Sweet Blue Tears (1/2)


sweet-blue-tears

Author             : Aliceappril / Choi Yoora

Cast                 : Choi Yoora

Kim Jaejoong

Jung Yunho

Kim Hyun Mi  (Carelriva)

Lee Seung Won (Huncla)

Genre              : Romance, Sadness, friendship

Length             : Twoshoot

Rating             : PG

Credit              : http://widhiadhisthania.wordpress.com/

 

Terinspirasi dari sebuah kisah nyata, atau bahkan lebih tepatnya duplikat dari kisah itu, ini juga merupakan Sekuel dari The Blue Tears . buat Carelriva dan Huncla sesuai dengan janji, aku memasukan nama kalian disini.  aku kembali membawa Jae-Ra couple, enjoy the stories

 

I tried with the rest of my ability, to removing you in every step of departure,

but what I did actually make things more painful

*Yoora POV*

Dinginnya malam kota Seoul mulai terasa, disaat panas matahari tak lagi menyinari kota ini. Dan mulai berganti dengan butiran-butiran putih salju yang dingin memenuhi disetiap ruang kota. Seoul tetap menjadi primadona, walaupun tertutup ribuan salju, tak akan mengurangi keindahan malam yang dimiliki kota ini.

Dan maka disinilah aku, menatap hamparan lampu yang saling beradu dari setiap gedung-gedung tinggi. Merasakan dinginnya musim ini juga kembali merasakan kesunyian yang menghampiri kesendirianku. Aku rindu mereka, rindu masa sekolah ku, rindu setiap kenangan yang tercipta disana, dan juga merindukan DIA…

Aku tak ingin menjadi munafik untuk mengingkarinya,

 

Aku Choi Yoora gadis yang tengah mengeyam pendidikannya di salah satu Universitas Seoul ini, gadis yang selama dua tahun ini berusaha menghapusnya dari pikiranku, tapi juga tak bisa membuatku terbebas dari kotak yang selama ini mengunci diriku dengan nama cinta. Entah apa yang membuat aku begitu sulit keluar dari perasaan itu.

Berada dalam jarak yang jauh darinya pun, tak mengubah segalanya, justru membuatnya terasa teramat nyata. Ya Tuhan, lagi, aku kembali merasakan hatiku tertusuk-tusuk perih. Perlahan kuusap pelan dada ku yang masih berdenyut, mencoba mengurangi sakitnya.

“Memikirkan Cinta Senoir High School mu lagi ?” sebuah suara berhasil membuatku terkesiap. Spontan aku menoleh ke arahnya.

“ Apa sih untungnya bagi mu jika terus mengingatnya, bukankah hanya akan menyakiti diri sendiri saja ?”

 

Dia adalah Kim Hyunmi teman satu dorm ku, sebenarnya ada satu lagi Seung Won tapi mungkin sekarang dia masih diluar.

“Ayolah Yoora, jika kau memikirkannya, belum tentu dia juga tengah memikirkan mu, jangan buang waktu mu yang terlalu berharga, hanya untuk mengingat seseorang di masa lalu”

 

Hyunmi ini memang orang yang selalu bicara lepas, dalam arti, langsung pada sasaran tanpa basa basi. Aku nyaman berteman dengannya, karena dia selalu menunjukkan apa yang dia tak suka, tanpa harus bermanis-manis dulu untuk mendapatkan yang di inginkan.

“Kau ini, suara mu melebihi kicauan burung yang selalu ku dengar setiap pagi” selaku padanya, saat Hyun mi menghampiriku.

“Lagi pula jangan suka menarik kesimpulan sendiri, aku tidak sedang memikirkan dia” Elak ku membantah ucapannya, yang sebenarnya benar.

“Benarkah ? tapi sepertinya semua yang kau pikirkan itu, dapat terlihat jelas di sini” Hyun Mi menunjuk keningku, aku menepis tangannya sambil tersenyum

 

“Sesakit itu kah rasanya?” aku menoleh padanya dan menatapnya bingung, apa maksudnya dengan sakit.

“Apanya?”

“Kehilangan cintamu, berada jauh darinya, tapi tetap memendam perasaan cinta yang teramat padanya”

Aku kembali meluruskan pandangan ku pada kilapan lampu yang terpancar jelas dari balkon dorm. Sambil memikirkan jawaban apa yang pas dan dapat di mengerti Hyun Mi.

“Entah bagaimana harus menjelaskannya Hyun Mi~a, kau harus merasakan sendiri, jujur aku tidak bisa mendeskripsikannya”

“Yaa… !!! jadi kau menyumpahi aku agar merasakan patah hati juga?” Hyun Mi berteriak padaku. Dan hanya ku balas dengan seulas senyum.

“ Ya walaupun aku tidak begitu tau bagaimana sakitnya, cukup dari aku melihatmu saja, aku sudah mengerti”

“Tapi Yoora~a, aku tidak ingin terus melihatmu begini, bukankah ada Namja yang tengah mendekatimu?” Lanjutnya, yang langsung membuatku membulatkan mata mendengarnya.

“Mwo…!! Siapa maksudmu?”

“Aishh… jangan berpura-pura bodoh, namja yang bernama Jung Yunho itu, bagaimana?”

 

Ingatan ku kembali melayang, Jung Yunho. Namja yang beberapa bulan ini ku kenal, Hyun Mi dan Seung Won sering sekali mengira kami akan menjadi pasangan yang serasi jika bersama. Aku hanya menganggapnya angin lalu, karena memang tidak ada yang special dari hubungan kami. Aku hanya menganggapnya sebagai Oppa. Dan sikap perhatiannya padaku juga ku yakini hanya sebagai Oppa terhadap Dongsaengnya.

“Jangan terus mengungkitnya, aku kan sudah sering mengatakannya jika kami tidak ada apa-apa”

“Itu kan kata mu, bagaimana jika kata Yunho” ucap Hyun Mi sambil berlalu dariku.

 

 

 

 

*Author POV*

~Campus~

 

“Yoora~a, nanti aku dan Hyun Mi ada mata kuliah tambahan, jadi kami akan pulang terlambat, kau tidak apa-apa menunggu?” Ucap Seung Won teman sedorm Yoora yang lain.

 

Gwenjhana, aku juga harus mencari buku di perpustakaan untuk bahan riset ku” jawab Yoora, sambil mengambil jalan terpisah dari dari mereka berdua. Memang Yoora mengambil jurusan yang berbeda yakni psikologi, sedangkan mereka Ekonomi.

 

Dengan langkah santai Yoora menelusuri koridor-koridor kampus, hingga ada suara yang memanggilnya.

“Yoora~a!!!” merasa kenal siapa pemilik suara ini. Tepat saat Yoora balikkan tubuhnya, terdapat sesosok namja tampan dengan senyum manisnya tersenyum menyapa.

“Pagi”

“Pagi Oppa” balas Yoora, “Mengapa Oppa, ada di gedung Psikologi ?”

“Hehehe, aku ingin melihatmu dulu sebelum kuliah pagi ini” Yoora mengerutkan keningnya bingung, memangnya apa hubungannya melihat Yoora dengan kuliah pagi ini.

“Kau ini ada-ada saja Oppa, tidak takut terlambat? Sepertinya tinggal beberapa menit lagi kuliah pertama dimulai” Tanya Yoora sambil merilik jam tangannya.

“Masih sempat, kau lupa gedungku di sebelah, tidak akan membutuhkan waktu lama”

Yoora hanya mengangguk-angguk.

“Nanti siang, setelah selesai kuliah kau akan kemana?”

“Aku akan keperpus, ada beberapa buku yang ku perlukan untuk riset” Jawab Yoora.

“Setelah itu ?” Yoora tampak tengah berpikir, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yunho.

“Mungkin langsung kembali ke dorm”

 

Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia seperti menimbang sesuatu yang ingin dikatakan.

Waeyo Oppa, ada sesuatu yang ingin kau katakan?” Yunho menatap Yoora ragu.

“Oppa, Waekeureu ?”

Aniya, Keuyang, bolehkah nanti aku ikut menemanimu mencari buku?”

Lagi-lagi, Yoora menyerngit bingung,

“Aku tidak ada kegiatan siang nanti, makanya aku ingin menemanimu” Jelas Yunho begitu melihat ekspresi Yoora.

“Oh begitu, baiklah datang saja, sepertinya kau harus bergegas Oppa, tinggal tiga menit lagi” Yoora mengangkat tangannya memperlihatkan jam tangannya pada Yunho.

Keureu, Na Kalkae

 

Awal pertemuan mereka terjadi di gedung social, dimana saat itu Yoora mendapatkan kuliah di gedung yang notabene merupakan jurusan Yunho. Tanpa sengaja mereka bertabrakan, dan entah apa yang membuat Yunho tertarik dengan Yoora, hingga sampai saat ini Namja itu selalu memikirkan banyak cara, hanya untuk bertemu dengan Yoora. Dan tentu saja Yoora tidak bisa menolak, karena bagaimana pun Yunho adalah seniornya.

Sebenarya Yunho adalah seorang player, dan Yoora tau itu, makanya dia sedikit jaga jarak darinya. Tapi kembali lagi, Yoora tidak bisa menolak setiap kali Yunho mendekatinya. Ya bagaimana pun juga junior harus tetap menghormati seniornya.

 

@@@

 

Tepat saat kuliah terakhir selesai, Yoora segera melangkahkan kakinya menuju gedung perpustakaan,  yang terletak di tengah-tengah area kampusnya. Dia tidak ingin membuang waktu lagi, karena risetnya ini sudah akan selesai. Saat tengah sibuk memperhatikan seluruh rak-rak buku yang terkait dengan risetnya. Dia dikejutkan dengan sebuah tangan yang menghalangi pandangannya.

Nuguseyo?” tanyanya sambil berusaha melepaskan tangan tersebut.

“Coba tebak”

Yoora menarik kedua sudut bibirnya, setelah mendengar suara sang pemilik tangan.

“Yunho Oppa,”

Perlahan Yunho menarik tangannya dari mata gadis itu. Dan Yoora pun membalikkan tubuhnya untuk melihat benar apa tidak tebakannya.

“Kenapa kau langsung tau, kan tidak seru” ucap Yunho datar. Mulai keluar lagi sifat asli Namja ini. Ya sebenarnya Yunho itu bukan tipe orang yang bisa bersikap manis terhadap orang lain, dia akan melakukan itu jika sedang membutuhkan sesuatu saja.

 

“Tentu saja, aku langsung menebaknya karena aku tau itu memang suara mu” Yoora masih terus mengamati rentetan buku di hadapannya. Yunho pun membiarkannya dan memilih duduk di meja yang ada barang-barang Yoora diatasnya.

“Sudah berapa lama kau disini?” Tanya Yunho sambil memperhatikan Yoora.

“Mungkin tiga puluh menit yang lalu” jawab gadis itu sambil membawa beberapa buku yang di dapatnya, ke meja dan duduk tepat dihadapan Yunho.

Yoora kembali mengotak-atik laptopnya, meneruskan tulisannya. Sambil sesekali memeriksa jaringan social networknya.

“Hey, kerjakan tugasmu, jangan chatting” tegur Yunho ketika melihat, apa yang yang tengah di lakukan Yoora. Yoora berdecak sebal

“Ck, ini namanya hiburan sejenak Oppa, aku tidak mau terlalu penat memikirkan risetku yang mengakibatkan otakku keriting”

Yunho tersenyum simpul melihat wajah kesal Yoora.

 

Sejak awal bertemu memang Yunho sudah tertarik pada Yoora, gadis sederhana yang terlihat istimewa dan luar biasa di mata Yunho. Dia berbeda dari sekian banyak gadis yang di temui Yunho. Biasanya jika dia sedang mendakati satu gadis, maka akan dengan mudah dalam hitungan hari Yunho mendapatkannya. Namun Yoora sampai sekarang sudah beberapa bulan berlalu, belum juga bisa diraih Yunho.

 

Saat tengah membalas beberapa pesan teman-temannya di chat, sebuah postingan baru muncul di beranda Yoora, tangannya yang tengah menari menekan-nekan tombol Laptopnya berhenti. Matanya melebar, tubuhnya kaku, hatinya perih. Yunho yang menyadari perubahan sikap Yoora segera bergerak mendakati gadis itu.

“Yoora~a, Waekeureu?” Yoora sama sekali tak bergeming, dia terus saja menatap layar Laptopnya, matanya mulai memerah menahan butiran air bening yang akan kelaur dari matanya.

“Ya … Yoora~a, waeyo, kenapa kau menangis” karena tak mendapat jawaban, Yunho mengikuti arah pandang Yoora.

Di layar Laptopnya terpampang jelas sebuah postingan baru yang memperlihatkan Username bernama Kim Jaejoong mengubah Ava dirinya, dan memberikan sebuah postingan.

we were very far away, making it miss the deeper feelings, how she was there? if her feels what I feel. I really miss her.

Yunho menatap nanar sebelum akhirnya kembali melihat Yoora, gadis itu tengah menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tanpa menebak pun Yunho tau gadis itu sedang menangis, terlihat dari bahunya yang bergetar dan suara isakannya yang begitu menyayat siapa pun yang mendengar.

 

Dengan sigap Yunho membereskan barang-barang milik Yoora, dan mengambil ponsel Yoora untuk menghubungi seseorang.

Yobboseo, Ne Hyun Mi~shi, bisakah kau keperpustakaan sekarang”

Setelah memtuskan sambungan, Yunho kembali duduk disebelah Yoora. Di biarkannya Yoora mengeluarkan semua rasa sakitnya, sambil menunggu temannya datang.

Yunho mengepalkan tangannya menahan amarah yang serasa memuncak, begitu melihat gadis dihadapannya menanggis lagi demi lelaki yang tidak menyadari persaan tulus yang dimilikinya. Sebesit pertanyaan terlintas di pikirannya. Apa maksud dari kalimat itu ? apakah itu di tujukan untuk Yoora ataukah gadis lain ?

 

Derap langkah kaki yang memburu terdengar menghampiri mereka. Yunho menyambut kedatangan teman-teman Yoora, yang seakan siap menghujani dia dengan seribu pertanyaa.

“Apa yang terjadi Yunho~sii ? mengapa Yoora menangis disini?” Tanya Seung Won begitu sampai, sedang kan Hyun Mi langsung menghampiri Yoora dan menenangkannya.

“Kim Jaejoong, masih dengan alasan yang sama dia kembali menangis” Jawab Yunho datar, keliatan sekali ini sedang menahan amarahnya.

“Seung won~a, coba kau telepon teman Yoora yang bernama park Yoochun” Hyun Mi menyerahkan telepon seluler Yoora pada Seung Won.

Seung Won sedikit menjauh dari mereka, pertanyaan baru memenuhi pikiran Yunho, siapa lagi Park Yoochun?

Hyun Mi masih terus menenangkan Yoora yang sudah terlihat tenang. Yoora menatap Hyun Mi sendu.

“Aku tau Hyun Mi~a, kalimat ini bukan di tujukan untukku, tapi mengapa rasanya begitu sakit disini” Ucapnya lirih sambil menyentuh dadanya.

“Kau terlalu berperasaan Yoora~a, sudahlah itu hanya sebuah postingan biasa, jangan terlalu kau pikirkan” Yoora menggeleng pelan.

“Itu bukan sekedar postingan, tidak kau lihat dia begitu merindukan seseorang, begitu mengharapkan kehadiran seseorang itu bersamanya”

“Lalu apa yang kau tangisi jika memang begitu benar?” Yoora kembali menatap layar laptopnya.

“Sakit Hyun Mi~a, sakit sekali menyadari bahwa yang diridukannya dan yang diharapkannya bukan aku

 

Baru saja Yoora akan kembali menangis, sampai Seung Won kembali dan menyodorkan tlepeon seluler Yoora padanya.

“Teman mu ingin bicara”

Yoora masih memandang Seung Won seolah menanyakan siapa yang tengah menghubunginya.

“Temanmu Park Yoochun”

Tanpa pikir panjang Yoora langsung mengambilnya, dan begitu mendegar suara Yoochun di telepon, tangis Yoora kembali pecah, hingga membuat kedua temannya saling bertatapan dan menghela napas.

 

“Yoochun~a” panggil Yoora dengan suara yang bergetar.

“Kenapa lagi denganmu”

Molla, air mata ku ingin sekali membasahi wajahku”

“Astaga Yoora~a, Please Stop Do not make yourself go on like this, I know you love him, but you also must consider yourselves, You made ​​everyone who cares about you look worried

Yoochun manaikkan nada bicaranya, begitu mendengar suara Yoora yang lemah.

I also do not know what happened to me, the incident has passed. but why the pain is lasting until now. Yoochun~a, What should i do?”

Terdengar hembusan napas panjang dari seberang saluran.

“Sejujurnya, aku sudah lelah menasehati Yoora, semua yang kukatakan akan sia-sia saja kan bagimu…”

Belum sempat Yoochun selesai bicara Yoora memotong kalimatnya.

“Dia terluka Yoochun~a, dia tidak dalam kondisi baik-baik saja. Aku tidak akan begini jika dia terlihat bahagia”

 

“Itu hanya kalimat rindu biasa Yoora~a, percaya padaku dia baik-baik saja”

“Tapi Yoochun~a…”

“Stop” Kali ini Yoochun yang memotong kalimat Yoora

“Berhenti menyiksa dirimu seperti ini, jangan berlebihan terhadap perasaanmu. Jaejoong juga tidak akan pernah tau. Sudah hentikan menyia-nyiakan waktumu, tata hidupmu yang baru karena masih banyak orang yang lebih peduli padamu daripada Jaejoong”

Klik sambungan terputus. Membuat Yoora terdiam, Yoochun marah pada dirinya. Terlihat dari nada bicaranya dan sikapnya yang lebih dulu menutup telepon tanpa mengucapkan kalimat apa-pun.

 

Yoora merasakan sentuhan di pundak kanannya, dia melihat kedua temannya tersenyum, berusaha menguatkan. Sadar telah membuat temannya khawatir Yoora langsung menghapus sisa-sisa air matanya. Dia membereskan buku-bukunya yang ternyata sudah rapi, Merasakan ada yang janggal Yoora langsung menoleh kesekitarnya, mencari sosok yang tadi ada bersamanya.

“Kau mencari apa ?” Tanya Seung Won yang juga ikut melihat seisi ruangan.

“Yunho Oppa”

“Dia pergi lebih dulu, mungkin ada urusan yang penting”

“Dia pergi tanpa bilang apa-apa pada kalian?” tanyanya menatapa kedua temannya, yang juga menggeleng bersamaan.

 

@@@

*Yoora POV*

 

Aku duduk di meja belajarku berniat meneruskan tulisan risetku, yang tertunda karena insiden tadi siang. Menit-menit awal aku bisa meluruskan pikiranku hanya pada riset, tapi kemudian semua kejadian itu tergambar kembali di pikiranku. Kusandarkan diri pada punggung kursi.

Ya Tuhan, perasaan ini sungguh menyiksaku. Aku bersyukur karena kau mengizinkan aku untuk mencintai seseorang. Tapi mengapa kau juga memberikan sakit yang tak kunjung sembuh ataupun berkurang, malah selalu bertambah di setiap harinya.

“Yoora~a” aku menoleh kearah suara yang memanggil namaku. Seung Won tersenyum di ambang pintu dan perlahan masuk.

“Tadi Yunho~sii mengirim pesan padaku,dia menanyakan keadaanmu?”

Aku mengerutkan kening, kenapa lewat Seung Won, kenapa tidak langsung bertanya sendiri padaku.

“Handphonemu mati, jadi dia tidak bisa menghubungimu”

 

Aku langsung berdiri dan mencari dimana teleponku, berniat untuk mengchargernya

“Sedang ku charger di ruang tengah” Aku menghentikan aksi ku yang masih mencari.

“Lalu kau jawab apa?”

“Ku jawab apa adanya, kalau kau masih terlihat murung”

Aku menepuk keningku, sudah ku duga dia akan bicara begitu.

“Kenapa kau berterus terang sekali Seung Won~a?” Seung Won menatapku bingung

“Seharusnya kau katakan kalau aku sudah baik-baik saja, dan dia tidak perlu cemas”

“Tapi itukan tidak sesuai dengan keadaan mu sebenarnya Yoora”

Aku menghampiri Seung Won yang duduk manis di pinggir ranjangku,

 

“Iya, tapi tidak seharusnya aku memperlihatkan sisi lemah ku pada orang lain”

“Tapi kan tadi kau juga menanggis di hadapannya, tidakkah itu juga sudah menunjukan sisi lemah mu”

“Itu beda hal” ucapku cepat mengakhiri kalimat Seung Won.

“Dia menyukaimu Yoora, aku tau itu”

Aku kembali duduk di kusi belajarku, membolak-balikan buku tebal yang sangat keramat ini dan berusaha konsentrasi penuh pada risetku.

“Aku bisa melihat raut khawatir dari suara dan wajahnya tadi siang”

“Seung Won~a, berhenti mengungkit itu.

“Aku tau kau masih mencintai Kim Jaejoongmu itu, tapi suatu saat nanti kau bisa melihat kalau Yunho serius denganmu”

 

Baru saja aku ingin membatah kalimatnya, teriakan Hyun Mi menghentikanku.

“Yoora~a, ada tamu untukmu”

Aku bergegas keluar kamar dan menemui Hyun mI yang masih berdiri di pintu. Sontak aku membulatkan mata begitu melihat tamu yang di maksud Hyun Mi,

“Yunho Oppa, sedang apa..” belum selesai aku mengucapkan kalimatku, Yunho sudah menarikku keluar, aku yang masih kaget dengan tindakannya itu, hanya bisa pasrah saat dia memasukan aku ke dalam mobilnya. Begitu mesin mobil nyala pikiranku kembali, dengan cepat aku menahan tangannya sebelum dia melajukan kendaraan ini.

“Oppa, kita akan kemana?” dia melepaskan tanganku, dan memasang kan sealtbet padaku.

“Duduk dengan tenang saja, kau akan tau nanti” aku ingin kembali membalas ucapannya, namun tatapan matanya membuat aku kembali terdiam.

 

Mobil berhenti di sungai yang sudah di ketahui oleh seluruh warga Seoul hanya dari melihatnya saja. Han River. Hening, suasana yang tercipta begitu mesin mobil dimatikan. Aku suka keheningan ini, hanya saja aku tidak nyaman dengan orang yang ada di sebelahku. Seakan dia punya seribu kalimat yang ingin di ucapkan padaku.

“Oppa” panggilku pelan nyaris tanpa suara,

“Yoora~a, mulai detik ini jadilah wanitaku?”

 

 

TBC

Ancur, berantakan, gak jelas. OMG apa-apaan ini. Sequelnya gagal total. Ya walaupun begitu aku tetap meminta feedback dari kalian. BOW

 

6 thoughts on “Sweet Blue Tears (1/2)

  1. yoora, kita merasakan hal yg sama. *ga nyambung*
    yoora kasian amat sih,
    jgn mpe gila beneran gara2 si mister cantik itu *tunjuk jaejoong*
    kondisinya skrg yoora – yunho sama dengan jaejoong – yoora
    jaejoong ga sadar perasaan yoora, tp yoora tetap mencintai jaejoong dg caranya,
    begitu pula dg yunho yg mencintai yoora, tp yoora blm bs mencintai yunho.
    ga ada yg bs maksain sebuah perasaan tp terkadang ada rasa kesal krn mgkn takdir kita adl org yg mencintai kita bukan org yg kita cintai.
    tp aku berharap yoo-jae bersatu deh.
    kan kasian, yoora nangis mulu.
    hahahhahahaa
    oia, utk sekuelnya buat aku masih kurang bumbu dikit utk konfliknya.
    jadi belum berasa pas.
    ini menurutku.
    di tunggu secepatnya utk lanjutannya.🙂

    • Hahaha, iya gak sampe gila kok. kasian amat kalo di buat gila, cuma nelangsa aja….
      Hayooo … pengalaman pribadi ya *Upsss (abaikan)* . Iya betul sekali, dengan jaminan orang yang mencintai kita bisa ngebuat kita bahagia, daripada orang yang kita cintai tapi gak sedikit pun menatap kita… *lebay.com*

      Di part ini emank belom keliatan konfliknya, soalnya aku fokus nyeritain hubungan jarak jauhnya Yoora ama Jaejoong. mungkin di par selanjutnya bisa lebih jelas ya…
      Ne Gomawo…:)

  2. segitu kuatnya cinta yoora ke jaejoong, tindakan yunho bgs juga utk membuat yoora move on. nanti di part berikutnya jaejoong muncul kah?
    kirain yg bakalan jd tambahan main castnya yoochun ehh yunho…tp gpp dech, ditunggu ya part berikutnya

    • Iya Yunho berusaha buat dia Move on, tapi kayaknya si Yoora nya tetep dablek (?) … part selanjutnya mungkin ada jaejoong.
      hahaha tertipu ya, yoochun sama yoora murni cuma temenan kok, soalnya yang di taksir yoochun itu temennya yoora bukan yooranya.

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s