Hard Things to Loving You [Chapter 1]


Tittle :  Hard Things to Loving You [Chapter 1]

Main Cast : Krystal F(x) , Minho SHINee , Yuri SNSD

Supporting Cast : Sulli F(x) , Jonghyun SHINee

Rating : PG-17

Length : Twoshoot

Genre : Romance , HOROR! <= gatau kenapa tiba2 mengarah kesitu.. -__- , Tusuk-tusukan -__-v

Author : Mizuky ^_^

Disclaimer : pernah di pu

A/N : entahlah saya tidak tahu mau berkata apa karena saya menyadari bahwa FF ini sangat nista -__- dan banyak typo bertebaran..

 

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.- Lets Reading and Enjoying ^^ -.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Krystal’s Side..

Author POV

“Ah , tampannya..” , gumam gadis cantik itu.

Ya , dia sedang mengamati seseorang yang tengah bermain basket di halaman sekolah.

Saat ini , dia sedang berdiri di sela-sela jendela koridor kelasnya. Kelas lumayan sepi , karena orang-orang tengah mengisi perut mereka di kantin karena saat ini merupakan jam istirahat. Itu menguntungkan baginya karena dia bisa melihat ‘namja itu’ dengan leluasa tanpa ada yang menghalanginya.

Dia sangat terpesona akan ketampanan namja itu. Sudah sejak lama dia mengagumi sosok namja itu. Dia hanya bisa melihatnya hanya dari kejauhan. Menyedihkan memang , tapi mau bagaimana lagi?

Dia selalu minder jika berada di dekat Minho. Terlalu banyak yeoja sempurna disekelilingnya. Terlebih lagi , Minho merupakan sosok ‘yang terlalu sempurna’ untuknya gapai.

Dia ingin sekali bertukar sapa dengan Minho meskipun hanya berkata ‘Annyeong , Minho Sunbae.” , tetapi dia tidak pernah berani untuk menyatakannya. Dia merasa ‘terlalu kecil dan tidak terlihat’ dibanding dengan yeoja-yeoja yang ada disekeliling Minho.

Sebut saja , Bae Suzy , Park Jiyeon , Kwon Yuri dan lain lain..

Mereka semua adalah ‘yeoja high class’.

“Krystal!” , seru sebuah suara yang berhasil membawa Krystal ke dunia nyata.

Krystal tersentak kaget. “Eh.. uh.. rupanya kau Sulli. Kau mengagetkanku.” , ujar Krystal sembari mengelus dadanya.

“Sedang apa? Melamun terus.”, kemudian Sulli mengarahkan kepalanya ke ‘objek’ yang Krystal pandangi sedari tadi.

“Aah.. Rupanya dia lagi obyek yang kau lamunkan sedari tadi.” , ujar Sulli. Kemudian dia menghadapkan kepalanya berhadapan dengan wajah Krystal sembari smirk.

Krystal meremas tangannya kuat-kuat. Dia juga menggigit ujung bibirnya gugup. Dia seperti maling yang sedang tertangkap basah sekarang. “Ehm.. An.. anni Sulli-ah.” , ujar Krystal berbohong. Dia sedang gugup , oleh karena itu dia berbicara terputus-putus.

“Tidak usah berbohong kepadaku. Aku tahu persis tentang dirimu.” , ujar Sulli sembari mendesah pelan.

Krystal menghembuskan nafasnya perlahan. “Ya. Aku memang sedang melamunkannya. Dia tampan bukan? Sudah tampan , tinggi , pintar dalam segala bidang , memiliki kharismatik , aiih~ dia begitu sempurna.” , ujar Krystal sembari menatap Minho dengan pandangan menerawang.

“MINHO! MINHO SUNBAE!” , teriak Sulli dari dalam kelasnya dan melambaikan tangannya ke arah Minho.

Otomatis semua orang yang mendengar teriakan Sulli menoleh ke arahnya , termasuk Minho sendiri.

Sedangkan Krystal , dia hanya menutupi wajahnya untuk menyembunyikan semburat merah dari wajahnya karena kelakuan ‘ajaib’ sahabatnya.

Minho mengerutkan keningnya melihat ada seorang hoobae yang berani –secara terang-terangan- menyapanya dan berteriak sekencang itu. Dia kemudian memalingkan pandangannya ke arah gadis yang berada di sebelah yeoja itu. Dia terlihat sedang menutupi mukanya dan menggeram kecil melihat kelakuan yeoja yang disebelahnya.

Tak disadari , ujung bibir Minho tertarik membentuk sebuah senyuman kecil.

“MINHO SUNBAE!!!!!! TEMANKU ADA YANG JATUH CINTA KEPADAAAAMUUUUU!!!!!” , teriak Sulli.

Semua murid –namja dan yeoja- yang mendengar teriakannya kontan menoleh kaget kearah Sulli. Termasuk Minho sendiri.

Mata Krystal membelalak kaget. Segera saja , mata itu berubah menjadi sebuah ‘ultimatum’  bagi Sulli. Dia langsung membekap mulut Sulli. “Pabo! Sulli Pabo! Apa yang kau lakukan hah?!” , sungut Krystal.

“Hemp..Lep..lepaskan…” , ujar Sulli. Kemudian dia menggigit telapak tangan Krystal yang menimbulkan ‘bekas air liur’ di telapak tangan Krystal. Kontan saja , Krystal menambah pelototan tajamnya ke arah Sulli.

“Aish.. jorok sekali.” , gerutu Krystal. Kemudian dia mengelap telapak tangannya ke rok baju seragamnya. Dia terpaksa mengelapnya disana , karena dia lupa tidak membawa sapu tangan atau tisu.

“Makanya , jangan macam-macam dengan Choi Jinri a.k.a Sulli.” , ujar Sulli sembari menepuk kedua tangannya di dada.

“Ish.” , dengus Krystal. Kemudian dia mencuri pandang ke arah Minho. Terlihat Minho sekarang tengah berbicara dengan salah satu temannya.

Fyuhh~ batin Krystal.

“Aish! Kau ini ingin mempermalukanku atau apa sih?!” , ujar Krystal kesal. Lalu dia menyeret Sulli menjauh dari jendela.

“Siapa bilang aku mempermalukanmu?” , ujar Sulli.

“Tsk. Yang tadi , kau teriak-teriak seperti orang gila seperti itu dan berbicara bahwa kau mempunyai teman yang menyukai Minho Sunbae , apa itu namanya kalau bukan mempermalukanku?” , gerutu Krystal.

“Ish. Pabo. Pede sekali kau. Apa kau pikir temanku hanya kau? Banyak kok teman yeojaku selain kau. Weekkk😛 Jung Krystal Pabo!” , ujar Sulli lalu dia berlari menghindari amukan Krystal.

“AWAS KAU CHOI SULLI!!!!!” , teriak Krystal.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Minho’s Side..

Author POV

Entah kenapa ,  Minho terlihat penasaran dengan ‘orang’ yang dimaksud oleh hoobae gila itu. Kenapa dia menyebut hoobae gila? Teriak-teriak begitu , tanpa memedulikan orang-orang disekitarnya yang geleng-geleng kepala melihat kelakuannya , apalagi kalau bukan gila? #skip..

Saat ini dia sedang menopang dagunya di meja tempat duduk kelas.

dia terus saja memikirkan ‘yeoja’ yang dimaksud hoobaenya.

Entah kenapa dia sangat penasaran sekali. Meskipun dia tahu ada banyak sekali yeoja-yeoja yang secara terang-terangan mengungkapkan perasaanya kepada Minho , tetapi dia sangat berharap bahwa ‘teman’ hoobae gila itu adalah gadis tadi yang berdiri disampingnya.

Siapa dia? Pikirnya.

Dia sangat penasaran akan sosok ‘yeoja’ itu.

“Ya! Choi Minho..” , ujar Jonghyun.

“Eh , kau Jjong. Ada apa?” , tanya Minho.

“Seharusnya aku yang bilang begitu. Kenapa kau melamun? Memikirkan Yuri? Atau hoobae gila tadi? Hahaha.” , ujar Jonghyun sembari tertawa kecil.

“Kau memiliki fans yang hebat. Wajahmu itu.. ckck.. fans yeojamu ngga punya urat malu semuanya. Ckck.. mereka sampai rela menyiksa diri mereka  sendiri untuk sekedar bisa ‘kau lihat’. Aku benar-benar tidak habis pikir.” , tambahnya.

“Haha. Kenapa? Kau pasti iri bukan? Haha.” , ujar Minho percaya diri.

“Tsk.” , dengus Jonghyun. “Kau memikirkan apa tadi? Jangan bilang kalau kau berfikiran tentang XXX.” , ujar Jonghyun sembari memicingkan matanya.

“Ya! Aku tidak sepertimu. Jangan samakan aku denganmu! Pikiranku selalu bersih.” , ujar Minho sembari memukul ringan lengan Jonghyun.

“Ya! Memangnya aku suka berfikiran apa? Enak saja! Jangan asal tuduh. Bisa mencoreng nama baikku , pabo.” , gerutu Jonghyun.

“Salah kau duluan kenapa berfikir tentangku yang tidak-tidak.” , ujar Minho.

“Siapa yang kau pikirkan?” , ujar Jonghyun mencoba mengembalikan topik awal pembicaraan yang sudah melenceng kemana-mana itu.

“Aku sedang memikirkan soal matematika yang diberikan Lee Sonsaeng.” , ujar Minho berbohong kikuk. Terlihat sekilas semburat merah di wajahnya. Kontan menyadari wajahnya yang memanas , membuat Minho mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Tatapannya terpaku pada sesosok yeoja yang sedang menopang dagunya. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu dan menghela nafasnya berulang kali.

Apa yang tengah dipikirkannya ya? Batin Minho bertanya-tanya.

“Ah..ah.. ketahuan! Kau memikirkan Krystal , hoobae kita ya?” , pekik Jonghyun yang sedikit heboh. Untung saja yang berada di kelas itu hanyalah sekelompok namja. Jadi , mereka terlihat sedikit acuh dengan sedikit kehebohan yang terjadi saat itu.

“Eh , namanya Jung Krystal?!!” , pekik Minho tanpa sadar. Dia kemudian menyadari sikapnya yang terlalu over , segera saja dia berdeham kecil ketika dia melihat Jonghyun tengah smirk ke arahnya.

“Nde. Ah , kau tertarik padanya? Lalu , Yuri mau kau kemanakan?” , ujar Jonghyun mengerling nakal ke arah Minho.

Minho menghela nafas sebentar. “Kenapa setiap orang selalu mengaitkan bahwa aku memiliki hubungan khusus dengan Yuri? Aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengannya!.” , ujar Minho frustasi.

“Aih.. sabar Minho..sabar.. wajar setiap orang mengira begitu , mengingat kau sangat dekat dengan Yuri. Kalian selalu ‘menempel’ setiap waktu. Jadi , jangan salahkan orang lain jika ada yang mengira kau memiliki hubungan khusus dengan Yuri.”, ujar Jonghyun.

“Hah. Tau ah. Yuri yang selalu mendekatiku. Aku tidak enak jika aku menolaknya. Kau tahu bukan seberapa agresifnya?” , ujar Minho.

“Haha. Maka dari itu aku katakan bahwa fans-fansmu itu gila-gila. Sanggup berbuat di luar nalar akal sehat.”, ujar Jonghyun.

Minho hanya mendengus mendengar perkataan Jonghyun. Kemudian dia mengalihkan pandangannya kembali ke arah kelas Krystal. Aneh , Minho tidak menemukan Krystal disana.

Apa dia sudah beranjak dari tempatnya? Sayang sekali. Batin Minho mendesah.

Ada secuil perasaan kecewa di hatinya sekarang ini. Dia menyadari adanya perasaan kecewa di hatinya.

“Aih.. kau kecewa karena Krystal sudah tidak berada disana?” , tebak Jonghyun.

Minho menoleh kaget ke arah Jonghyun.

Apa sebegitu kelihatannya? Batin Minho terheran-heran.

Seakan mengetahui apa yang ada dipikiran sahabatnya itu , Jonghyun menyahut “Terang saja , itu sangat kelihatan jelas di raut wajahmu.” , ujar Jonghyun.

Sedangkan Minho hanya nyegir polos menanggapi perkataan Jonghyun.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

KRINGGGG….KRINGGGGG….

Sorak sorai terdengar dari seluruh penjuru kelas. Mereka sangat menanti bel pulang berbunyi. Artinya , mereka akan terbebas dari ‘penderitaan’ yang diberikan secara ‘sadis’ oleh guru-guru mereka.

“Krystal , cepatlah. Aku ingin segera pulang dan tidur. Aku mengantuk sekali.”  , ujar Sulli lalu menunggu Krystal di depan pintu kelas.

“Ya. Tunggu sebentar.” , dengan terburu-buru Krystal memasukkan sembarang buku-bukunya ke dalam tas dan berlari kecil ke arah Sulli.

“kajja.” , kemudian Sulli dan Krystal berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.

“OMO!!!!!” , pekik Sulli lalu menepuk jidatnya kasar.

“Ada apa?” , tanya Krystal yang kaget dengan pekikan Sulli yang nyaring itu.

“Bukuku ketinggalan. My Pink diary! OMO!! Jangan sampai itu ditemukan dan dilihat banyak orang. Bisa-bisa aku akan malu jika sampai terdengar oleh Jonghyun Sunbae.” , ujar Sulli. “Krys , aku ke ruang musik dulu ya.”, tanpa menunggu jawaban dari Krystal , Sulli segera berlari dengan kecepatan tinggi menuju Ruang Musik.

Krystal hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan ceroboh sahabatnya itu. Ya , selama ini Sulli menyukai Jonghyun. Maka dari itu , dia akan senang hati menemani Krystal untuk mematai-matai Minho jika sedang berdua dengan Jonghyun.  Ya , mereka bisa dibilang stalker.

“Ish. Anak itu selalu ceroboh.” , gerutu Krystal. Kemudian dia meneruskan perjalanannya ke gerbang sekolah –yang sempat terputus tadi karena pekikan Sulli- dengan bersenanung kecil.

Karena asik bersenandung , Krystal tidak mendengar pekikan panik dari arah belakang. Alhasil sebuah tabrakan yang tidak terelakkan pun terjadi.

“AWAAAAAAASSSSSSSS………….”

BRUAK..

BRUAAAAKKKKK…

“Aduh.. kakiku..”

“Aduh , Lututku.”

Keluh kedua orang itu. Mereka bangkit berdiri dengan memegangi kaki masing-masing yang terasa sakit itu sembari mengerang kecil. Kemudian mereka berdua mendongak. Ekspresi kaget terlihat jelas di wajah kedua orang itu.

“Ah , Mianhae.” , ujar Minho sembari membungkuk sedikit. “Apa ini sakit?” , tanya Minho. Kemudian dia berjongkok sedikit. Dia merogoh sebentar saku celananya. Dia lalu memberikan hansaplast di lutut Krystal yang sedikit berdarah. Dia selalu membawa hansaplast ke sekolah , karena dia setiap hari berlatih basket dan tak urung dia terjatuh dan membuat lecet di lututnya.

Krystal diam mematung. Dia kaget dengan kejadian yang baru saja terjadi. Dia terus memandang lurus dengan mulutnya  yang –masih- sedikit terbuka.

Tidak mungkin kalau Minho Sunbae yang menabrakku tadi dan sekarang dia mengobat lututku. Oh my… Batin Krystal.

“Minho Sunbae..” , gumam Krystal kecil. Lalu dia memandang kepala Minho yang menunduk karena sedang mengobatinya.

“Nah , selesai.” , ujar Minho lalu dia tersenyum menampilkan sederet giginya yang putih rapi itu. Dia bangkit berdiri , dan sekarang posisinya berhadapan dengan Krystal. Minho memandang Krystal tepat di manik-manik mata indah Krystal. Hal itu membuat detak jantung Krystal semakin tidak teratur. Krystal segera memalingkan pandangan matanya ke arah lain. “Nde. Ada Apa?” , tanya Minho.

“Eh.” , Krystal menoleh kaget.

Minho mengernyit heran. “Kalau pendengaranku tidak salah , tadi kau bergumam seperti memanggilku.” , ujar Minho.

“Eh.. uhh.. itu.. akh.. ak.. aku.. aku hanya ingin bilang terima kasih.” , ujar Krystal lalu dia menundukkan kepalanya malu.

Minho tersenyum kecil. Dia ingin menyahut perkataan Krystal tadi tatkala dia mendengar sebuah seruan dari arah gerbang sekolah.

“CHOI MINHO!!!!! CEPATLAH!! KAU LAMA SEKALI!!!” , teriak Yuri kesal. Dia melipat tangannya di dada merasa kesal karena melihat adegan ‘mesra’ dari Krystal dan Minho.

Tsk. Menyebalkan. Dasar Hoobae sialan! Berani-beraninya dia mencoba mencari perhatian kepada Minhoku. Lihat saja apa yang akan kulakukan terhadapnya. Batin Yuri. Tanpa sadar , dia menarik ujung bibirnya membentuk sebuah seringaian kecil.

Minho menoleh malas ke arah Yuri. Lalu dia mengembalikkan kembali pandangannya ke arah Krystal. “Baiklah. Aku pulang dulu.” , ujar Minho sembari tersenyum ke arah Krystal lalu berlari kecil meninggalkan Krystal menuju Yuri.

“Tsk. Kau lama sekali.” , ujar Yuri ketika Minho kini sudah berada di sampingnya.

“Mianhae.”  , ujar Minho singkat. Lalu , mereka pulang bersama.

Krystal masih terpaku disana. Entah kenapa dia merasa sakit ketika melihat Yuri menggandeng tangan Minho dan Minho tidak menepisnya.

Apa gosip itu benar bahwa Minho dan Yuri Sunbae memiliki hubungan khusus. Batin Krystal.

Tak disadari , dia mendesah kecewa.

“Mianhae , aku terlambat. Tadi , Park Sonsaeng yang tanpa sengaja berpapasan denganku menceramahiku sedikit karena insiden tidur siang di kelas tadi.” , ujar Sulli sembari nyengir polos ke arah Krystal.

Krystal tidak benar-benar mendengarkan ‘ocehan’ Sulli. Dia sibuk memandangi tanah-tanah.

“Ya! Krystal Jung! Kau kenapa?!” , tanya Sulli. Krystal mendongak.

“Kajja kita pulang. Aku lelah.” , kemudian mereka berjalan beriringan dalam diam.

Ada apa ini? Apa yang sudah terjadi? Batin Sulli bertanya-tanya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Krystal’s Side..

Author POV

Pagi-pagi yang indah. Siswa siswi sudah saling berceloteh ria menceritakan berbagai hal. Hanya ada 1 siswa saja yang tampak gelisah dan tidak tenang.

Ya , orang itu adalah Krystal.

Sedari tadi dia terus saja memikirkan ‘surat’ itu. Dia gelisah. Berulang kali dia meremas tangannya kuat-kuat dan menggigit ujung bibirnya.

Jauhi Choi Minho!

Dia HANYA milikku! Ini peringatan untukmu. Awas saja kalau aku melihatmu berdekatan dengan MinhoKU lagi. Ini bukan sekedar bualan semata. Kalau kau berani menentangku , lihat apa yang akan aku lakukan padamu!

                                                                                                        MUSUHMU!

Apa lagi ini? Baru pertama kali aku barbicara dengan Minho Sunbae dan sudah ada yang menerorku. Batin Krystal kesal.

Dia sangat kesal , tetapi tak bisa dia pungkiri , dia juga merasa sedikit takut akan ‘surat ancaman’ itu. Dia meremas surat itu dengan kesal dan penuh nafsu.

Sulli yang merasa heran akan sikap Krystal , mendekati Krystal. Dengan perlahan , dia menarik kursi di sebelah sahabatnya itu dan kemudian duduk di atasnya. Matanya tertuju pada ‘surat , yang diremas Krystal dengan penuh amarah itu. Dengan gesit , dia merebut surat itu dan menjauh dari Krystal. Kemudian dia membaca isi surat itu.

Krystal tersentak kaget ketika Sulli merebut ‘surat’ itu. Dia kemudian bangkit berdiri dengan tergesa-gesa dan berlari kecil untuk menghampiri Sulli.

“Sulli! Jangan dibaca!” , pekik Krystal. Tetapi , terlambat. Sulli sudah membaca surat itu. Ekspresi kaget kini terukir jelas di wajah gadis imut itu.

Krystal merebut surat itu san segera menuju tempat sampah terdekat. Dia kemudian merobek kertas itu.

“Krystal-ah. Katakan apa yang terjadi kemarin!” , perintah Sulli.

Akhirnya , Krystal menceritakan kejadian itu dengan sedetil-detilnya dan tak lupa ekspresi wajahnya yang berubah dari gelisah menjadi riang dan tersipu.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

“Krys.. ini kan? Jadi sepertinya orang itu tidak suka jika kau berdekatan dengan Minho Sunbae begitu?” , ujar Sulli yang memahami keadaan yang tengah terjadi.

“Sepertinya begitu.” , Krystal menghembuskan nafasnya berat.

“Sudahlah. Tak usah kaupikirkan. Mungkin ini hanya surat iseng saja. Kau tahu kan fans-fans Minho Sunbae di sekolah ini banyak sekali? Sudah. Lupakan oke.” , ujar Sulli sembari menepuk pelan punggung sahabatnya itu.

“Nde. Aku harap begitu.” , ujar Krystal.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Minho’s Side..

Author POV

Minho senyum-senyum terus mengingat ‘insiden tabrakan’ dengan Krystal. Entah kenapa , wajahnya memerah jika mengingat kejadian itu.

Krystal..Krystal.. ah , nama yang indah. Pemilik namanya juga secantik dan seindah namanya. Krystal bening dan cantik yang selalu terlihat indah. Batin Minho.

Hayo! Mikirin siapa lagi sekarang? Apa jangan-jangan mikirin Krystal ya?! Hehe.” , ujar Jonghyun lalu mengambil tempat duduk di sebelah Minho.

“Ah , Jjong. Kau mengagetkanku lagi.” , ujar Minho kesal.

“Kau senyam-senyum sedari tadi. Mirip orang gila. Untung saja tidak ada yang menelepon Rumah Sakit Jiwa melihat kelakuanmu yang aneh itu.” , ujar Jonghyun.

PLETAK..

Minho memukul kepala Jonghyun hingga membuat si empunya kepala merintih kesakitan.

“Kau ini! Aku heran kenapa aku betah menjadi temanmu selama 3 tahun ya?! Ckck.. kau pasti mengguna-gunaiku.” , tuduh Minho.

“Aish.. enak saja. Kau berteman denganku karena kita bisa saling melengkapi satu sama lain. Kau yang cenderung dingin dan pendiam akan cocok dengan orang yang sedikit banyak bicara dan periang , seperti aku.” , ujar Jonghyun.

Whatever.” , ujar Minho sembari memutar kedua bola matanya malas.

“Ah , kau pasti senang bukan karena kemarin menabrak Krystal dan berbincang-bincang dengannya.” , ujar Jonghyun.

“Nde?!!! Kau tahu?!!!!” , pekik Minho.

“Aish.  Pabo! Ketika kau berlutut untuk mengobati luka di lutut Krystal , banyak orang yang memperhatikan kalian. Kau tidak menyadari hal itu?” , tanya Jonghyun heran.

Minho terlihat salah tingkah. Dia mengusap belakang kepalanya kikuk. “Ah , aku tidak menyadarinya.”

“Iya , itu pasti! Kau pasti merasa bahwa dunia hanya milik kalian berdua bukan sampai tidak menyadari keadaan sekitar.” , ujar Jonghyun.

Minho hanya mendengus menanggapi ucapan Jonghyun.

“Sudahlah. Setiap orang yang lagi meletup-letup perasaanya pasti akan begitu. Tenang saja.” , ujar Jonghyun sembari memberikan wink nakal kepada Minho. Minho bergidik ngeri melihat ‘kegenitan’ dari sahabatnya.

“Sudah sana , pergi kau! Aku masih straight ya! Jangan tulari aku dengan keanehanmu itu.” , ujar Minho lalu dia memalingkan mukanya ke arah lain.

“Mwo?!!  APA KAU BILANG?!!!!” , tepat saat Jonghyun berteriak , Kim Sonsaeng masuk ke kelas.

“Jonghyun! Kalau kau punya tenaga untuk berteriak tidak penting seperti itu , lebih baik hemat tenagamu untuk nanti saat kau maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal.” , hardik Kim Sonsaeng.

Jonghyun hanya bisa mengangguk lemah. Dia kemudian menatap Minho geram karena Minho tengah menatapnya dengan tatapan meledek.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

KRINGGGG….

Bel istirahat berbunyi.

“Sulli , cepatlah!” , ujar Krystal yang merasa tak sabar karena perutnya sudah sangat kelaparan.

“Nde. Sabarlah.” , setelah menyelesaikan kegiatannya , Sulli berlari kecil menghampiri Krystal. “Kajja.”

Kemudian mereka berdua berjalan beriringan sembari berceloteh ria sepanjang perjalanan menuju kantin.

Sesampainya di kantin , mereka berdua memesan makanan dan minuman dan duduk di salah satu bangku kosong yang untungnya tersedia.

Tiba-tiba , mata Krystal terpaku melihat pemandangan memilukan –baginya- , dia melihat Yuri tengah menyendarkan kepalanya di bahu Minho dan sesekali mengelus lengan kekar Minho. Mata Krystal memerah. Dia tak sanggup lagi untuk melihat pemandangan itu. Akhirnya , dia memutuskan untuk beranjak dari tempat itu.

“Sulli-ah , mianhae. Aku baru ingat kalau Lee Sonsaeng tadi menyuruhku untuk ke ruangannya ketika jam istirahat. Aku pergi dulu.” , ujar Krystal lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan kantin. Dia terus menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air matanya yang hampir meleleh. Sialnya , mata Minho yang tak sengaja menangkap ‘kejadian’ itu terus memperhatikan Krystal dan melihat lelehan air mata dari gadis itu.

“Krys! Tunggu! Tapi , MAKANANNYA!” , seru Sulli. Tetapi , terlambat. Krystal sudah menghilang di balik tikungan koridor kelas.

Sulli mendengus kesal.

“Mianhae , Yuri-ah. Aku baru ingat kalau Park Sonsaeng menyuruhku untuk menemuinya di waktu jam istirahat.” , ujar Minho. Kemudian dia beranjak pergi meninggalkan Yuri.

“Ya! Minho-ah! aish…” , ujar Yuri sembari mengacak rambutnya  kesal.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Saat ini Krystal sedang menyenderkan kepalanya di salah satu bangku tempat membaca yang berada di pojokan ruangan perpustakaan. Dia memang menyukai Perpustakaan. Selain tempat untuknya menambah pengetahuan , tetapi Perpustakaan bermanfaat lebih baginya. Dia selalu meluapkan kegundahannya di sana.

Krystal membayangkan bayangan wajah Minho di benaknya. Kemudian dia menyobek secarik kertas dan menyambar pulpen yang kebetulan ada disitu dan mulai menuliskan kalimat-kalimat  mengenai perasaanya.

Mau sampai kapan aku terus melihatmu diam-diam seperti ini?

Aku ingin sekali saja membuatmu untuk sekilas melihatku.

Meski hanya sekilas.

Aku menyukaimu.

Tidak. Lebih. Aku mencintaimu.

Mencintaimu membuat hatiku sangat perih.

Mencintaimu membuat dadaku sesak.

Mencintaimu membuatku terluka.

Mencintaimu membutuhkan sejuta kesabaran dan sejuta kepedihan.

Bisakah kau melihatku?

Hanya untuk menganggapku?

Ingin sekali aku berteriak kepadamu hanya untuk supaya kau melihatku!

Tapi , aku selalu tidak pernah bisa.

Ketakutan lebih menguasai dari keiginanku untuk menatap mata indahmu secara langsung.

Aku lelah dengan perasaan ini.

Aku ingin melupakanmu.

But , I Can’t to Forget You!!

Krystal meremas kertas itu kuat-kuat dan menangis terisak.

“Jangan menangis. Hematlah air matamu itu untuk menangisi sesuatu yang sedikit lebih berguna. Masih banyak di dunia ini sesuatu yang bisa membuatmu bahagia daripada membuatmu menangis.” , ujar sebuah suara. Lalu dia mengulurkan sebuah sapu tangan kepada Krystal.

Krystal mendongak untuk mengetahui siapa orang itu. “Minho Sunbae!” , pekik Krystal.

“Kenapa kau kaget seperti itu? Apa aku terlihat seperti alien atau hantu di matamu?” , tanya Minho.

Krystal menundukkan kepalanya dan meremas tangannya gugup. Dia menggigit ujung bibirnya. “Ah. anni. Aku hanya kaget saja.” , ujar Krystal dengan kepala yang masih menunduk.

“Haha. Sudahlah jangan berbohong. Kau pasti gugup kan berdua denganku? Kkekke.. aku tahu aku sangat tampan , tapi kau tidak perlu seperti itu.” , ujar Minho.

Krystal mendongakkan kepalanya. Mulutnya terbuka lebar. Dia tidak percaya seorang Choi Minho yang dikaguminya itu bisa senarsis seperti ini.

“Ehem! Ini pakailah. Setidaknya hapus dulu air matamu itu. Kau terlihat jelek saat menangis.” , ucap Minho.

Krystal mengerucutkan bibirnya kesal. Dia menggembungkan pipinya.

Aigo. Dia sedang beraegyo kah? Kalau iya , aegyonya sukses. Batin Minho terpana.

Krystal  mengambil sapu tangan Minho. “Gamsahamnida , Sunbae.” , ujar Krystal sembari tersenyum tulus kepada Minho.

Deg..deg..deg..

Jantung Minho berdegup kencang sekali. Minho merasakan pipinya memanas. “Ah , kenapa harus memakai banmal? Kita sudah dekat bukan? Panggil aku Minho Oppa dan jangan menggunakan banmal jika berbicara denganku.” , ujar Minho. Lalu dia tersenyum kearah Krystal.

Pipi Krystal memanas. “Ah , nde Minho sun.. ah , mian , maksudku Minho Oppa.” , ujar Krystal salah tingkah.

“Bagus.” , kemudian Minho mengelus kepala Krystal lembut dan tersenyum manis ke arahnya.

Tanpa mereka berdua sadari , sedari tadi ada sepasang mata yang menatap mereka dengan pandangan kebencian.

“Kau. Hoobae sialan! Beraninya kau mengabaikan perkataanku.” , gumam orang tersebut. Dia menggertakan giginya geram.

“Baiklah. Kita lihat saja apa yang akan kuperbuat kepadamu.” , gumam orang tersebut sembari tersenyum licik.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

BRAKK…

Terdengar suara hempasan tubuh yang sangat keras karena berbenturan dengan dinding toilet siswi yang kokoh tersebut.

“Awh..” , rintih orang tersebut yang punggungnya membentur dinding tembok dengan keras sekali.

“Huh. Beraninya kau mengabaikan surat itu. Sekarang rasakan akibat dari perbuatanmu itu.” , kemudian orang itu menjambak rambut gadis malang tersebut dengan kesal lalu ia menusuk kulit gadis malang tersebut dengan kuku-kukunya yang tajam itu.

“Awh.. ampun Yuri Sunbae. Sakiit..” , erang gadis malang tersebut. Tak urung , air matanya jatuh perlahan karena menahan rasa sakit.

“Apa? Sakit ya?” , kemudian dia semakin kuat menusuk kulit Krystal dan menjambak rambut indah gadis itu hingga tak jarang banyak sekali rambut-rambut  yang berjatuhan.

“AWH…” , teriak gadis malang tersebut.

“Maka dari itu , jangan macam-macam denganku Krystal jelek.” , ujar Yuri lalu dia membanting tubuh Krystal keras ke tanah.

“Awh..” , rintih Krystal. Dengan mengumpulkan keberaniannya , dia menendang badan Yuri hingga terhuyung kebelakang.

“Sh**t.” , umpat Yuri.

Merasa ada kesempatan , Krystal segera berlari keluar dari toilet tersebut.

Hah…hah..

Deru nafasnya terdengar. Dia berlari dengan sangat cepat. Sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihat apakah ada orang yang mengejar. Dia melihat ada sebuah tempat persembunyian yang sangat tepat karena ‘tempat’ itu tertutupi oleh rimbunan rerumputan.

Di segera menuju tempat itu dan duduk sembari memeluk lututnya yang gemetaran karena ketakutan.  Dia lalu mengambil ponselnya dan segera mengirim sms kepada Sulli.

To : My BF-Sulli ^^

Sulli-aa , tolong aku. Yuri Sunbae sedang mengejarku. Ternyata pengirim surat ancaman itu adalah Yuri Sunbae. Bisakah kau kesini? Aku ada di taman belakang dekat rerimbunan rumput.

Selesai mengirim pesan SOS ke Sulli , Krystal menggenggam ponselnya kuat-kuat dan menggigit ujung bibirnya ketakutan tatkala dia mendengar suara langkah seseorang.

“Krystal..Krystal sayang.. kemarilah.. aku tidak akan menyakitimu.. kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik.. Krystal..” , ujar Yuri sembari tersenyum licik. Di tangannya tergenggam sebuah benda tajam yang disiapkannya untuk merobek kulit mulus Krystal.

Krystal semakin menggigil kuat dia meringkuk dalam-dalam dan membekap mulutnya dengan menggigit ujung bibirnya kuat-kuat. Tangannya menggenggam erat ponselnya.

“Krystal.. kau tidak perlu takut.. aku tidak akan menyakitimu. Maafkan atas sikap kasarku tadi kepadamu. Aku tahu kau berada disini. Ayolah , sayang.. keluarlah..” , ujar Yuri. Dia semakin mendekati ‘tempat persembunyian’ Krystal. Dia mengedarkan pandangannya untuk menemukan ‘sosok mencurigakan’.

Krystal semakin ketakutan..

ADA TELEFON MASUK.. ADA TELEFON MASUK.. ANGKAT..ANGKAT..

Di keheningan seperti itu , ponselnya tiba-tiba berbunyi nyaring sekali. Alhasil , ‘tempat persembunyian’ Krystal ketahuan.

“Aaaa.. rupanya kau disana , hoobae manis.” , ujar Yuri lalu dia melangkah cepat mendekati ‘tempat persembunyian’ Krystal.

Krystal menggeram sedikit karena kecerobohannya tidak mengaktifkan ponselnya dalam mode ‘silent’. Akhirnya , Krystal berdiri tegap keluar dari ‘tempat persembunyian.’

Dia bertekad untuk melawan Yuri. Dia tidak ingin terlihat takut dimatanya.

“Aaa.. kau keluar rupanya. Kemarilah. Aku tidak akan menyakitimu.” , ujar Yuri. Dia tersenyum licik ke arah Krystal.

“Memangnya apa salahku terhadapmu? Karena kedekatanku dengan Minho Oppa?” , ujar Krystal seraya menekankan sedikit kata ‘Oppa’ pada perkataanya. Dia mengambil langkah sedikit ke belakang. Tentunya dia bukan tipe orang yang ceroboh untuk segera mengantarkan nyawanya begitu saja.

“Aa.. jadi kau sudah berani memanggil Minhoku dengan sebutan Oppa?” , ujar Yuri. Lalu dia memperlihatkan benda tajam ke arah Krystal.

Mata Krystal membulat. Dia kaget akan benda yang tengah digenggam oleh Yuri.

“Kenapa matamu seperti itu? Apa karena ini? Haha. Kau ketakutan? Baru tadi kulihat kau dengan berani keluar dari tempat persembunyianmu. Hahaha.” , ujar Yuri. Tangannya mengelus ‘benda tajam’ itu. Dia melirik Krystal tajam. Kakinya melangkah mendekati Krytstal.

Entah kenapa , keberanian yang tadi baru saja muncul dalam dirinya , menguap sudah. Kini , ketakutan yang menjalar di seluruh tubuh Krystal.

“Ohya , kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Jadi , kau mulai berani menyebut Minhoku dengan sebutan Oppa?” , ujar Yuri. Sekarang mereka tengah menarik ulur langkah mereka satu sama lain. Ketika Yuri mendekat , Krystal menjauh. Begitu seterusnya.

“Ya. Karena dialah yang memintaku. Lagipula memangnya kau siapa bagi Minho? Yeojachingunya? Setahuku , kau bukanlah yeojachingunya. Kalian hanya dekat. Minho bukan milikmu Sunbae. Kau tidak bisa begitu saja mengklaim bahwa Minho adalah milikmu.” , ujar Krystal.

Mendengar perkataan Krystal , membuat Yuri bertambah geram. Dia berlari dengan langkah cepat dan langsung ‘menyambar’ Krystal. Dia menindih tubuh Krystal.

“Awh..” rintih Krystal ketika tubuhnya membentur tanah keras sekali.

“Kau! BERANINYA KAU EBRKATA SEPERTI ITU PADAKU!!” , seketika saja , Yuri memukul Krystal hingga menyebabkan sudut bibir mungil gadis itu berdarah.

“uh..argh..” , erang Krystal.

“Apa ini sakit? Haha.” , ujar Yuri. Lalu dia menekan sobekan di mulut Krystal.

“AAAAAAAA….” , erang Krystal ketika lukanya ditekan keras sekali oleh Yuri.

“Jangan coba-coba kau merebut Minhoku.” , kemudian Yuri menyayat lengan kiri Krystal.

“AAAAA….” , erang Krystal kesakitan.

“Hahahahaha…” , tawa Yuri semakin keras ketika raut wajah Krystal yang merasakan kesakitan.

Yuri kemudian menekan luka sayatan di lengan kiri gadis yang tak berdaya itu. “Aaaa…” , erang Krystal.

“Hahahaa..” , Yuri semakin puas melihat Krystal menderita.

Di sela-sela tawanya , Krystal segera menendang perut Yuri dengan kedua kakinya dan segera berlari meninggalkan Yuri. Nafasnya tersengal-sengal. Dia terus saja memegangi lengan kirnya yang kesakitan itu.

ADA TELEFON MASUK.. ADA TELEFON MASUK.. ANGKAT..ANGKAT..

Mendengar peringatan telefon masuk di ponselnya , Krystal segera mengangkatnya.

“Krys..Krys.. gwaenchana? Kau dimana sekarang? Aku sudah ada di taman belakang , tetapi tidak melihatmu. Aku menemukan benda tajam yang ada bercak darahnya. Kau dimana? Kasih tahu aku!” , ujar Sulli panik.

“Sull..Sulli.. temui aku di gudang perlatan sekolah. Aku berada disini. Cepatlah aku takut..” , ujar Krysal dengan suara gemetar.

“Nde..nde.. aku segera kesana. Tunggu aku dengan Minho Sunbae. Minho Sunbae sedang memanggil kepala sekolah. Tunggulah sebentar lagi…” , ujar Sulli.

KLIK..

Sambungan terputus..

Krystal bersembunyi di salah satu tempat menyimpan peralatan kebersihan di sekolahnya itu. Dia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Tak lupa dia segera mengaktifkan ponselnya dalam mode silent agar kejadian yang seperti tadi tak terulang kembali. Krystal segera melepaskan dasinya dan membabat sembarang lukanya agar tidak mengeluarkan darah segar lebih banyak lagi dan menyebabkan keberadaanya ketahuan.

TAP..TAP.. TAP..

Terdengar suara langkah seseorang mendekati ruangan tersebut. Krystal segera mengehentikan aktifitasnya. Kini , dia berdoa meminta ampunan kepada tuhan atas dosa-dosanya. Dia pasrah jika terjadi sesuatu padanya.

TAP..TAP..TAP..

Langkah itu semakin terdengar kuat.

Dan..

TAP..

Langkahnya terhenti. Dia menemukan sebuah bercak darah di lantai gudang peralatan sekolah. Dia tersenyum licik.

Seakan tahu tempat persembunyian Krystal , Yuri segera melangkahkan langkahnya yakin ke salah satu lemari di tempat itu.

BRAK…

Dia membuka lemari itu kasar. Dia tersenyum licik ketika melihat Krystal tengah menatapnya ketakutan.

“Aha. Aku menemukanmu.” , ujar Yuri. Lalu dia menjambak rambut Krystal kasar dan menyeretnya keluar dari lemari tersebut.

“Ahh.. appo.. Yuri Sunbae , sa..kiit..” , rintih Krystal. Dia memegangi rambutnya yang perih karena jambakan dari Yuri.

BRUAKK..

Yuri membanting tubuh Krystal ke lantai dengan kasar. Matanya terpaku pada lilitan di lengan kiri Krystal. Seketika senyum licik mengembang di wajah manisnya.

Krystal merintih kecil. “AAAAAAAAAAA……” , pekik Krystal kuat ketika sepatu Yuri menekan keras luka sayatan di lengan kirinya.

Setelah puas menginjak ‘luka’ Krystal , Yuri mencabut (?) kakinya dari lengan kiri Krystal. Nafas Krystal memburu.

“Dasar kau Psycho!” , bentak Krystal.

Seketika Yuri mengangkat tubuh Krystal dan membanting tubuh Krystal kasar ke tembok. Dia menekan kuat dagu Krystal.

Kini mereka berdua bisa saling merasakan deru nafas masing-masing.

“Karena , kau merebut MinhoKU!” , bentak Yuri. Dia semakin kuat mencengkeram dagu Krystal yang membuat tanda kemerahan di dagu mulus gadis tersebut.

Krystal mengerang kecil.

Matanya tertutup. Dia sudah pasrah akan apa yang terjadi padanya selanjutnya ketika dia melihat Yuri menghunuskan benda tajam itu ke perut Krystal.

“Aaa..” , erang Krystal. Tubuhnya terduduk ke lantai. Tangannya memegangi perutnya yang mengeluarkan darah segar banyak sekali. Kemudian matanya terpejam.

Gelap.

“Hahahaahahahaha…….” , suara membahana terdengar di penjuru ruangan.

BRAKKKKK…..

Pintu di buka dengan keras.

Mata ke lima orang itu terbelalak kaget tatkala mereka semua melihat tangan Yuri yang berlumuran darah dan tubuh Krystal yang lunglai tak berdaya itu.

Mata laki-laki itu memanas. Yuri yang kaget karena pintu dihempaskan keras , segera saja membalik badannya.

Dia terlihat kaget sekali dengan kelima orang yang berdiri termangu dia ambang pintu. Tangannya menjatuhkan ‘benda tajam’ ke lantai sehingga membuat suara dentuman yang lumayan keras mengingat kesunyian yang menyelimuti ruangan itu.

“Yuri..” , seru kelima orang itu kompak..

=TBC=

Aduh , ini kenapa jadi horor?!!!!!!

Gue frustasi >_< #jambak rambut bacon..

Gatau dah , kenapa bisa-bisa ke horor gini..

Niatnya mau buat Romance , Angst gitu , eeeh~ kenapa ke horor coba?

WOT DE HEL?!!!!! >_<

Sejelek-jeleknya FF NISTA ini , saya sangat mengaharapkan komen kalian😉

5 thoughts on “Hard Things to Loving You [Chapter 1]

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s