Piece: Piece 4


Piece 4 (So Close, She's Far)

 

Title: Piece : Piece 4

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Park Jung Jeon A.s Seohyun’s Eomma (OC).

Park Hyung Seo A.s Seohyun’s Appa (OC).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

 

Please! Saat reader membaca FF ini putar lagu dari Ingrid Michaelson yang berjudul Let Go. Biar feelnya dapet.

.

.

|Cho’s Family Corp|

|Jinan, South Korea. 12.00 PM|

 

“APA?”

Sungmin dengan cepat menutup kedua kupingnya dengan kedua telapak tangannya, tidak membiarkan suara nyaring nan keras itu memasuki telinga dan merusak gendang telinganya. Ia masih ingin tetap bisa mendengar.

Yah, siapa sangka pekikan yang lumayan memekakan telinga itu berasal dari bibir tipis seorang yeoja, yang kini sedang memandang Sungmin dengan tatapan seolah tak percaya dengan yang dijelaskan Sungmin tadi kepada yeoja itu.

Yeoja dengan paras cantik nan imut seperti anak perempuan yang masih remaja itu adalah Lee Soon Kyu atau sering disapa Sunny, dia yeojachingu dari Sungmin. Walau dia yeoja yang manis tapi tetap saja Sungmin benci pekikan dari bibir yeoja, yang bisa dibilang malaikat penolong sekaligus malaikat maut baginya.

“Aish~ tidak pake teriak juga bisa kan, chagi.” Gerutu Sungmin sambil terus menutup kupingnya.

“Habis, aku baru pulang dari Skotlandia, oppa memberiku kabar yang kurang enak didengar. Apa maksudnya Seohyun hamil? Seohyun yang kita kenal sebagai yeoja polos dan paling pendiam di kelas saat SMA bisa hamil diluar nikah.” Cecar Sunny kepada namjachingunya itu.

“Hadeuh! Kan sudah oppa jelaskan, dia dihamili Kyuhyun.” Jawab Sungmin sambil swetdrop.

.

.

“WHAT THE…..Puk? Kyuhyun? Cho Kyuhyun oppa yang terkenal paling baik se SMA Seoul menghamili Seohyun? Korea sudah gila!”

Yah, kesalahan besar Sungmin yang malah memperjelas bahwa yang menghamili gadis polos bernama Seohyun adalah sang putra Cho, yaitu Kyuhyun. Dan tidak bisa dihindari pekikan Sunny akan semakin ganas mendengar itu.

“Hey! Hey chagi? Apa belum pernah disumpel pake kaos kaki namjachingu sendiri?” Ucap Sungmin yang mencoba mengendalikan suara dari yeoja chingunya itu.

“Yah, habis kenapa bisa? Mereka berdua kan terkenal paling baik se SMA Seoul, yang namja terkenal sebagai ketua OSIS yang bijak dan yang yeoja terkenal sebagai ketua club perpustakaan dan dicap sebagai yeoja polos nan lugu. Kenapa bisa?”

“Yah, yah jika kau tidak percaya ayo kita temui Kyuhyun diruangannya.”

Sunny megangguk dan mengikuti Sungmin dari belakang. Mereka berjalan dilorong perusahan Cho Family yang terkenal sangat besar dan juga paling kaya diantara perusahan lainnya.

Sesampainya diruangan Kyuhyun, ternyata namja itu tengah termenung dekat jedela diruangannya. Pandangannya mengarah keluar jendela, melihat orang-orang dan kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang dijalanan.

“Hey, apa kalian memperhatikan orang-orang yang ada dibawah? Mereka berjalan, mereka berhenti sesuai dengan peraturan.”

Sunny dan Sungmin langsung mendekati Kyuhyun, karena mereka tau Kyuhyun sudah menyadari kehadiran mereka diruangannya. Sunny dan Sungmin mengikuti arah pendangan Kyuhyun, dan mendapati sebuah pertigaan yang ramai dibawah sana.

“Mereka berjalan dan berhenti karena sudah ada peraturan yang mengekang mereka.” Jawab Sunny.

“Tapi, bagaimana kalau aku merusak kekangan dari peraturan yang membelenggu’ku?” tanya Kyuhyun.

“Kau akan dapat hukuman.” Jawab Sunny.

“Lalu, apa sepadan jika hukuman yang hanya dipenjara atau denda itu kita terima tapi kita mendapat apa yang kita mau?” tanya Kyuhyun lagi.

“Itu sepadan.” Jawab Sunny.

“Apa sih yang kalian bicarakan? Aku tidak mengerti.” Degus Sungmin yang sedaritadi seperti kacang rebus, dihiraukan.

“Ahahaha! Selamat datang kerumah nona, Lee Soon Kyu.” Tiba-tiba saja Kyuhyun tertawa dengan riang dan memeluk Sunny yang notabennya adalah sahabatnya juga sejak SMA.

“Senang juga untuk pulang kerumah, oppa. Hey! Aku dengar kabar oppa menghamili si Ketua Perpus, apa itu benar?” tanya Sunny.

“Yah, memang benar.” Jawab Kyuhyun.

Mereka bertigapun duduk disofa yang ada diruang kerja Kyuhyun, waktu masih menunjukan jam 1 siang. Saat itu Kyuhyun menceritakan semua kepada Sunny, agar Sunny tidak beranggapan buruk padanya.

Dan setelah beberapa menit menjelaskan Sunny’pun mengerti dengan keadaan dan tragedi yang sudah menimpa si Ketua perpus itu. Tapi, Sunny masih heran kenapa bisa, Kyuhyun yang kesal terhadap Victoria malah melampiaskannya kepada Seohyun.

Saat itu juga Sunny meminta izin untuk pergi jalan-jalan keliling Seoul, sementara Kyuhyun dan Sungmin yang masih sibuk dengan kerjaan dikantor mereka. Sunny pergi sendiri untuk berjalan-jalan di pusat kota Seoul.

Beberapa jam dan matahari terlihat sudah ingin bersembunyi dibalik pegunungan, cahaya redup keemasannya memantul kearah air di HAN river, membuat air di HAN river berwarna keemasan seperti emas.

Sudah 3 jam Sunny berjalan-jalan dipusat kota Seoul. Mulai dari berbelanja kebutuhan hidupnya, berbelanja pakaian, membeli makanan yang ia tidak bisa temukan di Skotlandia dan berkunjung kesetiap rumah teman-temannya.

Namun, terbersit sebuah ingatan yang membuat Sunny menghentikan langkah kakinya. Ingatan itu memutar sebuah kejadian yang pernah ia alami bersama Seohyun dulu, saat itu Seohyun tidak segaja menumpahkan kopi yang Sunny bawa dan Seohyun menggantinya dengan makan di cafe milik keluarga Seohyun.

Sunny mengingat letak dan nama cafe itu, ‘Cafe itu bernama……Star Cafe dan terletak di…..di…..Yah dekat Seoul park.’ Sunny menjentkan jarinya saat otaknya bisa mengingat kembali letak cafe itu, dengan segera ia melesat menggunakan taksi ke Seoul Park.

Beberapa menit kemudian Sunny sampai di Seoul Park, ia masih mencari letak pasti dari Star Cafe. Karena kesulitan mencari ia putuskan untuk menanyakan letak cafe itu kepada orang lain dan menurut informasi cafe itu ada di sudut taman.

Sunny sedikit berlari kearah sudut taman, dan benar saja sebuah cafe yang lumayan besar dengan lambang bintang diatasnya itu masih berdiri megah di sudut taman Seoul. Lampu-lampu yang menghiasi cafe itu masih indah dan ramai.

Sunny memberanikan diri untuk masuk kedalam cafe itu. Saat dirinya sudah berada didalam cafe itu, didepannya tepat dimeja kasir cafe itu, sedang duduk seorang yeoja dengan rambut indigo panjang, dan sebuah buku ditangannya.

Karena saat pintu dibuka oleh Sunny, dan menghasilkan suara lonceng itu membuat yeoja yang tengah asyik membaca sebuah buku langsung menoleh kearah pintu dan berdiri seraya membereskan dirinya.

“Selamat datang, distar cafe. Ada yang bisa saya bantu?” tanya yeoja itu.

Dari bagde namanya tertera nama Park Seohyun. Yeoja penjaga mesin kasir itu adalah anak dari pemilik cafe ini, bukan asalan untuk mencari uang tapi Seohyun disini hanya ingin membatu usaha appanya.

“Seohyun…..Park Seohyun……”

Sunny mengira-ngira dengan jari telunjuk yang mengarah ke arah Seohyun yang sedang tersenyum ramah. Saat mendengar Sunny yang mengetahu namanya, Seohyun langsung merubah waut wajahnya menjadi heran.

“Apa anda mengenalku?” tanya Seohyun.

“Baboyo! ini aku Lee Soon Kyu. Dengan sahabat sendiri lupa, kau ini!” cibir Sunny dengan bibir yang mekerucut.

“Lee Soon Kyu……Sunny si Bunny itu?”

“MWO? Kau masih mengingat nama panggilanku yang memalukan itu? Seohyun~ah, lupakan itu!”

“Ahahah! Ternyata kau tidak berubah Bunny. Kemana saja?”

“Aku baru pulang dari Skotlandia dan langsung mendapat kabar yang sangat tidak enak.”

“Kabar? Kabar apa?”

“Kabar tentang dirimu yang hamil oleh Kyuhyun oppa.”

DEG……

Ditengah, di dada seohyun ada sebuah benda yang berdegup begitu kencang sampai-sampai rasa ia ingin merobek dadanya sendiri dan mengeluarkan benda itu. Kedua pipi putihnya bersemu merah pedam.

“Yah, kau sudah tau. mau bagaimana lagi.” ucap Seohyun sambil tersenyum kecut.

“Ternyata benar, tapi kenapa perutmu kecil? Akh, mungkin bohong kau tidak hamilkan?” selidik Sunny.

“Chohyun, sini nak. Jangan main disana, ada air panas.” Ucap Seohyun kepada seseorang.

Sunny lihat Seohyun sedikit membungkukan badannya, seperti meraih sesuatu dan langsung menggendongnya. Mata Sunny lumayan membesar saat melihat sesosok anak laki-laki yang tampan dipangkuan Seohyun.

“Cho….hyun? i-ini a-anak kau dan Kyuhyun oppa?” tanya Sunny.

“Yah, begitulah.” Jawab Seohyun sambil tersenyum, “Chohyun, siapa appamu?” tanya Seohyun kearah anaknya yang sedang asyik memainkan mobil-mobilan.

“Kyuhyun appa, dan besok aku akan ke rumah appa.” Jawab Chohyun dengan nada khas seorang anak kecil.

“Lihatkan? Dia anak Kyuhyun oppa.” ucap Seohyun.

.

.

“I can’t believe this…..”

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 4: Frist Meet.

~~~~~~~~~~~

Mentari masih bersembunyi di balik bukit yang hijau itu, tampan sinar emasnya hanya memancar ke atas dan menerangi langit pagi di daerah Jinan. Cahaya mentari yang hangat itu masuk kedalam celah-celah jendela dikamar Kyuhyun.

Serubat cahaya itu berhasil membangunkan namja dengan mata brownise dan rambut ikal coklat itu, segera setelah meregangkan semua otot yang ada didalam tubuhnya, Kyuhyun langsung meraih handphone yang tergeletak dimeja sebelah ranjangnya.

‘1 message from Seohyun’s eomma.’

Raut wajahnya berubah ketika melihat satu pesan dari eomma Seohyun masuk, ia membuka kunci ponselnya dan menekan read untuk langsung membuka dan membaca isi dari pesan itu.

‘Kyuhyun~ah, ajumma ingin bertemu denganmu. Datanglah ke Star cafe sore ini. Ajumma akan menunggumu disana.’

Kyuhyun tersenyum saat selesai membaca isi pesan dari eomma Seohyun, ia sedikit berpikir saat itu. Sesuai jadwal, Chohyun akan datang kerumahnya dan bermain bersama dengannya dan sorenya dia mengantar Chohyun sambil memenuhi permintaan eomma Seohyun.

“Yup,”

Jari tangan Kyuhyun mulai mengetikan beberapa huruf yang merangkai kata-kata, untuk menjawab pesan dari eomma Seohyun.

‘Baiklah, ajumma. Sekalian saat aku mengantar Chohyun pulang.’

Sekiranya cukup, ia menekan tombol send dan tertera dilayar ponselnya, ‘1 Message delivery.’ Kyuhyun mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi lalu melompat dari atas ranjangnya, melangkah kearah kamar mandi untuk bersiap menyambut Chohyun.

Beberapa menit Kyuhyun habiskan untuk membersihkan dirinya, setelah 20 menit lebih ia keluar dengan handuk yang bertengger di kepalanya. Ia menghambuskan nafas yang terlihat seperti henbusan nafas yang meresa lega.

TENG…..TENG…..

Suara dari bel yang ditekan beberapa kali, membuat Krystal berlari kecil kearah pintun utama. Setelah sampai di pintu utama, tangan Krystal memagang handdle pintu dan membuka pintu kembar bercat putih dengan hiasan berwarna emas.

“Aku mengantar Chohyun.” Ucap Leeteuk yang datang mengantar Chohyun.

“Ah, iya silahkan masuk tuan Leeteuk dan tuan muda Chohyun.” Krystal memiringkan tubuhnya, membuat sebuah jalan agar Chohyun dan Leeteuk bisa masuk ke dalam rumah.

“Krystal ajumma, mana appa?” tanya Chohyun yang langsung duduk diatas sofa ruang tengah.

“Sebentar yan tuan muda, ajumma akan panggil appa’mu dulu.” Jawab Krystal sambil mengcak pelan rambut anak laki-laki dengan pipi yang chubby itu.

Krystal berjalan ke arah tangga, menyusuri setiap anak tangga untuk sampi ke lantai dua. Setelah berdiri tepat di depan pintu kamar Kyuhyun, tangan kanan Krystal mengetuk pelan pintu bercar coklat itu.

“Iya?” tanya Kyuhyun dari dalam.

“Tuan, Tuan muda Chohyun dan tuan Leeteuk datang. Mereka menunggu anda di ruang tengah.” Jawab Krystal.

“Baiklah, aku akan segera turun.” Ujar Kyuhyun.

Kemudian Krystal’pun kembali ke ruang tengah rumah Kyuhyun. Diruang tengah, Leeteuk masih duduk di sofa dengan tenang, sementara Chohyun sudah asyik dengan mainan yang ia bawa dari rumah Seohyun.

“Tunggu sebentar, tuan Kyuhyun akan datang.” Ujar Krystal yang dijawab anggukan dari Leeteuk.

Tak lama kemudian, “Mianhae, membuat hyung menunggu lama.” Ucap Kyuhyun seraya tersenyum.

“Tidak apa-apa, aku mengantar Chohyun seperti biasa. Seperti biasa aku akan menjemputnya jam 4 sore.” Ucap Leeteuk.

“Hyung, tidak perlu menjemput Chohyun. Aku akan mengantarnya pulang.” Ucap Kyuhyun sambil mengelus pucuk kepala dari anaknya yang sedang sibuk dengan beberapa mainan yang ia bawa.

“Kenapa?” tanya Leeteuk.

“Tadi, Jung Jeon ajumma mengirim pesan untuk datang ke Star Cafe sore ini. Dan aku pikir sekalian saja mengantar Chohyun pulang.” Jawab Kyuhyun.

“Oh, begitu. Kalau begitu baiklah, aku pergi dulu. Annyeong Kyuhyun. Chohyun jangan nakal bersama appamu yah.” Ucap Leeteuk.

“Annyeong Hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Baiklah, Leeteuk ajusshi.” Ucap Chohyun seraya tersenyum dan kembali bermain.

Kemudian Leeteuk beranjak dari sofa ruang tengah, berjalan kearah pintu utama dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Cho. Setelah perginya Leeteuk Kyuhyun kembali melanjutkan menemani Chohyun yang sedang asyik bermain.

~~~~~~~

Sore’pun menjelang, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. Matahari sudah ingin bersembunyi di balik bukit dan hanya menyisakan cahaya emas yang terpancar ke arah langit dan ke arah laut Korea.

Cahaya emas itu membuat awan yang puith berubah menjadi selimut tebal berwarna emas dan merubah air laut yang biru, menjadi permadani yang terbentang luas berwarna emas, eksotik.

Sementara itu di salah satu kamar di kediaman keluar Cho, Kyuhyun sedang mengelus rambut anak laki-lakinya yang tidak lain tidak bukan adalah Chohyun. Setelah bermain sehariah Chohyun tertidur dengan pulas ditemani appanya.

Saat tadi bermain, Chohyun sempat membuat sebuah gambar. Yah, walau gambar yang terlihat abtrak, tapi Kyuhyun bisa mengerti pesan yang terdapat di gambar itu. Gambar yang Chohyun gambar adalah seorang anak yang di dampingi kedua orang tuanya.

.

.

‘Appa…appa lihat aku menggambar apa?’

‘Apa? Coba appa lihat….’

‘Ini di kiri appa, di kanan eomma dan ditengah aku.’

.

.

Sejenak Kyuhyun terdiam saat mengingat kata-kata yang keluar dari mulut anaknya itu. Secara tidak langsung Chohyun menginginkan dia, Seohyun dan Kyuhyun bersama. Chohyun ingin kedua orang taunya bersamanya memberinya kasih sayang.

Tapi, mau bagaimana lagi. Seohyun sudah terlanjut sakit hati, walau Seohyun tidak membenci Kyuhyun tapi Seohyun tetap saja tidak mau melihat Kyuhyun. Dan juga perintah appa Seohyun yaitu Park Hyung Seo, untuk tidak mengizinkan Kyuhyun bertemu dengan anak perempuannya itu.

Mata brownise Kyuhyun memandang ke arah jam yang menempel di dinding kamar itu. Waktu sudah menunjukan pukul setengah 4 sore. Ia beranjak dari ranjang yang sedang di tiduri Chohyun.

Kemudian, dengan kasih sayang dan dengan cara yang sangat halus, Kyuhyun membangunkan anaknya yang sedang tertidur pulas itu.

“Chohyun, Park Chohyun…..anak appa. Bangun, sudah sore. Ayo, kita pulang ke rumah eomma’mu.” Kyuhyun membangunkan dengan memegang pundak anaknya itu.

“Emh…..sore appa.” Sapa Chohyun sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.

“Ayo bersiap, mandilah dulu.” Perintah Kyuhyun.

“Baiklah.”

Anak laki-laki yang berumur 6 tahun itu berjalan ke arah kamar mandi dengan di barengi dengan Kyuhyun di sampingnya. Chohyun sangat terlihat seperti eommanya, dengan mata hitam sempurna, rambut ikal hitam, bibir yang tipis, hidung yang mancung dan pipi yang chubby.

Setelah membereska semua barang-barang dan mainan Chohyun, Kyuhyun dan Chohyun berjalan ke arah mobil audi hitam yang terparkir dengan tanang di garasi rumahnya. Dengan semangat Chohyun masuk ke dalam mobil itu.

“Siap Chohyun?” tanya Kyuhyun kepada anaknya.

“Ne, aku siap appa.” Jawab Chohyun seraya tersenyum.

Mobil audi hitam itupun berjalan dengan pelan keluar dari garasi rumah Kyuhyun dan melesat dengan kecepatan rata-rata menuju daerah Seoul yang jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari Jinan.

“Kenapa appa mengantarku? Biasanya Leeteuk ajusshi yang menjemputku.” Tanya Chohyun di tengah perjalanan.

“Karena hari ini appa akan bertemu dengan nenek.” Jawab Kyuhyun.

“Oh, aku kira appa akan bertemu dengan eomma.”

“Emh…Chohyun. Appa boleh bertanya?”

“Apa saja, tanyakan saja.”

“Apa yang sebenarnya Chohyun inginkan, appa janji akan belikan.”

“Appa…..aku tidak mau barang, aku tidak mau apapun yang bisa di beli dengan uang. Aku hanya ingin……appa dan eomma bersama denganku setiap hari, setiap waktu. Saat aku tidur appa dan eomma ada.”

“Chohyun…….”

~~~~~~~~

|Star Cafe’s|

|Seoul, South Korea. 04.00 PM|

 

Setelah menempuh beberapa menit perjalanan melewati jalan tol dan melewati beberapa perbukitan. Yah, karena Jinan adalah daerah pegunungan atau bisa di bilang kota yang ada di kaki gunung, jadi jalan dari Jinan menuju Seoul dipenuhi bukit yang berderet.

Mobil Audi hitam yang mewah nan elegan itu berhenti di parkiran Star Cafe, dulu saat SMA Kyuhyun, Sunny dan Sungmin sering mengunjungi Cafe milik orang tua Seohyun ini, dan pantas kalau Kyuhyun tau letak cafe ini.

Kyuhyun turun dari dalam mobilnya dibarengi dengan Chohyun yang langsung turun saat melihat appanya turun, Kyuhyun menuntun tangan kanan Chohyun. Mereka berdua’pun masuk kedalam Star Cafe.

“Kami pulang….!” Chohyun segera berbicara lantang seraya membuka pintu kaca Star Cafe.

Kyuhyun kira yang akan menyambut mereka adalah Park Jung Jeon atau Leeteuk, tapi ternyata yang menyapa mereka berdua adalah Park Seohyun. Gadis itu terlihat tengah membersihkan tangannya sambil tersenyum ke arah Chohyun.

“Chohyun, sudah pulang. Apa kau lapar?” tanya Seohyun, dengan cepat Chohyun berlari ke arah ibunya itu dan memeluknya.

“Ne, aku lapar. Walau tadi sudah makan di rumah appa.” Jawab Chohyun.

Dan saat pertemuan anak dan ibunya, Kyuhyun hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang kaget atau senang…..tidak bisa digambarkan. Kyuhyun terus terdiam walau Seohyun sudah tersenyum ke arahnya.

“Sore, oppa.” sapa Seohyun.

“So-so-sore…Se-Seohyun.”

Aku ingin sekali tertawa ketika melihat raut dan ekspresi wajah dari Kyuhyun, lihat kedua pipinya memerah padam. Keringat deras mengalir dan membasahi dahinya, dia salah tinggkah di hadapan ibu dari anaknya.

“Kajja, pangeran. Kita makan.” Seohyun segera menggendong anaknya ke arah belakang Cafe untuk mengajak Chohyun makan.

Sementara Kyuhyun, yah dia terus saja mematung dengan raut wajah yang lucu. Walau si Tomato Princess yaitu Seohyun sudah pergi meninggalkannya. Kyuhyun segera menghirup nafas dalam dan menghembuskannya dengan penjang, sesaat kemudian dia tersenyum.

“Cantik……” gumamnya pelan.

.

.

“Siapa yang cantik?”

“ANDWAE! Huft~ ajumma bikin kaget saja.”

“Dasar. Kajja, ikut ajumma. Kita mengobrolnya di luar saja.”

“Akh, baiklah.”

Sementara itu di belakang Star Cafe, Seohyun sedang menyuapi Chohyun tapi belum 10 sendok, Chohyun sudah bilang kenyang. Yah, terpaksa Seohyun menyudahi acara menyuapi anaknya itu.

Seohyun terdiam, beberapa saat kemudian sebuah senyum terlukis di bibir tipisnya itu. Lalu beberapa menit tersenyum, keduan pipinya langsung memarah dan kemudian dia malah malu sendiri dengan wajah yang seperti kepiting baru matang. Kau? Gila Seohyun?

Park Jung Jeon dan Kyuhyun’pun berjalan ke luar dari Star Cafe, mereka terus berjalan masuk ke dalam Seoul Park di suasana sore itu. Lampu-lampu di Seoul park sudah menyala walau cahaya mentari masih samar-samar terlihat. Mereka putuskan duduk di sebuah bangku taman dekat air mancur.

“Eh, memang ajumma ingin membicarakan apa?” Kyuhyun bertanya seraya mereka berdua duduk.

“Sebenarnya, Kyuhyun~ah. Mulai sekarang jangan panggil aku ajumma, panggil aku eomma, ne?” tanya Park Jung Jeon yang di jawab anggukan dan senyuman dari Kyuhyun.

“Sebenarnya, Eomma sudah mengizinkan dirimua untuk bertemu dengan Seohyun. Tapi, Leeteuk dan Appa tidak mengizinkanmu dan terlebih lagi kondisi Seohyun yang sering down belakangan ini.” Jelas Park Jung Jeon.

“Aku mengerti eomma, aku mengerti kondisinya saat ini. Lagipula aku tidak mempermasalahkan masalah itu.”

“Jadi, kau tidak mau bertemu Seohyun?”

“Bukan, sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengannya, menjelaskan semuanya agar dia mengerti. Tapi, aku tidak pernah dapat kesempatan. Sekarang aku mengerti dan tau bagini, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu’ku bersama Seohyun dulu.”

“Semua sudah terjadi, Kyuhyun. Kau yang sabar, eomma akan mencoba membujuk appa dan Leeteuk. Sebenarnya Seohyun juga ingin sekali bertemu denganmu, entah sudah berapa kali dia mengatakan pada eomma tapi tetap saja appa dan Leeteuk tidak mengizinkan.”

“Yang benar eomma? Seohyun ingin bertemu denganku?”

“Yah, begitu yang dia bilang. Memang kenapa?”

“Pantas saja tadi saat aku tidak sengaja bertemu dengannya, raut wajahnya sangat tenang dan tidak memancarkan keadaan apapun. Apa dia sudah memaafkanku eomma?”

“Eomma tidak tau pasti, eomma tidak tau apa Seohyun sudah memaafkan’mu atau belum.”

“Mungkin, butuh waktu lebih lama agar Seohyun bisa memaafkan aku. Dan butuh waktu juga pembuktian lebih dari aku untuk bisa mendapat izin dari Leeteuk hyung dan appa. Yah, aku butuh kerja keras sekarang.”

“Itu baru semangat. Ya, sudah eomma akan membicarakan perihal ini dengan Leeteuk dan appa. Kalau begitu, eomma pergi dulu Annyeong.”

“Wait….? Hanya itu yang mau dibicarakan?”

“Yah, hanya itu. Memang apa lagi?”

“Nde? Ya sudah, Annyeong eomma, Ghamsahamida eomma.”

“Ne, Cheonma Kyuhyun.”

~~~~~~~~

|Park’s Residence|
|Seoul, South Korea. 08.00 AM|

 

Pagi yang lumayan cerah di Seoul, mentari sudah mulai meninggi walau Chohyun masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Leeteuk dan appa Seohyun sudah pergi untuk urusan masing-masing.

Sementara si Tomato Princess masih sibuk dengan urusan rumahnya, seperti menyiapankan sarapan untuk Chohyun dan bersih-bersih rumah. Sementara eomma Seohyun sedang sibuk di dapur.

“Huh~ capenya..” keluh Seohyun sambil menyeka keringat yang membasahi keningnya.

“Seohyun, kau masih sakit jadi jangan memaksakan diri.” Ujar Jung Jeon.

“Annio eomma, aku masih kuat. Ruang tamu belum di pel. Aku ke sana dulu yah.” Ujar Seohyun seraya beranjak ke arah ruang tamu.

Seohyun mengambil ember berisi air dan sebuah pel, Park Jung Jeon hanya bisa menghela nafas berat saat melihat putrinya itu sangat giat dalam urusan rumah tangga, yah jika Seohyun menjadi seorang istri pasti dia akan menjadi istri yang baik.

BRUK……

Selang beberapa saat kemudian suara seperti ada yang jatuh itu membuat Park Jung Jeon, tersentak kaget. Ia pikir itu barang yang jatuh.

“Seohyun~ah, ada yang jatuh?” tanya Park Jung Jeon ke arah anaknya. Beberapa menit tidak ada jawaban dari Seohyun, “Hyunie~ah. Apa kau baik-baik saja? ada yang terjadi?” sekali lagi, tapi tetap saja tidak ada jawaban.

Kemudian Park Jung Jeon berjalan meninggalkan dapur dan beranjak ke arah ruang tamu. Sesampainya di sana dia dikejutkan dengan tubuh Seohyun yang tergolek lemas di atas lantai, dengan dahi dan hidung yang mengeluarkan darah.

“Seohyun! Kau kenapa?”

Panik, bingung dan takut. Yah, perasaan itu yang menyelimuti Park Jung Jeon ketika mendapati anak perempuannya yang tergolek lemas dengan dahi dan hidung yang berdarah. Dengan cepat ia menghubungi Leeteuk dan suaminya, lalu menghubungi ambulan.

Beberapa saat kemudian ambulan datang dan langsung melarikan Seohyun ke rumah sakit terdekat, sementara Leeteuk yang di tugaskan untuk menjaga Chohyun ketika Chohyun bangun dari tidurnya.

Seohyun segera di larikan ke unit gawat darurat, ditemani eomma dan appanya. Saat suster sudah membawa masuk Seohyun ke ruang UGD, appa dan eomma Seohyun hanya bisa menunggu menunggu diluar ruangan.

Perasaan takut menyelimuti tuan dan nyonya Park, mereka bertanya-tanya ada apa dengan Seohyun? Kenapa kesehatan Seohyun sering turun belakangan ini? Apa dia terlalu memikirkan masalahnya dengan Kyuhyun?

Yah, begitu banyak pertanyaan di benar mereka, tapi untuk sekarang jawaban dari semua pertanyaan itu hanya Seohyun dan tuhan yang tau. Mereka hanya bisa mendoa’kan keselamatan untuk anak perempuan mereka satu-satunya itu.

Lalu Leeteuk yang saat itu sedang ada di rumah dan sedang menjaga Chohyun, Leeteuk langsung memberitahu Kyuhyun lewat pesan singkat, ia memberitahu bahwa sekarang Seohyun ada di rumah sakit, dan Chohyun akan di titipkan dulu kepadanya.

Beberapa menit menuggu, akhirnya Kyuhyun menjawab pesan singkat dari Leeteuk dan sepertinya setuju. Ia akan menjaga Chohyun sampai kapanpun, tapi bagaimanapun dia tetap khawatir dengan ke adaan Seohyun saat ini.

Di rumah sakit Seoul, di ruang UGD tempat Seohyun sedang di periksa, kala itu di selimuti suasana yang sangat sibuk. Dokter Kim adalah dokter yang menagani Seohyun, tak henti-hentinya menempelkan alat pemicu jantung ke arah dada Seohyun.

Yah, sejak 30 menit yang lalu detak jantung Seohyun berangsur-angsur melambat, dan pasti itu membuat team dokter yang memeriksa Seohyun sangat ketakutan akan hal yang buruk menimpa putri keluarga Park itu.

“Suster, beri daya sebesar 40 volt.” Desak Dokter Kim, yang di jawab anggukan dari suster yang menjadi asistennya, “Aman!” kemudian dokter Kim pun menaruh kembali alat pemicu jantung itu ke dada Seohyun, membuat tubuh putih itu terlonjak dari tempat berbaringnya.

.

.

“Dokter! Deyut jantung pasien…….naik!”

Terlihat di monitor, angka yang menunjukan deyut jantung menunjukkan angka 80 BPM yang artinya denyut jantung Seohyun sudah stabil. Masa kritis Seohyun sudah terlewati dan sekarang yeoja itu hanya tertidur.

Dokter Kim berjalan keluar ruang UDG dan pastinya di sambut oleh raut wajah gelisah dari nyonya dan tuan Park yang sudah sejak 2 jam yang lalu menunggu kepastian nasib dari anak mereka.

“Dokter, bagaimana  keadaan Seohyun?” tanya Park Jung Jeon, seraya dokter Kim melepas masker yang menutup mulut dan hidungnya.

“Syukurlah Seohyun sudah melewati masa kritisnya, sekarang dia hanya butuh istirahat. Tapi, jika nyonya dan tuan ingin melihatnya, silahkan saja. Asalkan jangan terlalu ribut, dan jangan sampai mengganggu istirahat Seohyun.” Jelas dokter Kim, dengan senyumnya.

“Terima kasih banyak dokter.” Ujar Park Hyung Seo sembari membungkuk.

“Akh, sama-sama. Kalau begitu saya tinggal dulu.” Ujar dokter Kim seraya pergi meninggalkan ruang rawat Seohyun.

Park Jung Jeon dan Park Hyung Seo masuk ke dalam ruang rawat anak mereka. Kedua mata mereka melihat sesosok tubuh yang berbaring dengan lemah diatas ranjang itu, sesosok tubuh dengan sebuah alat pernapasan yang ada di mulutnya.

“Seo-hyun, Park Seohyun.” Getar, lirih dan lemah suara yang di ucapkan Park Jung Jeon ketika melihat anak yeoja satu-satunya itu terbaring lemah di atas ranjang di ruang UDG. Pertanyaan, inikah Seohyun yang kuat itu?

“Maaf, untuk tuan dan nyonya Park. Anda di minta menemui dokter Kim. Mari saya antar.” Jung Jeon dan Hyung Seo melihat ke arah suster yang berdiri di ambang pintu. Dan kemudian mendekati suster itu.

“Kata Dokter Kim, ada hal yang harus di sampaikan.” Tambah suster itu.

Kemudian Park Jung Jeon dan Park Hyung Seo pun mengikuti suster itu ke arah ruangan dokter Kim. Ketika sampai di sana, dokter Kim hanya menyambut mereka dengan seulas senyum dan mempersilahkan mereka duduk.

“Ada hal apa, dok?” tanya Jung Jeon.

“Jadi, begini, ini soal Seohyun. Aku sudah menemukan penyebab kesehatan nona Seohyun yang berangsuk menuruh, tapi sebelum saya mengatakan hal ini, apa kalian siap untuk mendengar kemungkinan terburuknya?” tanya dokter Kim yang tak terasa membuat pelupuk mata Jung Jeon basah.

“Kami, siap mendengar apapun.” Jawab Hyung Seo yakin.

***

Malam itu di kediaman keluarga Cho, Kyuhyun sedang duduk di samping Chohyun yang kala itu sudah terlelap. Melihat anaknya tidur dengan lelap membuat Kyuhyun tersenyum dan juga bahagian, tapi saat memikirkan kondisi Seohyun, senyum itu hilang.

.

.

‘Appa, besok kita bisa menjenguk eomma? Aku rindu pada eomma.’

‘Emh……yah, bisa.’

‘Asyik.’

.

.

Kyuhyun teringat permintaan Chohyun tadi siang, anak namja berumur 7 tahun itu ingin sekali menemui Seohyun eommanya yang sedang ada di rumah sakit. Walau sudah di tutupi, tapi tetap saja Chohyun tau eommanya ada di rumah sakit.

‘Yosh~ besok aku harus ke rumah sakit.’ Batinnya.

Entah apa yang akan di lakukan Kyuhyun di rumah sakit besok, tapi tujuan utamanya hanya mengantar Chohyun menemui eommanya. Dan juga agar Chohyun tidak terlalu khawatir dengan keadaan Seohyun saat ini.

.

~To Be Continued~

26 thoughts on “Piece: Piece 4

  1. Chohyub udah gede aja ya haha. Kesiksa banget gak sih jadi seokyu? Aku rasa kesiksa bgy secara mereka sdng saling membutuhkan.

    Kenapa sm seohyun? Thor jgn parah2 dong penyakit seohyun kan jadi sad mulu nanti dan SKM ditunggu bgt

  2. keren ah. chohyun cpt bgt gedenya haha =))
    ah seokyu jngn trus2 an di siksa dong kasihan merreka kan udh saling butuh
    hmm jngn buat seonya sakit parah ya min

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s