Mr.Pancake Ring?


Mr pancake Ring

Author             : @Ismisangeun

Casts               : Lee Donghae, Kim So Eun

Length             : Ficlet

 Rating                        : G

Genre              : Romance, Fluff

Disclaimer       :

            Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hasil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

 

-@@-

 

            “Imja-ya?” panggil namja memakai baju hem berwarna biru bermotif kotak-kotak. Kepada gadis di depannya mengenakan sweater berwarna abu-abu.

            “Hmmhh.” Gadis bernama Kim So Eun ini. Masih saja sibuk dengan monitor di depannya. Sesekali ia membenarkan posisi kaca matanya.

           

            Dong Hae mengambil sebuah cangkir berwarna putih. Mungkin isi cangkir itu yang menjadi nyawa So Eun. Lalu Donghae meneguk habis  Cappucino itu. Si pemilik cangkir belum menyadari hal ini. Donghae perlahan mengembalikan cangkir itu ke posisi semula.

 

            ‘TAP’ So Eun meraih cangkir itu.

           

            “UH?” So Eun membalikkan cangkir yang sudah tak berisi itu. Senyum lebar terbentuk di sudut bibir Dong Hae.

            “Aishhh! Berulah lagi!” pekik So Eun mengerti ini perbuatan kekasihnya Dong Hae.

            “Putri Kucingku? Lihat lingkaran hitam di matamu sekarang? Berapa hari kau tidak tidur huh?” Donghae gemas mencubit kedua pipi So Eun yang sedang terlihat kesal.

            “Mr.Lee, aku sedang sibuk! ” So Eun kembali membalikkan lagi kursi. Yang ia duduki untuk menatap monitor.

            “Kali ini aku tak bisa toleransi!” Dong Hae tegas.

           

            “YA! Imja!” So Eun kesal karena Dong Hae menutup laptopnya sepihak.

            “Lihatlah wajahmu Kim So Eun? Berapa hari kau bergadang mengerjakan naskahmu itu?”

            “Aku hanya bergadang dua hari, Imja?” So Eun berusaha menekan kekesalannya.

            “Dua hari dalam minggu ini?” skak Dong Hae sukses membuat So Eun mati kutu.

 

            “Ayo ikut aku!” Dong Hae menarik tangan So Eun untuk mengikuti langkahnya.

 

 

-@@-

 

            Yups! Dong Hae membawa So Eun ke toko cake miliknya. Seperti ada yang sudah ia rencanakan untuk So Eun. Dong Hae menyuruh So Eun untuk menunggunya. Sementara itu So Eun masih kesal karena ulah Dong Hae tadi. Benar, selama ini So Eun selalu bersikap ‘Jaim’ pada kekasihnya itu. Donghae sudah berubah tampilan. Ia tampak begitu tampan dengan seragam ala chefnya.

So Eun menopang dagunya dengan tangan kanannya. Apa ini? Dong Hae sengaja menata meja itu. Agar So Eun bisa melihatnya saat membuat cake untuknya.

            “Aisshhh!” So Eun kembali mendengus malas, sesekali Ia menguap pelan.

            Kenapa aku baru sadar bahwa Dong Hae benar-benar tampan?, Kim So Eun sadar! Kau sedang mengantuk sekarang, batin So Eun melihat pesona Dong Hae saat membuat cake.

 

 

-@@-

 

            Dong Hae sadar bahwa So Eun telah terperangkap dengan pesonanya. Benar, Dong Hae merasa ia paling tampan saat seperti ini. Ia melirik So Eun yang sedang berusaha melawan kantuk.

            Karena cukup lama menunggu Dong Hae membuat Pancake. So Eun akhirnya menyerah, ia benar-benar tak bisa melawan kantuknya. So Eun benar-benar terlelap dengan posisi tangan yang masih menopang dagunya.

 

           ‘CUP’ kecupan manis mendarat di pipi kiri So Eun. Hal ini sukses membuat So Eun membelalakkan matanya.

            “Bagaimana Mrs.Lee? obat yang ampuh bukan?” Tanya Donghae tersenyum manis. Pancake spesial dengan cinta Dong Hae didalamnya. Sudah tergelatak manis di depan So Eun.

            “Mwo? Mrs.Lee? aku belum berubah marga!” tolak So Eun kembali jaim.

            “Sudahlah Mrs.Lee aku tahu. Kau sudah berhasil masuk perangkapku. Jadi, hilangkan sifat jaim-mu itu?” goda Dong Hae sembari menyilangkan kedua tangannya.

 

            Tanpa ijin So Eun melahap pancake itu. Dong Hae mengerti, gadis ini pasti lupa waktu. Hingga makan saja ia lupa? Itulah Kim So Eun, terlalu gila dengan pekerjaannya sebagai editor sekaligus penulis. So Eun sibuk menikmati pancake. Sedangkan Dong Hae?  Sibuk memandangi So Eun.

            “Berhenti menatapku seperti itu?” jutek So Eun. Dong Hae justru membalas dengan menghapus selay yang terisisa, disudut bibir So Eun.

           

 

 

-@@-

 

            ‘KREK!’*suaranya aneh?* sebuah benda keras menguncang gigi So Eun. Dong Hae tersenyum penuh arti.

 

            “Mwoya!” So Eun mengelurkan benda keras itu. Ternyata sebuah cincin manis yang memang sengaja diberikan Dong Hae saat membuatnya tadi.

            “Kau tahu’kan itu sebuah cincin?”

            “Aku tahu? Apa maksud semua ini?” jawab So Eun.

 

            “Imja? Would You Marry Me?” Dong Hae lembut, sembari mengenggam tangan So Eun erat.

 

            ‘DEG!’ seperti sebuah panah yang melesat ke jantung So Eun terdalam. Detak jantung So Eun dibuat tak karuan. Nafasnya sejenak berhenti karena kalimat Dong Hae tadi. So Eun hanya bisa menundukkan wajahnya yang memerah. Bingo! Rencana Donghae sukses membuat So Eun speechless.

 

            “YA! Imja!” goda Dong Hae.

            “Mr.Lee, kau sukses membuatku seperti orang bodoh sekarang!”  

            “Sudah jangan alihkan topik? Apa jawabanmu?” elak Dong Hae.

            “Apa kau ingin jawabannya sekarang huh? Jangan bercanda disaat seperti ini?” So Eun tak mau kalah.

            “Apa aku terlihat sedang bercanda?”

            “…………………………………..” So Eun speechless, karena raut wajah Dong Hae memang sedang tidak bercanda.

            “Jadi?” desak Dong Hae.

            “Aku akan menjawabnya saat ulang tahunmu nanti.” So Eun kembali menjaga harga dirinya.

            “Baiklah, aku akan sabar menunggu.” jawab Dong Hae mengerti sifat jaim So Eun.

            “YA! Jangan percaya diri jawabanku akan membuatmu puas. Belum tentu 6 tahun berkencan, aku mau menikah denganmu.” So Eun berusaha menutupi kegugupannya. Kemudian melahap potongan terakhir pancake. Hingga membuat sisa selay tertinggal lagi disudut bibirnya.

           

            “Kau berusaha menggodaku ya?” Tanya Dong Hae menggoda. So Eun mengerti, dan tangannya sudah akan menghapus sisa selay itu. Tapi?

 

            ‘CUP!’ Dong Hae melumat bibir So Eun. So Eun dibuat terpaku akan hal ini, ia menahan nafasnya saat itu.

 

            “Aku sudah menghapusnya.” Dong Hae innoncent, dan tersenyum penuh kemenangan.

 

 

-THE END-

 

  

 Kurang panjang? Namanya aja ficlet ^^ hahaha *author somplak*. Ya sudah deh, feel hambar,Typo bertebaran cerita benar-benar gaje itu ciri FF abal & tak layak publish punyaku.

 

Kritik dan saran tetap diharapkan berupa RCL ^^, gomapseumnida~

16 thoughts on “Mr.Pancake Ring?

  1. hha~ alur’x emng rada kcpettan , saeng .. Bt , overall ttep manis koqq🙂 *emnggula?!*plakk . Okkeh saeng , d.tggu tulisanmu yg lain . Keep spirit ^^

  2. Manis nya mau dong main
    keren
    n sesekali bikin oneshoot dong thor agak panjangan tokoh utamanya kyusso/haesso jg gak pa2

  3. iya krg panjang thor. padahal dijadiin os aja..
    tp aq suka ceritanya,, bqn ff lg dong thor yg pemeran utamanya seotang chef lg.. hhe

  4. Males bgt baca the end nya -,- padahal lg asik2nya bacaa..
    tapi keren bgt thor🙂
    ditunggu karya haesso yg lainnya ya thor , hwaitting😀

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s