.

“Tsk. Aku dekat dengannya karena Myungsoo Oppa. Kalau tidak , mana sudi aku mau dekat dengannya.” Ujar Suzy. “Kau ingin mengmbalikan buku ini bukan? Sebaiknya kau ke kelas Amber. Kau menggangguku.” Seru Suzy kesal. Dia kemudian melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda tadi.

Sora mendengus kesal. Dia kemudian melangkah keluar kelas.

Tak disadari oleh Suzy , Krystal mendengar semua perkataannya.

Baiklah. Berkat perkataanmu itu , hasratku untuk membunuhmu semakin kuat. Perkataanmu bisa kujadikan alasan untuk membunuhmu. Jadi , bersiaplah Bae Sujie. Batin Krystal. Mulutnya membentuk sebuah seringaian menakutkan.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

“Hiaaaaa… Myungsoo Oppa.” Ujar Suzy mengagetkan Myungsoo.

Myungsoo terperanjat. Dia kemudian meletakkan buku -yang tadinya dia baca- di pangkuannya.

“Ada apa?” tanya Myungsoo. Suzy lalu duduk disebelah Myungsoo.

Myungsoo menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kiri. Dia seperti mencari seseorang.

“Mencari siapa Oppa?” tanya Suzy keheranan.

“Krystal.” Kemudian Myungsoo mengarahkan pandangannya ke arah Suzy. “Kau tidak bersamanya?” tanya Myungsoo.

Suzy terlihat kesal sekali. “Tidak..” ujarnya kesal.

“Ya! Kenapa wajahmu seperti itu? Jelek tau.” Kemudian Myungsoo menarik pipi Suzy untuk membentuk senyuman di mulut Suzy.

“Emfh… Appo..” tangannya memukul pelan kedua tangan Myungsoo untuk melepaskan cubitan di pipinya.

Myungsoo terkekeh pelan. “Nde.. nde.. mianhae.” Ujar Myungsoo.

Suzy cemberut yang makin membuatnya semakin terlihat lucu dan menggemaskan. Myungsoo tersenyum. Dia membujuk Suzy dengan berbagai cara supaya gadis itu tidak marah lagi dengannya.

Krystal yang melihat mereka segera mengepalkan tangannya kesal.

Sedetik kemudian sebuah seringaian menyeramkan muncul dari bibir mungil gadis cantik tersebut.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

@Suzy’s Room

22.30

BIP..BIIPP..

Sebuah sms masuk ke ponsel Suzy.

Suzy yang tengah tertidur , merasa terganggu dengan dering ponselnya itu. Dia kemudian meraba-raba tempat tidur di sekitarnya. Tangannya berhenti ketika dia mendapati ponselnya.

Dia mendudukkan badannya. Sesekai dia mengucek-ngucek matanya.

Setelah kesadarannya terkumpul sepenuhnya , dia kemudian membaca isi sms itu.

From : Krystal..

Suzy , bisa kau datang ke taman sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan. Aku mempunyai sebuah rencana untukmu agar saat kau mengutarakan perasaanmu , Myungsoo Oppa akan menerimamu. Kekeke.. aku tunggu kau di taman dekat rumahmu. Ini penting. Ohya , mianhae aku mengganggu tidurmu. Hehe.. ^^

Suzy langsung membelalakkan matanya kaget setelah membaca sms dari Krystal. Secepat kilat dia menyambar jaketnya dan berlari menuju taman belakang rumahnya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

“Brrrrr…..”

Suzy saat ini berada di taman belakang kompleks rumahnya. Suzy meringkuk sedikit karena cuaca malam itu sangat dingin. Dia menyumpahi Krystal karena tidak kunjung datang menemuinya.

“Kemana anak itu?” gerutu Suzy.

TAP..TAP..TAP..

Terdengar langkah seseorang dari arah belakang Suzy. Suzy memutar kepalanya. Dia tersenyum.

Senyumnya luntur ketika dia melihat ada seseorang yang tengah berdiri berhadapan dengannya. Dia terlihat menyeringai , walupun samar-samar. Suzy ketakutan.

“Krystal-ah , akhirnya kau datang..” ujar Suzy dengan suara gemetar.

“Sayang sekali , aku bukan Krystal.” Seru orang itu. Suara tersamarkan karena dia memakai penutup mulut. Orang itu memakai jaket hitam dengan tudung kepala yang hampir menutupi atas kepalanya. Seluruh pakaiannya berwarna hitam pekat.

Orang itu melangkah mendekati Suzy.

Melihat orang itu melangkah mendekatinya membuat Suzy langsung bangkit berdiri. Perlahan dia berjalan mundur untuk menjaga jaraknya dengan orang itu.

“Sss.. siapa kau?” tanya Suzy. Kini ketakutan mulai menjalar di seluruh tubuhnya.

“Aku? Malaikat pencabut nyawamu.” Ujar orang itu.

Suzy ketakutan. Dia kemudian berlari kencang menghindari orang itu. Tetapi sepertinya orang itu sedikit lebih cepat darinya.

JLEB…

Orang itu melempar pisau ke arah Suzy dan terkena kaki gadis itu.

Suzy terjatuh. Dia merintih kesakitan ketika pisau itu menancap di kakinya. Darah segar keluar dari kaki mulus gadis itu.

Orang itu menyeringai. Dia berjalan perlahan ke arah Suzy.

Suzy menyeret langkahnya sembari memegang betisnya yang terluka.

Nafas Suzy memburu. Dia ketakutan , sangat ketakutan. Tangannya bergetar hebat.

“Tolong.. aku tidak tahu apa salahku.. kenapa kau berbuat seperti ini padaku?” ujar Suzy.

Orang itu kini berjongkok berhadapan dengan Suzy. Tangannya mengusap wajah Suzy.

“Kau tidak perlu tahu apa salahmu..” ujar orang itu.

Kemudian orang itu mencabut pisau yang menancap di betis gadis itu.

“AAAAAAA……..” jerit Suzy ketika orang itu mancabut pisau dengan paksa.

Keringat mulai membasahi wajah gadis tersebut.

Orang itu kemudian mengeluarkan sapu tangan miliknya dan membelitkannya di luka Suzy untuk menghentikan pendarahan gadis tersebut.

Suzy menatap heran ke arah orang itu. Meskipun begitu raut wajah ketakutan terlihat jelas di wajahnya.

Orang itu bangkit berdiri ketika dia sudah selesai membebat kaki gadis itu.

“Ma.. mau ap.. apa kk.. kau?” ujar Suzy gemetar ketika dia melihat orang itu –samar-samar- menyeringai ke arahnya.

“Aaaawwww……” jerit Suzy kesakitan. Kakinya yang dibebat diinjak oleh orang itu.

Dia merasa sakit yang luar bisa. Air matanya tumpah  karena dia merasa takut sekali.

“Sakit?” tanya Orang itu.

Dia menginjak lagi kaki gadis itu.

“Aaaaaah…… ampunnn…..” ujar Suzy.

“Hahahaahahha…” tawa orang itu.

Suzy meringkuk ketakutan. Dia menggenggam kedua tangannya kuat-kuat.

“Bangun.. bangunlah..” ujar orang itu. Dia menendang tubuh Suzy dengan sepatu bootnya yang keras itu.

Suzy bangkit berdiri dengan seluruh tenaganya.

“Larilah. Akan kuberi kau kesempatan lari dariku. Lari.. larilah kemanapun.. larii…” seru orang itu. Seketika saja , Suzy berlari dengan langkah terseok-seok berusaha menghindari orang itu.

Orang itu menyeringai.

Percuma kau lari.. karena aku pasti akan menemukanmu. Batin orang itu.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Suzy kini sudah berlari cukup jauh. Dia terus saja berlari menghindari orang itu. Dia tidak lagi mementingkan arah tujuan tempat larinya karena dia hanya ingin selamat.

Suzy kemudian melihat sesosok yeoja yang tengah menghampirinya dengan cemas.

“Ssuzy.. Suzy-ya , kau baik-baik saja? Mianhae aku baru bisa bertemu denganmu. Mianhae. Kau baik-baik saja? Kakimu?” tanya yeoja itu.

“Ah. Krystal-aa , aku tidak sedang dalam keadaan baik-baik. Entah kenapa , ada seseorang yang menginginkan nyawaku. Lalu dia menusuk kakiku dengan pisau. Aku tidak tahu apa motifnya , Krystal-ah.” ujar Suzy.

Krystal menatap Suzy cemas. “Kalau begitu kita harus bersembunyi.” Ujar Krystal. Lalu Krystal membopong tubuh Suzy.

Mereka berjalan dan berhenti disebuah gang yang kecil dan gelap. Terdapat tong-tong sampah di gang itu yang kotor dan berantakan. Sampah-sampah berserakan dimana-mana. Bau tak sedap tercium dari tempat itu.

Krystal mengeluarkan pisau kecil yang terselip di saku jeansnya.

“Krystal-ah , kau yakin tempat ini aman?” tanya Suzy ragu.

“Aku sedikit tidak yakin , Suzy-ya..” kemudian Suzy menoleh kesal kearah Krystal. “Karena orang yang menginginkan nyawamu ada dihadapanmu sekarang.”

JLEB…

Pisau itu kini menancap di perut gadis itu.

Krystal tersenyum cerah. Suzy memelototkan matanya.

“kkkaau…” ujar Suzy.

“Jangan berbicara. Aku tidak suka dengan suaramu. Aku membencimu karena Myungsoo juga menyukaimu. Aku membencimu karena kau merebut Myungsoo dariku. Oleh karena itu , dengan membunuhmu Myungsoo pasti akan  jadi milikku seutuhnya.” Ujar Krystal.

“Kkkau… psycho..” ujar Suzy dengan suara yang sangat lirih. Darah segar keluar dari perut dan mulutnya.

“Haha. Memang..”

Krystal mencabut pisau itu dengan paksa. “Aww….” rintih Suzy.

Krystal menyeringai. “Berdoalah kepada tuhan agar kau diterima di surga.. hahahaha…”

Dan seketika…

JLEB…

Pisau itu kembali menancap di perut Suzy. Suzy ambruk. Matanya tertutup. Nafasnya sudah tidak terdengar lagi. Tubuhnya terbujur kaku.

Suzy telah meninggal.

“Suzy , you must die! Because you , Myungsoo are will not mine. But , if you die , Myungsoo will be mine. Myungsoo is Mine , Suzy.” Bisik Krystal di telinga Suzy.

Tanpa Krystal sadari , ada seseorang yang melihat kejadian itu. Dia terpaku terdiam berdiri disana. Kakinya gemetaran.

“Krys.. krystal..” ujar orang itu.

Krystal membalikkan tubuhnya. Dia menyeringai.

TAP..TAP..

Dia berjalan mendekati orang itu. Orang itu mundur perlahan untuk membuat jarak diantara mereka. Dia ketakutan.

Dan sialnya langkahnya terhenti karena ada sebuah tembok besar dibelakangnya.

“Shit..” erangnya.

“Haha. Kenapa Myungsoo Oppa kau takut?” ujar Krystal.

Krystal kemudian mendekati Myungsoo. Saat ini jarak mereka sudah tidak terlalu jauh. Mereka saling bisa merasakan deru nafas masing-masing.

Krystal mengusap wajah tampan Myungsoo. Sedangkan Myungsoo hanya menatap takut Krystal.

“Kau.. ak.. aku tidak menyangka kalau kau.. krys..” ujar Myungsoo ketakutan.

“Tenanglah Myungsoo Oppa. Aku tidak akan menyakitimu.” Bisik Krystal di telinga Myungsoo. Myungsoo semakin gemetaran.

“Now ,  you are just mine!” , ujar Krystal. Krystal kemudian mencium paksa Myungsoo yang tengah menatapnya dengan pandangan takut.

 

=END=😀

Horeeeee , selesai😀 aku buat ini malem malem pas lagi ngantuk ngantuknya-__-zz

Okeh , aku minta maaf buat fansnya Krystal karena disini aku buat Krystal jahat banget >_<

Aku juga minta maaf buat fans Suzy , karena disini aku buat dia meninggal.. T.T

Aku minta maaf kalau kalian ngga berkenan atas cerita di FFku ini T.T

Okeh , aku akui ini FF bunuh-bunuhannya ga sadis -___- masalahnya aku juga ga tega buat Krystal membunuh sesadis itu T.T

Yaudah deh , terima kasih sudah membaca🙂

16 thoughts on “You’re Just Mine [Oneshoot]

  1. untung aku ga di cerita, kalau ada mungkin aku bakal dibunuh juga. secara akukan selingkuhannya bang Myung.#ngomentgajeditendang.
    hehehe, becanda yang tadi, karang aku koment yang sebenarnya : sebenarnya aku agak ganjel di bag tusukan kedua, yang mba suz langsung mati, mungkin akan lebih bagus kalau diarahkan ke jantung tusukannya#cuma saran dan opiniku, ga bermaksut ngebash hehehe ^^V
    tapi, over all aku udah dapet feel nya dan sempat merinding tadi.
    hwaiting, keep writing😀

    • selingkuhannya abang L? berarti unni harus dibunuh sama klee😄 wkwk #excited😀
      eh? diarahkan ke jantung? wkwk..
      aku ga setega itu T.T makanya aku bilang ini FF thriller gagal >_<
      eh? merinding? bagian mananya yg bikin merinding?
      ckck.. unni..unni..

      • dibunuh? wah jangan dong, nanti bang myung ku gimana? dia pasti langsung jadi bujangan? jangan, kasihan#makingaje.
        tega dikit gpp#ketawasetan, tapi menurutku ini ga gagal juga kok, buktinya aku merinding?
        iya, di bagian yang ada menyeringai2 nya, disitu aku langsung bayangin wajah coolnya Krystal yang dewasa itu menyeringai lebar, kaya mbak2 kunti yang ada di pilm2 horor itu lho, sumpah serem abis >.<

  2. Ckckck kok aku ada di pihak yg dukung Krys buat ngebunuh Suzy ya? (looh?)
    Aku suka adegan Krys ngebebat kakinya Suzy, trus diinjek2…Uh, sakit pasti:/ (iyelah ya hadeuh)
    Kecian Bang Myung, salah sendiri ah suka PHPin cewek (loh?) -,-“

    • haha , mihak krys? wkwk.. pada kejem2 yaah-__-
      aku ajah yg buat ngerinya minta ampun.__. meskibegitu , aku buat juga sambil mesem2 ga jelas .__. biasa org aneh😛
      haha , iyaa , bang myung kelewat tampan sih yaa.__. haduh..

      • Betul!! Abisan Suzy-nya gak baik juga😛 sebagai future yeobo-nya Myung kan aku gak rela juga Myung punya pacar macem Suzy (apesih…)
        Tapi untuk ke-thriller-annya aku emang kurang dapet ^_^v
        Betul…susah juga jd orang ganteng -,-” Aku sbg future yeobo-nya juga jadi repot kan…XD

        • eh , wkwk.. aku buat suzy jadi krg baik yaah? #dipenggal..
          ha?!! unni future yeobonya myungie? andweee>_<
          myungsoo itu suami masa depannya aku😀 #plakk..
          haha.. emang , thrillernya krg serem😀 asiik..😀
          haha , unni rempong? wkwk..

          • Betul, dia sama Kys sebenernya hampir sama. Bermuka dua. Cuma Krys-nya aja yg berani bunuh2an -,-”
            Betul! Saeng harus lawan diriku dulu kalo gitu >___>
            Ngebuat thriller itu susah menurutku ._______.
            Betul, harus ngadepin fansnya Myung setiap detik sekali (lebay ah :p)

            • haha , iyaa bermuka dua kayak aku.__. #oops..
              haha , krys kan kejem😀 mukanya sinis , jadi cocok😄 #dibunuh..
              waah , atut aku kalau lawan unni >_< wkwk..
              iyaa.. susah sekali .__. yg buat film2 horor keren yaah😄 khususnya film horor luar negeri bukan indo.__.
              jiaah.. fansnya myungie bejibun loh unni XP ntar unni dibunuh loh sm mereka , termasuk sm aku😛

              • Setuju, Krys emang cocok bunuh-bunuhan :O
                Jadi pemeran antagonis yang jahat tapi cantik gitu, nice!
                Betul, lebih baik kau menyerah Mizuzuzu! Kau tidak akan menang melawan Asun-mu ini! *asah gergaji*
                He’eh, apalagi yg bisa ngeluarin feel horor dan menegangkannya itu.

  3. Nice ff x3
    Aku seneng ff thriller!
    Beneran deh penggunaan kata-katanya bener dan mudah dimengerti.
    Tapi masih banyak beberapa hal yang ganjal disini. Kenapa Myungsoo bisa ada di tempat itu? Padahal kan itu jam 11 malam? Terus juga gimana caranya Krystal nemuin Suzy?
    Oya, akhirnya juga gantung eh aku penasaran kelanjutannya wkwkwk.
    But, overall I like it so much! Keep writing!

    • doh, kamu baca ff lama ini yg kucel banget dan banyak typo udah gitu gejeh, thriller ga jelas, pembunuhan ga sadis-_-
      kenapa? gatau.. mungkin si L udah punya firasat buru kali-_- jadi ceritanya itu lokasi pembunuhannya di deket perumahan L, mungkin dia ada semacam warn gitu-_- HAHAHA.. ABSURD BANGET-_____-
      maafkan saaayaaa T.T
      gimana caranya si Kle nemuin Suzy? lah, kan ditelepon.. si Krystal nelepon Suzy, otomatis yah mereka berdua ketemu gt :3 haha O_O
      kelanjutannya silahkan dibayangkan sendiri~

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s