Piece : Piece 1


Piece poster

Title: Piece : Piece 1

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

Gadis itu, Park Seohyun. Gadis berambut indigo panjang dengan wajah manis dan pipi chubby. Gadis yang kini tengah terbaring lemah diatas sebuah ranjang besar dengan sorot mata penuh aliran air mata disepanjang pipi chubbynya.

Tubuhnya terhentak-hentak seiring dengan gerakan hujaman brutal dari tubuh seorang namja berambut ikal coklat yang kini tengah menindihnya, menggagahinya. Aroma alkohol tercium samar dari mulut namja itu.

Kulit sawo muda yang berkeringat terlihat mengkilap terkena cahaya lampu. Tampak kontras dengan kulit yeoja dibawahnya yang putih pucat. Mata coklatnya yang biasanya penuh cahaya binar, kini kelam tertutupi luka, aramah dan nafsu.

Cho Kyuhyun, itulah nama si pemuda ikal coklat.

“Victoria~”

Lagi. Desah pelan lolos dari bibir Kyuhyun. Desahan pelan yang mampu membuat Seohyun makin tenggelam dalam luka. Hujaman tubuh Kyuhyun makin cepat, hingga membuat Seohyun tercekat cepat.

Terasa cairan hangat itu menyiram bagian kewanitaannya bersama dengan ambruknya tubuh Kyuhyun. Demi Tuhan! Dia sedang dalam masa suburnya saat ini.

Suasana menjadi hening, hanya tersisa suara isakan pelan dari sang gadis Seohyun.Tatapan matanya tertuju pada lampu yang ada ditengah langit-langit kamar itu. Sinar putih lampu menerangi seluruh ruangan.

Hingga Seohyun bisa menangkap bayangan sebuah bingkai foto yang tergantung disebrang ranjang tempatnya terbaring. Sebuah bingkai foto yang memamerkan dus sosok didalamnya.

Cho Kyuhyun yang tengah tersenyum lebar sembari merangkul seorang yeoja berambut panjang, yeoja itu adalah Song Qian atau yang akrab dipanggil Victoria, dia adalah kekasih Kyuhyun.

Perih, perasaan itulah yang mengrogoti lelung hati Seohyun. Bibirnya melengkung sebuah senyum getir. Pikirannya melayang ke beberapa jam sebelumnya. Saat dimana dia tengah berjalan sendiri di sudut taman kota.

Tempat dimana dia menemukan Kyuhyun tengah berjalan sempoyongan. Ya, namja itu tengah mabuk berat.

Saat itu Kyuhyun berhenti berjalan tepat dihadapan Seohyun yang tengah mematung memandangnya. Tatapan mata Kyuhyun tampak tak fokus, jejak air mata tercetak jelas dipipi.

“Seohyun~”

Gumaman pelan dan sebuah senyum pahit menjadi hal terakhir yang Kyuhyun lakukan, tubuhnya ambruk. Seohyun yang kaget hanya mampu menangkap tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya.

Dan dengan langkah terseok, Seohyun memapan Kyuhyun menuju kediam Cho.

Semua terasa berjalan dengan cepat, hingga Seohyun berakhir dalam kedaan menyedihkan seperti saat ini. Tubuh telanjang penuh berca merah dengan darah dan cairan putih yang mengalir diantara kedua paha putihnya.

Dia benar-benar tak kuasa melawan Kyuhyun saat pria muda itu menggagahinya dengan brutal. Dia, gadis berumur 21 tahun yang tak mampu melawan kekuatan pria berumur 23 tahun yang tengah mabuk.

Mata indah Seohyun beralih menatap Kyuhyun yang masih terkapar menindihnya. Senyum getirnya kembali terlukis. Dan degan perlahan tangah putihnya bergerak membelai rambut ikal coklat Kyuhyun.

“Bahkan setelah diperlakukan seperti ini, aku tetap tak bisa membencimu Kyuhyun oppa. Kau jahat oppa, kau tau? Victoria yang mencampakanmu, tetapi kenapa kau limpahkan kemarahanmu padaku?”

Air matanya kembali mengalir, tengannya terkepal erat.

“Apa karena aku memendam cinta untukmu kau anggap suatu kesalahan? Karena itukah kau menghukumku seperti ini?”

Isakan kecilnya kini berganti dengan raungan memilukan seiring dengan luka yang main menghujam ulu hatinya. Mata indahnya perlahan terpejam, tubuhnya kalah dengan rasa lelah dan sakit hatinya.

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 1: Hurt.

~~~~~~~~~~~

Saat itu Seohyun sedang duduk sendirian dibangku kayu disamping kantor tempatnya bekerja. Kedua matanya tertutup dengan kepala mengadah, mencoba menikmati belaian angin sore.

Kedua tangan mungilnya  memeluk hangat perutnya yang terlihat agak membesar. Hari ini, hari dimana sudah lima bulan berlalu sejak kejadian malam yang buruk di kediaman Cho.

Seohyun masih sangat ingat, pagi itu dia terbangun saat merasakan tangan seseorang mengguncang bahunya pelan. Saat membuka kedua matanya, hal pertama yang ia lihat adalah ekspresi wajah Kyuhyun yang shock.

Seohyun juga sangat ingat apa yang namja itu katakan pagi itu ‘ Seohyun~ssi. Apa yang terjadi?’

Perih. Hatinya kembali terasa perih mendengar pertanyaan itu. Apa yang terjad katanya? Tidakkah dia ingat semua dosanya tadi malam? Seperti itulah jeritan hati Seohyun kala itu.

Tak ada yang dapat Seohyun katakan kala itu. Lidahnya kelu, tenggorokan tercekik, dan dadanya sesak. Air matanya mulai memnuhi pelupuk matanya yang sudah membangkak sedari tadi.

Seohyun tersadar dari lamunannya saat merasakan getaran dari ponselnya di saku coatnya. Satu pesan singkat masuk dari Park Jung Soo, atau Leeteuk kakak laki-laki  Seohyun.

‘Seohyun~ah kau sudah pulang bekerja? Mampirlah kerumah sore ini, aku, appa dan eomma merindukanmu.’

Senyum simpul segera terlukis dibibir mungilnya. Benar, sudah lama sejak terakhir kali gadis itu pulang kerumahnya sendiri. Seohyun memutuskan untuk keluar dari rumah dan pindah kesebuah apartemen di dekat kantornya.

Tiga bulan setelah Seohyun mengandung. Dia sengaja keluar dari rumah karena tidak ingin keluarganya tau bahwa ia sudah hamil diluar nikah.

Ingat dengan kandungannya membuat Seohyun ingat dengan malam terburuk sepanjang hidupnya itu. Malam yang terburuk yang menyebabkan kehamilannya itu. Seohyun mengusap perutnya lembut.

Tiga bulan menjalani hidup dengan terus menghindari pertemuan dengan keluarnya dan Kyuhyun. Semua itu dia lakukan karena tak ingin ada yang melihat perutnya yang semakin membesar.

Bingung tentang Kyuhyun? Tak perlu. Seohyun menghindarinya bukan karena Kyuhyun tidak ingin bertanggung jawab. Seohyun percaya, Kyuhyun bukan namja semacam itu.

Seohyun hanya tak mau terjebak dengan pernikahan yang hanya berdasarkan ‘Tanggung jawab dan rasa bersalah dari pihak sang namja.’

Seohyun memang mencintai Kyuhyun, bahkan sejak mereka masih ditingkat sekolah menengah pertama dan satu universitas, diuniversitas SM. Tapi Seohyun tahu, bahwa Kyuhyun masih mencintai mantan kekasihnya, Song Qian.

Ponsel smartphone berlebel LG itu kembali bergetar. Satu e-mail masuk kedalam account e-mailnya.

‘Seohyun~ssi, kau sungguh tak apa? Kau terus saja menghindariku? Aku sungguh akan bertanggung jawab saat sesuatu terjadi padamu akibat perbuatan tak termaafkanku.’

Seohyun hanya mampu menghela nafas lelah. Ini e-mail dari Kyuhyun yang ke 87  yang Kyuhyun kirimkan sejak empat bulan yang lalu. Setiap hari, dan isinya selalu sama, tak ada yang berubah.

“Aku tak menginginkan pertanggung jawabanmu Kyuhyun oppa. Iya, aku mencintaimu. Tapi, yang aku inginkan adalah hatimu juga cintamu. Saranghae Kyuhyun oppa.”

Tapi Seohyun, apakah kau tidak terlihat seperti mengemis cinta kepada Kyuhyun?

***

Seorang pemuda berambut ikal coklat tengah melamun dibelakang meja kerjanya. Sesekali terdengar helaan bafas berat keluar dari bibir namja itu. Sempurnanya. pikirannya melayang.

Menguak satu demi satu kejadian yang terekam di dalam memori otaknya. Dimulai dari pertemuan pertamaanya dengan Song Qian, gadis cantik dan pintar yang memiliki suara indah.

Dilanjutkan ke memori indahnya tentang betapa kerasnya perjuangannya saat ia menyukai Victoria dan menginginkan Victoria menjadi kekasihnya. Dan betapa sempurnanya saat nona muda Victoria menerima cintanya.

Dua tahun, dua tahun kehidupan sebagai mahasiswa adalah kehidupan yang paling berkesan di dalam hidup Kyuhyun, dengan Victoria disampingnya. Keningnya berkerut saat mengingat kejadian itu.

Saat dimana Victoria memutuskan hubungan cinta mereka dan meninggalkannya untuk melanjutkan pendidikan mengisternya di Paris. Hingga 1 tahun sejak kepergian yeoja itu.

Kyuhyun dikejutakan dengan kabar tentang pertunangan Victoria dengan seorang pria tampan, anak pengusaha restoran diParis yang bernama Kangin.

Masih segar didalam pikiran Kyuhyun, saat ia mematung didepan televisinya  dengan raut penuh keterkejutan dan kesedihan ketika melihat berita tentang pertunangan mantan kekasihnya yang sangat dicintainya itu.

Bahu tegap Kyuhyun tampak menegang saat ingatannya sampai pada kejadian laknat itu. Hari itu, Kyuhyun yang hancur karena berita pertunangan Victoria, pergi kediskotik untuk melepas penat dan berusaha melupakan perasaan sakit hatinya.

Dia mabuk berat, dan saat membuka matanya keesokan harinya, dia sudah berada diranjang kamarnya. Yang membuatnya shock adalah saat matanya mendapati sesosok gadis tanpa busana yang tergolek lemah disampingnya.

Detka jantung Kyuhyun bergerak tak terkendali saat mengenali yeoja itu sebagai salah satu teman kuliahnya dulu di Universitas SM. Dan dadanya makin sesak saat mendapati sepasang mata menatapnya penuh luka dan sakit hati.

Kyuhyun kembali menghela nafas beratnya. Lima bulan berlalu semenjak kejadian terkutuk itu. Rasa sesal dan rasa bersalah mengelayuti hatinya kala ia mengingat senyum pahit dibibir mungil yeoja itu.

“Seohyun~ssi.”

Tanpa sadar, bibirnya mengucap satu nama dengan lirih. Pandangan mata Kyuhyun terarah pada layar ponselnya yang masih menampakan halaman yang memuat e-mail terakhir yang ia kirim.

Sebaris peragraf yang terdiri dari tiga baris yang sudah dihafalnya diluar kepala, menjadi penghias layar ponselnya. E-mail itu, entah sudah berapa puluh kali ia kirim pada Park Seohyun.

‘Seohyun~ssi, kau sungguh tak apa? Kau terus saja menghindariku? Aku sungguh akan bertanggung jawab saat sesuatu terjadi padamu akibat perbuatan tak termaafkanku.’

Kyuhyun bersungguh-sungguh dengan isi dari e-mail itu, semuanya bukan hanya sekedar kata-kata kosong. Dia siap menikahi Park Seohyun andai gadis itu benar-benar sampai mengandung. Tapi kenyataannya, gadis itu tak pernah mengubris permasalah itu.

Menghindari telepon, bahkan menghindar saat bertemu, menolak bertemu dengannya. Atau mungkin memang Park Seohyun tidaklah hamil? Tidak seperti ketakutannya selama ini yang berasumsi Seohyun hamil, begitukah?

Kemungkinan antara Seohyun hamil dan tidak hamil hanyalah 50 : 50. Ternyata Kyuhyun masih mengira, melakukan satu kali hubungan intim, tak menjamin parnernya dalam berhubungan itu bisa hamil.

Dan tidak bisa dipungkiri, didalam hatinya yang paling dalam ia tak menginginkan Seohyun hamil.

Perlahan jemari Kyuhyun bergerak menarik sebuah gagang laci dimeja kerjanya. Lalu ia menarik sebuah foto seorang gadis cantik berambut panjang, dengan senyum yang selalu ia rindukan.

“Saranghae Victoria~ah.”

Lirihnya itu keluar dari bibirnya dengan nada penuh kegetiran “Saranghae Victoria~ah. Aku tak peduli dengan semua yang telah terjadi, aku hanya tidak bisa berhenti mencintaimu.”

~~~~~~~~

“Seohyun~ssi.”

Sebuah sapaan pelan mengalihkan pandangan Seohyun dari layar komputer yang sejak tadi pagi mengitu menyita waktu dan perhatiaanya. Alis Seohyun terangkat heran saat pandangan matanya terarah pada seorang pemuda.

“Ah, iya, Minho~ssi. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Seohyun ketika rekan sekantornya itu berdiri tepat dihadapannya.

“Ini sudah waktunya makan siang, Seohyun~ssi. Mau makan siang bersamaku?” tanya Minho seraya tersenyum salah tingkah.

“Tentu, kenapa tidak. lagipula saya juga sudah lapar.” Jawabnya disertai senyum manis miliknya.

Yeoja itu berdiri dari kursinya setelah mematikan komputernya,. Setelah memastikan meja kerjany rapih, Seohyun melangkah keluar dari bilik meja kerjanya, dan melangkah keluar ruangan bersama Choi Minho.

“Tertarik makan kimchi?” tanya Minho saat mereka sampai dibasement kantor.

“Emh. Jika makan ramen saja bagaimana?” Seohyun menjawab dengan nada ragu. Sejak kapan yeoja iyu hobi makan ramen?

Setelah mendapat persetujuan dari Minho, mereka berdua kini sampai disebuah kedai ramen yang tak terlalu jauh dari kantor mereka. Mereka duduk disalah satu meja dekat jendela.

Saat ini Seohyun dan Minho tengah duduk menikmati makan siang mereka dengan santainya. Seohyun nampak begitu lahap menyantap ramen yang ada didepannya, hingga tak menyadari tatapan Minho yang terus terarah kepanya sejak beberapa menit yang lalu.

“Seohyun~ssi.”

“Ya.”

Seohyun menengadahkan kepalanya dari mangkuk ramen saat Minho memanggilnya. Alis Seohyun tertaut heran saat melihat mangkuk ramen Minho yang sama sekali belum disentuhnya.

“Minho~ssi tidak makan?”

“Saya langusng merasa keyang saat melihat anda makan Seohyun~ssi.”

Sehyum jahil terlukis dibibir pemuda tampan itu. Dan senyumnya berubahmenjadi tawa renyah saat melihat Seohyun tertunduk dengan wajah malu dan pipi yang memerah semerah tomat.

“Ahah. Saya hanya merasa ‘takjub’ melihat selera makan anda, Seohyun~ssi. Saya tidak menyangka bahwa anda begitu menyukai ramen sampai separah ini.” Ujarnya dengan tawa renyah, Minho.

Seohyun hanya bisa menundukan kepalanya makin dalam, mencoba menyembunyikan pipinya yang memerah akibat rasa malunya yang sudah mencapai batas maksimal.

~~~~~~~

“Seohyun~ssi.”

Sebuah panggilan membuat Seohyun mengurungkan niatnya memasuki mobil Minho. Terlihat seorang pemuda dengan rambut ikal coklat tengah berlari kearahnya dengan senyum diwajahnya.

“Kyuhyun oppa?”

Seohyun terkesiap saat melihat pemuda itu adalah Kyuhyun yang tengah berlari kearahnya, ‘Bagaimana kami bisa bertemu disini?’ batinya, dengan panik Seohyun menarik handle pintu mobil Minho. Mau kabuar yah, Seohyun?

Pergerakan Seohhyun terhenti saat jemari tangan Kyuhyun berhasil menangkap lengan atas Seohyun.

“Jangan pergi, Seohyun~ssi. Kita harus bicara.”

Tanpa menunggu jawaban dari Seohyun, Kyuhyun langusng menarik yeoja itu keluar dari mobil dan menyeretnya menuju mobilnya sendiri. Tak dihiraukannya saat Minho mencoba mengambil Seohyun dari genggaman tangannya.

Disini disebuah bangku kayu disudut taman dekat Han river, Seohyun dan Kyuhyun tengah bersitegang.

“Kenapa kau menghindariku?”  tanya Kyuhyun sambil menatap tajam Seohyun.

“Aku tidak menghindari.” Jawab yeoja mungil itu pelan dengan kepala tertunduk. Gugup nona Seohyun?

“Tidak menjawab teleponku, tidak membalas e-mail dariku, selalu kabur saat melihatku, apanya yang tidak menghindariku? Dan kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sedang hamil?” tanya Kyuhyun makin tajam.

Seohyun terkesiap mendengar pertanyaan namja itu, “Siapa yang hamil? Aku ti-”

“Demi Tuhan, Seohyun! Perutmu itu mulai membesar!”

Ucapan bernada frustasi milik Kyuhyun memotong sangkalah Seohyun. Kedua terdiam dengan mata yang saling menatap satu sama lain.

“Lalu kenapa kalau aku hamil, Kyuhyun?” ujarnya kasar.

Uh, nona Seohyun sudah berani melawan Kyuhyun? Dan kemana perginya panggilan sayang ‘Kyuhyun oppa’ mu itu Seohyun?

“Ayo, aku akan menikahimu.”

Ucapan penuh keyakinan dari Kyuhyun itu malam berbalas sebuah dengusan sinis dari Seohyun.

“Cih! Menikah katamu? Aku tidak mau!” ucapnya dengan nada marah.

Seohyun berkata dengan keras, lalu dengan segera berdidi dari duduknya ingin secepatnya pergi. Air matanya mulai menggenangi kedua pelupuk matanya. Tapi, sekali lagi jemari tangan Kyuhyun berhasil mengunci pergelangan tangannya, mencegahnya pergi.

“Waeyo Seohyun? Kenapa kau tidak mau menikah denganku?” suara Kyuhyun terdengar berat.

Seohyun mengalihkan pandangannya, enggan menjawab.

“Kau pikir, kau bisa melakukannya sendiri, Seohyun? Dia juga tanggung jawabku. Menikahlah denganku, kita bisa menjadi orang tua yang baik demi anak itu.”

‘Partner yang baik katamu?’

Mendengar nya saja sudah membuat Seohyun sakit. Demi Tuhan! Seohyun mencintai namja itu. Dan apa maksudnya dengan mengatakan ‘demi anak itu?’ bahkan Kyuhyun tak menyebutnya dengan kata yang lebih lahus.

Seperti ‘Anak kita.’

Jantung Seohyun terasa berdetak semakin lama semakin lambat, membuatnya sesak dan sakit. Lagi dan lagi, tanpa sadar dan tanpa dosa Kyuhyun sudah menyakiti Seohyun, kembali.

“Kau tak perlu menikahiku hanya karena ingin bertanggung jawab atas anak ini, Kyuhyun. Kau tak perlu merasa terbebani seperti itu. Ini anakku, aku yang akan mengurus dan membesarkannya meski tanpa ayahnya. Kau tak perlu measa bersalah, apalagi kasihan padaku.”

Seohyun membalikan badannya dengan cepat, pergi menjauhi Kyuhyun yang kini tengah mematung. Kenapa tidak kau kejar, Kyuhyun? Apa kau malu terhadap dirimu sendiri dihadapan Seohyun?

~~~~~~

‘Menikahlah denganku, kita bisa menjadi orang tua yang baik demi anak itu.’

Seohyun mencengkram dadanya yang terasa sesak, dan terus bertambah sesak seiring dengan kian seringnya suara Kyuhyun tergiang ditelinganya. Diusapnya kasar air mata yang sedari tadi enggan berhenti mengalir.

“Seharusnya kau matikan saja hatiku, Tuhan! Ini terlalu sakit.”

Pandangan matanya turun kearah perutnya yang membersar, lalu perlahan dielusnya dengan lembut, “Haruskan kita pergi saja agar tak bertemu dengan ayahmu, sayang?”

Yeoja itu hancur, hingga ke inti dari hati kecilnya. Tubuh rapuhnya terpuruk disudut kamar dengan kepala ditenggelamkan dikedua kakinya yang ia tekuk dan didekap dengan kedua tangannya.

~~~~~~~

Pagi itu, Kyuhyun tengah berdiri didepan sebuah pintu apartemen dikawasan Seoul. Pintu apartemen berwarna coklat bernomor 21 itu adalah pintu apartemen Park Seohyun.

Dengan ragu ia tekan bel yang berada disamping pintu apartemen itu. Tak lama kemudian, pintu itu terbuka perlahan, menangkap wajah kusut seorang gadis bermata sembab yang kini kini tengah menatapnya dengan ekspresi terkejut.

“Kau!”

Kyuhyun buru-buru merengsek maju, menahan pintu yang akan ditutup oleh Seohyun.

“Kumohon Seohyun, kita harus bicara!”

“Tidak Kyuhyun, pergi saja. Aku tidak ingin melihatmu.”

Mereka bersitegang saling mendorong pintu, hingga khirnya Seohyun menyerah dan membiarkan Kyuhyun masuk. Kini keduanya tengah duduk berhadapan disofa ruang tengah apartemen Seohyun.

Dua cangkir teh yang asapnya mengepul diatas meja, mereka cuhkan begitu saja. Kyuhyun terus menatap Seohyun tajam dan Seohyun hanya membalas tatapan itu dengan dingin.

“Apa lagi yang kau inginkan, Kyuhyun~ssi?”

Ahaha! Kyuhyun~ssi? Apa kau benar-benar ingin melupakan panggilan sayangmu, Seohyun?

“Ayo kita menikah, Seohyun~ah.”

Uh! Seohyun~ah? Apa kau sudah menaruh hatimu pada Seohyun, huh Kyuhyun?

“Aku tidak mau!”

“Kumohon Seohyun, biarkan aku bertanggung jawab.”

Tatapan tajam Kyuhyun berganti dengan tatapan memelas yang sarat akan rasa bersalah dari wajah Kyuhyun.

“Aku bilang aku tidak mau, Kyuhyun~ssi. Jangan paksa aku!”

“Kumohon, Seohyun~ah. Sampai anak itu lahir, biar aku bersamamu. Kita bisa bercerai setelah dia lahir.”

DEG~

Lagi. dan lagi, kau melakukannya dengan sangat cepat dan tepat Kyuhyun. Tak sadarkah kau sudah menyakiti hati yeoja yang duduk didepanmu? Walau itu hanya beberapa bait kata?

“Kau! KAU ANGGAP AKU INI APA, KYUHYUN~SSI?”

Dingin bercampur amarah. Suara Seohyun yang dingin dengan nada tinggi terdengar dengan aura kemarahan dan sakit hati. Sepertinya, kau menyakiti yeoja itu terlalu dalam, Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun dengan mengerjapkan matanya.

“Kau pikir kau itu siapa? Kau ingin menikahiku dan setelah anak ini lahir kau menceraikanku? Lalu setelah itu apa? Sebenarnya kau menganggap aku ini apa? Wanita murah? Kertas? Atau sampah yang bisa kau buang seenaknya? Atau kau ki-”

“Berhenti, Seohyun~ah!”

Kyuhyun mememotong kalimat yeoja itu, dengan sedikit sentakan. Perlahan pemuda itu berdiri lalu duduk disamping Seohyun yang tertunduk. Yeoja itu kembali menangis lagi.

“Demi Tuhan, Seohyun! Aku tak pernah meganggapmu seperti itu.”

“Kau menyakitiku.” Seohyun berbisik lirih disela-sela tangisnya, membuat Kyuhyun menjadi terpojoj dalam rasa bersalahnya. Perlahan dibawanya Seohyun kedalam dekapannya, berusaha membuat Seohyun tenang.

“Aku hanya tidak mengerti, Seohyun. Kenapa kau tak mengijinkanku untuk bertanggung jawab.”

“Pernikahan itu suci, Kyuhyun~ssi. Tidak bisa dijalani dengan main-main. Aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidupku dengan orang yang aku cintai dan juga mencintaiku. Dan aku sangat tahu, kau tidak mencintaiku. Jadi mana mungkin aku menikah denganmu.”

“Aku mengerti, sudah jangan manangis. Aku berjanji tak akan memaksamu menikah denganku. Hanya saja…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya.

“Waeyo?”

“Hanya saja, bisakah untuk sementara kau tinggal bersamaku?” ucap Kyuhyun terdengar agu diakhir kalimatnya.

Yeoja berambut panjang, dengan pipi chubby itu terpaku sesaat, terkejut dengan permintaan Kyuhyun tadi, “Kenapa harus seperti itu?”

Seohyun berkata seraya melepas pelukan Kyuhyun. Wajahnya terlihat binggung. Matanya mengerjap lucu, menatap Kyuhyun dengan tajam, membuat pemuda dihadapannya itu menjadi gugup.

“Emh…itu….aku ingin bisa memantau keadaanmu, Seohyun~ah. Jadi kau mau kan?”

“Apa tidak apa-apa? Kau bisa digunjing orang, Kyuhyun oppa. Karena tinggal bersamaku, wanita yang sedang hamil?” tanya Seohyun. Oh! Sekarang panggilan ‘Kyuhyun oppa’ mu sudah kembali, Huh Seohyun?

~~~~~~

Hari itu juga, Kyuhyun segera membereskan semua pakaian dan barang Seohyun yang akan ia butuhkan selama berada dirumah Kyuhyun. Dan hari itu juga mereka berangkat kekediaman Cho.

Disana, didalam mobil sport berwarna hitam itu hanya tersisa sebuah suasana hening dan hanya laju kendaraan yang bisa terdengar. Tidak satupun dari mereka yang berbicara saat perjalanan kekediaman Cho.

“Anu….emh. Seohyun.”

Akhirnya Kyuhyun yang tidak menyukai suasana hening seperti itu, membuka sebuah topik pembicaraan yang akan ia biacarakn dengan Seohyun selama mengisi waktu.

“Ne, ada apa, Kyuhyun oppa?” Yeoja itu mengalihkan padangannya kearah Kyuhyun yang tengah menyetir.

“Emh….ini sudah 5 bulan usia kandunganmu. Apa kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita?”

DEG~

Sekarang bukan perasaan sakit yang menyerang hati Seohyun, melainkan sebuah perasaan senang yang mengelayut dihatinya. Perasaan itu disebabkan oleh kalimat ‘Anak kita’ yang Kyuhyun lontarkan.

“Belum. seharusnya ayahnya yang memberi nama, kan?” ucapnya seraya tersenyum kearah Kyuhyun.

“Akh iya juga. Mianhae, aku belum memikarkan nama untuk anak kita.”

Kembali, Seohyun tersenyum senang didalam hatinya. Hari ini, dia mendengar dua kali kalimat yang ingin sekali ia dengar dari bibir Kyuhyun. Dan perlahan Seohyun bisa kembali tersenyum

“Emh…bagaimana jika, ada nama Hyun. Seperti namaku dan namamu.” Ucap Kyuhyun.

“Yah. Boleh, aku setuju.” Jawabnya tersenyum manis.

“Anu….Seohyun bisa tidak jangan tersenyum?” tanya Kyuhyun.

Seohyun tersentak kaget saat mendengar permintaan Kyuhyun tadi, “Waeyo? Kyuhyun oppa tak menyukainya?” tanya Seohyun.

“Tidak hanya…anu….hanya saja itu membuatku gugup.” Jawab Kyuhyun sembari tertawa garing.

Seohyun terkekeh geli mendengar jawaban dari Kyuhyun tadi. Baru kali ini dia melihat seorang namja yang gugup ketika melihat seorang yeoja tersenyum manis kearah namja itu.

“Mianhae, aku tidak bisa berhenti tersenyum.” Ucapnya.

“Ke-kenapa?”

“Karena….karena aku suka melihat Kyuhyun oppa yang merasa gugup dan malu.”

“Akh! Ahahaha.”

Kyuhyun tertawa sangat garing ketika mendengar pernyataan Seohyun, dan tak lama Seohyunpun tertawa melihat namja yang sedang menyetir menjadi salah tingkah dibuatnya.

~~~~~~

Satu jam perjalanan dari apartemen Seohyun yang berada diSeoul, merekapun sampai disebuah megah bergaya rumah tradiosional Korea yang berada didaerah Jinan, ini adalah rumah kediaman keluarga Cho.

Tak heran Kyuhyun mempunyai rumah sebesar dan semegah istana. Appa Kyuhyun adalah seorang pengusaha yang terkenal diJinan dan perusahaannya memeliki banyak cabang diSeoul.

Lalu eomma Kyuhyun adalah pemilik butik dan restoran terkenal yang juga memiliki banyak cabang diSeoul. Dan Kyuhyun sendiri adalah seorang arsitektur muda yang sangat handal.

“Semuanya berkumpul. Tuan muda Kyuhyun datang.” Ucap seorang pria dengan baju maidnya.

“Selamat datang, Tuan muda Kyuhyun.” Sapa seluruh pelayan rumah Kyuhyun, kala tuan muda mereka pulang.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang pelayan yeoja.

“Ambilkan minuman untuk, nona Seohyun.” Ucap Kyuhyun. Yeoja itupun berjalan kearah dapur.

Seohyun hanya bisa diam dibelakang Kyuhyun dengan wajah yang polos. Ia tak mengira rumah Kyuhyun sebesar ini, saat malam terkutuk itu bukan rumah ini yang menjadi tempat kejadian laknat itu.

“Waeyo Seohyun~ah?” tanya Kyuhyun yang berhasil menyadarkan yeoja itu.

“Akh! Annio. Aku hanya terpukau dengan rumahmu ini.” Jawab Seohyun seraya tersenyum.

“Kajja. Aku antar kau kemarmu.”

Kyuhyun mengambil koper yang ada ditengan Seohyun dan diberikannya kepada pelayannya, dan pelayan itu berjalan disamping Seohyun sembari membatunya berjalan.

Mereka pun tiba didepan sebuah kamar dengan pintu kembar yang terlihat sangat mewah.

“Ini, kamarmu. Istirahatlah, jika perlu sesuatu panggil Sulli untuk membatumu.” Ucap Kyuhyun sambil melihat kearah pelayan yang tadi membawa koper Seohyun, bernama Sulli.

“Ne, nona Seohyun tinggal panggil saya.” Ucap Sulli sambil tersenyum.

“Ghamsahamida Sulli~ssi.” Ujar Seohyun sambil melangkah masuk kedalam kemarny.

“Jika kau membutuhkanku, aku ada diruang kerjaku.” Ucap Kyuhyun seraya pergi meninggalkan Seohyun didalam kamarnya.

~~~~~~

“Kyuhyun oppa, sedang apa?”

Seohyun terlihat bersembunyi dibalik pintu ruang kerja Kyuhyun, yang terlihat hanya tangan yang memegang sisik pintu dan kepalanya. Seohyun tengah melihat Kyuhyun melamun diruang kerjanya.

“Akh! Seohyun~ah. Kau sudah makan malam?”

“Annio. Aku hanya melihat oppa yang melamun.”

Kyuhyun bangkit dari meja kerjaanya, menarik lambut tangan Seohyun dan diajaknya Seohyun kearah dapur.

“Kau mau makan apa?”

Kyuhyun bertanya seraya membuka kulkas yang berada didalam dapur itu. Kulkas dengan dua pintu itu terlihat sangat besar dmata Seohyun. Dan juga isi dari kulkas itu, sepeti super maket yang disulap menjadi kecil.

“Annio. Aku akan memasak sendiri.” Ujarnya sambil melambaikan tangan didepan wajahnya tanda tidak mengiakan.

“Aish! Kau sedang hamil, ingat kesehatan bayi kita. Kau jangan terlalu lelah, ayo sebutkan saja. aku akan memasak untukmu.”

DEG~

Kembali. Seohyun merasa sejuta bunga kesenangan tengah mekar dalam hatiny. Matanya berbinar melihat kebaikan Kyuhyun yang ternyata sangat perhatiaan dengan kangungannya.

“Hey! Malah melamun. Ayo, mau makan apa? Aku bisa buat ramen, spageti, telur dadar atau nasi goreng.” Ucap Kyuhyun.

“Akh. Anu…emh…bagaimana dengan ramen? Kedengarannya enak.” Ucapnya.

“Baiklah. Tunggu dimeja makan.”

Seohyunpun berjalan kearah meja makan yang tidak terlalu jauh dari dapur, duduk dengan tangan kanan yang menopang wajahnya dan tangan kiri yang sedari tadi mengelus lembut perut besarnya.

‘Sayang. Kau sangat beruntung, mempunyai ayah yang baik.’

Beberapa menit menunggu dimeja makan, dua mangkuk besar ramen tersaji diatas meja itu. Seohyun sedikit terdiam lugu saat melihat dua mangkuk yang Kyuhyun siapkan.

“Dua?” tanya Seohyun polos.

“Yup. Satu untukmu dan satu untukku. Selamat Makan!”

Kyuhyun berucap seraya memngambil sumpit yang ada disamping makuknya. Dan mulai melahap dengan lahapnya ramen yang ia buat sendiri tadi, walau tidak tau bagaimana dengan rasanya.

“Loh. Kenapa tidak dimakan?”

Kyuhyun menengadahkan kepalanya saat melihat Seohyun hanya tersenyum memandanginya tanpa menyentuh mangkuk ramennya sedikitpun. Menyadari tingkahnya ketahuan oleh Kyuhyun, Seohyun salah tingkah saat ketahuan memerhatikan Kyuhyun.

“Waeyo? Lihat! Pipimu, memerah. Apa kau sakit?”

Kyuhyun menempelkan punggung tangannya kearah dahi Seohyun. Namun suhu badan Seohyun normal-normal saja, tapi kenapa kedua pipinya memerah seperti orang yang terkena demam?

“Cepat makan. Lalu istirahat. Setelah ini aku akan melanjutkan kerjaanku.” Ucap Kyuhyun.

Lalu beberapa saat kemudian, Seohyun mengambil sumpit yang ada disisi mangkung ramennya dan melahap dengan tenang ramen itu. Bersama Kyuhyun, memakan ramen terasa membahagiakan bagi Seohyun.

Sejenak ia bisa melupakan kejadian pahit yang ia alami belakangan ini.

“Akh! Terima kasih atas makanannya!” ucap Kyuhyun saat selesai menyeruput kuah ramen dari mangkuk dengan senyum puasnya.

“Anu….emh, ramen yang Kyuhyun oppa buat sangat…..enak.” ucap Seohyun sembari menunduk diakhir kalimat kalimatnya.

“Gomawo. Kau lah orang pertama yang memuji masakanku.” Ucap pemuda itu seraya tersenyum, “Akh! Sekarang aku akan kembali keruang kerjaku. Istirhatlah, sore ini. Kau terlihat sangat lelah.”

Kyuhyun beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati Seohyun, lalu tangan kanan Kyuhyun membalai lembut rambut Seohyun dan berkata “Istirihat dan jaga kesehatanmu.” Lalu ia pun berjalan menjauh dari meja makan dan kembali keruang kerjaanya.

Yeoja itu hanya bisa mebelalakan matanya dan terpaku dikursi itu, ‘di-dia….Kyuhyun op-oppa.’

Entah perasaan apa yang kini menerjang Seohyun, senang, bahagia, sedih dan binggung bercampur menjadi satu dalam hatinya. Senang karena dia telah lebih dekat dengan Kyuhyun, bahagia karena ucapan dan prilaku Kyuhyun terhadapnya, sedih karena masih harus memikirkan nasibnya dan bingung, apa dia akan kembali mencintai Kyuhyun atau tidak?

Ini semua tergantung padamu, nona muda Seohyun. Semua ini akan berjalan sesuai dengan kehendak darimu.

~To Be Contined~

Annyeong, Annyeong dan Annyeong untuk semua eonni-eonni dan dongsaeng-dongsaeng.
Gimana liburannya? adakah yang rindu dengan author namja satu-satunya diFCL? *Emang iya satu-satunya?-_-*

Hoho! yah Naru kembali dengan new SeoKyu Fanfiction, biasa dibilang ini FF comebacknya Naru, jadi butuh saran, karena sudah beberapa bulan tidak menyentuh keyboard laptop.

Mohon komentarnya, kritik, saran sangat diperlukan! ^_^

32 thoughts on “Piece : Piece 1

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s