Superlovers In The Sun


superlovers in the sun

Title : Superlovers In The Sun

Author : BoraYoung

Genre : Romance, family, fantasy

Rating : PG-13

Length : Oneshoot

Main cast :

  • Choi Sooyoung
  • Kris Wu

Annyeong, disela-sela kesibukan author

Author buat ff buat para readers nih…

Dan lagi-lagi temanya fantasy, hehe

Buat yang ga suka sama pairing ini, please jangan dibash

Tolong hargai author yaa dengan tidak memplagiat ff ini

Gomawo, happy reading J

++++++++++++++++

Sooyoung Pov

Liburan musim panas kali ini sudah berakhir, tapi aku belum ingin kembali ke kehidupan dengan sinar matahari. Aku bersiap-siap mandi dan memakai perlengkapan ku untuk ke sekolah. Aku benci musim panas.

Haruskah aku menjelaskan pakaian yang aku pakai ke sekolah? Baiklah, akan ku jelaskan. Aku memakai pakaian serba tertutup, memakai sarung tangan serta payung.

Baru saja aku memasuki gerbang sekolah, sudah banyak anak-anak yang membicarakan ku. Aku tidak pernah perduli dengan ucapan mereka, mereka hanyalah sekelompok orang yang sok tahu dan selalu ingin tahu urusan orang.

Setiap jam pelajaran, aku lebih sering membolos ke poliklinik, bahkan aku bisa tertidur di poliklinik sampai jam pelajaran usai. Aku tidak bersemangat saat matahari begitu menyengat.

“Aku pulang..” ah, lemas sekali rasanya.

“Kau sudah pulang Youngie-ah.”

“Ne eomma.”

“Youngie, eomma mau tanya soal renovasi rumah.”

“Eomma, biarkan aku tidur sampai makan malam ya.”

“Kau tidak tidur pulas ya?”

“Siang hari, aku tak punya semangat, semua gara-gara appa. Appa juga masih tidur kan?”

“Appa kan kerja sampai larut malam, jadi siangnya harus tidur.”

“Jangan bohongi aku eomma, aku tersiksa dilahirkan sebagai anak campuran setan penghisap darah dan manusia. Aku lelah eomma.”

“Mianhe Youngie-ah, kami tidak bermaksud membuat mu seperti ini.”

“Gwaenchana eomma, aku lelah. Aku tidur dulu eomma.”

“Ne, tidurlah yang pulas chagi.”

Aku berjalan perlahan menaiki tangga menuju kamar ku. Aku benar-benar tidak punya tenaga saat siang hari seperti ini. Ini semua karena darah appa yang menurun pada ku. Aku tertidur sampai jam makan malam.

Aku makan malam dengan keluarga ku, appa, eomma dan yeodongsaeng ku, Choi Jinri. Hanya saja darah yang mengalir ditubuhnya adalah darah eomma, jadi dia bisa hidup biasa selayaknya manusia.

Selesai makan malam, aku bergegas ke luar rumah. Aku memakai dress, aku ingin darah namja malam ini. Aku hanya mengambil darah namja jahat. Jadi aku tidak merasa bersalah.

Aku menyelusuri jalan dimana banyak tempat hiburan malam disekitar sini, sepertinya aku akan mendapat mangsa yang cukup banyak malam ini.

Aku dan namja ini sedang berada di dalam gang sempit, dia terus merayuku. Tidak ada salahnya jika aku mengambil darahnya. Dia namja yang jahat bukan? Yang suka menggoda para yeoja. Setelah berhasil mengigit lehernya dan mengambil darahnya, namja ini akan tertidur pulas dan saat bangun ia tidak akan mengingat apa-apa.

“Ya! Gwaenchana?” seorang namja menghampiriku. Omo!! Dia kan Kris, preman sekolah yang sekelas dengan ku.

“Gwaenchana, dia hanya tertidur.”

“Bukan dia, tapi kau.”

“Eh iya, aku baik-baik saja.”

“Apa yang kau lakukan disini? Kau mudah sekali dirayu oleh namja. Aku dengar banyak gosip tentang mu, mulai dari melakukan bisnis sampingan hingga kupu-kupu malam.”

“Jeongmal?” omona.. mengapa namja ini bawel sekali.

“Jangan balik bertanya Sooyoung-ssi. Kalau kau tidak menjaga dirimu sendiri, kau akan menyesal nantinya!” apa perdulinya? Dia sendiri preman, tapi berbicara seperti ini. Dia sendiri keluyuran tengah malam seperti ini. Ah! Aku bisa menipunya dengan bersikap pura-pura takut dan tidak berargumen dengannya.

“Jangan-jangan kau cemburu ya? Aku senang.” Aku menggodanya sekarang, perlahan ku dekatkan bibirku ke lehernya, agar dia terhipnotis dan lupa semuanya.

“Kau suka padaku?” Mwo? Apa yang dia katakan?

Sooyoung Pov End

Kris Pov

Aku melihat seorang yeoja diujung gang sana sedang bersama seorang namja. Ku hampiri dia, bukankah dia Choi Sooyoung. Yeoja aneh itu? Apakah itu namjachingunya?

“Ya! Gwaenchana?”

“Gwaenchana, dia hanya tertidur.”

“Bukan dia, tapi kau.”

“Eh iya, aku baik-baik saja.”

“Apa yang kau lakukan disini? Kau mudah sekali dirayu oleh namja. Aku dengar banyak gosip tentang mu, mulai dari melakukan bisnis sampingan hingga kupu-kupu malam.”

“Jeongmal?”

“Jangan balik bertanya Sooyoung-ssi. Kalau kau tidak menjaga dirimu sendiri, kau akan menyesal nantinya!”

Entah mengapa aku membentaknya, sejujurnya aku khawatir dengan yeoja ini. Yeoja ini yaaa errr cukup cantik. Tidak, sangat cantik.

“Jangan-jangan kau cemburu ya? Aku senang.” Omona.. apakah dia menggoda ku? Dia mulai mendekatiku, saat bibirnya hampir menyentuh leherku, aku mendorong tubuhnya menjauh dariku.

“Kau suka padaku?” tanyaku to the point dengannya.

“Mwo?” dia tersentak kaget. Apakah itu terlalu mengejutkan? Ayolah, aku ini namja tertampan disekolah.

“Kalau begitu begini saja, aku akan jadian denganmu selama satu bulan. Jujur saja, aku tidak mengerti bagaimana perasaanku padamu. Tapi kalau kau senang, kau harus berpikir kedepan.”

Kris Pov End

Sooyoung Pov

Apa-apaan ini. Kenapa tiba-tiba saja dia menjadi namjachinguku? Pagi-pagi sekali dia sudah menjemput ke rumahku. Eomma, apa yang harus kulakukan???

“Kenapa mereka berisik dan memandang kita dengan tatapan aneh sih? Kalau keberatan, bilang saja terus terang.” Dia angkat bicara melihat semua orang di koridor sekolah berbisik mengenai kami. Sejujurnya, aku juga keberatan. Tapi aku takut untuk bilang jujur.

Sabtu pagi, dia sudah ada di depan rumah ku. Ternyata aku terlalu lugu. Aku tidak pernah mempunyai namjachingu sebelumnya, jadi aku tidak tahu bagaimana itu berpacaran. Mengapa ia masih mengganggu ku di hari libur? Aku kan ingin beristirahat dengan tidur seharian!

“Ada perlu apa?” aku sengaja tidak membuka pintu rumah ku, kami hanya berbicara melalui pagar.

“Kajja, kita kencan. Ganti bajumu, palli!” Aku hanya menurut, tidak berani membantah.

Aku tidak punya kekuatan untuk bertahan di bawah sinar matahari. Aku tak sanggup lagi. Padahal biasanya aku tidur sepanjang siang dihari libur.

“Kau sudah capek?” aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Gaya hidupmu harus diubah total. Kalau banyak bergerak di siang hari, maka pada malam hari kau akan tidur karena capek. Kalau tidur nyenyak di malam hari, kau bisa bangun pagi dengan segar dan lebih semangat.” Ah, preman ini mulai berkotbah lagi. Namja seperti dia bicara soal kesehatan.

“Tak kusangka kau bangun pagi.” Aku bermaksud meledeknya.

“Iya dong. Karena aku harus bantu-bantu di rumah. Bangun pagi lalu tidur pulas di malam hari. Tapi terkadang aku ada urusan hingga keluar malam-malam seperti tempo hari. Tapi itu ada batasnya. Coba tatap mataku.” Deg! Rasa apa ini? Mengapa jantungku tidak karuan.

“Kau sebaliknya Sooyoungie. Malam-malam sangat bersemangat, di siang hari kau seperti orang sekarat. Kau makan nasi tidak?”

“Kau mengajakku pergi sebelum aku sempat sarapan Kris.”

“Mianhe, ah kalau begitu kita makan disini saja. Ini, makanlah. Ini aku ambil dari toko keluargaku.”

“Gwaenchana, roti? Ah, keluarga mu kan punya usaha bakery ya?”

“Ya, aku juga sering bantu. Makanya aku bangun pagi dan tidur pulas di malam hari.” Omona.. apa dia tidak punya kalimat lain selain itu? Aku bosan mendengarnya. Tapi mungkin, aku lah yang tidak tahu apa-apa tentang Kris si preman ini. Mungkin aku memang bodoh, tak bisa melawannya karena melihat penampilannya saja. Kalau aku tak cepat-cepat mengakhiri perjanjian ini…

“Sooyoungie, sudah makannya?”

“Ah, aku baru mau makan.”

“Tenang saja, walaupun isinya mengeras karena disimpan di kulkas, roti ini adalah roti paling laris di toko ku. Walau tampang ku begini, aku bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga loh.”

“Ah…” aku terpana mendengar penjelasannya. Aku tidak menyangka kalau preman ini bisa sebaik ini.

“Kau juga, ada banyak gosip tentang dirimu. Aku juga tahu kau sering absen waktu sekolah dasar dan SMP. Saat ini, kau sering terlambat dan pulang cepat. Di tengah pelajaran, kau sering pergi ke poliklinik. Kau tidak pernah ikut pelajaran olahraga. Karena itulah aku tahu tentang kau secara garis besarnya.” Sebegitu memperhatikan aku kah dia? Sampai dia tahu semua tentang diriku? Omona.. apa yang harus aku lakukan?

“Kau sudah jadian dengan ku! Jadi kau tak boleh keluyuran malam-malam. Arraseo?” jinjja… apa namja ini punya dua kepribadian. Tadi dia lembut sekali, tapi sekarang dia membentakku..

“Ne..”

“Sudah, cepat makan rotimu.” Aku mulai memakan roti buatannya. Omona… ini roti terenak yang pernah aku makan. Tapi aku malu untuk mengakuinya.

“Bagaimana rasanya?”

“Enak… sekali.”

Saat matahari terbenam, dia mengantarkan ku sampai ke rumah. Karena seharian bergerak, aku tidur nyenyak di malam hari.

Meski bukan keinginan ku sendiri untuk takut pada mathari, aku tak bisa memburu lelaki jika aku terus bersamanya. Tapi apa boleh buat, tubuhku memang begini. Tapi.. apakah tubuhku akan berubah seperti kata Kris? Kalau aku berjuang, mungkin aku bisa.

Selama dia menjadi namjachinguku, di saat istirahat dia mengajakku mengobrol agar aku tidak pergi ke poliklinik. Setiap pagi dia menjemputku sambil membawa roti dari bakerynya. Selama sebulan aku menjalani rutinitas yang sama dengannya.

Sooyoung Pov End

Author Pov

Di hari-hari libur berikutnya, Kris selalu mengajak Sooyoung untuk berkencan.

“Waktu bicara tentang bekal makanan Kris pada eomma, eomma tertarik sekali dan menyelipkan makanan sisa ke roti setiap pagi. Tapi roti ini memang enak.”

“Kalau begitu, coba kau buat bekal juga untukku.”

“Mwo?”

**Next Holiday

Pagi-pagi sekali Sooyoung telah bangun untuk membuat bekal, sesuai janjinya dengan Kris.

“Ya! Apa ini? Keras sekali!”

“Ya! Hargai usahaku. Paboya namja!”

“Oh, nasi kepal. Ini enakloh.”

“Jeongmal?”

“Ne..”

Author Pov End

Sooyoung Pov

Akhir-akhir ini dadaku terasa sesak. Atau aku letih karena terlalu memaksakan diri di siang hari? Aku dipaksa Kris untuk terus bergerak bersamanya. Atau karena tak bisa menghisap darah karena selalu ditemani Kris? Aku tak mengerti, tapi aku tak kuat lagi. Kalau tidak ditahan.. dan semuanya menjadi gelap.

“Ah, kepalaku sakit sekali. Eomma..”

“Ah youngie, kau sudah bangun. Tadi Kris yang mengantarkan mu pulang.”

“Aku tidak kuat lagi eomma, malam ini aku menginginkan darah namja.”

Semua tenaga ku habis, aku sudah berada di ambang batas. Sebenarnya aku ingin menghisap darah Kris, tapi entah mengapa aku tidak bisa. Aku takut kalau dia tahu yang sebenarnya.

Ah, mengapa sulit sekali mencari mangsa disini. Semua namja menjauhi ku karena tahu aku yeojachingu Kris. Apa aku harus ke tempat yang lebih jauh saja, ketempat yang tidak mengenalku dan Kris?

Ah! Akhirnya aku mendapat mangsa. Sedikit saja… lalu aku akan langsung pulang. Perasaan bersalah ku kepada Kris terlalu menghinggapiku saat ini.

“Ya! Sooyoungie!” Kris? Omona.. mengapa dia ada disini. Eotteokhae?

“Belum genap sebulan. Sayang sekali.” Dada ku bergemuruh, mianhe.. Kris. Entah mengapa hati ku sakit sekali.

Sooyoung Pov End

Kris Pov

Aish, yeoja itu mengganggu tidur ku saja. Aku sebenarnya tak percaya dengan apa yang dia bicarakan, tapi dia memaksa. Ya sudahlah, aku pergi ke tempat biasa aku bermain dengan teman-temanku.

Aku melihat yeoja bersama seorang namja diujung gang. Sama persis dengan sebulan yang lalu. Omona! Apakah itu youngie?

“Ya! Sooyoungie!” dia diam, tidak berbicara apapun.

“Belum genap sebulan. Sayang sekali.” Sejujurnya hatiku hancur mengatakan ini. Aku mengantarkan dia pulang tanpa sepatah kata pun.

**Esok Harinya…

Setelah kejadian semalam, Sooyoung tidak masuk sekolah. Aneh sekali. Aku memutuskan untuk pergi ke rumahnya pulang sekolah nanti.

Ting.. Tong…

Ku pencet bel rumahnya, yang keluar adalah eommanya. Ya, aku cukup dekat dengan eomma dan yeodongsaengnya.

“Annyeong Ahjumma.” Sapa ku begitu eommanya Sooyoung membuka pintu.

“Ah, Kris. Annyeong.”

“Sooyoung tidak masuk sekolah ya ahjumma?”

“Ah ne. Silahkan masuk Kris-ssi. Youngie-ah.. ini ada Kris.” Aku dan eommanya Sooyoung berjalan menaiki tangga menuju kamar Sooyoung. Begitu aku sampai di depan pintu kamarnya tiba-tiba BRAK! Dia menutup pintu kamarnya kasar.

“Jangan! Semuanya sudah berakhir. Kau sudah bicara begitu, maka semuanya sudah berakhir. Tapi aku masih ingin melanjutkannya.” Kata-katanya mengiris hatiku. Dari nada bicaranya sangat kentara bahwa ia sangat tersakiti.

“Aku.. aku juga ingin melanjutkannya Sooyoung-ah.”

“Tapi aku tak pantas mendampingi mu. Itu sebabnya aku kesal pada diriku sendiri. Iya, Kris kau tidak bisa. Tapi selain kau, tak ada yang bisa. Aku tidak bisa menerima namja lain selain kau. Tapi kau lebih tidak bisa lagi..” aku tidak mengerti maksud yeoja ini. Yeoja yang telah mencuri hati ku.

Emosi menguasai hati ku. Marah, bingung, sedih dan bahagia menjadi satu. Aku mendobrak pintu kamarnya, dia sedang menangis di bawah ranjang.

“Apa yang tak bisa dari diriku? Katakan padaku dengan jelas youngie!” aku tidak bisa mengontrol emosi ku.

“Begini Kris-ssi. Nampyeonku adalah setan penghisap darah. Jadi Sooyoung adalah manusia setengah vampir. Kalau tak mendapatkan darah namja, tubuhnya akan tidak stabil. Sooyoung tidak pernah mengatakannya pada kau kan? Jadi cobalah pahami perasaannya.” Eomma sooyoung menjelaskan pada ku yang sebenarnya. Apakah ini sungguhan? Apa hanya khayalan ku semata?

“Eomma..!!”

Terus terang, aku terkejut dengan kata-kata eomma sooyoung. Tapi aku tidak perduli kalau dia manusia setengah vampir. Aku mencintainya. Aku mendekatinya, merengkuhnya ke dalam pelukanku.

“Saranghae Choi Sooyoung.”

“Nado..”

“Ya! Bisakah kalian tidak bermesraan di depan kami!” ups, aku lupa kalau masih ada orang tua Sooyoung. Aku segera melepaskan pelukan ku.

“Mianhaeyo Ahjumma, Ahjussi. Hehehe.”

**The End**

Mian ceritanya ga jelas. Author lagi stress.

RCL ok😀

fanfic ini pernah dipublish di fanfictyoung.wordpress.com

6 thoughts on “Superlovers In The Sun

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s