Heart Attack (part 1)


HEART ATTACK

author: cinderella3993

main cast:

– Kim Jonghyun aka Jonghyun

– Shin Sekyung aka Park Yujin (OC)

– Jang Seo Hee aka Jonghyun eomma

and other….

Length: Series

ini ff pertama saya, sudah saya publish di blog saya beberapa hari yg lalu. cuma yg di blog saya masih ancur bgt tnda bca plus bxk typo, yg ini udah saya benerin. comment please readers… !! don’t plagiarism.  cuma fiktif belaka dan kalo karakter ato umur tokoh g sesuai juga mohon maklum aja ya .so,let’s check this out…

(Yujin POV)

namaku Park Yujin, aku seorang dokter yg bekerja di sebuah rumah sakit ilegal yg tersembunyi di sudut kota seoul. rumah sakit yg berisikan dokter-dokter ‘gagal’ dan terasingkan. Banyak dari mereka yg pernah merasakan dinginnya ubin di balik jeruji besi karena tuntutan akan terjadinya kasus malpraktek. Aku tidak termasuk kedalam kategori itu, tapi aku berada disini sekarang karena aku sudah cukup lelah untuk mengantarkan surat lamaran pekerjaan,hampir ke semua rumah sakit yg ada di negeri ini. Lalu ditengah keterpurukkanku, seorang sunbae-ku sewaktu di universitas mengajakku untuk bergabung disini. beda dengan RS lain, bukan pasien yg menyari kami tapi kami yang mengejar mereka. Biasanya pasien yg benar-benar menghampiri RS ini hanya penderita penyakit ringan dan itu bisa kami atasi. Tapi ada beberapa juga pasien yang datang dengan penyakit/kecelakaan serius yg harus kami selamatkan, beberapa berhasil dan sebagian besarnya gagal. Kadang aku berfikir kenapa keluarga korban menyalahkan kami, bukankah manusia punya takdirnya masing-masing. dan mungkin secara kebetulan pasien yg tak terselamatkan oleh kami itu memang yg sudah ditakdirkan ‘mati’ pada saat itu. Maka dari itu, aku merasa kasihan dengan dokter-dokter yg terdampar disini, mungkin saja mereka hanya korban dari rasa ‘ketidakrelaan’ keluarga pasien akan kematian orang yg disayanginya. Dan, sejak pertama aku menjadi dokter di RS ini aku bertekad untuk membuat RS ini menjadi legal dan mendapatkan pengakuan.

( jonghyun POV)

aku terduduk diatas tempat tidurku dan melamun -kegiatan rutin yg slalu kulakukan di pagi hari- sebelum akhirnya beranjak dengan malas. tiap hari aku berfikir apa gunanya aku terlahir ke dunia ini, jika tidak dapat menikmati bagaimana rasanya hidup normal itu. ini dimulai sejak 4 tahun lalu, saat tiba-tiba aku divonis bahwa hidupku tidak akan lama lagi. jantungku mempunyai kinerja yg melemah dari hari ke hari. sejak saat itu aku merasa hidupku tidak akan ada artinya lagi. Tapi ada satu hal yang membuatku tidak rela untuk cepat mati, aku belum membahagiakan ibuku. aku anak bungsu dari tiga bersaudara, 1 hyung dan 1 noona. aku bersyukur mempunyai eomma dan noona yg sangat sayang dan peduli padaku. Tapi sayangnya, hubungan ku kurang baik dengan aboeji-ku. dan hyung-ku, ia mulai membenciku karena dia pikir aku merebut semua kasih sayang dari eomma, sepertinya dia terlalu berlebihan dan childish.

“kau sudah siap berangkat nak??”

tiap pagi eomma sudah menyiapkan sarapan rapi di meja makan. Setiap hari aku selalu berharap akan mendapatkan istri secantik dan sepengertian eomma-ku. Tapi saat aku sadar akan umurku, aku hanya bisa tersenyum getir didalam hatiku.

eomonni, sepertinya hari ini aku akan pulang telat. sepulang sekolah akan ada rapat, tentang festival yg akan di adakan malam natal nanti,” aku sudah bisa menduga expresi seperti apa yg akan muncul di wajah cantik eomma-ku ini. aku merangkulnya manja lalu mencium pipinya.

“aku janji akan jaga diri sebaik-baiknya. eomonni tidak usah khawatir ya”, dan berusaha meyakinkannya.

“baiklah.. tp ingat, eomma tidak mau sampai telpon berdering dan menyampaikan kabar buruk tentangmu. arraeso??”
aku menganggukan kepalaku cepat.

“okey then,im leaving eomonni. annyeong”

(Jonghyun eomma POV)

“okey then,im leaving eomonni. annyeong”

“ oiya,jjong-ah.. kemarin doktermu menghubungi eomma, dia bilang saat ini namamu ada dilist teratas sebagai resipient donor jantung. Jadi jika sudah ada jantung yg di donorkan, kamu mau kan untuk operasi??”

“ silh-eo”, jawabnya tandas. Air mata ku hampir saja jatuh kalau aku tidak menahannya sekuat tenaga.

“ yaa.. jjong-ah,pikirkanlah baik-baik. Tidak usah terburu-buru”, aku berusaha membujuknya.

 eomonni, aku sudah mempertimbangkannya dengan matang. Untuk apa aku operasi jika kemungkinan sembuhku Cuma 30%. Daripada aku mati saat operasi, lebih baik aku habiskan sisa waktuku untuk menikmati hidupku”, nada suaranya mulai meninggi, air mataku pun seketika meluncur mendengar perkataannya. aku tau dia juga mengerahkan semua tenaganya untuk mengatakan ini. Aku berjanji pada diriku sendiri agar tidak menangis didepannya tapi air mataku sungguh tak kuasa ku bendung lagi. Dia memelukku.

mian.. mianhae eomonni. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih.” Dia membersihkan air mata yang membanjiri wajahku dengan tangannya.

“ sepertinya aku sudah telat, galge eomonni. Oya, tenang saja eomonni aku akan selalu disampingmu”, dia bergegas pergi setelah mencium pipiku.

Setelah selesai merapikan rumah, aku membuka-buka album keluarga yg telah usang karna sudah berumur belasan tahun. Ketiga anakku, mereka membuatku menjadi ibu yg sangat bahagia karena memiliki mereka. Mereka lah alasan ku untuk tetap bertahan di dunia yg kejam ini. Sungguh kejamnya hingga melunturkan senyum dan semangat anak bungsu ku, Jonghyun. Dia masih terlalu muda untuk menanggung ini, masih terlalu banyak hal di dunia ini yang belum dia nikmati. Sebenarnya aku merasa sangat buruk saat melarangnya melakukan sesuatu, tapi mau bagaimana lagi?? ibu mana yg tidak protective saat mengetahui bahwa hidup anaknya sudah di ujung tanduk. kadang aku berfikir, kenapa tidak aku saja yg mengalaminya, jika nyawaku bisa ditukar dengannya tanpa ragu aku akan menyerahkan nyawaku untuknya. tahun ini, adalah tahun dimana ia akan memasuki umur 19 dan bahkan aku tidak memperbolehkannya untuk memiliki kekasih. karena aku terlalu takut, aku takut dia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang lain. My little boy, jonghyun, yang selalu membuat jantungku berdetak dua kali lipat lebih cepat karna mengkhawatirkannya. ketahuilah, bahwa eomma sangat mencintaimu.

(Yujin POV)

aku jenuh dengan kesepian yg menyelubungi gedung tempatku bekerja ini. sudah lama tidak ada pasien yg harus kita tangani. Paling hanya orang flu ringan yg menjadi pasien kami. Tapi tiba-tiba, ada sebuah ide yg muncul di kepalaku. ide yg sepertinya agak sulit untuk diwujudkan, tapi harus dilakukan. aku segara bangkit dari ruanganku dan mengambil tas serta kunci mobil, dan segera keluar dari ruanganku. uppss, ada yg tertinggal. aku segera mencari masker ku, dan kembali bergegas mengendarai mobilku menuju Seoul Hospital, rumah sakit yg cukup ternama di negeri ini.

sesampainya disana, aku menarik nafasku dan berusaha membuat diriku setenang mungkin. aku mencari kamar mandi yg terdapat disana sambil mengawasi sekeliling. Good, tidak ada orang di kamar mandi. Aku melongokkan kepala ku keluar dan Bingo, sepertinya aku sedang cukup beruntung kali ini. aku keluar dari kamar mandi dengan memasang wajah panik dan segera menghampiri suster yg sedang berjalan sendirian. persis seperti yg kuharapkan.

“suster.. suster tolong aku.!! adikku pingsan dikamar mandi…”

suster itu langsung berlari kedalam kamar mandi. mianhae suster, tapi aku harus melakukan ini. bisikku dalam hati.

ppalli suster, adikku di bilik ini”, aku menunjuk salah satu bilik dengan asal. dan saat ia membelakangiku, segera ku tusukkan jarum suntik yg berisi obat bius kepadanya.

tidak lama aku keluar dari kamar mandi. Ya, aku ‘meminjam’ sebentar seragam dan nametag milik suster yg sedang sial itu. aku segera mencari tempat administrasi RS ini, dan tidak lupa menggunakan masker dokterku untuk menutupi wajahku. Nah, Ini dia tempatnya, dengan perlahan tapi pasti aku mendekati perempuan yg duduk di depan komputer sambil merangkai kalimat dalam benakku.

yeogie yo,eonni.. hmm,bolehkah saya menggunakan komputer ini sebentar??”

perempuan tadi memandangku, mungkin ia ingin mencoba mengenaliku yg sebagian wajahnya tertutup masker. dan pandangannya pun beralih ke nametag yg tersemat di seragam ku.

Eonnie katamu??” o’ow, sepertinya aku melakukan kesalahan saat ini.

“erm,itu…” aku mengalami kebuntuan.

“saat ada butuhnya saja kau baru memanggilku oennie padahal aku memang 2 tahun lebih tua darimu. mau apa kau dengan komputerku ini? kau tau, tidak ada yg boleh menyentuhnya selain aku di RS ini.”

huft,lega. kukira aku akan mati saat ini.

“tadi, seorang dokter menyuruhku untuk mengambil data salah seorang pasiennya”, aku berusaha sesantai mungkin saat mengatakannya.

“dokter siapa? nama pasiennya??” sambil membuka database para pasien di komputernya. dan babo, aku tidak terfikir akan ada pertanyaan seperti ini. cepat putar otakmu yujin-ah atau kau akan benar-benar mati.

“aku kurang begitu mendengar saat nama pasiennya disebutkan tapi mungkin dengan melihat nama-nama di list aku akan mengingatnya, dan kau tau kan kalau aku sering lupa nama-nama dokter disini karena mereka terlalu banyak”

“jeongmallo neon babo-ya… apa yg akan kamu cari kalau begitu. sana temui dulu dokter yg menyuruhmu” aiiissh…

“ahh, pokoknya dia dokter ahli jantung. ya, ahli jantung. dan pasiennya adalah pasien rawat jalan”, entah darimana pikiran itu tiba-tiba muncul. perempuan itu memandangku dengan pandangan curiga. dia lalu mengutak-atik komputernya. aku sudah pasrah kalau rencana ini tidak berhasil.

kkerre, coba kau liat-liat nama disini mungkin kau jadi ingat nama pasien itu”, aku sudah tidak mau berlama-lama disini jadi segera aku ambil saja nama yg terlihat oleh mataku.

“ini dia, Kim Jonghyun. sebenarnya aku mendengarnya tadi, tapi karna suara dokter itu kurang jelas jadi aku takut salah.hehe.. oiya, dokter minta print-an data diri lengkap pasien ini”

“baiklah, kau yg akan mengantarnya atau aku saja?”

“serahkan padaku saja, aku tidak ingin lebih merepotkanmu eonni

jamkkanmanyo,aku print kan.ngomong-ngomong, kenapa kau memakai masker?” aish,sepertinya dia mulai curiga padaku.

“errm,aku sedang flu jadi aku memakainya”

“kau sedang flu?? pantas suaramu tidak seperti biasa. ini cetakannya”

gamshamnida eonni

( jonghyun POV)

Aku merasa kurang enak badan tetapi rapat ini masih belum selesai. sebenarnya tidak ada bedanya aku datang atau tidak ke rapat ini, karna aku hanya duduk diam dan tidak memberikan ide apa-apa. Tapi aku merasa ingin untuk berpartisipasi, secara tahun ini tahun terakhir ku di highschool. hari sudah mulai gelap, eomma pasti khawatir padaku.

“baiklah sampai disini dulu rapat kita chingu.silakan kembali ke rumah. hati-hati dijalan”,akhirnya ketua kelas mengakhiri rapat ini. aku merasa dadaku mulai nyeri. segera aku mengambil langkah cepat meninggalkan kelas.

Saat baru keluar gerbang sekolah, aku mendengar namaku dipanggil. Suara wanita. sepertinya dia seorang noona-noona dan sangat cantik. Tapi aku merasa tidak pernah melihatnya apalagi mengenalnya.

“ne?? kau memanggilku??”

“jadi kau benar Kim Jonghyun?? waah, ternyata wajah aslimu tidak berbeda dengan fotomu. sama-sama tampan. kenalkan, naneun Yujin, Park Yujin imnida..”

to be continued….

maaf ya kalo jelek,nantikan yg part 2 nya ya….. annyeong… ^_^

3 thoughts on “Heart Attack (part 1)

  1. ini ff pertama ya? emhh masih ada typo nya, tapi ini sudah cukup lumayan kok buat pemula
    #jadi inget ff pertamaku kekeke.

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s