Heart Attack (oneshot)


ilachan's heart attack

Tittle : Heart Attack
Author : ilachan
Cast : Baekhyun and Chanyeol (EXO)
Genre : Comedy, Friendship,fluff
Length : Oneshot, Fluff
Warning : Jangan marah kalau nggak lucu. >.<
Summary : Heart Attack, It’s happen when Park Chanyeol in love. But Baekhyun seems not like it. How could it be?

Author Pov
Taukah kau? Hidup Park Chanyeol hanyalah tentang basket, drumnya, dan Baekhyun. Kehidupannya hanya berputar disitu. Sepulang sekolah, dua minggu sekali dia latihan basket bersama klub basket yang digawanginya bersama Kris. Setiap akhir minggu dia pergi dengan member satu bandnya, entah itu sekedar hang-out, latihan bersama atau tampil. Setiap malam dia akan menghabiskan waktunya dengan mengganggu Baekhyun. Dia akan datang kerumah Baekhyun entah mencontek PR , menonton drama bersama Mrs Byun  atau ikut makan malam dengan keluarga Byun.  Ruang lingkup hidup Chanyeol hanya itu.
Tapi sekarang, Chanyeol hanya datang sekali dalam satu minggu pada latihan basket. Chanyeol jarang latihan band bersama member band lainnya. Dan Chanyeol hanya datang kerumah Baekhyun jika PR Fisikanya belum dikerjakan.
“Yeol, ada apa denganmu? Apa kau punya masalah?” Baekhyun bertanya kepada Chanyeol suatu hari ketika dia semakin hawatir dengan perilaku aneh Chanyeol. Tak segan-segan Baekhyun datang kerumah Chanyeol walaupun hujan deras malam itu. Rupanya Baekhyun yang basah dan kedinginan itu juga kurang menarik perhatian Chanyeol ketika ia memasuki kamarnya.

Chanyeol hanya sekilas menoleh pada Baekhyun dan kembali menjadi kepompong di tempat tidurnya.  Mungkinkah dia sakit? Dengan hati-hati Baekhyun mendekati Chanyeol dan menyentuh keningnya.
“Apa kau sakit Yeol?”

“Iya Baek, aku sakit. Sakit sekali.” ucap Chanyeol dibalik selimutnya. Ini aneh, suhu badanya normal, pikir Baekhyun. Kemudian sesuatu lewat dibenaknya, membuat hatinya mencelos. Apa jangan-jangan Chanyeol sakit dalam?

“Mana yang sakit Yeol? Apa kau sudah pergi ke dokter?” Baekhyun bertanya takut-takut.

“Hatiku sakit Baek.” Chanyeol kini berbalik menghadap Baekhyun yang duduk di ujung tempat tidurnya. Baekhyun semakin shock. Astaga, hatinya bermasalah. Chanyeol sakit liver !

“Sejak… sejak kapan kau sakit Yeol, kenapa kau tak memberitahuku.” ucap Baekhyun sedih.

“Aku malu bercerita padamu Baek. Harga diriku akan jatuh dimatamu.”

Apa maksudnya ini? Baekhyun sedikit bingung dengan perkataan Chanyeol dan menjawab “Kenapa harus malu, padahal aku bisa membantumu kalau kau ada pada kesulitan. Seperti saat ini. Bukankah kita bersahabat?”
Baekhyun mengucapkannya tulus. Entah mulai kapan title sahabat itu melekat pada diri Chanyeol. Mungkin Chanyeol tidaklah sebaik Yixing. Mungkin Chanyeol tidaklah seramah Suho. Mungkin Chanyeol tak sesabar Luhan. Dan mungkin Chanyeol tak seperhatian Kyung Soo. Tapi Chanyeol adalah Chanyeol. Meskipun selalu mengganggu kehidupan Baekhyun, selalu berputar diantara Baekhyun, Baekhyun menyayanginya layaknya saudara.

“Benarkah kau akan membantuku Baek, apapun yang terjadi?” suara parau Chanyeol terdengar. Baekhyun mengangguk mantap kemudian Chanyeol tersenyum dan bangkit dari tidurnya. “Baiklah aku akan bercerita padamu.”

“Apa kau tau yeoja pindahan dari Busan itu?” ucap Chanyeol mulai bercerita. Baekhyun bingung. Kenapa dia malah menanyakan seorang yeoja. Namun Baekhyun mengangguk, memberi isyarat chanyeol untuk melanjutkan ceritanya.

“Sebenarnya aku menyukainya sejak kali pertama aku melihatnya.” Baekhyun mengernyit, makin bingung. “Lalu, tempo hari aku mengajaknya kencan. Tapi dia menolakku Baek. Aku sedih sampai sekarang.” kata Chanyeol dengan keparauan suaranya.

Baekhyun menepuk jidatnya. Rupanya Chanyeol butuh dokter cinta . “Astaga yeol, aku kira kau..”

“Bantu aku Baek, aku sangat menyukai Yeoja itu.” kata Chanyeol cepat, sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya.
Baekhyun yang mengira terjadi hal yang genting, hanya medengus kesal. Dia memutuskan pulang sebelum ada kesempatan memukul wajah Chanyeol.

“Baek kau mau kemana?” Baekhyun beranjak berdiri. “Aku capek, yeol.”

“Tapi, aku belum selesai cerita.” Baekhyun berjalan kearah pintu. “Besok saja, aku mau pulang.”

“Diluar sedang hujan, apa kau yakin mau pulang?” Baekhyun berhenti di depan pintu dan berbalik. “Aku menyesal sekali datang kerumahmu  yeol. Padahal barusaja aku akan menamatkan gameku.”

“Kenapa? Bukankah kau akan membantuku?” Baekhyun membuka pintu.

“Baek kau bilang mau membantuku!” ucap Chanyeol lebih keras.

“BESOK SAJA YEOL!” balas Baekhyun kesal dengan nada 3 oktav nya.

Blam.

.
Baekhyun membanting pintu kamar dan membiarkan Chanyeol melongo bingung diatas tempat tidurnya.
Ya. Begitulah Chanyeol. Dia bisa memaksa Baekhyun mengeluarkan nada 3 oktavnya. Terlebih lagi saat pelajaran biologi, yeoja yang di kagumi Chanyeol lewat di koridor kelas mereka. Chanyeol yang tak sengaja melihatnya, begitu girang hingga tak henti-hentinya bercerita tentang dia pada Baekhyun hingga jam pelajaran usai.

Saat di kantin, hal yang serupa juga terjadi dan ini berlangsung setiap hari. Baekhyun yang kesabarannya hampir kandas, berupaya memberikan solusi sebisanya dengan sisa kesabarannya pada Chanyeol.

“Yeol, cobalah kau ungkapkan perasaanmu didepan banyak orang. Mungkin itu bisa memaksanya menerimamu.” kata Baekhyun ketika mereka berdua pulang sekolah bersama.

“Aku kurang mengerti.” kata Chanyeol menggaruk pelipisnya.

Baekhyun menghela nafas,” Maksudku, jika dia juga benar-benar suka padamu, dia akan mau menerimamu didepan banyak orang.”

Mungkin Baekhyun menyampaikan sarannya terlalu tersirat pada Chanyeol. Karena bagaimanapun juga Baekhyun yang juga tak berpengalaman tentang yeoja apalagi untuk memahaminya, sudah risih dengan “penyakit hati” yang diderita Chanyeol. Chanyeol yang kemudian mengangguk-angguk paham sedikit melegakan Baekhyun, entah apa presepsi yang ada dibenaknya.

Dan yang benar saja! Chanyeol mengajukan diri sebagai komentator pertandingan bola basket persahabatan antar kelas. Karena dia tau, yeoja yang dikaguminya adalah salah satu pemain basket putri sebagai perwakilan kelasnya. Chanyeol benar benar kehilangan kewarasannya. Oke, jangan salahkan Baekhyun menyebutnya begitu. Karena Chanyeol terus saja  mengeluarkan kata-kata rayuan, bujukan, godaan, candaan atau entahlah apa namanya itu, pada yeoja itu saat bertanding. Tapi Baekhyun lebih suka menyebutnya “gombal”.

“Dan sekrang Eun Gie – Eun Gie memegang bola, bukan main hebatnya cewek satu ini, sudah berbulan-bulan kukatakan tapi tetap saja dia belum mau kencan denganku…”

“PARK CHANYEOL!” hardik pelatih Lee.

“… hanya fakta lucu, pelatih, biar tambah seru — dan dia berkelit dari Jung Min, melewati Ara dan dia — aaaww — terjatuh karena serangan tiba tiba dari Jihyo. Eun Gie gwenchana? Oh sepertinya dia baik-baik saja. Ayo Eun Gie, balas serangan mereka. Fighting!”

Komentar Chanyeol berkumandang diseluruh stadion. Baekhyun yang hanya bisa mendengarnya dari tribun penonton hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Usaha Chanyeol itu rupanya berbuah kekalahan pada team Eun Gie.

“Kau harus minta maaf padanya Yeol.” kata Baekhyun usai pertandingan selesai.

“Lalu, kalau dia tak memaafkanku?”

“Ajak dia kencan!” ucap Baekhyun asal.

“Kalau dia menolakku?”

“Paksa dia.”

“Tapi bagaimana kalau dia..”

“Yeol! Kau adalah Namja. Kenapa hanya menghadapi Yeoja saja tak berani?” ucap Baekhyun cepat sebelum Chanyeol memulai protesnya. Sedangkan Chanyeol hanya bergeming.

“Sudah, aku mau pulang dulu. Hubungi aku kalau ada apa-apa. Anyeong.”

Baekhyun meninggalkan Chanyeol begitu saja. Sudah tidak peduli apa yang akan dilakukan Chanyeol selanjutnya. Mengurusi Chanyeol yang seperti itu ternyata membutuhkan ketrampilan khusus. Baekhyun sudah tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak peduli “penyakit” apa lagi yang diderita Chanyeol. Karena dia sudah lelah, lelah dengan segala sesuatu yang berbau dengan yeoja. Andai saja ada orang menulis 1001 fakta tentang yeoja mungkin itu sedikit banyak akan membantu namja sepertinya atau Chanyeol.

Sesampai dirumah Baekhyun melemparkan tasnya dengan asal dan membanting badannya di atas tempat tidur kesayangannya. Dia ingin tidur. Namun ketika setengah arwahnya melayang di alam mimpi, telfon dari Chanyeol yang tiba-tiba, mengagetkannya dan menariknya kembali ke dunia nyata.

“Wae?” ucap Baekhyun dengan mata masih terpejam.

“BYUN BAEKHYUN!” teriakan histeris Chanyeol dari sebrang telfon sontak membuat Baekhyun menjauhkan handphone dari telinganya.

“Ada apa lagi Yeol? Apa kau ditolak?”

“Coba tebak coba tebak.” ucap Chanyeol antusias.

“Entahlah.” balas Baekhyun malas malas.

“Aku diterima Baek! Sungguh! Aku akan berkencan dengannya akhir minggu nanti.”

“Oh, selamat yeol.” ucap Baekhyun terkesima dengan hasil akhirnya. Dia tidak pernah menyangka kalau metode asalnya rupanya berfungsi pada kasus Chanyeol.

“Dan kau tau Baek, sepertinya aku tak punya penyakit hati lagi…” Baekhyun mengangkat alisnya. “… ada penyakit baru menyerangku. Ini terjadi saat aku di dekatnya. Rasanya bukan sakit lagi, melainkan… senang dan bahagia.” kata Chanyeol dengan senyum merekah diwajahnya. “Kau tau apa itu Baek?”

“Kau menderita serangan jantung.” ya itulah yang terbesit di benak Baekhyun. Orang yang jatuh cinta pasti tak luput dengan penyakit ini.

Kini hidup Park Chanyeol bukan hanya tentang basket, drumnya, atau Baekhyun. Kehidupan yang mulanya hanya berputar disitu, kini berbeda karena penyakit ini. Penyakit yang hanya menyerang orang yang jatuh cinta. Penyakit yang bukannya memberikan luka, tapi malah memberikan perasaan senang dan bahagia. Apalagi ketika kau bersama dengan orang yang kau cintai.

Park Chanyeol kini mengidap penyakit “heart attack”.

-end-

Mohon maaf kalo sama sekali ngga ada feel di fic ini. -_-” ini oneshoot perdanaku. Tolong ditolerir. Hehe😀
Karakter Chanyeol disini aku buat agak… apa ya istilahnya mungkin lola. Haha maafkan.
Salah Chanyeol sendiri punya muka yang lucu dan unyu.
Sudah ah, menurutmu fic ini apakah cukup bisa dikatakan lucu? Kalau lucu, bagian mana yang menurut kalian paling lucu. Tapi sepertinya ngga ada bagian yang lucu deh -_-” *gubrak*
Sebelumnya, terimakasih udah mau baca fic ku. Sebenarnya aku adalah author amatir, yang masih menjalani profesi (?) menjadi author fic sejak dua bulan yang lalu. Maka dari itu, mohon komentarnya, selain untuk improvisasi tulisanku berikutnya, juga untuk mengetahi tulisanku sampai seberapa.

This just repost from my personal blog in here. i just wanna share it to you hope you enjoy it.
Visit http://iruzaizatewordpress.com/ for my other fic😀 or mention my twitter @ila_chan for more.
Need Your Coment Bellow ^^
Anyeong yorobun ~

2 thoughts on “Heart Attack (oneshot)

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s