Starduster [OS]


autumn-leaves

Author  : Kurochan & Shiro. [Viqi Ramdhan Naru & Wahyu Ibot]

 

Title       : Starduster

Cast       :

 

– Seo Joo Hyun (SNSD)

– Cho Kyuhyun (Super Junior)

Story     : Oneshoot.

Genre   : Full Of Sadness.

 

Sinopsis : Terinspirasi dari lagu Hatsune Miku (Vocaloid) Starduster. Lagu ini menceritakan seorang wanita yang takut jikalau laki-laki yang disayangi dan dicintai pergi, tapi dia ingin si laki-laki tetap disisnya sampai dia berububah menjadi serpihan bintang yang bertabur di angkasa….Starduster…..~

==|==|==

Kurochan & Shiro

Present

Story Line Belong to Kuchan & Shiro

Theme Song & Title Belong to Hatsune Miku (Vocaloid).

==|==|==

Starduster

==|==|==

 

[Seohyun’s POV]

Bernafas dengan dingin di ruang hampa, sebelum rasa ini menghilang, Tubuh ini memberikan sedikit bagian dari cintamu. Cintamu sekarang…..cintamu berikan padaku….cintamu…kumohon….cintamu.

Ku buka kembali kedua mata yang terasa berat setiap pagi, takut senyum itu menghilang ku edarkan pandanganku ke setiap penjuru ruangan. Tidak, kumohon! jangan sekarang.

Kedua mataku mulai meneteskan air mata, tidak bisa menemukan apa yang dicari. Aku terisak pelan, apa ini waktunya? Aku memejamkan kembali kedua mataku, mencoba berharap ini adalah mimpi.

Ku buka kembali mataku, untuk memastikan itu hanya mimipi. Mengerdaran kembali pandanganku ke setiap penjuru, dan menemukan wajah yang sangat ku rindukan berhias senyum bagai bintang.

==| Starduster |==

Kedua tangannya masih sibuk mengupas buah kesukaanku, perlahan namun pasti menyuapkan potong demi potong ke dalam mulut. Ia tersenyum seraya tangannya mengelus halus rambut indigo panjang yang mulai kusam.

Ia kembali tersenyum dan berkata ‘Seohyun-ah….’ ia memanggil namaku dengan penuh harapan, tidak ada raut atau nada khawatir akan kehilanganku suatu saat nanti, dia tetap tegar, aku juga harus.

Siang hari yang lumayan cerah, dia tidak disini menemiku sekarang, dia berkata akan segeara kembali. Tubuh putih nan ramping ini sudah lemas, tidak bisa di gerakan.

Bosan berada di atas ranjang terus-menerus, aku putuskan pergi kebalkon untuk sekedar menikmati siang yang cerah. Aku mencoba dan terus mencoba, meraih kursi rodaku yang jaraknya tidaklah begitu jauh.

Tapi dengan keadaanku sekarang, aku lemah, tubuh lemah ini jatuh tergelatak dilantai. Mengigit bibir bawah untuk menahan tidak menangis adalah hal yang kulakukan setiap kali mata sudah basah.

Tidak ada yang bisa menolongku sekarang, memanggil susterpun aku tak bisa “Kyu—Kyuhyun op—oppa…..” aku berdesis menyebut namanya, dengan air mata yang sudah membasahi lantai.

Ku dengar suara pintu dibuka, aku lihat Kyuhyun oppa kaget melihat aku yang berakhir seperti ini “Seohyun-ah!” ia berlari ke arahku, menggendong tubuhku dan menidurkannya kembali ke atas ranjang.

Wajahnya terlihat cemas dan matanya terus memburu kearahku, “Jika kau ingin keluar, kenapa tidak bilang suster?” ia bertanya seolah aku tidak bisa apa-apa, tapi itulah kenyataanya, kakiku lumpuh tidak dapat digunakan lagi.

Terisak kembali dengan suara yang sedikit lebih keras, aku meraih dadanya dan menyembunyikan tangisanku disana. Ia pasti mengerti, setiap aku melakukan ini dia pasti mengerti betapa lemahnya Seo Joo Hyun.

==| Starduster |==

Bukan hanya lumpuh kaki. Seperti tuhan tak pernah bosan memberiku penyakit, kanker otak stadium 2 yang aku derita sejak kecil memang membuat warna rambutku menjadi kusam.

Aku mengelus pipi putih laki-laki yang sedang membaca disamping ranjangku “Aku tidak secantik dulu, aku lemah bahkan tidak ada kesempatan untukku lebih lama hidup. Tapiku kumohon, aku ingin bersamamu menghabiskan sisa hidupku itu.”

Mata indahnya membulat sempurna, buku yang ia baca jatuh tak sengaja kelantai. Dengan cepat ia menarik tanganku, memegang kepalaku dan mencium keningku begitu lama.

Aku merasakannya, tidak perlu dengan serangkai kata, aku mendapat jawabannya. Ketika ia melepas ciuman itu, wajahnya kembali dihiasi senyum. Senyum bintang yang pasti akan kurindukan selalu.

==| Starduster |==

Pagi yang cerah, matahari menghangatkan sekujur tubuhku, kicau burung begitu terdengar indah untuk hati yang sepi. Ditengah itu, gatal ditenggorokanku mengundang batuk yang lumayan.

Kututup mulutku dengan kedua tanganku dan yang kulihat adalah cairan merah kental, darah. Ku dengar pintu kembali terbuka, dia masuk kedalam kamarku, aku tidak mau membuatnya khawatir, aku…tidak akan memberitahunya.

Ia duduk disampingku dan berkata “Ada apa? Seperti menyembunyikan sesuatu.” Dengan cepat ku bersihkan noda darah itu dengan seprai ranjangku dan menutupinya dengan bantal.

Ku balas senyumnya “Tidak ada apa-apa. Ini. Untukmu.” Aku memberikannya sebuah mahkota yang terbuat dari akar pohon dan dihias beberapa bunga mawar. Ia terkejut dan tersenyum lalu memakainya.

Ia berdiai di hadapanku, sambil memakai mahkota itu dan berkata “Lihat..lihat Seohyun, aku adalah seorang pengeran dari kerajaan sebrang. Ingin bertemu dengan putri Seohyun yang terkenal itu.”

Kusambut uluran tangannya, dia mencoba mendudukanku dikursi roda. Setelah itu ia berjongkok di hadapanku masih dengan senyum bintang “Aku selalu mencintaimu. Apapun yang terjadi. Tidak peduli orang mengataiku orang bodoh. Aku tetap mencintaimu.”

==| Starduster |==

Hari itu dia mengajakku jalan-jalan mengelilingi rumah sakit yang sudah hampir 2 tahun aku tinggal disana. Aku tidak punya orang tua, laki-laki inilah orang tuaku sekaligus kekasih hatiku.

Kami dibesarkan dipanti asuhan yang sama, tapi sepasang orang tua mengadopsi Kyuhyun. Dan setelah beberapa tahun dia kembali untuk menjemputku dari panti asuhan itu, dia mencoba tidak mengingkari janjinya.

Dia terus mendorong kursi rodaku kearah belakang rumah sakit, katanya disana adalah sebuah bukit dimana kita bisa melihat matahari tenggelam dengan begitu jelas dan dia juga sejak tadi tidak berhenti tersenyum.

Sampai disana dia memangku dan mendudukanku di atas kursi di bawah sebuah pohon besar, Kami duduk berdua disana. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, matahari sudah mulai bersembunyi, menyisakan serubat warna emas dilangit.

Ia tersenyum lebar sambil menunjuk ke arah matahari itu “Lihat matahari itu, dia bersembunyi lalu esok dia kembali hadir. Tapi aku tidak seperti mentari, yang hanya menemani di siang hari. Aku seperti bintang yang terus menemani sang bulan di malam hari.”

Aku menatap wajahnya yang berseri “Aku seperti bintang. Menemani bulan setiap malam, walau kadang bulan tak muncul, bintang selalu setia menunggu.” Lanjutnya, aku memeluknya dan menaruh kepalaku dipundaknya.

Rasanya aku tidak bisa melepaskan ini semua “Aku senang. Terima kasih banyak.” Aku berkata dengan pulupuk mata yang basah, aku rasakan usapan halus disana. Ia menyeka air mataku, mencoba memberitahuku untuk tetap tersenyum.

Cahaya tak bisa bersinar dari bintangnya karena kegelapan menelannya. Aku telah melihat terbenam puluhan ribu tahun sendirian. Aku tentunya telah menyimpang di angkasa sepanjang reruntuhan ini. Seperti ini, sebelum aku menghilang kumohon…

Cintamu sekarang….cintamu berikan padaku……cintamu….komohan….cintamu….

Ia berjongkok di hadapanku sekarang, memang kedua tanganku “Tidakkah kau sadari? Sejak itu aku sudah memberikan cintaku padamu, dan hanya untukmu. Seperti halnya bintang yang bersinar hanya untuk bulan.”

“Jikalau kau pergi sekarang, jujur dalam hatiku aku tidak ingin jauh darimu. Tapi jika itu takdir, aku akan mencoba, mencoba untuk tidak menanggis, di kehidupan abadi aku berdoa agar kita bersama kembali.”

“Jikalau aku pergi sekarang, jujur dalam hataku aku tidak ingin pergi meninggalkanmu. Tapi jika itu takdir, aku akan mencoba, mencoba untuk menyimpan selalu cintamu, dikehidupan abadi aku berdoa agar kita bersama kembali.”

“Itu janji yang kita buat, 20 tahun lalu hingga selamanya. Selamat malam, selamat tinggal.”

-FIN-

Yo~ Naru is back…..! setelah beberapa bulan tidak nongol dan membiarkan Fanfic Piece menggantung begitu saja, saya kembali dengan Fanfic yang sedikit watau! Menceritakan kisah hidup seseorang.

Ah, tapi thank’s buat orang maho Namjachingu yang ganti nama jadi Shiro *nama aslinya sih, Wahyu*…woy…woy, bubur merah bubur putih sana….semoga kebaikannya di balas oleh tuhan yang maha ese…amin….!

Yo~ Fanfic ini di tujukan buat para SeoKyu wiress, eh bukan wirless *itu jaringan. komo bakayarou* dan juga fanfic ini spesial buat adik saya tercinta Aya yang suka di panggil Ayano *buset dah nambahin No ajh*.

Di tunggu yah Piece #6 nya masih Ongoing, klimaks nya belum dapet soalnya *di demo*, bye…bye…

9 thoughts on “Starduster [OS]

  1. Hampir mengeluarkan air mata , gileee sudah ini ffnya nyesek abis sampe keulu hati nahan sesek *plak. Kamu…kamu keren deh bikin ff (saya ini readers bru kayaknya) lol

    Semangat untuk kamu ^^

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s