My Fiance is my bodyguard – Part 1


My Fiance is my bodyguard

My Fiance is my bodyguard - Cover FF

Title : My Fiance is my bodyguard

Author : @lestrina

Genre : Family, Romance, Action Length : Chapter

Main Cast :

Lee Jonghyun (CNBLUE)

Park Jiyeon (T-ara)

Supporting/Other Cast :

Park Jin Young (JYP) as Appa Jiyeon

Han Seung Yeo (Kara) as sahabat Jiyeon

Kim Junsu (2PM) as Junsu / Jun-K, pengawal pribadi Tuan Park

Disclaimer : This story is mine. Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic. Please take with full credit.

Poster: ksaena @http://saena79.wordpress.com

PS: I apologize for typo. Please feel free to correct me

Prolog

Part 1

#Seoul – Kediaman Kepresidenan

Pagi Hari.

Embun pagi hari menutupi cahaya matahari yang ingin menampakkan keindahan yang dimilikinya. Burung-burung berkicau dengan senandung irama yang indah membuat yang mendengar tersenyum dan ikut menyanyi.

Sisa jejak hujan turun semalam menciptakan suasana dingin yang dapat memberikan kenyamanan di hati siapapun.

Pagi yang indah, sangat disayangkan apabila dilewatkan. Tuan Park mendesah nafas panjang, rasanya menyenangkan sekali bila setiap hari seperti ini, gumam Tuan Park sambil mengetuk mejanya dengan jari tangan.

Drrt…drrrtt…drrrttt.

Tuan park mendengar suara handphonenya dengan segera mengangkatnya tanpa melihat sapa yang menghubunginya.

Appa..appa bogosipho” Tuan park tersenyum mendengar suara putrinya jiyeon.

Nado Jiyeon-ah” sahut tuan park.

Tuan park selalu melakukan percakapan dengan putrinya di telepon setiap pagi. Mendengar suaranya saja dapat membuat suasana hatinya menjadi hangat dan energi baginya. Tuan park sangat menyayangi dan melindungi putrinya.

Park Jiyeon, gadis kecil yang periang. Hanya dengan senyumannya. orang-orang yang didekatnya merasa senang. Dia sudah menjadi yeoja yang dewasa, selalu ramah dan baik. Gadis kecil sudah beranjak dewasa dan cantik. Meskipun jiyeon tidak berada di korea, tuan park selalu meluangkan waktunya untuk berkunjung ke tempat putrinya yang berada di Amerika.

Kebahagian putri kecilnya hilang ketika sekelompok ingin menculiknya. Tidak ada yang mengetahui tujuan dan maksud penculikan tersebut. Kejadian tersebut membuat jiyeon melupakan kenangan indah bersama keluarga dan teman-temannya. Dengan berjalannya waktu, ada perubahan pada diri jiyeon.

—***—

#University of Harvard –

Malam hari

“Jiyeon-ah…jiyeon-ah” cih anak itu tidak mendengar panggilanku.

“Park Jiyeon” teriak Han Seung Yeo. Yoeja itu merupakan roommate dan sahabat jiyeon. Mereka sudah saling mengenal selama di tinggal do Amerika.

Jiyeon melepaskan headset ditelinga, dia mendengar sahabatnya meneriakkan namanya.

“Ya..miss seungi. Aku mendengar suaramu, tidak perlu berteriak  telingaku bisa tuli”sahut  jiyeon sambil melepaskan headsetnya.

“Kita keluar ya, aku bosan disini” rayu seung yeo

“Lebih baik kita istirahat, mulai besok siang setelah pulang kuliah kita ada pertemuan di organisasi” jiyeon mengingatkan kepada seung yeo.

“Baiklah” sahut seung yeo dengan kesal sambil berjalan ke tempat tidurnya.

Jiyeon dan seung yeo merupakan mahasiswi dari University of harvard dan anggota dari organisasi yang dinaungin oleh dewan PBB. Organisasi didirikan bertujuan  menciptakan alat-alat canggih atau senjata nuklir yang dirancang untuk perdamaian dunia. Para Anggota  terdiri dari orang-orang pilihan yang memiliki kepintaran diatas rata-rata orang normal. Organisasi tersebut dirahasiakan oleh dewan PBB sehingga public tidak mengetahuinya. Organisasi itu bernama World Nuclear Association atau disingkat WNA.

Pagi hari

Morning miss Han”sapa jiyeon

Hi, morning too” sahut seung yeo dengan malas

“gimana tidurmu nyenyak. Aku sudah membuatmu sarapan dimeja, makanlah. Pagi ini kita ada kelas dan setelah itu kita ada di pertemuan di club”ujar jiyeon sambil membereskan buku-bukunya. Seung yeo menggerutu dengan kesal. Jiyeon melihat tingkah laku seung yeo hanya mengeleng kepalanya.

—***—-

#Another place

Tok…tok…tok

“Tuan, mereka sudah disini” ungkap salah satu pengawal pribadi yang dipanggil tuan. Pria itu menunggu jawaban dari tuannya yang sedang berpikir.

“Siapkan satu ruangan untuk kita meeting dan bawa mereka ke ruangan tersebut. Aku harus tahu apa mereka membawa berita baik untuk ku” jawab pria misterius yang dipanggil tuan.

“Baik Tuan” setelah menjawab, pengawal tersebut segera meninggalkan tuannya. Dia harus melakukan perintah yang disuruh oleh Tuannya.

Pengawal itu membawa orang-orang suruhan tuannya ke dalam suatu ruangan khusus.

“Silakan kalian tunggu disini, Aku harus menemuin tuanku dan mengantar ke ruangan ini untuk bertemu kalian” setelah berpesan kepada mereka, pengawal tersebut meninggalkan orang tersebut di dalam ruangan. Sewaktu pengawal tersebut menuju ke ruangan tuannya, mereka ber-pas-an di tengah lorong. Pengawal tersebut memberikan hormat kepada tuan.

“Silakan ikut saya Tuan, saya sudah menempatkan mereka diruangan yang tuan minta” kata pengawal itu.

Tuan itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk penjelasan pengawal pribadinya.

Tuan itu langsung menanyakan hasil pekerjaan mereka kepada orang suruhannya. “Kapan kita akan bergerak, aku tidak sabar untuk memiliki mereka sebagai senjata ku” tanya tuan itu kepada orang-orang tersebut.

“Besok malam tuan, kita bisa memiliki mereka. Orang-orang kita sudah bersiap-siap untuk mengambil apa yang menjadi milik tuan” jawab salah satu orang tersebut.

“Kerja yang bagus, besok malam kita bergerak cepat. Ingat, saya membutuhkan mereka hidup-hidup. Mereka adalah aset kita” ancam tuan itu kepada orang tersebut.

—***—

#Kediaman Kepresidenan – Blue House

Malam hari

Malam yang indah tetapi harus dilewatkan karena pekerjaan. Pekerjaan tersebut akhirnya selesai juga dan mengharuskan tuan park kembali ke kediamananya. Semua pengawal menyambut kedatangan tuan park kembali ke rumah, karena kelelahan tuan park istirahat sejenak di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga. Dia menutup kedua matanya seketika muncul bayangan seorang perempuan muda yang meminta pertolongan dengan wajah ketakutan dan penuh air mata. Tuan park terkejut dengan karena ada kejadian muncul dalam mimpinya, wajah perempuan yang dilihatnya tak lain adalah putrinya. Tuan park merasakan kekhawatir-an yang sangat dalam, dia belum pernah merasakan kesedihan di hatinya seakan-akan putrinya akan pergi meninggalkannya selamanya.

Ini hanya mimpi, mimpi itu bunga tidur. Putriku baik-baik saja disana, tidak akan ada bahaya yang mengancam keselamatan putriku. Aku harus menghubungi putriku sekarang juga, gumam tuan park dalam hati.

Para pengawal tuan park yang berada di ruangan yang sama, terkejut dengan perubahan sikap tuannya. Mereka melihat ekspresi kekhawatiran tuannya tidak seperti biasanya, tuannya menyimpan masalah yang baru saja dialaminya tetapi tetap saja bisa dibaca oleh pengawal-pengawalnya.

Salah satu pengawal pribadinya dengan berani menanyakan kepada tuan park mengenai masalahnya yang disembunyikan. “Tuan, anda baik-baik saja”! “Wajah anda pucat sekali”

“Aku sangat mengkhawatirkan putriku, tidak pernah aku merasakan sekhawatir ini. Putriku muncul dalam mimpiku, dia sangat ketakutan sekali dan meminta pertolonganku Junsu-ah” ujar tuan Park.

“Dia akan baik-baik saja tuan. Putri anda tidak memiliki musuh dan tidak ada yang benci dia. Aku sangat mengenal putri anda, dia sudah ku anggap sebagai adikku” jawab pria yang dipanggil Junsu.

Kim Junsu atau Jun-K merupakan salah satu pengawal pribadi yang dipilih khusus untuk mengawal tuan Park selama menjadi Presiden. Jun-K sangat menghormati bahkan menyayangi tuan Park dan putrinya. Dia menganggap mereka sebagai keluarganya. Jun-K menilai kepribadian tuan Park yang hebat, dia sosok pemimpin yang wibawa dan bijaksana dan sosok seorang appa yang pantas dimiliki oleh semua orang termasuk dirinya.

“Terima kasih Junsu-ah. Aku harus menghubungi putriku supaya aku merasa tenang”. Tuan park segera menghubungi putrinya melalui telepon selulernya.

Yeoboseo…jiyeon-ah“sapanya

“Ya…Appa, bogosipho” ucap jiyeon

Tuan park merasakan kelegaan setelah mendengar suara putrinya.

—***—

#Kantor pusat -The Pentagon, Arlington County, Virginia

Seorang namja sedang beristirahat di ruang pribadinya. Dia salah satu pasukan agent rahasia pada Departemen Pertahanan (Department of Defense) atau disingkat menjadi DoD.

Tiba-tiba namja itu terbangun karena sebuah mimpi yang mengejutkan dan membuat jantung namja tersebut berdetak kencang bahkan merasakan sakit yang dalam. Perasaan yang dialami sama seperti perasaan Tuan Park. Mereka memiliki ikatan bahtin yang kuat terhadap seseorang yang sangat disayangi, orang itu Park Jiyeon.

Ada apa ini, apa yang terjadi dengan diriku. Mimpi itu sangat dekat dan nyata, dia datang dalam mimpiku. Mimpi itu hanya bunga tidur seseorang karena rasa rindu, ya bisa jadi itu. Aku sangat merindukannya, benar-benar merindukannya, kata namja itu.

—***—-

#University of Harvard

Pagi hari – 09.00 KST

“Jiyeon-ah barang-barang diletakkan dimana. Setelah kuliah berakhir, kita makan dulu sebelum berangkat ke Club” tanya seung yeo

“Barang-barang berada di mobil sekarang, kau tidak perlu kuatir. Kita cari tempat makan yang enak…ok seungie” tanya jiyeon sambil melirik ke arah luar kelas.

Jiyeon sedang berpikir dan melihat ke luar kelas. Dia sedang mencari beberapa orang misterius yang selalu mengintainya dan seung yeo. Aneh sekali, tidak biasanya mereka tidak ada. Apakah mereka menyerah atau sedang merencanakan yang lain, untuk apa aku memikirkan hal itu, lebih baik aku focus mendengarkan dosen itu.

Deg…deg…deg

Suara jantung jiyeon berdetak kencang… Ada apa dengan diriku, mengapa jantungku berdetak dengan kencang dan hatiku sakit sekali ingin sekali aku menangis. Aku tidak kuat menahannya, gumam jiyeon sambil meletakkan tangan di dadanya.

Seung yeo mendengar gumaman jiyeon, ingin sekali dia menanyakan apa yang terjadi. Jiyeon mengalami hal itu apabila ada bahaya yang mengancam dirinya dan orang sekitarnya. “Jiyeon-ah, kau kenapa” tanya seung yeo kuatir. Jiyeon mendengar pertanyaan seung yeo, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Seung yeo mengerti akan sikap jiyeon, dia tidak akan menanyakan yang kedua kali.

Tbc

Semoga part 1 tidak mengecewakan. Jangan lupa RLC ya, gumawo.

One thought on “My Fiance is my bodyguard – Part 1

  1. Pingback: My Fiancé is my bodyguard – Part 2 | Club Fanfiction

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s