Too Late


Andai saja aku bisa sedikit berguna untukmu.. andai saja semuanya tidak seperti ini.. mungkin bukan tubuhmu yang terbaring di dalam situ.. terima kasih atas segala perhatian yang kau beri.. maafkan aku karena hingga saat ini aku belum bisa membalas semua kasih sayangmu..

 toolate

Title: Too Late

Main Cast JungSis (Krystal-Jessica)

Supporting Cast: Donghae Super Junior, YoonA SNSD, OC

Genre: Sistership, Sad, Angst

Length: Longshoot (22 halaman Ms. Word lebih .__.)

Author and Artwork: Mizuky^^ a.k.a Hanzuky98

-Ketika semuanya terlambat dan aku harus menebus segala kesalahanku..

 

 

Mizuky’s present..

Too Late..

 

@Krystal and Jessica’s School..

Krystal Side—

Seorang gadis muda dari keluarga ternama-Jung- sedang memperhatikan keadaan kelas sekelilingnya dengan tatapan malas.

“Hey, Krystal!” gadis muda -yang diketahui belakangan bernama Krystal- itu menoleh ke sumber suara.

“Kau tahu jawaban untuk soal nomor 10? Kasih tahu ya..”

Krystal memutar kedua bola matanya malas. “Tidak mau!” lalu dia kembali memandang ke arah depan kelas.

“Ya! Kau pelit sekali!”

“Sangjung! Kalau kau sudah selesai, kumpulkan kertas jawabanmu segera!”

Pemuda yang baru saja ditegur oleh Park Sonsaeng itu hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Sepertinya dia mati kutu sekarang.

.

.

Jessica Side—

“Jessie, kau tahu caranya mengerjakan soal nomor 15?”

“Tentu saja. Begini Yoona, pertama-tama kita mencari x dulu. Cara mencari x itu kan 90 dibagi 5 sama dengan 45 kan? Lalu, 45 tinggal dikurangi 10 sama dengan 35. Nah, 35 dibagi lima karena bijinya ada lima. Jadi, x sama dengan 7. Mudah kan?” ajar Jessica. Gadis cantik yang kini duduk di kelas 3 SMA itu terlihat sibuk kesana kemari untuk mengajar teman-temannya.

“Wah, terima kasih. Kau baik sekali, Jessie.”

“Sama-sama, Yoona. Kalau ada yang tidak bisa tinggal bertanya saja padaku, ok.”

“Tenang saja.”

“Jessica, tolong aku..”

“Iyaa..”

.

.

Normal Side—

Dan begitulah kegiatannya. Jessica merupakan orang yang baik hati. Dia rela membantu teman-temannya tanpa pandang bulu. Siapa yang tidak tahu Jessica Jung? Putri sulung dari keluarga kaya raya-Jung- berparas cantik, memiliki lekuk tubuh yang indah, suara emas, pandai, baik hati, tidak sombong dan tentunya memiliki seorang pacar yang tampan. Tak lain dan tak bukan adalah Lee Donghae. Sungguh merupakan gambaran seorang siswi yang sempurna bukan?

Dia memiliki seorang adik yang sifatnya sangat berlainan dengan dirinya. Bahkan, orang-orang sempat ragu jika Krystal merupakan adik dari seorang Jessica Jung.

Tak jarang banyak siswa siswi yang tak suka dengan Krystal. Tapi, hingga saat ini belum ada satupun yang mengungkapkan ketidaksukaannya pada Krystal secara langsung karena mereka masih menyegani Jessica.

Krystal Jung, merupakan putri bungsu dari Keluarga Jung sekaligus adik kandung dari Jessica Jung. Pendiam dan cenderung acuh atau bisa dibilang dingin terhadap sekitarnya. Hanya memiliki 4 orang teman yang sangat ia sayangi. Sangat benci dengan kekalahan dan kecurangan. Orang yang sedingin dan sekeras es. Tidak menyukai namja karena dia menganggap kaum laki-laki itu menyusahkan. Meski begitu, Krystal mirip seperti Jessica. Memiliki paras yang cantik, lekuk tubuh yang indah, suara emas, pintar. Sayang sifat dinginnya itulah yang membuatnya dijauhi oleh teman-temannya.

Meski begitu, hubungan kakak-adik antara Jessica dengan Krystal tidak berjalan dengan indah. Itu semua dikarenakan Krystal yang membenci Jessica.

.

.

Flashback..

Krystal’s POV..

8 tahun yang lalu..

“Jessica, kau hebat bisa membuat burung kertas ini! Lain kali ajarkan Eomma ya cara membuatnya.”

Cih, memangnya apa yang istimewa dari sebuah kertas mainan yang dibentuk burung?

“Nah, Krystal coba Eomma lihat apa yang kau buat.”

Tersentak, aku hanya menatap kosong kertas yang sejak satu jam lalu aku pegan tanpa dibentuk apapun.

“Kau belum membuat apapun? Bagaimana kalau Jessica mengajarkanmu? Mungkin kau bisa membuat burung cantik sepertinya.” ujar Eomma yang entah kenapa membuat telingaku panas.

“Ayo, Krys. Kuajarkan ya.”

“Tidak perlu!” bentakku kemudian aku pergi meninggalkan mereka untuk menuju kamarku.

Jessica.. Jessica.. Jessica..

Selalu nama itu yang bisa membuat orang tuaku tersenyum.

Memangnya apa kelebihan Jessica yang tidak kumiliki hingga semua orang terlalu menyayanginya?

Apa karena penyakitku ini yang menyebabkan aku berbeda dengan Jessica?

Damn is true!

 

===

 

“Krystal! Turunlah. Waktunya makan malam. Nanti kau sakit kalau tidak makan.”

Ciri khas suara Jessica membuyarkan lamunanku.

Aku hanya menanggapi malas-malas.

I don’t care!

“Krystal!”

She is a shit girl!

“Shut up! You disturbed me, donkey!” bentakku dari dalam kamar tentunya.

“Hey! Siapa yang mengajarimu berkata-kata kasar seperti itu?!”

Dia itu benar-benar cerewet.

“Sudah sana pergi! Kalau aku lapar, aku pasti makan! Mengganggu saja!”

Setelah kuusir begitu, terdengar suara derap langkah menjauh disertai gerutuan-gerutuan kecil.

Kembali aku melanjutkan kegiatanku, menyelesaikan sketsa gambar yang hampir selesai jika Jessica tidak menggangguku.

.

.

@Krystal and Jessica’s Junior High School..

“Hey, Soojung! Kenapa kau melamun seperti itu?” tegur salah seorang temanku yang membuatku tersentak kaget.

“Tidak apa-apa. Aku pergi dulu.”.

 

===

 

Perkataan teman-teman Jessica masih terus terngiang di pikiranku.

“Sifatmu sangat berbeda sekali dengan adikmu itu. Aku tidak habis fikir kau memiliki adik menyebalkan seperti dia.”

“Jangan berkata seperti itu Tiffany! Biar bagaimanapun Krystal itu adalah adikku dan aku sangat menyayanginya.”

“Tapi apa kau tidak pernah memarahinya? Dia selalu berkata kasar padamu!”

“Kau kan tahu aku paling tidak bisa memarahi orang. Ya, kuharap Soojung bisa berubah suatu saat nanti.”

“Seharusnya adikmu itu sadar diri. Sudah tahu dia lemah dan penyakit ginjalnya yang parah seharusnya dia bersikap baik kepada semua orang. Kalau aku memiliki adik seperti Krystal, sudah lama mungkin aku tidak lagi menganggapnya adik.”

“Taeyeon! Kau tidak boleh berkata seperti itu! Biar bagaimanapun Krystal adalah adikku dan aku tidak suka jika ada orang yang menyinggung fisiknya!”

“Maafkan aku, Jess..”

 

===

 

Jessica..

Seluruh orang tahu tentang lemahnya fisikku karena mulut besarnya itu! Kenapa dia harus membeberkan penyakitku kepada semua orang?

Apa dia merasa sempurna? Cih!

Dia memang kakak yang menyebalkan.

Aku tahu dia pasti tidak tulus menyayangiku. Dia pasti berpura-pura membelaku di hadapan semua orang agar dia bisa mengambil simpatik semua orang.

Munafik!

Flashback END—

.

.

Author POV..

Ya, kesalahpahaman selalu menimbulkan suatu permasalahan. Meski itu sangat kecil.

Contohnya seperti Krystal.

Dia terlalu iri kepada Jessica karena kakaknya selalu mendapatkan lebih ketimbang dirinya. Perasaan iri itulah yang memunculkan perasaan tidak suka di dalam hatinya. Krystal selalu berprasangka buruk mengenai kakaknya.

Dia selalu menganggap bahwa selama ini kasih sayang yang diberikan oleh Jessica adalah palsu, dan merupakan sebuah topeng mulus nan bercahaya yang menutupi sebuah kebusukan di dalamnya.

Krystal tidak tahu bahwa Jessica tulus menyayanginya.

Jessica selalu melindungi Krystal dari orang-orang yang membenci Krystal. Dia selalu membela adiknya dan memohonkan maaf jika Krystal berbuat salah kepada orang lain.

.

.

@Break Time..

Krystal berjalan menyusuri koridor kelas-kelas. Dia malas untuk ke kantin walau perutnya kelaparan setengah mati.

Telinganya sudah kebal untuk mendengar sindiran-sindiran pelan yang ditujukan padanya. Toh, sindiran teman-temannya sudah menjadi makanan kesehariannya.

Gadis itu tetap melangkah acuh tak acuh. Dia masih saja mendengarkan musik dari Ipod merah kesayangannya dan selalu setia bertengger di telinga gadis itu untuk menyumpal lubang telinga agar tidak mendengarkan ‘kata-kata’ yang bisa membuat telinganya panas.

Mungkin karena dia terlalu asyik mendengarkan musik, dia menjadi tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Hingga tak sengaja Krystal menabrak tubuh seorang yeoja.

“Aww.. Eh, punya mata kan?! Lihat jalan dong! Udah tahu ada orang main tabrak aja!”

Krystal yang langsung dibentak begitu, tak urung naik pitam.

“Heh! Ngapain diem aja? Bantu dong!”

Ok, sepertinya kesabaran gadis itu sudah habis.

“Aku tidak mau menolong orang yang sudah berbuat tidak baik kepadaku.” Ujarnya dingin setelah itu meninggalkan gadis yang baru saja ditabraknya.

“Ya! Kau Krystal Jung! Dasar gadis penyakitan!”

PLAKK..

Tak urung tangan Krystal bergerak untuk membuat bekas kemerahan di pipi gadis itu.

“DENGAR YA HAN YOORA! JANGAN PERNAH MENYEBUTKU DENGAN SEBUTAN GADIS PENYAKITAN! APA KAU MERASA SEMPURNA HINGGA KAU BERANI MEMANGGILKU SEPERTI ITU, HAH?!!” bentak Krystal. Matanya memerah menahan amarah yang bergemuruh di dadanya.

Gadis yang bernama lengkap Han Yoora itu menjadi ketakutan setelah melihat wajah Krystal yang tampak seperti monster.

Saat Krystal ingin melayangkan tangannya kembali, seseorang menyelanya.

“Krystal! Hentikan!”

Teriakan itu membuat Krystal menurunkan kembali tangannya dan menatap ke arah sumber suara.

Seluruh siswa yang saat itu melihat pertengkaran antara Krystal dan Yoora pun turut ikut ke melihat ke arah yang sama.

Terlihat Jessica dan beberapa temannya yang lain menghampiri Krystal.

“Jangan melakukan kekerasan padanya, Krystal.” Seru Jessica. Krystal hanya menatapnya marah.

“Don’t meddle with my affairs, my beloved sister!” bentak Krystal.

“Sudahlah! Jangan kotori tanganmu hanya untuk menamparnya! Itu hanya akan membuang tenangamu dan itu akan sia-sia.”

“Heh! Memangnya siapa kau! Jessica Jung?! Apa maksudmu mengenai perkataanmu itu, hah?!” bentak Yoora yang merasa tidak terima dengan perkataan Jessica.

“Kau berani membentakku? Aku merupakan sunbaemu! Seharusnya kau tidak berkata kasar kepada sunbaemu! Dan dengar ya! Kau yang pertama kali bersalah! Krystal tak sengaja menabrakmu tapi kau malah memarahinya, bahkan kau mengatai adikku dengan sebutan gadis penyakitan. Jangan pernah berani kau mengatai adikku dengan sebutan itu atau kau akan menerima akibatnya! Sudah pergi sana!” hardik Jessica.

Mau tak mau, Yoora pun akhirnya pergi dari tempat itu dengan wajah kesal.

“Kau tidak apa-apa, Krys?” tanya Jessica kepada adiknya. Tangan perempuan itu menyentuh pundak Krystal.

Tapi, sepertinya Krystal tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya itu. Dia segera menyingkirkan tangan kakaknya dari pundaknya.

“Jangan bersikap seolah kau peduli padaku.” Ujarnya dingin setelah itu pergi meninggalkan Jessica.

.

.

Jessica’s Side and POV..

Setelah Krystal mengatakan hal menyakitkan itu, aku memutuskan untuk pergi ke kelasku. Rasa laparku telah menguap entah kemana.

Hatiku sakit sekali. Coba kau pikirkan, ketika kau mencoba untuk menolong adikmu sendiri tetapi adikmu membentakmu di hadapan banyak orang? Coba kau pikirkan bagaimana perasaanku.

Itu sangat menyakitkan. Memangnya apa kesalahan yang kuperbuat hingga Krystal bersikap seperti itu padaku?

Aku tahu aku kakak yang gagal karena tidak bisa melindunginya dari kejadian seperti tadi. Saat Krystal harus diolok-olok oleh orang lain karena keterbatasan fisik yang ia derita.

Kelainan pada paru-parunya membuat dia terkadang sulit untuk bernafas. Sedangkan sejak masih bayi Krystal harus mengalami kerusakan di salah satu ginjalnya yang harus menyebabkannya melakukan cuci darah secara berkala.

Aku peduli padanya..

Aku tulus menyayanginya..

Tapi, kenapa dia selalu menolak kasih sayang yang kuberi?

“Jessica!” suara seseorang telah membuyarkan lamunanku.

“Donghae Oppa!”

“Apa lagi yang diperbuat anak itu kepadamu?”

Aku tahu anak yang ia maksud pastilah Krystal.

“Tidak apa-apa. Kuharap kau jangan marah, ya.” Aku takut kalau Donghae mulai menanyakan hal itu ia akan memarahi Krystal dan otomatis menambah daftar kebencian Krystal terhadapku.

“Jessica! You’re her sister! Kalau Krystal membentakmu seperti tadi kau berhak memarahinya!”

Oppa tahu ‘kan kalau aku tidak mungkin sanggup memarahi adik kesayanganku sendiri?”

Aku tak berani menatap matanya. Alhasil kepalaku menunduk dan hanya menumpahkan tinta dengan goresan tidak jelas di atas kertas kosong.

“Jessica, come on dear.. Jangan lemah begitu. Kalau kau seperti itu Krystal pasti tidak akan pernah menghargaimu sebagai kakaknya.”

Perkataan Donghae Oppa sukses membuatku tercenung.

“Tapi, ketika aku berniat untuk menasehatinyaa, entah kenapa begitu melihat tatapannya aku menjadi lemah. Tatapannya begitu dingin dan menusuk.”

Aku mendengar suara helaan nafas darinya.

Maafkan aku Oppa. Aku terlalu lemah untuk memarahi Krystal.

“Baiklah kalau kau tidak sanggup untuk menasehatinya, biar aku saja. Toh Krystal juga dekat denganku kan?” tawar Donghae Oppa yang terdengar begitu buruk di telingaku.

“Oh, jangan! Jangan melakukan itu! Krystal pasti akan bertambah benci kepadaku jika kau melakukan hal itu kepadanya. Dia pasti akan menganggap bahwa aku berkata hal yang jelek-jelek tentang dirinya kepadamu.” Seruku panik.

“Tapi..”

“Sudahlah, Oppa. Ini antara aku dan dia. Jangan ikut campur.”

“Baiklah. Terserah kau saja. Aku sudah ditunggu. Sudah dulu, ya.” Ujarnya lalu dia beranjak pergi dari kelasku sesudah menepuk ujung kepalaku sejenak tadi.

Ya, aku bersyukur sudah memiliki pacar sebaik dirinya.

.

.

@Pulang sekolah..

Kebetulan aku diperbolehkan oleh orangtuaku untuk membawa mobil ke sekolah. Jadi, tentu saja aku pergi ke parkiran sekolah untuk mengambil mobilku.

 

===

“Krystal ayo kita ke rumah sakit. Kau harus melakukan cuci darah.”

“Aku bisa naik bus.” Tolaknya.

Ok, aku sudah sering mendengar penolakan yang terlontar beribu kali dari mulutnya.

“Menghemat uang, Krys! Kau juga harus menghemat tenagamu. Bagaimana saat kau tengah menunggu bus, tiba-tiba dari hidungmu keluar darah? Siapa yang akan menolongmu? Ayo, ikut saja denganku.”

“Tidak! Lagipula aku sudah meminum vitamin tadi! Aku bisa melakukan apapun tanpa bantuanmu.” Setelah berkata demikian, dia perlahan melangkahkan kakinya menjauhiku.

“Jangan keras kepala, Krystal!”

Adikku yang keras kepala itu tetap melanjutkan langkahnya, tidak bergeming sedikitpun.

Uh, dia benar-benar menyebalkan!

Bip.. Bip..

Kurasakan ponselku bergetar di dashboard mobil. Segera kuambil ponselku dan terlihat sebuah telefon masuk yang berasal dari Eommaku.

“Ya, Eomma..”

“Sooyeon, kau sudah mengantar adikmu check-up?”

“Belum, Eomma. Krystal tidak mau kalau aku yang mengantarnya dia ingin..”

Deg..

Perkataanku terhenti ketika aku mendengar jeritan yang ternyata berasal dari arah Krystal.

Oh My God! Krystal! Gawat!

“Krystaaal!!!” pekikku tanpa sadar. Langsung saja aku melempar ponselku begitu saja ke tempat duduk di sebelahku.

“Jessica! Jessica apa yang terjadi pada Krystal? Jessica?!!” aku tak lagi mempedulikan sambungan telefon yang ternyata masih aktif itu.

Aku segera berlari keluar dan menghampiri Krystal.

“Krystal..Krystal..”

“Ahh.. sakit..”

Darah segar mengucur bebas keluar dari lututnya. Gawat! Kalau begitu terus bisa-bisa Krystal akan kehabisan darah.

“Krystal..”

“A.. ak.. aku.. baik-baik.. saja..” jawabnya lemah.

Tidak! Aku harus membawanya ke rumah sakit segera atau aku akan kehilangan adik yang sangat kusayangi.

“Jangan banyak bicara.. aku akan membawamu ke rumah sakit segera..”

“….”

Dia tidak menyahut perkataanku. Dengan pikiran yang gusar dan perasaan tidak menentu, aku membopong tubuhnya untuk memasukkannya ke dalam mobil. Mobilku pun mulai kukendarai dengan kecepatan di atas 75 km/jam supaya bisa sampai dengan segera di rumah sakit.

.

.

Kalian tentu sudah tahu bukan kalau Krystal mengalami kelainan di jantungnya? Jantungnya lemah dan itulah yang menyebabkannya selalu terlihat lemas karena supply darah ke otak berkurang karena kinerja jantungnya yang lemah. Karena itu jika Krystal mengalami hemofilia dimana darahnya sukar membeku dan akan terus menerus keluar.

Oleh karena itu, aku sebisa mungkin menjaganya dari berbagai kemungkinan yang akan menyebabkannya terluka atau bahkan sampai mengeluarkan darah. Sebab, darah Krystal sangatlah langka. AB- dan hanya segelintir orang saja yang memiliki darah itu dan untungnya aku termasuk ke salah satunya.

Tentu saja aku harus selalu berada 24 jam disampingnya untuk menjaganya.

“Kau sudah siap?”

“Apa saja untuk adikku..”

“Baiklah..”

Lalu, setelah obat bius itu masuk ke dalam sel-sel daraku, perlahan mataku terasa berat dan menutup pelan-pelan.

 

===

@Jessica and Krystal’s home..

“Terima kasih..”

Aku tersentak dan segera menoleh ke arahnya.

“Terima kasih kau sudah mendonorkan darahmu.. untuk yang kesekian kalinya..” ujarnya tipis lalu dia segera pergi meninggalkanku.

Aku tersenyum. Setidaknya dia sudah berkata “terima kasih” padaku ‘kan?

“Jessica, bagaimana keadaan Krystal?” tanya Eommaku setelah melihatku di ruang tamu.

Aku tersenyum. Sepertinya Eommaku benar-benar khawatir akan keadaan Krystal.

“Krystal baik-baik saja, Eomma. Aku sudah mendonorkan darahku untuknya.”

Terdengar hembusan nafas lega yang berasal dari Eommaku.

“Untung saja ada kau. Eomma sedang berada di rumah pamanmu. Kau bodoh!”

JDUAAK..

Eomma, sakit! Kenapa Eomma memukul kepalaku?!”

“Kau itu bodoh! Kenapa kau langsung memutuskan sambungan telefon, hah?! Kau tahu Eomma sangat khawatir. Apalagi kau tidak menelefon lagi setelah itu. Dasar gadis bodoh!”

Aku hanya menunjukkan senyuman polosku kepada Eomma. “Maaf, Eomma. Saat itu aku benar-benar panik. Apalagi penyakit hemofilianya kambuh.”

“APA?! Aish.. kau ini! Seharusnya kau menelefonku! Dasar anak bodoh!”

Aish.. Eomma! Jangan memukulku lagi! Sakit!” keluhku. Aku lalu mengusap kepalaku yang sakit sekali akibat pukulan yang dilayangkan kepadaku berkali-kali oleh Eomma monster itu.

“Yasudah.. dimana Soojung sekarang?”

“Ada di kamarnya.” Kemudian, Eomma pergi menuju ke kamar Soojung.

.

.

“Krys.. kau belum tidur?”

“Belum..” jawabnya dari dalam kamar.

Eonni boleh masuk?”

“Silahkan saja.”

Wow! Jawaban yang fantastis! Selama ini Krystal tidak pernah mengijinkan aku masuk ke dalam kamarnya. Dia selalu menolak keberadaanku.

Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, aku lalu memutar knop pintu dan memasuki kamar Krystal.

“Kenapa tidak bisa tidur? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyaku heran setelah melihat beberapa goresan-goresan berbentuk hati di kertas yang sudah dicoret-coret oleh Krystal itu.

Aku lalu melihat semburat merah tipis di kedua pipinya.

Hm.. sepertinya adikku sedang jatuh cinta..

“Kau.. fallin’ in love?”

Eonni tahu saja..” tangannya memukul lenganku sejenak.

“Ya! Ternyata benar! Ayo, cepat katakan siapa namja beruntung itu.”

“Ehm.. but, Eonni must keep this secret and don’t telling anyone..”

“Iya.. Eonni janji..”

“Ehm.. aku suka dengan salah satu namja di kelas Eonni..” ujarnya malu-malu.

“Apa? Hm.. siapa ya kira-kira? Hm..”

Aku berfikir keras untuk menemukan pria beruntung yang disukai oleh Krystal. Kalau benar dia teman dan kebetulan satu kelas denganku, ah akan mudah bagiku untuk mempersatukan mereka.

“Ah Eonni tidak tahu. Ayolah, kasih tahu Eonni..”

“Ehm.. his name is.. Lee Raejin..”

Apa?!! Raejin?! Orang yang terang-terangan menunjukkan kalau dia suka padaku?

Oh, Krystal..

Eonni, ada apa? Kenapa wajahmu berubah pucat begitu?”

“Ah, Krystal.. perut Eonni tiba-tiba sakit.. Eonni ke kamar mandi ya.”

Dengan bakat aktingku yang entah kudapat darimana, aku lalu pergi keluar kamar Krystal dengan terburu-buru dan tangan yang memegangi perut.

.

.

@Next day..

“Jessica Eonni… cepatlah berangkat..” desak Krystal.

Akhirnya, aku memasukkan rotiku –menu sarapanku pagi ini- begitu saja dan langsung menelannya dengan beberapa kunyahan.

“Kasihan Donghae Oppa.. dia sudah menunggu daritadi..” keluh Krystal. Kemudian, aku melirik ke arah Donghae yang sedang berbincang dengan Appa.

“Iya…iya.. Donghae Oppa kajja..”

Aku merasa senang hari ini.

Krystal..

Gadis itu sudah tidak dingin lagi kepadaku.. bahkan, perjalanan kami menuju ke sekolah dia lebih dominan berbicara ketimbang aku ataupun Donghae Oppa.

 

===

@Jessica’s classroom..

“Jess, aku boleh pinjam penghapusnya?”

“Ambil saja, Raejin..”

“Terima kasih..”

….

“Jess, aku pinjam penggarisnya, ya..”

“Ambil saja..”

…..

“Jess..”

Uh, ada apa lagi sih? Tidak tahu apa aku sedang memutar otak karena soal yang sulit ini?

“Ambil saja semuanya.. aku sedang berkonsentrasi..”

“Ah, maafkan aku.. sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu..”

Aku kemudian menghentikkan kegiatan menulisku dan menatap ke arah wajahnya.

“Ada apa memangnya? Bicara saja sekarang..”

“Ehm.. tidak bisa.. temui aku di taman belakang ya..” ujarnya, lalu setelah itu dia pergi menuju mejanya setelah mengembalikan penghapus dan penggaris yang sebelumnya dia pinjam dariku.

Uh, memangnya apa yang ingin ia bicarakan?

[Jessica POV’s end—-]

 

===

Krystal’s side and POV..

Istirahat..

Apa yang kuinginkan?

Membeli makanan? Tidak ah.. perutku tidak lapar..

Sepertinya pergi ke ruang kesenian lebih menarik.

Setelah memutuskan, aku akhirnya melangkahkan kakiku untuk menuju ke ruang kesenian.

.

.

“Eh.. ada Krystal..”

Ice Princess ya? Uh.. dinginnya..”

“Garang.. takutt~~”

Krystal, keep calm! Tenang.. mereka hanya iri padamu.

Itu..

Bukankah itu Jessica Eonni?

Kebetulan sekali! Mungkin aku bisa mengajaknya  menyanyi bersamanya.

Eon..”

Tunggu.. siapa pemuda itu? Pemuda yang bersama Jessica Eonni..

Tapi, aku seperti mengenalnya.. dia..

Dia!!

Raejin!

Ada apa diantara mereka?

Aku berusaha untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun ketika mendekati mereka. Segera kupasang telingaku untuk mendengarkan percakapan mereka.

“Jessica.. aku mencintaimu.. maukah kau menjadi pacarku?”

Deg.. deg..

Rasanya waktu seperti berhenti berputar saat ini juga. Rasa sakit di hatiku begitu perih..

Aku…

Nafasku..

“Eonni..” ujarku lemah.

Seketika, Jessica dan Raejin langsung menoleh ke arahku.

Dan tepat saat itu.. aku merasa kesadaranku menghilang..

[Krystal’s POV end—]

 

===

 

Jessica’s POV..

Karena sedikit penasaram akan hal yang ingin diutarakan oleh Raejin, akhirnya aku memutuskan untuk memenuhi permintaannya menuju ke belakang sekolah.

Setibanya disana aku melihat Raejin yang sudah berdiri di dekat sebuah pohon.

“Ah, Jessica..”

“Maaf pasti lama, ya.. aku harus mengumpulkan tugas dulu kepada Ma Sonsaeng..”

Kemudian, suasana hening cukup lama menyelingkupi kami hingga aku kehilangan kesabaran untuk menunggunya berbicara.

“Jadi, apa hal penting itu?”

“Jessica.. aku mencintaimu.. maukah kau menjadi pacarku?”

Aku tertegun.

“Ap..”

Eonni..” tepat saat aku ingin mengutarakan apa yang ada di kepalaku, hal buruk pun terjadi..

Krystal.. dia berdiri disitu..

Entah sejak kapan dia sudah berdiri disitu..

Tapi, dia pasti mendengarnya..

Ya, mendengar pernyataan cinta yang diutarakan oleh Raejin.

“Krystal!” seruku..

Kepanikanku bertambah ketika aku melihat tubuhnya yang jatuh dan darah segar mengucur deras dari hidungnya.

Ya tuhan, apa yang sedang terjadi padanya?

You stupid!” makiku ke arah Raejin. Ok, dia pasti tidak tahu apa yang tengah terjadi saat ini. Mukanya hanya bengong saja, diam dan tertegun. Tidak membantuku sama sekali untuk mengangkat tubuh Krystal untuk membawanya ke rumah sakit.

.

.

Karena panik yang menderaku, aku segera memberhentikan sebuah taksi tanpa ijin dari pihak sekolah. Aku langsung membawa Krystal masuk ke dalamnya dengan bantuan sang supir taksi.

“Rumah sakit Seoul ya pak. Kalau bisa cepat.. adik saya sedang dalam kearaan kritis..” seruku panik.

“I.. Iya..” tak berapa lama kemudian sang supir pun melajukan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya.

“Krystal.. bertahanlah..” aku hanya bisa mengusap darah-darah yang keluar terus menerus dari hidungnya.

“Lebih cepat lagi, pak.” Protesku.

“Iya.. ini sudah yang ter…”

“Awaaaaaaaass, paakk..”

BRUAAK..

“Kecelakaaaann..”

Kesadaranku makin menipis. Hanya satu yang kulihat sebelum aku benar-benar memejamkan mata..

Krystal..

Apa adikku itu baik-baik saja?

.

.

“Gawat! Jessica sedang dalam keadaan kritis! Denyut nadinya semakin melemah, dok.”

“Jessica.. jangan tinggalkan ayah dan ibu..”

“Pasien Krystal juga dalam kondisi yang sama. Jantungnya semakin melemah. Kalau kita tidak bisa menemukan donor jantung, nona Krystal tidak akan tertolong kembali.”

Samar-samar aku mendengar percakapan antara orangtuaku dengan dokter. Aku menolehkan kepalaku yang terasa berat sekali untuk melihat keadaan Krystal.

Adikku..

Aku menyayangimu..

Maafkan Eonni karena Eonni tidak becus menjadi kakakmu..

Maafkan Eonni karena Eonni sudah menjadi sumber masalahmu..

Eonni sangat menyayangimu..

Appa, Eomma.. donorkan saja jantung dan ginjalku untuk Krystal.”

[Jessica’s POV’s END]

.

.

Seorang gadis muda dengan dress putih dan rambutnya yang dikuncir kuda, tengah berdiri di sebuah gundukan tanah pemakaman.

Dia menggenggam sebuah buket bunga. Cukup lama dia berdiri di situ. Berdiri diatas makam dengan batu nisan yang bertuliskan “Jung Soojung”.

“Krystal.. Eonni menyesal karena Eonni tidak bisa mendonorkan jantung dan ginjal Eonni kepadamu. Maafkan Eonni.. bahkan, hingga akhir hayatmu Eonni tidak bisa menjadi kakak yang baik. Eonni memang jahat.. kau mau kan memaafkan Eonni?”

“Krystal.. Eonni menyayangimu.. Eonni tidak pernah memiliki maksud untuk menyakitimu. Eonni selalu berusaha untuk melindungimu. Kaulah adik satu-satunya yang kumiliki. Andai saja aku bisa sedikit berguna untukmu.. andai saja..”

Setetes air mata meluncur dari mata gadis itu. Lalu, diiringi beberapa tetesan air matanya yang lain.

“Seharusnya biar aku saja yang terkubur di dalamnya. Bukan kau.. maafkan aku.. Krystaaal!!”

Eonni..” tangisannya berhenti ketika dirinya mendengar sebuah seruan halus.

Eonni.. aku juga menyayangi Eonni. Maafkan aku karena selama ini aku selalu bersikap kurang ajar kepadamu.  Aku sudah memaafkanmu Eonni. Aku juga sudah tenang disini. Eonni.. kau harus hidup bahagia meski tanpa aku.. aku akan sedih jika Eonni bersedih. Berjanjilah untuk memulai hidupmu kembali.”

“Krystal..”

“Aku akan pergi.. terima kasih atas semua yang kuberi padaku. Segala perhatianmu.. terima kasih. Maafkan aku karena aku belum sempat membalas semua kebaikanmu, Eonni. I love you ‘till forever..”

“Krystal!”

Perlahan, tubuh Krystal memudar dan hilang perlahan.

“Krystaaaal…”

Eonni berjanji.. ya, Eonni berjanji padamu.. Eonni akan hidup seperti yang kau minta.. terima kasih sudah menjadi adikku, Krystal.”

 

.

.

.

| END |

 

Bagaimana? Sedih? Ya, finally it’s end😀 ngga tau deh hasilnya absurd ga jelas jelek gimana gitu..

Ini panjang lho .__. Haha😄 pegel juga nulisnya..

Aku tau pasti ada kekurangan di FF ini.. jadi, kalau misal ada yg ngga ngerti komentar saja.. Insya Allah saya akan menjawabnya🙂

2 thoughts on “Too Late

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s