Only Exception part 4


  • Title                 :Only Exception
  • Author             :Alice appril / Shiwieyoora
  • Main Cast        : Lee Yoora, Kim Jaejoong,
  • Support Cast   : Lee Donghae, Im Yoona, new cast find youre self J
  • Genre              : Marriage life, Sad Romance
  • Length             : Series, Chapter
  • Rating             : 15

 

*Yoora POV*

 

Yeobo…!!!” suara yang sangat aku hapal memanggilku dengan panggilan yang langsung membuat jantungku berlari cepat. Aku menoleh padanya dia tersenyum pada ku dan melambai-lambaikan tangan memintaku untuk mendekat.

“Maaf Ny, suamiku memanggilku, aku permisi dulu” pamitku pada seluruh tamu didepanku. Aku berjalan menuju Jaejoong Oppa, namun langkahku terhenti begitu aku melihat sepasang suami istri yang sedang menyapa Jaejoong Oppa.

Aku mengenal mereka, bagaimana mungkin aku dapat melupakannya.

Yeobo~a keuraba!!!” Jaejoong Oppa memanggilku lagi, namun aku masih belum beranjak dari tempatku. Aku berjalan mendekat dengan langkah yang hati-hati dan wajah yang menunduk

“Tuan dan Ny Choi perkenalkan ini istriku” Jaejoong Oppa memperkenalkan aku pada mereka. “benarkah, wah aku ingin sekali bertemu dengan istri anda”

 

Pelan-pelan kuangkat kepalaku dan memperlihatkan wajahku, betapa terkejutnya wanita yang berdiri dihadapanku begitu melihat wajahku.

“KAU!!!” pekiknya keras. Aku sudah bisa membayangkan seperti inilah reaksinya.

Waeyo Yeobo?” tanya suaminya.

“Anda mengenal istriku Ny Choi?” tanya Jaejoong Oppa,

“Hahaha… Ani, tadi aku hanya merasa familiar dengan wajahnya, siapa nama anda Nyonya?” tanya nya padaku aku tau ada nada tak suka dari suaranya.

“Kim Yoora Nyonya” jawabku pelan hampir tak terdengar.

“Anda beruntung sekali mendapatkan Suami seperti Direktur Kim, Ny” aku menatapnya ada semburat kebencian yang mendalam padaku.

 

“Hahaha… tidak Ny Choi, akulah yang beruntung mendapatkannya, dia istri yang baik dan dari dia pun aku telah mendapatkan anak yang cantik”  Jaejoong Oppa merangkul pundakku. Aku bergidik mendengar ucapannya tadi, pasti reaksi Ny Choi akan lebih mengangetkan dari pada yang tadi.

“Kalian sudah memiliki anak?” tanyanya tak percaya.

“Ne… usianya baru satu tahun” Jaejoong Oppa masih tetap terlihat santai, dia sama sekali tak mengetahui kalau tubuhku bergetar dan dipenuhi keringat dingin.

“Oppa, aku permisi ketoilet sebentar” bisikku pada Jaejoong Oppa, dia melihatku dan terkejut

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu pucat begitu Yeobo” ujarnya panik, kedua orang yang ada dihadapanku juga tengah menatapku.

“Ny sepertinya kami membuat anda tak nyaman” ucap Ny Choi sinis.

“Istriku kau tak boleh begitu, maaf Ny Kim” Tuan Choi membungkukan badan padaku. Aku membalasnya dengan gugup.

 

“Aku permisi sebentar” aku berlalu dari sana, aku sudah tak sanggup lagi berada disana aku yakin sebentar lagi Ny Choi akan segera membocorkan rahasia tentangku pada Jaejoong Oppa. Dan aku juga harus bersiap-siap untuk kehilangan Jaejoong Oppa. Jika sudah begitu Shira tak akan memiliki seorang ayah lagi. Mengingat Shira hatiku sakit sekali. Perlahan air mataku turun

 

“Rupanya setelah gagal mendapatkan putraku sekarang kau telah berhasil menggaet pria kaya seperti direktur Kim, kau hebat sekali Lee Yoora” suara itu seakan menjadi mimpi buruk untukku, aku membalikkan tubuhku sekarang dia telah berdiri dihadapanku. Ternyata dia mengikutiku ketoilet tadi.

“Katakan padaku anak yang tadi disebut oleh Direktur itu anak siapa?” pertanyaannya semakin membuatku kesulitan bernapas, aku kembali mengingat perbuatannya padaku dan kandunganku, dulu dia berniat untuk menggugurkannya.

“Jawab aku LEE YOORA”

“Dia anakku”  jawabku pelan

“Siapa ayahnya?” dia semakin mendekatkan dirinya padaku dan secara otomatis aku melangkah mundur.

“Ten..tu..saj..a suamiku, anda kira siapa lagi” ucapku terbata. Dia tersenyum evil

“Kau tak pandai berbohong, wanita jalang. Aku benar-benar muak melihatmu” setelah mengatakan itu dia pergi.

 

Kakiku sudah tak sanggup menopang tubuhku hingga aku tersungkur di lantai. Hatiku perih, tak pernah terpikir olehku bahwa aku akan mendapat perlakuan seperti ini lagi darinya. Belum cukupkah dia memisahkan aku dan putriku dari ayah kandungnya mengapa sekarang dia juga masih mencaci makiku. Bukankah aku dan putriku sudah tak mengganggu kehidupan putranya lagi.

 

“Ny Kim,!!!” teriak seseorang padaku.

“Anda kenapa, anda baik-baik saja?” kulihat orang yang mengkhawatirkanku.

“Astaga Ny, wajah anda pucat, mari kubantu berdiri” Ny Taeyoon membantuku menopang badanku. Dan membawaku keluar dari toilet.

Sampai di depan pintu toilet Jaejoong Oppa tengah menungguku.

“Yoora~a kau kenapa?” tanyanya panic sambil mengambil tubuhku yang masih bersandar pada Ny Taeyoon dalam pelukannya.

“Aku menemukannya sedang tersungkur ditoilet Direktur, wajahnya pucat sekali sebaiknya anda segera membawanya pulang”

“Ne… Gamsahamida Ny. Kami permisi” kurasakan tubuhku bergerak Jaejoong Oppa memapahku berjalan. Aku benar-benar sudah tak memperdulikan keadaanku. Aku pasrah mengikuti langkahnya.

“Ada apa denganmu Yoora~a kenapa kau tak bilang padaku kalau kau sedang sakit”  aku tak menjawab pertanyaannya tapi aku balas memeluknya, entah apa yang membuatku melakakukan itu, hanya saja aku takut kehilangan Jaejoong Oppa.

Kurasakan dia semakin menguatkan pelukannya padaku. Dia melepaskan pelukkannya dan membawaku masuk kedalam mobil. Aku memejamkan mata begitu tubuhku meneyentuh jok mobil. Tak lama setelah itu kudengar deru mobil, yang menandakan mobil telah berjalan meninggalkan tempat itu. Dan Ada sedikit kelegaan dihatiku.

 

 

@@@

*Jaejoong POV*

 

 

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku cemas melihat kondisi Yoora yang tampak seperti kesakitan. Aku mengerem mobilku mendadak karena tiba-tiba saja lampu merah menyala. Aku menatap Yoora disebelahku, dia sedang memejamkan mata ku pengang keningnya. Dingin…!!!

 

“Bertahanlah Yoora, aku akan membawamu kerumah sakit” aku melepas tanganku dari keningnya, namun dia menahan tanganku.

“Tidak perlu kerumah sakit, kita pulang saja”

“Tapi kau…”

“Kumohon Oppa, aku hanya ingin tidur sekarang” aku tak sanggup menolak keinginannya suaranya juga terdengar sangat lemah.

Kulajukan lagi mobil saat lampu sudah kembali hijau. Aku tetap focus pada kemudi sambil sesekali melirik Yoora yang tidur disebelahku.

 

Sampai di apartement tempat tinggal kami. Tanpa menunggu lama aku langsung membawa Yoora menuju pintu apartement kutekan bel yang berada di samping pintu.

 

“Selamat dat…” Yoona menyambut kami namun kalimatnya terhenti ketika melihat kondisi Yoora.

“Yoora~a Wae Keureu?” aku tak menjawab pertanyaannya karena aku langsung memapah Yoora menuju kamar kami, Yoona mengikutiku dibelakang. Aku baringkan tubuhnya dikasur ku tarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya.

“Jaejoong~sii apa yang terjadi?” kulihat Yoona tampak khawatir dengan keadaan Yoora.

“Aku juga tidak tau, tiba-tiba saja dia sudah lemas seperti ini, apa Shira sudah tidur?” tanya ku, dia hanya mengangguk dan duduk di pinggir ranjang Yoora.

“Tolong kau jaga Yoora dulu aku akan melihat Shira dan membeli obat” pamitku pada Yoona.

 

Aku berjalan menuju kamar putriku, kubuka pintunya pelan kulangkahkan kakiku sepelan mungkin hingga tak menimbulkan suara. Aku mendekati boxnya dan melihat sesosok malaikat kecil tengah tidur pulas disana, dengan tangan memegang botol susu yang telah habis. Aku medekatkan wajahku dan mengecupnya singkat. Aku keluar dari kamarnya dan langsung pergi mencari obat untuk Yoora.

 

 

 

*Author POV*

 

Yoona menggengam tangan sahabatnya yang dingin. Dan saat itu pula Yoora membuka matanya.

“Kau sudah bangun?” tanyanya pada Yoora.   “Yoong~a” panggilnya lemah

Wae? Kau butuh sesuatu?” Yoona mendekatkan dirinya hingga dapat mendengar suara Yoora.

Yoora menggeleng   “Aku bertemu mereka?” ucapnya masih dengan pelan. Yoona mengerutkan keningnya   “Busumharia?”

“Orang tua Choi Siwon” mendengar nama itu Yoona tersentak kaget.

MWO!!! Kau bertemu dengan mereka, jadi karena mereka kau seperti ini, apa yang dilakukan mereka padamu?” tanya Yoona bertubi-tubi.

“Ayahnya tak mengenaliku, tapi ibunya… kau pasti tau apa yang dilakukannya kan?” Yoona mendengus kesal mendengar cerita sahabatnya itu.

“Sebenarnya apa yang diinginkan wanita itu sih? Bukankah kau dan anaknya itu sudah berpisah lagipula anaknya juga sudah menikah dengan orang lain pilihannya sendiri, tapi kenapa dia masih menyiksamu” Yoona tak bisa menahan emosinya

“Dengar Yoora~a kau tak boleh seperti ini lagi, kau harus memperlihatkan pada mereka bahwa kau mampu hidup tanpa putranya. Tunjukkan bahwa kau dan Shira sangat bahagia hidup bersama Jaejoong~sii, Arrseo” Yoora mengangguk lemah.

 

Tak lama setelah Jaejoong kembali Yoona pamit pulang.

“Terima kasih telah menjaga Shira hari ini Yoona~sii” ucap Jaejoong begitu mengantar Yoona menuju pintu.

“Tak masalah, aku titip Yoora padamu ya, tolong jaga dia”  pinta Yoona.

“Pasti” jawab Jaejoong yakin.

 

Setelah Yoona pergi dia kembali kekamar dan mengganti pakaiannya. Lalu ikut berbaring disebelah Yoora. Sebelum tidur ia memegang kening istrinya untuk memastikan suhu tubuhnya baik-baik saja.

“Oppa, Mianhe aku merusak acara mu tadi”  Yoora membuka matanya tepat saat Jaejoong menyentuh keningnya.

“Tidak perlu menyesal, kondisimu lebih penting daripada acara tadi” jawab Jaejoong.

“Oppa…” Yoora memanggil Jaejoong yang baru akan membaringkan tubuhnya.

Wae…?” tanya Jaejoong yang tak jadi membaringkan tubuh.

“Mungkinkah suatu hari nanti jika aku melakukan kesalahan kau akan meninggalkan aku dan Shira?” pertanyaan istrinya memebuat Jaejoong terkejut.

“Kenapa kau bertanya seperti itu, tentu saja tidak, manusia selalu melakukan kesalahan Yoora~a, mana mungkin hanya karena satu kesalahan aku meninggalkanmu”

“Tapi bagaimana jika kesalahanku itu besar masihkah kau memaafkan aku dan tak akan meninggalkan kami?” Yoora masih belum puas dengan jawaban suaminya. Ada rasa kegelisahan terpancar dari wajahnya.

“Sebenarnya hari ini kau kenapa? Tiba-tiba menanyakan hal yang aneh-aneh, dengar, aku telah menikahimu dengan nama Tuhan, dan aku tak pernah main-main mengenai hal itu. Arraseo!!!” Yoora diam sejenak kemudian dia mengangguk mengerti.

Jaejoong mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Yoora singkat.

“Jangan menanyakan hal seperti itu lagi, sekarang tidurlah”

Jaejoong kembali berbaring, namun Yoora masih kaget dengan apa yang baru saja dilakukan Jaejoong padanya. Kalau pengliatannya tak salah tadi Jaejoong mencium keningnya, memang hanya ciuman singkat namun itu berhasil membuat jantung Yoora berpacu kencang. Sejak menikah ini pertama kalinya Jaejoong menciumnya. Setelah acara pernikahan mereka Jaejoong memang mnegecupnya tapi itu karena prosedur. Tapi sekarang dia baru saja melakukannya dengan sadar dan karena kemauannya sendiri.

 

 

 

 

 

*Yoora POV*

 

Aku sama sekali tak dapat tidur dengan tenang, bagaimana mungkin aku bisa tidur sementara kejadian tadi seakan benar-benar menghadirkan lagi kenangan pahit yang sama sekali tak ingin aku ingat apalagi sampai mengalaminya lagi. Saat-saat aku harus membayangkan semua orang akan menghinaku dengan kehamilanku atau membayangkan Shira lahir tanpa memiliki ayah bahkan yang paling menakutkan adalah aku harus kehilangan Shira yang masih dalam perutku untuk menutupi aib yang timbul bagi keluarga ayah kandung Shira.

 

Bayangan itu seakan terus muncul bersamaan dengan kejadian tadi, hingga terus membuatku gelisah. Sampai Jaejoong Oppa pun merasakan kegelisahanku.

“Yoora~a kau kenapa? Tidurmu sama sekali tak tenang, apa ada yang sakit?” ucapnya sambil menyalakan lampu tidur meja kecil disebelah kasur.

“Aniya Oppa, Gwenjhana” ujarku bohong.

“Jinja? lalu kau kenapa daritadi selalu mengubah posisi tidurmu. Ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?”

“Mungkin” jawabku sambil menatap Jaejoong Oppa tepat dimanik matanya. Mungkin benar aku sedang memikirkan sesuatu.

“Apa itu? Katakan padaku agar aku bisa membantu” aku terus menatap matanya seakan memberi ketenangan dalam hatiku yang baru saja gelisah.

 

“Aku sedang berpikir semoga saja aku dan Shira dapat selalu melihat matamu yang terlihat menyejukkan itu”  aku tersenyum padanya, dia pun membalas senyumanku dengan manis. Lalu kurasakan jemarinya menyentuh keningku dan mengusap-usapkannya. Aku sangat suka jika dia tengah melakukan itu. Rasanya aku benar-benar seperti terlindungi.

“Kalau soal itu kau tak perlu berpikir karena kau dan Shira akan selalu melihatnya kapanpun kalian mau”

Aku miris mendengar jawabannya, bagaimana jika ia mengetahui bahwa ayah kandung dari Shira adalah salah satu rekan bisnisnya. Walaupun dari awal dia mengetahui Shira bukan anaknya, namun jika ia mengetahui kebenaran itu aku ragu dia masih bisa berkata seperti itu. Bagaimana kalau Ny Choi membocorkan rahasia ini padanya atau pada rekan bisnisnya yang lain, bisa-bisa ini dapat membuat perusahaannya berantakan. Sungguh aku takut sekali kalau hal itu sampai terjadi.

 

Aku mengalihkan pandanganku darinya untuk meneyembunyikan wajahku yang penuh kegelisahan. Sekuat tenaga aku mencoba untuk tidak menangis, namun sepertinya aku gagal air mataku telah mengalir dengan sendirinya tanpa persetujuanku. Aku semakin menjauhkan diri dari Jaejoong Oppa, agar dia tak melihat aku menangis.

Namun sedetik kemudian aku merasakan ada yang menarik tanganku membuat tubuhku berbalik dan bersamaan dengan itu kurasakan sesuatu  menyentuh bibirku lembut. Aku membelalakan mata ketika mengetahui Jaejoong Oppa  sedang menciumku. Aku sama sekali tak bergerak dan tak bisa untuk menolaknya karena itu seperti obat penenang untukku seakan kecemasan yang tadi aku rasakan seketika itu pula hilang. Aku merasakan setiap detik ciumannya terasa sangat hangat dan manis. Dia mulai mengulum bibirku namun sama sekali tidak ada yang berubah ciumannya tetap lembut walaupun dia mengubah temponya. Cukup lama dia mengecup bibirku hingga akhirnya dia menarik diri karena kehabisan napas. Aku merasakan wajahku panas saat dia mulai menatapku lagi.

 

Mian aku tadi tak bermaksud begitu, tapi…”  secepat mungkin aku memotong ucapannya

“Tidurlah Oppa sudah malam, kau harus bekerja besok” ucapku sambil membelakanginya, bukannya aku membencinya tidak justru aku menikmatinya. Hanya saja aku malu aku perlu membiasakan diri untuk itu. Benar aku harus membiasakan diri karena aku adalah istrinya hal yang wajar jika suami mencium istrinya jadi sudah sepatutnya aku akan membiarkan jika dia akan melakukannya lagi. Tapi mengapa aku jadi berharap dia untuk melakukannya lagi.

 

 

@@@

 

 

*Jaejoong*

 

Aku membuka mataku saat matahari tepat menyinari wajahku, aku mengerjap-ngerjapkannya sebentar agar dapat melihat dengan jelas. Aku mengedarkan padangan ke sebelahku kulihat kasur yang biasa ditempati Yoora sudah kosong. Sudah bangun rupanya dia, apakah dia baik-baik saja bukankah kemarin dia sedang kurang sehat.

 

Aku bergegas keluar kamar dan mencari Yoora memastikan kalau dia baik-baik saja. Langkahku terhenti begitu melihat sosok yang kucari tengah melakukan rutinitasnya sebagai seorang istri di setiap pagi. Aku hendak mengampirinya namun aku teringat kejadian semalam saat aku menciumnya. Pasti sekarang dia akan menghindariku. Kim Jaejoong apa yang sudah kau lakukan, kenapa kau tak bisa menahan perasaanmu.

 

“Oppa sudah bangun” aku kaget sejak kapan dia sudah berada di depanku.

“Kenapa tidak langsung mandi, ayo mandi sana!!!” dia membalikkan badanku dan mendorongku hingga kekamar . aku merasa aneh tidakkah dia marah padaku atas kejadian semalam. Aku masih menatapnya dan tak beranjak kekamar mandi.

Wae…? Kenapa menatapku seperti itu” aku menelan ludahku

“Yoora~a mengenai semalam aku benar-benar…” aku mencoba bicara pelan-pelan agar tak menyinggung perasaannya. Namun dia malah kembali mendorong tubuhku lagi.

“Sudah selesai bicaranya? Sekarang ayo cepat mandi. Aku tidak mau terlambat sarapan karena harus menunggumu.” Dia berhasil mendorongku sampai kamar mandi dan menutup pintunya. Aku mendengus lemah mengapa dia tak mengizinkan aku untuk menjelaskannya.

“Kau tak perlu minta maaf, aku tidak mempermasalahkannya” samar aku mendengar suara dari seberang pintu. Walaupun pelan tapi aku sangat yakin itu suara Yoora. Perlahan perasaanku lega dan aku tersenyum.

 

Aku bergegas mandi dan berpakaian setelah selesai aku keluar kamar menuju dapur, seperti pagi-pagi lain sebelumnya, aku duduk dihadapan Yoora yang sedang menuangkan kopi dicangkirku. Tapi tangannya berhenti dan dia menatapku.

“Kau yakin akan menggunakan dasi yang itu Oppa?” tanyanya, aku mengalihkan pandanganku pada dasi yang kugunakan. Aku sadar rupanya aku salah mengambil dasi.

“Sepertinya tadi aku mengambil dasi yang warna kream kenapa menjadi warna seperti ini” aku melepaskan dasiku dan hendak kembali kekamar. Tapi Yoora maenahanku

“Biar aku saja yang mengambilnya”

 

Tak lama dia telah kembali dan membawa dasi yang warnanya sepadan dengan bajuku. Aku berdiri hendak mengambilnya namun dia tak memberikannya. Yoora mengalungkannya pada leherku dan membuat lipatan-lipatan agar menjadi segitiga kecil,dia menarik tali satunya dan mendoronganya keatas agar menyentuh kerah bajuku lalu melipat kerahku dan meluruskan dasi yang telah terpasang.

“Selesai” ucapnya sambil tersenyum. Lagi-lagi aku menatapnya tak percaya, ini pertama kalinya dia melakukan ini padaku.

“Masih melamun Oppa? Sarapanmu keburu dingin” dia melambai-lambaikan tangan dihadapanku membuatku sadar aku segara mengalihkan pandanganku darinya. Aku melahap sarapan buatnya sambil berpikir, sudah hampir satu setengah tahun kami menikah tapi kenapa hubungan kami kadang masih terlihat canggung. Kami belum bisa sepenuhnya di sebut suami istri. Aku ingin membuat pernikahan ini terlihat nyaman seperti penikahan pasangan lainnya.

 

“Yoora~a…? bisakah kita perbaiki hubungan kita sebagi suami istri?”

~tbc~

 

Annyeong Readers, maaf seribu maaf postnya kelamaan. sebagai seorang pelajar aku harus menyelesaikan tugas-tugas dulu, jadi aku agak terlambat ngepostnya. sekali lagi aku minta maaf And keep RCL …

5 thoughts on “Only Exception part 4

  1. Hii author ^^
    aku pendatang baru ni huhu telat banget . Dan rada susah nemu FF ini buat tau kelanjutannya yg bikin bener” penasaran .
    Aku suka banget cerita nya biarpun aku bacanya kelangkar gitu,
    Pengen tau lanjutannya T.T

  2. ohh, ternyata ayahnya Shira tuh Siwon.. Kasian amat Shira punya nenek jahat plus galak kyk gt, kt2nya jg kasar…

    Moga2 aja hbgn Jae ama Yoora baik2 aja nantinya dan makin harmonis dan ga canggung lg🙂

  3. Ternyata tebakkan ku salah. Aku kira suami istri yg d pesta itu mantan x yora.
    Semoga hubungan yora sama jaejoong tetep baik2 aja.

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s