I Need A Confesion [OS]


Title: ‘I need a confession’ [OS]

Author: Kim Naru

Cast: Seo Joo Hyun [SNSD], Cho Kyuhyun [Super Junior].

Other Cast: Im Yoona [SNSD], Lee Sungmin [Super Junior].

Genre: Romance, OS.

Rating: T (Teen).

Type: One Shoot.

 

-This my story, so don’t copy without my agreemen-

© 2012-2012 Kim Naru.

 

Hari yang cerah diSeoul High School, para siswa dan siswi sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang sedang bermain sepak bola, ada yang main basket, bercanda disisi lapangan, makan dikantin dan ada yang mengerjakan tugas seperti Seohyun.

Yeoja manis nan lugu itu sedang berkutat dengan pulpen dan pelajaranya, ia memilih untuk belajar ketimbang bermain saat istirahat. Ia sadar belakangan ini nilainya sering turun dikarena kurang belajar, meski nilainya turun 0,1 ia sangat risih dan tidak bisa tenang.

Seohyun POV

“Seohyun-ah belajar terus, tidak makan?” tanya gadis berparas manis yang juga temanku. Im Yoona. Seragam sailor abu-abu dengan rok hitam yang menjadi seragam sekolah kami nampak manis dibadannya. Yeoja cantik yang kepintaranya hampir menyaingiku.

“Annio tugasku masih banyak, makan bisa nanti saja” jawabku, Yoona yang tadi berdiri sekarang duduk disebelahku.

“Aish! Kau rajin-rajin sekali, bukannya ini tugas untuk bulan depan?” tanya Yoona sembari melihat buku tugas milikku.

“Emh..” aku menjawab dengan anggukan.

“Kelapangan yuk, ada pengumuman ketua organisasi baru” ajak Yoona.

“Sebentar lagi” jawabku.

“Akh lama” ia berdiri sambil menarik tanganku, apa boleh buat aku harus ikut dengannya.

@field Seoul high school.

“Baiklah, dengan diangkatnya saya menjadi ketua organisasi siswa diSeoul high school, saya akan menjalankan visi dan misi saya dengan baik selama 2 tahun” kudengar pidato itu. Pidato ketua organisasi siswa yang baru. Kata temanku di Indonesia organisasi ini namanya OSIS. Lucu, seperti nama makanan saja.

“Seohyun, kau tersenyum sendiri?” tanya Yoona yang berdiri disampingku.

“Aku hanya ingat ucapan temanku di Indonesia” jawabku, Yoona yang berdiri sambil melihat ketua organisasi yang baru, kini ikut duduk dibangku batu yang menempel dipinggar lapangan.

“Tak penasaran dengan wajah ketua organisasi yang baru, huh?” tanya Yoona lagi, akupun tersenyum lagi.

“Tidak perlu. Toh, dia juga siswa disini, kan?” sahutku agak malas.

Ya, aku bukan orang yang bisa berteriak seperti siswi lainnya menanggapi kerennya seorang siswa. Bagiku, itu hanya kesenangan kecil yang tak sebanding dengan perasaanku bila berhasil mempraktekkan teori-teori Albert Einstein.

***

Pidato itu berakhir dan kumpulan siswi membubarkan diri, kembali keasalnya masing-masing. Sementara aku dan Yoona sibuk bercerita tentang pelajaran yang kami anggap sulit.

“Seo Joo Hyun?” sapa sebuah suara di hadapanku. Sukses membuat kepalaku menoleh pada pemilik suara.

Hmm, sang ketua organisasi. Kutatap lelaki berambut ikal dengan seragam yang sama denganku. Kuupayakan sedikit menganalisis keadaan sekitarku. Beberapa siswi dan siswa mengitari kami.

“Ya?” jawabku kemudian.

“Salam kenal” ujarnya, meski aneh dengan sikapnya, kujawab seramah mungkin dengan senyum. Ya, kedua orang tuaku mengajarkanku seperti itu.

Setelah namja berambut ikal itu memberi isyarat, kumpulan siswa dan siswi itupun bubar dari hadapan kami. Namja itu duduk disebelah Yoona menjadikan Yoona diantara kami.

“Menurutmu, bagaimana pidatoku?” tanya namja itu dengan pandangan kearah lapangan. Mata kami memandang kesatu tempat: lapangan, dimana siswa ada yang sedang bermain basket.

“Bagus, Kyuhyun oppa” jawab Yoona, wajahnya seolah menjadi penyemangat untuk namja yang dipanggil Kyuhyun oppa. mataku reflek menoleh kearah Yoona dan Kyuhyun.

“Lalu? Menurutmu?” tanya Kyuhyun kearahku.

Hei! Apa-apaan ini? Baru kenal sudah meminta pendapat. Aku membatin, aku kira ia sedang mendekati setiap orang disekolah ini agar pamornya naik dan popularitasnya juga bagus.

“Terlalu semangat. Meskiku akui itu sudah cukup bagus” jawabku pada akhirnya. Padanganku mengarah kelapang lagi, ku dapati seniorku Lee Sungmin sedang bermain basket dengan senior-senior lain dan disana juga ada seniorku favoritku, Jung Younghwa oppa.

“Hmm…begitukah?”

“Ya”

“Terima kasih. Suatu saat nanti aku akan buat kamu mengakuiku” ujar Kyuhyun. Aku menoleh saat menyadari ada gerakan lain. Ya, Kyuhyun beranjak dari duduknya, berdiri dan berjalan menjauh.

Apa? Apa dia bilang? Apa dia menantangku?Aku membatin lagi, ada beberapa pertanyaan atas sikapnya tadi.

“Seohyun…dari tadi aku perhatikan Kyuhyun oppa tersenyum terus” ucap Yoona.

“Biasa, ketua baru. Mencari popularitas dengan cara yang tidak halal. Sudah, kita kedalam, yuk.” elakku. Aku beranjak, mendahului Yoona menuju kelas.

END Seohyun POV

Kyuhyun berjalan memasuki perpustakaan sekolahnya, ia heran dengan sikap yeoja tadi. Biasanya, siswi yang melihatnya akan langsung terpesona oleh ketampanan dan wibawanya.

Kyuhyun segera masuk ke ruang perpustakaan, masih tersenyum ketika angannya menggapai sebuah nama dalam sesosok siswi: Seohyun. Meski Seohyun bukan siswa yang menonjolkan diri di sekolah, bahkan terkesan aneh, Kyuhyun menyukai sikapnya.

Sang waktu terus berlalu mengajak semua manusia agar menyelesaikan tugas masing-masing. Malampun menjelang diSeoul, mengajak semua manusia agar berhenti dari aktifitas dan kembali untuk istirahat.

***

Hari berganti, Seohyun sedang berjalan dikoridor sekolahnya menuju lab Fisika.

“Mau kemana?” tanya seorang namja. Kyuhyun.

Pertanyaan itu yang sering Kyuhyun sampaikan jika berpapasan dengan orang yang ia kenal atau teman-teman sekelasnya. Biasanya ia gunakan pertanyaan itu untuk basa-basi, namun kali ini Kyuhyun benar-benar ingin tau Seohyun ingin pergi kemana.

“Ke lab fisika” jawab Seohyun. Kyuhyun mensejajarkan jalan meraka sehingga kini mereka berjalan bersama. Seohyun yang tidak nyaman dengan sikap Kyuhyun mulai menghentikan langkahnya.

“Mau apa?” tanya Seohyun.

“Membantumu lah. Aku tau kamu akan memabawa alat-alat praktek kekelas kan?” tebakan Kyuhyun sangat benar. Seohyun tak bisa berbohong.

“Aku bisa sendiri” elak Seohyun. Wajahnya merah kesal, ia sedang sangat marah kali itu. Matanya menunjukan ia sedang tidak ramah.

Memangnya aku yeoja cegeng dan lemah? Aku tidak butuh bantuan namja macam kamu. Begitu Seohyun membatin. Ia terus melangkah, namun Kyuhyun masih bisa mensejajarkan langkah mereka, Seohyun mulai kesal dengan sikap namja itu.

“Kau..” ucapnya tidak terdengar ramah. Ya, bagaimanpun sikap Kyuhyun memang kurang sopan.

“Ya?”

“Apa kau tak punya urusan lain? Apa urusanmu hanya mengusikku?” ucap Seohyun kesal, ia tak bisa lembut kali ini. Kyuhyun sudah membuatnya marah.

“Hei, Kyuhyun. Dipanggil Leeteuk Sonsengnim diruangannya” ucap seorang namja dari kejauhan, dia teman Kyuhyun. Lee Sungmin yang juga anggota organisasi.

“Aku pergi dulu Seohyun, terima kasih atas perbincanggannya” ucap Kyuhyun berlalu, ia biarkan punggungnya ditatap oleh Seohyun.

Pagi-pagi sudah membuatku badmood. Seohyun menghela nafas lalu melanjutkan tugasnya menuju lab Fisika.

Ia sampai di sebuah ruang penuh peralatan. Ya, lab fisika. Seohyun mencari model planet dan bintang. Besarnya melebihi ukuran tubuh Seohyun. Seohyun mencari besi pengait, mencari sebuah titik yang bisa membuat benda itu dilipat.

Dan dugaannya benar. Ia menemukan besi yang tersambung dan bisa dilipat. Seohyun menggunakan kedua tangannya untuk melipat komponen model itu. Perlahan. Keras juga. Seohyun membatin di tengah usahanya melipat besi itu. Dan kegiatannya memakan waktu lebih dari 20 menit.

Seohyun mengemas komponen itu didalam sebuah kardus yang ia temukan diujung Lab Fisika.

“Seohyun, Siwon sonsengnim sudah menunggu, tuh” ucap sahabatnya, Yoona. Yoona berlari kedalam Lab, mambantu Seohyun mengangkat kardus yang lain.

“Ne. Lumayan lama untuk mengemas komponen ini” ucap Seohyun. Akhirnya Seohyun sudah mengemasnya dan membawanya didepan badannya.

“Tapi kau kan bisa meminta bantuan Minho, untuk membawa kardus-kardus ini” sahut Yoona lagi. Ia tak habis pikir kepada sahabatnya ini, ia tak pernah meminta bantuan siswa namja untuk melakukan pekerjaan yang berat.

“Sudahlah. Toh, aku bisa membawanya kan?” ujar Seohyun mencoba menenangkan.

Tiba-tiba ia rasakan tanganya bersentuhan dengan sebuah tangan yang lembut, ia yakin itu bukan tangan Yoona. Kepalanya menatap kedepan, ia mendapati namja berambut ikal itu sudah tersenyum penuh arti kearahnya.

“Biar aku yang bawa” ujar Kyuhyun tanpa permisi mengambil alih kardus yang dibawa Seoyun dari tanganya. Seohyun terdiam, pipinya bersemu merah saat mengingat tangannya dan tangan Kyuhyun tadi bersentuhan.

Tak bisa mengelak, ia membenarkan ia butuh bantuan untuk menggangkat barang berat itu. Kalau tidak ada yang membantu pasti teman-teman sekelasnya akan merugi waktu untuk pelajaran Fisika.

“Kyuhyun oppa gomawoyo” ucap Yoona riang. Mereka bersisian dan posisi Kyuhyun yang memimpin jalan.

“Itu ada kran air, coba cuci tanganmu Seohyun, Yoona” perintah Kyuhyun lagi. Saat mereka berjalan dan melihat deretan wastafel yang sering dipakai oleh siswa dan siswi untuk membasuh tangan dan wajah mereka.

Seohyun berharap dengan mencuci tangan, tanganya akan bersih dari debu dan bekas sentuhan Kyuhyun yang membuat hatinya berdegup kecang setiap kali mengingatnya.

Mereka berjalan sampai dikelas Seohyun.

“Gomawoyo Kyuhyun-ssi” ucap Seohyun perlahan ketika Kyuhyun menaruh kardus itu.

“Aku tidak butuh ucapan terima kasihmu, aku butuh pengakuanmu” sahut Kyuhyun. Wajah dan wibawanya terus mengarah kearah Seohyun.

***

Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu sudah terbuang dan bulan demi bulan sudah tidak bisa diulang. Hari ini tepat 2 bulan setelah pidato pertama Kyuhyun sebagai ketua organisasi yang baru.

“Melamun saja, Ketua” sapa Sungmin, sambil memberikan penekanan pada kata ‘Ketua’. Diangsurkannya segelas Cofe Latte pada rekan yang duduk disalah satu meja diruang organisasi.

Tangan kekar Kyuhyun tak begitu bergairah untuk menggapai gelas dari Sungmin.

“Hhh…” Kyuhyun mendesan. Sungmin duduk disamping teman dekatnya itu.

“Seohyun lagi?” tanya Sungmin. Kyuhyun mengangguk.

“Susah juga membuat yeoja itu mengakuiku” Kyuhyun menceritakan semua yang ada dipikiranya. Sungmin menarik bibirnya, tersenyum.

“Seperti bukan Kyuhyun. Kau…suka?”

Kyuhyun menoleh kearah sahabatnya itu, ternyata tebakan sahabatnya itu benar. Anggukan ia jadikan jawaban.

“Padahal banyak yeoja lain yang lebih cantik dari Seohyun, contohnya saja Yoona. Dia baik, manis dan cantik, kenapa kau lebih menyukai yeoja berkaca mata itu ketimbang yeoja lain? Bukankah Kyuhyun yang kukenal tidak suka yeoja berkaca mata?” tanya Sungmin.

“Bagiku, Seohyun sudah cantik dengan karakter cerdasnya.” Ujar Kyuhyun kemudian.

“Araseo, kalau tuan Cho Kyuhyun menginginkan itu, serahkan saja padaku” ujar Sungmin setelah memutar bola matanya.

“Kau mau apa Sungmin?”

“Bilang ke Seohyun bahwa..”

“STOP! Aku hanya ingin melihat tawanya” Kyuhyun mencoba menghentikan Seungmin dari celotehan yang menurutnya itu mengerikan.

“Tapi kau terus saja membuatnya kesal, marah….apalagi?”

Ucapan Sungmin membuat Kyuhyun tertunduk, membenarkan perkataan sahabatnya tadi. Ia sadar bahwa kehadiaranya didalam hidup Seohyun hanya membuat yeoja itu marah dan kesal.

“Beda kalau dia tau bahwa kau menyukainya”

“Jangan!” Kyuhyun kembali mencegah Sungmin yang akan beranjak pergi.

“Jadi?”

Let it flows.” *Biarkan itu mengalir*

Jawaban terakhir dari sahabatnya itu membuat Sungmin menggidikan bahunya. Ia tak tau apa yang harus ia perbuat sekarang, sahabatnya terlalu malu untuk mengakui perasaanya saat ini.

***

@ 1 month later.

Satu bulan sudah berlalu semenjak obrolan Sungmin dan Kyuhyun diruang organisasi siswa. Seohyun hanya heran, 1 bulan ini tidak ada gangguan sedikitpun dari Kyuhyun. Bahkan berpapasan pun jarang.

Seohyun pikir mungkin Kyuhyun sudah menyerah, mungkin gara-gara sikapnya yang terlalu dinggin ke Kyuhyun. Ia rasa sikapnya dulu kepada Kyuhyun itu terlalu jahat, bagaimanapun Kyuhyun selalu ada jika Seohyun kesusahan.

Saat itu Seohyun sedang ada didekat ruang peralatan olah raga, ia diperintah oleh Kibum Sonsengnim untuk mengambil beberapa bola basket dan bola voly diruang peralatan.

Ia diperintah agar membawa 5 masing-masing, tapi saat ia sudah mengumpulkan bola yang ia butuhkan, ia tak bisa menemukan jaring bola agar memudahkanya membawa bola-bola itu.

“Aish! Bagaimana caranya aku membawa bola-bola ini?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri. Tepat saat itu Kyuhyun berlalu dihadapan Seohyun, tanpa menyapa yeoja itu sedikitpun.

Apa aku meminta bantuannya saja?. Seohyun membatin. Jika tidak ada yang membantunya pasti dia akan dimarahi oleh Kibum sonsengnim karena kelamaan membawa bola kelapangan.

Tanpa pikir panjang Seohyun berlari kearah Kyuhyun “Kyuhyun-ssi..” panggilnya dari belakang.

“Ya?” namja itu menoleh.

“emh..bisa bantu aku?”

“Bantu apa?”

“Tolong bawakan beberapa bola kelapangan, kau bawa setengah aku bawa setengah. Bisa tidak?”

“Baiklah”

Namja itu berjalan kembali, masuk kedalam ruang pelaratan dan membawa setengah dari bola yang Seohyun sudah kumpulkan.

“Gomawoyo Kyuhyun-ssi” ucap Seohyun perlahan, tapi sepertinya Kyuhyun tidak mendengarnya dan terus berjalan kearah lapangan sambil membawa bola.

***

“Huft!?” Seohyun menghela nafas saat bibirnya menempel dengan sodotan yang menghubungkan antara bibirnya dan Orange Juice yang sedari tadi menemaninya dikantin sekolahnya.

“Hey! Sendiri saja Hyunie?” tanya seorang yeoja sambil duduk dihadapan Seohyun.

“Emh…!” Seohyun hanya mendesan sambil meminum minumannya.

“Terdeteksi 4L dan 1G yang melanda seorang Miss Seo Joo Hyun. Lemah, Letih, Lesu, Lunglai dan Galau.” Cerocos Yoona saat melihat sahabat didepanya itu.

“Is he love me?” gumam Seohyun dengan aksen bahasa ingrisnya.

“What? Mianhae aku tidak mendengarnya.” Ucap Yoona yang meminta mengulang kata-kata yang tadi keluar dari bibir mungil Seohyun.

“Annio.” Ucap Seohyun sambil memainkan sedotan yang ada didalam gelas dihadapanya.

“Miss Seohyun terkena syndrome Cho Kyuhyun yah?”

TENG…..

Seohyun bermain didalam kesunyian yang menyelimuti dirinya, ia bermain dengan fikiranya. Kata-kata sahabatnya tadi sangat membekas dihati Seohyun, semua ingatan tentang namja bernama Kyuhyun berputar-putar diotaknya, membuat ia sedikit gila.

Tepat jam 2 siang Seohyun pergi dari sekolahnya, berjalan menuju halte bus yang dekat dengan sekolahnya. Ia akan naik bus menuju kedai Cofe milik appanya, ia sudah berjanji untuk membantu disana.

***

Seohyun naik kedalam bus yang kosong, hanya ada beberapa orang yang naik bus siang itu. Seohyun duduk dibangku dekat dengan pintu keluar bus, matanya memandang kearah luar bus, melihat pemandangan dari dalam bus.

Beberapa menit kemudian, bus yang Seohyun naikki berhenti dihalte didepan sebuah kedai cofe. ‘Joo Cofe’ itulah nama kedai yang dimiliki keluarga Seohyun. Kedai cofe yang selalu ramai saat pagi dan sore hari.

“Appa~” ucap Seohyun berdiri dihadapan appanya dengan senyum manis seperti biasanya.

“Sudah pulang? Apa kau lapar? Makanlah dulu, sore nanti akan banyak pelanggan.” Perintah appanya Seohyun hanya tersenyum dan megangguk mengerti.

Seohyun berjalan menuju belakang kedai, mengambil beberapa sendok makanan yang appanya sediakan disana. Setelah dirasa cukup, Seohyun duduk dan mulai makan.

Sendok berwarna perak yang digenggam Seohyun berhenti memasukan makanan kedalam mulut Seohyun, namun mulutnya masih mengunyah sisa makanan yang ada didalam mulutnya.

Ia teringat namja bernama Kyuhyun itu dan kerena ingatannya itu Seohyun menghentikan acara makannya, nafsu makanya serasa ditekan hilang oleh memory Kyuhyun. Sebuah senyum berkembang dibibir mungilnya.

Tepat jam 3 sore, kedai itu sudah nampak ramai dengan pelanggan. Semua meja yang ada didalam tidak ada yang kosong hanya tinggal 3 meja yang berada diluar kedai.

“Lihat! Ramaikan” ucap appa Seohyun kepada anaknya saat melihat kedai mereka sangat ramai.

“Ne, ramai sekali. Tidak seperti waktu-waktu kemarin.” Jawab Seohyun dengan nampan ditangannya “Appa apa aku boleh bertanya?” Seohyun bertanya saat appanya hendak berjalan menuju belakang kedai.

“Tanya apa Seohyun?” appanya berbalik dan siap mendengar pertanyaan dari anaknya.

“Bagaimana cara appa mendekati eomma dulu?” appa Seohyun terdiam, appa Seohyun tidak mengira anaknya akan menanyakan hal tersebut.

“Wah! Kenapa anak manis ini menanyakan hal seperti itu? Apa ada namja yang berhasil merebut hati sedinggin es milik anakku ini?” goda appanya.

“Appa!” Seohyun menggembungkan pipinya tanda kesal.

“Emh…appa saat mendekati eommamu hanya menggunakan dua benda.” Ucap Appanya.

“Apa itu?” tanya Seohyun.

“Bunga dan puisi.” Jawab appanya sambil berjalan menjauh dari Seohyun yang melonggo terdiam.

***

Jam dinding dikedai itu menunjukan jam 4 sore, kedai sudah mulai kosong hanya ada 3 orang pelanggan yang masih menikmati hidangan yang tersedia. Sebentar Seohyun bisa mengistirahatkan badannya yang lelah.

Tangan halusnya mengibas-ngibas agar mengahasilan angin untuk mendinginkan badannya yang mulai berkeringat. Seragam sekolahnya belum ia ganti dengan baju biasa, karena gerah Seohyun melonggarkan dasi yang menempel dileher seragamnya.

Dengan dasi yang longgar, kancing paling atas tidak dikancingkan dan baju seragamnya keluar dari rok membuat penampilan yeoja itu seperti bukan Seohyun yang formal seperti saat disekolah, melainkan seperti Seohyun yang cool dan tidak peduli penampilanya.

KRING….

Suara kecil dari bel yang berada diatas pintu kedai itu membuat Seohyun bangkit, karena ia tau akan ada pelanggan yang harus ia layani. Seohyun berjalan kearah nampan yang tadi ia simpan didekat deretan gelas.

Seorang namja masuk kedalam kedai itu, seragam sekolahnya masih menempel dibadah kekarnya, menandakan ia belum sempat pulang kerumahnya dan mengganti pakaianya.

“Annyeong ajusshi.” Sapa namja itu, namja itu tidak duduk dimeja yang biasa, ia duduk dimeja yang langsung berhadapan dengan bar tender. Namja yang dipanggilnya ajusshi itu menggembangkan senyum.

“Ada Kyuhyun. Mau pesan apa?” tanya ajusshi yang tidak lain adalah ayah dari Seohyun.

“Aku pesan cofe latte seperti biasa.” Jawab Kyuhyun “Ramai yah ajusshi.” Lanjut Kyuhyun.

“Ne, untung saja anakku membatu disini jadi tidak terlalu repot” jawab appa Seohyun.

“Anak?” ucap binggung Kyuhyun.

“Ne, anakku. Dia seorang yeoja dan kebetulan sekolahnya diSeoul High School juga. Apa kau mengenal anakku Kyuhyun?” tanya appa Seohyun.

“Namanya?”

“Seo Joo Hyun.”

“ANDWAE! Seohyun? Seo Joo Hyun adalah anakmu?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ne, dia anaku satu-satunya. Apa aku mengenalnya?” tanya appa Seohyun.

“Oh yah…kami teman.” Jawab Kyuhyun.

“Baguslah Seohyun bisa berteman denganmu.” Ucap appa Seohyun tersenyum “Seohyun! Satu cofe latte.” Ucap appanya sambil sedikit teriak.

“Ne, tunggu sebentar.” Ucap Seohyun dari arah dapur.

Beberapa menit kemudian Seohyun keluar dari dapur dengan segelas cofe latte diatas nampan yang ia bawa.

“Ini pesanan Cofe……Latte!” suara Seohyun menggecil ketika mengetahui yang memesan cofe latte adalah namja yang selama 1 bulan ini tidak mengusiknya “Kyuhyun-ssi?” ucap Seohyun sambil menaruh nampannya.

Lama tak ada kabar didepanku, kini hadir dengan sikap yang mengesalkan. Apa maunya? Seohyun membatin.

“Hai Seohyun.” Sapa Kyuhyun sambil mengambil gelas yang berisi cofe pesananya. Tanpa senyum.

“Apa..? kau mengikutiku? Aku kira kau sudah berhenti mengusikku. Hah! Kau tidak pernah menyerah yah” gerutu Seohyun tampa memperdulikan ekspresi wajah Kyuhyun.

“MWO? Mengikuti? Hey miss wake up. Aku sering kesini dan lagi pula baru tadi aku mengetahui kau adalah anak dari ajusshi pemilik kedai ini” celoteh Kyuhyun yang sedikit emosi.

“Alasan!” cibir Seohyun.

“Oh my god! Aku ingin bertanya. Kenapa tuhan bisa menciptakan yeoja yang menyebalkan sepertimu?” tanya Kyuhyun dengan wajah dinginnya.

“Mwo? Apa kau bilang? Dasar babo….” Seohyun mulai memukuli pundak Kyuhyun.

“Hey..Hey, Stop It! Appo Seohyun.” Gerutu Kyuhyun.

“Dasar namja tidak tau diri.” Ucap Seohyun sambil berjalan menuju belakang kedai, dengan wajah yang ditekuk. Kesal.

“Ajusshi, apa kau yakin dia anakmu?” tanya Kyuhyun kepada appa Seohyun.

“Ahaha! Dia memang begitu, semenjak kematian eommanya dia seperti yeoja yang kasar, padahal dulu dia adalah yeoja manja dan lugu.” Jelas Appa Seohyun.

“Oh yah. Ini uang untuk cofe lattenya ajusshi.” Kyuhyun memberikan beberapa lembar uang untuk membayar pesanannya tadi.

“Kau ingin pulang Kyuhyun?” tanya Ajusshi itu.

“Ne.” Jawabnya singkat.

“Bukit belakang sekolah, jam 4 sampai jam 5 sore.” Ucap appa Seohyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

***

Seohyun berdiri dari bukit yang berada dibelakang sekolahnya, menatap kota Seoul dari atas bukit itu. Rambut panjangnya terurai bebas ditiup angin sore. Rerumputan menjadi temanya bila ia sedang ada diatas bukit itu.

Tak ada Yoona seperti biasa. Seperti lelah, ia dudukan dirinya diatas rerumputan, membiarkan seragamnya menempel dengan rumput hijau itu.

Sinar mentari senja menyinari tubuh langsing Seohyun. KLIK! Sebuah suara dari sebuah kamera membuat Seohyun menoleh. Dilihatnya sosok namja yang tidak mengusiknya selama satu bulan ini, tepatnya 3 bulan sesudah pidato. Namja berambut ikal dengan kamera SLR ditanganya.

“Sore, Seohyun” ujar Kyuhyun.

Aish! Dia lagi, tidak puas tadi aku marahi dikedai? Seohyun membatin. Ia kembali menatap Seoul, membiarkan Kyuhyun duduk disampingnya.

“Kau suka?”

“Ya?”

“Ini fotomu. Kalau kau mau, akan ku hapus saja” ujar Kyuhyun sambil bersiap menghapus foto yang tadi ia ambil.

Agak ragu Seohyun melihatnya. Saat dilihat dikamera itu tertera fotonya. Dengan sinar matahari keemasan, dirinya seperti patung emas, eksotik dan indah.

“Bagus.” Ucap Seohyun.

Kyuhyun menoleh, sediki kaget dengan perkataan Seohyun tadi. Kyuhyun lihat wajah Seohyun yang terlihat sangat menikmati gambar dikameranya. Seulas senyum puas terlukis dibibirnya.

“Akhirnya kamu mengakuiku” ucap Kyuhyun. Seohyun mendonghak, menoleh kearah Kyuhyun di sampingnya dan mendapati bahwa Kyuhyun sedang manatapnya.

Keheningan asik bermain diantara mereka, menciptakan waktu luang untuk mereka berdiskusi dengan pikiran masing-masing.

“Ah!” ujar Seohyun. Seohyun mencoba menguasai dirinya dan wajah merona miliknya.

“Seohyun.” Panggil Kyuhyun. Dilihatnya Seohyun tengah menunduk. Pita rambutnya jatuh ke rumput saat  wajahnya menghentak tertunduk. Kyuhyun meraih pita milik Seohyun yang terjatuh.

“Apa maksudmu?” tanya Seohyun pada akhirnya. Ia hanya melihat pita miliknya dipegang oleh Kyuhyun.

“Aku hanya butuh pengakuanmu”

“Maksudmu?”

“Hhh. Seohyun, kau tau kan, aku tak ingin terlihat lemah dihadapan orang yang aku sukai?” sahut Kyuhyun sambil tak melepas padangannya dari Seohyun. Lagi-lagi Seohyun menoleh ke arah Kyuhyun yang menghasilkan rona merah dipipi chubbynya.

“Eh?”

Melihat raut di wajah Seohyun, badah Kyuhyun melemas. Dia itu lemot atau apa sih? Kyuhyun membatin. Kyuhyun sedikit gemas dengan sikap Seohyun.

“Aku menyukaimu Seo Joo hyun.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya, sembari memasangkan pita rambut itu ke rambut Seohyun.

Seohyun hanya terdiam saja kala Kyuhyun memasangkan pita rambut itu. Ia masih tidak bisa mencerna kata-kata Kyuhyun tadi, otak Seohyun tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

***

Hari yang tidak cerah, awan hitam menyelimuti langit Seoul sore itu. Seorang yeoja dengan payung ditangannya tengah berjalan menuju gerbang sekolahnya, bermasksud untuk bergegas pulang ditengah hujan seperti ini.

“Seohyun~ah…” Sahut sebuah suara dari belakang Seohyun, yeoja itu berbalik dan mendapati seorang namja tengah berlari kearahnya.

“Ne? Ada apa Sungmin oppa?” tanyanya ketika namja bernama Sungmin itu kini ada dihadapanya dengan seragam yang sudah mulai basah akibat air hujan.

“Huh! Apa kabarmu?” tany Sungmin sambil mengatur nafasnya.

“Baik. Kalau oppa?” tanya balik Seohyun.

“Aku baik-baik saja. emh Seohyun…?” Sungin tersenyum.

“Ne?” yeoja itu mendonghakkan wajahnya mempertemukan matanya dan mata Sungmin.

“Apa kau menyukai siKetua organisasi itu?” yeoja yang berada dihadapan Sungmin terdiam, matanya menatap seolah tak percaya akan kata-kata yang dilontarkan Sungmin seniornya.

“Mo…mwo? apa yang oppa katakan? Ahaha ada-ada saja.” Seohyun tertawa kecut, ia memcoba membohongi dirinya dan seniornya itu.

“Seohyun~ah sudah berapa lama kita menjadi teman?” tanya Sungmin.

“Hampir 18 tahun oppa. Memang kenapa?” Seohyun terlihat gugup.

“Selama hampir 18 tahun baru ini kau berbohong padaku.” Seohyun kembali terdiam dengan ucapan Sungmin, ia memang tidak seharusnya berbohong kepada Sungmin yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri.

“Mianhae oppa jeongmal mianhae.” Mata Seohyun terasa panas, mata indahnya sudah mulai berkaca-kaca, dengan posisi bungkuk 90 derajat dihadapan Sungmin air matanya menetes sedikit demi sedikit.

“Sudah jangan menangis.” Sungmin menarik tubuh Seohyun kedalam pelukanya, mencoba menenangkan gadis yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri.

“Mianhae oppa, aku berbohong padamu, maafkan adikmu yang bodoh ini.” Seohyun mulai menangis dalam pelukan Sungmin.

“Menangislah, jika itu perlu.” Jawab Sungmin sambil mengelus rambut panjang Seohyun.

“Aku sudah bersalah dan terlalu jahat padanya, oppa. Apa masih pantas aku mendapat cintanya? Apa masih pantas aku disukai olehnya?” Seohyun bertanya ditengah isakan yang mulai membenahkan kata-katanya.

“Kau mau dengar sebuah rahasia kecil?” tanya Sungmin dan Seohyunpun mengangguk “Kyuhyun sudah menyukaimu sejak diSMP dulu.” Mata Seohyun membulat sempurna, ia kaget atas rahasia yang terlontar dimulut oppanya itu.

“Maksud oppa?” Seohyun melepas pelukanya.

“Dulu saat aku dan Kyuhyun baru kelas 1. Kyuhyun tak sengaja melihat fotomu yang aku bawa saat itu dan mulai saat itu Kyuhyun tertarik dengan yeoja yang ada didalam foto yang aku bawa….”

~Flashback~

@Seoul High School.

~1 year ago~

Seorang namja tengah berjalan menuju kelasnya, dengan sebuah foto ditanganya. Senyum tidak lepas dari bibirnya, senyum itu masih asyik bermain dibibir namja itu.

Namja itu masuk kedalam sebuah kelas dan duduk disebelah seorang namja berambut ikal yang masih fokus dengan PSP ditanganya.

“Pagi Kyuhyun.” Sapa namja itu kepada namja bernama Kyuhyun yang tengah bermain dengan PSPnya.

“Pagi Sungmin.” Balas Kyuhyun kepada namja bernama Sungmin itu.

“Untuk tugas hari ini kau membawa foto siapa?” tanya Sungmin yang sedari tadi tidak melihat foto yang dibawa Kyuhyun.

“Ini…aku membawa foto noonaku, Cho Ahra.” Ucap Kyuhyun sambil menunjukan foto noonanya “Kalau kau Sungmin?” balas tanya Kyuhyun.

“Ini…aku membawa foto seorang yeoja yang sudah aku anggap adik kandungku sendiri.” Kyuhyun menoleh kearah foto yang dipegang Sungmin, mata membulat sempurna, PSP yang ia pegang terjatuh keatas meja, mulutnya terbuka sedikit.

“Hey! Anybody home?” ucap Sungmin sambil menggoyang-goyangkan tanganya didepan wajah sahabatnya itu.

“Emh…mianhae.” Kyuhyun coba menguasai dirinya.

“Kau tertarik pada dia?” tanya Sungmin dengan senyum nakalnya.

“Anni.” Jawabnya Singkat sambil kembali memainkan PSPnya.

“Namanya Seo Joo Hyun, sekolah diSMP SM, umurnya masih 17 tahun dan yang lebih penting dia itu masih single.” Jelas Sungmin sambil memberikan penekanan pada nama ‘Seo Joo Hyun’.

“Emh…kau punya nomor handphonenya?” bisik Kyuhyun tanpa melihat Sungmin.

“Owahaha! Tuan Cho Kyuhyun tertarik toh? Mianhae aku tidak mempunyai nomornya, tapi dia akan masuk ke Seoul High School nanti.” Jawab Sungmin.

“Jadi dia akan satu sekolah dengan kita?” tanya Kyuhyun sangat bersemangat.

“Ne.”

“Wahahaha.”

~End Flashback~

“Begitulah Seohyun, adikku yang manis.” Jelas Sungmin sambil mencibut gemas hidung mancung Seohyun.

“Emh….jadi Kyuhyun sudah menyukai dari SMP?” tanya Seohyun.

“Ne.”

“Gomawo oppa.”

“Untuk apa?”

“Untuk semuanya. Seohyun sayang oppa.”

“Ahaha. Sudah pulang sana, nanti appamu cemas”

“Ne oppa. annyeong.”

“Annyeong.”

Huft….. Sungmin membatin sambil menghelas nafas panjang, lalu berbalik dan berjalan kearah gedung sekolah lagi.

***

Belum Seohyun keluar dari halaman sekolah, didepan gerbang sekolah ia melihat seorang namja tengan terdiam sambil bersandar dipagar sekolah itu. Baju seragamnya sudah basah, rambutnya juga sudah basah dan seluruh tubuhnya sudah basah kuyup.

“Annyeong. Kyuhyun~ssi.” Sapa Seohyun saat hendak melewati gerbang sekolah.

“Annyeong. Seohyun~ah.” Jawabnya lesu.

“Kau hujan-hujanan yah?”

“Ne.”

“Tidak baik. Pulanglah, nanti kau terkena flu”

“Lebih baik flu dari pada harus kelihangan seorang yang aku cintai.”

“Maksudmu?”

“Anni. Kau mau pulang yah?”

“Ne”

“Ya sudah annyeong.”

“Annyeong.”

Seohyun melangkah keluar dari sekolahnya, belum 10 meter dari sekolahnya tangan kirinya yang tengah memegang tas sekolah ditarik dari belekang oleh seorang namja, membuat tubuh kecilnya berbalik mengikuti arah tarikan itu.

Seohyun kaget saat wajahnya sangat dengan Kyuhyun, bukan dekat melainkan mereka berciuman ditangan hujan. Kyuhyun asik bermain dibibir Seohyun, sementara yeoja itu hanya membelalakan matanya seolah tak percaya akan apa yang dilakukan namja ini.

“Saranghaeyo Seo Joo Hyun.” Ucap lembut Kyuhyun saat mengakhiri ciuman itu.

“Emh….?” Seohyun masih binggung dan kaget, ia terdiam dengan ekspresi wajah shocknya “Maksudmu itu apa?” tanya Seohyun sekali lagi.

“Aish! Yeoja lemot” cibir Kyuhyun.

“Mianhae”

“Aku mencintaimu Seo Joo Hyun” ucap Kyuhyun sekali lagi sembari memeluk Seohyun erat.

 

I don’t want to lose you because I hold you

and I want you to know how much I love you

don’t leave me because I love you.

 

Ia rasakan dadanya berdegup sangat kencang, namun anehnya ia sangat nyaman didalam pelukan Kyuhyun itu. Ia merasa, tak ingin melepas pelukan Kyuhyun saat itu, namun ia juga terlalu malu untuk membalas pelukan namja itu.

“Maafkan aku atas sikapku yang selama ini sering membuatmu marah dan kesal” ucap Kyuhyun lirih ditelinga Seohyun.

“Tidak. Akulah yang harusnya minta maaf, atas sikapku yang terlalu jahat padamu” Seohyun menghela nafas “Bagaimanapun, seberapa marahnya aku padamu, aku tidak bisa berbohong, aku juga mencintaimu” ucap Seohyun pada akhirnya.

Sore itu akan menjadi sore yang indah untuk dikenang oleh namja ketua organisasi dan yeoja culun berkaca mata itu. Kyuhyun tersenyum dan mengeratkan pelukanya.

Dengan perlahan Seohyun membalas pelukan namja itu. Ia sangat lega saat ini, seperti semua beban yang ia rasakan selama ini sirna bersama dengan ari hujan yang mengalir.

***

Sementara Seohyun dan Kyuhyun sedang berpelukan ditengah hujan, tanpa sepengetahuan mereka Sungmin dan Yoona tengah berdiri jauh dibelakang mereka dengan senyum yang mekar dibibir mereka.

“Project SeoKyu Complete!” ucap Sungmin sambil tersenyum puas.

“Perjuangan kita selama 1 tahun terselesaikan sudah. Aku sangat senang oppa.” kata Yoona manis, Yoona mengangkat tanganya bermaksud melakukan tos dan Sungminpun menyambutnya sambil senyum bahagianya.

-END-

 

7 thoughts on “I Need A Confesion [OS]

  1. keren bangettt…
    Kyu benar” daebak dia tulus mencintai Seo.
    Bikin ff yg seperti ini lagi eonnn.. bagusss

  2. Ciuman dittengah hujan? Itu so sweeeeeeet >/////<
    Aih aih aku pasti melting kalo jadi Seo eonni :$
    Daebakk chingu (y) (y)
    Cuma agal krik sih pas OSIS=SOSIS -_-" haha bcanda Lucu kok chingu lucu :b hahaha
    Hehe ku tunggu FF seokyu mu lagi yah😉

  3. annyeong..
    ikutan baca y thor..
    keren..
    kyuppa gigih bgd ya dketin n dapetin hati seo.
    project seokyu sukses…

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s