Betrayal – 2nd (END)


eyinzz-1821

Tittle: Betrayal || Author: Eyinzz || Main Cast: Super Junior’s Kyuhyun & SNSD’s Sooyoung || Other Cast: SNSD’s Seohyun || Genre: Family life, Sister ship, hurt, tragedy, romance || Rating: PG-17 || Disclaimer: This is my own story

FF ini –sangat- jauh dari hal berbau NC. Hanya saja FF ini ber-alur dewasa, lebih tepatnya permasalahan dewasa. Butuh jiwa kedewasaan dan bijaksana untuk mengambil sisi positif FF ini

Eyinzz’s Present

Trust, it takes years to build and seconds to break.. – Betrayal

–3–

International Seoul Hospital siang ini begitu ramai. Lautan orang pembawa kamera dan alat rekam menutupi pintu masuk rumah sakit yang dijaga ketat oleh security agar tidak masuk ke kawasan rumah sakit dan mengacaukan segalanya. Bagaimana tidak? Istri CEO CHOi’s Group –perusahaan asuransi terbesar dan memiliki banyak anak cabang di Asia- tertimpa kecelakaan di kawasan Gangnam dan itulah alasan mereka mengejar berita untuk dijadikan deadline koran atau liputan televisi. Beralih pada seorang namja berpakaian konservatif yang terus berlari menyamai ranjang dorong yang di dorong cepat menuju ruang operasi. Di atas ranjang tadi terdapat raga wanita cantik, sayangnya sekujur tubuhnya berlumur darah segar.

“Kyuhyun-ssi, kita tidak bisa berlama-lama lagi. Istri anda harus segera di operasi, karna bila tidak di tindak lanjuti pendarahan di kepalanya akan semakin banyak dan pembuluh darah itu dapat membuat otak melemah lalu berhenti.” Jelas pria berbaju hijau –khusus untuk operasi- dan berkacamata. “Baiklah, uisa tolong selamatkan istri saya, apapun caranya.” Mohon Kyuhyun dengan amat sangat, matanya mulai berkaca-kaca mendengar penjelasan dokter.

Pria itu mengangguk mengerti, sebelum pergi dia menyempatkan diri menepuk bahu kanan namja muda itu, “Berdoalah Kyuhyun-ssi. Nyawa istri anda berada di tangan Tuhan. Apalagi mobil Sooyoung-ssi sempat terlempar jauh hingga terjungkir balik. Bahkan operasi ini hanya dapat mengirakan presentasi keberhasilan tidak lebih dari 50%. Kuatkan diri anda karna Sooyoung-ssi di dalam juga sedang bertaruh melawan sakit di dalam sana.” Sepeninggalan dokter itu badan Kyuhyun merosot pada dinding bercat putih rumah sakit. Kedua kakinya tidak mampu lagi menopang badannya yang sudah ditinggal setengah jiwanya pergi.

Bulir-bulir bening air tak kuasa jatuh dari pelupuk matanya, tidak peduli dengan harga diri yang selalu ia junjung tinggi selama ini. Bagaimana bisa ia masih memikirkan gengsi ketika wanita belahan jiwanya sedang ada di dalam ruang operasi? Berperang sendiri melawan sakit? Di antara hidup dan mati? Semua kejadian ini benar-benar di luar kepalanya, apalagi baru satu jam yang lalu yeoja itu keluar dari kantornya dengan amarah yang meluap-luap. Tak jarang Kyuhyun menjambak rambutnya sendiri, menyalahkan diri atas kecelakaan Sooyoung. Andai saja ia mau menuruti Sooyoung, andai saja ia tidak memojokan Sooyoung, mungkin kecelakaan ini tidak akan pernah terjadi. Tapi apa daya? Semuanya sudah berlalu.

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..

Dengan enggan tangan besar Kyuhyun meraih iPhone yang sejak tadi berada di kantong dan terus berbunyi. “Yoboseyo?” Jawab Kyuhyun dengan suara serak, hati dan pikirannya masih dan hanya tertuju pada keadaan istri kesayangannya. Oppa! Aku sudah menelfon mu sejak tadi dan kau baru mengangkatnya sekarang?!”

Mian.”

“Aku tidak butuh maaf mu Oppa! Oppa sekarang ada di mana? Aku sedang berada di kantormu dan kau malah pergi seenaknya!” Kyuhyun diam, tak berniat menjawab pertanyaan adik iparnya. Oppa! Jangan bilang kau sedang menemui Sooyoung Eonni?! Sudah kubilang berapa kali?! Oppa tidak boleh menemui wanita egois macam Soo..–”

“YA! CHOI SEOHYUN!” Kali ini namja tampan itu sudah lepas kendali. Telinganya panas mendengar wanita-nya di ejek sedemikian rupa, ditambah lagi sikap mengatur milik yeoja di seberang telfon.

“Cho Sooyoung, eonni yang kau hina itu sekarang sedang ada di ruang operasi! Dia bertarung melawan sakit sendirian untuk terus hidup bersama dirimu, dan betapa mirisnya saat adik kandungnya yang dimaksud  itu malah merendahkannya?! DIMANA PERASAANMU CHOI SEOHYUN?!”

Di seberang telfon samar-samar suara isakkan terdengar. “Siapa yang membiayai kehidupanmu selama ini Seo? Eonni mu bukan?! Dia rela membanting tulang hanya untukmu Seo! SADARLAH TENTANG HAL ITU!!” Nafas Kyuhyun memburu, darahnya sudah sampai pada puncak ubun-ubun.

OPPA! Kau tak pernah membentak ku seperti itu! Aku benci Oppa! Urus saja wanita itu dan tak usah pedulikan aku!”

PIP

Kyuhyun menutup matanya rapat, dapat dirasakan kepalanya sekarang berdenyut kencang. Bebannya makin terasa berat. Ingin sekali dia tetap menunggu di luar ruangan ini sampai operasi selesai. Namun separuh hati menyuruhnya untuk pergi menemui Seohyun. Tidak, bukan karna apa-apa. Dia hanya khawatir tentang keadaan Seohyun, dan Kyuhyun yakin Sooyoung juga tidak mau hal buruk terjadi pada adik tersayangnya. Apalagi gadis manja sepertinya pasti berani berbuat nekat tanpa berpikir panjang. Setelah sempat bergulat dengan batinnya akhirnya Kyuhyun berlari menjauhi ruang operasi menuju mobilnya untuk menyusul Seohyun.

Sooyoungie, maafkan aku. Tapi aku juga tak ingin kau khawatir tentang keadaan adikmu.

 

–3–

Gadis berambut panjang lurus itu berlari dengan air mata yang membasahi wajahnya membuat beberapa karyawan heran. Tadi siang kakaknya yang berlari keluar kantor sambil menangis, sekarang adiknya.. – mungkin itulah yang berada di pikiran mereka sekarang. Gadis manis itu tak peduli beberapa karyawan yang sempat mengumpat padanya karna ia tabrak dan pergi begitu saja tanpa membantunya membereskan berkas-berkas yang berserakan di lantai, bahkan untuk mengucapkan maaf saja tidak sempat. Nada Kyuhyun saat membentaknya tadi masih berdengung jelas di kupingnya. Hatinya terasa sakit, inilah pertama kalinya Kyuhyun berteriak padanya dan itu karna Sooyoung, kakaknya.

Karna berlari tanpa melihat jalan, akhirnya ia menabrak seseorang bertubuh tegap hingga terduduk di lantai keramik lobby CHOi’s Group lalu mulai menangis kembali. Andai saja gadis itu bukanlah Choi Seohyun –adik ipar sang pemilik perusahaan- sudah pasti perempuan yang di anggap gila ini sudah di depak dari bangunan megah berlantai 20 ini. “Seohyun-ah~”

Gadis itu mendongak, menatapi sosok lelaki yang dicintainya sedang menatapnya sendu. Seohyun langsung bangkit dan malah langsung berlari kencang, tak membiarkan Kyuhyun untuk mengikutinya.

Cho Sooyoung, eonni yang kau hina itu sekarang sedang ada di ruang operasi! Dia bertarung melawan sakit sendirian untuk terus hidup bersama dirimu, dan betapa mirisnya saat adik kandungnya yang dimaksud  itu malah merendahkannya

Kalimat itu sukses membuat perasaan bersalah menggelayuti Seohyun sekarang. Jiwanya serasa terlempar jauh di masa lalu bagaikan sebuah time machine mengantarkannya untuk kembali mengingat kebersamaan mereka. Disaat Sooyoung melindungi dirinya dari anak bandel, disaat Sooyoung mau merelakan dirinya dipukuli Ayah untuk menutupi kesalahan Seohyun dan disaat Sooyoung yang mengurusinya ketika ia terserang thypus. Sebuah pisau bagai mengiris-iris perlahan hatinya, mengukir sebuah luka dalam.

Langkahnya sontak berhenti ketika pergelangan tangannya dicekal erat oleh seseorang. Dengan air mata yang masih terus membasahi pipi, ia menoleh mendapati namja yang sudah tak ingin ia temui 3 bulan terakhir ini. Namja yang selalu membuatnya gusar setiap kali bertemu. “Seohyun-ah, apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu.” Yang ditanya hanya mengangguk kaku seperti manekin hidup. Ujung telunjuk pemuda itu menunjuk perut Seohyun yang masih datar.

“Bukankah disini ada buah hati kita?” Rasanya hati Seohyun ingin mencelos jauh ke angkasa mendengar pertanyaannya. Ini adalah kali pertama pemuda berwajah dingin itu mengakui embrio di dalam perutnya adalah anaknya. Jantungnya semakin berpacu cepat melihat kedatangan Kyuhyun yang kebingungan dengan kehadiran orang lain. “Ani! Ini adalah anak Kyuhyun Oppa! Jangan mengarang cerita macam-macam Yonghwa-ssi!” Elaknya.

Namja yang dipanggil Yonghwa itu hanya menatap sendu manik mata milik yeoja di hadapannya. “Katakanlah semua itu bohong Seohyun-ah, kumohon katakanlah. Aku tau dia adalah anak ku. Karna kuyakin akulah yang memilikimu untuk yang pertama.” Kyuhyun terkejut mendengarnya tapi dia hanya diam penasaran kelanjutan perdebatan dua insan muda ini.

“Tidak! Itu tidak benar Yonghwa! ITU TIDAK BENAR! Ini anak Kyuhyun Oppa, aku bisa jamin itu. Kamu kira hanya kamu saja yang pernah meniduriku? Kyuhyun Oppa, dialah Appa dari anak ini, bukan kamu!” Pertengkaran sejoli ini berhasil menarik perhatian sekeliling yang membuat mereka menjadi tontonan seru.

“Seohyun-ah, sadarlah. Aku sahabatmu dari kecil, aku tau kamu menyukai Kyuhyun hyung dari lama. Tapi ingatlah, dia adalah suami dari Sooyoung noona dan tidak baik merebutnya dengan cara licik seperti ini. Maafkan aku karna telah menodaimu, saat itu aku sedang mabuk. Aku menyesal telah kabur dari kenyataan itu. Sekarang aku kembali untuk mempertanggung jawabkannya.” Ucap Yonghwa membuat tangis Seohyun pecah seketika. Dengan sigap dia merengkuh tubuh kecil milik perempuan yang dicintainya, membenamkan kepalanya di dada bidangnya; membiarkan yeoja itu menangis sepuasnya. Sementara itu Kyuhyun mulai mengerti permainan yang dipermainkan adik iparnya walau masih samar dan butuh penjelasan yang lebih rinci.

Hyung, maafkan Seohyun untuk masalah ini. Anak yang dikandung Seohyun bukanlah anakmu melainkan anak ku. Aku yang mengambil keperawanannya di bawah kesadaranku dan dengan tidak gentle-nya melarikan diri begitu saja. Aku tau Seohyun sangat frustasi saat itu dan dia takut Sooyoung noona marah padanya. Jadi dia menjebakmu karna dia sudah mencintaimu dari dulu, membuat seolah-olah kaulah yang menghamilinya. Sekali lagi maafkan kami. Pergilah dan perbaiki hubungan kalian. Seohyun bakal menjadi tanggung jawabku setelah ini.”

Kyuhyun mengangguk kaku mendengar ungkapan lelaki tak dikenalnya lalu segera berbalik dan pergi menerobos kerumunan masyarakat untuk menemui kembali istrinya dan menjelaskan semuanya.

–3–

“Kyuhyun-ssi! Anda sedari tadi dicari oleh Kim uisa. Operasi Nyonya Sooyoung sudah selesai.” Panggil seorang perawat bertubuh mungil menghampiri sosok pemuda yang dicarinya.

Nde, kamsahamnida. Aku akan segera menemui Kim uisa di ruangan miliknya.” Perawat tadi membungkuk lalu segera berlalu setelah menyelesaikan urusannya. Hati Kyuhyun berdetak tak karuan, suhu badannya mulai panas-dingin, penasaran juga takut dengan hasil operasi istrinya. Dengan sedikit bergetar tangan kekarnya mampu menggapai ganggang pintu besi itu dan membukanya; menampilkan siluet lelaki gagah yang sedang berkutat dengan beberapa berkas-berkas. “Kim Joo Myeon uisa, bagaimana keadaan istri saya?”

Pintu tertutup perlahan. Membiarkan dua lelaki berbeda umur ini berbincang sebentar. “Santai saja, duduklah dulu Kyuhyun-ssi. Aku akan mengambil berkas-berkas milik istri anda.” Katanya yang hanya dibalas anggukan oleh Kyuhyun. Beberapa menit berlalu dan dokter itu kembali membawa segenggam kertas berukuran HVS folio. Sejenak dokter itu berdehem sebentar sembari memposisikan senyaman mungkin duduknya sebelum menjelaskan hasil operasi pasiennya. “Begini, kita patut bersyukur karna operasi berjalan sangat lancar. Maafkan kami karna tanpa sepengetahuan anda telah memberi pasokan darah karna Sooyoung-ssi sempat kehilangan banyak darah pada sesi operasi.” Rasa lega perlahan kembali melingkupi perasaan Kyuhyun, walau belum sepenuhnya. “Nde, gwenchaseumnida. Asalkan itu dapat menolong Sooyoung, tak perlu dipermasalahkan.”

“Tapi Sooyoung-ssi sekarang sedang mengalami masa kritis. Tubuhnya sangat lemah jadi bisa diartikan bahwa Sooyoung-ssi sekarang dalam keadaan tidak sadarkan diri atau kata lainnya, koma.” Baru saja Kyuhyun merasa diterbangkan tinggi ke angkasa mendengar istrinya sukses melewati operasi besar ini, sekarang sudah kembali dihempaskan ke tanah mengetahui keadaan yeoja yang ia cintai koma –keadaan diantara hidup dan mati-.

“Melihat kondisinya kami tidak bisa menerka seberapa lama beliau mampu bertahan. Namun normalnya, jika dalam satu minggu masih belum memberikan tanda-tanda akan sadar, kemungkinan besar Sooyoung-ssi mengalami koma panjang. Tapi itu saja belum cukup, untuk bertahan dalam komanya, fisiknya sendiri harus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Bila tidak, nyawanya akan susah di tolong. Inti dari ini adalah kami sudah tak bisa campur tangan terlalu banyak lagi, semua sudah keputusan Tuhan dan biarkan Dia yang berkuasa mengaturnya.”

Badan Kyuhyun sukses menegang, penjelasan Kim uisa tidak sebaik apa yang telah ia pikirkan. Tangannya mengepal di bawah meja, berusaha menahan kesedihan yang seharusnya tak ia tunjukkan pada siapa saja selain Sooyoung. “Terus berdoa dan berserah diri pada-Nya. Tuhan pasti bakal memberi yang terbaik bagi anda dan istri anda.” Pesan dokter itu menyadari perubahan ekspresi lelaki di hadapannya. Kyuhyun tersenyum tipis, “Terimakasih uisa. Saya pamit pergi ke kamar rawat Sooyoung. Kamsahamnida~”

–3–

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Sudah dua minggu berlalu dan sudah selama itu pula Kyuhyun dengan setia menunggui istrinya yang masih belum menampakkan tanda-tanda bangkit dari tidur panjangnya. “Oppa, pulanglah dan beristirahat. Kau sudah menunggui Eonni semalaman, kau bahkan lupa untuk mandi dan makan.” Suara anggun memecahkan keheningan ruang ber-AC ini. Kyuhyun masih setia menyeka tangan istrinya dengan handuk kecil basah. “Sebentar, aku harus menyelesaikan ini dulu. Agar badan Sooyoung segar.”

DEG

Ruangan dengan empat penghuni itu terasa langsung hening. Kedua insan itu masih terus-terusan menatapi tingah lelaki tampan tadi dengan tatapan sendu. “Cha! Akhirnya selesai juga. Seohyun-ah, aku akan pulang sebentar. Kau jagalah Eonni mu ini.” Pesan Kyuhyun sembari menepuk pelan pundak adik iparnya yang mengangguk mengerti. “Oh ya, Yonghwa-ya. Aku titip dua malaikatku ini ya; Archangel-ku dan malaikat kecil.” Ujarnya lalu berjalan pelan ke arah ranjang rumah sakit –tempat istrinya terbaring lemah-

“Sooyoung-ah, aku pergi dulu. Baik-baiklah disini bersama Seohyun. Aku akan segera kembali. Saranghae, My Archangel.” Ucapan itu di akhiri dengan sebuah kecupan manis nan lembut tepat di dahi, kemudia sosok itu pergi.

Seohyun duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang, namun tatapannya tak lepas dari pintu yang barusan tertutup oleh Kyuhyun. “Oppa, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, jika saja Kyuhyun Oppa dan Sooyoung Eonni benar-benar bercerai.” Kata wanita itu diselingi hembusan nafas beratnya. “Aku berdosa Oppa. Aku egois memaksa mereka berpisah. Ak—“

“Ssttt.. Sudahlah, semuanya sudah berlalu. Jangan menyesali kejadian dulu. Toh buktinya sekarang kau sudah mulai merelakan Kyuhyun hyung untuk Eonni-mu.” Yonghwa mencoba untuk menenangkan wanita bernama panjang Choi Seohyun yang mulai terisak. “Yonghwa Oppa, bolehkah aku jujur padamu?” Tanya Seohyun menatap dalam manik mata milik ayah dari bayi yang di kandungnya sekarang. “Untuk mengatakan sebuah kejujuran tidak perlu ijin, Seohyun-ah. Katakanlah apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarnya.”

“Ak-Aku,” Diberinya jeda sebentar sebelum Seohyun benar-benar menyelesaikan pengakuannya. “Sebenarnya aku sudah merencanakan semuanya dari 1 bulan yang lalu. Mulai dari penjebakan, perceraian Sooyoung Eonni dan Kyuhyun Oppa, pernikahan sampai bulan madu ke London. Aku kalut saat itu karna Oppa telah menghilang meninggalkan bayi ini bersamaku.” Yeoja itu mulai terisak.

“Aku takut Sooyoung Eonni marah padaku dan tiba-tiba rencana licik itu sudah menghasutku.” Yonghwa memeluk erat tubuh ringkih Seohyun. Mereka terhanyut dalam keharuan dan penyesalan sampai akhirnya sebuah suara bernada datar nan sumbang memecah keheningan yang terjadi.

“SOOYOUNG EONNI!! YONGHWA OPPA! CEPAT PANGGILKAN DOKTER!!”

–3–

Someone’s POV

“Dimana ini? Aku dimana? Mana Kyuhyun? Mana Seohyun?”

 

“Kenapa hanya warna hitam yang dapat aku lihat?”

 

“Apa aku sudah meninggal?”

 

“Inikah rasanya meninggal? Gelap? Sendiri? Kesepian?”

 

“Seohyun? SEOHYUN! Kau kah itu? Kenapa menangis? Hey! Dimana aku?!”

 

“Seohyun… Hiks- berhentilah menangis. Hiks.. hiks.. Eonni berjanji tak kan meninggalkanmu.”

 

“Tuhan, kembalikanlah aku. Adik ku membutuhkanku. Aku berjanji akan menyerahkan segalanya untuk Seohyun asal dia bahagia, termasuk Kyuhyun.”

–3—

Author’s POV

“Seo, sudahlah. Berhentilah menangis. Sooyoung Noona akan baik-baik saja.”

Kyuhyun hanya melirik ke arah adik tirinya yang sedang menangis tersedu-sedu, tak menghiraukan kekasihnya yang sudah berulang kali menenangkannya. Kakinya berjalan pelan menuju ke dekat pintu putih berjendela kecil disana. Matanya memanas, melihat istrinya –yang baru saja ditinggalnya 30 menit yang lalu- terbaring lemah dengan berbagai alat kedokteran menancap di badannya. Apalagi sekarang, berulang kali Kim uisa menempelkan alat pengejut tepat di dada Sooyoung. Berusaha mengembalikan detak jantung yeoja itu yang sempat menghilang.

“100! SHOCK!”

TIIITTT…….

Lagi-lagi suara sumbang itu terdengar. Membuat semua orang yang berada di kamar pasien itu menyerah dan mulai melepaskan satu per satu alat yang tadi tersambung di badan Sooyoung. Kyuhyun mematung di tempatnya, sungai kecil sudah terbentuk di kedua pipinya. Sejurus kemudian bagai ditampar keras, Kyuhyun tersadar ketika suster melepas semua alat-alat kedokteran dan menaikan selimut bewarna putih itu sampai menutupi sekujur tubuh istrinya. Tanpa menunggu lagi ia berlari masuk, menerobos penjagaan dua orang suster lainnya dan segera memeluk badan istrinya erat. Mengguncang keras badan lemas Sooyoung. “APA YANG KALIAN LAKUKAN?! Pasang kembali alat-alatnya! Sooyoung masih hidup!!”

Semua orang yang menjadi saksi di ruangan itu hanya diam menatap sendu Kyuhyun yang masih belum bisa menerima kenyataan tentang kepergian Sooyoung. “Oppa, relakan Sooyoung Eonni. Di- Hiks… Dia sudah per-“

“DIAM! APA YANG KALIAN TUNGGU LAGI? Cepat pasang kembali alat-alat itu. Sooyoungku harus tetap hidup. Aku percaya Sooyoungku kuat dan aku yakin Sooyoungku tak akan pernah meninggalkanku sendiri.” Seorang suster kembali memasangkan alat pendeteksi detak jantung ke tubuh Sooyoung dengan ragu. Kyuhyun tetap menangis brutal sampai akhirnya dia terduduk di lantai. Terisak disana sambil menjambak rambutnya sendiri. Hatinya masih memberontak tentang kenyataan pahit ini, hatinya sudah hancur berkeping-keping, jiwanya sudah sepenuhnya hilang.

“Sooyoung..— Tolong jangan tinggalkan aku sendiri… Sooyoung.. Sooyoung aku mencintaimu~ Soo, saranghae..~”

Perlahan tapi pasti Kyuhyun berdiri, menguatkan hatinya untuk melihat ke arah Sooyoung. Dia memeluknya erat, mencoba menyerap sisa harum-harum khas milik Sooyoung. “Soo, tega sekali kau meninggalkanku disini? Kenapa kau meninggalkanku disaat selangkah lagi kita terbebas dari kesalah pahaman ini? Kenapa?! Soo? Dimana kau sekarang? Bisakah aku bertemu denganmu? Sungguh aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu. Bisakah aku menemanimu disana? Jebal Soo, kembalilah padaku.”

Kyuhyun mengecup pelan bibir pucat Sooyoung, mengulumnya lembut. Seakan menyalurkan seluruh kehangatan cintanya untuk Sooyoung. Air matanya terus mengalir, menjadi perasa asin dalam ciuman sepihak yang dilakukannya. Hatinya kembali terenyuh karna tidak mendapat balasan dari Sooyoung. Tangan kanannya mulai meraba ke pinggir ranjang, berusaha menemukan tangan mungil Sooyoung dan menggenggamnya kuat-kuat. “Bangunlah yeobo, aku dan Seohyun masih membutuhkanmu. Sarangae Cho Sooyoung, yongweonhi.”

Tit.. Tit.. Tit..

Semua orang terkejut, termasuk Kyuhyun –yang langsung melepas tautan bibirnya mendengar suara dari alat pendeteksi jantung tersebut-. Kyuhyun melangkah mundur, namun pandangannya masih tak terlepas pada Sooyoung yang kini kembali memakai alat bantu pernapasannya.

“Kyuhyun-ssi, kurasa ini adalah mukjizat dari Tuhan. Sooyoung-ssi, sudah sadar dari komanya.” Ucap Kim uisa lalu pergi bersama kawanannya –termasuk Seohyun dan Yonghwa- meninggalkan ruang rawat nomor 101.

“Kyu..”

Lelaki itu mendekat ke Sooyoung, duduk di kursi yang tersedia disana dan langsung menggapai tangan istrinya. “Aku begitu takut kehilanganmu Soo hiks..” Lirihnya, di sela tangis bahagianya. Hanya dengan senyuman lemah yang Sooyoung berikan mampu membuat beribu-ribu kupu-kupu terbang dan menggelitik perut Kyuhyun. Dia sangat senang, bahkan sangat sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.

“Aku tidak akan pernah pergi dari Kyu. Aku akan selalu ada disisimu. Percayalah padaku.” Balas Sooyoung sembari melepas alat bantu napas dari hidungnya, tangan kanannya yang bebas terulur mengelus pelan kepala namja itu. “Sooyoungie, apa kau masih marah padaku? Aku akan menjelaskan semuanya. Anak Seo-“

“Ssstt..,” Sooyoung menempelkan telunjuknya tepat di bibir Kyuhyun, memberi isyarat pria itu untuk diam. “Sudahlah, aku sudah mengetahui semuanya. Aku mendengar semua pengakuan Seohyun dalam tidur panjangku. Maafkan aku Kyu karna telah tak mempercayaimu dan malah menuduhmu tanpa ingin mengetahui kenyataannya. Jeongmal mianhe.”

Ani, tidak ada yang bersalah dalam hal ini. Kita hanya kurang mempercayai satu sama lain. Ku harap ini menjadi suatu pelajaran bagi kita.” Ucap Kyuhyun bijaksana, ia tersenyum lembut dibalas dengan anggukan dari Sooyoung. Mereka larut dalam adegan berpandangan, berusaha menyelami perasaan satu sama lain yang terpancar dari bola mata kelam masing-masing. Sampai tak menyadari akan jarak mereka yang mulai terhapus sedikit demi sedikit.

Chu~

Sebuah ciuman itu menjadi sebuah awal. Dimana perjalanan mereka cinta diperbarui, menjadi yang lebih baik di masa kedepannya, memantapkan kepercayaan satu sama lain agar tak jatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Membuka lembaran baru dalam hidup berumah tangga, mengenang masa lalu kelam mereka menjadi sebuah pelajaran berharga bagi mereka. Bahwa dalam sebuah hubungan yang terikat oleh cinta butuh sebuah kepercayaan kuat untuk selalu tetap bersatu. Sayangnya kepercayaan butuh bertahun-tahun untuk membanggunnya dan hanya butuh hitungan detik untuk menghancurkan keseluruhannya.

END

 

Aneh ya? Iya.. u,u

Moga aja ini memuaskan bagi kalian, karna aku lagi kena Writer’s Block nih
Semoga kalian dapet pesan yang aku sampaikan lewat nih FF

Makasih yang udah komen dari Teaser sampai Part ini.

Makasih juga buat para siders yang mau menyempatkan waktu baca ff abalku :’)
Walopun kalian ga pernah komen, aku tetep menghargai kalian

Maaf kalo banyak typo, soalnya ini quick edit.

Bye~~~

One thought on “Betrayal – 2nd (END)

  1. huaaa.. aku terharuu…
    asek kyuyoung gk jd pisah..😀
    tuh kan itu bukan anaknya kyu ih seo mah.. knp gk jujur aja sih.. yonghwa jg mlah kabur dlu.. huh..
    tp untung happy ending…
    jiahaha😀
    daebak thor..🙂
    semangat thor.. jgn sampe klah ama penyakit writer’s block nya..🙂
    fighting!!!

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s