DISTURBANCE


 

Author: @marianavivin

Casting: Im YoonAh – Xi Luhan

Genre: Romance | Sad

Length: Oneshot

Rating: PG 15+

Disclaimer: Inspired from Disturbance by BoA MV

All of the casts belongs to their God, Parents and Agency. No copy. Don’t bash and don’t be a silent reader. This story is pure from my mind. Happy reading ^^. Poster by Heerin

Fanfic ini juga di publish di 2 blog lain, jadi jika anda mendapatkan kesamaan, saya pastikan itu karya saya juga ^^

poster-disturbance

-EXOSHIDAE-

Scene 1

Luhan duduk sendiri di kursi kayu ruang tamunya. Tidak ada yang ingin dia lakukan. Jari-jarinya dengan perlahan menyentuh kaca bening berbentuk silinder itu. Dingin. Seperti hati dan jari manisnya yang sudah berisi sebuah cincin. Di dorongnya kaca itu dengan pelan. Membuat pasangannya yang berada di atas turun ke bawah. Bersamaan dengan meluncurnya butiran-butiran pasir halus yang putih. Kapan terakhir kali dia merasa seperti ini?

Kakinya melangkah ke depan jendela. Membayangkan apa yang dulu pernah ia lakukan dengan seseorang yang sosoknya tidak bisa ia lihat. Bukan karena orang itu sudah berbeda alam dengannya. Tidak. Justru orang itu sedang berdiri di hadapannya sekarang.

“Tatap mataku Xi Luhan”. Ucap orang itu pelan. Luhan mencoba mengangkat kepalanya yang terasa sangat berat. Tidak. Dia tidak bisa lagi menatap mata orang itu. Dengan disertai desiran halus pasir yang terus turun, Luhan merasa orang itu semakin mendekatinya. Melewatinya begitu saja. Tidak tampak pada cermin di sampingnya. Hantu-kah dia?. Tentu saja tidak.

-EXOSHIDAE-

Scene 2

Tiga cincin yang saling bertaut itu seperti sebuah anak ayam yang kehilangan induknya, Tentu saja. Luhan dan Yoona sudah saling melepaskan cincin mereka. Tidak ada lagi yang mungkin perlu mereka pertahankan. Sikap mereka sudah berubah satu sama lain.

Dengan tangan terjulur, Yoona mencoba menyentuh bahu Luhan yang turun tidak biasa. Tangan namja yang bersedekap memikul kepala itu membuat Yoona mengurungkan niatnya. Inilah akibatnya. Akibat sikap keras kepala keduanya yang timbul tanpa di sadari.

-EXOSHIDAE-

Scene 3

Luhan dan Yoona sedang duduk berdua di atas sebuah sofa panjang yang empuk. Keduanya tampak bahagia. Tangan Luhan terus berada di bahu Yoona. Mendekap erat yeoja tercintanya itu. Sesekali keduanya saling tertawa ketika melihat foto mereka berdua di ponsel Yoona.

Tangan mereka sekarang sedang bertaut. Rambut-rambut Yoona yang berhamburan teratur di pangkuan Luhan seperti ikut merasakan apa yang dua orang itu rasakan. Cinta dan kasih sayang yang mereka tunjukkan saat itu, kapan semua itu mulai hilang?.

-EXOSHIDAE-

Scene 4

Raut lelah tampak di wajah yeoja 20 tahun itu. Dia tahu dia sudah terlalu sibuk belakangan ini. Dengan wajah penuh harap dia menempelkan ponselnya di telinga. Berharap orang di ujung sana yang sedang ia hubungi mau menjawab panggilannya.

Tut..tut

Luhan membalik layar ponselnya. Dia tahu Yoona yang menelpon. Pasti yeoja itu ingin mengatakan bahwa dia sudah sampai di Korea. Luhan tidak perduli. Dia sudah terbiasa berada di apartement besar itu tanpa Yoona.

Jaket hijau kesayangan Luhan itu sudah siap untuk dipaskan ketika sebuah tangan halus yeoja terulur untuk mencegah. Dengan rasa malas Luhan melepaskan kembali jaketnya. Sebagai gantinya, ia mengenakan sebuah jas tebal berwarna merah yang disarankan Yoona.

-EXOSHIDAE-

Scene 5

Jembatan panjang itu kosong. Hanya dua orang dengan hati bahagia-lah yang saat itu berdiri di pinggir jembatan. Mencoba terus mengabadikan moment-moment kebersamaan mereka dengan sebuah kamera digital yang mereka beli bersama.

Luhan menggelembungkan pipinya. Mencoba menunjukkan pada Yoona bahwa dirinya juga bisa melakukan aegyo yang biasa Yoona gunakan untuk menggodanya.

Klik

Semua hanya kenangan, pikir Luhan. Semua yang tadi terjadi hanya bayangan masa lalunya dengan Yoona. Saat ini, dia bahkan hanya bisa duduk sendiri. Sebutir air meluncur dari matanya yang terlihat hampa dan kosong.

-EXOSHIDAE-

Scene 6

Dengan dorongan halus, tubuh Yoona menempel dengan dinding. Di depannya, sosok Luhan seperti sebuah raksasa. Siap menerkam dirinya kapan saja. Yoona sudah menunggu hal ini. Perlahan Luhan mencondongkan wajahnya ke depan wajah Yoona. Hidung mereka sudah saling bertemu.

Buk!

Dinding berpatern kayu itu sedikit bergetar akibat pukulan Luhan. Yoona menutup matanya dengan erat. Inilah yang sebenarnya terjadi, pikir Yoona.

Kosong. Dinding itu sebenarnya kosong. Tidak ada sosok Yoona seperti yang tadi Luhan bayangkan. Bodoh. Bagaimana bisa dia akan melakukan hal itu jika Yoona berada di depannya. Tanpa tenaga Luhan berbalik. Dia di sana, pikir Luhan. Yoona berdiri di hadapannya lagi. Menatapnya dengan pandangan tidak mengerti. “Kenapa hal ini bisa terjadi, Xi Luhan?”, begitulah kira-kira arti tatapan Yoona.

Bruk!

Luhan ambruk. Berlutut di hadapan Yoona.

-EXOSHIDAE-

Scene 7

Dua orang itu tampak bahagia. Dengan tangan putihnya, Yoona mendekap kepala Luhan. Mencondongkan kepalanya di saat yang bersamaan.

Klik!

Kenangan itu terus berputar di kepala Luhan. Jari-jarinya yang masih bertaut dengan jari Yoona. Keduanya masih berada di sofa. Berbagi cerita ataupun imajinasi yang ingin mereka wujudkan jika mereka sudah menikah nanti.

Klik!

Tidak ada yang terjadi. Inilah kenyataannya. Kenyataan pahit dengan Luhan yang merasa menghadapinya sendiri. Yoona berdiri jauh dari dirinya.

“Saranghae”. Ucap Luhan bersama dengan air mata yang terus turun dari matanya.

-EXOSHIDAE-

Scene 8

Yoona berdiri di pinggir jembatan. Tangannya masuk dengan dalam ke kantong jaketnya yang hangat. Tiba-tiba dia merasa terbebani. Bukan dengan beban biasa. Tapi dengan dengan kepala Luhan yang juga membantunya semakin merasa hangat.

Klik!

Masing-masing jari mereka terus bertaut menemani langkah kaki keduanya yang menyusuri jembatan. Mencoba mencari tempat bagus mana lagi yang mereka bisa gunakan untuk mengambil foto.

Klik!

Yoona mengangkat kamera dengan tinggi di atas kepala. Luhan di belakangnya sudah berpose dengan jenaka. Klik!. Bunyi jepretan kamera itu membuat dirinya dan Luhan tersenyum lebar.

Klik!

Pose berganti. Kali ini Luhan yang memegang kamera. Dengan sedikit gerakan ke atas dia yakin dirinya dan Yoona sudah bisa masuk ke dalam frame dengan penuh. 1…2…3, hitung Luhan. Bibirnya mencium kepala Yoona tepat ketika kamera itu berbunyi. Yoona tersenyum malu melihat tingkah Luhan.

-EXOSHIDAE-

Scene Final

Seluruh pasir itu sudah berada di bawah. Waktu sudah berakhir. Semua yang dia lakukan dengan Yoona, tidak akan pernah terjadi lagi.

LET TIME GO BY – GO BACK TO THE PAST

-END-

Gimana? Bingung? Aneh? Hehehe mian yaa kalo emang gitu, baru belajar bikin fanfiction. Kritik dan saran sangat di perlukan. Gamsahamnida ^^.

About Author

Nama : Vivin Mariana
TTL : Balikpapan 5 Mei 1997
Tempat Tinggal : Balikpapan, Kalimantan Timur
Facebook / Twitter : @marianavivin
Website/Blog : marianavivin9.wordpress.com
Sedikit tentang kamu : Yeoja simpel yang ngambil jurusan akuntansi di salah satu smk di balikpapan. Gak terlalu pandai  bergaul dan bakal sedikit dingin kalo sama orang asing ^^ .Apalagi ya? Pokoknya saya baik kalo orang lain juga baik,hehe. Segitu aja. Gamsahamnida ^^

2 thoughts on “DISTURBANCE

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s