Piece 3


Title: Piece : Piece 3

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

 

Mata brownise Kyuhyun membesar, saat mata coklatnya itu menangkap sosok yeoja tinggi, dengan rambut panjang tengah berdiri dihadapannya. Ia masih tidak percaya, yeoja itu datang menemuinya, sudah sekian lama dia tidak melihatnya.

“Vi-Victoria…..?”

Kembali bibir Kyuhyun bergumam nama itu, nama yang sebenarnya sudah ia bisa lupakan sejak 3 bulan kehadiran Seohyun dirumahnya. Namun, akhirnya yeoja itu kembali lagi kedalam hidupnya, membuat sebuah memori baru tentangnya diotak Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa. Lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?” Victoria tersenyum seraya bertanya.

Kyuhyun hanya bisa terdiam dihadapan Victoria. Senyum, suara, dan wajah Victoria kembali mengingatkannya pada masa-masa dia dan Victoria masih berpacaran, kanangan yang terlalu indah untuk dilupakan. Dan sangat berat untuk dihapus, benarkan Kyuhyun?

Kyuhyun menggeleng cepat, membuang pikirannya yang mulai mengambil kontrol atas otaknya. Victoria hanya tersenyum manis kearah Kyuhyun, menunggu respon atau jawaban dari Kyuhyun atas sapaannya tadi.

“Vi-Victoria…a-aku…a-aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” tanya Kyuhyun seraya mempersilahkan duduk.

“Aku baik-baik saja. Hei, oppa mianhaeyo…” jawab Victoria dengan senyum biasanya.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun yang tidak mengerti kata-kata dari Victoria.

“Mianhaeyo, Karena aku sudah pergi dan memutuskan hubungan secara sepihak.” Jawab Victoria tertunduk.

“Akh! Ani, ani, itu tidak apa-apa. Bagaimana pernikahanmu dengan Kangin?” tanya Kyuhyun seraya tertawa kecut.

“Dia…..Kangin oppa….dia…dia telah meninggalkanku dan tidak mengajakku.” Jawab Victoria.

“Maksudmu?” tanya kembali Kyuhyun.

“Dia masuk jurang tanpa mengajakku…Hiks…Hiks” akhirnya tangis Victoriapun pecah, saat dirinya menceritakan nasib Kangin.

“Ma-maksudmu kangin….maninggal?” tanya Kyuhyun kaget.

“Satu minggu sebelum pesta pernikahan kami dia meninggal dan meninggalkan aku dengan perut yang sudah membesar. Aku mengandung anaknya, sebenarnya kami akan menikah karena aku mengandung, tapi dia malah mati…Hiks….bagaimana ini?”

‘Tidak…..apa ini? Tidak…..apa yang aku pikirkan? Tidak…tidak…..”

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 3: So Close, She’s Far.

~~~~~~~~~~~

“Victoria!”

Kyuhyun sontak berlari kearah Victoria, saat melihat yeoja itu akan ambruk. Namun, untunglah Kyuhyun lebih cepat, tubuh Victoria yang hendak jatuh kelantai kini berada dipangkuannya. Ia sudah tidak sadarkan diri, Kyuhyun bisa melihat setiap lekuk wajahnya, wajah yang selalu ia rindukan.

“Sulli, Amber!” Panggil Kyuhyun kepada kedua pelayannya itu. Tak lama Sulli dan Amber datang sambil berlari kecil.

“Ada apa tuan?” tanya Sulli yang ikut berjongkok dihadapan Victoria.

“Ambil air hangat dan cepat panggil dokter.” Perintah Kyuhyu yang mendapat anggukan dari Sulli dan Amber.

Dengan cepat Kyuhyun memangku tubuh Victoria yang pingsan kearah kamar tamu. Sesampainya disana, ia baringkan tubuh Victoria diatas kasur, tak lama Sulli dengan membawa air hangat dan Amber datang dengan seorang dokter.

“Dokter Kim, tolong periksa yeoja ini.” Pinta Kyuhyun dijawab anggukan dari dokter itu.

Saat Dokter Kim sedang memeriksa Victoria. Amber, Sulli dan Kyuyun menunggu diluar. Kyuhyun terlihat mundar-mandir didepan pintu kamar itu, ia kepal telapak tangannya dan raut wajahnya sanagt hawatir. Kenapa Kyuhyun? Takut?

Sudah beberapa menit dan dokter Kim pun keluar dari kamar itu, “Dia baik-baik saja. Dia pingsan karena sidikit shock, jika terus begitu itu sangat berbahaya untuk kandungannya. Dan sepertinya dia kurang memperhatikan makannya.” Ujar Dokter Kim.

“Tapi dia baik-baik saja kan dok?” tanya Kyuhyun yang sudah hawatir.

“Tenang, dia baik-baik saja. ini resep obat untuk menjaga kesehatan kandungannya dan daya tahan tubuhnya.” Jawab Dokter Kim seraya menulis sebuah resep dicerasi kertas.

Degan terburu-buru Kyuhyun masuk kedalam kamar itu, dan mendapati yeoja itu kini tengah duduk diatas ranjang dengan tatapan kelur jendela. Saat menyadari ada yang masuk Victoria memandang orang yang masuk itu, saat matanya menangkap sosok Kyuhyun, ia pun tersenyum.

“Victoria, apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun yang duduk disamping ranjang.

“Ne, aku baik-baik saja. Mianhae merepotkan” jawabnya seraya tersenyum manis.

“Akh! Kenapa harus minta maaf, kita kan teman. Jangan terlalu dipikirkan, jika kau stress itu sangat berbahaya untuk kandunganmu.” Ujar Kyuhyun sembari memberikan segelas air putih.

“Bagaimana aku tidak stress. Orang tuaku ingin aku menggugurkan kandunganku. Bagaimana ini Kyuhyun? Aku takut? Tolong biarkan aku bersembunyi dirumahmu, sampai aku menemukan solusinya. Aku taku Kyuhyun, aku tak mau mengugurkan kandunganku, dia anakku darah dagingku sendiri.” Ujar Victoria.

Wajah Kyuhyun berubah, sorot matanya menunjukan ada sebuah rasa kasihan terhadap yeoja yang ada dihadapannya itu. Tangannya meraih tangan Victoria, kedua tangan mereka saling berpegangan.

“Aku….aku akan menikahimu.”

Kata-kata itu sangat mulus meluncur keluar dari bibir Kyuhyun. Dengan sorot mata yang sangat serius, Kyuhyun memberikan janji kepada Victoria, janji yang sama yang ia berikan untuk Seohyun.

Sementara itu dibalik pintu kamar, seorang yeoja tengah mencengkram dadanya. Sakit, perih dan sesak itulah yang ia rasakan. Air matanya berjatuhan tetes demi tetes dan membashi kedua pipinya. Akh! Kyuhyun, kau sudah melakukan kesalahan fatal!

‘Untuk apa?….ahaha! untuk apa?’

Seohyun menyeka air matanya kasar, tubuhnya terantuk didinding, wajahnya tertunduk, mencoba menyembunyikan air matanya yang sudah membasahi kedua pipi chubbynya.

Tak sengaja seorang pelayan Kyuhyun yaitu, Minho melintas dan melihat Seohyun tengah terduduk dilantai sambil menyandar kedinding, “Emh…nyonya Seohyun, anda baik-baik saja?” tanya Minho sembari membungkukan badannya mencoba melihat wajah Seohyun.

“A….ni, aku baik-baik saja.” jawab Seohyun masih tertunduk.

“Kenapa anda duduk dilantai? Anda sedang mengandungkan?” tanya Minho.

“Aku tadi terpeleset.” Seohyun menjawab seraya mendonghakan wajahnya lalu tersenyum, tak ada gurat bekas kesedihannya tadi.

“Akan saya panggilkan Sulli untuk mengantar anda kekamar.” Ujar Minho sembari hendak berlalu.

Namun, belum Minho pergi langkahnnya sudah terhenti akibat sebuah tangan yang menahan tangannya. Dilihatnya tangan Seohyun sedang memegang tangan kiri Minho dan itu membuat Minho sedikit kaget.

“Jangan dulu pergi. Aku tak butuh Sulli, bisakah kau menemaniku disini?” tanya Seohyun sembari membuang muka.

Minhopun megangguk dan duduk disebelah Seohyun sambil menekuk kedua kakinya, “Anda punya masalah?” tanya Minho.

“Akh! Jangan seformal itu, panggil saja Seohyun.” Ujar Seohyun.

“Akh, ne….Seohyun.” ucap Minho yang berusaha membiasakan diri.

“Hei, apa kau pernah merasa kau adalah manusia yang paling bodoh didunia?” tanya Seohyun.

“Memang kenapa?” Ujar Minho seraya bertanya balik.

“Jawab saja.” jawab Seohyun.

“Emh…pernah, saat aku mendapat nilai 30 dalam pelajaran Matematika. Hehe!” ujar Minho sembari menggaruk belakang kepalanya, “Memang kenapa Seohyun?” tanay Minho.

“Akh! Tidak aku hanya merasa aku adalah manusia yang bodoh.” Ujar Seohyun.

“Sebenarnya tidak ada yang bodoh didunia ini, hanya saja keadaan yang membuat mereka manjadi bodoh, dulu aku juga seperti itu, tapi aku tidak putus asa dan terus berlari. Jangan terlalu dipirkan Seohyun, kau sedang mengandung.” Ujar Minho.

Seohyun terdiam sembari kedua matanya memandang kearah Minho, ia terdiam seakan ia memberikan kesempatan kepada Minho untuk mengutarakan isi hatinya. Dengan seperti itu Seohyun sedikit biasa melupakan kesedihannya.

“Akh! Bodoh, kenapa aku bicara ngawur.” Ujar Minho saat dirinya sadar, lalu tertawa garing.

“Ani, kau benar. Aku harus tetap belari, walau angin besar terus menerjang. Aku harus tetap berlari.” Ucap Seohyun dengan senyum manisnya.

‘Aku…..harus tetap berlari….!’

~~~~~~~

Dengan perasaan yang hancur, Seohyun berjalan kearah kamarnya. Meninggalkan Kyuhyun dan Victoria berdua dikamar tamu, ia memandang kearah luar jendela kamarnya, ‘Dia tidak membutuhkan ku lagi.’ batinnya.

Ia lirik koper berwarna hitam yang tersimpan rapih dibelakang pintu. Ia menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan, lalu meraih koper hitam itu dan mengambil beberapa barangnya, karena tidak mungkin ia bawa semua.

‘Mungkin nanti aku harus kembali lagi kesini untuk mengambil sisa barangku.’ Batinnya sembari memberekan barang-barangnya.

“Nona Seohyun waktunya ma-…… Nona Seohyun kenapa anda membereskan barang-barang anda? Apa nona dan tuan akan pergi?” tanya Sulli sembari menaruh nampan berisi makanan.

“Sulli, selama aku dirumah ini kaulah yang sangat baik. Gomawoyo Sulli-ssi. Aku akan pergi dari rumah ini, aku mohon jangan katakan kepada Kyuhyun.” Ujar Seohyun yang suah siap pergi.

“Tapi anda akan kemana?” tanya Sulli.

“Kembali keapartemen ku yang dulu. Sekali lagi gomawoyo Sulli-ssi, annyeong.” Ujar Seohyun.

Seohyun melangkah keluar dari kamarnya. Setelah melihat Kyuhyun masih ada dikamar tamu bersama Victoria, ia pun pegi dari rumah Kyuhyun tanpa sepengetahuan Kyuhyun, dan hanya Sulli yang tau.

“Nona….Seohyun. Uh! Nona Seohyun pergi pasti gara-gara nona Victoria.” Ujar Sulli dengan raut wajah sebalnya.

~~~~~~~

Seohyun berjalan gontay kearah apartemennya, degan tangan kiri yang terus mengelus lembut perut besarnya, “Huh~” ia menggela nafas berat, saat dirinya tengah berdiri didepan pintu apartemennya.

‘Sudah berapa lama aku tidak pulang kesini?’ tanya nya kepada dirinya sendiri.

Ia memasukan kombinasi nomor untuk membuka pintu apartemnnya. Ia putar knop pintu berwarna putih dengan ornamen berwarna emas itu dan mendapati semua prabotannya sudah dibungkus plastik dan banyak debu dimana-mana.

“Aish! Sepertinya aku sudah pergi sejak 1 tahun yang lalu.” Ucapnya seraya tertawa.

Seohyun berjalan kearah kamarnya, menaruh koper dan isinya kedalam lemari dan bersiap untuk bersih-bersih apartemennya. Ruang pertama yang jadi sasarannya adalah kamar nya sendiri, lalu ke ruang tamu dan terakhir ke dapur.

“Yup. Figthing Seohyun.” Ujarnya mencoba menyemangati dirinya sendiri.

Beberapa jam sudah ia habis kan untuk memberekan seluruh ruangan di apartemennya, harusnya dengan keadaan kandungan yang sudah membesar dia tidak boleh bekerja sekeras ini, tapi kalau bukan dia siapa lagi yang akan membereskan apartemennya.

TET…..TET

Suara bel apartemen yang berbunyi nyaring itu membuat Seoyun menghentikan kegiatan bersih-bersihnya, ada tamu dan terlebih dahulu ia merapihkan dirinya, setelah dirasa cukup rapih dan sopan, Seohyun berjalan menuju pintu apartemen’nya.

“Iya, sebentar.” Ucapnya, ia memegang handdle pintu lalu membuka pintu kayu bercat putih itu.

“Annyeong, Seohyun~ah.” Namja itu tersenyum seraya Seohyun membukakan pintu untuknya.

Mata Seohyun membulat dan raut wajahnya sangat kaget saat kedua matanya mendapati sosok namja yang sudah 9 bulan tidak ia temui, Yah namja yang berdiri di hadapannya sekarang adalah oppanya, Park Jung Soo.

Suasana hening menyelimuti ruang tamu Seohyun, dua cangkir teh yang asapnya masih mengepul itu hanya menjadi pajangan. Leeteuk dan Seohyun tidak menyentuh gelas teh mereka sejak 10 menit yang lalu.

Seohyun binggung dan takut, jika oppa’nya melihat keadaannya seperti sekarang ini. Berantakan. Dengan peurt yang sudah besar dan dapat di pastikan hanya tinggal menghitung hari, dan calon anak yang ada di kandungan Seohyun akan lahir.

“Bagaimana keadaan’mu, saeng?” Setelah berdiam diri akhir’nya Leeteuk mengakhiri keheningan itu dengan bertanya kepada Seohyun.

“Aku baik-baik saja. Kalau oppa sendiri?” tanya Seohyun, sedari tadi Seohyun menundukan kepalanya tak berani menatap langsung kakak laki-lakinya itu.

“Aku juga baik-baik saja. Appa dan Eomma juga sama, mereka merindukan’mu.” Ujar Leetuk.

“A-aku juga merindukan kalian.”

“Lalu kenapa tidak pulang?”

“A-apa maksud oppa? jika aku pulang, aku hanya menjadi aib untuk keluarga.”

“Emh…..Hyunie. Oppa, Eomma dan Appa sudah tau tentang kehamilanmu sejak 5 bulan yang lalu, awalnya kami juga terkejut dan marah padamu, tapi sekarang kau sedang mengandung. Oppa mohon pulanglah, eomma dan appa merindukan’mu.”

“Ta-tapi aku malu dan juga taku.”

“Sudah, kamia tidak marah padamu. Malah sekarang appa dan eomma sudah bisa menerima kehamilanmu.”

“Ba-baiklah aku akan ikut pulang.”

“Nah, begitu. Tapi, sejujurnya Seohyun kau sangat jahat. Kau meninggalkan rumah 9 bulan yang lalu dengan alasan ingin mandiri, dan sekarang kau pulang dengan mambawa seorang anak dala kandungan’mu dan tidak ada ayahnya.”

“Mianhae, jeongmal mianhae, oppa!”

Seohyun seketika itu juga membukuk sangat dalam, bungkukannya bisa di artikan bungkukan yang sangat amat meminta permohonan maaf dari kakak laki-laki itu. Air mata yang keluar dari pelupuk mata Seohyun langsung jatuh dengan mudah ketika Seohyun dalam posisi bungkuk.

Leeteuk hanya bisa menghela nafas berat dengan raut wajah yang binggung dan juga kasihan terhadap dongsaeng satu-satunya itu. Kemudian Leeteuk memeluk adiknya itu dengan erat dan mengelus lembut rambut indigo panjang Seohyun

~~~~~~~~

|Cho’s Family Residence|

|Jinan, South Korea. 06.00 AM|

 

Pagi masih terasa dingin, sang mentari masih enggan untuk muncul dan membagi kehangatan dengan sinarnya. Di sebuah rumah besar nan mewah, seorang namja tengah terdiam di ruang tamu. Melamun, Kyuhyun?

Yah, Cho Kyuhyun putra satu-satunya keluarga Cho itu tengah melamunkan seseorang. Bukan keluarganya ataupun bukan Victoria yang kini masih tertidur dikamarnya. Kyuhyun sedang melamunkan Seohyun.

Yeoja yang pergi dari rumahnya tanpa memberitau terlebih dahulu kepada Kyuhyun, dan sekarang akibat kepergian Seohyun, Kyuhyun hawatir dengan keadaan yeoja itu. Sedari kamarin telepon darinya tidak pernah di anggkat dan SMS darinya tidak pernah di balas.

Beberapa menit Kyuhyun habiskan untuk melamun, dan saat bayangan yeoja itu melintas di otaknya membuat Kyuhyun gila dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri, lalu berteriak dengan sedikit pelan.

“Seohyun, kenapa kau pergi? Kau sedang hamil. Jangan menyusahkan dirimu. Seohyun.” Gumam Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya terhadap Seohyun. Sang yeoja cantik yang juga tengah mengandung, yaitu Victoria yang bangun dari tidurnya sedang berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

Saat ia melewati ruangan yang sering di pakai para pelayan Kyuhyun untuk berkumpul dan menyimpan barang mereka, Victoria tidak sengaja mendengar percakapan keempat pelayan Kyuhyun.

“Eh…eh, kalian tau tidak nona Seohyun pergi.” Ucap Sulli yang mengawali pembicaraan, sementara Victoria yang tidak sengaja menguping bersembunyi dibalik dindng dapur.

“Yang benar kau ini Sulli?” tanya Krystal yang tidak percaya.

“Tapi iya yang dikatakan Sulli, dari kemarin aku tidak melihat nona Seohyun.” Tambah Amber.

“Memangnya nona Seohyun pergi kemana?” tanya Minho.

“Dia pulang ke apartemennya, itu gara-gara saat tuan Kyuhyun mengatakan berjanji untuk menikahi nona Victoria dan tidak sengaja nona Seohyun mendengar itu. Yah sebagai yeoja yang sudah di bari janji untuk dinikahi juga, nona Seohyun sakit hati dan memilih pergi.” Jelas Sulli.

“Ish…ish, ternyata tuan Kyuhyun serakan juga yah. Dia ingin nona Seohyun dan juga ingin nona Victoria.” Timpal Minho.

“Akh! Nona Victoria sih, kenapa dia malam datang ke rumah ini? Jadinya nona Seohyun pergi.” Ucap Amber yang tidak tau bahwa perkataan itu secara tidak langsung mengusir Victoria, dan membuat yeoja itu menitihkan air matanya.

“Iya, iya. Padahal nona Seohyun itu baik dan menyenangkan.” Tambah Krystal.

Victoria sudah tidak kuat dengan cibiran yang secara tidak langsung dilayangkan untuknya itu. Matanya sudah basah sedari tadi, sejak dari awal dia mendengar percakapan para pelayan Kyuhyun. Ia pikir, ia tinggal di sini hanya sebagai pengganggu.

Victoria berjalan ke arah kamarnya, mengambil kopernya dan memasukan sebuah barangnya. Ia pergi keluar dari kamarnya dan berjalan kearah lantai 1 untuk langsung pergi dari rumah Kyuhyun.

Namun, saat Victoria melewati ruang tamu tidak sengaja ia Kyuhyun memergokinya. Kyuhyun yang melihat Victoria sudah rapih dengan membawa koper yang di bawanya pertama kali datang ke sini.

“Mau kenapa, Victoria? Seharusnya kau istirahat.”

“Jangan berbicara manis padaku! Aku tau kata-kata manismu sudah diberikan kepada yeoja lain.

“Ap-apa maksudmu?”

“Kau jahat Kyuhyun, kau membuatku seakan aku ini orang jahat. Kau berjanji menikahiku, tapi kau juga berjanji menikahi yeoja lain. Kau! Kau berengs*k.”

“Sungguh Victoria, aku tidak mengerti apa maksudmu?”

“Jangan pura-pura bodoh. Kau sudah berjanji untuk menikahi yeoja bernama Seohyun’kan? Dan kenapa kau juga memikatku dengan janji yang sama? Apa kau ingin memiliki kami berdua? Asal kau tau saja, aku tidak mau di madu.”

“Ta-tapi, Victoria…”

“Sudah, aku pergi. Tepati janjimu kepada Seohyun. Tunggu, Seohyun…..Park Seohyun? Yeoja berkaca mata yang sekelas dengan kita saat SMA? Apa itu dia?”

“Emh….iya, dia Park Seohyun.

“KAU! BAJ*NG*N, dia teman baikku, dan sekarang kau menghancurkan pertemanan kami. Aku bisa tebak, kau yang menghamilinya kan?”

“Tapi itu sebuah kecelakaan, aku sudah berjanji akan bertanggung jawab.”

“Dan sekarang tepati janjimu!”

“Kau mau kemana Victoria?”

“Aku akan pergi dari sini, jauh-jauh.”

Setelah Victoria pergi dengan naik taksi, entah kemana yeoja itu akan pergi dan sekarang kedua yeoja itu sudah meninggalkan kediaman keluarga Cho. Sekarang kau sendirian Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan? Menanggis? Berteriak? Atau bunuh diri? Tidak akan ada yang peduli.

~~~~~~~~

|Two Month Later|

.

.

|Seoul Hospital|

|Seoul, South Korea. 08.00 AM|

 

Pagi yang cerah, mentari sudah menampakan sinarnya yang masuk ke dalam ruang rawat Seohyun, dan membuat suhu ruangan itu sedikit hangat. Leeteuk masih tertidur di sofa di sebrang ranjang Seohyun.

Yah, sudah 2 bulan berlalu sejak Seohyun meninggalkan rumah Kyuhyun dan kembali kerumahnya. Bertemu dengan appa dan eommanya, awalnya dia sangat takut untuk bertemu orang tuanya, tapi setelah menihat reaksi mereka Seohyun menjadi senang.

Sekarang, usia kandungan Seohyun memasuki bulan ke 11 dan menurut dokter yang memeriksa Seohyun, Seohyun akan melahirkan pada tanggal 4 Februari berarti tinggal 2 minggu lagi.

Huh, walau masa kehamilannya sebentar lagi usai, Seohyun masih gelisah. Ia takut akan membesarkan anak sendirian, ia taku anaknya akan tumbuh tanpa ada sosok seorang ayah yang mendampingi pertumbuhannya.

Dan yang lebih di takutkan oleh Seohyun adalah jika mana sewakti-waktu Kyuhyun mengambil anak mereka darinya, walau bagaimanapun anak yang ada dalam kandungan Seohyun adalah anak Kyuhyun dan Seohyun, jadi Kyuhyun juga mempunyai hak asuh.

Kini, Seohyun sedang duduk di atas ranjangnya dengan pandangan lurus kearah luar jendela kamar rawatnya. Gorden yang tadi menutup dan beberapa saat yang lalu baru di buka oleh suster yang sering memeriksa Seohyun.

Handphone LG itu selalu berdering setiap jam, terkadang panggilan masuk ataupun SMS yang masuk. Namun, Seohyun tau orang yang samalah yang selalu menelponnya dan mengiriminya SMS, oh yah jangan lupakan e-mail sudah ada 200 e-mail yang di terima Seohyun.

Kyuhyun terus-menerus mengirimi SMS, E-mail dan mencoba meneleponnya tapi Seohyun mengabaikan itu, hatinya sudah terlalu sakit untuk mendengar suara Kyuhyun. Jangankan mendengar melihat namanya saja hatinya seperti tertinpa besi yang berat.

‘Aku tidak pernah membencimu, oppa. Walau sesakit, sebanyak apapun kau menyakitiku aku tidak pernah bisa membencimu, Kyuhyun oppa. Tapi, untuk sekarang aku ingin sendiri dan tidak ingin bertemu denganmu.’

Seohyun menoleh ke arah Leeteuk yang baru saja terbangun dari tidurnya, sebuah senyum ia singgungkan untuk kakak laki-laki itu. Leeteuk juga membalas senyum dongsaeng’nya itu lalu beranjak dari sofa dan duduk di sebelah Seohyun.

“Bagaimana ke adaan’mu? Merasa baikkan?” tanya Leeteuk.

“Ne, aku baik-baik saja.”

“Aku akan pergi dulu, nanti ada eomma yang akan ke sini.”

“Baiklah, oppa jangan lupa makan. Jangan terus menghawatirkan aku.”

“Baiklah. Dasar adik yang cerewet.”

Pintu ruang rawat Seohyun terbuka, dan menampilkan seorang yeoja parah baya dengan wajah makanan di tangan kanannya. Bisa di pastikan itu adalah eomma Seohyun, yang selalu datang setiap pagi untuk mengantar sarapan dan menjaga anaknya. Park Jung Jeon (Author OOC Buat nama appa dan eomma Seohyun).

“Selamat pagi, putri eomma yang manis.” Sapa manis nyonya Park kepada anaknya itu.

“Pagi juga eomma’ku yang cantik, Seohyun ingin di peluk eomma.” Pinta Seohyun manja, lalu eommanya dengan senang hati memeluk anaknya itu.

“Leeteuk, kau mau pergi? Kalau begitu eomma akan menjaga Seohyun.” Ujar nyonya Park.

“Aku akan pergi sebentar eomma, mengambil beberapa barang Seohyun. Ghamsahamida, eomma. Aku pergi annyeong.” Ujar Leeteuk pergi setelah membungkuk sempurna dihadapan eommanya.

“Wah! Eomma bawa apa?” tanya Seohyun yang senang melihat eomma membawa makanan untuknya.

“Ini makanan kesukaanmu, sup rumput laut dan ini boneka keroro yang kau suruh bawa.”

“Gomawoyo, eomma. Eomma sangat baik padaku, tapi aku malah membuat malu eomma.”

“Loh! Siapa yang malu? Pasti anak’mu nanti akan cantik jika yeoja dan tampan jika namja.”

“Ahaha! Eomma, gomawoyo eomma.”

“Ne, cheonma Seohyun~ah. Cheonma.”

~~~~~~~~

|Cho’s Family Residence|

|Jinan, South Korea. 11.00 AM|

 

Kyuhyun terdiam, melamun, pikirannya melayang dan melayang pergi meninggalkannya jauh. Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, semuanya pergi, semuanya meninggalkannya, dia sendiri sekarang tidak ada siapapun di sisinya.

TENG…..TENG

Suara bel itu membuat Sulli bergegas membuka pintu dan seorang namja masuk ke dalam rumah Kyuhyun. Namja itu duduk tepat di hadapan Kyuhyun yang tengah melamun.

“Aku datang.” Ucap namja itu.

“Akh! Hyung, mianhae aku melamun. Ini semuah barang-barang Seohyun, yang tertinggal.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan kardus berisi barang-barang Seohyun yang tadi tertinggal di rumah Kyuhyun.

“Yah, terima kasih. Kau kenapa?”

“Tidak, hanya aku rindu kepada adik’mu itu.”

“Emh…..ini semua salah’mu, kau harus menerima konsekuensinya.”

“Tapi Hyung, apa tidak bisa aku bertemu dengan Seohyun, 1 kali saja untuk menjelaskan semuanya.”

“Tidak! ayahku sudah melarangmu bertemu dengan Seohyun. Semakin banyak kau bertemu dengan Seohyun, kesehatan Seohyun akan semakin parah. Semakin sedikit atau tidak pernah kau bertemu dengan Seohyun maka semakin baik.”

“Hyung……ta-tapi apa aku bisa melihat anak’ku saat dia lahir?”

“Bisa, hanya saja bila Seohyun menginjinkan, tapi kau hanya boleh bertemu anak kalian, tapi tidak bertemu dengan Seohyun.”

“Gomawoyo Hyung, bertemu dengan anak’ku itu sudah cukup.”

“Baiklah aku pulang dulu. Ada pesan untuk Seohyun sebelum ia melahirkan?”

“Emh….aku hanya berharap dia melahirkan dengan selamat, dia dan anak kami selamat.”

“Baiklah. Annyeong.”

Setelah Leeteuk pergi dari rumah Kyuhyun, Kyuhyun seakan di beri angin sejuk saat mendengar dia di izinkan bertemu dengan anaknya saat anaknya lahir. Ia saja menurutnya sudah cukup, walau tidak bertemu dengan Seohyun. Sedikit tenang, huh?

~~~~~~~~

Kembali kerumah sakit di mana Seohyun dirawat, di sana Seohyun sedang sendiri di kamar rawatnya. Eomma sudah pergi karena tau Leeteuk sedang di jalan menuju kemari.

Di lorong rumah sakit seorang yeoja tengah berjalan menuju kamar Seohyun, yeoja itu adalah Victoria yang memutuskan untuk menemui teman semasa SMA itu, sebelum Seohyun melahirkan 2 minggu lagi.

Victoria tiba di depan pintu ruang rawat Seohyun, saat tangannya hendak memegang handdle pintu, tangannya di pegang dan di tarik paksa oleh seseorang. Seorang namja menarik tubuh Victoria sedikit menjauh dari ruang rawat Seohyun.

“Sakit! Tolong lepaskan, Leeteuk oppa.” pintanya kepada Leeteuk yang baru datang.

“Sedang apa kau disini? mau menemui Seohyun dan memberitau’nya kau sudah merebut Kyuhyun?”

“Bukan….”

“Kau mau membuatnya patah hati lagi? apa kau gila? Kau tidak melihat dia sebentar lagi akan melahirkan?”

“Bukan itu, oppa.”

“Lalu apa?”

“Aku…aku baru tau sekarang oppa. Aku tau semuanya sekarang, Kyuhyun menjanjikan akan menikahi Seohyun tanpa aku ketahui dan dia juga berjanji akan menikahiku, dan janji itu yang membuat Seohyun patah hati. Aku kesini ingin meminta maaf.”

“Tapi Seohyun masih shock.”

“Aku mohon, aku hanya ingin meminta maaf kepadanya. Aku sudah jahat.”

“Emh….baiklah. Tapi cepat.”

Kemudian Victoria berjalan lagi kearah pintu ruang rawat Seohyun dan membukanya perlahan, di sana di atas ranjang Seohyun melihat kearah pintu yang di buka dan saat Victoria masuk, Seohyun sedikit kaget.

“Vi-Victoria~ssi…”

“Ha-hai Seohyun….”

“Hai juga Victoria~ssi..”

“Victoria saja. Aku kesini ingin meminta maaf kepadamu, atas kejadian di rumah Kyuhyun aku sudah jahat padamu dan tidak sadar aku merebut Kyuhyun darimu. Maafkan aku Seohyun.”

“Akh, Victoria tidak salah. Ini semua salahku yang ternyata bodoh.”

“Kalau begitu kau mau memaafkanku?”

“Yah. Aku memaafkanmu, kita kan teman.”

“Seohyun…..kau memang temanku. Jadi kapan kau akan melahirkan?”

“2 Minggu lagi.”

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Ini anak kalian kan?”

“Yah. Appa dan oppa sudah memberi izin jika anak ku lahir, Kyuhyun oppa boleh melihatnya.”

“Tapi apa dia boleh menjengukmu?”

“Tidak. appa dan oppa tidak mengizinkan itu.”

“Emh…..jadi apa kau sudah menyiapkan nama?”

“yah….namanya Park Chohyun.”

“Emh! Itu gabungan marga kau dan Kyuhyun lalu di tambah Hyun, dari nama kalian?”

“Yah begitulah. Walau bagaimapun dia tetap anak Kyuhyun oppa. Nah, sekarang Victoria. Kapan kau melahirkan?”

“Aku kira 3 bulan lagi. masih lama.”

“Semoga anakmu cantik atau tampan yah.”

“Amin. Anakmu juga yah.”

~~~~~~~~~

|Two Week Later|

.

.

|Seoul Housepital|

|Seoul, South Korea. 11.00 PM|

 

Sudah dua minggu berlalu, Seohyun sudah bisa merakan kontarksi-kontarksi diperutnya. Hampir waktunya. Seohyun sudah mempersiapkan dirinya dan tim dokter sudah siap kapanpun Seohyun akan melahirkan.

Persalinan Seohyun langsung ditangani oleh dokterk yang ahli bernama, dokter Jessica Jung. Jessica adalah dokter yang sangat ahli dalam bidang persalinan, dia juga yang membatu eomma Seohyun, saat eomma Seohyun melahirkan Seohyun.

Sementara itu Leeteuk, nyonya Park Jung Jeon (Eomma Seohyun) dan tuan Park Hyung Seo (Appa Seohyun) tengah menemani Seohyun diruang rawat. Rasa tegang dan senang menyelimuti kedua orang tua Seohyun, Leeteuk dan tentunya Seohyun.

Entah sudah berapa kali appa Seohyun tersenyum kepada Seohyun dan sedari tadi eomma Seohyun terus menggenggam kedua tangan anaknya itu. Mereka ingin Seohyun rilex dan tenang saat menhadapi persalinannya yang pertama.

“Hyunie~ah, apa ada yang kau rasakan?” tanya Leeteuk kepada dongsaengnya itu.

“Belum oppa. seperti belum.” jawab Seohyun tenang dan diselipi dengan senyum.

Waktu berjalan lumayan lambat, sudah jam 11 lebih 20 menit namun Seohyun belum merasakan apa-apa. Eomma Seohyun mengiri waktunya masih lama, jadi dia putuskan untuk beranjak dari kursi dan berjalan kearah pintu ruangan.

Namun, belum sempat pintu itu terbuka suara jeritan dari Seohyun membuat Park Jung Jeon tersentak kaget dan berlari kembali kearah Seohyun yang tengah merigis kesakitan sambil memegang perutnya.

“ARRRGGHHH! SAKIT! EOMMA, APPA!” pekik Seohyun dengan tangan kiri yang meremas seprai tembat tidurnya.

“Leeteuk! Segerapa panggl doktek Jessica.” Perintah Park Hyung Seo dengan tegas kearah anak laki-lakinya.

Leeteuk menjawab dengan anggukan, kemudian berlari keluar dari ruang rawat Seohyun dan memanggil dokter Jessica yang sudah bersiap dengan tim dokter yang lain.

Beberapa saat kemudian, Jessica dan tim dokter sampai di ruang bersalin Seohyun. Jessica memerintahkan, Leeteuk dan kedua orang tau Seohyun untuk menunggu di luar.

Sementara didalam Jessica dan para tim dokter sudah dibuat sibuk oleh Seohyun yang sedari tadi menggeram, karena merasakan sakit yang teramat sakit diperutnya, suatu cairan membasahi paha putih Seohyun. Itu air ketuban.

“Kajja! Kita mulai.” Ucap dokter Jessica sambil memakai masker dan memakai sarung tangan yang sudah steril, “Saat aku mengatakan dorong, nona Seohyun kau dorong dengan sekuat tenaga.” Perintah Jessica.

“DORONG!”

Seohyun mendorong atau lebih tepatnya….emh….ehem….ngeden dengan seluruh tenaga yang ia punya. Keringat sangat jelas terus mengucur dan membasahi wajah Seohyun. Jeritan kesakitan itu terus terdengar walau hanya beberapa kali.

Diluar ruang persalinan, Leeteuk dan kedua orangtua Seohyun dan dia tengan berdo’a meminta keselamatan untuk calon bayi Seohyun dan juga Seohyun sendiri. Dari ketiga orang itu, Leeteuklah yang paling hawatir.

Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya, ia mencari nama di kontak handphonenya dan berakhir di nama Cho Kyuhyun. Lalu ia mencoba untuk menelepon namja itu yang tidak lain adalah ayah dari anak yang akan di lahirkan Seohyun.

“Yeobseo…Hyung. Ada yang mau dibicarakan?” tanya Kyuhyun yang mendapat panggilan dari Leeteuk di tengah malam seperti ini.

“Aku kira kau tidur.” Ucap Leeteuk.

“Annio, dari tadi perasaanku tidak tenang dan membuatku tidak bisa tidur. Ada apa hyung?”

“Kau tau, sekarang Seohyun sedang dalam proses persalinan?”

Hening sejenak, Kyuhyun tidak bersuara saat Leeteuk mengatakan Seohyun sedang dalam proses persalinan dan akan melahirkan anaknya, anak Kyuhyun. Dihandphone Leeteuk hanya terdengar suara isakan, isakan yang pelan namun menyesakkan.

“Hyung…….HIKS……Hyung……Apa Seohyun baik-baik saja? bagaimana dengan bayi kami?”

“Kami belum tau pasti. Seperti dia akan baik-baik saja, setelah melahirkan anak kalian akan ada diruang perawatan dan jauh dari Seohyun. Kau bisa menemui anakmu saat dia lahir. Tapi tidak dengan Seohyun, kau masih belum di izinkan untuk bertemu dengannya.”

“HIKS…..apa itu benar? Ghasahamida hyung, aku tau aku tidak bisa….hiks…..bertemu Seohyun, kondisinya pasti masih lemas saat sudah melahirkan. Aku mengerti itu. Tapi, terima kasih sudah mengizinkanku untuk menemui anakku.”

“Yah, yah. Ternyata kau mengerti. Aku tidak punya hak untuk melarangmu menemui anakmu. Jadi besok datang jam 8 atau 9.”

“Baik hyung. Ghamsahamida. Tolong kirim E-mail saat Seohyun selesai melahirkan.”

“Baiklah. Annyeong.”

“Annyeong, Hyung.”

Setelah mengakhiri panggilan dengan Kyuhyun, Leeteuk memasukan kembali ponselnya kedalam saku. Sejenak ia menghelas nafas berat, dengan raut wajah yang kashian. Kasihan terhadap dongsaengnya, kasihan terhadap Kyuhyun. Kau tidak berpihak pada siapapun kan, Leeteuk?

Sementara dirumah kediaman keluarga Cho, Kyuhyun tengah menangis diatas meja kerjanya. Kepalanya ia tenggelamkan di antara kedua tangannya dan wajahnya langsung menghadap ke arah meja kerjanya.

Air matanya terus mengalir, dan membasahi meja kerjanya. Tapi sebenarnya untuk apa dia menanggis? Apa dia sedih Seohyun melahirkan? Bukan, dia mennangis karena saat yeoja yang sedang melahirkan anaknya, dia tidak bisa menemani yeoja itu.

Ditengah tangisannya, ada sebuah senyum lega yang terlukis dibibirnya, sebuah senyum lega yang teramat lega, “Seohyun~ah, berjuanglah. Maafkan aku tidak bisa menemanimu.” Gumamnya sangat pelan.

Tidak sengaja keempat pelayan Kyuhyun yaitu Sulli, Amber, Krystal dan Minho berjalan melewati kemar Kyuhyun dan mendengar tangisan tuan mereka. Mereka tau Kyuhyun menanggis karena tidak bisa menemani Seohyun saat proses persalinannya.

“Kasihan tuan Kyuhyun, dia tidak diizinkan untuk menemani nona Seohyun saat persalinannya.” Ucap Sulli.

“Huh! Mau bagaimana lagi, dia dihukum karena kesalahannya.” Timpal Amber.

“Benar juga yang dikatakan Amber, tapi tetap saja kasihan. Dan untuk nona Seohyun aku harap dia selamat.” Tambah Krystal.

“Yang aku harap hanya, nona Seohyun dan bayinya selamat dan bisa kembali bersama dengan tuan Kyuhyun.” Ucap Minho yang di amini oleh mereka semua.

~~~~~~~

Past, give me a pain.

The pain that you made in my heart.

Present, give me a confused.

The confused that you made in my mind.

Future, i hope give me your love.

Your love that you made just for me.

~~~~~~~

|1 week later|

.

.

|Seoul Housepital|

|Seoul, South Korea. 09.00 AM|

 

“Aku datang untuk melakukan hal yang biasa.” Ucap seorang namja kearah Leeteuk.

“Yah. Silahkan masuk, Seohyun dan Chohyun ada didalam.” Ucap Leeteuk mempersilahkannya masuk.

Terlihat didalam ruang rawat, yeoja dengan rambut indigo panjang itu tengah menimang-nimang Chohyun, anaknya yang baru berumur 1 minggu. Namja yang tadi masuk langsung memberikan senyum kepada Seohyun dan dibalas dengan senyum dari Seohyun.

“Melakukan yang sama?” tanya Seohyun.

“Yah, seperti itulah nona Seohyun. Pekerjaanku yang membosankan. Ayo Senyum Chohyun, eh iya tuan Kyuhyun juga menginginkan foto yang ada nona Seohyunnya juga, apa boleh?” tanya namja.

Seohyun berpikir sejenak lalu megangguk, dan seketika itu juga namja itu memotret Seohyun yang tengah menggendong Chohyun seraya tersenyum. Dan juga ada beberapa foto Chohyun yang tadi di ambil namja itu.

|Cho’s Familiy Corp|

|Seoul, South Korea. 11.00 AM|

Setelah dikira cukup dengan foto yang namja itu ambil, namja yang adalah orang suruhan Kyuhyun untuk membawa foto Chohyun setiap 4 kali seminggu, itu tiba dikantor Kyuhyun.

Namja itu membawa amplop coklat yang berisi beberapa lembar foto Chohyun dan satu lebar foto Chohyun ditambah Seohyun. Setelah sampai diruangan Kyuhyun, namja itu menyerahkan amplop itu.

“Akh! Anak appa sudah besar. Eh! Kau mendapat foto Seohyun juga?” ucap Kyuhyun saat melihat ada foto Seohyun.

“Yah, sesuai dengan permintaanmu. Tuan Cho.” Jawab namja itu dengan penekanan di kata Tuan Cho.

“Semakin hari dia semakin membaik, dan juga terlihat semakin cantik saja.” puji Kyuhyun, yang tentunya diberi daheman kecil dari namja yang berada berdiri dihadapannya.

“Jadi, bagaimana bayaranku? Katamu aku dibayar 1 kali seminggu?” ucap namja itu.

“Iya, iya. Kau sangat tidak sabaran, tidak pernah berubah dari sejak SMA, dasar Lee Sungmin ini uangmu. Terima kasih dan lanjutkan kerjamu.”

“Ehmmm, senang berkerja pada sahabat sendiri. Oh yah, anakmu setelah aku teliti tidak mirip denganmu dan lebih mirip dengan ibunya. Ahaha!”

“Apa kau bilang? Apa kau mau bilang aku ini jelek dan jika anakku seperti aku, akan sangat menyayangkan?”

“Yah, begitulah, untung saja Chohyun lebih mirip ibunya. Ahaha!”

“Dasar Lee Sungmin!”

“Jadi, setelah ini semua kau mau melakukan apa?”

“Tidak tau, mungkin akan seperti ini dalam beberapa bulan kedepan.”

“Yah…yah, kalian kali jangan terlalu merepotkan dengan permintaan yang aneh. Cho Kyuhyun.”

“Yah, gomawoyo Lee Sungmin.”

~To Be Continued~

Title: Piece : Piece 3

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

 

Mata brownise Kyuhyun membesar, saat mata coklatnya itu menangkap sosok yeoja tinggi, dengan rambut panjang tengah berdiri dihadapannya. Ia masih tidak percaya, yeoja itu datang menemuinya, sudah sekian lama dia tidak melihatnya.

“Vi-Victoria…..?”

Kembali bibir Kyuhyun bergumam nama itu, nama yang sebenarnya sudah ia bisa lupakan sejak 3 bulan kehadiran Seohyun dirumahnya. Namun, akhirnya yeoja itu kembali lagi kedalam hidupnya, membuat sebuah memori baru tentangnya diotak Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa. Lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?” Victoria tersenyum seraya bertanya.

Kyuhyun hanya bisa terdiam dihadapan Victoria. Senyum, suara, dan wajah Victoria kembali mengingatkannya pada masa-masa dia dan Victoria masih berpacaran, kanangan yang terlalu indah untuk dilupakan. Dan sangat berat untuk dihapus, benarkan Kyuhyun?

Kyuhyun menggeleng cepat, membuang pikirannya yang mulai mengambil kontrol atas otaknya. Victoria hanya tersenyum manis kearah Kyuhyun, menunggu respon atau jawaban dari Kyuhyun atas sapaannya tadi.

“Vi-Victoria…a-aku…a-aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” tanya Kyuhyun seraya mempersilahkan duduk.

“Aku baik-baik saja. Hei, oppa mianhaeyo…” jawab Victoria dengan senyum biasanya.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun yang tidak mengerti kata-kata dari Victoria.

“Mianhaeyo, Karena aku sudah pergi dan memutuskan hubungan secara sepihak.” Jawab Victoria tertunduk.

“Akh! Ani, ani, itu tidak apa-apa. Bagaimana pernikahanmu dengan Kangin?” tanya Kyuhyun seraya tertawa kecut.

“Dia…..Kangin oppa….dia…dia telah meninggalkanku dan tidak mengajakku.” Jawab Victoria.

“Maksudmu?” tanya kembali Kyuhyun.

“Dia masuk jurang tanpa mengajakku…Hiks…Hiks” akhirnya tangis Victoriapun pecah, saat dirinya menceritakan nasib Kangin.

“Ma-maksudmu kangin….maninggal?” tanya Kyuhyun kaget.

“Satu minggu sebelum pesta pernikahan kami dia meninggal dan meninggalkan aku dengan perut yang sudah membesar. Aku mengandung anaknya, sebenarnya kami akan menikah karena aku mengandung, tapi dia malah mati…Hiks….bagaimana ini?”

‘Tidak…..apa ini? Tidak…..apa yang aku pikirkan? Tidak…tidak…..”

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 3: So Close, She’s Far.

~~~~~~~~~~~

“Victoria!”

Kyuhyun sontak berlari kearah Victoria, saat melihat yeoja itu akan ambruk. Namun, untunglah Kyuhyun lebih cepat, tubuh Victoria yang hendak jatuh kelantai kini berada dipangkuannya. Ia sudah tidak sadarkan diri, Kyuhyun bisa melihat setiap lekuk wajahnya, wajah yang selalu ia rindukan.

“Sulli, Amber!” Panggil Kyuhyun kepada kedua pelayannya itu. Tak lama Sulli dan Amber datang sambil berlari kecil.

“Ada apa tuan?” tanya Sulli yang ikut berjongkok dihadapan Victoria.

“Ambil air hangat dan cepat panggil dokter.” Perintah Kyuhyu yang mendapat anggukan dari Sulli dan Amber.

Dengan cepat Kyuhyun memangku tubuh Victoria yang pingsan kearah kamar tamu. Sesampainya disana, ia baringkan tubuh Victoria diatas kasur, tak lama Sulli dengan membawa air hangat dan Amber datang dengan seorang dokter.

“Dokter Kim, tolong periksa yeoja ini.” Pinta Kyuhyun dijawab anggukan dari dokter itu.

Saat Dokter Kim sedang memeriksa Victoria. Amber, Sulli dan Kyuyun menunggu diluar. Kyuhyun terlihat mundar-mandir didepan pintu kamar itu, ia kepal telapak tangannya dan raut wajahnya sanagt hawatir. Kenapa Kyuhyun? Takut?

Sudah beberapa menit dan dokter Kim pun keluar dari kamar itu, “Dia baik-baik saja. Dia pingsan karena sidikit shock, jika terus begitu itu sangat berbahaya untuk kandungannya. Dan sepertinya dia kurang memperhatikan makannya.” Ujar Dokter Kim.

“Tapi dia baik-baik saja kan dok?” tanya Kyuhyun yang sudah hawatir.

“Tenang, dia baik-baik saja. ini resep obat untuk menjaga kesehatan kandungannya dan daya tahan tubuhnya.” Jawab Dokter Kim seraya menulis sebuah resep dicerasi kertas.

Degan terburu-buru Kyuhyun masuk kedalam kamar itu, dan mendapati yeoja itu kini tengah duduk diatas ranjang dengan tatapan kelur jendela. Saat menyadari ada yang masuk Victoria memandang orang yang masuk itu, saat matanya menangkap sosok Kyuhyun, ia pun tersenyum.

“Victoria, apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun yang duduk disamping ranjang.

“Ne, aku baik-baik saja. Mianhae merepotkan” jawabnya seraya tersenyum manis.

“Akh! Kenapa harus minta maaf, kita kan teman. Jangan terlalu dipikirkan, jika kau stress itu sangat berbahaya untuk kandunganmu.” Ujar Kyuhyun sembari memberikan segelas air putih.

“Bagaimana aku tidak stress. Orang tuaku ingin aku menggugurkan kandunganku. Bagaimana ini Kyuhyun? Aku takut? Tolong biarkan aku bersembunyi dirumahmu, sampai aku menemukan solusinya. Aku taku Kyuhyun, aku tak mau mengugurkan kandunganku, dia anakku darah dagingku sendiri.” Ujar Victoria.

Wajah Kyuhyun berubah, sorot matanya menunjukan ada sebuah rasa kasihan terhadap yeoja yang ada dihadapannya itu. Tangannya meraih tangan Victoria, kedua tangan mereka saling berpegangan.

“Aku….aku akan menikahimu.”

Kata-kata itu sangat mulus meluncur keluar dari bibir Kyuhyun. Dengan sorot mata yang sangat serius, Kyuhyun memberikan janji kepada Victoria, janji yang sama yang ia berikan untuk Seohyun.

Sementara itu dibalik pintu kamar, seorang yeoja tengah mencengkram dadanya. Sakit, perih dan sesak itulah yang ia rasakan. Air matanya berjatuhan tetes demi tetes dan membashi kedua pipinya. Akh! Kyuhyun, kau sudah melakukan kesalahan fatal!

‘Untuk apa?….ahaha! untuk apa?’

Seohyun menyeka air matanya kasar, tubuhnya terantuk didinding, wajahnya tertunduk, mencoba menyembunyikan air matanya yang sudah membasahi kedua pipi chubbynya.

Tak sengaja seorang pelayan Kyuhyun yaitu, Minho melintas dan melihat Seohyun tengah terduduk dilantai sambil menyandar kedinding, “Emh…nyonya Seohyun, anda baik-baik saja?” tanya Minho sembari membungkukan badannya mencoba melihat wajah Seohyun.

“A….ni, aku baik-baik saja.” jawab Seohyun masih tertunduk.

“Kenapa anda duduk dilantai? Anda sedang mengandungkan?” tanya Minho.

“Aku tadi terpeleset.” Seohyun menjawab seraya mendonghakan wajahnya lalu tersenyum, tak ada gurat bekas kesedihannya tadi.

“Akan saya panggilkan Sulli untuk mengantar anda kekamar.” Ujar Minho sembari hendak berlalu.

Namun, belum Minho pergi langkahnnya sudah terhenti akibat sebuah tangan yang menahan tangannya. Dilihatnya tangan Seohyun sedang memegang tangan kiri Minho dan itu membuat Minho sedikit kaget.

“Jangan dulu pergi. Aku tak butuh Sulli, bisakah kau menemaniku disini?” tanya Seohyun sembari membuang muka.

Minhopun megangguk dan duduk disebelah Seohyun sambil menekuk kedua kakinya, “Anda punya masalah?” tanya Minho.

“Akh! Jangan seformal itu, panggil saja Seohyun.” Ujar Seohyun.

“Akh, ne….Seohyun.” ucap Minho yang berusaha membiasakan diri.

“Hei, apa kau pernah merasa kau adalah manusia yang paling bodoh didunia?” tanya Seohyun.

“Memang kenapa?” Ujar Minho seraya bertanya balik.

“Jawab saja.” jawab Seohyun.

“Emh…pernah, saat aku mendapat nilai 30 dalam pelajaran Matematika. Hehe!” ujar Minho sembari menggaruk belakang kepalanya, “Memang kenapa Seohyun?” tanay Minho.

“Akh! Tidak aku hanya merasa aku adalah manusia yang bodoh.” Ujar Seohyun.

“Sebenarnya tidak ada yang bodoh didunia ini, hanya saja keadaan yang membuat mereka manjadi bodoh, dulu aku juga seperti itu, tapi aku tidak putus asa dan terus berlari. Jangan terlalu dipirkan Seohyun, kau sedang mengandung.” Ujar Minho.

Seohyun terdiam sembari kedua matanya memandang kearah Minho, ia terdiam seakan ia memberikan kesempatan kepada Minho untuk mengutarakan isi hatinya. Dengan seperti itu Seohyun sedikit biasa melupakan kesedihannya.

“Akh! Bodoh, kenapa aku bicara ngawur.” Ujar Minho saat dirinya sadar, lalu tertawa garing.

“Ani, kau benar. Aku harus tetap belari, walau angin besar terus menerjang. Aku harus tetap berlari.” Ucap Seohyun dengan senyum manisnya.

‘Aku…..harus tetap berlari….!’

~~~~~~~

Dengan perasaan yang hancur, Seohyun berjalan kearah kamarnya. Meninggalkan Kyuhyun dan Victoria berdua dikamar tamu, ia memandang kearah luar jendela kamarnya, ‘Dia tidak membutuhkan ku lagi.’ batinnya.

Ia lirik koper berwarna hitam yang tersimpan rapih dibelakang pintu. Ia menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan, lalu meraih koper hitam itu dan mengambil beberapa barangnya, karena tidak mungkin ia bawa semua.

‘Mungkin nanti aku harus kembali lagi kesini untuk mengambil sisa barangku.’ Batinnya sembari memberekan barang-barangnya.

“Nona Seohyun waktunya ma-…… Nona Seohyun kenapa anda membereskan barang-barang anda? Apa nona dan tuan akan pergi?” tanya Sulli sembari menaruh nampan berisi makanan.

“Sulli, selama aku dirumah ini kaulah yang sangat baik. Gomawoyo Sulli-ssi. Aku akan pergi dari rumah ini, aku mohon jangan katakan kepada Kyuhyun.” Ujar Seohyun yang suah siap pergi.

“Tapi anda akan kemana?” tanya Sulli.

“Kembali keapartemen ku yang dulu. Sekali lagi gomawoyo Sulli-ssi, annyeong.” Ujar Seohyun.

Seohyun melangkah keluar dari kamarnya. Setelah melihat Kyuhyun masih ada dikamar tamu bersama Victoria, ia pun pegi dari rumah Kyuhyun tanpa sepengetahuan Kyuhyun, dan hanya Sulli yang tau.

“Nona….Seohyun. Uh! Nona Seohyun pergi pasti gara-gara nona Victoria.” Ujar Sulli dengan raut wajah sebalnya.

~~~~~~~

Seohyun berjalan gontay kearah apartemennya, degan tangan kiri yang terus mengelus lembut perut besarnya, “Huh~” ia menggela nafas berat, saat dirinya tengah berdiri didepan pintu apartemennya.

‘Sudah berapa lama aku tidak pulang kesini?’ tanya nya kepada dirinya sendiri.

Ia memasukan kombinasi nomor untuk membuka pintu apartemnnya. Ia putar knop pintu berwarna putih dengan ornamen berwarna emas itu dan mendapati semua prabotannya sudah dibungkus plastik dan banyak debu dimana-mana.

“Aish! Sepertinya aku sudah pergi sejak 1 tahun yang lalu.” Ucapnya seraya tertawa.

Seohyun berjalan kearah kamarnya, menaruh koper dan isinya kedalam lemari dan bersiap untuk bersih-bersih apartemennya. Ruang pertama yang jadi sasarannya adalah kamar nya sendiri, lalu ke ruang tamu dan terakhir ke dapur.

“Yup. Figthing Seohyun.” Ujarnya mencoba menyemangati dirinya sendiri.

Beberapa jam sudah ia habis kan untuk memberekan seluruh ruangan di apartemennya, harusnya dengan keadaan kandungan yang sudah membesar dia tidak boleh bekerja sekeras ini, tapi kalau bukan dia siapa lagi yang akan membereskan apartemennya.

TET…..TET

Suara bel apartemen yang berbunyi nyaring itu membuat Seoyun menghentikan kegiatan bersih-bersihnya, ada tamu dan terlebih dahulu ia merapihkan dirinya, setelah dirasa cukup rapih dan sopan, Seohyun berjalan menuju pintu apartemen’nya.

“Iya, sebentar.” Ucapnya, ia memegang handdle pintu lalu membuka pintu kayu bercat putih itu.

“Annyeong, Seohyun~ah.” Namja itu tersenyum seraya Seohyun membukakan pintu untuknya.

Mata Seohyun membulat dan raut wajahnya sangat kaget saat kedua matanya mendapati sosok namja yang sudah 9 bulan tidak ia temui, Yah namja yang berdiri di hadapannya sekarang adalah oppanya, Park Jung Soo.

Suasana hening menyelimuti ruang tamu Seohyun, dua cangkir teh yang asapnya masih mengepul itu hanya menjadi pajangan. Leeteuk dan Seohyun tidak menyentuh gelas teh mereka sejak 10 menit yang lalu.

Seohyun binggung dan takut, jika oppa’nya melihat keadaannya seperti sekarang ini. Berantakan. Dengan peurt yang sudah besar dan dapat di pastikan hanya tinggal menghitung hari, dan calon anak yang ada di kandungan Seohyun akan lahir.

“Bagaimana keadaan’mu, saeng?” Setelah berdiam diri akhir’nya Leeteuk mengakhiri keheningan itu dengan bertanya kepada Seohyun.

“Aku baik-baik saja. Kalau oppa sendiri?” tanya Seohyun, sedari tadi Seohyun menundukan kepalanya tak berani menatap langsung kakak laki-lakinya itu.

“Aku juga baik-baik saja. Appa dan Eomma juga sama, mereka merindukan’mu.” Ujar Leetuk.

“A-aku juga merindukan kalian.”

“Lalu kenapa tidak pulang?”

“A-apa maksud oppa? jika aku pulang, aku hanya menjadi aib untuk keluarga.”

“Emh…..Hyunie. Oppa, Eomma dan Appa sudah tau tentang kehamilanmu sejak 5 bulan yang lalu, awalnya kami juga terkejut dan marah padamu, tapi sekarang kau sedang mengandung. Oppa mohon pulanglah, eomma dan appa merindukan’mu.”

“Ta-tapi aku malu dan juga taku.”

“Sudah, kamia tidak marah padamu. Malah sekarang appa dan eomma sudah bisa menerima kehamilanmu.”

“Ba-baiklah aku akan ikut pulang.”

“Nah, begitu. Tapi, sejujurnya Seohyun kau sangat jahat. Kau meninggalkan rumah 9 bulan yang lalu dengan alasan ingin mandiri, dan sekarang kau pulang dengan mambawa seorang anak dala kandungan’mu dan tidak ada ayahnya.”

“Mianhae, jeongmal mianhae, oppa!”

Seohyun seketika itu juga membukuk sangat dalam, bungkukannya bisa di artikan bungkukan yang sangat amat meminta permohonan maaf dari kakak laki-laki itu. Air mata yang keluar dari pelupuk mata Seohyun langsung jatuh dengan mudah ketika Seohyun dalam posisi bungkuk.

Leeteuk hanya bisa menghela nafas berat dengan raut wajah yang binggung dan juga kasihan terhadap dongsaeng satu-satunya itu. Kemudian Leeteuk memeluk adiknya itu dengan erat dan mengelus lembut rambut indigo panjang Seohyun

~~~~~~~~

|Cho’s Family Residence|

|Jinan, South Korea. 06.00 AM|

 

Pagi masih terasa dingin, sang mentari masih enggan untuk muncul dan membagi kehangatan dengan sinarnya. Di sebuah rumah besar nan mewah, seorang namja tengah terdiam di ruang tamu. Melamun, Kyuhyun?

Yah, Cho Kyuhyun putra satu-satunya keluarga Cho itu tengah melamunkan seseorang. Bukan keluarganya ataupun bukan Victoria yang kini masih tertidur dikamarnya. Kyuhyun sedang melamunkan Seohyun.

Yeoja yang pergi dari rumahnya tanpa memberitau terlebih dahulu kepada Kyuhyun, dan sekarang akibat kepergian Seohyun, Kyuhyun hawatir dengan keadaan yeoja itu. Sedari kamarin telepon darinya tidak pernah di anggkat dan SMS darinya tidak pernah di balas.

Beberapa menit Kyuhyun habiskan untuk melamun, dan saat bayangan yeoja itu melintas di otaknya membuat Kyuhyun gila dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri, lalu berteriak dengan sedikit pelan.

“Seohyun, kenapa kau pergi? Kau sedang hamil. Jangan menyusahkan dirimu. Seohyun.” Gumam Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya terhadap Seohyun. Sang yeoja cantik yang juga tengah mengandung, yaitu Victoria yang bangun dari tidurnya sedang berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

Saat ia melewati ruangan yang sering di pakai para pelayan Kyuhyun untuk berkumpul dan menyimpan barang mereka, Victoria tidak sengaja mendengar percakapan keempat pelayan Kyuhyun.

“Eh…eh, kalian tau tidak nona Seohyun pergi.” Ucap Sulli yang mengawali pembicaraan, sementara Victoria yang tidak sengaja menguping bersembunyi dibalik dindng dapur.

“Yang benar kau ini Sulli?” tanya Krystal yang tidak percaya.

“Tapi iya yang dikatakan Sulli, dari kemarin aku tidak melihat nona Seohyun.” Tambah Amber.

“Memangnya nona Seohyun pergi kemana?” tanya Minho.

“Dia pulang ke apartemennya, itu gara-gara saat tuan Kyuhyun mengatakan berjanji untuk menikahi nona Victoria dan tidak sengaja nona Seohyun mendengar itu. Yah sebagai yeoja yang sudah di bari janji untuk dinikahi juga, nona Seohyun sakit hati dan memilih pergi.” Jelas Sulli.

“Ish…ish, ternyata tuan Kyuhyun serakan juga yah. Dia ingin nona Seohyun dan juga ingin nona Victoria.” Timpal Minho.

“Akh! Nona Victoria sih, kenapa dia malam datang ke rumah ini? Jadinya nona Seohyun pergi.” Ucap Amber yang tidak tau bahwa perkataan itu secara tidak langsung mengusir Victoria, dan membuat yeoja itu menitihkan air matanya.

“Iya, iya. Padahal nona Seohyun itu baik dan menyenangkan.” Tambah Krystal.

Victoria sudah tidak kuat dengan cibiran yang secara tidak langsung dilayangkan untuknya itu. Matanya sudah basah sedari tadi, sejak dari awal dia mendengar percakapan para pelayan Kyuhyun. Ia pikir, ia tinggal di sini hanya sebagai pengganggu.

Victoria berjalan ke arah kamarnya, mengambil kopernya dan memasukan sebuah barangnya. Ia pergi keluar dari kamarnya dan berjalan kearah lantai 1 untuk langsung pergi dari rumah Kyuhyun.

Namun, saat Victoria melewati ruang tamu tidak sengaja ia Kyuhyun memergokinya. Kyuhyun yang melihat Victoria sudah rapih dengan membawa koper yang di bawanya pertama kali datang ke sini.

“Mau kenapa, Victoria? Seharusnya kau istirahat.”

“Jangan berbicara manis padaku! Aku tau kata-kata manismu sudah diberikan kepada yeoja lain.

“Ap-apa maksudmu?”

“Kau jahat Kyuhyun, kau membuatku seakan aku ini orang jahat. Kau berjanji menikahiku, tapi kau juga berjanji menikahi yeoja lain. Kau! Kau berengs*k.”

“Sungguh Victoria, aku tidak mengerti apa maksudmu?”

“Jangan pura-pura bodoh. Kau sudah berjanji untuk menikahi yeoja bernama Seohyun’kan? Dan kenapa kau juga memikatku dengan janji yang sama? Apa kau ingin memiliki kami berdua? Asal kau tau saja, aku tidak mau di madu.”

“Ta-tapi, Victoria…”

“Sudah, aku pergi. Tepati janjimu kepada Seohyun. Tunggu, Seohyun…..Park Seohyun? Yeoja berkaca mata yang sekelas dengan kita saat SMA? Apa itu dia?”

“Emh….iya, dia Park Seohyun.

“KAU! BAJ*NG*N, dia teman baikku, dan sekarang kau menghancurkan pertemanan kami. Aku bisa tebak, kau yang menghamilinya kan?”

“Tapi itu sebuah kecelakaan, aku sudah berjanji akan bertanggung jawab.”

“Dan sekarang tepati janjimu!”

“Kau mau kemana Victoria?”

“Aku akan pergi dari sini, jauh-jauh.”

Setelah Victoria pergi dengan naik taksi, entah kemana yeoja itu akan pergi dan sekarang kedua yeoja itu sudah meninggalkan kediaman keluarga Cho. Sekarang kau sendirian Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan? Menanggis? Berteriak? Atau bunuh diri? Tidak akan ada yang peduli.

~~~~~~~~

|Two Month Later|

.

.

|Seoul Hospital|

|Seoul, South Korea. 08.00 AM|

 

Pagi yang cerah, mentari sudah menampakan sinarnya yang masuk ke dalam ruang rawat Seohyun, dan membuat suhu ruangan itu sedikit hangat. Leeteuk masih tertidur di sofa di sebrang ranjang Seohyun.

Yah, sudah 2 bulan berlalu sejak Seohyun meninggalkan rumah Kyuhyun dan kembali kerumahnya. Bertemu dengan appa dan eommanya, awalnya dia sangat takut untuk bertemu orang tuanya, tapi setelah menihat reaksi mereka Seohyun menjadi senang.

Sekarang, usia kandungan Seohyun memasuki bulan ke 11 dan menurut dokter yang memeriksa Seohyun, Seohyun akan melahirkan pada tanggal 4 Februari berarti tinggal 2 minggu lagi.

Huh, walau masa kehamilannya sebentar lagi usai, Seohyun masih gelisah. Ia takut akan membesarkan anak sendirian, ia taku anaknya akan tumbuh tanpa ada sosok seorang ayah yang mendampingi pertumbuhannya.

Dan yang lebih di takutkan oleh Seohyun adalah jika mana sewakti-waktu Kyuhyun mengambil anak mereka darinya, walau bagaimanapun anak yang ada dalam kandungan Seohyun adalah anak Kyuhyun dan Seohyun, jadi Kyuhyun juga mempunyai hak asuh.

Kini, Seohyun sedang duduk di atas ranjangnya dengan pandangan lurus kearah luar jendela kamar rawatnya. Gorden yang tadi menutup dan beberapa saat yang lalu baru di buka oleh suster yang sering memeriksa Seohyun.

Handphone LG itu selalu berdering setiap jam, terkadang panggilan masuk ataupun SMS yang masuk. Namun, Seohyun tau orang yang samalah yang selalu menelponnya dan mengiriminya SMS, oh yah jangan lupakan e-mail sudah ada 200 e-mail yang di terima Seohyun.

Kyuhyun terus-menerus mengirimi SMS, E-mail dan mencoba meneleponnya tapi Seohyun mengabaikan itu, hatinya sudah terlalu sakit untuk mendengar suara Kyuhyun. Jangankan mendengar melihat namanya saja hatinya seperti tertinpa besi yang berat.

‘Aku tidak pernah membencimu, oppa. Walau sesakit, sebanyak apapun kau menyakitiku aku tidak pernah bisa membencimu, Kyuhyun oppa. Tapi, untuk sekarang aku ingin sendiri dan tidak ingin bertemu denganmu.’

Seohyun menoleh ke arah Leeteuk yang baru saja terbangun dari tidurnya, sebuah senyum ia singgungkan untuk kakak laki-laki itu. Leeteuk juga membalas senyum dongsaeng’nya itu lalu beranjak dari sofa dan duduk di sebelah Seohyun.

“Bagaimana ke adaan’mu? Merasa baikkan?” tanya Leeteuk.

“Ne, aku baik-baik saja.”

“Aku akan pergi dulu, nanti ada eomma yang akan ke sini.”

“Baiklah, oppa jangan lupa makan. Jangan terus menghawatirkan aku.”

“Baiklah. Dasar adik yang cerewet.”

Pintu ruang rawat Seohyun terbuka, dan menampilkan seorang yeoja parah baya dengan wajah makanan di tangan kanannya. Bisa di pastikan itu adalah eomma Seohyun, yang selalu datang setiap pagi untuk mengantar sarapan dan menjaga anaknya. Park Jung Jeon (Author OOC Buat nama appa dan eomma Seohyun).

“Selamat pagi, putri eomma yang manis.” Sapa manis nyonya Park kepada anaknya itu.

“Pagi juga eomma’ku yang cantik, Seohyun ingin di peluk eomma.” Pinta Seohyun manja, lalu eommanya dengan senang hati memeluk anaknya itu.

“Leeteuk, kau mau pergi? Kalau begitu eomma akan menjaga Seohyun.” Ujar nyonya Park.

“Aku akan pergi sebentar eomma, mengambil beberapa barang Seohyun. Ghamsahamida, eomma. Aku pergi annyeong.” Ujar Leeteuk pergi setelah membungkuk sempurna dihadapan eommanya.

“Wah! Eomma bawa apa?” tanya Seohyun yang senang melihat eomma membawa makanan untuknya.

“Ini makanan kesukaanmu, sup rumput laut dan ini boneka keroro yang kau suruh bawa.”

“Gomawoyo, eomma. Eomma sangat baik padaku, tapi aku malah membuat malu eomma.”

“Loh! Siapa yang malu? Pasti anak’mu nanti akan cantik jika yeoja dan tampan jika namja.”

“Ahaha! Eomma, gomawoyo eomma.”

“Ne, cheonma Seohyun~ah. Cheonma.”

~~~~~~~~

|Cho’s Family Residence|

|Jinan, South Korea. 11.00 AM|

 

Kyuhyun terdiam, melamun, pikirannya melayang dan melayang pergi meninggalkannya jauh. Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, semuanya pergi, semuanya meninggalkannya, dia sendiri sekarang tidak ada siapapun di sisinya.

TENG…..TENG

Suara bel itu membuat Sulli bergegas membuka pintu dan seorang namja masuk ke dalam rumah Kyuhyun. Namja itu duduk tepat di hadapan Kyuhyun yang tengah melamun.

“Aku datang.” Ucap namja itu.

“Akh! Hyung, mianhae aku melamun. Ini semuah barang-barang Seohyun, yang tertinggal.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan kardus berisi barang-barang Seohyun yang tadi tertinggal di rumah Kyuhyun.

“Yah, terima kasih. Kau kenapa?”

“Tidak, hanya aku rindu kepada adik’mu itu.”

“Emh…..ini semua salah’mu, kau harus menerima konsekuensinya.”

“Tapi Hyung, apa tidak bisa aku bertemu dengan Seohyun, 1 kali saja untuk menjelaskan semuanya.”

“Tidak! ayahku sudah melarangmu bertemu dengan Seohyun. Semakin banyak kau bertemu dengan Seohyun, kesehatan Seohyun akan semakin parah. Semakin sedikit atau tidak pernah kau bertemu dengan Seohyun maka semakin baik.”

“Hyung……ta-tapi apa aku bisa melihat anak’ku saat dia lahir?”

“Bisa, hanya saja bila Seohyun menginjinkan, tapi kau hanya boleh bertemu anak kalian, tapi tidak bertemu dengan Seohyun.”

“Gomawoyo Hyung, bertemu dengan anak’ku itu sudah cukup.”

“Baiklah aku pulang dulu. Ada pesan untuk Seohyun sebelum ia melahirkan?”

“Emh….aku hanya berharap dia melahirkan dengan selamat, dia dan anak kami selamat.”

“Baiklah. Annyeong.”

Setelah Leeteuk pergi dari rumah Kyuhyun, Kyuhyun seakan di beri angin sejuk saat mendengar dia di izinkan bertemu dengan anaknya saat anaknya lahir. Ia saja menurutnya sudah cukup, walau tidak bertemu dengan Seohyun. Sedikit tenang, huh?

~~~~~~~~

Kembali kerumah sakit di mana Seohyun dirawat, di sana Seohyun sedang sendiri di kamar rawatnya. Eomma sudah pergi karena tau Leeteuk sedang di jalan menuju kemari.

Di lorong rumah sakit seorang yeoja tengah berjalan menuju kamar Seohyun, yeoja itu adalah Victoria yang memutuskan untuk menemui teman semasa SMA itu, sebelum Seohyun melahirkan 2 minggu lagi.

Victoria tiba di depan pintu ruang rawat Seohyun, saat tangannya hendak memegang handdle pintu, tangannya di pegang dan di tarik paksa oleh seseorang. Seorang namja menarik tubuh Victoria sedikit menjauh dari ruang rawat Seohyun.

“Sakit! Tolong lepaskan, Leeteuk oppa.” pintanya kepada Leeteuk yang baru datang.

“Sedang apa kau disini? mau menemui Seohyun dan memberitau’nya kau sudah merebut Kyuhyun?”

“Bukan….”

“Kau mau membuatnya patah hati lagi? apa kau gila? Kau tidak melihat dia sebentar lagi akan melahirkan?”

“Bukan itu, oppa.”

“Lalu apa?”

“Aku…aku baru tau sekarang oppa. Aku tau semuanya sekarang, Kyuhyun menjanjikan akan menikahi Seohyun tanpa aku ketahui dan dia juga berjanji akan menikahiku, dan janji itu yang membuat Seohyun patah hati. Aku kesini ingin meminta maaf.”

“Tapi Seohyun masih shock.”

“Aku mohon, aku hanya ingin meminta maaf kepadanya. Aku sudah jahat.”

“Emh….baiklah. Tapi cepat.”

Kemudian Victoria berjalan lagi kearah pintu ruang rawat Seohyun dan membukanya perlahan, di sana di atas ranjang Seohyun melihat kearah pintu yang di buka dan saat Victoria masuk, Seohyun sedikit kaget.

“Vi-Victoria~ssi…”

“Ha-hai Seohyun….”

“Hai juga Victoria~ssi..”

“Victoria saja. Aku kesini ingin meminta maaf kepadamu, atas kejadian di rumah Kyuhyun aku sudah jahat padamu dan tidak sadar aku merebut Kyuhyun darimu. Maafkan aku Seohyun.”

“Akh, Victoria tidak salah. Ini semua salahku yang ternyata bodoh.”

“Kalau begitu kau mau memaafkanku?”

“Yah. Aku memaafkanmu, kita kan teman.”

“Seohyun…..kau memang temanku. Jadi kapan kau akan melahirkan?”

“2 Minggu lagi.”

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Ini anak kalian kan?”

“Yah. Appa dan oppa sudah memberi izin jika anak ku lahir, Kyuhyun oppa boleh melihatnya.”

“Tapi apa dia boleh menjengukmu?”

“Tidak. appa dan oppa tidak mengizinkan itu.”

“Emh…..jadi apa kau sudah menyiapkan nama?”

“yah….namanya Park Chohyun.”

“Emh! Itu gabungan marga kau dan Kyuhyun lalu di tambah Hyun, dari nama kalian?”

“Yah begitulah. Walau bagaimapun dia tetap anak Kyuhyun oppa. Nah, sekarang Victoria. Kapan kau melahirkan?”

“Aku kira 3 bulan lagi. masih lama.”

“Semoga anakmu cantik atau tampan yah.”

“Amin. Anakmu juga yah.”

~~~~~~~~~

|Two Week Later|

.

.

|Seoul Housepital|

|Seoul, South Korea. 11.00 PM|

 

Sudah dua minggu berlalu, Seohyun sudah bisa merakan kontarksi-kontarksi diperutnya. Hampir waktunya. Seohyun sudah mempersiapkan dirinya dan tim dokter sudah siap kapanpun Seohyun akan melahirkan.

Persalinan Seohyun langsung ditangani oleh dokterk yang ahli bernama, dokter Jessica Jung. Jessica adalah dokter yang sangat ahli dalam bidang persalinan, dia juga yang membatu eomma Seohyun, saat eomma Seohyun melahirkan Seohyun.

Sementara itu Leeteuk, nyonya Park Jung Jeon (Eomma Seohyun) dan tuan Park Hyung Seo (Appa Seohyun) tengah menemani Seohyun diruang rawat. Rasa tegang dan senang menyelimuti kedua orang tua Seohyun, Leeteuk dan tentunya Seohyun.

Entah sudah berapa kali appa Seohyun tersenyum kepada Seohyun dan sedari tadi eomma Seohyun terus menggenggam kedua tangan anaknya itu. Mereka ingin Seohyun rilex dan tenang saat menhadapi persalinannya yang pertama.

“Hyunie~ah, apa ada yang kau rasakan?” tanya Leeteuk kepada dongsaengnya itu.

“Belum oppa. seperti belum.” jawab Seohyun tenang dan diselipi dengan senyum.

Waktu berjalan lumayan lambat, sudah jam 11 lebih 20 menit namun Seohyun belum merasakan apa-apa. Eomma Seohyun mengiri waktunya masih lama, jadi dia putuskan untuk beranjak dari kursi dan berjalan kearah pintu ruangan.

Namun, belum sempat pintu itu terbuka suara jeritan dari Seohyun membuat Park Jung Jeon tersentak kaget dan berlari kembali kearah Seohyun yang tengah merigis kesakitan sambil memegang perutnya.

“ARRRGGHHH! SAKIT! EOMMA, APPA!” pekik Seohyun dengan tangan kiri yang meremas seprai tembat tidurnya.

“Leeteuk! Segerapa panggl doktek Jessica.” Perintah Park Hyung Seo dengan tegas kearah anak laki-lakinya.

Leeteuk menjawab dengan anggukan, kemudian berlari keluar dari ruang rawat Seohyun dan memanggil dokter Jessica yang sudah bersiap dengan tim dokter yang lain.

Beberapa saat kemudian, Jessica dan tim dokter sampai di ruang bersalin Seohyun. Jessica memerintahkan, Leeteuk dan kedua orang tau Seohyun untuk menunggu di luar.

Sementara didalam Jessica dan para tim dokter sudah dibuat sibuk oleh Seohyun yang sedari tadi menggeram, karena merasakan sakit yang teramat sakit diperutnya, suatu cairan membasahi paha putih Seohyun. Itu air ketuban.

“Kajja! Kita mulai.” Ucap dokter Jessica sambil memakai masker dan memakai sarung tangan yang sudah steril, “Saat aku mengatakan dorong, nona Seohyun kau dorong dengan sekuat tenaga.” Perintah Jessica.

“DORONG!”

Seohyun mendorong atau lebih tepatnya….emh….ehem….ngeden dengan seluruh tenaga yang ia punya. Keringat sangat jelas terus mengucur dan membasahi wajah Seohyun. Jeritan kesakitan itu terus terdengar walau hanya beberapa kali.

Diluar ruang persalinan, Leeteuk dan kedua orangtua Seohyun dan dia tengan berdo’a meminta keselamatan untuk calon bayi Seohyun dan juga Seohyun sendiri. Dari ketiga orang itu, Leeteuklah yang paling hawatir.

Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya, ia mencari nama di kontak handphonenya dan berakhir di nama Cho Kyuhyun. Lalu ia mencoba untuk menelepon namja itu yang tidak lain adalah ayah dari anak yang akan di lahirkan Seohyun.

“Yeobseo…Hyung. Ada yang mau dibicarakan?” tanya Kyuhyun yang mendapat panggilan dari Leeteuk di tengah malam seperti ini.

“Aku kira kau tidur.” Ucap Leeteuk.

“Annio, dari tadi perasaanku tidak tenang dan membuatku tidak bisa tidur. Ada apa hyung?”

“Kau tau, sekarang Seohyun sedang dalam proses persalinan?”

Hening sejenak, Kyuhyun tidak bersuara saat Leeteuk mengatakan Seohyun sedang dalam proses persalinan dan akan melahirkan anaknya, anak Kyuhyun. Dihandphone Leeteuk hanya terdengar suara isakan, isakan yang pelan namun menyesakkan.

“Hyung…….HIKS……Hyung……Apa Seohyun baik-baik saja? bagaimana dengan bayi kami?”

“Kami belum tau pasti. Seperti dia akan baik-baik saja, setelah melahirkan anak kalian akan ada diruang perawatan dan jauh dari Seohyun. Kau bisa menemui anakmu saat dia lahir. Tapi tidak dengan Seohyun, kau masih belum di izinkan untuk bertemu dengannya.”

“HIKS…..apa itu benar? Ghasahamida hyung, aku tau aku tidak bisa….hiks…..bertemu Seohyun, kondisinya pasti masih lemas saat sudah melahirkan. Aku mengerti itu. Tapi, terima kasih sudah mengizinkanku untuk menemui anakku.”

“Yah, yah. Ternyata kau mengerti. Aku tidak punya hak untuk melarangmu menemui anakmu. Jadi besok datang jam 8 atau 9.”

“Baik hyung. Ghamsahamida. Tolong kirim E-mail saat Seohyun selesai melahirkan.”

“Baiklah. Annyeong.”

“Annyeong, Hyung.”

Setelah mengakhiri panggilan dengan Kyuhyun, Leeteuk memasukan kembali ponselnya kedalam saku. Sejenak ia menghelas nafas berat, dengan raut wajah yang kashian. Kasihan terhadap dongsaengnya, kasihan terhadap Kyuhyun. Kau tidak berpihak pada siapapun kan, Leeteuk?

Sementara dirumah kediaman keluarga Cho, Kyuhyun tengah menangis diatas meja kerjanya. Kepalanya ia tenggelamkan di antara kedua tangannya dan wajahnya langsung menghadap ke arah meja kerjanya.

Air matanya terus mengalir, dan membasahi meja kerjanya. Tapi sebenarnya untuk apa dia menanggis? Apa dia sedih Seohyun melahirkan? Bukan, dia mennangis karena saat yeoja yang sedang melahirkan anaknya, dia tidak bisa menemani yeoja itu.

Ditengah tangisannya, ada sebuah senyum lega yang terlukis dibibirnya, sebuah senyum lega yang teramat lega, “Seohyun~ah, berjuanglah. Maafkan aku tidak bisa menemanimu.” Gumamnya sangat pelan.

Tidak sengaja keempat pelayan Kyuhyun yaitu Sulli, Amber, Krystal dan Minho berjalan melewati kemar Kyuhyun dan mendengar tangisan tuan mereka. Mereka tau Kyuhyun menanggis karena tidak bisa menemani Seohyun saat proses persalinannya.

“Kasihan tuan Kyuhyun, dia tidak diizinkan untuk menemani nona Seohyun saat persalinannya.” Ucap Sulli.

“Huh! Mau bagaimana lagi, dia dihukum karena kesalahannya.” Timpal Amber.

“Benar juga yang dikatakan Amber, tapi tetap saja kasihan. Dan untuk nona Seohyun aku harap dia selamat.” Tambah Krystal.

“Yang aku harap hanya, nona Seohyun dan bayinya selamat dan bisa kembali bersama dengan tuan Kyuhyun.” Ucap Minho yang di amini oleh mereka semua.

~~~~~~~

Past, give me a pain.

The pain that you made in my heart.

Present, give me a confused.

The confused that you made in my mind.

Future, i hope give me your love.

Your love that you made just for me.

~~~~~~~

|1 week later|

.

.

|Seoul Housepital|

|Seoul, South Korea. 09.00 AM|

 

“Aku datang untuk melakukan hal yang biasa.” Ucap seorang namja kearah Leeteuk.

“Yah. Silahkan masuk, Seohyun dan Chohyun ada didalam.” Ucap Leeteuk mempersilahkannya masuk.

Terlihat didalam ruang rawat, yeoja dengan rambut indigo panjang itu tengah menimang-nimang Chohyun, anaknya yang baru berumur 1 minggu. Namja yang tadi masuk langsung memberikan senyum kepada Seohyun dan dibalas dengan senyum dari Seohyun.

“Melakukan yang sama?” tanya Seohyun.

“Yah, seperti itulah nona Seohyun. Pekerjaanku yang membosankan. Ayo Senyum Chohyun, eh iya tuan Kyuhyun juga menginginkan foto yang ada nona Seohyunnya juga, apa boleh?” tanya namja.

Seohyun berpikir sejenak lalu megangguk, dan seketika itu juga namja itu memotret Seohyun yang tengah menggendong Chohyun seraya tersenyum. Dan juga ada beberapa foto Chohyun yang tadi di ambil namja itu.

|Cho’s Familiy Corp|

|Seoul, South Korea. 11.00 AM|

Setelah dikira cukup dengan foto yang namja itu ambil, namja yang adalah orang suruhan Kyuhyun untuk membawa foto Chohyun setiap 4 kali seminggu, itu tiba dikantor Kyuhyun.

Namja itu membawa amplop coklat yang berisi beberapa lembar foto Chohyun dan satu lebar foto Chohyun ditambah Seohyun. Setelah sampai diruangan Kyuhyun, namja itu menyerahkan amplop itu.

“Akh! Anak appa sudah besar. Eh! Kau mendapat foto Seohyun juga?” ucap Kyuhyun saat melihat ada foto Seohyun.

“Yah, sesuai dengan permintaanmu. Tuan Cho.” Jawab namja itu dengan penekanan di kata Tuan Cho.

“Semakin hari dia semakin membaik, dan juga terlihat semakin cantik saja.” puji Kyuhyun, yang tentunya diberi daheman kecil dari namja yang berada berdiri dihadapannya.

“Jadi, bagaimana bayaranku? Katamu aku dibayar 1 kali seminggu?” ucap namja itu.

“Iya, iya. Kau sangat tidak sabaran, tidak pernah berubah dari sejak SMA, dasar Lee Sungmin ini uangmu. Terima kasih dan lanjutkan kerjamu.”

“Ehmmm, senang berkerja pada sahabat sendiri. Oh yah, anakmu setelah aku teliti tidak mirip denganmu dan lebih mirip dengan ibunya. Ahaha!”

“Apa kau bilang? Apa kau mau bilang aku ini jelek dan jika anakku seperti aku, akan sangat menyayangkan?”

“Yah, begitulah, untung saja Chohyun lebih mirip ibunya. Ahaha!”

“Dasar Lee Sungmin!”

“Jadi, setelah ini semua kau mau melakukan apa?”

“Tidak tau, mungkin akan seperti ini dalam beberapa bulan kedepan.”

“Yah…yah, kalian kali jangan terlalu merepotkan dengan permintaan yang aneh. Cho Kyuhyun.”

“Yah, gomawoyo Lee Sungmin.”

~To Be Continued~

23 thoughts on “Piece 3

  1. Sempat sebel waktu kyu mau nikahin vic ,ni orang serakah amat huh u,u
    saat kyu di tinggalin yeoja2 nya gwe mau bilang KASIHAN DEH LO tpi gak jdi dah gwe masi punya hati *ngmong apa si *
    suka dengan ortu seo eonni nglarang kyu bertemu seo tpi hya bertemu anaknya aja
    biar tau rasa si bang evil emangnya gak sakit di PHP in yg ngrasa tu bkan seo eonni tpi reader jga *maksudnya aku tu *
    mian thor gwe kbanyakan curhat😀

  2. di awal sih sakit.. tambah ke akhir sweet. hehe. 11 bulan? ga kelamaan? kan cuman 9? wah.. efek naruhinanya mungkin ya? cuman ganti cast aja dong? oke lah.. mnta link naruhina vers.nya dong *puppyeyes*
    yup, ijin skip lagi.

  3. Rasain tuh kyu!! PHP sihh jadinya gakboleh ktmu sama seo kan…
    Untung vic baik jadinya dia rela nglepasin kyu buat seo..
    Oh iya mian author aku mau sedikit kritik disini masih ada beberapa typo tapi gak terlalu parah sihh cuma 1 doang yg parah yaitu masa seo hamil 11 bulan lama aamat-,-” tapi untuk overroll keren ko^^ #cielahgegayaankayamasterchefaja..

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s