Me and my ‘piyo-piyo’


seperti biasa, krna gak bisa bkin cover jd  cover nyusul ampe ada yg bikinin.n sbg penggantinya pake foto aja ya. tapi kayaknya fotonya agak nyeleneh n gak nyambung sama sekali ma cerita, harap maklum aja ya….😀

title: me and my ‘piyo-piyo’

author: cinderella a.k.a lute

length: oneshoot

main cast:

– Lee jinki (onew SHINee)

– su tji (seekor anak ayam as ‘piyo-piyo’)

supported cast:

– member SHINee, etc

genre: terserah kepada opini reader sajalah

 

(sutji POV)

annyeong sutji-ah… ini makanan untukmu. cepat besar ya..”, pria itu memberikanku semangkuk besar makanan kesukaanku dengan senyumnya yang lebar dan ceria. pria itu adalah tuanku, pemilikku, majikanku. yang ku tau orang-orang memanggilnya Onew tapi aku lebih suka memanggilnya jinki-ssi. aku segera memakan makananku dengan lahapnya.

“jika kamu sudah besar, aku baru akan tega untuk memotongmu. sekarang kan kamu masih terlalu aegyo jadi aku akan merawatmu”, katanya sambil mengelus-elus kepalaku. seandainya aku dan tuanku sejenis pasti dia sadar bahwa aku selalu menangis saat mendengarnya berkata begitu. hatiku seperti tersayat-sayat rasanya, tapi mau bagaimana lagi?? aku hanya seekor hewan peliharaan, salah aku bukan peliharaan tapi hewan ternak yang dirawat untuk diambil manfaatnya. tetapi tenang saja tuanku, aku terima nasibku dan aku sangat berterima kasih karena kau membuat hidupku bahagia sebelum aku mati dan berguna setelah aku mati. aku lanjutkan makanku setelah termenung sambil meratap beberapa saat.

hyaa, sutji-ah.. aku nyanyikan sebuah lagu untukmu ya. kau tau laguku bersama teman-temanku yang judulnya ‘replay’?.. aku akan ganti kata noona-nya dengan namamu”‘ katanya sambil meraihku ke dalam pelukannya. aku melonjak-lonjak kegirangan saat dia mulai melantunkan lagu itu dengan suara lembut, gentle and sweetnya. aduh, sepertinya aku ingin buang air dibilang yeoppo, ya begitulah kebiasaan jika aku terlalu senang/bersemangat..

(Jinki POV)

Noona neomu yeppeo (Geu geunyeoreul boneun naneun)
Michyeo (ha hajiman ijaen jichyeo)
Replay Replay Replay
aku elus bulu sutji dengan penuh kasih. dan ingatanku kembali pada saat kami pertama kali bertemu dengannya.

*flashback start*

“nak, tolong beli dagangan nenek ini nak. sudah berhari-hari nenek tidak makan karna tidak ada yang membeli dagangan nenek”, nenek penjual itu meneteskan airmatanya di pipinya yang keriput, membuatku ikut pilu tapi aku tidak butuh sayura-sayuran ini. aku ada dipasar ini saja karena kebetulan sedang syuting reality show. aku melihat crew dan teman-temanku yang berjalan lebih dahulu. akhirnya aku memutuskan untuk memberi nenek itu beberapa won dari dompetku.

“terima kasih sekali nak, uang ini banyak sekali. silakan ambil semua sayuran ku anak muda”

anni-ya nek.. terima saja uang itu, dan maaf aku tidak bisa mengambil sayuran ini dan aku harus segera pergi. annyeong nek..”, saat aku bersiap untuk mengejar yang lain, sang nenek menarik tanganku dengan kuat.

“kalau begitu terimalah ini nak. ini adalah kesayangan nenek, dia juga sangat baik dan penurut”, nenek itu meletakkan sesuatu yang lembut dan berbulu di tanganku. dan ternyata seekor anak ayam kecil.

“tapi saya juga tidak bisa menerima ini nek”, aku kembalikan ‘piyo-piyo’ itu ke tangan si nenek.tapi si nenek menolak.

“ayolah nak. anak ayam ini tidak nakal, dia sangat penurut. aku sangat sayang padanya tapi aku takut tidak bisa merawatnya lebih lama lagi. kalau aku mati, siapa yang akan menjaganya? huhu..”, nenek itu tiba-tiba menangis. membuat orang-orang menoleh ke arah kami dan ini gawat,bagaimana kalau mereka salah mengira dan menyebarkan gosip yang tidak benar. bisa-bisa ini menjadi sebuah berita dengan judul ‘Onew SHINee menganiaya seorang nenek’.
“aiish, jangan menangis nek.gurae.. aku akan merawatnya nek”, tangis nenek itu langsung reda seketika. dia tersenyum lebar sambil menepuk-nepuk punggungku keras.
gomawo anak muda.. gomawo“, aku senang juga bisa membantu orang tapi aku kan sedang shooting lalu mau dikemanakan anak ayam ini?
“nek, apa kau punya kantong plastik?”
“untuk apa?”, baru mau kubuka mulutku utuk menjawabnya tapi nenek itu sudah memukul kepalaku duluan. Hebat sekali nenek ini, ternyata dia bisa membaca pikiranku
hyaa, kau gila. bisa mati ayam itu kalau kau simpan didalam kantong plastik”,dia membentakku. lalu dia memberikanku sebuah kotak kecil yang terdapat lubang-lubang kecil.
“tempatkan dia disini dulu, nanti kau belikan dia kandang yang layak ya. ingat kau harus jaga dia baik-baik”, nenek itu mengelus-elus sebentar anak ayamnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
“sana cepat kau pergi. teman-temanmu sudah menjauh”
“baik, terima kasih nek. sampai jumpa lagi”, aku membungkukkan badanku dan segera berlari menuju rombonganku.

*flashback end*

kurasakan ad sesuatu yang hangat mengalir di tanganku.
hyaa.. sudah ku bilang jangan buang air sembarangan. betul-betul kau ini”, cepat-cepat ku masukkan dia ke dalam kandang dan ku kunci rapat.
“hari ini kau ku hukum, tidak akan ku beri makan.” kulihat sutji seperti merasa bersalah, dia menundukkan kepalanya.
andwe, hukumanmu ku batalkan tapi kau harus janji untuk tidak membuatku kesal lagi.ara?? kalau kau sampai buang air sembarangan lagi, aku akan menjadikanmu kentucky fried chicken. Sekarang, kau ku maafkan sutji-ah
dia bersuara dan kelihatan bersemangat, ku anggap dia mengatakan ‘ne, yagsog hae’.

(yujin POV)

akhir-akhir ini jinki-ssi sangat sibuk. dia sudah jarang berinteraksi denganku. paling dia datang hanya untuk memberiku makan dan mengatakan ‘annyeong sutji-ah‘ lalu pergi lagi.
aku jadi sebal padanya. hari ini setelah memberiku makan, ia lupa menutup pintu kandangku. sepertinya dia terburu-buru. baguslah, aku sudah sangat jenuh di kandang terus. aku berjalan ke sekeliling rumah, dan akhirnya menemukan kamar mereka ber-5. aku mencari-cari kasur jinki-ssi. hhm, ini kasur minho, dia terkadang kurang sopan pada jinki-ssi jadi harus di beri pelajaran.aku buang kotoranku di kasurnya. key,taemin, dan jonghyun juga harus mendapatkannya. nah ini dia kasur jinki-ssi, aku langsung meloncat-loncat di kasurnya. setelah lelah, aku baringkan tubuhku di bantalnya. tiba-tiba saja pikiranku melayang. aku berkhayal.

*alam khayal sutji*

ada seorang peri yang merubahku menjadi manusia. bahagianya saatku tengok diriku di cermin, ternyata aku cukup cantik saat menjadi manusia. seperti Luna, anggota girlband f(x). kulihat jinki-ssi datang. dia terkejut melihat seorang gadis cantik berdiri disitu.aku tersenyum padanya.
annyeong jinki-ssi..”
“woaah..”, dia terjatuh sampai berguling-guling (onew condition) saking kagetnya.
“si.. siapa kau?”, katanya terbata-bata.
“hihihi.kau tidak mengenalku? aku sutji. ‘piyo-piyo’ mu”, kataku sambil langsung merangkul tangannya.
jinjja? wah ternyata kau benar-benar cantik.” katanya sambil memandang kagum padaku.lalu tiba-tiba dia menyentuh pipiku.
sutji-ah, kau tau? aku sangat menyayangimu”, dia mendekatkan wajahnya padaku, dan..

*tersadar*

aduuuuh, bagaimana ini? tanpa sadar aku sudah buang air, banyak lagi. gara-gara terlalu bersemangat mengkhayalkan jinki-ssi tadi. aku panik. aku segera berlari keluar kamar dan… terlambat.
hyaa.. sutji-ah.. kenapa kau bisa ada disini? siapa yang membuka kandangmu?”, dia ingin menangkapku tapi aku menghindar. dia bingung dan tiba-tiba member yang lain langsung menyerbu masuk kamar di ikuti oleh jinki-ssihana.. dul.. set..
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH”, suara teriakan mereka berlima membuat bumi serasa bergetar. aku segera berlari keluar rumah.

(jinki POV)

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH”, suara teriakan kami berlima membuat bumi serasa bergetar. bagaimana tidak, sekarang di kamar kami ada banyak sekali kotoran ayam bertebaran. aku segera keluar menyusul sutji yang berlari keluar rumah. huh, kena kau sutji. aku cepat-cepat ingin menangkapnya tapi..
minho: “……”
jonghyun: “……”
key: “OH MY GOD..”
taemin: “aku turut berduka cita, hyung”
kata-kata taemin seperti bergema di kepalaku. air mataku tiba-tiba mengalir deras. sungguh aku tidak sanggup menatapnya. sutji mati.. ya, tubuhnya yang kecil sukses terlindas rata oleh ban mobil.
ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE….”, aku menangis meraung-raung.
“mianae sutji-ah… aku tidak bisa menjagamu..huhuhu… aku tidak menepati janjiku untuk membahagiakanmu.. huuuuuuaaaaaaa”
hyaa hyung, sudahlah.. relakan dia. dia anak ayam yang baik, pasti dia akan masuk surga”, kata taemin lembut sambil mengusap-usap punggungku. minho menepuk-nepuk pundakku. key dan jonghyun merangkulku.dan ini membuatku merasa lebih baik karna memiliki dongsaeng-dongsaeng seperti mereka. aku mengambil mayat sutji dan membawanya ke halaman belakang rumah untuk menguburnya.
“maafkan aku sutji-ah, dan terima kasih kau pernah mengisi hariku juga membuatku mengerti betapa kita harus melindungi apa yang kita sayangi.”, aku menatap langit dan melambai ke arahnya. “annyeong sutji-ah…!!!”

plus-plusnya: aku sendiri cukup gemeter bayangin mayat anak ayam kecil yang gepeng tergilas ban, jadi aku gak mau cari foto itu. tapi foto ini kata temenku cukup ironis jadi semoga bisa jadi pelengkap.

4 thoughts on “Me and my ‘piyo-piyo’

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s