My Adventure In Green Island Part 1


image

Tittle : My Adventure In Green Island  

Cast : Byun Baekhyun,

Hwang Ji Sara (OC), and others Exo’s Member

Genre : Fantasy

Lenght : Chapter  

Rating : PG

Disclaimer : This story just for my imagination. Don’tplagiat this fic, because it’s pure my write. I hope you can enjoy and likethis story ^^

 

***

Dengarlah suaraku

Dengarlah suara kami

Hanya satu hal yang kami inginkan

Kami ingin hidup Jiwa kamiberada ditanganmu

Dengarlah suara kami Dan lindungilah kami

***

Aku tidak tahu kapan petualangan inidimulai. Namun, yang pasti ini semua bagaikan mimpi nyata bagiku.

***

“Ne, eomma tidak perlumengulang-ulang setiap hari. Aku tak akan lupa makan dan akan selalu pergi les.Tenang saja! Appa? Sudah pergi ke Busan tadi pagi. Rencananya mau pulang harisabtu. Katanya, appa juga akan menelepon eomma. Sudah dulu, eomma. Daaah!”

Brakkk!

Setelah meletakkan gagang telepondengan seenaknya, Baekhyun berlari ke arah dapur dengan panik.

Mie instan yang bisa langsungdimakan setelah diseduh dengan air panas selama 2-3 menit, menunggu Baekhyun diatas meja dapur.

“Ah, jadi tidak enak! Kenapasih eomma harus menelepon sekarang? Kuahnya kan jadi habis.”

Dengan wajah kesal, Baekhyunmenyeruput mie nya yang sudah gembung. Itulah makan siang Baekhyun. Siang diaakan makan mie, dan malam dia akan pesan melalui delivery service.

Seandainya eomma ada di rumah danmelihatnya pasti akan berkata, “Makan seperti itu tidak menyehatkanbadan!” dengan mata melotot seperti ingin menerkam. Namun, sekarang diasendiri. Jadi, dia bebas untuk makan apapun.

Kali ini adalah liburan yang membosankan,karena dia tak berencana pergi jalan-jalan.

Appa dan eommanya yang cerewetsedang tidak ada di rumah. Baekhyun ingin menikmati kesendiriannya ini karenasebentar lagi datang seorang anak kecil yang akan mengaduk-aduk isi rumah.

Byun Baekhyun, murid kelas 2 SMA.Badannya cukup tinggi diantara teman-teman sekelas. Prestasinya juga cukupbagus. Baekhyun bukan murid yang istimewa, tetapi dia tidak pernah punyamasalah di sekolah.

Minggu lalu, eommanya masuk rumahsakit untuk melahirkan adiknya. Sedangkan appanya bertugas ke luar kota.

Meskipun, hanya 3 hari, tetapi appadan eommanya merasa cemas meninggalkan Baekhyun sendirian di rumah. Namun bagiBaekhyun, hal tersebut malah menyenangkan.

Dia merasa malu jika tidak beranitinggal di rumah sendirian karena sudah kelas 2 SMA.

Lagipula, bebas dari pengawasanorangtua yang cerewet di rumah adalah pengalaman pertamanya yang menggairahkan.

Dia bebas tidur sampai larut malamtanpa dimarahi, bisa nonton sepuas-puasnya, bisa makan sesuka hati dengan uangyang ditinggalkan appanya.

Eommanya sering menyuruh untuk makanmakanan yang bergizi, tapi sekarang kan eommanya tidak tahu. Jika cuma 3 haribisa makan sesuka hati, kan tidak akan membuatnya mati.

Setelah selesai makan mie, Baekhyunmengambil es krim dari pendingin dan memakannya sambil menonton televisi.

Dia mau main game sambil menungguwaktu les nanti sore.

Sebenarnya dia berjanji kepadaeommanya, main game cukup satuu jam setiap hari. Namun, hari ini berbeda.Baekhyun bersemangat main game yang baru dibelikan appanya sebelum liburan dimulai.

Cuaca sangat cerah. Meskipun di luarsuhunya lebih dari 30 derajat, tetapi di ruang keluarga ini sangat nyaman dansejuk berkat pendingin ruangan.

Diluar, bunga matahari bermandikansinar matahari tampak keberatan menyangga bunganya. Bunga itu ditanam appanyatahun lalu saat mereka baru pindah ke rumah ini.

Sampai kelas 1 SMA, Baekhyun dankeluarganya tinggal di sebuah apartemen di Seoul. Namun, karena dongsaengnyaakan lahir, Appanya memutuskan pindah ke sebuah rumah yang mempunya halamancukup luas di luar kota Seoul. Karena memiliki sebuah rumah dengan halamancukup luas adalah impian appanya.

Appanya lahir dan besar di daerahyang alamnya masih hijau, selalu berkata kalau manusia dilahirkan untuk hidupdi atas tanah.

Namun, bagi Baekhyun yang lahir danbesar di kota, tinggal dimanapun sama saja.

Meskipun harus menempuh perjalanan selamadua jam untuk pergi ke kantor, appanya sangat gembira dengan rumah baru ini.

Lokasi rumah mereka adalah wilayahperumahan di pinggir kota yang cukup diminati. Perumahan ini dikembangkanbeberapa tahun yang lalu. Dulunya wilayah ini adalah daerah pegunungan danhutan. Rencananya di daerah ini akan dibangun supermarket, rumah sakit, TK, SD,SMP, SMA.

Murid-murid di sekolah Baekhyunsebagian besar pindahan dari kota, sama sepertinya. Jadi, Baekhyun yang barupindah pun bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Perumahan lain yang tidak jauh daritempat mereka pun mulai dibangun.

Dalam waktu beberapa bulan sejakkepindahan Baekhyun, keadaan disekitar mereka sedikit demi sedikit berubah.Beberapa rumah baru mulai dibangun.

Di tempat yang agak terpisah dariperumahan mereka, terdapat papan yang bertuliskan ‘Perumahan Dongducheon, Pembangunan Tahap ke Tiga’

Sejak dua, tiga bulan yang lau,diadakan pembangunan besar-besarang dengan membuka hutan.

Tampaknya ada rencana untuk menambahpenduduk wilayah ini dengan membangun sebuah perumahan baru lengkap denganfasilitasnya tahun depan.

Pembangunan itu berada tepatdibelakang sekolah Baekhyun. Karena banyak truk dan buldoser, para siswadiperingatkan supaya tidak mendekati tempat berbahaya itu.

Baekhyun berpikir, mana ada orangyang mau mendekati lokasi pembangunan itu di hari sepanas ini.

Dia jadi teringat, appanya pernahbercerita, ketika masih kecil appanya suka pergi menangkap serangga di gunungdan berenang di sungai.

Huh. Daripada kepanasan mencariserangga, lebih baik bermain komputer atau menonton di rumah.

Di layar televisi, tampak seorangbayi tertawa untuk iklan sebuah produk pempers. Sebentar lagi eommanya akanmelahirkan.

Karena eommanya pernah keguguran,sekarang harus dirawat di rumah sakit. Menurut perhitungan waktu, eommanya akanmelahirkan minggu depan.

Baekhyun yang sudah 16 tahun menjadianak tunggal, tidak tahu rasanya mempunyai dongsaeng.

Kalau ada bayi, mungkin eommanyatidak akan marah-marah lagi. Namun, pasti akan sangat berisik jika dongsaengnyamenangis.

Seperti apa rasanya kalau anggotakeluarga bertambah seorang lagi, ya?

Baekhyun menekan salah satu tomboltelevisi, layar berubah menjadi abu-abu tua yang tenang.

Sekarang waktunya untuk bersenang-senang!Baekhyun akan memasuki dunia petualangan dalam layar televisi.

Di dalam dunia itu, Baekhyun akanmenjadi Ksatria yang menolong sebuah kerajaan yang sedang diserang setan, danberperang melawan jin-jin dengan pedang keadilan.

Memang hanya permainan, tapiBaekhyun merasa menjadi seorang ksatria sungguhan.

Waktu menunjukkan pukul satu lewat.Setelah meletakkan mangkuk es krim, Baekhyun bersiap untuk memulai permainan.

Biasanya di layar akan tampak ‘gameOpening’, tapi hari ini layarnya hanya berwarna hitam saja.

“Aneh! Rusak, ya?”

Baekhyun menjadi gelisah. Setelahberkali-kali menekan tombol, pada layar tampak perubahan. Namun, bukanperubahan yang diharapkan. Warna cokelat berubah menjadi warna hijau terang.

“Apa ini?”

Di layar yang berwarna hijautertulis tulisan.

 

“Dengarlah suaraku

Dengarlah suara kami

Hanya satu yang kami inginkan

Kami ingin hidup

Jiwa kami berada dalam tanganmu

Dengarlah suara kami

Lindungilah kami”

 

“Ksatria yang mendengar suarakami, siapa namamu?”

“Ksatria?”

Baekhyun dijalari semangat yangmembara ketika membaca tulisan tersebut. Ini seperti ‘game opening’ hanya sajahal ini sedikit lebih menegangkan.

Di layar tampak, tampak ruang untukmemasukkan nama pemain. Baekhyun merasa ingin tahu. Dia sudah tidak cemas lagi.Lalu memasukkan namanya sendiri.

B-a-e-k-h-y-u-n

Layar televisi itu bersinarmenyilaukan. Sinar itu seperti menelan kesadaran Baekhyun.

Layar sudah dibuka dan petualanganBaekhyun dimulai.

.

.

.

.

.

.

***

Bau yang sangat kental memenuhiudara.

Saat kesadarannya pulih, Baekhyunmencium aroma yang sangat kuat yang membuatnya teringat pada sesuatu.

“Apa yang terjadi?”

Yang jelas tadi ada sinarmenyilaukan di layar televisi.

Baekhyun melihat sekeliling. Dikejauhan tampak sesuatu yang berwarna hijau.

Dimana ini? Seharusnya dia berada diruang keluarga yang sejuk dirumahnya.

Beberapa pohon mengelilinginya.Daun-daun pohon yang berwarna hijau menaungi kepalanya.

Televisi, meja, dan sofa menjadiranting-ranting pohon yang besar. Karpet beludru yang lembut dan empuk menjadirumput liar dan daun kering di atas tanah yang lembab.

Ini hutan!

Untuk beberapa saat Baekhyuntermangu. Mungkinkah ini hanya mimpi?

Kakinya yang tidak beralas merasasakit saat menginjak daun kering dan ranting pohon yang patah.

Baekhyun sadar, bau yang diciumnyadari tadi adalah bau daun-daun hijau.

Udara hutan yang rindang, tidaksedingin udara dari mesin pendingin, tetapi hangat oleh batang-batang pohon.

Angin menggoyang-goyangkandahan-dahan pohon. Terdengar suara gemerisik daun-daun. Juga suara urung danjangkrik.

Sejak lahir, Baekhyun belum pernahmenginjakkan kakinya ke dalam hutan.

Paling-paling cuma hutan semak yangdia masuki saat kelas 1 SMA.

Lalu kenapa sekarang dia ada dihutan? Dia berusaha mengingat-ingat lagi.

Ya! Televisi. Tetapi dimanakahgerangan dia sekarang? Bagaimana caranya pulang kerumah?

Krek!

Terdengar suara dari arah belakang.Suara itu seperti suara ranting pohong yang patah.

“Ada yang datang?”

Baekhyun menatap ke arah datangnyasuara dengan perasaan cemas dan senang.

Srek! Srek! Srek! Suara itu semakindekat.

Baekhyun menahan napas saat sipembuat suara tadi menampakkan dirinya di samping pohon yang tinggi.

Ternyata si pembuat suara adalah duabayangan hitam yang jauh lebih tinggi dari Baekhyun.

Dia berdiri dengan kedua kakinya,tangannya pun ada dua. Dia mempunyai kepala tetapi tidak mempunyai mata danhidung.

Di tengah-tengah hutan yang berwarnahijau, mereka seperti kegelapan yang bergerak-gerak.

“Makhluk apa itu?”

Baekhyun diliputi rasa ketakutan.Dia bersembunyi dibalik sebuah pohon.

Bayangan itu mendekatinya sambilmengeluarkan suara-suara berat yang tidak jelas.

“Krek! Krek!”

Terdengar suara menyeramkan saatkaki bayangan hitam itu menginjak-injak rumput.

Sambil bersembunyi di balik bayanganpohon, Baekhyun menunggu sampai mereka lewat.

“Swiiing!” Terdengar suaratajam seperti membelah udara.

Bersamaan dengan itu, salah satubayangan tadi berteriak dengan suara yang menakutkan. Di salah satu kakinyatertancap sebuah anak panah.

Seorang anak laki-laki berlari disamping Baekhyun. Rambutnya hijau, mantelnya juga hijau. Pemuda itu lebih tuakira-kira 2 atau 3 tahun dari Baekhyun.

Dia melempar busur yang dipegangnyadan mengeluarkan pedang dari sarung yang dipasang di pinggulnya lalu menyerangbayangan itu.

Disambarnya bayangan itu dua sampaitiga kali dengan pedangnya.

Bayangan-bayangan besar itu,akhirnya melarikan diri dengan suara-suara histeris.

“Hebat!” gumam Baekhyuntanpa sadar.

Dengan penampilan yang gagah sertapedang untuk bertarung, dia seperti Ksatria dalam game komputer atau filmanimasi.

Dia juga manusia pertama yangditemuinya di hutan ini.

Ksatria berambut hijau itu tidakmengejar bayangan yang melarikan diri itu.

Setelah menyarungkan pedang, diamelihat Baekhyun dengan ekspresi yang tenang pada bola matanya yang cokelat.

Saat Baekhyun kebingungan tidak tahuharus berbuat apa, pemuda itu berjalan ke arahnya.

“Apakah kau yang bernamaBaekhyun?”

Pertanyaan itu tidakdisangka-sangka. Baekhyun tergagap. Sekali lagi pemuda itu bertanya dengansuara yang lebih keras.

“Aku bertanya, apakah kau yangbernama Baekhyun?”

“Ya!” jawab Baekhyunkepada pemuda yang tidak simpatik itu.

“Bagaimana kau tahu namaku?Siapa kau? Aku ada dimana?”

Pria itu tidak menjawab. Dia menatapBaekhyun dengan pandangan dingin. Sikap dan ekspresinya tampak lebih tuadaripada umurnya. Tingginya sepulis senti melebihi Baekhyun.

Bajunya sederhana, dirajut daribahan tumbuhan. Kulitnya berwarna cokelat muda.

Dahan pohon bergoyang-goyang tertiupangin. Sinar matahari menerobos masuk dari celah-celah daun.

Setelah menggoyangkan rambutnya yanghijau dan tampak segar, dia menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Tempat ini adalah negeri Hijaudan kami adalah bangsa Hijau.”

“Negeri Hijau?”

Dimana gerangan negeri itu? Di duniabagian mana? Kenapa aku ada di sini?

Seolah-olah bisa membaca apa yangdipikirkan Baekhyun, pemuda itu berkata, “Kau sudah menjawab panggilankami. Putri Sara yang memanggilmu ke sini.”

“Putri Sara?”

Negeri Hijau? Putri Sara? Ini duniagame?

“Ikuti aku! Putri Sara sudahmenunggu di istana.”

Dengan sigap pemuda itu membalikkanbadan dan berjalan.

“Tunggu!”

Baekhyun masih kebingungan, tetapisaat ini Baekhyun cuma bisa bergantung pada pemuda tadi.

Cepat-cepat Baekhyun mengejarnyasebelum lenyap tertelan hutan yang lebat.

Walaupun kaki Baekhyun terlukakarena menginjak ranting pohon yang patah dan lengan serta wajahnya puntergores, Baekhyun tetap berusaha menyusul pemuda itu.

Akhirnya mereka sampai ke tempattujuan.

“Ini istana Hijau yang ada dtengah-tengah negeri kami,” ucap pemuda itu dengan bangga.

Sesuai dengan namanya, istana itudibangun dari batang-batang pohon yang besar dan penuh dengan kehijauan alam.

Istana itu berbeda dari bayanganBaekhyun. Tetapi istana itu indah dan megah.

“Kesini! Cepat!”

Dengan agak memaksa, pemuda itumenyuruh Baekhyun masuk mengikutinya.

Apakah ketidakramahannya itu karenasifatnya atau tidak? Pikir Baekhyun.

Selama perjalanan menuju istana,mereka hanya diam. Pemuda itu sudah biasa berjalan di dalam hutan, tetapi tidakmau tahu kalau Baekhyun belum terbiasa.

Baekhyun menggerutu dalam hati,Padahal usia mereka tidak jauh berbeda tetapi kenapa sombong sekali.

Baekhyun hanya berjalan mengikutitanpa bisa berbuat apa-apa.

Bagian dalam istana, mempunyaikeindahan yang berbeda dari luarnya. Mata Baekhyun terbelalak kagum,

Dinding dan langit-langitnya yangtinggi, terbuat dari pohon dan ranting yang dikombinasikan dengan apik.Lantainya seperti karpet beludru berwarna hijau.

Udara di dalam istana sama sepertidi dalam hutan tadi, masih beraroma kental.

Tanpa sadar Baekhyun menghirupnyasampai memenuhi paru-parunya. Baekhyun merasa ada tenaga baru yang memasukisetiap sudut tubuhnya.

Meskipun ini tempat yang barupertama kali di kunjunginya, tetapi perasaannya sangat tenang.

Mereka menuju ke ruang singgasana.Begitu kayu penutup dibuka, di dalamnya tampak beberapa orang dewasa. Ruanganitu luas dan diselimuti oleh sinar matahari hijau lembut.

Rambut mereka juga berwarna hijau danbermantel hijau. Mungkin ini tempat petinggi negeri ini karena wajah merekasangat serius dan tingkah laku mereka pun penuh wibawa.

Tidak jauh dari tempat para petinggiterdapat singgasana kerajaan.

Perasaan tidak tenang menyelimutiBaekhyun. Tetapi, kegelisahannya kalah oleh perasaan ingin tahu tentang putrinegeri ini. Seperyi apa gerangan putri dari negeri Hijau ini?

Baekhyun belum pernah bertemu denganseorang putri secara langsung.

Apakah dia mirip dengan Putrikerajaan Inggris? Princess Diana? Atau seperti putri-putri negeri GinsengKorea? Atau mungkin seperi putri-putri yang kecantikan yang sering dilihatnyaditelevisi?

“Putri Sara, saya mengantarkanBaekhyun.” Pemuda itu memberi hormat.

Baekhyun kebingungan apakah diaharus melakukan hal yang sama.

“Selamat datang. Kami sudahmenunggu.”

Terdengar suara dari balik kelambu.Suara itu sangat lembut. Baekhyun tidak percaya apa yang dilihatnya saatkelambu

dibuka oleh para dayang istana.

Putri yang duduk di singgasana itu,seorang perempuan seusia dengannya.

Dia sangat cantik. Belum pernahBaekhyun melihat gadis secantik itu.

Kulitnya putih jernih dan tampaklembut. Rambutnya bersinar berwarna perak, matanya berwarna hijau segar.Badannya langsing, memakai baju dari bahan sutera berwarna putih polos.

Wajahnya yang menyenangkan itumemancarkan kharisma seperti seorang ratu.

Putri Sara tersenyum kepada Baekhyunyang terpana. Senyumannya lembut seperti bunga. Dan hal itu membuat Baekhyunseketika tak berkutik.

***

A/n : anyyeong anyyeong #tebarbunga😄

bagaimana ff fantasy pertamaku? Aneh kah?

Wkwkwk

ff ini menurutku bener-bener cerita khayalan yang gak jelasbanget😄 Karena buat pertama kalinya aku ngebuat ff fantasy yang ceritanyaaneh bin ajaib. Sumpah! Alur yang aku khayalin sama yang tertulis itu bedabanget

tangan aku terus gerak-gerik ngetik dengan sendirinya#emgbisayah:3

eng ing eng, jadilah ff ini u,u

Terakhir, makasi banget buat para pembaca yang maumemberikan komentar di ff ku sebelumnya. You’re the best guys. Skalipun banyaksiders, tapi kalian harus tetep jadi active readers yah

sampai jumpa di part 2. Pai pai ^^

5 thoughts on “My Adventure In Green Island Part 1

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s