Piece : Piece 2


Image

Title: Piece : Piece 2

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

 

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

Sore itu Seohyun tengah menikmati semilir angin Jinan disore hari, udara sejuk didaerah Jinan sangat baik untuk kesehatannya yang belakangan ini menurun. Hari ini, tepat 3 bulan ia ada dikediaman keluarga Cho.

Kediaman keluarga Cho? Yah sudah semenjak 3 bulan yang lalu ia tinggal disini. tanpa sepengetahuan oppanya Park Jung Soo dan semua teman sekantornya, oh yah karena itu Seohyun sudah berhenti dari pekerjaannya.

Seharian ia bisa habiskan seorang diri didalam rumah Kyuhyun, atau sekedar mampir keruang kerjaa Kyuhyun dan mengobrol sambil meminum teh bersama. Atau seperti sore ini, ia habiskan dengan membaca buku.

Namun, dari 30 menit yang lalu buku itu sudah ia tutup dan pandangannya kini terarah kearah deretan pegunungan yang hijau dan hamparan kebuh bunga dihalaman belakang rumah Kyuhyun.

Angin sore dimusim semi itu bergantian membelai lembut wajah Seohyun, dan tidak jarang rambut indigo panjangnya dibelai dengan halus oleh angin. Sejenak Seohyun menutup kedua matanya.

Ia berharap dan selalu berharap ada dua tangan yang mendekapnya dari belakang, memberikan kehangatan layak seorang istri yang tengah berada didalam dekapan suaminya.

Namun, harapan hanyalah harapan. Seohyun tak pernah menginginkan Kyuhyun memeluknya dari belakang atau sekedar mencium keningnya saat ia akan tidur. Dengan sikap Kyuhyun sekarang, Seohyun sudah senang dan bahagia.

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 2: Dream.

~~~~~~~~~~~

Seorang pemuda berambut ikal coklat tengah menyandarkan tubuhnya kearah jendela, memandang kearah luar jedela ruang kerjaanya. Objek yang ia pandangi adalah seorang yeoja.

Yeoja yang tengah duduk dibangku, ditaman belakang rumahnya itu terlihat sangat manis jika diperhatikan lebih dekat. Kyuhyun terdiam saat memandangi Seohyun yang tengah menikmati indahnya sore.

Namun, kenyamanan saat ia melihat Seohyun harus terganggu dengan ekspresi kaget, saat melihat Seohyun meringis kesakitan sembari memegangi perutnya yang sudah membesar.

Dengan cepat Kyuhyun berlari kearah taman dan mendatangi Seohyun yang sedang tersenyum sembari mengelus perutnya lembut.

“Seohyun~ah. Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun seraya mendekati Seohyun.

“Annio. Bayinya tadi menendang terlalu keras.”

Seohyun tersenyum seraya mengelus perutnya, tanpa melihat raut wajah Kyuhyun yang sedari tadi cemas akan kesehatan bayi dalam kandungan Seohyun dan kesehatan Seohyun sendiri.

Kyuhyun berjonkok dihadapan perut Seohyun, didekapnya pinggang Seohyun dan ditempelkan telinganya tepat diperut besar Seohyun. Seohyun yang menyadari itu hanya bisa menahan nafas dengan pipi memerahnya.

“Sayang. Kalau sedang bermain jangan menedang terlalu keras, lihat! Kasihan ibumu kesakitan.”

Kyuhyun mengelus perut Seohyun dengan lembut, wajah Seohyun sudah panas akibat menahan perasaan gugupnya ketika jarak antara dia dan Kyuhyun sedakat ini.

Ingin sekali rasanya ia membelai rambut Kyuhyun saat Kyuhyun tengah menempelkan kupingnya diperut Seohyun, namun apa daya Seohyun terlalu malu untuk melakukan hal seromantis itu.

“Nah sekarang ayah akan bernyanyi untukmu, supaya kau tenang.”

Kyuhyun tersenyum seraya bernyanyi sebuah lagu, lagu yang terdengar indah ketika namja itu menyanyikannya, saat Kyuhyun tengah bernyanyi kupingnya masih menempel diperut Seohyun, menjadikan momen itu sangat romantis ketika dilihat.

Seohyun berharap waktu berhenti berputar saat kejadian seperti ini terjadi. Ia sangat ingin terus berada dalam posisi seperti ini, hangat dan nyaman, sedari tadi hinggap didalam hati Seohyun.

Dari kejauhan dua orang pelayan Kyuhyun, tengah memperhatikan adegan mesra itu “KYAA! Tuan muda Kyuhyun dan nona Seohyun sangat romantis, kenapa mereka tidak menikah saja?” ujar Sulli dengan ekspresi gregetnya.

“Ne, ne. Mereka sangat cocok, huh! Sayang mereka tidak menikah.” Ujar Amber yang ada disebelah Sulli.

“Jadi, apa hari minggu kau ada acara?”

Sebuah serubat merah nampak jelas tergambar dipipi putih yeoja itu, kala mendengar ajakan dari namja yang tadi sibuk bernyanyi didepan perut besarnya. Namja itu tersenyum mencoba menyakinkan ajakan tadi.

“Memang ada apa, Kyuhyun oppa?” tanya Seohyun.

Kyuhyun berdiri dan duduk disamping Seohyun dengan wajah yang dihadapkan kearah langit, “Ada festival diSeoul, apa kau mau ikut datang bersamaku?”

BLUSH~

Kembali sebuah serubat merah sanga jelas terlihat diwajah yeoja itu. Kini wajah yeoja itu terlihat seperti tomat yang sudah siap dipanen, “Emh…kedengarannya menyenangkan.”

Kyuhyun tersenyum sangat lebar ketika yeoja itu menerima ajaknnya, “Disana kita akan main sepuasnya, sampai kau puas atau jika perlu kita jangan pulang sekalian.”

“Ahaha! Ada-ada saja, oppa ini. Jika kita tidak pulang nanti tidur dimana?”

“Hehe. Kita bisa main sepuasnya. Aku janji!”

Namja itu berkata sembari tersenyum sambil mengaruk belakang kepalanya. Seohyun memandang Kyuhyun lekat seraya tersenyum manis……..

‘Kita bisa main sepuasnya. Aku janji!’

~~~~~~~

Malam itu, malam yang sunyi dikediaman keluarga Cho. Hanya terdengar suara desisan angin malam dan suara binatang malam yang menghiasi malam itu. Sinar rembulan rupanya mengundang seorang yeoja untuk keluar dari kamarnya.

Yeoja itu kini ada dibalkon kamarnya, menikmati suasana malam yang tenang dengan secangkir teh yang dengan asap masih mengepul diatas teh itu. Kedua tanganya mendekap tubuh mungilnya.

Mencoba menciptakan kehangatan bagi dirinya sendiri, walau dengan sebuah sweater berwarna hijau yang melekat ditubuhnya, angin malam masih terasa menusuk tulang-tulangnya.

Tangan kanannya mengelus lembut perut besarnya, usia kandunganya sudah menginjak 7 bulan. Tak terasa 1-2 bulan lagi dia akan melahirkan, dan mungkin kala ia sudah melahirnya ia akan meninggalkan kediaman kelauarga Cho dan kembali keapartemenya.

Mata yeoja itu tidak sengaja menangkap sosok seorang namja yang tengah duduk digazebo yang berada disamping kolam renang. Namja itu tengah asyik membaca sebuah buku, dengan sebuah kaca mata baca yang menggantung dihidung mancungnya.

Hal tersebut membuat namja itu terlihat lebih tampan dari biasanya, gayanya yang serius memancarkan aura ketengan saat yeoja itu memandanginya. Namun tak lama namja itu tertidur digazebo itu dengan posisi duduk.

Seohyun tersenyum melihat namja yaitu Kyuhyun yang tertidur saat membaca, Seohyun beranjak dari balkon kamarnya, masuk kedalam kamarnya dan mengambil sebuah selimut tebal, lalu berjalan kearah gazebo tadi.

“Dasar. Kalau mau tidur dikamar, jangan disini. Sakit, baru tau rasa.”

Seohyun berkata seraya tersenyum dan menyelimuti dari kaki hingga leher namja itu. Seohyun memandangi namja itu sejenak, mengamati setiap centi dari wajah Kyuhyun yang terkenal paling tampan se SM university.

“Akh! Kau ini oppa, kenapa? Kenapa kau menghukumku dengan cara memberi seorang anak padaku? Andai kau tak melakukan hal itu dan aku tidak hamil, aku akan menerima ajakanmu untuk menikah. Jujur oppa, aku sangat mencintaimu.”

Seohyun melihat Kyuhyun mengganti posisi tidurnya menjadi kesamping, ia kira Kyuhyun akan bangun dan mendengar kata-kata yang baru saja ia katakan, namun untunglah namja itu tidur dengan lelap.

Seohyun melangkah meninggalkan gazebo itu dan berjalan kearah kamarnya untuk segera tidur, besok akan menjadi hari yang Seohyun tidak akan lupakan. Berjalan-jalan difestival berdua dengan Kyuhyun.

Namun, tunggu sebentar, kita lihat Kyuhyun. Dia tidak tidur, sebenarnya dia bangun saat Seohyun menyelimutinya, tapi dia berpura-pura tidur dan ia mendengar tadi yang Seohyun katakan.

Tangan Kyuhyun meremas ujung selimut dengan erat, kedua pelupuk matanya sudah digenangi air mata “Mianhae Seohyun~ah. Perbuatanku memang menyebabkan banyak masalah. Sekali lagi mianhae.”

~~~~~~~~

Akh, pagi sudah datang, sang mentari sudah bisa menyinari setiap penjuru Korea. Udara sejuk, sinar mentari yang hangat dan kicau burung yang terdengar dari segala penjuru, membuat seorang yeoja bangun dengan wajah penuh senyum.

Seohyun megangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, dengan senyum manis yang terlukis dibibir mungil yeoja itu. Seohyun beranjak dari ranjangnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk segera mempersiapkan dirinya.

Beberapa menit ia habiskan didalam kamar mandi dan kamarnya untuk melakukan kegiatan yeoja kebanyakan. Seohyun berjalan menuruni tangga untuk segera menuju ruang makan.

Entah sudah berapa kali Seohyun datang ke ruang makan dirumah Kyuhyun, tapi ia tidak bisa berhenti berdecak kagum saat kedua matanya melihat betapa mewahnya dan elegannya interior dari ruang makan itu.

Memang jika dibandingkan rumah keluarga Park, rumah keluarga Cho ini hampir sama dengan rumah keluarga Park. Keluarga park sesungguhnya adalah keluarga besar, ayah Seohyun adalah seorang pengusaha yang terkenal bertangan dingin.

Tidak ada satu orangpun dari keluarga Park yang tidak sukses, hanya satu orang dari silsilah keluarga Park yang hidupnya tidak sukses, yah bisa ditebak, itu adalah Park Seohyun tentunya.

Saat Seohyun tiba dimeja makan, seorang namja sudah terlebih dahulu mendahuluinya. Namja itu tengah menikmati sarapannya dengan sebuah koran yang sedari tadi menyita perhatian dan waktunya.

“Pagi, Seohyun.” Sapa Kyuhyun saat melihat Seohyun datang.

Namja itu tersenyum seraya melihat Seohyun duduk didepannya. Seohyun hanya bisa membalas senyum Kyuhyun dan duduk dikursi yang ada didepan Kyuhyun, dihadapannya sudah tersaji seporsi roti dengan keju dan segelas susu putih.

“Bagaimana tidurnya, oppa?” tanya Seohyun.

“Emh…nyenyak, dan ada yang menyelimutiku tadi malam, siapa yah?” ujar Kyuhyun dengan menempatkan jari telunjuk didagunya.

Seohyun sedikit kaget saat Kyuhyun mengatakan ada seorang yang menyelimutinya selaman, ia takut ia ketahuan. Sebuah serubat merah tergambar jelas dikeduan pipi putih nan chubby Seohyun.

“Eh. Kenapa wajahmu merah Seohyun~ah?” Tanya Kyuhyun saat melihat wajah yeoja dihadapannya merah seperti tomat. Sudah Kyuhyun dia malu!

Seohyun terlihat salah tingkah dihadapan Kyuhyun, sebuah tawa garing nan jelek terlukis diwajah Seohyun kala itu. Kedua jari telunjuknya sibuk bermain, ia mainkan kedua jari telunjuknya, yah itulah yang Seohyun lakukan saat malu.

“Emh…tidak wajah ku merah karena udaranya, ahaha. Mungkin yang menyelimuti oppa tadi malam itu Sulli atau pelayan yang lain.” Elaknya.

“Oh yah, mungkin saja. aku harap yang menyelimutiku adalah seorang bidadari. Akh…pasti dia manis.”

BLUSH~

Dan sekali lagi, Kyuhyun berhasil membuat wajah Seohyun panas dan memerah, yeoja itu sudah dipuncak rasa malunya. Apa ia tidak salah dengar yang tadi Kyuhyun katakan? Wah, tuan Kyuhyun sudah berani menggoda yeoja dihadapannya yah.

“Ahaha. Iya mungkin.” Ujar Seohyun.

“Oh yah Seohyun kenapa kau berpakaian sangat rapih? Mau pergi?”

“Bukankah kita akan pergi?”

“Pergi? Kemana?”

“Festival. Oppa menggajakku kemarin.”

“Festival? Festival apa?”

“Uh! Masa oppa lupa? Festival, oppa menggajakku kemarin.”

Kedua pipi Seohyun terlibat mengembung, serubat merah sudah hilang akibat perasaan kesal terhadap namja dihadapannya itu. Seohyun memandang Kyuhyun tajam dengan pipi yang mengembung, sepeti terisi balon.

“Buahahaha! Ahahahah! Lucu, kau sangat lucu.”

Suara tawa Kyuhyun seketika meledak diruang makan, suara itu membuat beberapa pelayan Kyuhyun sedikit kaget karena suaranya yang terdengar begitu keras dan seperti bunyi kembang api yang meledak.

“Oppa?”

“akh ahahah. Mianhae, aku tertawa sangat keras, aku tidak tahan melihat ekspresi kesalmu. Ahaha.”

“Huh! Jadi itu hanya jebakan?”

“Ne. yah nona Seohyun terkena jebakan. Akh, kenapa aku tidak foto saja ekspresi wajahmu tadi, lumayan untuk membuatku tertawa.”

“Huh! Oppa menyebalkan. Aku malu tau.”

“Ahaha. Mianhae Seohyun~ah.”

“Jadi…jadi tidak perginya?”

“Ne, kita jadi. Jangan marah seperti itu, lihat! Wajahmu jelek sekali.”

“Huh! Habisnya oppa membuatku kesal.”

Kyuhyun beranjak dari kursinya, mengambil kunci mobil dan jaketnya serta menarik tangan kiri Seohyun dengan lembut. Dibawanya yeoja itu masuk kedalam mobil sport berwarna hitam elegannya itu.

Seperti biasa, bukan Seohyun namanya jika saat tangannya bersentuhan dengan tangan Kyuhyun terlihat sebuah serubat merah menghiasi kedua pipinya. Serubat merah selalu terang terlihat, yah karena warna kulit Seohyun yang terlampau putih bersih.

“Sesudah dari festival. Aku akan mengajakmu kedokter kandungan untuk memeriksakan kandunganmu. Ini sudah 7 bulan ‘kan?”

“Ah, ne oppa.”

Seohyun dan Kyuhyun saling diam, tidak ada dari mereka yang mengatakan sepatah katapun. Suasana didalam mobilpun menjadi hening, hanya terdengar suara mobil lain dan tentunya suara angin yang sangat khas saat kita mengendarai sebuah kendaraan.

Mata indah Seohyun tertuju pada pemandangan dari luar mobil. Seohyun berfikir, apa dia dan Kyuhyun hanya akan seperti ini? Atau ada perubahan? Atau bahkan akan ada seseorang yang membuat mereka berdua terpisah? Huh, Seohyun takut, takut kehilangan waktu-waktunya bersama Kyuhyun.

~~~~~~~

|Festival Seoul|

|Han River. 09.00 Seoul Time|

Beberapa menit mengendarai mobil, mobil Kyuhyun akhirnya berhenti disebuah tempat dengan tulisan ‘Seoul Festival’ yang berukuran besar diatas gerbang. Mereka berduapun turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam kawasan Festival.

“Wah!”

Seohyun terpukau dengan kemegahan wahan-wahan disana. Ini pertama kalianya Seohyun pergi kesebuah festival, dan ini pertama kalinya ia pergi jalan-jalan bersama seorang namja, namja yang ia sukai.

“Hah! Mau main yang mana dulu? Yang tidak boleh adalah Roller Coster, Rumah hantu, Gelas berputar, dan Halilintar.” Ucap Kyuhyun.

Kyuhyun menyebutkan beberapa wahana yang tidak boleh Seohyun naikki karena mengingat Seohyun juga sedang mengandung, dan wahana tersebut bisa saja membuat kandungan Seohyun menjadi terganggu, atau kemungkinana terparah bisa keguguran.

“Yah kenapa ada list yang tidak boleh aku naikki? Dari dulu aku ingin mencoba Roller Coster.” Ujar Seohyun.

Yeoja itu mengembungkan kedua pipinya, menjadikan wajahnya seperti ikan fugu. Seohyun sedikit kecewa karena Kyuhyun melarangnya menaikki beberapa wahana, yang sebarnya Seohyun ingin sekali mencobanya.

“Aish! Tidak boleh. Kau kan sedang mengandung? Wahana itu membahayakan anak kita Seohyun~ah.” Ucap Kyuhyun sembari mencubit gemas hidung Seohyun.

“Uh! Appo oppa. Tapi, yang dikatakan oppa ada benarnya juga.” ujar Seohyun sambil mengelus hidungnya yang menjadi sasaran cubitan Kyuhyun tadi.

“Jadi mau yang mana dulu?” tanya Kyuhyun.

“Kalau begitu, kita jalan-jalan dulu disekitar sini, sekiranya sudah sore kita naik kincir ria. Bagaimana?” tanya Seohyun dengan wajah sedikit memelas.

“Yah aku setuju saja.” jawab Kyuhyun.

Mereka berduapun berjalan-jalan dikawasan Festival, mereka berjalan tengah keramaian. Pengunjung festival sangat banyak, terlihat dari orang-orang yang berjalan-jalan seperti Seohyun dan Kyuhyun. Tempat itu seperti lautan manusia.

“Jangan jauh-jauh dariku!”

SLAP~

Seohyun merasakan telapak tangan kanannya bersentuhan dengan telapak tangan Kyuhyun. Sangat dekat bukan bersentuhan melainkan Kyuhyun memegang telapak tangan kanan Seohyun dengan erat.

Serubat merah sangat terlihat jelas dipipi Seohyun, saat ia merasakan tangan Kyuhyun yang lembut namun kuat dan bisa membuat Seohyun aman. Seohyun tertunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah, sementara Kyuhyun terus berjalan dengan memegang tangan Seohyun.

“Akh! Oppa, berhenti dulu.” Ucap Seohyun seraya menghentikan langkahnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Lihat!” jawab Seohyun seraya menunjuk sebuah stand water ballon.

“Kau ingin main water ballon?”

“Bukan aku, tapi oppa yang harus main.”

“Heh!? Kenapa aku?”

“Tidak tau, aku ingin nya oppa yang main. Ayolah oppa!”

“Apa kau ngidam Seohyun?”

“Mungkin. Kalau iya, oppa harus melakukannya kalau tidak nanti anak kita jelek tau.”

“Akh! Mau bagaimana lagi. kajja.”

Kyuhyun dan Seohyun berjalan mendekati stand water ballon yang tadi Seohyun tunjuk. Sesampainya didepan stand itu, mereka berdua disambut senyum hangat seorang yeoja paruh baya yang menjadi pemilik stand itu.

“Akh! Ada pelanggan. Silahkan, silahkan. 3 kali kesempatan, 3 balon harganya 5 won.” Ujar ajumma pemilik stand itu.

“Baiklah, ini uangnya ajumma. Kau lihat Seohyun, dulu aku sangat hebat bermain water balon.” Ujar Kyuhyun sesudah memberikan sejumlah uang.

“Ayo oppa! ayo! Ayo. FIGTHING!” ucap Seohyun yang terdengar sangat semangat.

“Lingkaran hijau, hadiah kecil, lingkaran biru hadian sedang dan lingkaran merah berhadian paling besar.” Ujar ajumma itu.

Kyuhyun memegang water ballon pertamanya, mangambil ancang-ancang. Kaki kiri ia taruh didepan, membidik sasaran yang berwarna merah. Sejenak Kyuhyun memandang kearah Seohyun, dan Seohyun hanya membalas dengan kepalan tangan dan senyum.

“1….2…3….!”

Kyuhyun melempar bola pertamanya, dan ternyata bidikannya hanya mampu mengenai lingkaran biru. Seohyun terlihat menghembuskan nafas berat sementara Kyuhyun hanya tersenyum kecut sembari menggaruk belakang kepalanya.

“Tenang Seohyun~ah, masih ada 2x kesempatan lagi.” ujar Kyuhyun, seraya mengambil bola keduanya.

“Kalo meleset lagi, predikat shooter yang oppa sandang akan terhapus selamanya.” Ancam Seohyun.

“Heh!?”

Kyuhyun kembali mengambil ancang-ancang, bersiap diposisinya yang seperti tadi saat ia melemparkan bola pertamanya. Kali ini Kyuhyun sejenak memejamkan matanya dan berdo’a didalam hatinya. Beberapa saat kemudian ia kembali bersiap.

“1…2…3….!”

BLOOM!

Akh! Sayanga sekali, bola kedua Kyuhyun hanya mampu masuk kedalam lubang hijau, lemparan yang kedua sepertinya lebih buruk dari lemparan pertama. Seohyun sudah mulai menggembungkan pipinya.

“Oppa baru saja kehilangan kesempatan dua, dan kehilangan predikat Shooter-mu. Menyingkir, aku saja yang melempar.” Ujar Seohyun kesal.

Kyuhyun menyingkir dari tempatnya yang kini ditempati Seohyun. Baru kali ini dia melihat gadis manis nan polos itu marah, apa mungkin itu akibat ia sedang mengandung jadi emosinya meledak-ledak? Seram juga.

Seohyun mangambil bola terakhir, ia menghembuskan nafas terlebih dahulu. Tangan kanannya mengelus lembut perutnya, seraya berkata “Do’a kan eomma, sayang. Ternyata appamu itu tidak ada apa-apanya.” Ucap Seohyun kearah kendungannya.

Seohyun membidik lingkaran berwarna merah yang berada paling atas dan juga berukuran sedikit lebih kecil dari lingkaran biru dan hijau. Seohyun mengambil ancang-ancang dan melemparkan bola itu seperti seorang pelempar dalam olah raga  base ball.

BLOOM!

Bola itu masuk kedalam lingkaran berwarna merah. Seohyun tersenyum lebar saat melihat lemparannya berhasil masuk kedalam lingkaran berwarna merah itu, karena terlalu senang ia malam memeluk Kyuhyun dengan senang, tanpa memperdulikan ekspresi wajah Kyuhyun saat itu.

“Aku berha…..sil…!?” Seohyun segera melepas pelukannya saat ia menyadari yang ia peluk adalah ayah dari anaknya itu, ia memalingkan wajahnya menyembunyikan serubat merah yang menghiasi kedua pipi chubby nya.

“Selamat Seohyun~ah.” Ucap Kyuhyun seraya tersenyum kearah Seohyun.

“Akh! Gomawo oppa.” ujarnya masih malu.

“Wah! Benar yah jika orang sedang hamil dia pasti berhasil. Jadi mau hadiah apa? Saya punya beberapa boneka berukuran besar.” Ujar ajumma itu.

“Seohyun kau mau yang mana?” tanya Kyuhyun.

“Emh….boneka Keroro ada tidak ajumma?” tanya Seohyun.

“Boneka kodok itu yah? Kalau tidak salah masih ada satu.” Ujar ajumma itu seraya melihat kesekeliling stand miliknya, “Nah ini dia.” ucapnya ketika menemukan boneka keroro berukuran besar, “Ini hadiahnya.” Ujar ajumma itu sambil memberikan boneka itu kepada Seohyun.

Terlihat sebuah senyum mekar dibibir mungil Seohyun saat melihat boneka berukuran besar yang berbentuk tokoh anime favoritenya itu kini bisa ia miliki dan bisa ia bawa pulang, siapa tau boneka itu bisa menjadi temannya dirumah Kyuhyun.

“Kau senang Seohyun?” tanya Kyuhyun.

“Ne, aku sangat senang. Oppa, gomawoyo sudah mengajakku kesini.” Jawab Seohyun. Seohyun memeluk erat boneka itu seraya tersenyum kearah Kyuhyun.

Ah! Moment itu tidak akan pernah Seohyun lupakan seumur hidupnya, hari ini akan menjadi hari yang spesial untuk Seohyun. Hari dimana ia bisa berjalan-jalan, dan bermain dengan namja yang ia sukai dan juga mendapatkan boneka favoritenya.

“Hey oppa!”

“Apa?”

“Apa yang oppa pikirkan saat ada aku dirumahmu?”

“Kenapa kau bertanya seperi itu?”

“Apa oppa terganggu dengan kehadiranku dirumah oppa?”

“Bodoh! Yah tentu tidak, aku malah senang ada aku dirumah, terlebih lagi pelayan-pelayanku sangat menyukai kehadiranmu. Dan aku juga tidak mau anakku dan ibu dari anakku menjadi menderita.”

“Oppa.”

“Sudah jangan dibahas lagi. Sudah sore, kita naik kincir ria?”

“Ne, kajja.”

Mereka berdua berjalan kearah kincir ria yang terletak pas ditangah kawasan festival, kincir ria itu terlihat sangat besar dan tinggi. Seohyun sampai tercegang melihat ketinggian dari bawah sampai atas.

“Dua tiket untuk dewasa.” Ujar Kyuhyun kepada penjual tiket kincir ria.

“Ini. Selamat menikmati pemandangannya. Nanti diatas, setiap tempat akan mendapatkan waktu selama 15 detik untuk berapa dipaling atas.” Jelas orang itu.

Kyuhyun dan Seohyunpun hanya megangguk mengerti, lalu meraka masuk kedalam salah satu tempat berbentuk bola itu. Mereka duduk saling berhadapan, awalnya mereka hanya terdiam satu-satu sama lainnya.

“Sebentar lagi kita akan ada dipaling atas. Duduklah disampingku, nanti kita berfoto.” Ujar Kyuhyun.

Seohyun terlihat sedikit terkejut dengan permintaan Kyuhyun tadi. Ia meminta Seohyun untuk duduk disebelahnya, dan permintaan itu membuat Seohyun sedikit menundukan kepalanya dan perlahan menggeser duduk mendekati Kyuhyun.

“Nah! Kau sudah duduk disebelahku, kita tunggu saja sampai kita atas dipaling atas.” Ujar Kyuhyun yang hanya mendapat anggukan dari Seohyun.

Beberapa menit Kyuhyun dan Seohyun habiskan dengan mengobrol, didalam kincir ria. Dan 15 menit kemudian tempat mereka sudah ada dipaling atas kincir ria itu, pemandangan dari atas sangat memukau, mereka bisa melihat seluruh kota Seoul dan juga Sunset dari sana.

“Bersiaplah Seohyun.” Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan bersiap memfoto mereka berdua, “Sudah? 1…2…3….katakan Chess.”

Sebuah kilatan cahaya itu menandakan satu foto sudah ada didalam handphone Kyuhyun, “Wahaha! Backgroundnya sangat bagus, kau juga terlihat cantik Seohyun.” Puji Kyuhyun saat dirinya tengah melihat hasil fotonya.

BLUSH~

Kembali sebuah serubat merah berhasil terlukis jelas dikedua pipi Seohyun, jika dihitung wajah Seohyun sudah memerah kurang lebih 10 kali hari ini. Seohyun hanya bisa menundukan kepalanya dan senyum malunya.

“Gomawo oppa. kau juga terlihat tampan.” Ujar Seohyun.

“Ahaha! Gomawo, akan aku upload ke account twitter ku.”

“Akh! Benarkah?”

“Ne. Memang kenapa? Kau malu, yah?”

“Annio. Hanya saja, apa tidak apa-apa?”

“Akh! Tidak akan ada yang marah. Tenang saja.”

“Baiklah, kalau begitu terserah oppa.”

Seohyun menjawab seraya tersenyum dan memeluk erat boneka keroro itu, ia menenggelamkan wajahnya didalam boneka itu. Sejenak Seohyun tersenyum manis saat wajahnya tertutupi boneka kororo besar itu. Seohyun, apa kau senang sekarang?

~~~~~~~

Saat tempat mereka sudah sampai dibawah, mereka keluar dari kincir ria itu. Mereka berjalan keluar dari kawasan festival, karena waktu yang sudah mulai malam dan seperti yang Kyuhyun katakan, sepulang dari festival mereka akan kedokter kandungan.

Mobil sport hitam Kyuhyunpun melaju dengan kecepatan biasa, mengarah kearah sebuah rumah sakit yang dekat dengan tempat festival tadi. Kembali suasana didalam mobil dipenuhi tawa dari Seohyun dan Kyuhyun saat mereka berbincang.

Beberapa menit dari tempat festival, mereka sampai disebuah rumah sakit yang tak begitu besar dikawasan Seoul. Mereka berduapun masuk kedalam, setelah Kyuhyun selesai memparkirkan mobilnya.

|Seoul Housepital|

|Seoul Seouth Korea. 18.30 Seoul Time|

Kyuhyun dan Seohyun berjalan kearah meja informasi, “Permisi. Apa dokter Taeyeon ada?” tanya Kyuhyun kepada seorang suster yang berjaga dimeja informasi. Suster itu membuka sebuah buku yang tertulis nama-nama dari semua dokter yang berkerja disana.

“Ne. Dia ada, kebetulan dia sedang tidak ada pasien. Silahkan keruangan prakteknya.” Ujar sang suster.

Kyuhyun menarik lembut tangan Seohyun, mengajaknya keruang prakterk Dokter Taeyeon. Kyuhyun tau betul ruang praktek dokter bernama Taeyeon itu, karena Taeyeon adalah dokter langganan eomma Kyuhyun dulu.

TOK….TOK……

Sesampainya didepan pintu ruang praktek Taeyeon, Kyuhyun mengetuk pintu berwarna putih itu. Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan terlihat seorang yeoja dengan baju khas dokter berwarna putih dan juga stetoskop yang menggantung dilehernya.

“Akh! Tuan Kyuhyun. Silahkan masuk.” Ujar Taeyeon.

Seohyun dan Kyuhyunpun masuk dan duduk, “Ada apa?” tanya Taeyeon langsung.

“Aku ingin anda memeriksa kandungan istri saya, Seohyun, usia kandungannya kira-kira sudah 7 bulan.” Ujar Kyuhyun.

Seohyun sedikit kaget saat Kyuhyun menyebut ‘Istri saya’ dan kembali serubat merah berhasil menghiasi pipi Seohyun saat itu.

“Akh! Silahkan nona Seohyun. Berbaring disini saya akan meng-USG kandungan anda.” Ucap Taeyeon dijawab anggukan dari Seohyun.

Alat USG itu mulai mejelajahi seluk dan lekuk perut Seohyun yang sudah membesar, terlihat dilayar menampilakan sebuah gambar yang berwarna hitam putih dan samar-samar. Gambar seorang calon bayi, bayi Kyuhyun dan Seohyun.

“Anak kalian sehat, pertumbuhannya normal, dan saya kira dia seorang laki-laki. Yah itu saja, hanya tinggal tunggu 1 atau 2 bulan lagi dia akan lahir. Tapi, selama 1 atau 2 bulan anda harus menjaga kesehatan nona Seohyun. Dan jaga makanan yang anda makan.” Jelas Taeyeon.

“Kau dengar Seohyun~ah? Dia laki-laki.” Ujar Kyuhyun seraya tersenyum.

“Dia laki-laki, pasti akan lebih mirip dengan oppa.” ujar Seohyun.

~~~~~~

Kyuhyun dan Seohyunpun kembali masuk kedalam mobil sport hitam Kyuhyun untuk bersiap pulang. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam waktu Seoul, mereka harus tiba dirumah sebelum jam 10.

Mata Kyuhyun terlihat sangat fokus memandang kearah jalan, jalanan dari Seoul ke Jinan sudah mulai sepi malam itu. Hanya lampu jalan yang menemani mobil Kyuhyun. Disamping Kyuhyun tengah tertidur seorang yeoja berparas cantik itu.

Seohyun terlihat tidur dengan nyenyak dikursi penumpang. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya saat melihat ibu dari calon anak nya itu tengah tertidur pulas. Kyuhyun juga bisa melihat seluk-beluk wajah Seohyun lebih jelas, dan dia terlihat… ‘Manis..!’.

Mobil sport hitam Kyuhyun masuk kedalam kawasan rumahnya, mereka sudah sampai dirumah. Beberapa pelayan yang belum pulang menyambut mereka. Kyuhyun keluar dari mobil dan melihat Seohyun masih terlelap.

Ia tak tega untuk membangunkan yeoja itu, tapi jika tidak dibangunkan ia akan teridur didalam mobil sampai besok. Kyuhyun menghelas nafas sambil tersenyum, lalu membuka pintu mobil dan melepaskan sabuk pengaman yang ada ditubuh Seohyun.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun memangku tubuh Seohyun yang ternyata tak begitu berat untuknya. Beberapa pelayan yang menyaksikan adegan itu hanya bisa tercegang kaget dengan mulut terbuka dan mata yang seperti akan keluar dari wadahnya.

“Apa yang kalian lihat?” tanya Kyuhyun kepada beberapa pelayannya.

“Hehe! Ani tuan muda, kami tidak lihat apa-apa.” Ujar Sulli sambil menggaruk belakang kepalanya.

Kyuhyun berjalan masuk kedalam rumahnya sambil memangku Seohyun. Ia menaikki tangga untuk menuju kamar Seohyun. Sesampainya dikamar Seohyun. Kyuhyun menidurkan tubuh Seohyun diatas ranjang dan tidak lupa menyelimuti tubuh Seohyun, lalu meninggalkan kamar Seohyun.

Sementara itu para pelayan Kyuhyun yang tadi melihat adegan Kyuhyun memangku Seohyun. Hanya bisa saing bertanya “Hubungan Tuan Kyuhyun dan Nona Seohyun sudah seperti suami-istri, yah?” ujar Sulli.

“Ne. Sudah aku bilang mereka sangat serasi.” Tambah Minho. Palayan namja Kyuhyun.

“Huh! Kalau boleh lancang, aku ingin mereka menikah saja.” ujar Lune.

“Aku setuju denganmu Lune.” Tambah Amber yang berdiri disamping Minho.

“Akh! Sudah-sudah jangan menggosip, kambali kerja.” Ujar Minho, lalu empat sekawan itupun bubar.

~~~~~~~

Hari berikutnya, matahari sudah tinggi dilangit, kicau burung menjadi nyanyian pertama yang terdengar, udara sejuk Jinan masuk melalui jedela yang tadi pagi Sulli buka. Dan cahaya matahari masuk lewat celah-celah kecil dari jendela.

Tapi tetap saja, pagi yang cerah itu tidak berhasil membangunkan Seohyun ataupun Kyuhyun. Yah, ini baru jam 5.30 pagi, mana mau mereka bangun sepagi ini. Namun, Kyuhyun sudah terbangun karena ketukan berulang kali dipintu kamarnya.

“Aduh, siapa yang mengetuk. Ini masih pagi.” Gerutu Kyuhyun.

“Ini saya Sulli, Tuan muda Kyuhyun.” Jawab Sulli.

“Masuk Sulli.”

Sullipun membuka pintu kamar Kyuhyun, wajahnya sedikit terlihat gugup dihadapan Kyuhyuh.

“Ada apa, pagi-pagi membangunkan ku?” tanya Kyuhyun.

“Ada yang bertamu, ingin menemui anda. Aku sudah bilang berulang kali padanya agar datang lebih siang, tapi dia tetap memaksa dan masuk kedalam.”

“Siapa?”

“Tidak tau, tuan. Tapi dia seorang yeoja.”

Kyuhyun turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ruang tamu, didamping Sulli yang berjalan dibelakang Kyuhyun. Saat dirinya tiba diruang tamu, ada seorang yeoja tengah duduk disofa ruang tamu dan wajah yeoja itu sangat Kyuhyun ingat dan tidak asing.

“Kyuhyun!” panggil yeoja itu.

“Kau…..ke-kenapa kau ada disini? ke-kenapa bisa kau ada disini?”

~To Be Continued~

25 thoughts on “Piece : Piece 2

  1. Astaga bodohnya aku.. ternyata ini sudah ada 5 part , aku kira bru satu part. Maaf ya maklum aku readers baru , sungguh aku jadi malu :$.

    Apa yg mau katakan?? Aku terlampau bingung .. ini seokyu kok so sweet banget sih!! Dri awal baca sampe mau tbc mereka saling tukar romantis haha.
    Aku rasa kyuhyun mulai suka sm seohyun ^^

    Kayaknya itu yeojanya victoria deh .. hft itu nenek2 kenapa balik lagi sih?!
    Oke next read🙂

  2. aku kok sedikit bingung di chap 1 minho bosnya seo tpi ini jdi pembantu bang kyu gwe yg salah kali di chap 1 bcanya hehehe
    ,pasti yg dteng si victoria pas ada moment2 seokyu slalu ada yg ganggu tpi semakin serudah *kebanyakan_bacot gue*

  3. jngn bilang itu victoria
    ngapai sih fia balik lagii? iuhh
    kyu sebenarnya udh punya rasa blum sih sama seonua?

  4. hemmmm mereka sosweet>_< ehh tunggu deh ko minho jadi pelayan? bukannya dia itu temen kantornya seo ya?? and whatt?? siapa tuh yeoja? jangan bilang vic? duhhh gimana nihh sama seo kan kasian kalo misalkan kyu balik lagi ke vic. 😥

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s