First Meeting [Part 1]


Poster FF First Meeting

Author            : @andinarima

Title                : First Meeting

Genre             : Romance, drama, family

Main Cast      :           – Jessica Jung Girls’ Generation

– Kris Wu EXO

– Lee Donghae Super Junior

– Tiffany Hwang Girls’ Generation

Support Cast :           – SMTOWN Family

Rating             : PG+17

Length            : Chapter – Ongoing

Disclaimer      : Di hari special ini aku mau posting FF yang mungkin udah kalian tunggu-tunggu dari pertama kali aku publish teasernya. Maaf ya pendek, soalnya aku mau tahu dulu respon kalian seperti apa, hehehe. Pliss banget kritik dan saran yang membangun sangat aku harapkan. FF and Poster IS MINE!!!

Masih berstatus HIATUS, okee?? Inspired by Novel karya Kim Eun Jeong – My Boyfriend’s Wedding Dress

Update Publish tiap tanggal 14, jadi tunggu aja yaaa🙂

###

Setelah memantapkan hatinya, Jessica berlari dari aula Grand Hotel. Berlari tanpa memedulikan panggilan keluarganya dan tatapan heran dari semua undangan. Ia berlari menerobos apa saja yang ada di hadapannya dan menimbulkan sungutan tajam dari orang-orang. Jessica membuka pintu keluar Grand Hotel dan langsung memberhentikan taksi yang sedang melintas.

“Seungri Apartment, Ajjushi,” perintah Jessica.

“Baik, Agassi.” Sopir taksi itu pun langsung menjalankan mobil ke tempat yang dituju.

Di kursi penumpang, terlihat Jessica sedang mengatur napasnya. Mukanya sedikit pucat dan berkeringat. Sopir taksi yang melihat dari kaca spion mengerutkan keningnya. Heran dengan penumpangnya yang memakai gaun pengantin tapi terlihat letih. Sopir taksi itu tak bertanya karena itu bukanlah urusannya.

Jessica masih sibuk dengan gaun ‘mewah’nya ketika Ajjushi mengatakan kalau sudah sampai ke tujuan. Jessica tersenyum sembari memberikan uang argo. “Gomawo, Ajjushi.”

Jessica langsung berjalan cepat menuju apartmentnya di lantai 8. Ia ingin mengeluarkan kunci dari ‘kantong’ di gaun pengantinnya ketika pintu apartmentnya terbuka dari dalam.

Eonni, kenapa eonni lari dari pertunangan eonni? Apa eonni ingin membuat malu Appa dan Eomma?” Krystal yang berkacak pinggang langsung mengomeli kakaknya.

Jessica menghela napas. “Krys, biarkan aku masuk dulu,” pinta Jessica pelan.

“Aku akan membiarkan eonni masuk setelah menjawab pertanyaanku,” ultimatum Krystal.

“Aku akan menjawab semua pertanyaanmu setelah aku masuk ke kamarku dan ganti baju, oke?” Jessica menatap mata adiknya sayu.

“Baiklah,” akhirnya Krystal mengalah.

Jessica langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. “Apa yang baru saja kulakukan? … Tidak, apa yang kulakukan tadi adalah benar. Karena aku tidak mencintai Kris-ssi.” Jessica membenarkan apa yang baru saja ia lakukan. Lari dari pertunangan dengan seoranga namja tampan yang sangat mencintai dirinya! Ia tidak salah melakukan itu, karena itu untuk kebahagiaannya sendiri.

Setelah merasa tenang, Jessica mengambil salah satu pakaian santainya dan mengenakannya. Ia keluar ketika mendengar suara adik kesayangannya berteriak memanggil namanya. Krystal duduk di sofa dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

“Keputusan yang tadi eonni ambil cukup beresiko lho,” gumam Krystal.

Ne, aku tahu.” Jessica duduk di sebelah adiknya.

“Lalu kenapa eonni melakukannya?” Krystal berbalik menghadap Jessica.

“Setelah aku pikir-pikir, ternyata aku tidak mencintainya…”

Mwo? Tidak mencintai Kris Oppa? Terus kenapa eonni menerimanya?” Kedua alis Krystal bertaut heran.

Molla. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata,” ujar Jessica. Ia sekarang hanya berharap tindakannya tadi tidak membawa pengaruh besar terhadap apapun.

“Aku takut kalau… Kris Oppa marah kepada eonni,” kata Krystal, menyuarakan apa yang dipikirnya kakaknya.

“Bukan marah. Mungkin malah membenci eonni.” Jessica tersenyum nanar.

Krystal bangkit dari duduknya, membuat Jessica ternganga.

Yaa! Eonni kan sudah melakukan apa yang menurut eonni baik, tapi kenapa eonni malah bersedih? Itu seperti bukan eonniku saja,” seru Krystal riang. Ia tahu, kakaknya bukanlah tipe orang yang gampang bersedih, tetapi kalau kakaknya sudah menyesali sesuatu ia akan terus menyesalinya sampai orang itu telah memaafkannya. Karena ia sudah tahu, maka ia ingin menghibur kakaknya.

Jessica tersenyum, senang karena adiknya sedang menghibur dirinya.

###

Eonni, aku mau berangkat kuliah dulu. Eonni jangan lupa makan dan mengunci pintu jika ingin berangkat kerja. Bye!” seru Krystal. Jessica yang berada di kamar mandi hanya bisa membalas itu dengan kata ‘ya’.

Beberapa menit kemudian dirinya sudah cantik seperti biasa dengan balutan dress berwarna peach. Ia melakukan apa yang tadi diingatkan oleh adiknya. Sekarang ia akan menjalankan mobilnya menuju kantor Style Magazine, dimana seorang Jessica Jung menjadi manager-nya.

Sesampainya ia dikantor, puluhan pasang mata terus memperhatikannya. Ia sebenarnya merasa risih, tapi ia  paham penyebab dari semua itu. Pelariannya dari pertunangannya sendiri. Benih-benih penyesalan mulai menghinggapi dirinya. Tetapi semua itu sudah terlambat untuk diulang kembali. Jessica membalas tatapan itu dengan senyuman tipisnya dan bergegas menuju kantornya.

Jessica membaringkan kepalanya di atas meja yang dialasi kedua tangannya. Ia berusaha menenangkan hati dan pikirannya untuk beberapa jam ke depan.

Tok.tok.tok

Jessica terlonjak. Ia menghapus air matanya yang tadi sempat keluar dan merapikan diri sejenak sebelum berkata ‘masuk’.

Annyeong, Manager Jung,” sapa Taeyeon, sekretaris perusahaan Style Magazine.

“Ahh, eonni. Jangan formal begitu. Aku kan sudah bilang panggil saja aku Jessica.” Taeyeon hanya tersenyum. “Waegeurae eonni?”

Taeyeon duduk di depan Jessica. “Ini ada pemberitahuan dari  Sajangnim mengenai fotografer kita yang baru, Jess.” Taeyeon menyerahkan map merah kepada Jessica.

Yeoja itu meneliti beberapa kata lalu berkomentar, “Fotografer kita kali ini berasal dari Paris? Apa tidak ada masalah dengan bahasanya nanti?” Terlihat kekhawatiran di wajah cantik Jessica.

“Sebenarnya fotografer itu seorang Warga Negara Korea. Paris hanya kota untuk menempuh pendidikannya saja,” jelas Taeyeon.

“Oh begitu. Baiklah, aku akan menyetujuinya.” Tangan Jessica bergerak kesana-sini untuk membubuhi berkas itu dengan tandatangannya lalu menyerahkannya kembali pada Taeyeon.

Taeyeon tak bergerak. Ia menatap Jessica dengan pandangan yang sulit dipahami.

“Mm.. ada apa lagi eon?”

“Kenapa kamu lari dari pertunangan itu?” JEDDARR. Taeyeon langsung menusuk hati Jessica dengan pertanyaan tanpa kalimat pembuka itu.

“Ehh… itu…” Terlihat jelas keraguan di wajah Jessica dan Taeyeon melihatnya. Ia tersenyum lalu, “Kalau kamu tidak mau cerita tidak apa-apa. Tapi aku akan selalu ada waktu untukmu.” Taeyeon pamit undur diri. Tapi ketika tangannya sudah memegang kenop pintu, Jessica berkata, “Gomawo, eonni!” Taeyeon mengangguk.

###

Yoona sedang celingak-celinguk di Bandara International Incheon. Ia adalah utusan dari kantor Style Magazine untuk menjemput sang fotografer baru. Menurut informasi yang tadi didapatnya, pesawat Air France sudah mendarat dari beberapa jam yang lalu. Yoona menyesali kebodohannya sendiri. Pertama, ia datang 10 menit sesudah pesawat mendarat. Kedua, karena terlalu mendadak ia tidak membawa foto dan tidak tahu nama fotografer tersebut. Benar-benar menyebalkan.

“Dasar, Manager nyebelin. Aku baru dikasih tahu mendadak, nanti kalau ada suatu kesalahan kan aku juga yang diomelin,” rutuk Yoona kepada Managernya yang sekarang sedang berada di kantor Style Magazine.

Setelah beberapa menit hanya berjalan kesana-kemari tanpa tujuan seperti orang bodoh, dengan sangat ingin mengutuk sang manager Yoona menelepon Jessica. Sebelum berkata halo ia harus membuat suaranya sehalus mungkin.

Yoboseyo, eonni?” Yoona memanggil Jessica dengan sebutan ‘eonni’ karena memang semua staf diperintahkan seperti itu.

Ne, Yoonaya. Ada apa?” suara Jessica terdengar dari seberang.

Eonni, siapa nama fotografer itu?” seru Yoona tertahan. Ini untuk menjaga gengsinya karena berteriak di depan umum.

“Oh itu. Namanya Lee Donghae… Tuuuuuutt.” Setelah Jessica mengatakannya, sambungan telepon sudah terputus. Gadis itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia sudah tahu kalau Yoona tak menyukai dirinya dan selalu menganggap Jessica sebagai saingannya.

Yoona langsung mencari kertas dan alat tulis di tasnya, namun hanya ia temukan kertas pembungkus makanan dan alat make-up nya saja. Dengan mengandalkan kertas dan pensil alis Yoona mulai menulis nama Lee Donghae menggunakan alphabet.

“Kau mencariku?”

Yoona hampir saja terjatuh kalau tangannya tidak ditahan orang yang mengagetkannya tadi. Yoona berbalik dan mendapati seorang namja tampan yang memakai kacamata hitam sedang menatapnya.

“Ah? Kau … Lee Donghae?” tanya Yoona gugup.

Namja yang mengaku bernama Lee Donghae itu mengangguk lalu melepaskan kacamata hitamnya.

“A.. ak.. aku Im Yoona dari kantor Style Magazine. Aku.. diutus oleh atasanku untuk menjemputmu,” ujar Yoona gugup. Ia tak tahu mengapa ia menjadi gugup di depan namja ini.

“Baiklah, sekarang kau antarkan aku ke kantormu. Ppalli!” Donghae langsung berjalan meninggalkan Yoona yang lari menyusulnya. Yoona jadi keki sendiri ketika ia diperlakukan tidak sopan dengan namja yang baru pertama bertemu dengannya.

###

Jessica sedang menandatangani beberapa berkas ketika ia mendapat telepon. Dari Seohyun, teman dekatnya sekaligus manager dari model cantik Kwon Yuri.

“Ada apa, Seohyun-ah?” tanya Jessica.

“Hhh… eonni sebelumnya aku minta maaf, tapi mendadak saja Yuri tidak mau shooting. Ia ingin berhenti, Jess eonni,” kata Seohyun. Sepertinya ia sambil menangis karena suaranya agak tercekat. Seohyun adalah orang yang sangat lembut perasaannya, tapi sayang ia harus bekerja sama dengan model cantik tapi arogan seperti Yuri. Yuri yang lebih tua dari Seohyun ini seringkali ngambek dan marah-marah kepada Seohyun. Jessica dan Taeyeon sudah sering sekali menasihati Seohyun untuk berhenti, namun Seohyun mengatakan, “Eonni, cari kerja di Seoul itu sekarang susah. Lebih baik aku merubah sikapku yang terlalu over protect terhadap Yuri. Mungkin ia bisa berubah.” Tapi sepertinya pembelaan Seohyun terlalu berlebihan, karena sudah dua bulan dari pernyataan itu Yuri belum bisa berubah. Malah semakin menjadi angkuh sikapnya. Sepertinya kali ini Jessica harus turun tangan.

Jessica mengambil tasnya lalu berjalan keluar ruangannya. “Aku akan kesana Seohyun…”

Andwae, eonni…”

“Seohyun, aku kan manag….. auww!”

###

Sedetik setelah mobil berhenti, Donghae langsung turun dan meninggalkan [lagi] Yoona yang sibuk mencari dompetnya di dalam tas. Yoona masih sibuk dengan kegiatannya ketika ia mendengar pekikan seseorang.

“… auww!” Jessica memekik tepat ketika ia membuka pintu. Jessica mundur beberapa langkah sambil memegangi keningnya yang terpentok sesuatu.

Aissh, jinjja. Hari ini aku sial sekali,” umpat seseorang.

Jessica mendongak lalu … “Ah mianhae. Jeongmal mianhae, Tuan. Tapi saya lagi buru-buru. Permisi!” Jessica berjalan melewati namja itu.

Eonniii, tunggu!” Jessica menoleh dan mendapati Yoona berlari ke arahnya. “Eonni kago sipeoyo?”

“Aku mau ke lokasi syuting Yuri, dia bermasalah sepertinya. Oh iya, kau sudah bertemu dengan Lee Donghae?”

Yoona mengangguk lalu menunjuk namja yang tadi bertabrakan dengan Jessica. “Itu orangnya.”

Jessica melongo kaget. “Aissh, kesan pertama yang buruk,” gumamnya.

Ne eonni?” Yoona bertanya karena ia seperti mendengar sesuatu.

Jessica menggeleng. Ia menghampiri Lee Donghae yang masih berdiri di tempat semula. Ia memandang Jessica dengan matanya yang tajam.

“Mmm… maaf Donghae-ssi aku tidak bisa menyambutmu karena… model Style sedang ada masalah jadi saya…”

“Aku ikut denganmu.”

“Hah?” Jessica membelalakan mata.

“Aku ikut denganmu. Bagaimana pun aku harus tahu terlebih dahulu kualitas model dan majalah ini, baru aku bisa memutuskan untuk bergabung atau tidak,” ujar namja itu.

“Tapi, kata Direktur…”

“Aku hanya menyetujui untuk datang ke negara ini saja. Untuk bergabung dengan majalahmu aku belum memutuskan.”

“Ahh, begitu rupanya. Baiklah kau boleh ikut. Yoona-ya, tolong kau bawa dia ke mobilku, aku ingin bertemu dengan Taeyeon eonni dulu,” ujar Jessica.

“Baik, eon.” Yoona membawa Donghae menuju Porsche silver milik Jessica.

Eonni, kalau ada pesan untukku dari Direktur tolong langsung kabari aku. Aku mau mengajak fotografer baru kita ke lokasi syuting Yuri,” kata Jessica.

Ne. Hati-hati ya Jess.” Jessica mengangguk lalu langsung menuju mobilnya diparkir.

“Lama sekali,” gumam Donghae sedikit keras.

“Emm, maaf Donghae-ssi karena telah membuatmu menunggu lama.” Jessica memberikan senyuman manisnya untuk namja menyebalkan itu.

Eonni, aku ikut juga ya,” kata suara seseorang dari kursi penumpang di pintu belakang. Yoona.

“Yoona-ya, ah tidak apa. Kau bisa membantuku nanti.” untuk menjaga Lee Donghae-ssi, tambahnya dalam hati.

Jessica mulai menjalankan mobilnya menuju lokasi syuting Kwon Yuri.

5 thoughts on “First Meeting [Part 1]

  1. tok tok tok………………author mau nanya????
    ini ff KrisFany bukan???
    kalo iya aku baca tpi kalo bukan____________

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s