[OneShoot] Talking The Truth


Title                 : Talking the Truth

Author             : JungJenong

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : PG-13

Cast                 : Kim Taeyeon

Other Cast       : SNSD members

 

—Talking the Truth—

Cinta tidaklah seindah yang kita bayangkan. Bahkan aku lebih senang menyayangi seseorang daripada mencintai seseorang. Aku bukanlah gadis yang tahu betul apa itu cinta. Tapi, aku sangat tahu perasaanku padanya sekarang adalah cinta yang sudah lama tidak tumbuh di hatiku. Walaupun dia bukan cinta pertama, tapi indahnya cinta ini melebihi cinta pertamaku, melebihi sayangku pada sahabatku, dan melebihi segalanya.

Penyesalan selalu datang di akhir. Hanya kalimat itu yang kuucapkan saat para sahabatku mengungkit masalah cinta-tak-terwujudku dengannya. Aku tak sanggup mengucapkan kata cinta itu. Mulutku beku dan lidahku kelu, bahkan aku berkeringat dingin saat menatap matanya atau melihat senyumnya yang bisa membuatku terbang ke langit ketujuh.

“Eonni? Wae geuraeyo?” ah, Seohyun, gadis termuda diantara kami yang selalu memperhatikan keadaan member lain. Mungkin dia lebih layak menjadi leader daripada aku.

“Aniya.” jawabku singkat. Lagi-lagi aku memikirkan orang itu. Bahkan kali ini Seohyun hampir memergokiku melamun.

“Eonni memikirkannya lagi?” ugh. Nice question, Seohyun-ah. Aku memikirkannya lagi dan lagi. Seperti kutub selatan magnet yang tarik menarik dengan kutub utara, dia terus menempel di otakku, jawabku dalam hati.

“Kau ada-ada saja, Seo. Aku sudah lama sekali melupakannya.” jawabku bohong tentunya. “Dia hanyalah kenangan menyakitkan yang harus dibuang.” APA? DIBUANG? Bahkan dadaku terasa nyeri mendengar kata yang barusan kuucapkan. Dia terlalu manis untuk dibuang. Terlalu indah untuk dihapus.

“Eonni, aku tinggal bersamamu sudah lima tahun dan mengenalmu sudah tujuh tahun lamanya. Kau berbohong lagi kan?” pernyataan Seohyun barusan membuatku mati kutu. Aku lupa, aku bukan ahlinya menutupi masalah.

“Aniyo. Aku hanya memikirkan bagaimana comeback kita besok. Apakah bisa seheboh The Boys atau akan menjadi comeback yang biasa saja. Aku masih memikirkan bagaimana reaksi Sowon.” Stop, Taeyeon-ah kau harus menghentikan kebohongan ini! Ini akan sangat menyakitkan apabila diteruskan. “Hoam.. Sudah malam ternyata. Aku tidur dulu. Jangan tidur terlalu malam, Seohyun-ah.” ujarku pada akhirnya.

“Arraseo, Eonni. Have a nice dream.” hanya kalimat itu yang kudengar dari Seohyun sebelum aku menutup pintu kamarku dan Sunny. Kulirik sekilas tempat tidur di dekat pintu. Ah.. yeoja itu sudah tidur duluan. “Good night, Sunkyu-ah.” Ujarku pelan yang seperti bisikan kecil. “Selamat tidur, Taeyeon-ah. Hari esok akan lebih baik dari hari ini.” gumamku pada diri sendiri.

 

******

Berbeda dengan pagi biasanya, kali ini dorm  kami telah dipenuhi oleh staff SM yang sedang menyiapkan segala sesuatu tentang comeback perdana kami. Semua orang terlihat sibuk dengan urusan masing-masing. Kalau boleh kuakui aku sangat tegang dengan comeback ini. Hal sama juga terlihat dari ekspresi member lain. Beberapa ada yang berulangkali menggosokkan tangannya, mengusap keringat dingin di wajahnya atau ada yang sibuk mondar-mandir.

“Kajja! Kita berangkat sekarang.” ujar Manager Oppa yang membawa dua koper sedang di tangan kanan dan kirinya. Sepertinya koper itu berisi kostum kami.

“Ne!!” jawab kami serempak.

“Sonyeoshidae!! Taeyeon, Seohyun, Hyoyeon, Sooyoung, Jessica, Yoona, Yuri, Sunny.” Tiffany mengabsen satu persatu member SNSD. Semestinya mengabsen member adalah tugas seorang leader. Sudah sangat terlihat jelas aku bukanlah pemimpin yang tepat. Dulu, disaat aku sudah terlalu lelah untuk semua ini, dia datang dan memberiku semangat, menceritakan pengalaman konyolnya atau hanya sekedar membicarakan sesuatu yang benar-benar tidak penting. Tapi sekarang? Dia sudah tidak bisa datang padaku untuk menceritakan semuanya.

“Taeyeon-ah! Kau lagi-lagi melamun.” aku tertangkap basah. Kau sudah teracuni cintamu sendiri, Tae.

“Aku hanya sedikit gugup.” jawabku singkat. Kualihkan pandanganku ke arah jalanan di kota Seoul. Langit biru yang ditutupi awan putih dan sinar matahari yang hangat. Hari yang indah tetapi selalu bertentangan dengan isi hatiku.

“SONYEOSHIDAE!! SONYEOSHIDAE!!!” jeritan Sowon mulai terdengar saat van yang aku naiki masuk lobby Mnet. Mungkin akan terdengar lebih keras jika aku mebuka pintu. Terlihat Yoona yang berbeda van denganku membuka pintu dan berjalan cepat memasuki gedung diikuti Jessica, Yuri, Hyoyeon, dan Sooyoung.

“Kajja kita turun.” ujaku lalu membuka pintu van yang aku dan tiga member lainnya naiki. Aku berjalan cepat mengikuti Manager Oppa di depanku.

“Sonyeoshidae. Ruang 4.” ujar seorang PD-nim yang membawa kertas dan papan di tangan kiri dan bolpoin di tangan kanan.

Kurebahkan tubuhku pada sofa yang berada di pojok ruang tunggu. Aku melihat beberapa orang mulai mengeluarkan barang-barang dari koper. Aku berdiri dan hendak membantu mereka.

“Kau lebih baik beristirahat dulu, Tae.” ujar Eunso Eonni─cordy di SNSD─padaku saat aku hendak membantunya.

“Aku tidak apa-apa, Eonni. Lagi pula aku sudah cukup tidur semalam.” Cukup tidur ya? Bahkan aku hanya tidur 2 jam hanya untuk memikirkannya.

“Andwae!! Kau tidak boleh! Lebih baik kau memakai kostummu lalu menebalkan make-up.” Sebesar apapun menolak, aku pada akhirnya pasti akan kalah. Lebih baik aku menuruti perintahnya.

 

One Hour Later

“Sonyeoshidae? 15 menit lagi kita on air.” ujar seorang PD-nim.

Aku mulai mempersiapkan diri dan berjalan menuju stage berada. Jeritan sowon makin terdengar saat aku dan member lain menaiki panggung. “Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan mendapat respon baik hari ini.” Kami saling menggenggam tangan erat dan melanjutkan doa dalam hati. “Amin.” kataku di akhir doa yang diikuti member lain.

“JIGEUMEUN SONYEOSHIDAE!!” jerit antusias kami yang diikuti teriakan dari Sowon. Kami mulai membentuk formasi awal untuk lagu I Got A Boy. Untuk sesaat aku lupa akan bayangannya di pikiranku.

 

Four Days Later

Sudah hampir enam bulan aku tidak merasakan kebersamaan dengan member lain di dorm. Selain karena semua member tidak ada jadwal untuk hari ini dan juga karena acara Talk-the-Truth yang biasa kami laksanakan sudah jarang dilaksanakan lagi, semua member SNSD duduk di lantai dan membentuk lingkaran.

“Bicara jujur dan tidak ada yang ditutup-tutupi.” kata Yuri yang memandang satu persatu wajah kami. Member SNSD lainnya mulai menatapku dengan wajah yang sulit diartikan.

“Sepertinya Taeyeon memiliki banyak hal yang harus dikatakan. Jadi, pembicara pertama adalah kau, Kim Taeyeon.” ujar Jessica sambil menunjuk ke arahku.

Sudah kudunga akan seperti ini jadinya. Pertemuan yang dulu kami adakan hampir setiap malam ini, akan membuatku buka mulut. “Haruskah aku? Kenapa tidak dimulai dari magnae?” sanggahku.

“Kurasa member lain tidak ada yang menyimpan masalah.” Hyoyeon menjawab dengan ekspresi sedikit kecewa. Oh, sudah pasti aku akan kalah telak mala ini. Mungkin sudah seharusnya aku berterus terang.

“Terlalu banyak yang aku simpan.” Ucapku apa adanya. Yah, memang seperti ini kenyataannya. “Aku bingung harus memulai dari mana.” Aku menatap semua wajah member.

“Hhh… Kurasa aku akan bertanya dan kau harus menjawab sejujur-jujurnya.” Sunny mulai angkat bicara. “Apakah kau sedang memikirkan seorang namja akhir-akhir ini?” tanyanya.

“Ya.”

“Dan namja itu masih sama dengan namja yang dulu?”

“Ya.”

“And his name is….” Tiffany menggantungkan kata diakhir kalimatnya.

“Park Jungsoo?” Sambung Yuri secara langsung. Aku hanya bisa mengangguk lemah. Kudengar helaan dari beberapa member. “Jadi, semua ini hanya karena Leeteuk oppa? Kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu pada kami? Kami pasti bisa membatumu, Taeyeon-ah. Aku sedikit kecewa padamu.” Please jangan katakan kata itu. Telingaku sudah terlalu panas untuk mendengar kalimat terkutuk itu.

“Mianhae.” Ujarku pelan nyaris tak terdengar.

“Kami memaafkan Eonni. Yang kami herankan, kenapa kamu tidak bisa menceritakan masalahmu pada kami?” Ucap Yoona. “Bukan karena Eonni seorang leader, maka eonni tidak memiliki hak untuk bercerita pada kita. Bukan seperti itu. Aku jadi merasa tidak enak pada Eonni. Aku menceritakan semua masalahku pada Eonni, tetapi aku tidak tahu masalah yang sebenarnya menimpa Eonni.” Lanjut Yoona panjang lebar. Matanya sudah mulai berair. Aku merangkang menghampirinya lalu memeluknya.

“Mianhae.” Bisikku tepat di telinganya.

“Jadi tidak ada yang disembunyikan lagi kan?” Hyoyeon angkat bicara yang diikuti anggukan dari semua member. “Sebaiknya kita makan. Aku sudah mulai lapar.” Ia memegang perutnya.

Malam sunyi di kota Seoul ini berbanding terbalik dengan suasana di dorm kami yang dipenuhi suara tawa dari para member. Tuhan, terima kasih telah memberiku saudara sehebat mereka.

 

–END–

[A/N] Annyeongg~!! JungJenong cambek dengan ff yang absurd ini. sebenernya ff ini ikut lomba fanfic yang diadakan oleh Sone Semarang. Hadiahnya sih lumayan hehe. oh ya, untu ff Twelve O’Clock harus terancam (?) hiatus untuk sementara waktu dikarenakan banyaknya tryout dan sebentar lagi UN. Sekian. jangan lupa vote ff ini disini (dgn judul sama) #promosi. sekali lagi maaf dan terimakasih ^^ don’t be siders

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s