Piece #5


Piece #5

Title: Piece : Piece 5

Author: Kim Naru (Namjachingu).

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Park Jung Jeon A.s Seohyun’s Eomma (OC).

Park Hyung Seo A.s Seohyun’s Appa (OC).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kim Naru and Namjachingu,

That cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Namjachingu.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

Note dadakan: YOSH~ YOSH~ udah masuk chapter 5 dan ini adalah pencapaian besar sang Kim Naru dan Namjachingu dalam membuat Fanfcition, biasa Cuma kuat ampe chapter 3 atau paling lama 4. Dengan begitu kita syukuran dulu (?)

Nah, untuk sekedar menyegarkan dan memberitahu yang telat ini adalah nama-nama dari setiap chapter di ‘Piece’:

-Piece 1: Hurt. (Selesai)

-Piece 2: Dream. (Selesai)

-Piece 3: So Close, She’s Far. (Selesai)

-Piece 4: Frist Meet. (Selesai)

-Piece 5: The Past. (Selesai)

-Piece 6: Hope. (Dalam Proses)

Saya ucapakan banyak terima kasih kepada semua reader yang setia, dan salah satu teman di balik semua ini. One thing! Saya minta maaf karena saat piece chapter 1 MINHO masuk sebagai teman kerja Seohyun dan di chapter selanjutnya dia malah jadi pelayan Kyuhyun.

Saay benar-benar minta maaf atas kejadian tidak terduga itu, mungkin saya sedang tidak konsentrasi. Saya dan namjachingu mengucapkan banyak-banyak maaf kepada reader sekalian atas ketidak nyamanan ini, mohon di maafkan.

Ga banyak cocot, author mempersembankan Chapter 5 dari Piece: The Past. Yuk, bekicot.

Kimnaru and Namjachingu

Present

‘Piece 5’

.

Mentari pagi nampaknya sangat enggan untuk bersinar di hari itu. Sang mentari nyatanya sangat suka bersembunyi di balik awan yang terlihat mulai gelap, di pagi ini langit Seoul akan kembali menitihkan tetes-tetes air yang akan membasahi dunia.

Gemuruh samar-samar terdengar di atas langit Seoul, walau petir tak menyambar cukup kencang dan hanya terdengar gemuruh yang sedikit pelan tapi, itu tak cukup untuk membuat hati seorang namja menjadi tenang.

Entah sejak jam berapa Kyuhyun sudah ada di balkon lantai dua rumahnya. Dengan segelas teh yang sedari tadi ia abaikan, karena pikirannya yang terlalu sibuk memutar kejadian yang terjadi kurang lebih 7 tahun yang lalu.

Tak terasa kejadian yang tak termaafkan itu sudah berlalu sejak 7 tahun yang lalu, dan sekarang Park Chohyun sudah menginjak umur 7 tahun dan kurang lebih 2 minggu lagi anak namja itu akan berumur genap 8 tahun.

Kyuhyun menjulurkan tangan kanannya ke depan, merasakan beberapa tetes air hujan yang tidak sengaja mengenai telapak tangan namja itu. Wajah itu dan raut wajah itu tengah menengadah ke atas langit. Mata brownies itu tengah asik mengamati langit yang gelam nan kelam.

Hujan dipertengah summer bisa dibilang adalah hujan kesedihan, kenapa bisa disebut begitu? Yah karena summer adalah musim yang paling menyenangkan, dengan terik matahari dan cuaca yang cerah. Namun sekarang itu tidak terlihat seperti summer.

Ia sejajarkan kepalanya dengan pagar balkon itu, membiarkan kepalanya hanya ditopang oleh pagar dan kedua tangannya. Dan kejadian kecilpun terjadi, saat tengah melamun Kyuhyun tak sengaja menjatuhkan gelas yang ia pegang.

Sampai gelas itu jatuh tepat ke lantai di halaman belakangnya dan pecah berantakan. Sesaat ia rasakan hatinya seperti terkena sebuah sengatan listrik yang sekali tapi terasa sangat sakit di hatinya.

Ia sedikit meremas dadanya, mencoba menghilangkan perasaan aneh itu. Ia tak buang-buang waktu lagi, ia suruh Sulli untuk membersihkan pecahan gelas dan ia Kyuhyun langsung membawa Chohyun ke rumah sakit, dimana Seohyun di rawat.

Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Chohyun yang kala itu sedang duduk di kursi samping kursi Kyuhyun, terlihat sangat menikmati waktu perjalanannya dengan bermain bersama main-mainnya, dan tak jarang Chohyun menanyakan ‘kapan sampai?’ kepada appanya.

~~~~~~

[Seoul Hospital]

Mobil audi hitam itu sudah terparkir sangat apik di tempat parkir di rumah sakit Seoul. Seperti biasa Kyuhyun menggendong Chohyun menuju ruang rawat Seohyun. Kata Park Jung Jeon Seohyun sudah sadar dan bisa dijenguk.

Kyuhyun berjalan mendekati meja resepsionis, “Permisi, pasien bernama Park Seohyun ada dikamar berapa?” tanya Kyuhyun kepada seorang suster dan suster itu’pun dengan cepat membuka sebuah buku dan mencari nomor kamar Seohyun.

“Ada di ruang nomor 110. Dilantai 2, anda bisa menggunakan lift disana.” Jawab suster tersebut seraya menunjukk sebuah lift yang ada diujung koridor rumah sakit Seoul tersebut.

Kyuhyun berterima kasih dan melangkah sedikit cepat ke arah lift itu. Ia lihat panel penunjuk yang ada di atas lift menunjukkan, kebawah di lantai 2. Dan beberapa saat kemudian pintu lift itu terbuka, Kyuhyun masuk dan menekan nomor 2.

Ting*

Suara khas saat pintu lift terbuka itu menjadi alarm bagi Kyuhyun untuk keluar dari lift dan berjalan menelusuri lorong rumah sakit yang terlihat lumayan lenggang pagi itu. Dan mulut nya tak henti-hentinya melantunkan irama dengan lirik.

“108…..109….110….Ini dia.”

Saat yakin bawah tulisan di depan pintu berwarna putih itu adalah 110, Kyuhyun memeriksa nama pasien yang dirawat diruang itu. Dipanel yang ada di sebelah kanan pintu tertera nama ‘Park Seohyun’.

“Yup, Chohyun. Kita sudah sampai.” Ujar Kyuhyun seraya menepuk halus pipi anaknya yang mirip dengan eommanya itu, Chohyun sangat mewarisi kedua pipi eommanya yang chubby itu.

“Wah. Sudah sampai yah?” tanpa pikir panjang Chohyun turun dari gendongan appanya dan berlari seraya menggeser pintu berwarna putih itu.

Sedangkan dua yeoja yang tengah mengobrol didalam ruangan itu, sontak keget saat melihat seorang anak kecil berlari ke arah Seohyun, “Eomma!” Chohyun berlari dan langsung memeluk Seohyun yang ketika itu sedang duduk di atas ranjangnya.

“Astaga. Chohyun, kau dengan siapa kemari?” tanya Seohyun seraya melepas pelukkan anaknya itu.

“Apa Leeteuk Ajusshi bersamamu?” tanya Jung Jeon seraya mengelus rambut cucunya itu.

“Annio. Aku bersama kemari bersama appa.” Seru Chohyun seraya menunjukkan telunjukknya kearah Kyuhyun yang tengah berdiri mematung di ambang pintu ruang rawat Seohyun.

“Annyeong. Seohyun, eomma.” Sapa Kyuhyun seraya tersenyum ke arah dua yeoja itu.

“Annyeong.” Jawab dua yeoja itu juga.

Jung Jeon yang sedikit gemas melihat tingkah Kyuhyun, beranjak dari tempat duduk dan tanpa persetujuan Kyuhyun. Jung Jeon dengan paksa menarik tangan Kyuhyun dan membawa namja itu masuk ke dalam.

Melihat itu Seohyun hanya bisa tertawa pelan atas perbuatan eommanya terhadap ayah dari anaknya itu, “Sudah eomma, kasihan Kyuhyun oppa.” ujar Seohyun seraya masih tertawa pelan.

“Nah, pemuda kau sekarang duduk disini, temani anakku dan cucuku. Aku mau sarapan. Mengerti?” papar Jung Jeon dengan nada sedikit menakutkan ditelinga Kyuhyun saat itu.

“Ah, i-iya eomma. Aku akan disini.” jawab Kyuhyun dengan sedikit serubat merah di pipinya.

Jung Jeon’pun keluar dari ruang rawat Seohyun. Meninggalkan Kyuhyun, Seohyun dan Chohyun bertiga dalam satu ruangan itu. Tadinya Jung Jeon juga berencana untuk mengajak Chohyun, agar Seohyun dan Kyuhyun berdua tapi kasiahan Chohyun ingin bersama eommanya.

Hening. Hanya kata-kata itu yang tepat menggambarkan suasana didalam ruang rawat itu. Suasana sepi seperti ini sangatlah tidak disukai Kyuhyun, ini akan membuatnya gelisah dan tambah salah tingkah.

“Seohyun / Kyuhyun…..” ujar mereka bersamaan.

“Chohyun!” tambah Chohyun seraya mengacungkan telunjukknya.

“Oppa saja duluan.” Seru malau-malu dari sang putri keluarga Park itu.

“Ah, tidak-tidak. Kau duluan. Silahkan.” Selah malu-malu dari sang pengerah keluarga Cho itu.

“Emh. Bagaimana kabarmu? Selama Chohyun bersama oppa, dia tidak nakal kan?” tanya Seohyun khas dengan sebuah serubat merah dikedua pipinya.

“Annio, annio. Aku malah senang ada Chohyun dirumah.” Jawab Kyuhyun sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Bagaimana eomma ini. Aku’kan anak baik, tidak mungkin merepotkan appa.” Selah Chohyun yang sedari tadi asik bermain dipangkuan eommanya.

“Ahahaha, dasar. Anak oppa ini.” Ujar Seohyun yang seraya tersenyum dan tertawa.

“Mwo? Dia jugakan anakmu. Ahahaha.” Tanpa sadar Kyuhyun juga ikut tertawa dan tersenyum, melihat itu Chohyun sangat senang. Melihat kedua orang tuanya bisa bersama dan bercada ria.

Ketika sedang bercanda dan bergurau, tak sengaja dan tanpa di perintah perut Seohyun berbunyi. Mendengar itu Kyuhyun hanya terdiam, sementara sang empunya perut hanya bisa memegangi perutnya seraya serubat merah itu menghiasi kedua pipi chubby Seohyun.

‘Ya tuhan! Ini memalukan sekali.’ Batin Seohyun seraya terus memegangi perutnya yang terus berbunyi. Memang dari kemarin dia belum mengisi perutnya, dari kemarin Seohyun hanya berbaring tanpa memakan apapun.

Kyuhyun beranjak dari kursi yang ia duduki dan berjalan ke arah meja disamping ranjang Seohyun, namja itu mengambil mangkuk berisi bubur yang ada di atas nampan. Lalu kembali lagi ke posisi semula.

“Kau lapar? Apa kau mau makan bubur ini?” tanya Kyuhyun dengan semangkuk bubur di tangannya.

Gadis cantik nan manis itu hanya terdiam melihat mangkuk berwarna putih ditangan Kyuhyun, tak lupa wajahnya yang sudah memerah semerah kepiting yang matang sewaktu sudah direbus.

“A-aku saja.” seru Seohyun seraya meminta mangkuk berisi bubur itu.

“Jangan! Kau masih sakit. Sudah, buka mulutmu.” Seohyun’pun dengan malu-malu dan perlahan membuka mulutnya untuk jalan masuk sesendok bubur yang disuapkan oleh Kyuhyun. Dan satu suap’pun masuk.

Kemudian beberapa suap juga masuk, dan beberapa menit kemudian bubur didalam mangkuk itu ternyata sudah habis. Hanya menyisakan sendok serta mangkuk kaca berwarna putih bersih itu.

Kyuhyun memandang mangkuk kosong itu, “Yah, sudah habis. Pintar sekali putri Seohyun menghabiskan makannya.” Ujar Kyuhyun dengan ekspresi dan raut wajah yang seperti menggoda gadis dihadapannya itu.

“Uh. Oppa kira aku anak kecil, jika makannya habis harus dipuji? Huh!” Gadis itu melipat kedua tangannya, memalingkan muka seraya menggembungkan kedua pipi chubbynya itu.

Kyuhyun sedikit terdiam saat melihat Seohyun, “Kau manis, Seohyun~ah.” Kata-kata itu mulus keluar dari bibir namja itu, dengan sebuah senyum yang mekar di bibir Kyuhyun. Kata-kata manis itu keluar begitu saja.

Mendengar itu Seohyun menatap Kyuhyun sejenak dengan raut wajah heran, “Ah, apa yang oppa katakan?” tanya Seohyun yang ternyata sedikit kurang mendengar ucapan Kyuhyun tadi.

“Ah, annio annio. Bukan apa-apa, kok. Heheh.” Jawab Kyuhyun sambil menggaruk belakang kepalanya dan tertawa sangat kecut dihadapan eomma dari anaknya.

“Ouwh. Aku kira oppa mengatakan sesuatu.” Ujar Seohyun ber ‘o’ ria.

Setelah itu hening kembali menguasai ruangan rawat Seohyun. Tak dari Kyuhyun atau’pun Seohyun yang angkat bicara, ternyata keheningan bermain cukup lama diantara Kyuhyun dan Seohyun.

“Eomma! Kapan eomma pulang kerumah?” tanya Chohyun yang berhasil memecah keheningan diantara kedua orang tuanya itu.

“Eh. Kapan yah?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri.

“Sekarang juga kau bisa pulang, Seohyun~ah.”

Mata Kyuhyun, Seohyun dan Chohyun tertuju pada seorang namja yang menjadi sumber kata-kata itu. Namja itu kini tengah berdiri disamping ranjang Seohyun, dengan seorang namja paruh baya di belakangnya.

“Leeteuk oppa, appa.” Sapa Seohyun kepada oppa dan appanya itu.

“Wah! Kakek dan ajusshi datang.” Ujar dengan nada senang dari Chohyun.

“Ah, Hyung, appa. Apa kabar?” seru Kyuhyun seraya membungkuk sempurna dihadapan kedua orang itu.

“Ouwh. Ada Kyuhyun ternyata, wah kebetulan aku ingin bicara denganmu. Aku tunggu diluar yah.” Park Hyung Seo mendahului Kyuhyun meninggal ruang rawat Seohyun, tanpa pikir panjang Kyuhyun’pun mengikuti Hyung Seo melangkah keluar.

Sementara appanya dan Kyuhyun sedang berbincang diluar, Seohyun hanya bisa diam duduk di atas ranjangnya sembari mengamati Chohyun yang sedari tadi sedang asyik dengan mainan-mainan yang ia bawa.

“Oppa sudah makan?” Mendengar itu namja satu-satunya yang sedang berdiam diri di sofa, kini terlihat menatap ke arah Seohyun yang sedang tersenyum juga ke arah namja itu.

“Ah. Aku sudah sarapan tadi bersama appa. Kau sendiri? Apa kau sudah makan?” Leeteuk menghampiri ranjang Seohyun dan duduk tepat di salah satu kursi di sisi ranjang Seohyun.

“Sudah. Apa kata dokter? Apa aku baik-baik saja?” Seohyun tersenyum ke arah kakak satu-satunya itu, ia tidak tau pertanyaan itu sangat sukar untuk dijawab oleh Leeteuk, karena waktu yang sangat tidak tepat.

“Yah, dokter hanya mengatakan kau kurang istirahat. Dengan banyak istirahat dan makan, kau akan sembuh.” Leeteuk kembali membalas senyum adiknya, tapi kini ada yang sedikit aneh di dalam senyuman yang di perlihatkan Leeteuk.

Beberapa menit kemudian, sesaat setelah Park Jung Jeon kembali masuk ke dalam ruang rawat Seohyun, Kyuhyun dan Park Hyung Seo’pun masuk kembali ke dalam ruang rawat Seohyun.

“Kata dokter kau bisa pulang sekarang, jika kau mau.” Ujar Kyuhyun sesaat setelah ia berbincang dengan appa Seohyun diluar.

“Oh yah. Kalau begitu sore ini aku akan pulang. Bolehkan eomma? Appa?” tanya Seohyun ke arah kedua orang tuanya.

“Boleh. Oh yah, Kyu. Kebetulan Chohyun besok libur dan cafe tutup, kau bisa ajak jalan-jalan Chohyun dan Seohyun’kan. Appa dengar di daerah Jinan akan ada festival musim panas tahunan?” ujar Park Hyung Seo.

“Ah. Baiklah appa. Jika Seohyun juga mau.” Jawab Kyuhyun seraya menatap ke arah Seohyun yang masih terbigung di atas ranjang.

“Bagaimana Seo? Kau ikut? Yah, itung-itung liburan menemani Chohyun.” Ucap Leeteuk kemudian.

“Emh….jika Chohyun mau aku setuju-setuju saja.” ujar Seohyun seraya kedua matanya menatap ke arah Chohyun yang sedang bermain tepat di sebelah ranjang rawatnya.

“Tapi, hanya kalian bertiga.” Jelas Park Jung Jeon dengan sedikit senyum jahilnya.

“Oh…….Yah, benarkah?”

~~~~~~~

‘Don’t give up, although the past is hurt.’

~~~~~~~

~~~~~~~~~~~

Piece

Piece 5: The Past.

~~~~~~~~~~~

“Jadi begitu?”

Namja itu terlihat kembali berpikir, ia kembali terdiam sesaat setelah mendengar penjelasan dari Leeteuk yang sekiranya menyangkut tentang Seohyun. Sekarang ia tahu alasan kenapa besok ia harus pergi ke fistival bersama Seohyun dan Chohyun.

“Yah, 2 minggu atau tepatnya 2 hari setelah ulang tahun Chohyun.” Jelas Leeteuk sekali lagi.

Kyuhyun makin terdiam dalam lamunannya, kini bukan hanya masalah yang dihadapi dirinya dan Seohyun tapi juga masalah yang dihadapan Seohyun, Chohyun dan dirinya sendiri yang ia pikirkan.

Leeteuk terlihat beranjak dari duduknya, malihat Kyuhyun yang sedang berpikir seperti itu membuatnya sedikit gelisah, “Kalau begitu, aku permisi pulang dulu. Jangan lupa, besok jam 8 kau harus sudah menjemput Seohyun dan Chohyun dirumah.” Jelas Leeteuk seraya meninggalkan kediaman keluarga Cho.

Didalam rumah keluarga Cho, Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya. Selama seharian penuh ia tak henti-hentinya memikirkan terus perkataan dari Leeteuk tadi. Dan sampai malam hari, Kyuhyun masih tidak bisa tidur.

~~~~~~~~~

Keesokan paginya, mobil audi hitam itu sudah terparkir rapih di halaman depan rumah keluarga Park. Kyuhyun sudah datang untuk menjemput Chohyun dan Seohyun, tapi sebelumnya dia diajak sarapan bersama di rumah Seohyun.

Setelah selesai sarapan bersama, Chohyun, Seohyun dan Kyuhyun pun pamitan untuk segera pergi ke festival di Jinan. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi waktu Seoul, Korea Selatan.

Keadaan yang seperti biasa, Kyuhyun duduk didepan di kursi pengemudi, sementara Chohyun dan Seohyun yang duduk dibelakang, membuat Kyuhyun merasa dirinya adalah seorang supir. Malang sekali.

“Eh iya. Beberapa hari lagi Chohyun ulang tahun. Chohyun ingin kado apa?” tanya Kyuhyun yang masih fokus terhadap jalanan yang ia lalui.

“Emh……bagaimana kalau sebuah Helikopter R.C yang aku lihat di mall saat jalan-jalan bersama eomma dulu.” Jawab Chohyun yang terlihat sangat semangat.

“Chohyun. Itukan mahal, minta yang lain saja.” larang Seohyun ke arah anaknya.

“Sudahlah Seohyun~ah. Lagipula ulang tahun hanya setahun sekali, kan. Baiklah Chohyun, nanti appa belikan yah.” Ujar Kyuhyun yang disambut suara riang dari Chohyun dan membuat Seohyun tersenyum.

“Nah, kalau eomma akan memberikan apa?” tanya Chohyun kemudian.

“Emh…..bagaimana jika, sebuah benda yang ada disini?” tanya Seohyun seraya menunjukk dadanya.

“Huh? Apa kau akan memberinya kalung, Seohyun?” tanya Kyuhyun.

“Annio. Aku akan memberikan hatiku sepenuhnya untuk Chohyun dan akan terus menjadi miliknya.” Jawab Seohyun seraya mengelus lembus pipi Chohyun yang sama percis dengan yang ia miliki.

“Eomma…..Gomawoyo eomma, Chohyun sayang eomma.” Kemudian anak namja berumur 7 tahun itu memeluk tubuh Seohyun sangat erat, dan membuat Kyuhyun sendiri tersenyum senang melihatnya.

“Jadi, jika seluruh hatimu untuk Chohyun. Kau tidak akan memberi sisanya padaku?”

*DEG*

Seohyun rasakan seluruh wajahnya memerah panas, jika ia bisa melihat wajahnya mungkin dia akan mendapati wajahnya semerah tomat yang baru matang. Dengan wajah merah dan tertunduk malu, membuat Kyuhyun tersenyum.

“Woah! Wajah eomma memerah, seperti tomat di kebun appa yang sudah bisa di petik.” Goda Chohyun tanpa memperdulikan raut wajah eommanya yang sedang menahan malu dihadapan ayah dari anaknya.

~~~~~~~~~

[Summer Festival]

Yah, kata-kata itu terpajang jelas di pintu masuk menuju Festival Musim Panas tahunan yang selalu diadakan di Jinan. Hampir setiap tahun Kyuhyun selalu datang kesini, bersama dengan kedua orang tuanya. Tapi sekarang sudah sangat jarang.

“Ne oppa. apa oppa sering mengunjungi festival ini?” tanya Seohyun yang kebetulan berjalan di samping Kyuhyun yang tangah menggendong Chohyun.

“Yah hampir setiap tahun aku dan kedua orang tuaku kemari, tapi semenjak aku kelas 3 SMP sudah tidak pernah. Dan baru kali ini aku mengunjungi festival ini lagi.” jawab Kyuhyun penjang lebar.

“Kenapa oppa tidak mengajak kedua orang tua oppa datang ke festival ini? Oh yah, semenjak kejadian itu aku tidak pernah melihat kedua orang tua oppa. Memang mereka kemana?” Seohyun bertanya seakan dia ia ingin tahu masa lalu namja yang menjadi appa dari anaknya itu.

“Kedua orang tuaku…….mereka…..mereka AH! Saat kelas 3 SMP aku sudah dididik mandiri, karena kedua orang tuaku yang serba berkecukupan, mereka memaksaku untuk mandiri. Saat aku sudah mandiri, meraka sibuk dengan kegiatan mereka, dan berkata ‘Lakukan hal yang kau sukai dan ingin kau lakukan, tapi jangan pernah libatkan kami dalam masalahmu.’ Itulah kata-kata mereka yang terakhir, sejak itu aku tidak pernah menemui mereka lagi.” namja itu kini terlihat murung tak lagi ceria seperti biasa.

“Oh maaf. Aku tidak sopan. Kalau boleh tahu, sekarang mereka dimana?” tanya kembali Seohyun.

“Mereka tinggal di Francis, mereka berbisnis Fashion disana. Aku sering mengirimi mereka surat, tapi betapa bodohnya aku yang mengharapkan basalan dari mereka. Cih, ahahaha.” Kyuhyun tertawa meremahkan, didepan Seohyun ia terlihat sangat kesal.

“Oh yah.”

Hening kemudian. Seohyun tahu pertanyaannya sangat tidak sopan untuk mengungkit masalah pribadi keluarga Kyuhyun, dan salahnya dia sekarang suasana di antara mereka malah menjadi canggung.

“Sekarang aku tidak perduli kepada mereka berdua. Jika mereka masih menginginkan’ku menjadi anak mereka, aku akan terus menjadi anak mereka, jika sudah tidak mau, aku tidak keberatan. Sekarang hidupku hanyalah untuk Chohyun dan seorang gadis yang spesial.” Ujar Kyuhyun.

“Ah. Kalau boleh tahu, apa gadis itu Victoria?”

“Baboyo! Gadis itu kau, eomma dari anakku. Dasar.”

“O-oppa?!”

“Sudah. Chohyun mau main apa? Atau mau membeli sesuatu?”

Kyuhyun arahkan pandangannya ke arah Chohyun yang masih asyik di atas punggungnya, “Aku ingin membeli permen apel. Kata nenek, permen apel di Jinan sangat enak dan manis. Belikan satu yah appa.”

“Baiklah, baiklah. Kita cari stand Apple Candy. Seohyun~ah, apa kau mau sesuatu?”

“Emh…..kedengarannya permen apel sangat enak. Kajja.”

“Oh yah emh……kajja!”

Seohyun, Kyuhyun dan Chohyun berjalan mengelilingi area festival untuk mencari stand permen apel. Sebenarnya sangat jarang ada yang berjualan permen apel di musim panas seperti ini. Biasanya permen apel dijual saat musim gugur.

Namun untunglah, ada salah satu stand di ujung area festival yang menjual permen apel dengan siraman gula putih cair diatasnya. Permen apel sebenarnya sangat mudah di buat, kau hanya butuh sebuah apel merah, sebuah kayu dan gula yang dicairkan.

Kemudian mereka bertigapun mendekati stand itu dan membeli 2 permen apel. Setelah mendapat apa yang Chohyun inginkan, mereka kembali memutari area festival, tadi sejenak mareka melihat sebuah wahana. Gelas putar.

Chohyun sangat ingin naik wahana gelas putar. Sesampainya di wahana itu, Chohyun naik bersama dengan Seohyun. Sementara Kyuhyun tidak ikut karena ia rasa tidak akan kuat menahan putaran yang membuat mual itu.

Sementara Chohyun dan Seohyun menaikki wahana, disisi wahana Kyuhyun sengaja mengambil gambar Chohyun dan Seohyun dengan kamera yang sempat ia bawa dari rumahnya.

“Senyum Chohyun dan juga Seohyun.” Ujar Kyuhyun saat gelas yang dinaikki Seohyun dan Chohyun ada dihadapannya. Dengan segera Chohyun bergaya, sementara Seohyun hanya tersenyum dengan jari yang membentuk huruf V.

Sore sudah menjelang di Jinan, sang mentari sudah mulai bersembunyi dibalik bukit nan jauh disana. Udara Jinan sore itu juga sudah mulai sejuk, tidak seperti siang tadi, saat mentari masih bersinar terik.

Kyuhyun dan Seohyun masih tetap berjalan-jalan mengitari area festival, walau anak meraka Chohyun sudah terlelap diatas punggung Kyuhyun sejak lima belas menit yang lalu.

Wajah polos anak namja itu ketika tidur nyatanya mengundang tawa renyah dari kedua orang tuanya. Namun, hening masih menyelimuti suasana antara Kyuhyun dan Seohyun, tak ada dari mereka yang mau angkat bicara.

“Kenapa tidak coba menelepon, orang tua oppa? mungkin mereka menunggu telepon dari oppa.”

Kemudian, Seohyun’pun angkat bicara. Ketika mendengar itu Kyuhyun hanya bisa menatap Seohyun yang sedang tersenyum ke arahnya. Lalu ia alihkan pandangannya ke arah langit yang berwarna keemasan dan berpikir.

“Benar katamu. Mungkin tidak ada salahnya hanya menelepon mereka.” Jawab namja itu dengan senyum manis ke arah Seohyun yang berjalan beriringan disampingnya.

Sang waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, sebentar lagi akan malam. Kyuhyun putuskan untuk langsung membawa pulang Seohyun dan Chohyun ke Seoul. Kerumah Seohyun disana.

Tapi, sesaat sebelum mereka hendak masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Chohyun bangun dan mangatakan dia lapar, jadi terpaksa mereka pergi ke restoran terdekat dan membeli makanan untuk Chohyun.

Sesudah dari Restoran, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Nyatanya jalanan Jinan sangat gelap saat itu. Kyuhyun tidak mau mengambil resiko, ia hentikan mobilnya tepat di persimpangan, ke kiri Seoul dan ke kanan adalah arah menuju rumah Kyuhyun.

“Loh, kok berhenti oppa?” tanya Seohyun ketika merasa mobil yang dinaikkinya berhenti di sisi jalan.

“Ini sudah malam, Chohyun juga sudah lelah. Jika mau memaksa pulang ke Seoul akan sangat berbahaya, untuk kali ini saja kalian tidur dulu di rumahku. Bagaimana?” tanya Kyuhyun seraya mengelus lembut kepala anaknya yang terlelap.

“Iya juga, akan sangat mengganggu pulang jam segini. Baiklah, aku akan mengeirim pesan kepada eomma, aku dan Chohyun akan menginap dirumah oppa.” jawab Seohyun sambil meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Park Jung Jeon.

Beberapa menit kemudian ponsel Seohyun berdering, “Kata eomma. Boleh. Ia bahkan setuju dengan itu.” Ujar Seohyun yang masih terfokus ke arah layar ponsel berlogo smartphone itu.

“Kalau begitu, kita ke rumahku sekarang.” Kemudian namja itupun memacu mobilnya dengan kecepatan dibawah rata-rata ke arah kediaman keluarga Cho, yang ternyata tak begitu jauh dari perempatan tadi.

Begitu sampai disana, Seohyun langsung membawa Chohyun ke kamar yang dulu ditempatinya. Saat Seohyun membuka kamar itu, ia lihat keadaan kamar itu yang tidak berubah sama sekali, sama seperti pertama kali dia disini.

“Jika kau membutuhkan sesuatu, aku ada di ruang kerjaku.” Ujar Kyuhyun seraya berlalu.

Seohyun terdiam ketika itu, ia rasa kata-kata itu, suasana ini dan keadaan ini, sangat percis sama saat dia datang kerumah ini dengan perut yang masih mengandung Chohyun waktu itu.

Sementara itu diruang kerja Kyuhyun, namja itu tengah terdiam melamun di kursi kerjanya. Ia menatap ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja kerjanya, rasa ragu sempat menyerang benaknya.

“Ayolah cepat. Mereka pasti menunggu.”

Kyuhyun tersentak kaget saat seseorang mengatakan kata-kata itu, dan yang ia dapati adalah Seohyun yang tengah berdiri di amabang pintu ruang kerjanya, seperti biasa dengan senyum yang mekar dibibir tipisnya.

“Kau ini mengagetkan saja. Apa Chohyun sudah tidur?” tanya Kyuhyun.

“Sudah, tidurnya sangat lelap.” Jawab Seohyun yang masih berdiri di ambang pintu.

“Duduklah.” Perintah Kyuhyun, yeoja itu megangguk kecil dan duduk tepat dihadapan Kyuhyun.

Namja itu meraih ponselnya dan mencoba menghubungi kontak berisi nomor eommanya. Saat ponsel sudah menempel ditelinga namja itu, Seohyun sudah hendak akan meninggalkan ruangan itu. Tapi, Kyuhyun mencegahnya, memagang tangan Seohyun agar Seohyun tak pergi.

“Op-oppa..!?”

“Jangan dulu pergi. Temani aku dulu.”

Seohyun tak mejawab dengan anggukan atau dengan gelengan kepala, dia menjawab dengan kembali duduk di tempat yang tadi ia duduki. Tapi kini wajahnya tertunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.

[Chat On Telephone]

[Cetak tebal untuk dialog Eomma Kyuhyun, Cetak miring untuk dialog Kyuhyun]

“Yes. Good morning.”

“Di Francis masih pagi, yah?”

“Oh, Nuguya?”

“Eomma…..”

“Kyu-kyuhyun~ah.”

“Eomma……”

Kyuhyun~ah, eomma…..eomma….eomma sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu di Korea? Apa ada masalah? Bagaimana keadaanmu disana?”

“Semuanya baik-baik saja eomma. Bagaimana keadaan eomma dan appa?”

“Kami baik-baik saja. Oh Kyu, kami sangat merindukanmu.”

“Aku juga. Mianhaeyo eomma.”

“Maaf untuk apa, sayang?”

“Untuk semua yang aku ucapkan, lakukan dan semua yang menyakiti eomma dan appa. Aku……Aku….aku benar-benar minta maaf.”

“Sudah. Kami sudah memaafkan dari dulu.”

“Gomawoyo eomma. Ne eomma?”

Ada apa?”

“Apa appa masih marah padaku?”

“Annio, annio. Dia malah sangat merindukan’mu Kyuhyun. Dia dan eomma merindukanmu.”

“Aku…aku juga, aku rindu saat kita bertiga mengunjungi Festival Musim Panas di Jinan. Apa eomma tau? festival itu hari ini?”

“Oh….my….Kyuhyun~ah. Maafkan eomma. Eomma dan appa tidak tau, sekali lagi maaf.”

“Tidak apa. Aku menghubungi eomma, karena aku rindu dengan kalian berdua. Eomma….?”

“Ada apa, Kyuhyun?”

“Apa….? apa aku boleh pergi ke Francis untuk menemui kalian berdua? jika tidak boleh juga tidak apa-apa.”

“Oh Kyuhyun, tentu boleh sangat boleh. Kami tunggu kedatanganmu disini.”

“Eomma…..gomawoyo. Eomma saranghae eomma. Lusa aku akan datang kesana, bersama seseorang.”

“Baiklah. Seseorang? Siapa? Apa yeojachingumu?”

“Kejutan, aku tidak akan mengatakannya sekarang.”

“Ah, baiklah. Eomma dan appa akan menunggu kalian. Annyeong Kyuhyun~ah. Jangan lupa jaga kesehatanmu.”

“Ne eomma dan appa juga. Annyeong.”

[Normal POV’s]

Kyuhyun menaruh ponselnya kembali, sempat ada senyum yang lebar dibibir Kyuhyun tapi kedua tangannya dengan cepat menutup senyum itu. Tidak mau orang lain melihat ia sedang sangat bahagia kala itu.

Yeoja disampingnyapun ikut tersenyum senang melihat itu dia bisa menyimpulkan bahwa percakpan tadi membuat Kyuhyun sangat senang, “Gomawoyo Seohyun~ah, kau memang benar. Gomawoyo~”

Tap*

Tanpa sepengetahuan Seohyun, tanpa ada larangan dari Seohyun. Kyuhyun dengan sangat cepat memeluk erat tubuh langsing Seohyun dengan erat, dan terdengar isakan yang sedikit keluar dari Kyuhyun, namja itu menanggis bahagia.

“Sama-sama oppa. Aku juga senang mendengarnya.” Ujar Seohyun yang tak melepas pelukan erat namja itu.

“Aku benar-benar berterima kasih. Kau memang wanita yang baik, Chohyun sangat beruntung mendapat eomma sebaik dirimu.” Ujar Kyuhyun yang tak melihat ada sebuah serubat merah yang samar dikedua pipi chubby Seohyun.

Seperti biasa, malam sudah semakin larut. Tapi obrolan antara Kyuhyun dan Seohyun masih sangat seru diruang kerja Kyuhyun, terdengar beberapa tawa dari mereka berdua, mungkin rasa canggung sudah hilang seutuhnya.

“Eomma, appa. Kalian berisik sekali!”

Kyuhyun dan Seohyun segera menghentikan tawa mereka dan melihat sang pangeran kecil yang berdiri di ambang pintu dengan jemari yang menggosok matanya yang lelah, Seohyun dan Kyuhyun hanya bisa tertawa melihat itu.

“Kau bangun Chohyun? Mianhae. Hehe!” ujar Kyuhyun seraya tersenyum ke arah anaknya.

“Sudah, sudah. Ayo kembali ke kamar. Eomma akan temani.” Ujar Seohyun seraya mengantar anaknya kembali ke kamar untuk segera melanjutkan tidurnya. Dan Kyuhyun masih duduk diruang kerjanya dengan sebuah senyum.

~~~~~~~~

[Morning In Jinan]

Pagi yang seperti biasa diJinan, mentari masih sembunyi-sembunyi di antara awan yang gelap. Mungkin hari ini akan turun hujan seperti hari-hari kemarin, ah ternyata suasana musim semi sudah mulai terasa.

Musim panas nyatanya sudah akan habis dalam beberapa hari kedepan, Kyuhyun yang sedang tidur nyanyak harus terbangun karena mendengar suara yang lumayan gaduh di arah dapur rumahnya dan terpaksa meninggalkan kasurnya yang hangat dan melangkah ke dapur.

Saat dirinya sampai didapur, yang ia dapati hanya seorang yeoja dengan celemek oranye dan wajah serta lengan yang berlumuran tepung yang putih. Melihat itu, rasa kantuk Kyuhyun hilang dan diganti dengan tawa geli yang keluar dari namja itu.

“Mo!!! Kenapa malah menertawakanku, oppa? bukannya membantu.” Dengus yeoja itu dengan bibir yang dikerucutkan, tanda kesal.

“Habis pagi-pagi begini kau sudah seperti manusia salju saja. Sedang apa nona Park Seohyun?” tanya Kyuhyun seraya mendekati yeoja yang sedang sibuk membaca sebuah majalah dengan halaman resep.

“Aku hanya mencoba membuat berlatih Cake untuk ulang tahun Chohyun lusa.” Jawabnya seraya terus membaca resep ‘Snow Tart Cake’ disalah satu halaman didalam majalah yang Seohyun baca.

“Kenapa tidak beli saja nanti, kan lebih mudah.” Ujar Kyuhyun yang mencoba memberi saran kepada eomma dari anaknya itu.

“Aish! Inikan ulang tahun Chohyun yang ke-8, menurutku angka delapan adalah nomor paling berharga jadi Cake’nya juga harus spesial.”Jawab Seohyun, tanpa memperdulikan wajahnya yang sudah putih berlumur tepung.

“Tapi, jika seperti ini persediaan tepung dan telur dirumahku akan habis. Ahahah!” goda namja itu yang berhasil membuat Seohyun terdiam.

“Nan-nanti akan aku ganti…” ujar Seohyun dengan serubat merah dikedua pipinya, yang kini tak malu ia tunjukkan kepada namja yang ada dihadapannya itu.

Hening.

.

.

“Chohyun anakku juga, untuk apa kau ganti? Kau boleh menggunakan semua. Sampai habispun aku tidak keberatan. Pakailah sesukamu, ne?” Kyuhyun dengan sangat santai menjawab seraya tangan kanannya menggapai pucuk kepada Seohyun.

Dan perbuatan namja itu berhasil mengundang serubat merah yang lebih merah dari yang tadi, tapi kini ia terlalu malu untuk tunjukkan jadi ia menundukkan wajahnya yang merah itu.

“Aku akan membantumu, jadi beritahu aku apa yang harus aku kerjakan, ne?” kembali tangan itu sangat jahil untuk hari ini, namun yang kini jahil adalah jemari Kyuhyun yang dengan sengaja mencubit pelan hidung mancung milik Seohyun.

Tapi, tak ada respon apapun dari sang pemilik hidung, yeoja itu hanya terdiam dengan kepala yang tertunduk sepertinya dia masih menyembunyikan wajahnya yang semerah kepiting baru direbus.

Kyuhyun lihat yeoja itu masih terdiam dan namja itu menghela nafasnya, “Ayolah! Waktu tidak akan berhenti saat kau diam.” Seru Kyuhyun yang berhasil membuat Seohyun terbangun dan menjadi salah tingkah.

“Ah iya, oppa bisa mengocok telur, biar aku yang nanti menambahkan bahan-bahan lainnya saat telur dikocok, ne?” tanya Seohyun ke arah namja yang berdiri disampinya dengan celemek berwarna cream.

“Emh, Okey. Let’s work.” Ujar Kyuhyun seraya mengeluarkan mixer serta mengambil beberapa butir telur yang masih tersisa dikulkas.

Dan kemudian mereka berdua mulai bekerja membuat cake untuk ulang tahun Chohyun lusa nanti, dan si anak yang berulang tahun itu nyatanya masih tertidur lelap di atas tempat tidur di salah satu kamar dikediaman keluaga Cho.

Dan ternyata waktu sudah berjalan begitu cepat, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, berarti sudah 2 jam dan cake itu belum jadi. Saat tengah membuat cake, Kyuhyun yang sedang diam tidak ada kerjanya dan hanya melihat Seohyun yang tengah menghias cake berwarna oranye itu.

Kembali tak sengaja ia melihat tumpukan tepung yang tadi jatuh tak sengaja, dan sebuah ide nakal terbersit didalam benak namja itu dengan hiasan sebuah senyum evil, yang menjadi ciri khasnya.

Ia mengambil tumpukan tepung itu dan dengan mengendap-ngendap dari arah belakang Seohyun, dan HAP* tangan kiri Kyuhyun yang reflek merangkul pinggang Seohyun dan tangan kanannya yang sibuk melumuri wajah Seohyun dengan tepung, sehingga wajah yeoja itu sangat putih.

“OMO? Wajahku!” gerutu Seohyun saat merasakan tepung yang memenuhi wajahnya.

“Ahahah! Belum musim dingin sudah ada manusia salju lagi.” ejek Kyuhyun tanpa melepas rangkulan tangan kirinya atas pinggang Seohyun.

Seohyun mengambil 1 cup penuh tepung dan menyiramkannya ke arah wajah namja yang ada dibelakangnya, dan alhasil bukan hanya wajah tapi, rambut, wajah serta hampir seluruh tubuh Kyuhyun berlumur tepung.

“Nah itu baru manusia salju sungguhan.” Ujar Seohyun yang tak sengaja memutar badannya, sehingga wajahnya merak kini berhadapan satu sama lain dan mata mereka bertautan satu sama lain.

Lalu bisa dipastikan, hening.

.

.

Seohyun merasakan sebuah benda didalam dadanya berdetak begitu cepat, matanya mulai membulat dan serubat merah tak dipungkiri menghiasi kedua pipi yeoja itu walau tertutup tepung, dan sama hal yang sama terjadi kepada namja yang tak melepas rangkulannya.

Kini mereka berdua terpaku satu sama lain, tidak ada kata-kata, tidak ada penolakkan. Raut wajah Seohyun sedikit terlihat kaget sementara raut wajah Kyuhyun yang terlihat menikmati posisi mereka, seakan ia memang merencanakan ia semua dan menginginkan posisi ini.

“Aku…….Mencintaimu. Mari bersama selamanya. Menjaga Chohyun dan membesarkannya bersama dengan cinta. Apa kau mau?”

DEG*DEG*DEG*

Yah, jantung itu kini berdetak tiga kali lebih cepat dari detak jantung normal. Serubat merah yang kini ia tak bisa sebunyikan sangat tercermin dikedua mata brownies Kyuhyun yang berpasangan dengan sebuah senyum dibibi namja itu.

Teduh, tenang dan hangat adalah tiga kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Seohyun sekarang. Namja yang memang sudah ia cintai sejak SMA kini terang-terangan mengatakan bahwa dia juga mencintainya.

Seohyun tahu ini semua bukan bohong yang keluar dari mulut Kyuhyun, cinta yang ia rasakan selama 7 tahun belakangan ini memang terasa sangat nyata. Ternyata 7 tahun terus menerus bertemu, membuat Kyuhyun bisa memalingkan hatinya untuk Seohyun.

Kepala itu sudah menjadi miring 15 derajat dari posisi tadi, wajahnya terus mendekat sedikit demi sedikit. Yeoja dihadapannya tidak menunjukkan respon penolakan atau tidak setuju.

Let The Love Flow Like A Wind, and Flow Into Your Soul.

Dan beberapa saat sudah dapat dipastikan apa yang terjadi. Sebuah ciuman, ciuman yang hangat dan penuh kasih dilontarkan Kyuhyun untuk yeoja yang menjadi eomma untuk anaknya, Seohyun ikut menikmatinya dan tidak menolaknya.

Feel My Love, Flow Into Your Heart. I’d Like You To Know How Much I Love You.

Terus dan terus ciuman itu semakin hangat. Sampai akhirnya, Sulli yang saat itu hendak membereskan bahan makanan yang tadi ia beli di supermarket dan saat hendak membereskan ke kulkas yang ada didapur, tidak sengaja yeoja itu melihat Tuannya dan Seohyun sedang Kisseu.

Sulli yang melihat itu hanya bisa berdecak kaget, dan perlahan mencoba meninggalkan dapur tanpa mau mengganggu acara Tuannya itu, namun sejenak kita bisa lihat sebuah senyum mekar dibibir Sulli.

“Mari bersama selamanya, Seohyun~ah.” Kembali Kyuhyun mengulang kata-katanya tadi, yang sempat tertunda jawabannya akibat kisseu yang mereka lakukan sejak 5 menit yang lalu.

“Op-oppa….A-aku…..I-ya Mari bersama selamanya, Oppa….Saranghaeyo oppa!”

Dengan sekejap lidah yeoja itu kelu, serubat merah kembali nampak samar namuan beberapa saat kemudian sebuah senyum manis terlukis dibibir mungil Seohyun, bersama dengan serubat merah yang mempesona.

“Besok kita akan pergi keFrancis menemui orang tua’ku, kita akan mengunjungi mereka sekaligus mengatakan aku akan melamarmu. Dan 1 hari setelah ulang tahun Chohyun, aku akan melamarmu kepada Appa dan Eomma’mu. Ne?”

Sekarang rangkulan itu bukan hanya rangkulan menyendiri, tapi dengan senang Seohyun menyambutnya dengan membalas rangkulan itu. Seohyun melangkul dengan erat leher Kyuhyun, dan sepertinya yeoja itu menangis.

“Iya. Gomawoyo, oppa. Aku bahagia. Gomawoyo.”

“Ne. Tapi………sebentar.”

“Mwo, oppa?”

“Ah…..tidak Seohyun……kau….Uhuk…uhuk…..lepaskan rangkulanmu…..Uhuk….aku tidak bisa bernafas, kau merangkulku dengan sangat erat….Seohyun!”

“Ahahahaha….Mianhae….ahaha!”

“Huft! Untung saja aku tidak mati.”

Seohyun seketika tertawa saat melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang tadi tidak sengaja ia rangkul dengan terlalu erat, Kyuhyun’pun hanya bisa mengatur nafasnya yang sempat tercekat sejenak akibat rangkulan Seohyun.

“EH, aku lupa. Cakenya belum selesai, oppa sih.” Ujarnya yang kembali mengerjakan menghias untuk cake ulang tahun Chohyun.

“Yah kenapa menyalahkanku, chagi?” tanya Kyuhyun sambil menunjukk dirinya sendiri, “Ah aku lapar. Sudah mengerjakan cake, tolong masak untukku yah. Sepertinya Omelet terdengar enak.” Lanjutnya serya duduk di salah satu kursi dimeja makan.

“Jangan aku, aku cape. Suruh Sulli atau Krystal saja yah.” Jawab Seohyun yang masih fokus terhadapa cakenya.

“Iya, tuan. Biar aku saja yang memasak untuk anda.” Tanpa disadari Sulli sudah berdiri dibelekang Kyuhyun entah sejak kapan, dan kedua tangannya yang masih menenteng kantung berisi bahan makanan.

“Ish! kau mengagetkanku. Ya sudah Sulli tolong buatkan Omelet yah, nyonya Seohyun ternyata sangata pelit. Jadi aku minta bantuanmu.” Ujar Kyuhyun dengan tujuan menyindir yeoja yang tengah menghias cake.

“Mo!!! Dasar oppa.” ketus Seohyun dengan pipi yang menggembung, kesal.

.

~To Be Continued~

.

 

Next Chapter, doa’kan supaya selesai. Gomawoyo, Arigatou kepada semua reader yang sudah membaca. Komentar, like, saran, kiritik, masukan sangat dibutuhkan sampai kapanpun. Annyeong, Jaa Ne Sayonara.

Have a nice day ^_^

41 thoughts on “Piece #5

  1. Ngebayangin endingnya sad…udah bikin nangis duluan.
    Kasihan seohyun….bahagianya berasa dikredit…bentar2 seneng..bentar2 sedih..hehehw
    Terima kasih atas kerja kerasnya membuat part demi part ini makin seru….

    Ditunggu lanjutannya…Fighting!!!

  2. Lanjutannya mana yaaa? Aduh aku nunggu banget lho padahal. Maaf baru nongol untuk komen. Maunya happy ending banget-bangetan aja deh😦🙂

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s