[Songfict] I Have a Lover


eyinzz-651

Tittle: I Have A Lover

Main Cast: Jessica Jung

Lee Donghae

Other Cast: –

Genre: Friendship

Leght: Songfict

Cr Poster: ssoopuding.wordpress.com [Fearimaway’s]

A/N: Anneyeong! Author buat FF HaeSica terbaru loh. Awalnya mau aku kasih Main Cast KyuYoung Cuma karna aku udah kebanyakan ff KyuYoung jadinya aku ganti HaeSica deh. Soalnya agak ga pantes kalo SiFany yang jadi, karna sifat Siwon yang pantesnya itu cool.

Udah ga usah banyak ngomong, langsung aja ya?!

Disarankan mendengarkan lagu I Have A Lover, bisa versi Junsu (JYJ) / Taeyeon (SNSD) / artis lainnya. Tapi bakal lebih kerasa feelnya kalau pakai penyanyi aslinya Lee Eun Mi

Happy Reading!

Playing  Now: I Have A Lover – Lee Eun Mi

Jessica menyendokkan sesendok besar Chesse Cake ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya kasar. Ia mendengus sebal saat jarum panjang sudah menuju perjalanan ke angka 3, sedangkan lelaki yang sudah rela ia tunggui selama hampir 45 menit ini masih saja belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Apakah ia akan menunggu sampainamja itu datang? Tidak! Itu sangat bukanlah Jessica. Dirinya yang sebenarnya adalah seorang yeoja yang sangat cuek, dingin, tak sabaran dan tidak suka menunggu. Paling ia akan bertahan di Cafe ini sampai Chesse Cake yang tinggal beberapa sendok lagi itu habis. Ia menyeruput sedikit Vanila Latte-nya yang tinggal seperempat gelas itu. Yeoja itu terlonjak saat merasakan sebuah getaran yang berasal dari tas selempang merekHermes Paris yang dipakainya. Segera ia mengambil iPhonenya dan mengangkat telfon tersebut tanpa melihat nama penelfonnya.

“Jess, Mian—“

TUT! Tanpa menunggu orang yang diseberang telfon tersebut menyelesaikan bicaranya, Jessica dengan sepihak mematikan telfonnya. Ia tau akan selalu begini akhirnya jika ia memaksa sahabatnya untuk menemaninya jalan atau sekedar menyisihkan sedikit waktunya untuk menemaninya mengobrol. Ia salah telah berharap lebih pada sahabatnya yang satu itu. Sahabatnya sangatlah sibuk, melebihi sibuk seorang CEO Perusahaan ternama di Korea. Padahal dia hanyalah seorang mahasiswa jurusan Music di Kyunghee University –salah satu universitas terkenal di Seoul- dengan harta yang sudah siap sedia dari Appanya. Apa susahnya menjalani tanggung jawab seperti itu? Sangatlah mudah bukan? Saking mudahnya ia sampai kelebihan waktu dan mengisinya dengan berkencan dengan wanita-wanita idola di kampus. Dasar!

Setelah menghabiskan Chesse Cake dan Vanila Lattenya, Jessica menaruh beberapa lembar uang won lalu beranjak dari kursinya meninggalkan Cafe langganannya.

-_-_-_-_-_-_-

“Jess, kau marah padaku? Ayolah, kemarin aku benar-benar lupa kalau ada janji menemani Sun Hee berbelanja.”

Jessica diam dan tetap sibuk membereskan buku-bukunya lalu memasukan sebagian buku itu ke dalam tas, sisanya ia bawa di tangan kanannya. Ia lelah setelah seharian ini, membantu Kang Sonsaengnim merangkum bahan pelajaran untuk minggu depan, karena Kang Sonsaengnim ada urusan dan ijin tak masuk mengajar. Mungkin inilah yang harus ditanggung seorang Jessica Jung sebagai anak beasiswa disekolah ini. Harus selalu sempurna dalam sikap, nilai, disiplin, kerapihan dan kepatuhan terhadap guru. Tak seperti mahasiswa lainnya yang bebas melakukan segala hal tanpa takut biaya apapun. Sedangkan Donghae –sahabat Jessica yang kemarin baru saja membatalkan janji menemani Jessica- sudah dengan rela menunggu 1 jam sampai pekerjaan Jessica dan Kang Sonsaengnim selesai, hanya untuk meminta maaf dari yeoja itu.

“Jess, Maafkan aku. Aku janji tak akan membatalkan janji lagi seperti ini. Tolong jangan diamkan aku seperti ini.” Jessica masih bertahan dalam diam tanpa mau membalas satu kata pun perkataan Donghae, sepertinya kejadian kemarin sukses membuat perempuan keturunan Amerika itu dongkol. Bukan Donghae namanya kalau ia sampai kehabisan cara untuk membuat seorang Jessica berbicara. Segera ia berjalan mendekati pintu dan merentangkan kedua tangannya, menutup akses jalan Jessica.

“Minggir.” Ucap Jessica dengan nada yang sangat dingin, terlihat sekali bahwa yeoja itu terpaksa mengeuarkan suara. Donghae menggelengkan kepalanya kuat menolak permintaan Jessica. “Aku tidak akan minggir sebelum kau memaafkanku Jess.” Kata Donghae dengan nada memelas membuat Jessica menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar. “Okay, aku memaafkanmu Lee Donghae. Kuraeso, cepat pergi dari hadapanku!” Suara Jessica yang khas melengking di seluruh ruangan kelas yang sudah kosong. Ia melipat tangannya di dadanya sambil mengetuk-ngetukkan sepatu floatnya kelantai, menunggu Donghae bergerak menjauh dari depan pintu. Setelah menunggu selama 1 menit kesabaran Jessica mulai pudar melihat Donghae yang tak beranjak sedikitpun dari tempatnya. “YA! Apa mau mu? Aku sudah memaafkanmu tapi kau tetap mengurungku di ruangan ini. Come on! Aku tak punya banyak waktu untuk bermain-main denganmu setengah jam lagi aku harus tiba di kantor Appamu untuk bekerja. Aku akan tertinggal Bus jika begini.” Jelas Jessica tak sabaran

Donghae menyunggingkan senyum penuh artinya sebelum berkata, “Maka dari itu, aku akan mengantarmu ke kantor Appaku.” Jessica membulatkan matanya kaget, namun ia tak menolak kesempatan emas ini. Ia lebih memilih untuk diantar oleh namja yang sukses membuat moodnya hancur seharian daripada harus terlambat datang dan diceramahi habis-habisan.

-0-0-0-0-0-

Jessica terdiam mengamati jalanan Seoul yang lumayan lengang pada jam kantor seperti ini. Selama perjalanan tak ada satupun yang ingin memulai percakapan. Mereka sibuk pada pikirannya masing-masing sambil mendengar lagu Ballad yang terus mengalun daritape mobil Donghae. Namja itu sesekali menoleh Jessica yang hanya diam ke arah jendela, tanpa menatapnya sedikit pun. Ia bingung dengan sikap sahabatnya yang seperti ini. Tak biasanya yeoja itu marah sampai segitunya saat ia membatalkan janjian mereka, itu adalah hal biasa. Tapi kenapa sekarang Jessica jadi lebih sensitif? Itulah pertanyaan yang sekarang terngiang-ngiang di benaknya. Ia penasaran apa yang telah terjadi padayeoja itu saat ia tak bersamanya. Ia harus menggali informasi sebanyak-banyaknya, tapi tidak dengan cara bungkam seperti ini. Melainkan harus menggunakan cara dimana Jessica dapat menceritakan semuanya dengan nyaman.

“Jess..”

“Hem?” Jawab Jessica hanya dengan gumaman tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca jendela. Titik-titik air sedikit demi sedikit mulai turun dari langit secara perlahan, menandakan hujan akan tiba. “Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau semarah ini saat aku membatalkan janji kita? Bukankah ini adalah hal biasa?” Tanya Donghae. Jessica tertawa kecil mendengar pertanyaan Donghae yang menurutnya sedikit aneh dan blak-blakan. “Tidak terjadi apa-apa, hanya saja aku kesal dengan sikapmu yang kurangGentleman.” Mata Donghae melotot mendengar jawaban Jessica yang secara tak sengaja mengejeknya.

MWO?! Kurang Gentleman? Bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa sahabatmu ini tidak Gentleman?” Protes Donghae membuat Jessica terkikik. Suasana tidak lagi canggung seperti tadi melainkan mulai membaik. “Seorang namja yang Gentlemanadalah namja yang selalu menepati janjinya dan selalu peka terhadap perasaan yeoja. Kau bukanlah tipe cowok Gentleman Donghae-ya, Sudahlah terima saja kenyataan ini.”  Ejek Jessica sekali lagi, sengaja untuk menyulut emosi Donghae. Namja itu malah tersenyum licik saat mendengar ejekan Jessica, bukan lagi marah seperti tadi. Sepertinya ia mempunyai balasan yang cukup ampuh untuk melawan Jessica.

“Setidaknya aku selalu memiliki yeojachingu setiap bulannya. Daripada seorang yeojaaneh yang selalu menolak setiap seorang pria yang mengungkapkan perasaan padanya. Apa tidak aneh jika seorang yeoja berumur 20 tahunan tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mempunyai pacar? Dongsaeng-ku saja yang berumur 12 tahun sudah mendapatkan First Kissnya, benar-benar yeoja yang menyedihkan.” Sindir Donghae

“YAA!!! Aku mempunyai alasan untuk itu! Dan satu lagi, aku tak peduli dengan First Kissadikmu.” Pekik Jessica tak terima dengan sindiran Donghae. Sekarang gantian Donghae yang tertawa terbahak-bahak, sedangkan Jessica hanya dapat mengembungkan pipinya kesal. “Aku sekarang jadi tau, mengapa temperamenmu tidak lah seimbang membuatmu sering marah-marah.” Jelas Donghae di sela-sela kegiatan tertawanya. Jessica mengerutkan keningnya, “Oh ya? Memangnya apa?” Tanya Jessica asal. Ia tak terlalu peduli dengan seseorang yang membahas salah satu sifat buruknya, yaitu mudah marah dan kesal.

“Itu karena kau tak memiliki pacar!” Tebak Donghae yang berhasil membuat hati Jessica semakin dongkol pada namja ikan disebelahnya.

“YAA!! LEE DONGHAE!!!”Teriak Jessica sambil memukul-mukul bahu Donghae berkali-kali dengan kekuatan yang lumayan. Donghae hanya pasrah menerima pukulan-pukulan Jessica. Setelah puas melampiaskan amarahnya Jessica kembali tenang menghadap ke arah jalan raya Seoul yang macet karna lampu merah.

“Jess, aku mempunyai teman, dia masih single. Apa kau mau ku kenalkan padanya? Namanya adalah Hankyung. Dia namja yang baik, tampan, bertanggung jawab, pintar, setia. Kau harus mene–“

“Terus! Terus saja kau membangga-banggakan temanmu itu. Apa kau tidak mengerti? Aku sudah mengatakan padamu berkali-kali bahwa aku sama sekali tak tertarik dengan teman-temanmu itu. Jadi kumohon berhentilah, mempromosikan temanmu itu bagaikan barang!” Potong Jessica kesal dengan nada yang sangat sarkartis.

“Tapi Jess, ak—“

“Donghae-ya, bisakah kau mengerti diriku? Aku tau kau khawatir padaku karna aku masih belum mempunyai namjachingu. Namun memiliki pacar bukanlah sesuatu kewajiban, bukan? Aku tidak akan dipenjara hanya karna aku tak mempunyai pacar kan, Lee Donghae? Soplease stop promote your friends.” Jelas Jessica panjang lebar dengan nada yang mulai kembali biasa. Donghae hanya dapat menghela nafasnya melihat sahabatnya yang begitu keras kepala. “Lagipula aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai.” Lirih Jessica namun karna suasana mobil yang sepi, tanpa ada lagu yang mengiringi –karena sudah dimatikan oleh Donghae beberapa menit yang lalu- tentu saja dengan mudah Donghae dapat mendengar perkataan Jessica.

Mwo? Kau menyukai seseorang Jess? Katakan padaku siapa dia? Siapa orang yang telah berhasil melelehkan hati Ice Princessku ini.”

“Dia tak kalah baiknya dari seluruh temanmu yang kau perkenalkan padaku. Seseorang yang dapat membutakanku, membuat mataku hanya dapat terpaku pada dia. Orang yang hanya dapat dilihat olehku.” Tutur Jessica dengan mata menatap lurus, menerawang jauh ke orang yang ia sukai.

Mwoya?! Hanya kamu yang dapat melihatnya? Apakah dia hantu? Hii~ Takut.” Goda Donghae sambil memasang wajah takut yang mengejek.

“YA! Bukan itu maksudku. Maksudku adalah hanya aku yang mengerti dirinya secara baik selain Eomma dan Appanya sendiri.” Ralat Jessica karna tak terima dengan kesimpulan Donghae

“Oke… Oke.. Bisakah kau mempertemukanku dengan dia? Aku sudah tak sabar menemuinya. Aku penasaran seperti apakah wajahnya hingga dapat merebut hatimu. Apakah kau menjaga namja itu dengan sangat baik?”

“Ya, bisa dibilang begitu. Aku sudah berusaha semampuku agar ia selalu berada di hatiku.Mianhe Donghae-ya, aku sangat menghargai dan menyayanginya dan tak mau orang itu terluka. Jadi aku akan menyembunyikannya dulu. Aku akan mengenalkannya padamu suatu hari nanti.” Larang Jessica secara halus, dia sedikit tak enak karna selama ini Donghae tak pernah menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi kali ini, ia terpaksa menyembunyikan orang yang ia sukai dari Donghae.

“Huft.. Gwenchana, aku akan menantikan saat itu.” Pasrah Donghae lalu kembali fokus pada kegiatan awalnya, menyetir. Lagi-lagi keheningan mengambil alih suasana di mobil Donghae untuk yang kedua kalinya, membuat Donghae sedikit bosan dan mencoba mencari bahan pembicaraan yang pas untuknya dan Jessica. “Oh ya Jess, kau tau? Aku kemarin resmi berpacaran dengan YoonA. Kau tau kan YoonA? Itu loh, hobae kita yang paling terkenal akan kecantikannya di kampus dan kelihaiannya dalam menari.”

DEG!

Jessica diam, ia mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat. Tak tau harus menanggapi apa tentang informasi yang baru saja Donghae berikan. Tangannya meremas kuat ujung T-Shirt yang ia pakai hingga buku-buku jarinya memutih. Tubuhnya menegang dan sedikit bergetar seperti menahan sesuatu dari dalam. Kedua alis Donghae menyatu melihat perubahan wajah Jessica yang langsung pucat saat mendengar kabar darinya. “Jess? Kau baik-baik saja? Bagaimana tanggapanmu?” Tanya Donghae. Jessica hanya tersenyum tipis lalu mengangguk mengartikan bahwa ia baik-baik saja. “YoonA? Im YoonA? Aku tau, dia hobae yang sangat cantik. Kau beruntung mendapatkannya. Kalian cocok, sama-sama pandai dalam hal menari. Mungkin jika nanti ada Party di sekolah kau bisa berdansa dengannya.” Komentar Jessica sedikit tersendat-sendat. Entah mengapa tenggorokannya serasa tercekat begitu saja. Ia menggigit bibir bawahnya lumayan keras.

Gomawo Jess, sudah merestuiku dengan YoonA. Doakan aku dengannya bisa langgeng. Oh ya, kita mampir ke Pom Bensin sebentar ya. Sepertinya aku sakit perut karna makan pedas tadi pagi.” Hanya beberapa detik setelah Donghae mengatakan itu mobil bewarna hitam yang dinaikinya telah berada di dalam tempat parkir Pom Bensin. Tanpa berkata apa-apa Donghae segera keluar menuju Toilet umum yang ada disana. Meninggalkan Jessica sendiri di mobil itu.

Tes

Satu tetes air mata meluncur begitu saja di pipi Jessica dan jatuh tepat di punggung tangan kirinya. Ia tak bisa menahan kesedihan ini lebih lama lagi, ia tak sekuat itu. Satu tetes air mata itu mengundang teman-temannya  yang lain untuk ikut keluar dari tempatnya selama ini. Jessica menelungkupkan tangannya di wajahnya yang mulai basah karna air matanya yang mengalir deras, mulutnya mengeluarkan raungan khas orang menangis. Seakan tak peduli bila Donghae datang atau orang jahat menodong mobilnya, Jessica tetap sibuk mengeluarkan semua rasa sesak yang sudah menggumpal di dadanya. Entah sampai kapan ia bisa berpura-pura terus di depan Donghae, apakah ia sanggup? Tidak, Jessica tidak sanggup jika terus memasang Poker Facenya. Selalu berada di samping Donghaelah yang membuatnya bermasalah.

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..

Sesuatu bergetar di tas Jessica. Segera Jessica mengambil benda berbentuk persegi panjang bewarna putih itu lalu mengangkat telfon, entah dari sapa karna ia tak sempat melihat layar Handphonenya. “Yoboseyo?” Terdengar sebuah suara wanita yang sudah sangat Jessica kenal dengan sangat baik.

Eomma? Tumben sekali kau menelfonku? Apakah ada yang terjadi?” Jawab Jessica sambil mengusap air matanya.

“Sica, pulanglah ke Amerika. Appamu sedang sakit keras, ia sangat rindu padamu dan selalu memanggil namamu setiap malam.” Mata Jessica membulat sempurna, air matanya yang tadi sudah berhenti sekarang kembali membasahi pipi halusnya saat mendengar Appanya –orang yang mengurusinya sejak kecil bila Eommanya bekerja- sedang sakit keras dan membutuhkannya. Ia memang lebih dekat dengan Appanya daripada Eommanya, tentu saja itu membuat hatinya semakin sedih dan tak karuan. “Sica? Kau masih disana nak? Kumohon pulanglah secepatnya. Appa membutuhkanmu.”

Nde Eomma, aku akan kesana secepat mungkin.”

PIP! Jessica memutuskan hubungan telfonnya. Tangannya yang sudah lemas membuatHandphonenya jatuh ke karpet mobil. Tetapi Jessica tak peduli, dia hanya bingung memikirkan kehidupannya yang menyedihkan. Ia mengambil tasnya lalu seperti mencari suatu benda, yang ternyata adalah kertas dan bolpen. Ia menarik tutup bolpen itu lalu mulai menggoreskan tinta di permukaan kertas putih itu. Entah apa yang ditulisnya, namun itu berhasil mengundang air matanya turun dan membasahi kertas itu. Jessica tak peduli dengan tintanya yang akan luntur saat terkena air matanya, yang terpenting sekarang ia dapat menyelesaikan tulisannya itu. Sesekali Jessica menoleh ke belakang memastikan Donghae belum selesai dengan urusannya, setelah mengetahui bahwa keadaan aman Jessica kembali melanjutkan tulisannya pada kertas itu dengan sangat terburu-buru. Dua menit berlalu, Jessica berhasil menyelesaikan tulisannya dan menaruhnya di atasDashboard dan menindihnya dengan tempat tissue agar tak terjatuh. Lalu segera mengambil tas dan buku-buku kuliahnya, keluar dari mobil Donghae dan berlari menjauh pergi.

A Few Minutes Later

Donghae segera berlari menuju mobilnya ketika selesai dengan urusan perutnya. Ia tak tau apa yang ia makan tadi pagi, sampai-sampai membuatnya sakit perut siang ini. Donghae kaget mengetahui tak ada sosok Jessica di bangku penumpang. Tanpa buang waktu Donghae menoleh ke jok belakang dan bagasi, tapi tetap saja tak ada tanda-tanda Jessica disana. ‘Apakah Jessica kabur? Tapi apa yang membuat yeoja itu harus kabur darinya?’ Seperti itulah kira-kira pertanyaan yang sekarang memenuhi pikiran Donghae.Namja itu tak patah semangat, ia berlari mengelilingi Pom Bensin dan mencari di Toilet tapi hasilnya nihil, tak ada jejak yang menunjukkan adanya Jessica. Untuk pertama kalinya ia menyerah dalam hidupnya, padahal biasanya ia selalu semangat berusaha. Tetapi untuk kali ini hatinya berkata lain, berkata bahwa Jessica sudah jauh dari tempatnya berada. Donghae memejamkan matanya dan menyenderkan tubuhnya di kursi sopir mobilnya.

Perasaannya tak enak untuk kali ini, seakan-akan ada sesuatu yang akan terjadi. Setelah berhasil menenangkan hati dan pikirannya Donghae membuka matanya lalu bersiap-siap untuk pulang kerumah. Namun semua itu terhenti saat matanya menangkap sebuah kertas yang ujungnya tertindih oleh kotak Tissue. Ia mengernyit menanyakan apakah kertas itu sudah ada dari tadi? tapi sepertinya tidak. Tangannya mulai memindahkan kotakTissue itu ke kursi penumpang disebelahnya lalu diambilnya kertas sobekan itu. Matanya mulai membaca setiap kata yang tertulis disana dengan detail.

Donghae-yaMianhe aku pergi duluan. Aku mempunyai urusan yang sangat penting dan harus segera kulakukan. Kau pasti bertanya apa urusan itu, tapi kau tak perlu tau. Terimakasih atas semua yang telah kau berikan, Terimakasih kau telah mau menjadi sahabatku selama ini, dari awal aku dikucilkan pada masa pertama kuliah sampai sekarang.

             Mungkin aku akan pergi untuk selamanya dan tak akan menemuimu lagi, atau mungkin jika ada waktu aku akan mengunjungimu dengan keadaan kita yang sudah berbeda jauh dari sekarang. Dimana kita sudah mempunyai pasangan masing-masing atau bahkan memiliki anak. Ini semua demi kebaikan kita berdua Donghae-ya.

            Aku berjanji akan mengenalkanmu orang yang akan menemaniku menghabiskan sisa hidupku nantinya. Aku janji Donghae-ya, suatu hari nanti aku akan mengenalkannya padamu. Aku akan memberikan janjiku sekarang, tentang orang yang kucintai. Kau mengenal dengan baik orang yang aku cintai Donghae-ya. Orang yang kuceritakan padamu tadi bahwa ia sangatlah baik, tampan, pintar dan sempurna. Kau mengenalnya dengan sangat baik, bahkan melebihi diriku sendiri.

          Orang itu adalah kamu, Lee Donghae. Orang yang berhasil melelehkan es yang ada di hati seorang Ice Princess, orang yang berhasil membuatku tak bisa tidur semalaman, orang yang berhasil membuatku buta dengan semua namja yang ada di dunia ini. Kau sudah tau bukan? Jadi jangan khawatirkan aku, aku pasti akan baik-baik saja.

           Aku tau selama ini kau hanya menganggapku sebagai sahabatmu. Tapi aku jahat Donghae-ya, aku jahat telah menodai arti pertemanan kita yang telah kita bangun lama sekali. Maka dari itu aku akan menghapus noda itu dengan pergi meninggalkanmu. Karna ku tau, aku tak akan mudah melupakanmu ketika aku terus berada di Seoul.

        Aku tak mau egois Donghae-ya. Aku tak ingin memilikimu, aku hanya ingin mencintaimu saja. Terimakasih telah membuatku merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya, Terimakasih karna selalu melindungiku saat di Seoul. Aku tau seberapa banyak ucapan terimakasih yang ku lontarkan tak akan menebus semua kebaikanmu padaku Donghae-ya.

         Aku akan pergi jauh dan mungkin akan lama. Bila nanti aku dapat kembali, aku ingin kau sudah mempunyai seorang yeoja disampingmu yang siap untuk menemanimu menjalani masa tua. Terimakasih atas segalanya Donghae-ya. Janganlah marah saat membaca pernyataan cintaku padamu, kalau bisa lupakanlah. Karna dengan perlahan aku akan menghapus rasa cintaku dan membuka hati untuk orang lain yang mencintaiku juga.

         Semoga kau langgeng dengan YoonA ya.. Jangan menjadi Playboy karna kau akan melukainya. Aku akan selalu mendoakanmu dimanapun aku berada. Jangan lupa kirimkan undangan kepadaku jika kau akan menikah dengannya. Bye..~

Your Best Friend,

Jessica Jung

Tanpa diperintah air mata Donghae turun begitu saja. Ia tak menyangka dengan pengakuan sahabatnya. Memang mungkin ia kurang peka dengan perasaan Jessica, tapi kenapa harus berakhir seperti ini? Dimana ia harus rela kehilangan sahabatnya sekaligusyeoja yang sangat ia sayangi. Donghae tau Jessica menangis saat menulis surat ini, terlihat dari sisa-sisa air mata yang membuat beberapa tulisan luntur. Tangan kanan Donghae meremas geram kertas itu lalu membuangnya ke sembarang arah. Ia segera mengambil iPhone-nya yang berada di kantong celananya. Dengan cepat ia menghubungi nomor ponsel Jessica, berharap yeoja itu akan mengangkat telfonnya.

Sia-sia semua. Donghae mendapati Handphone Jessica tergeletak di atas karpet mobilnya. Ia memandang sendu Handphone itu, harapan satu-satunya untuk menghubungi gadis itu sirna sudah. Seorang Lee Donghae menangis, menyenderkan kepalanya di setir mobil sembari membentu-benturkannya pelan. Ia merutuki kebodohannya selama ini. Kebodohan yang telah membuatnya menjadi lelaki pengecut selama bertahun-tahun. Kebodohan tentang tidak beraninya dia mengungkapkan perasaan sukanya terhadap Jessica dan memilih menyembunyikan perasaan itu dengan berkencan –mencari pelampiasan- pada yeoja lain.

“Kau bodoh Jess. Aku tak pernah sekalipun bilang bahwa aku mencintai mereka. Bagaimana bisa kau menyimpulkan aku menyukai mereka? YoonA? Dia hanya sebagai pelampiasanku Jess. Aku fikir bila aku berpacaran dengan yeoja lain akan mudah untuk melupakanmu. Tapi sekarang semuanya tak sesuai rencanaku. Aku tak berhasil melupakanmu, malah kau yang menghilang dari hadapanku.”

END~

Wahahahhaa… Akhirnya selesai juga FF ga jelas ini..
Sebenarnya ini SongFict tapi setelah aku liat-liat lagi ternyata ga nyambung sama lagunya #eaa
Inti lagu itu kan seperti dua sahabat (cewek-cowok) . Ceweknya suka sama cowoknya tapi dia tak ingin memiliki cowok tersebut, namun hanya ingin mencintainya saja.

Kalo misalnya nih FF ga begitu nyambung sama lagunya, emang aku kurang bisa buat SongFict. Terus banyak adegan yang kurevisi, sehingga menjauhi lirik lagunya. Seharusnya sih berakhir dalam 1 scene aja, tapi entah bagaimana tanganku ini nakal jadi nulisnya bisa sampai 3 scene. Berbeda dengan gambaran di otakku.

Walopun Gaje + aneh *emang*. Tetap Comment ya!! Love You All!! J

2 thoughts on “[Songfict] I Have a Lover

  1. 😡 kenapa dua orang ini bego banget sih?🙄
    kalo saling suka kenapa begini? kenapa? kenapa? *histeris*
    kirain bakal happy ending ngeliat judulnya yang menyenangkan hehehe~
    oya, mau kasih tau aja kalo istilah yang mau digaris miring mending jangan di bold, jadi agak merusak pemandangan pas bacanya🙂

  2. annyeong unnie…
    saat membacanya terasa sedih melihat cintanya terlambat menyampaikan…. -_-. sedih.. hiks

    terus karena aku penyuka sica unnie, tolong banyakin ff nya ttg dia yah…
    o ya, kalo chapter seharusnya di tamatin, jangan sepert ff yang judulnya “THE PLANET EXO” dan “D’POPULAR” soalnya kata adminnya ga bisa nerusin.. aku jadi kecewa di buatnya… bener sedih, padahal ff ny bagus banget… T_T

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s