[Seq. Of I Have a Lover] One Year Later


One Year Later cover

 

Tittle: One Year Later (Seq. Of I Have a Lover) || Author: Eyinzz ( @erlinamas ) || Main Cast: Jessica Jung & Lee Donghae || Genre: Romance, sad || Leght: SongFict, Sequel

A/N: Anneyeong!! Aku kembali membawa sequel dari FF ku yang, ‘I Have a Lover’. Aku tau sih ceritanya gantung + ga memuaskan. Apalagi setiap yang comment, semua pada minta Sequel. Jadi dengan segenap ide yang ada, aku coba buat Sequel walaupun -mungkin- tidak memuaskan.

Sequel ini juga berasal dari lagu^^. FF SongFict punya Sequel SongFict juga *gitu aja bangga*

Oke.. Langsung aja ya~!

Happy Reading!!

Now Playing: Jessica ft Onew – One Year Later

-=-=-=-=-

Finally, we meet again…

Jessica POV

Aku masih diam, tubuhku pun masih menegang sempurna. Entah ini adalah sebuah takdir atau kesengajaan, aku tetap tak menyukai kenyataan ini. Bola mataku bagaikan terpaku dalam tatapan tajam nan sendunya. Badanku kaku, begitu juga lidahku yang terasa begitu kelu. Dia mulai berjalan perlahan ke arahku dengan tetap memandangiku. Oh Tuhan, ingin sekali aku mengalihkan pandanganku tetapi aku tak bisa, aku tak cukup kuat untuk menolak pesonanya. Lalu detik berikutnya ia sudah memelukku, memaksaku untuk kembali merasakan bagaimana rasa nyaman yang sudah 1 tahun ini tak kurasakan.

“Jess..”

BRUK.. Kantong belanjaanku jatuh begitu saja ke aspal. Badanku melemah di dalam pelukannya –hanya dirinya- bahkan untuk mengangkat sekantong plastik Ramyun instantsaja sudah tidak bisa. Tangan kekarnya makin erat memelukku, semakin mendorong kepalaku agar tenggelam di dalam pundaknya. Harum parfum yang ia pakai kembali tercium di hidungku, wangi yang sangat ku rindukan. Bahkan suaranya masih tetap seperti dahulu, halus dan lembut. Aku tak berani membalas pelukannya, melainkan hanya bisa diam menerima perlakuannya; menguatkan perasaanku yang sudah terkubur agar tidak menguar begitu saja. Hatiku membuncah, jantungku berdebar tak tentu, darahku bersedir ketika tangannya mengelus pelan punggungku.

Hari ini; tepatnya pagi ini bagaikan sebuah mimpi untukku. Dimana saat aku pulang dari market dekat Apartment ku, aku berjalan menyusuri trotoar Amerika. Dan tiba-tiba langkahku berhenti ketika aku menemukan kembali sosoknya yang telah lama tak kulihat. Bagaikan mimpi di siang bolong yang ingin tak kupercayai, tapi ini nyata. Tidak seperti mimpi-mimpi yang selalu menghampiriku setiap malam, aku bermimpi kami bertemu kembali dan anehnya semua itu menjadi nyata. Bahkan sampai otakku tak dapat mencerna-nya dengan baik. Aku senang melihatnya kembali, membuat rasa rinduku yang membebaniku sedikit menghilang. Tapi di satu sisi aku bingung, bagaimana cara menghadapinya kembali. Padahal selama satu tahun ini tak ada satupun yang berubah dariku, termasuk perasaanku. Tak bisa kupungkiri lagi bahwa masih ada ruang dihatiku untuknya, menunggu dirinya untuk mengisi kembali kekosongan itu.

Ya, aku mencintainya. Masih sangat mencintai dirinya, seorang Lee Donghae.

***

Dengan canggung aku mengangkat cangkir Espresso yang baru diantarkan pelayan. Ya, disinilah kami sekarang. Berakhir di café yang berada tak jauh dari Apartment sekaligus tempat kami kembali dipertemukan, oleh takdir mungkin? Aku menduduk sembari menyesap Espresso tadi lalu meletakkannya kembali ke atas meja, tanpa berani sekali pun untuk mengangkat wajahku; karna aku tau dia sedang memandang intens diriku -yang membuatku merasa tak nyaman duduk disini. Sesekali aku meliriknya yang masih tetap pada posisi bersandarnya di kursi. Rasanya aku ingin menghilang saja dari sini, aku tak kuat jika dalam suasana seperti ini terus, apalagi jika dilihat sedemikian rupa olehnya. Membuatku ingin pingsan sekarang juga.

“Sudah lama tak bertemu Donghae-ya.” Ucapku canggung, memecahkan keheningaan ini. Kulihat dia masih diam, tetapi matanya tetap menuju tepat ke arahku. Aku tau bahwa kali ini penampilanku sangatlah sederhana; Hanya memakai kaos merah kebesaran yang bertuliskan “You’re The Best Part of My Life” dipadukan bersama celana jeans panjang biru dongker, dengan lapisan tipis bedak dan Lip Gloss dan rambut coklat mudaku yang ku sanggul tinggi-tinggi. Sangat asal dan berantakan membuat beberapa helai rambutku terjuntai begitu saja. Well, seandainya aku tau aku akan bertemu dengannya hari ini, sangat tak mungkin aku akan tetap keluar dengan penampilan seperti ini. Sedangkan pakaiannya casual tapi tetap ber-style seperti biasa. Bagaikan kutub utara dan kutub selatan, sangat jauh berbeda.

Aku teringat masa-masa saat aku dan dia masih bersama dalam status sahabat, dimana benih cinta masih belum tumbuh. Sangat indah dan menyenangkan, tapi lihatlah sekarang? Hanya karna rasa cinta hubungan persahabatan pun bisa menjadi sedingin ini. “Akhirnya aku menemukanmu, Jess.” Kata Donghae tiba-tiba. Jujur saja, aku kaget dengan perkataannya seakan-akan selama aku pergi dia mencari keberadaanku. Apa seperti itu kenyataannya? Apa perkataannya kali ini dapat dipercaya? “Mengapa harus kau temukan? Aku tak kemana-mana Donghae-ya.” Candaku garing sama sekali tak menggugah humor disana.

“Bagaimana perasaanmu selama satu tahuntanpa ku?” Tanya Donghae tak menghiraukan candaanku. Aku tersenyum tipis lalu kembali meminum Espresso ku, mengalirkan cairan pahit itu ke tenggorokanku yang serasa tercekat. “Tak banyak yang berubah, hanya aku rasa kehilangan sahabat baikku dan itu cukup mengganggu.” Bohong, aku selalu memimpikannya. Memikirkannya setiap saat dan berdoa agar di pertemukan kembali. Namun kenapa saat Tuhan mengabulkan segelanya malah aku yang terkesan tidak sanggup? Untukmu akan aku tahan rasa lemahku untuk memuaskan dahaga rindu yang sudah melandaku sejak lama.

“Aku sudah menceritakannya. So, bagaimana tentang setahunmu?” Tanyaku balik.

Namja di hadapanku hanya tersenyum miris. “Banyak sekali yang berubah. Seperti yang kau lihat, aku tetap hidup dan sehat bahkan sudah mewarisi perusahaan Abeoji. Sayangnya hatiku kosong ketika sang ‘penghuni’ pergi tanpa jejak. Lalu aku mencoba melupakannya dengan memadatkan jadwal rapatku. Sejenak semua terlihat baik-baik saja memang,” Dia menghembuskan nafas panjangnya sebelum melanjutkan kembali ceritanya. “Tapi seiring berjalannya waktu. Aku menyadari bahwa aku tak bisa hidup tanpa ‘penghuni’ tadi. Aku tak bisa hidup tanpamu, Jess.”

Mata dan mulutku kompak terbuka saking terkejutnya. Apa sekarang dia sedang menyatakan perasaannya padaku? Atau ini hanya mimpi? Diam yang bisa kulakukan sekarang. Rasa bimbang, senang dan gugup bercampur dalam sanubariku. Aku menyelami matanya berusaha mencari suatu keganjalan. Nihil aku tak menemukan semacam kebohongan hanya ada ketulusan disana. Mata teduhnya beralih menatap orang-orang yang sibuk dengan kegiatan musim panas di luar jendela.

“Seandainya waktu itu kita lebih dewasa dan mengerti bagaimana caranya bersikap, ku yakin tak akan terjadi seperti ini. Andai saja aku tahu apa yang akan terjadi di masa depan, aku akan menjagamu dan melupakan ketakutan konyol-ku dulu. Sejatinya penyesalan hanya akan terus berulang pada akhirnya. Aku tak punya kemampuan untuk menyelamatkan diriku sendiri. Tapi aku tetap hidup dan menahan semua perasaanku. Begitulah kehidupanku tanpamu Jess, sangat hampa dan melelahkan. Apa kau merasakan perasaan yang sama sepertiku?” Aku tetap diam, bingung ingin menjawab bagaimana.

“Apa masih ada tempat kosong dihatimu? Atau sudah ada orang lain yang mengisinya?”

Kali ini aku benar-benar kalah telak dengan omongannya. Dia benar-benar berbicara dari hati, mengungkapkan perasaannya padaku. Sedangkan aku hanya duduk diam mematung tanpa berani berkata apapun. Kepalaku mengangguk dengan sendirinya, sangat kaku bagaikan robot karna terlalu shock dengan ungkapan isi hatinya. Alisnya naik sebelah dengan dahi berkerut. Oh Tuhan! Jangan bilang dia tak mengerti maksudku!, rutukku.

Musun suriya? Kamu mengiyakan yang mana? Masih kosong kah hatimu? Atau sudah terisi?” Ya, ku akui sekarang aku sangat aneh bagaikan alien bisu yang berbicara dengan seorang pangeran tampan.

Aku menalan salivaku dengan susah payah, di bawa mejah tangan kananku memeras erat ujung kaos yang kukenakan sampai kusam. “MiMianhe Hae. Tap-Tapi perasaanku padamu tak bisa berubah.” Ucapku pada akhirnya setelah berjuang mati-matian. Dia tersenyum, bangkit dari kursinya dan menarikku dalam pelukan hangatnya untuk yang kedua kali. “Sekarang beritahu aku alasan kenapa kau pindah ke Amerika? Untuk menghindariku?” Aku menggeleng dalam dekapannya. “Appa-ku sakit jadi Eommamemaksaku untuk kembali ke Amerika.”

Entah karna apa Donghae menjauhkan badannya dariku, aku sedikit kecewa tak bisa merasakan harum tubuhnya sedikit lebih lama. “Abeoji sakit? Bagaimana sekarang? Apa sudah sembuh?” Tanyanya memburu yang hanya kubalas dengan senyum manis dan anggukan. Sungguh hari ini sangat ekstrem, bagaikan naik Roller Coaster yang sukses membuatku jantungku berdegup tegang.

“Syukurlah…” Wajah tampannya terlihat sangat lega, apa sebegitu berharganya keluargaku baginya? Melihat perhatiannya pada Appa-ku sungguh membuatku senang. “Jessica, aku harap kita tidak bertemu lagi dengan keadaan seperti tadi,” Dahiku berkerut, sungguh aku tak mengerti maksudnya. Mungkinkah.., dia tak ingin bertemu denganku setelah ini?

“Bukan begitu, Jess. Aku hanya tidak mau bertemu kamu dengan kecanggungan seperti tadi, melainkan penuh kehangatan dan….,” Lagi-lagi dia menggantungkan kalimat, menyebalkan!

“Dan?” Kuulangi setelah lama dia hanya diam dan terpaku memandangku, tepat di kedua bola mataku membuatku gugup. “,.. Dan penuh ke-romantisan seperti ini.” Tangan kirinya menarik pinggangku, menghapus seluruh jarak yang tercipta. Bibirnya pun langsung tanggap menggapai bibirku. Menciumku pelan, tangan kanannya terjulur mendorong tengkukku. Memperdalam ciuman kami, inikah rasanya bercumbu? Sangat nikmat. Hari iniFirst Kiss ku telah hilang dicurinya dan aku memberikannya, hanya untuk orang yang kucintai.

Ya Tuhan, terimakasih telah mengembalikan semua kebahagiaanku. Jangan Kau ambil lagi, biarkanlah umat-Mu yang tak pernah puas ini merasakan kesempurnaan anugerah yang Kau beri sampai akhir zaman.

THE END

One thought on “[Seq. Of I Have a Lover] One Year Later

  1. waow… happy ending…
    senangnya sica unnie lagi bahagia… hehe..

    ayoo semangat, buat ff ttg couple jessica selain lee donghae dong…ya ya.. #lagi memelas

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s