Do You Love Me? [Chapter 1]


Tittle : Do You Love Me? [Chapter 1]

Main Cast : Krystal F(x) , Kai EXO-K , Kim Naeun (OC)

Supporting Cast : Tuan dan Nyonya Jung , Jessica Jung

Length : Twoshoot

Genre : Romance , Teenager Love Story

Rating : PG-13

Author : Mizuky ^_^

Artwork : Enny Hutami. Gomawo🙂

Cerita ini pernah dipublish di WP pribadi : klik..klik , kunjungi yaa ^_^

~~~ Let’s Reading and Enjoying ^_^~~~

“Ukh. Panas sekali. Lee ahjussi kemana sih? Lama sekali! Aku pecat baru tau rasa.” , ujar Krystal kesal karena dia harus menunggu lama sekali.

Terlebih lagi , sekolah sudah sepi dari hiruk pikuk para siswa.

Tin..tin..

Akhirnya mobil yang menjemput Krystal pun tiba. Dengan raut wajah kesal , Krystal berjalan menghampiri mobilnya. Dia kemudian membuka pintu mobil dengan kasar dan segera masuk kedalam. Sekali lagi , dia menutup pintunya dengan sangat keras.

Mianhae , nona. Saya telat. Tadi anak saya sedang sakit. Saya mengantar dulu anak saya ke dokter.” , ucap Sang Sopir kepada majikannya itu.

Haish. Saya engga peduli. Mau anak kamu sakit atau engga , saya engga peduli. Kalau Ahjussi ngga bisa jemput saya tepat waktu , kasih taau!. Buat saya kesal saja.” , ujar Krystal kesal.

Mianhae , non. Saya lupa.”

“Udah , ngga usah banyak omong. Buruan jalan!” , perintah Krystal dengan kasar.

“Baik nona.”

Akhirnya , mobil itupun melaju membelah jalanan kota Seoul.

Selang beberapa menit , mobilpun sudah sampai di kediaman keluarga Jung yang kaya raya itu.

Krystal berjalan masuk tanpa memberi salam terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya dan juga kakaknya yang sedang berada di ruang tamu itu.

“Krystal! Kemana sopan santun kamu?! Disini ada orang yang lebih tua dari kamu. Sebaiknya , kamu memberi salam kepada kami. Gunakan tata krama kamu!”, ujar Ayah Krystal marah melihat kelakuan anaknya.

Haish. Udah deh , Appa. Krystal ngantuk , capek. Ceramahnya nanti saja.” , ujar Krystal cuek kemudian dia melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai atas itu.

“Ckck. Anak itu. Kemana sopan santunnya?”, ujar Ayah Krystal yang masih marah melihat kelakuan putri bungsunya.

“Sudahlah , Yeobo. Memang begitu kelakuan Krystal. Cepat atau lambat , dia pasti berubah.” , ujar Nyonya Jung mencoba menenangkan suaminya itu.

“Ish. Kau ini selalu membelanya! Lihat , dia jadi anak yang tidak punya tata krama kan? Coba sekali-kali kau memarahinya. Jangan terus memanjakannya.”, ujar Tuan Jung kesal.

“Aku bukan membelanya. Tapi , akan percuma kalau kau terus menegurnya. Telinganya itu sudah kebal atas segala macam nasihat-nasihat.” , ujar Nyonya Jung.

“Sudahlah , Appa , Eomma. Kalian tidak perlu bertengkar. Mungkin Krystal sedang ada masalah , jadi sikapnya agak kasar kepada kita.” , ujar Jessica yang berusaha menengahi pertengkaran antara Eomma dan Appanya itu.

Hah. Kalian ini selalu saja membelanya. Percuma aku terus menasihatinya kalau kalian terus membelanya.” , ujar Tuan Jung yang kemudian duduk kembali di sofa dan segera menyeruput tehnya.

“Bukankah Kai 2 hari lagi akan kembali ke Korea?” , tanya Jessica mengalihkan pembicaraan.

Nde. Akh , Eomma sudah tidak sabar melihat rupanya sekarang ini. Dia pasti bertambah tampan. “ , ujar Nyonya Jung sembari mencoba membayangkan wajah Kai sekarang ini.

“Iya. Jaehee juga sudah menitipkan anaknya kepada kita. Siapa ya nama anaknya? Appa lupa.” , ujar Tuan Jung sembari mengerutkan keningnya mencoba untuk mengingat-ngingat.

“Kim Naeun.” , jawab Jessica.

“ah , ya! Naeun. Dia pasti bertambah imut , mengingat saat kecil dia lucu dan menggemaskan.” , ujar  Tuan Jung.

Nde. Wah , berarti rumah kita akan ramai donk. Akh. Senangnya. Apalagi ada Naeun dan Kai , wah ada teman bermain nih.” , ujar Jessica yang merasa senang karena sebentar lagi dia akan mendapatkan teman.

Ya , hubungan Jessica dan Krystal tidak terlalu akrab. Jessica yang periang , berbanding terbalik dengan Krystal yang cenderung pendiam dan dingin. Meskipun begitu , mereka berdua tidak pernah bertengkar.

Nde. Apalagi Kai dan Naeun , mereka berdua sama-sama cerewet dan selalu ceria. Ya , sepertinya suasana di rumah kali ini akan lebih ramai.” , ujar Nyonya Jung.

“Krystal pasti senang dengan kedatangan Kai. Sejak kecil dia selalu akrab dengan Kai. Ya , semoga saja Krystal kembali menjadi Krystal kecilku yang selalu ceria.” , ucap Tuan Jung dengan penuh harap.

-.-.-.-.-.-.-.-

@Jung Family’s Home , Dinning Room

Keesokan harinya , seperti biasa suasana di meja makan hari itu selalu sama dari hari ke hari. Krystal selalu bersikap dingin dan jarang berbicara. Yang paling banyak berbicara justru adalah Jessica.

“Krystal , bagaimana keadaan d sekolahmu?” , tanya Nyonya Jung kepada anak bungsunya. Dia ingin membuat Krystal berbicara karena sedari tadi Krystal hanya makan dalam diam.

As usual. Nothing special.” , ujar Krystal cuek dan terus memakan rotinya.

“Oh. Lalu bagaimana dengan ulanganmu?” , tanya Nyonya Jung –lagi-

Karena kesal terus ditanyai , Krystal menatap tajam kearah Eommanya dan sukses membuat Eommanya menelan ludah karena ketakutan.

Fine.” , jawab Krystal akhirnya.

“Ehm. Oh , begitu.” , ucap Nyonya Jung. Dia tidak ingin bertanya lebih lanjut karena takut dengan tatapan anaknya.

Suasana di meja makan kembali hening , yang terdengar hanyalah suara dentingan logam metalik.

-.-.-.-.-.-.-

Setelah menghabiskan sarapan mereka , Jessica dan Krystal bersiap untuk berangkat sekolah. Krystal harus berangkat ke Seoul Internasional Foreign School , sedangkan Jessica dia harus bersiap ke Universitasnya. Ya , saat ini Krystal kelas 11-A dan Jessica merupakan Mahasiswa tingkat 2.

Jessica sudah berangkat duluan dengan mengendarai mobilnya , sedangkan Krystal harus menunggu Lee Ahjussi memanaskan mobil.

Aish. Lama sekali.” , gerutu Krystal tidak sabar.

Setelah , menunggu beberapa lama akhirnya Krystal berangkat menuju sekolahnya.

-.-.-.-.-.-.-.-

@Seoul Internasional Foreign School

Saat ini Krystal sudah berada di gerbang pintu masuk sekolah. Sebenarnya , dia malas untuk berangkat sekolah karena dia tidak punya teman dan cenderung ‘dimusuhi’.

Tapi , toh Krystal selalu bersikap cuek dan tidak peduli.

Dia melenggang masuk menuju ke ruang kelasnya. Sepanjang perjalanan banyak sekali anak-anak yang membicarakan Krystal. Rata-rata yang mereka bicarakan adalah mengenai keburukan Krystal.

Misalnya , sikap sombongnya , angkuh , cuek , dingin , tidak bersahabat , tidak punya sopan santun , dll.. kebanyakan dari mereka sebenarnya hanya iri kepada Krystal. Ya , selain Krystal memiliki wajah yang cantik , dia memiliki tubuh yang sempurnya , pandai , dan memiliki suara yang bagus. Itulah , mengapa banyak anak-anak yang tidak suka kepadanya.

Krystal sebenarnya mendengar ejekan dari teman-temannya itu. Untuk itu setiap dia berangkat sekolah , Ipodnya sudah bertengger manis di telinganya.

Ya , seperti biasa , pelajaran hari itu dia lewati dengan kebosanan dan kekosongan.

-.-.-.-.-.-.-

@Jung Family’s Home.

Krystal sudah pulang ke rumahnya. Saat dia membuka pintu rumah ,  dia mendengar ada suara ribut-ribut dari arah Ruang Keluarga rumahnya.

Dan seperti biasa , dia tidak peduli. Dia masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Sehabis itu , dia melangkah menuju tangga untuk pergi ke kamarnya.

Nyonya Jung  yang melihat Krystal sudah pulang , segera menghampiri Krystal.

“Krys , kenapa kau masuk begitu saja. Ada tamu. Ayo ikut Eomma , akan Eomma tunjukkan ‘siapa’ tamu itu. Kau pasti akan senang.” , ajak Nyonya Jung.

“Aduh , Eomma. Krystal capek , lagipula masih banyak tugas. Sudah ah.” , Krystal berniat pergi meninggalkan Eommanya untuk menuju ke kamarnya.

“Tunggu Krystal!” , kamudian Nyonya Jung memegang lengan anaknya. “Untuk kali ini , buatlah dirimu berguna demi Eomma dan Appa.” , ucap Nyonya Jung yang sukses membuat Krystal menurut.

Ya , dari dulu Krystal tidak pernah bisa membantah perkataan Appa dan Eommanya jika mereka sudah memohon dengan menggunakan kalimat  “Untuk kali ini , buatlah dirimu berguna demi Eomma dan Appa”. Cita-citanya sejak kecil adalah , dia ingin sekali membuat orang tuanya bahagia dan bangga karena sudah memilikinya.

Kemudian , Krystal mengekor dibelakang Eommanya. Dia melangkah dengan malas-malasan. Dan ketika sudah sampai , betapa terkejutnya dia melihat dua ‘orang’ yang sedang tersenyum ke arahnya.

“Long time no see right , Krystal?”

“Long time no see right , Klee?”

Ucap Naeun dan Kai bebarengan. Kemudian mereka saling pandang dan terkekeh kecil menanggapi apa yang baru saja terjadi.

Melihat kebersamaan mereka , membuat Krystal tersenyum kecut.

Ish. Mereka masih sama seperti dulu. Sepertinya , aku harus siap-siap untuk merasakan sakit lagi. Batin Krystal sedih.

“Jadi mereka tamu yang kata Eomma membuatku terkejut? Dan well , ya. Aku terkejut. Jadi hanya ini saja kan? Tidak penting.” , ujar Krystal dingin kemudian pergi meninggalkan Eommanya , Kai dan Naeun yang masih terbengong-bengong.

Kai sangat terkejut mendengar perkataan Krystal. Tidak mungkin Krystal yang selama ini dikenalnya sanggup berkata dingin seperti itu.

Seperti bukan Krystal. Pikir Kai dan Naeun.

“Omongan Krystal yang tadi jangan dianggap ya. Dia memang begitu akhir-akhir ini. Sikapnya selalu dingin.” , ujar Nyonya Jung yang merasa tidak enak kepada Kai dan Naeun.

Malam harinya , Krystal , Jessica , Nyonya dan Tuan Jung , Kai dan Naeun berkumpul bersama di ruang keluarga.

Sebenarnya , Krystal malas untuk berkumpul. Dia tidak ingin bertemu dengan Kai dan Naeun yang terlihat akrab sekali. Hatinya pedih jika melihat hal keakraban mereka.

Ya , Krystal sangat menyukai Kai. Tetapi –menurutnya- , Kai selalu mendahulukan Naeun dan selalu mencemaskannnya ketimbang dirinya. Oleh karena itu , dia harus mengubur dalam-dalam mengenai perasaannya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Flashback.

Saat itu Krystal , Kai dan Naeun sama-sama kelas 2 SMP dan sekolah di 1 sekolah yang sama yaitu , Seoul International Junior High School dan kebetulan mereka juga 1 kelas.

Hayo , ngelamunin siapa nih?” ujar Hara –teman dekat Krystal- mengagetkan Krystal.

Akh. Bukan siapa-siapa kok.”  , elak Krystal.

“Hohoho.. Ngeliatin Kai yaa? Hayo , ketahuaaaan :P” , ujar Hara setengah meledek Krystal.

Karena ketahuan , akhirnya Krystal mengangguk pelan. Dia menghembuskan nafasnya berat.

“Iya , aku memang ngeliatin Kai. Apa kau puas?!” , ujar Krystal kesal karena Hara selalu meledeknya.

Mendengar pengakuan Krystal , membuat Hara gemas mendengarnya. Hara tahu bahwa Krystal sudah menyukai Kai sejak lama dan tidak berani untuk mengutarakannya. “Ya ampun. Kau itu harus berbicara kepadanya mengenai perasaanmu. Jangan bersembunyi terus. Kalau kau begini terus , Kai tidak akan pernah tahu tentang perasaanmu.”

Krystal menghembuskan nafasnya perlahan. “Apa kau tidak melihat Kai sedang bersama siapa? Naeun! Meskipun aku berbicara padanya , tapi dia tidak akan peduli. Yang dia sukai adalah Naeun!” , ujar Krystal yang merasa putus asa.

“Ya ampun Krys , kau dapat darimana informasi kalau Kai menyukai Naeun? Bukan dari Kai langsung kan? Lagipula Kai juga akrab denganmu kan? Itu tandanya Kai juga ada respon untukmu.” , bela Hara.

Krystal kemudian menghembuskan nafasnya perlahan.

Fine. Percuma berdebat denganmu. Baiklah , pulang sekolah aku akan berbicara mengenai perasaanku. Kalau kau ingin melihatnya , lebih baik kau bersembunyi di sana.” , ujar Krystal akhirnya.

Dan sesuai rencana , pulang sekolah Krystal menghampiri Kai.

Annyeong , Kai-ah.” , ujar Krystal sembari tersenyum manis.

“Ah. Krystal. Annyeong.” , balas Kai.

“Ada apa?” , sambungnya.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” , ujar Krystal sembari meremas tangannya dengan kuat.

“Ah , Mianhae Krystal. Naeun sedang menungguku. Bicaranya lain kali saja ya?” , ucap Kai. Kemudian dia mulai beranjak untuk meninggalkan Krystal.

“Eh , sebentar Kai. Hanya sebentar saja.” , kemudian Krystal memegang lengan Kai untuk menahannya.

Mainhae Krystal-ah. Bukankah masih ada banyak waktu? Kau bisa berbicara denganku besok saja.” , ujar Kai sembari menepis tangan Krystal dan kemudian pergi meninggalkan Krystal yang berdiri mematung disana.

Tak terasa air matanya tumpah membasahi pipinya. Karena tidak tega atas kondisi Krystal , akhirnya Hara keluar dari ‘tempat persembunyiannya’ dan menghampiri Krystal untuk menguatkannya.

Ya , semenjak saat itu , Krystal selalu memendam dalam-dalam mengenai perasaanya dan ia mulai menjadi gadis yang dingin.

Flashback end.

-.-.-.-.-.-.-.-.-

“Baiklah. Ada sesuatu penting yang akan saya sampaikan. Terutama untukmu Krys.” , ujar Tuan Jung sembari melihat reaksi putri bungsunya itu.

Sesuatu penting? Untukku? Apa itu? , batin Krystal keheranan.

“Mulai saat ini , Kai dan Naeun akan tinggal 1 rumah dengan kita.” , ujar Tuan Jung yang sukses membuat Krystal tersentak kaget.

Mwo? 1 rumah? Apakah itu tandanya setiap hari aku harus melihat mereka bermesraan? Batin  Krystal sembari tersenyum kecut.

Beda Krystal , beda Jessica. Jessica justru bersorak sorai karena mulai saat ini dia memiliki teman yang akan menemaninya saat Window Shopping atau hal-hal lain yang setiap wanita lakukan.

“Nah , jadi kuharap kau dan Jessica mau menerima keberadaan mereka dengan tangan terbuka.” , ucap Tuan Jung seraya menatap tajam ke arah Putri bungsunya itu.

Mendengar hal itu , cukup sukses membuat jantung Krystal berdetak tidak karuan. Dia sama sekali tidak senang dengan rencana ayahnya itu. Tapi , kalau dia membantah bisa-bisa dia mendapat hukuman dari ayahnya.

Ya , terpaksa dia mengikuti kemauan ayahnya itu.

Nde , Appa.” Ucap Krystal dan Jessica bebarengan.

Kemudian , mereka semua –kecuali Krystal- bercengkrama dengan akrab. Saling melontarkan lelucon satu sama lain. Sedangkan Krystal , dia baru akan menanggapi jika ada yang bertanya kepadanya.

“Krys , kenapa kau diam saja? Kau tidak seperti Krystal yang dulu. Dulu kau selalu cerewet dan ceria. Aku tidak suka dengan dirimu yang sekarang ini. Ayolah , cerita sedikit saja kepadaku. Kau tahu , saat pertama kali aku menginjakkan kaki di Seoul , orang yang ingin aku datangi adalah kau.” , ucap Naeun yang setengah kesal akan perubahan sifat Krystal.

“Apa perubahan sikapku berdampak buruk padamu? Tidak bukan? Lalu apa yang harus aku ceritakan? Hidupku selalu monoton. Tidak ada yang bisa aku ceritakan kepadamu.” , ujar Krystal dengan wajah datarnya.

“Ya , apa saja. Apa yang kau lakukan selama aku di Jepang. Aku rindu kepadamu.” , ujar Naeun yang sedih karena Krystal berubah drastis.

“Apa saja yang aku lakukan? Aku bernafas , menjalankan hidup sebagaimana mestinya.” , ujar Krystal santai.

“Setiap orang pasti lambat laun akan mengalami perubahan. Kau tidak perlu kaget seperti itu Naeun-ssi.” , sambung Krystal.

Mendengar perkataan Krystal , entah kenapa membuat Naeun menjadi sedih. Kai bahkan tidak habis fikir tentang perubahan sikap Krystal yang sangat tidak diduganya itu.

“Eh , sudah malam. Bagaimana kalau kita makan malam? Kalian pasti lapar bukan?” , ucap Nyonya Jung mencoba mengalihkan pembicaraan.

Karena , merasa ponsel di sakunya bergetar , Krystal segera mengambil dan melihat ponselnya.

Ada sebuah pesan masuk.

Hara? Ada apa? , batin Krystal.

“Akh , Eomma , Appa , sayang sekali aku tidak bisa mengikuti acara makan malam. Aku ada urusan penting.” , ujar Krystal kemudian bangkit berdiri untuk menuju ke kamarnya.

Setelah beberapa menit , Krystal keluar dari kamarnya. Dia melewati meja makan dan berpamitan kepada orang tuanya.

Eomma , Appa , aku pergi dulu. Oh iyaa , Appa aku pinjam mobil Jessica Eonni ya? Please. Boleh ya?” , ujar Krystal memohon kepada Appanya supaya diperbolehkan menyetir mobilnya sendiri.

Andwe! Terakhir kali kau menyetir , kamu langsung masuk rumah sakit. Pokoknya Appa tidak mengijinkan kamu menyetir sendiri. Harus ada yang menemani.” , ujar Tuan Jung.

Hish , Appa. Lee Ahjussi kan sedang mengantar anaknya. Lalu siapa yang akan mengantarkan aku?” , ujar Krystal seraya mengerucutkan bibirnya kesal.

“Biar aku saja Ahjussi.” , ujar Kai memberikan usul kepada Tuan Jung.

Mendengar hal itu , tentu saja akan membuat  Krystal  menolak dengan tegas. “Shireo! Lebih baik aku naik taksi atau Subway saja.” , ujar Krystal.

Appa lebih tidak mengijinkan kamu untuk naik taksi atau Subway. Lagipula ini sudah malam Krys.  Appa lebih setuju kalau Kai yang mengantarmu.” , ujar Tuan Jung.

“Tapi , Appa…” , sela Krystal.

“Tidak ada tapi-tapian! Kalau kau tidak mau , lebih baik tidak usah pergi sekalian.” , ujar Tuan Jung yang membuat Krystal kesal setengah mati.

“Yasudah. Cepetan Kai-ssi.” , ujar Krystal kemudian dia melangkah keluar.

-.-.-.-.-.-.-.-

Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil. Sepanjang perjalanan mereka saling terdiam. Sepertinya mereka canggung karena sudah lama tidak bertemu satu sama lain.

Tiba-tiba , Krystal merasa ponselnya bergetar kembali.

Kali ini ada panggilan masuk.

Yoboseyo”

“Krys , kau dimana? Kenapa lama sekali.” , sungut suara diseberang sana.

Nugu?”

“Ish. Kau sudah benar-benar melupakanku? Ini aku , Hara!” , ujar Hara setengah kesal kepada Krystal.

“Lagi dijalan. Kau tunggu sebentar lagi.” , kemudian Krystal menutup ponselnya dan memasukkannya kedalam tas.

Pandangannya kembali tertuju keluar jendela.

Nuguya?” , tanya Kai mencoba mencari bahan pembicaraan.

“Hara.” , jawab Krsytal singkat dan pandangannya tetap sama. Yaitu tertuju pada pemandangan diluar jendela mobil.

“Hara? Teman kamu?” , tanya Kai

“Siapa lagi temanku yang bernama Hara?” , ujar Krystal ketus.

Kai menghembuskan nafasnya mencoba untuk bersabar. “Bukankah kalian sudah tidak 1 sekolah lagi?”

“Hmm..”

“Lalu , ada urusan apa kau dan Hara untuk bertemu?” , tanya Kai yang sukses membuat Krystal menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal.

“Kai-ssi , kau ini namja. Tidak bisakah kau untuk tidak cerewet?” , ujar Krystal kesal lalu segera menghadapkan pandangannya kembali ke luar jendela.

Mendengar kata-kata Krystal membuat Kai mengerucutkan bibirnya kesal dan berhenti untuk bertanya.

Setelah menempuh perjalanan yang bisa dibilang cukup jauh , akhirnya Krystal dan Kai sampai ditempat tujuan.

Akh , Krystal. Akhirnya kau datang. Aku sudah menunggumu lama sekali.” , ujar Hara lalu memeluk Krystal.

Karena merasa terganggu , Krystal segera melepaskan tangan Hara. “Ini.” , kemudian dia menyerahkan sebuah album foto dan beberapa surat mereka dulu.

Akh , Gamawo.” , ujar Hara.

“Kalau begitu aku pulang dulu.” , saat Krystal berbalik , Hara segera menahan tangannya. “Apa kau tidak ingin mengenalkan namja yang berada disampingmu?” , ujar Hara seraya mengerling genit kearah Kai.

Melihat tingkah laku Hara , membuat Kai terkekeh kecil. Sepertinya Hara tidak mengenali Kai yang sekarang.

“Dia adalah Kai. Kalau kalian ingin berkenalan lebih lanjut aku beri waktu.” , kemudian Krystal pergi meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju mobilnya.

“Kau Kai?!” , pekik Hara kaget.

“Haha , menurutmu? Apa aku banyak berubah sampai kau tidak bisa mengenaliku?” , tanya Kai.

“Sejujurnya kau bertambah tinggi dan kulitmu semakin putih. Aku tidak menyangka kau sudah pulang dari Jepang. Eh , kapan kau pulang? Tsk , Krystal tidak memberi tahuku bahwa kau sudah ada di Seoul.” , sungut Hara.

“Haha. Krystal saja baru tahu tadi pagi perihal kedatanganku. Aku baru saja kembali dari Jepang.” , jawab Kai.

“Oh. Apa kau kembali bersama Naeun-ah?” , tanya Hara –lagi-

Nde. Kami 1 pesawat.” , ujar Kai.

Mendengar jawaban Kai membuat Hara ber-oohhh ria.

“Oh iya , aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.” , tanya Kai dengan tatapan serius kepada Hara.

“Ya. Tanyakan saja.”

“Kenapa Krystal berubah? Sejak 1 minggu sebelum aku meninggalkan Jepang dulu , Krystal menjadi lebih pendiam dan cenderung dingin. Bahkan sekarang , dia memanggilku dengan panggilan Kai-ssi. Bukankah itu terlalu formal mengingat hubunganku dengannya dulu cukup dekat. Apa kau tahu alasan kenapa Krystal berubah?” , tanya Kai penasaran.

Hara menghela nafas sebentar. Andai saja kau tahu orang yang sudah membuatnya sampai menjadi seperti ini adalah kau , memangnya kau bisa apa Kai-ah? , batin Hara.

“Cintanya ditolak oleh seseorang bahkan sebelum dia sempat mengutarakan tentang perasaanya kepada orang itu. Semenjak itu dia menjadi dingin dan lebih pendiam.” , ujar Hara.

“Ditolak? Kenapa aku tidak tahu? Kurang ajar sekali orang yang sudah menolak Krystal. Memangnya orang itu siapa Hara-ah?” , tanya Kai sekali lagi.

Hara memutar bola matanya kesal. YANG MENOLAKNYA ADALAH KAU , KAAAI! , teriak Hara frustasi dalam hati.

“Itu diluar kewenanganku. Sebaiknya kau cepat-cepat mengantarkan dia pulang sebelum dia mati kedinginan disana.” , ujar Hara.

Kemudian , Kai menoleh dan mendapati Krystal tengah menggigil karena kedinginan.

“Akh. Baiklah. Gomawo atas informasinya , Hara-ya.” , ujar Kai lalu membungkuk sedikit dan memutarkan badannya berniat meninggalkan Hara.

Sebelum Kai pergi , Hara sudah menahan tangan Kai. “Jangan bilang hal ini kepada Krystal. Dia menjadi sangat sensitif  jika sudah menyinggung mengenai hal ini. Tentunya kau tidak ingin dibenci oleh Krystal kan?” , ujar Hara.

Akh. Akan kuingat pesanmu itu. Sekali lagi , gomawo Hara-ya.” Kemudian Kai pergi meninggalkan Hara dan berjalan ke arah Krystal.

Mianhae. Sepertinya kau menunggu terlalu lama sampai kau kedinginan begitu.” , ujar Kai dan berjalan kearah mobil.

“Sudah acara mengobrolnya? Aku kira lebih lama dari itu.” , ucap Krystal dingin.

Mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan pulang.

Ya , sama halnya saat perjalanan menuju rumah Hara , perjalanan pulang kali ini diiringi oleh keheningan.

Sejujurnya Kai sangat penasaran siapa namja yang sudah menolak Krystal sampai membuat Krystal sampai menjadi seperti itu dan ‘hal’ yang ingin Krystal bicarakan ‘saat’ itu. Tetapi , dia tidak berani menanyakannya kepada Krystal , karena Kai melihat raut wajah kesal dari Krystal. Kalau dia bertanya , bisa-bisa Krystal membencinya dan tidak mau berbicara kepadanya. Jadi perlahan-lahan dia akan mengungkapkan itu semua dan dia juga akan meminta Naeun untuk membantunya.

Mereka sudah sampai di rumah. Disana mereka dapat melihat Tuan dan Nyonya Jung , Jessica dan Naeun yang tengah berbincang-bincang dengan akrabnya.

Krystal lebih memilih masuk kedalam kamarnya daripada harus bergabung dengan mereka. Dan Kai , dia kemudian memberi isyarat kepada Naeun untuk mengikutinya menuju taman belakang kediaman keluarga Jung.

Kemudian Kai dan Naeun sudah sampai di taman belakang.

Krystal yang melihat keduanya yang sedang –menurutnya- berpacaran , langsung meremas kedua tangannya dengan kesal.

Tsk , apa mereka mau berpacaran di rumahku? Ah , apa peduliku. Mereka bukan siapa-siapaku. Batin Krystal.

Kemudian Krystal berbaring di tempat tidurnya dan mulai memejamkan matanya.

Sementara itu ,……..

“Kai , kenapa kita kesini?” , tanya Naeun tidak mengerti.

“Ada sesuatu yang aku sampaikan kepadamu. Ini penting karena ini menyangkut Krystal.” , ujar Kai setangah berbisik sembari tengok kanan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang menguping pembicaraan mereka.

MWOOO?! Memangnya apa yang terjadi pada Krystal?!!” , pekik Naeun dan langsung mendapat hadiah jitakan keras dari Kai.

“Ssst. Kan sudah kubilang jangan berteiak keras-keras. Aku tidak mau kalau sampai ada yang mendengar pembicaraan kita apalagi Krystal. Oleh karena itu , pelankan suaramu.” , ujar Kai kesal.

“Ehehe. Mianhae. Nde. Ayo ceritakan! Aku penasaran.” , ujar Naeun.

Kemudian Kai menceritakan semuanya mengenai alasan Krystal berubah yang didapatkannya dari Hara.

“Hmm.. Aku jadi penasaran siapa namja itu. Ish. Pabo Namja! Matanya pasti buta karena sudah menolak Krystal. Apa sih kurangnya Krystal? Dia cantik , manis , tubuhnya bagus , kaya , pintar. Dia itu ngga ada kurangnya. Ya , pasti namja itu buta.” , ujar Naeun yang kesal terhadap ‘pabo  namja’ itu.

“Nah , itu dia! Kau mau kan membantuku untuk mengungkapkan ‘siapa’ namja itu?” , ujar Kai meminta bantuan kepada Naeun.

“Akh , kau tidak perlu meminta. Aku akan senang hati melakukannya kalau ini menyangkut Krystal.” , ujar Naeun sembari tersenyum ke arah Kai.

“Bagus! Ayo kita masuk kedalam. Udara disini sangat dingin.” , kemudian Kai dan Naeun masuk kedalam rumah.

“Akh. Kai , Naeun! Darimana saja kalian ini?! Ahjussi mencari kalian tapi ngga ketemu. Ah , sudahlah. Kemarilah. Ada ‘hal penting’ yang ingin Ahjussi sampaikan kepada kalian.” , ujar Tuan Jung.

Kemudian , Kai dan Naeun berjalan menghampiri Tuan Jung. “Nde. Ada apa Ahjussi?”

“Aku sudah mendaftarkan kalian di sekolah yang sama dengan Krystal. Ahjussi berharap dengan adanya kalian 1 sekolah bersama Krystal , Krystal bisa menjadi ceria kembali. Ohyaa , temani dia ya. Karena sepengetahuan Ahjussi , Krystal tidak memiliki teman di sekolahnya.” , pinta Tuan Jung kepada Kai dan Naeun.

“Akh. Ide yang bagus Ahjussi. Kami setuju.” , ujar mereka berdua sembari tersenyum cerah ke arah Ahjussi mereka.

-.-.-.-.-.-.-.-

Keesokan harinya.

Mwo?!!!!!!! Aku , Kai dan Naeun 1 sekolah?!!” pekik Krystal kaget.

“Iya. Kau senang kan?” , ujar Tuan Jung.

Krystal menghembuskan nafasnya berat. “Kalau aku bilang , aku tidak suka dengan keputusan ini , apa Appa akan mencabut keputusan Appa? Setahuku , Appa adalah tipe orang keras kepala , mestinya penolakanku juga tidak akan berarti apapun bukan?” , kesal Krystal kemudian bangkit berdiri dan meninggalkan meja makan itu.

Tuan Jung merasa bersalah setelah melihat perubahan raut wajah dari putri bungsunya itu. Kemudian Nyonya Jung menggenggam tangan suaminya itu dan mengusapnya lembut. “Percayalah , apa yang sudah kau putuskan merupakan hal terbaik bagi Krystal.”

I hope so.” Kemudian mereka makan dalam keheningan.

-.-.-.-.-.-.-

Krystal lebih memilih duduk disamping Lee Ahjussi dan menyetel ipodnya. Dia berusaha untuk bersikap acuh.

Sepanjang perjalanan hanya terisi dengan keheningan.

Akhirnya mereka sampai di depan gerbang pintu masuk. Krystal menghembuskan nafasnya berat dan mulai berjalan dengan cuek menanggapi tatapan sinis dari teman-temannya itu. Melihat Krystal yang sepertinya sangat dimusuhi itu , membuat Kai dan Naeun tidak tega. Padahal dulu waktu SMP , Krystal termasuk anak yang supel dan pandai bergaul oleh karena itu banyak sekali anak yang segan dan mau berteman dengannya.

Kai dan Naeun melangkahkan kakinya untuk ke ruang administrasi. Berita perihal ada anak baru yang tampan dan cantik langsung cepat menyebar. Krystal yang berada di kelas pun sudah mendengar berita itu. Dia hanya mendecak kesal dan berdoa semoga Kai dan Naeun tidak 1 kelas dengannya.

Sayang sekali doanya tidak terkabul. Karena Kai dan Naeun 1 kelas dengannya.

-.-.-.–.-.-.-

Bel Istirahatpun sudah berbunyi nyaring. Banyak sekali siswa-siswi –ada juga yang dari kelas lain- yang langsung menghampiri meja Kai dan Naeun.

MWOOO?!!!! Jadi kalian merupakan saudara dari ‘Ice’ itu?!” , pekik salah 1 siswa.

Ikh , beda yah. Padahal kalian ramah , sedangkan saudara kalian itu. Ikh , ngga punya sopan santun.”

“Iya. Saudara kalian itu sombong sekali.”

“EHEM! Suara kalian itu terlalu keras untuk ukuran menyindir orang lain. Oh ya , 1 lagi , sebelum kalian menyindir , lihat dulu diri kalian masing-masing. Atau perlu kubawakan cermin supaya bisa ‘ngaca’? akh , sepertinya itu hal mustahil bukan? Saat kalian berkaca , pasti cerminnya retak gara-gara untuk ‘ngaca’ orang jelek seperti kalian.” , sindir Krystal sembari bangkit berdiri untuk pergi keluar dari kelasnya.

Tiba-tiba ada sebuah kaki yang ingin ‘menjegal’ Krystal. Dan untungnya Krystal melihat ada ‘kaki’ disitu. Tetapi , dia berpura-pura tidak tahu , dan saat dia hampir melangkahi ‘kaki’ itu , dia segera menginjak ‘kaki’ tersebut , hingga membuat ‘pemiliknya’ menjerit kesakitan.

“Untuk Nona Sulli , lain kali kalau punya kaki ‘jangan besar-besar’! jadi kalau kamu ingin ‘menjegal’ seseorang tidak ketahuan seperti tadi.” , kemudian Krystal pergi meninggalkan kelasnya dan benar-benar menghilang saat berada di tikungan.

Sebenarnya , Kai dan Naeun tidak tega melihat Krystal diperlakukan seperti itu. Terlebih lagi Naeun , akhirnya dia memarahi semua orang yang tadi berbuat kasar kepada Krystal. Kemarahannya benar-benar sudah berada di puncak.

“Ya! Kalian semua! Salah Krystal apa sampai kalian berbuat kasar kepadanya? Dia tidak pernah berbuat salah bukan? Apa Krystal pernah melakukan hal kasar kepada kalian? JAWAB AKU!” , bentak Naeun kepada semua orang yang berada di dalam kelas.

Mereka semua diam saja mendengar teriakan Naeun yang menakutkan seperti itu. Mereka tidak menyangka kalau seorang gadis ‘imut’ seperti Naeun bisa membentak seseram itu.

“Kenapa kalian diam saja? Krystal tidak salah apapun kepada kalian bukan?” , ujar Naeun yang kesal setengah mati melihat sahabatnya di-bully seperti itu.

Karena , merasa apa yang dikatakan oleh Naeun benar , alhasil mereka semua terdiam. Ya , memang Krystal tidak punya salah apapun. Dia tidak pernah berbuat kasar kepada mereka. Mereka hanya iri karena melihat Krystal yang  ‘terlalu sempurna’ hingga menyebabkan mereka berbuat kasar kepadanya.

“Kalian memiliki hati dan otak bukan? Kalian ini manusia , tapi kenapa kelakuan kalian persis seperti binatang? Tidak..tidak! bahkan kelakuan kalian lebih rendah dari seekor Hewan! Hewan saja selalu akrab kepada sesamanya , tapi kenapa kalian ngga? Apalagi Krsytal tidak salah bukan? Jujur saja aku kecewa. Saat kalian menyapaku tadi , aku pikir kalian baik , tapi nyatanya.. Kalian jahat! Kalian memang anak pintar , tapi buat apa pintar kalau kelakuan mirip binatang?!” , ujar Naeun kesal kemudian dia berlari keluar kelas untuk mencari Krystal.

Sekarang , semua yang ada disitu menganga tidak percaya. Seorang gadis ‘imut’ seperti Naeun bahkan sanggup memberikan ‘kata-kata pedas’. Mereka sulit untuk mempercayai hal tersebut , termasuk Kai. Kai tidak habis pikir Naeun yang lemah lembut seperti yang dikenalnya , saat ini mampu mengeluarkan kata-kata kasar seperti tadi.

Kemudian Kai bangkit berdiri untuk mencari Naeun dan Krsytal yang sudah menghilang dibalik pintu.

-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-

Krystal saat ini sedang berada di taman belakang sekolah. Ya, tempat yang selalu ia datangi jika pikirannya sedang ‘penuh’ dan penat. Dia lelah jika setiap hari harus berusaha bersikap cuek. Batinnya kesal dan marah saat mendengar sindiran dari teman-temannya.

Tapi , apa dayanya? Dia hanyalah seorang ‘Krystal Jung’.

Tanpa sadar , ada setitik krystal bening jatuh dari pelupuk matanya.

Dia capek , lelah , kesal terhadap semua ini.

Dia muak! Dia ingin melawan tapi dia selalu tidak bisa!

Dia menghela nafas berat dan segera menghapus krystal-krystal yang memenuhi pelupuk matanya.

Dia kemudian bangkit dari tempat yang didudukinya.

“Menangislah jika kau mau. Jangan selalu berusaha bersikap tegar , itu hanya akan menyiksamu.” , ujar sebuah seruan dari arah belakang.

Karena penasaran , akhirnya Krystal membalikkan tubuhnya dan mendapati ‘seseorang’ tengah duduk di tempat yang baru saja didudukinya.

Krystal bersikap acuh. Dia berniat melangkah untuk meninggalkan ‘orang itu’.

“Kenapa kau cepat sekali beranjak? Aku baru sampai ditempat ini dan menemukanmu. Tempat ini sangat nyaman. Kau hebat bisa menemukan tempat ini.” , ujar ‘orang itu’ kemudian menutup matanya. Mencoba untuk merasakan keheningan dan kenyamanan di taman itu.

Krystal mengernyit heran. Untuk apa Kai mencarinya? Toh dia bukan siapa-siapanya.

“Ayo , duduk di sebelahku.” , ujar Kai sembari menepuk tempat kosong di sebelahnya.

Akhirnya  dengan mempertimbangkan segala sesuatunya , Krystal berjalan mendekat ke arah Kai dan duduk di sebelahnya.

“Sejak dulu , aku selalu beranggapan bahwa Bunga Sakura selalu terlihat cantik dan menarik” , ujar Kai sembari menatap Bunga Sakura yang sedang bermekaran di taman itu.

Krystal lalu menoleh ke arah Kai dengan tatapan bingung. Dia heran dengan apa tujuan Kai mengatakan hal ‘tidak penting’ seperti itu. Dia juga penasaran menuju ke ‘arah’ mana pembicaraan itu nantinya?

“Pertama kali aku melihat dan mengenalmu , aku menggagpmu seperti Bunga Sakura. Bunga Sakura selalu terlihat cantik dan manis saat bermekaran. Begitupun denganmu. Saat kau tersenyum , kau terlihat sangat cantik. Bunga Sakura selalu terlihat indah di berbagai musim. Begitupun denganmu. Kau selalu terlihat cantik setiap saat. Pertama kali aku melihat Bunga Sakura , aku merasakan ketenangan. Itulah yang aku rasakan saat melihatmu. Tenang dan nyaman. Kau mampu membuatku tenang saat aku sedang dalam masalah.” , ucap Kai.

“Kau salah besar. Bunga Sakura tidak selalu tampak indah. Disaat dia berguguran dan layu , dia tidak tampak indah. Sama halnya denganku. Bunga Sakura itu rapuh. Sekali tertiup angin , dia pasti akan berguguran. Aku tidak setegar seperti yang terlihat. Sekali aku menghadapi masalah , aku pasti akan berguguran. Bunga Sakura sangat bergantung pada air , jika tidak ada air maka Bunga Sakura menjadi kering dan layu. Begitupun denganku. Sejak ‘dia’ menolakku , aku merasa sangat rapuh. Jadi , jangan pernah mengatakan aku mirip dengan Bunga Sakura.” , ujar Krystal kesal kemudian beranjak berdiri untuk meninggalkan Kai sendirian.

Kai hanya menatap sendu punggung Krystal yang terlihat makin mengecil dan kemudian menghilang di balik tikungan.

Kai bergumam kecil. “Apa yang aku katakan benar Klee. Kau adalah Sakuraku”

=TBC=

Haha , gaje kan ceritanya? Yaa , saya sudah tahu😀

Tapi , segaje apapun cerita ini , saya sangat mengharapkan komen dari kalian semua🙂

Gomawo🙂

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s