Twelve O’Clock [Chap. 1]


Title : Twelve O’Clock

Author : JungJenong

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : PG-13

Cast : Leeteuk, Taeyeon

Desclaimer : Semua cerita fiksi disini murni hasil karya saya. Apabila ada kesamaan alur, jalan cerita dan latar, maka merupakan hal yang tidak disengaja. Tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini adalah milik Tuhan YME, orangtua mereka, serta agency yang menaungi mereka.

 

Twelve O’Clock Chapter 1

Park Jungsoo. Park Leeteuk. Leeteuk. Tiga kata itu yang setiap harinya terdengar dari bisikan-bisikan mahasiswi SM University. Sang empunya nama pun sudah biasa akan obrolan para gadis atau bahkan laki-laki yang sering membicarakannya. Entah dia bertingkah tidak mau tau atau cuek?

Sama seperti biasanya, bahkan kali ini obrolan tentang Leeteuk makin terdengar di sekitar Starbucks Coffee di kawasan Gangnam. Bukan hanya mahasiswi SM University yang kebetulan melewati café tersebut, tetapi juga para yeoja yang berniat berbelanja di kawasan Gangnam dan tanpa sengaja melihat Leeteuk. Jujur saja, yeoja-yeoja tersebut tidak mengenal siapa Leeteuk sebenarnya. Artis kah? Model kah? Atau agen rahasia Korea Selatan yang sedang menyamar? Tidak penting siapakah Leeteuk sebenarnya. Hanya tiga kata yang menggambarkan Leeteuk dimata para yeoja itu. Tampan dan mempesona.

LEETEUK POV

Aku memasuki Starbucks Coffee di daerah Gangnam. Cuaca cerah hari ini tidak searah dengan suasana hatiku. Entah kenapa aku merasa emosi, kesal, dan sebagainya. Karena aku dibicarakan orang-orang di sekitarku? Bukan. Bukan itu. Hanya saja aku sedikit un-mood hari ini.

Pada akhirnya, aku menunggu mereka di meja dekat jendela café yang menghadap langsung ke jalanan Gangnam. Entah memikirkan apa, aku hanya memandangi jalanan yang sedari tadi dipadati oleh lautan manusia di hari Minggu. Tanpa sadar, sudah banyak yeoja yang sejak tadi memperhatikan wajahku. Terpancar jelas dari ekspresi wajah para yeoja tersebut bahwa mereka terkagum oleh ketampananku.

Aku ambil handphone yang tergeletak di meja depanku. Ku tekan layar handphone ku dengan cepat dan menuliskan kata ‘datang cepat atau aku pulang?’ hanya pesan sesingkat itu yang kukirimkan pada empat namja yang membuatku menunggu mereka di café ini. Tak usah menunggu hitungan menit, sudah empat pesan masuk dengan isi yang hampir sama.

YahYah! Tunggulah sebentar jalanan padat

OMG!! Sabarlah, Hyung. Sekali-kali kau yang menunggu kami

Tunggulah sebentar. Kau akan menyesal kalau kau pulang

Aku sudah dekat. Sebentar lagi

Empat pesan itu yang membuatku kembali menunggu. Kuamati keadaan sekitar café. Ramai seperti biasa. Pelanggan café ini tidak hanya para remaja. Bahkan banyak orang berumuran yang membicarakan bisnis dengan client-nya di café ini.

Hyung!!!!!” suara seorang namja yang sangat familiar di telingaku. Bahkan tanpa menoleh ke sumber suara, aku sudah mengetahui siapa pemilik suara itu.

“Kau tau aku tidak suka menunggu kan, Kyu?” tanyaku dengan nada sedikit tidak suka. Cho Kyuhyun, namja paling muda diantanya kami berlima. “dan mana yang lain?”

MianhaeHyung. Sudahlah beramal sedikit. Sesekali kau menunggu” jawabnya dengan nada cuek. Ia pun langsung duduk dan meminum mocha latte yang kupesan tadi. “tuh mereka” Ia menunjuk ke arah pintu masuk café. Terlihat tiganamja berjalan ke arahku.

“Yo! Leeteuk!” ucap namja bernama Donghae sambil menawarkan High-five. Kutatap tajam wajahnya. Sontak dia menurunkan tangannya yang sedari tadi menghadap ke wajahku untuk menawarkan high-five.

“To the point” kataku singkat.

“Begini, kami punya tawaran menarik untukmu” kata Eunhyuk yang tepat di depanku dengan wajah serius.

“Taruhan? Kalian tidak takut kalah lagi, ha?” tebakku kena sasaran. Seperti biasa, taruhan, perempuan, mobil sudah menjadi hal yang biasa diantara kami. Dan sudah jelas siapa pemenangnya.

“Kalah? Soal kalah, aku yakin kau akan kalah kali ini” Donghae menjawab dengan tenangnya. “Tinggal kau jawab saja, kau terima taruhan ini atau kau tolak taruhan ini”

“Pernahkah aku berkata tidak untuk taruhan yang kalian tawarkan? Kalau aku tolak, aku bukan lelaki lagi” jawabku tegas. “Oke. Aku terima tawaran kalian. Jadi, apa taruhannya?”

“Tunggulah sampai jam 12 tepat. Target mu akan datang dengan sendirinya” jawab Siwon yang sedari tadi diam.

“Ha?” tanpa ada jawaban yang keluar dari mulut empat makhluk ini, pintu café terbuka dan seorang yeoja memasuki café tepat saat jam dinding café berbunyi. Jam 12 tepat.

*******

 

TAEYEON POV

Kulangkahkan kakiku menuju Starbucks Coffee. Jalanan di sini cukup ramai yang membuatku harus memarkir mobil lumayan jauh dari café. Sepertinya aku harus berjalan cepat agar mereka tidak tambah memarahiku. Jam tanganku menunjukkan pukul 11.59. Telat 30 menit. Tak apalah aku sudah menyiapkan beribu alasan yang kenyataan bukan aku yang mengada-ada.

Kumasuki café ini dengan pandangan kesegala arah mencari empat yeoja yang sudah menunggu sejak 30 menit yang lalu. Tanpa sengaja pandanganku terarah pada lima namja yang menatap ke arahku. Wait….. WHAT?! Mereka menatapku. Bukankah dia Leeteuk? Primadona di SM University?

YA!!! TAEYEON-AH!!!” sebuah suara yang nyaring menyadarkan lamunanku. Sontak aku menoleh ke arah sumber suara. Terlihat wajah Sooyoung yang sedikit kesal. Kubalas tatapan menyeramkannya dengan senyum yang merekah di wajahku. Kulangkahkan pelan kakiku menuju meja berisi empat orang gadis.

*****

LEETEUK POV

Apanya yang dibilang target akan datang sendiri? Bahkan gadis tadi hanya melihat sepintas ke arah kami lalu berjalan menuju meja yang berada di pojok ruangan. “Apa kalian tidak salah memperhitungkan? Kukira dia targetnya. Bahkan mengenal kita saja sepertinya tidak”

“Memang dia targetmu” jawab Kyuhyun santai.

“Ha?”

“Iya. Taruhan kali ini adalah kau harus memacari atau bahkan mencium gadis tadi. Ingat dengan bukti foto atau kau bisa langsung menciumnya dihadapan kami” kali ini Donghae yang angkat bicara. “Jadi, dialah targetmu, Park Jungsoo” lanjutnya memberikan penekanan di kata ‘Park Jungsoo’

“Oh iya, waktumu hanya 30 hari” sambung Eunhyuk.

“APA?!”

=TBC=

[A/N] Saya sedikit mau cuap-cuap (?). mungkin ada yang udah pernah baca ff yang hampir bahkan mirip dengan ff ini berjudul When We Meet Love. Sedikit klarifikasi. dua ff ini adalah milik saya, Vania Amalia (vaniamalia) yang sekarang berganti nama author menjadi jungjenong. Alasan kenapa saya membuat ff baru dengan tema sama adalah sebenarnya ff ini merupakan pembetulan dari ff berjudul When We Meet Love. Karena di ff WWML banyak adanya typo, penggunaan bahasa tidak sesuai EYD, dll, maka saya memutuskan untuk mengetik ulang ff tersebut dengan judul dan juga poster baru tentunya. Pada intinya, ff WWML tidak akan saya lanjutkan dan tidak akan saya hapus dari blog saya (agar tidak terjadi tuduhan plagiat). Oke sekian cuap-cuap saya (?) tolongRCL yah ;;)

 

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s