The way you make me melt


 

Author: Yosa Lee @yosalee93

Cast: You, Park Chanyeol [EXO K], Chan, Kau

Length: Drabble

Disclaimer: FF ini aku buat waktu lagi dengerin lagu geek & sistar. FF ini juga singkat banget, but I hope you Like it J Aku post di sini juga http://flowerislove.wordpress.com/2013/09/11/the-way-that-you-make-me-melt/

Recommended Song : “Geek Feat Sistar – The Way You Make Me Melt”

 channi2 (2)

I Will just melt when I see you.

Seperti cerita peterpan dalam buku dongeng yang selalu ku baca saat mata ku tak kunjung terpejam di malam hari, kau membuat ku tak lagi berfikir logis. Kau menarikku ke dalam dunia imajanisaimu yang tak biasa, kau membuatku hampir gila oleh pesonamu. Kau menyilaukanku.

Ingatanku masih sangat hangat saat aku menemukan mata indahmu menatapku dalam.

“Apa yang kau suka dariku?”

kau bertanya lagi.

Entahlah, aku sudah mati-matian menyelam kedasar hatiku untuk mencari alasan apa yang membuatku begitu tertarik akan dirimu. Namun aku menyerah, aku tak menemukan alasan itu atau.. kurasa aku tak punya alasan.

“Entahlah..” akhirnya aku menjawab mu.

Kau diam sesaat dengan bibir mu yang bergerak-gerak lucu. Aku tahu kau bosan dengan jawabanku “Mengapa jawabanmu selalu, entahlah? Apa kau tidak benar-benar menyukaiku?” manikmu menatapku sendu.

Aku menyentuh wajahmu dengan jemariku yang bergetar “Aku menyukai mu, tentu saja. Tapi..”

“Tapi apa…?” kau memotong ucapanku segera, meletakkan tanganku di bawah tanganmu yang besar dan hangat.

Aku tertawa pelan. Kau lucu.

“Tapi, aku tak mengerti alasannya, kau tahu cinta tanpa alasan”

Kau memutar manikmu kekiri dan kekanan, kau sedang berfikir. Aku tahu itu.

“Bagaimana mungkin cinta tak punya alasan?”akhirnya kau bertanya setelah hampir satu menit aku mencoba menata hatiku yang hampir meledak melihat aksimu.

“hm, saat melihatmu aku benar-benar yakin aku mencintaimu chan. Kau tahu, seperti ada ratusan peri kecil yang membisikkan kata itu.”

“Jadi peri-peri yang mengatakannya ke padamu?” kau menyipitkan manikmu.

Aku tersenyum kikuk.

“ah.. aku rasa aku juga begitu” kau tertawa lepas setelahnya.

Wajahku merah padam.

***

I think I’ve fallen for you, what should I do?

Saat itu bulan sedang berpencar indah di langit, tapi ku rasa tak lebih indah dari seulas senyuman yang terpahat nyaris sempurna di wajahmu. Itu mungkin terdengar kuno, agak klise. Tapi, aku tak punya kata-kata hebat lain yang bisa ku fikirkan saat kau sedang menatapku.

Kau menelpon ku malam itu, ada tempat yang ingin kau tunjukkan, katamu. Ah.. kau sangat bersemangat. Tawamu yang hangat mengisi seluruh indera pendengaranku saat itu, membuat rongga di dadaku sedikit sesak karena mu.

“Bagaimana? Ini indah bukan?”

Pipiku memanas.

Aku mengangguk pelan, sesaat kemudian kau meraih tubuhku agar aku meletakkan kepalaku di bahumu. Mungkin kau berfikir bangku di taman itu tak cukup besar untuk kita, aku tak perduli alasannya.

Aku gugup.

Kau selalu seperti ini. Kehadiranmu selalu membuatku tak bisa berfikir dengan semestinya. Kau mencuri hatiku, kau juga mencuri fikiran dan jiwaku. Kau tahu, kau pencuri ulung.

“Lihat bulan itu, sangat meyengkan merasakan cahaya bulan bersama mu” kau menautkan tanganmu di jemariku. Ah.. aku merasakan sesuatu.

Kau menatapku lekat saat aku menarik wajahku menjauh.

Perlahan aku melihat jemarimu yang masih tertaut di jemariku. Aku terkejut bukan main setelah melihat apa yang kau lakukan, sebuah cicin melingkar di jemari ku.

“Chanyeol..” kalimatku tergantung. Kau berlutut dihadapku seperti seorang pangeran, ah, atau kau memang seorang pangeran?

“Menikahlah dengan ku”

 

***

“Masih belum tahu apa yang kau suka dariku?” pertanyaan itu lagi.

Aku bergidik geli saat nafasmu menyentuh tengkukku.

“Berhentilah bertanya, apa kau meragukanku?” aku memutar tubuhku agar dapat melihat wajahmu.

“Entahlah..”

Kau mencuri jawabanku.

Aku tersudut, manikmu menatapku lekat membuat pandangan ku terkunci di wajahmu.

“Jangan menatapku seperti itu, chan. Kau membakar dahiku”

“Benarkah..?” lengan besarmu memeluk pinggangku. Aku terkejut. Namun manikmu masih saja mengunciku, membuatku tak ingin jauh dari pandanganmu.

Kau membuatku gila.

“Kau tahu, chagi. Aku tak lagi perduli tentang alasan-alasan itu. Mengapa kau mencintaiku atau apa yang kau suka dariku, aku tak perduli lagi. Saat kau mencintaiku, itu adalah alasan terindah yang membuatku tetap tersenyum dan hidup. Kau nafasku”

Kau mendekatkan wajahmu, membuat seluruh persendianku mati rasa.

“Aku mencintaimu, istriku” aku suka kalimat itu, aku…

Oh, bibirmu bergerak di bibirku seketika.

 

END

About Author

Nama : yosa lee

TL : 19 agustus 1993

Facebook / Twitter : @yosalee93

Website/Blog : flowerislove.wordpress.com

Sedikit tentang kamu : just a random girl with a big dreams

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s