[SERIES] Suddenly to be His Maid


sddnly to be his maid

Tittle : Suddenly to be his Maid [SATU]
Author : Fatminho
Length : series
Rated : PG 16
Genre : Comedy Romance,school life
Main cast : Cho Kyuhyun,Choi Sooyoung

Disclaimer : This Plot is Main.

Note :

Anyeong reader-deul. Ini ff k2 yang ku post di Club ff. Mungkin beberapa dari kalian ada yang pernah membaca ff ini sebelumnya. Ya karena nih ff sudah aq share di KSI dan di blog q sendiri. Namun, aku ingin berbagi dengan kalian disini.

jadi, nikmatilah ff buatanku yang radagaje ini…
semoga bisa menyenangkan waktu membaca kalian…😀

Happy Reading…

Author’s POV:

Choi Sooyoung. Itulah yang tertulis di namecard kecil di bagian kiri atas jas almamater yang kini dikenakan oleh seorang gadis pemilik nama itu.Rok yang menutupi sepertiga paha atasnya, juga kaos kaki tinggi selutut membuat kaki jenjangnya terlihat pantas mengenakan itu semua. Rambut sebahunya ia kucir kuda dengan poni samping dan sedikit rambut menjuntai di sisi kiri kanan wajahnya. Tapi, apa itu. Ia menjinjing ransel hitam besar dan satu tas tangan merah di siku. Bahkan dipundaknya sudah tergantung ransel pink yang jelas-jelas miliknya.

Ia berjalan menyusuri setiap gedung sekolah yang satu bulan lagi akan ia tinggalkan. Namun, itu semua bukan untuk memperhatikan sudut-sudut sekolahnya, melainkan memperhatikan bunga-bunga hati yang sedang berterbangan diantara sepasang kekasih yang baru dua minggu terakhir ini menjalin hubungan.Sepasang kekasih yang sangat membuatnya jengkel.Demi apapun yang ada di dunia ini, Sooyoung tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pembawa barang orang seperti ini.Ya, untuk hari ini dan seminggu kedepannya, Sooyoung adalah babu dari seorang tuan muda playboy nan brengsek bernama Cho Kyuhyun.

“Awas saja kau Kyu, akan kubalas semua perbuatanmu ini!”Sooyoung bergumam geram seraya berjalan gusar dibelakang pasangan yang menyebalkan baginya tersebut.

“Hyera-ah, apa kau lapar? Kita bisa makan siang dulu sebelum pulang.” Tawar Kyuhyun pada yeojachingunya yang masih ia rangkul.

“Annio oppa.Aku tidak lapar.Tadi saat istirahat, aku sudah makan sangat banyak dikantin. Jadi, aku masih feel full.” Jawab Hyera dengan mimik manjanya.

Author’s POV end

Sooyoung’s POV

“Hyera-ah, apa kau lapar? Kita bisa makan siang dulu sebelum pulang.” kudengar Kyuhyun menawarkan sesuatu yang membuatku tertarik pada yeojachingunya yang masih ia rangkul. Wah… ayolah kita makan.Aku sudah sangat lapar.

“Annio oppa.Aku tidak lapar.Tadi saat istirahat, aku sudah makan sangat banyak dikantin. Jadi, aku masih feel full.” Jawab Hyera dengan mimik manjanya. Yak! Apa-apaan yeoja ini.Aku tahu kau tidak suka makan lantaran sedang mengikuti semua perawatan tubuh.Dari perawatan kulit hingga bulu mata yang memiliki banyak aturan makan, tapi ingatlah ada aku yang sedang kelaparan disini. Aish! Sumpah, aku belum makan nasi sama sekali. Aku hanya memakan bekal yang dibawakan oleh Cho ahjumma.

Aneh, bukan?Ya, ini semua berawal dari kesepakatan antara aku dan namja evil didepanku itu.Saat itu aku dititipkan oleh appa dan eomma di tempat sahabat mereka, keluarga Cho.Orangtuaku sedang menggarap proyek besar di Kanada.Aku bisa saja ikut, tapi nanggung sekali karena masa SMA ku disini tinggal beberapa minggu lagi.Alhasil, tinggallah aku dirumah mewah ala keluarga Cho.

Cho Ajeossi dan ahjumma sangat menerimaku dengan senang hati. Anak perempuan mereka yang sudah kuliah semester lima pun sangat senang dengan kehadiranku. Ia menganggapku sebagai adik perempuannya. Alasan mereka sama, ingin memiliki anak sekaligus adik perempuan, lagi. Aku kira anggota keluarga mereka hanya bertiga saja, eh ternyata malam harinya si namja evil bernama Cho Kyuhyun itu melabrak kamarku dan betapa kagetnya aku saat melihatnya yang sedang mabuk. Aigoo… orang gila macam apa yang berhasil masuk ke rumah keluarga baik-baik ini?langsung saja aku berteriak dan semua orang yang ada dirumah terbangun untuk melihatku. Akhirnya, si Kyuhyun ini dapat anugerah terburuk dari orangtuanya.Ia dihukum lantaran sudah mabuk seenaknya dan menganggu kenyamananku. Sebenarnya sih aku ingin menyanggah hal itu, tapi, yah… lebih baik namja evil itu dihukum. Nah, aku kira ia dihukum untuk membersihkan semua sisi rumah dan pekarangan seperti yang pernah orangtuaku lakukan padaku. Namun, itu semua tidak terjadi. Aku terperanjat kaget saat mendengar Cho ahjussi menyebutkan hukuman untuk Kyuhyun. ‘Uang dan fasilitasmu untuk sementara appa sita.Sampai kau berubah, arraseo?!’

Cho Kyuhyun yang masih setengah sadar pun langsung melotot padaku saat semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing.Saking takutnya, aku langsung masuk kamar dan mengunci pintunya sebelum namja gila itu membunuhku.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan dikagetkan oleh kehadiran namja gila semalam yang sudah berdiri didepan pintu kamarku masih dengan piyama tidurnya.Aku takut dan hendak masuk kembali, tapi tangannya mencekal pergelanganku dan mendorongku keluar kamar.setelah itu ia masuk kamarku dan mengkuncinya dari dalam. Aku heran apa yang akan ia lakukan didalam sana. Kugedor pintu pernis coklat tersebut beberapa kali agar orang yang ada didalamnya mau membukanya.Namun hasilnya nihil.Aku malah berdiri cemas didepan pintu kamarku sendiri.

Sepuluh menit kemudian kulihat pintu kamarku terbuka dan sosok namja gila itu keluar.Betapa kagetnya aku saat melihat semua barang yang ada ditangannya.Dompet, handphone, kamera SLR kesayanganku, dan i-pod milikku. Aku hendak protes ketika ia berkata, “Selama fasilitas dan uangku disita, selama itu juga fasilitas juga uangmu aku sita. Jadi, kita impas!”

Selama dua hari aku selalu memohon padanya, hingga akhirnya ia memberikanku syarat. Namja gila itu akan mengembalikan semua milikku setelah aku menjadi pelayannya selama satu minggu. Dan mulailah ia bertingkah padaku. Mengerjaiku habis-habisan. Seperti saat ini, ia tidak hanya menyuruhku membawa barangnya, tapi juga barang yang dibawa yeojachingunya.

Choi Sooyoung, kau harus bisa! Harus kuat! Tetap semangat! Ini ujian dihidupmu.Hadapi dan taklukkanlah. Namja evil seperti itu saja akan membuatmu menyerah? Mati saja sekalian nona Choi!

Selesai sudah flashbacknya, kita kembali kehari ini.Hari dimana aku menjadi pelayannya. Aishh, menyebalkan!

“Bukakan aku pintu!” sungutnya setelah melihat yeojachingunya berjalan pergi meninggalkannya yang sudah ada didepan mobil yang kita gunakan.Yah, awalnya ini mobil digunakan untuk mengantarku.Bahkan ada supirnya. Namun, karena mobil sport hitam Kyuhyun sedang disita, maka jadilah ia satu mobil denganku.

“Mwo?” pekikku, merasa tidak terima dengan gayanya memerintahku.

“Yak!Kau mau aku perpanjang waktu pengembalian barang-barangmu, eoh?!”

“Shireo Andwe! Ne, aku akan membukanya,” dengan gusar ia masuk kedalam jok penumpang dibelakang yang baru saja kubukakan pintunya. Aku hendak menutup pintu untuk masuk ke jok penumpang didepan, sebelah Han ajeossi, supir pribadiku, tapi tanganku sudah ditarik cepat oleh namja evil super nyebelin ini.alhasil, aku duduk disebelahnya. Segera kututup pintu itu dan dengan kekesalan aku memaksa diri untuk tetap duduk disebelahnya.Mobilnya langsung berjalan santai meninggalkan halaman sekolah.

“Yak!Kau bodoh atau emang kelewat bodoh, eoh? Kenapa tas yeojachinguku masih kau bawa, hah?!” omelnya sembari melotot kearahku. Segera kupalingkan wajahku melihat tas tangan yang masih tergantung disikuku. Benar saja, aku masih membawanya.

“Ya sudah, aku minta maaf.Lagian kau juga salah tidak mengingatkanku. Terlebih lagi yeojamu itu, apa ia sebegitu senangnya jalan bersamamu hingga melupakan tasnya sendiri, eoh?” balasku penuh emosi.

“Mwo?Apa yang kau katakan? Jelas-jelas ini salahmu.Jadi pelayan aja kau tidak becus, bagaimana mau menjadi seorang pejabat atau seorang istri nantinya?”

Jantungku berhenti berdetak sekejap.Otakku mulai menangkap sindirannya.Aku langsung terperangah panas menatapnya.sungguh, namja ini benar-benar darahku mencuat nyaris keluar dari kepalaku. “Tuan Cho yang terhormat, tariklah kata-kata anda sekarang juga.Saya tidak terima anda berkata seperti itu.Saya sudah melakukan yang terbaik, tapi anda tetap saja meremehkannya.Dan lagi, anda harus tahu, saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pejabat. Walaupun saya akan menjadi seorang istri, tapi bukan menjadi istri anda kan? Jadi, anda tidak perlu menilai kebiasaan saya yang akan merugikan suami saya kelak. Saya yakin, suami saya kelak akan menerima semua kelebihan dan kekurangan saya. Tidak seperti anda yang selalu menyalahkan saya.Jadi, berhentilah berkata tanpa berpikir, arraseo?!” balasku seformal mungkin.

Kulihat ia bungkam seribu bahasa. Aishh! Babo Sooyoung! Kenapa kau memuntahkan emosimu sekarang?Ini baru dua hari, bagaimana jika- , “Terimakasih!Aku tidak akan mengembalikan apapun padamu!” cetusnya. Tuh kan! Belum selesai semua pikiran cemasku, ia sudah memutuskan hal bodoh itu.

“Yak!!!” kesalku, hingga aku berani berteriak didepan telinganya. “Ajeossi, tolong putar balik.Aku ingin mengembalikan tas ini pada pemiliknya!” ujarku dengan nada tinggi.Han ajeossi langsung mengikuti perintahku.

“Kau tidak perlu berteriak, babo!” katanya lagi yang masih menutup kedua telinganya dengan earphone. Ya, setelah aku meneriakinya, ia langsung memakai earphone yang memang tersedia di mobil ini.

Aku hanya memandang keluar kaca mobil, tidak bermaksud menghiraukannya lagi. Aku lelah! Sudah tiga hari tidak berhubungan dengan namjachinguku tercinta, Siwon-oppa.Aku merindukannya.padahal baru sebulan kami pacaran, tapi rasanya sudah sangat menyesakkan kalau sehari tidak bertemu atau sekedar mendengar suara masing-masing. Bahkan ini sudah hari keempat aku tidak mendengar suaranya, huwaa… neomu bogoshipeo oppa-ya.

Sooyoung’s POV end

Kyuhyun’s POV

 

Yeoja aneh! Bisa-bisanya ia berteriak tepat ditelingaku. Kalau saja dimobil ini tidak ada earphone, mungkin setelah ini aku segera ke dokter THT. Sedari tadi kupandangi jalanan yang ada diluar sana sambil menunggu mobil ini sampai sekolah untuk mengembalikan tas milik Hyera. Yeojaku itu tadi bilang bahwa hari ini ada kelas tambahan, jadi ia harus tetap berada disekolah. Bagaimana bisa ia belajar, sedangkan tasnya ada di tangan yeoja bodoh disampingku ini?

Aku menoleh kearah yeoja sinting disampingku. Oh, jadi ia ketiduran? Dasar! Siapa suruh berteriak menghabiskan tenaga seperti tadi. Huh! Tanpa kusadari aku tersenyum melihatnya yang sedang tertidur.Lucu sekali.Pipi bulatnya menempel di kaca jendela mobil. Aku akui ia manis dan… yah, cantik. Andai saja ia tidak menyebalkan, mungkin aku sudah jatuh cinta padanya. Aiiih, yak! Cho Kyuhyun! Apa yang kau pikirkan?! Babo!

Kualihkan pandanganku kembali kejalan. Ternyata kita sudah sampai taman kota dekat sekolah. Tiba-tiba mataku membesar saat melihat sesuatu yang mengganjal yang baru saja dilalui mobil ini.“Chankaman!” kataku pada ahjeossi.Sengaja kupelankan sambil menepuk pundaknya, supaya yeoja bringas disampingku tidak bangun.“Tolong mundur beberapa meter.Ada yang terlewatkan.”

Kurasakan mobil berjalan mundur dan detak jantungku semakin bergemuruh.Apa benar yang sekilas tadi kulihat? “Stop!” kataku dan supir pribadi yeoja menyebalkan itu menghentikan kendali mobilnya. Kulihat baik-baik dua orang di inggir taman kota tersebut. Semakin lama, aku semakin yakin.Gadis yang sedang memeluk mesra pinggang namja itu adalah yeojachinguku. Oh, jadi ini maksud dari kelas tambahannya tadi?

Segera aku turun setelah meraih tas tangan milik Hyera yang ada disamping Sooyoung. Pelan-pelan kuturun dan menutup pintu mobil kembali.Aku berjalan gusar penuh amarah kearah dua sejoli yang masih berpelukan itu. Mereka belum sadar akan kehadiranku. Kulempar tas tangan milik Hyera tepat kehadapannya. Ia terperanjat kaget dan langsung melepas pelukannya bersama namja itu. “Jadi ini kelas tambahan yang kau katakan?”

“Op…pa. ah, anni, annio oppa. In..ni tidak se..seperti yang kau-“

“Cukup! Kita stop sampai disini.” Kutatap mata mantan yeojachinguku dalam-dalam dengan deruan amarahku.Setelah itu kulirik namja berkulit putih dan berjaket kulit disampingnya, “Kau.Hati-hatilah.Tanya dengan yeojamu ini, kau namjanya yang keberapa.Gomawo sudah memperlihatkan keburukan yeojamu padaku.”

Tanpa berkata panjang lebar lagi, segera kuangkat kaki dan kembali kedalam mobil.Sungguh, baru kali ini aku diselingkuhi oleh yeoja yang baru saja membuatku ingin memberikan seluruh perhatianku padanya. Geunde, heh! Tuhan masih sayang padaku karena sudah membuktikan siapa yeoja itu sebenarnya.

“Kita pulang!”

Kyuhyun’s POV end.

Author’s POV

Jam makan malam telah tiba. Semua sudah kumpul di ruang makan, kecuali namja super evil bernama Kyuhyun.Ia belum ada di tempatnya. Kursi makannya yang ada di sebelah Sooyoung masih kosong.

“Lho, Kyuhyun mana? Kenapa tidak ikut makan malam?” tanya Tuan Cho, ayah Kyuhyun.

“Mollaseo. Mungkin ia ketiduran.” Kata Nyonya Cho.

“Biar saja eomma, appa, biar nanti Ahra yang membawakan makan malam kekamarnya.” Lanjut Ahra, kakak Kyuhyun.

“Ah, gwenchana eonni. Biar aku saja yang membawakannya makan malam.” Tawar Sooyoung tiba-tiba.Hal itu membuat tiga orang disekitarnya tercengang.Mereka tahu kala Sooyoung dan Kyuhyun selalu saja adu mulut.Sedangkan Sooyoung dengan santainya menghabiskan menu makan malamnya.

Autho’s POV end.

Sooyoung’s POV

Oke, mungkin ini gila, tapi aku harus berani.“Ah, gwenchana eonni. Biar aku saja yang membawakannya makan malam,” huh! Akhirnya, kukatakan juga.

Bukan, bukannya mau sok baik hingga membawakannya makanan.Bukan juga berlagak ingin menjadi seorang maid yang patuh.Hanya saja aku ingin memastikan bahwa keadaannya baik-baik saja.Aku penasaran dengannya yang tiba-tiba berubah aneh.Ya, setelah pulang sekolah aku tidak sadar diri lagi.Aku belum makan siang hingga kantuk menyerangku saking laparnya.Aku bangun di sore hari.Aku agak kaget dimana aku berada saat terbangun.Aku sudah ada dikamar dengan seragam yang masih lengkap melekat ditubuhku.Awalnya agak bingung, tapi setelah hendak mencari makanan di dapur, aku bertemu Cho ahjumma dan beliau mengatakan bahwa tidurku sangat pulas saat digendong oleh Kyuhyun.Ternyata namja itu yang menggendongku ke kamar.

Setelah menawarkan diri untuk membawakan makan malam Kyuhyun, aku meneruskan makanku.Sekilas kulihat tiga orang disekitarku kini tengah menatapku.Benar saja, mereka kini menatapku penuh keheranan.Segera kuhentikan kunyahanku dan menatap mereka satu per satu.“Waegure?Kenapa kalian melihatku seperti itu?Apa ada yang-“

“Annya, cepatlah habiskan makan malammu dan bawakan Kyunie makan malam ke kamarnya, nde?” kata ahjumma memotong pertanyaanku tadi.Biarlah, aku hanya mengangguk polos setelah memberikannya senyuman tipis lalu mulai menghabiskan makananku.

Kini aku sudah ada didepan kamar namja evil itu. Kuketuk beberapa kali pintunya, tapi tidak ada respon sama sekali. Kucoba memutar gagang pintunya.Cklek! Ommo! Ternyata pintunya tidak dikunci.Perlahan ku intip sedikit kedalam kamarnya. Setelah kuyakin apa yang sedang kulihat, namja dengan rambut acak-acakan, baju sekolah yang kusut, dan tampang yang sudah tak berbentuk, aku langsung memberanikan diri untuk melenggang masuk dan menutup pintu kamarnya. Hei, ada apa dengan tuan muda kita satu ini? kenapa rupanya sangat menakutkan? Duduk dilantai bersandar dengan sisi ujung ranjang, kepala menunduk, dan sambil membolak-balikkan kotak kecil berwarna biru dongker yang sepertinya itu adalah kotak perhiasan, cincin mungkin. Ouh, apa namja ini sedang ada masalah dengan yeojanya?

Kurasa Kyuhyun tidak menyadari kehadiranku. Ah, atau bisa saja ia sadar, namun enggan menyambutku. Aku tersenyum sekilas lalu kuletakkan nampan yang berisi makan malamnya tersebut diatas nakas. Tepat disebelah nakas itu ia duduk, maka aku langsung berjongkok hendak menyapanya. “Kyuyun-ssi, neo gwencanha?” tanyaku pelan.Suaraku sangat lembut, takut jika tidak lembut, namja ini bisa-bisa semakin frustasi.

Setelah beberapa menit kutunggu jawabnya, ia tak kunjung menjawab. “Baiklah, kurasa aku mengganggumu.Gantilah bajumu lalu makan malam. Aku sudah membawakannya kesini dengan susah payah. Jadi kau harus memakannya.Dan aku juga ingin bilang terimakasih.Jeongmal gomawo, kau sudah memindahkanku ke kamar, tadi.”

Kuputuskan untuk bangkit dan meninggalkannya. Kurasa, saat ini ia sedang butuh ketenangan. Baru saja berbalik hendak pergi, tangan kiriku terasa tercekal.Benar saja, namja evil ini menahannya.Aku agak bingung, “Wae?” tanyaku.

Ia tidak menoleh kearahku, “Gantikan pakaianku!” tegasnya.

“Mwo? Ya! kau sudah gila?” tanggapku.

“Lakukan atau kau tidak mendapatkan hakmu kembali.” Ancamnya.

Aku memutar bola mataku, tidak habis pikir dengan apa yang ada dipikirannya itu. Geunde… hanya baju saja kan? Baiklah.Kuraih kedua tangannya dan membimbingnya duduk di ujung ranjang.Wajahnya kini menatapku datar. Cish! Aneh!

Dengan ragu kuraih kerah jas almamater yang masih ia kenakan dan melepasnya. Aigoo, kenapa aku jadi berdebar gini, sih? Tahan Sooyoung, ingat Siwon-oppa mu. Saranghae Siwon-oppa, saranghae. Hanya itu teriakanku dalam hati yang mengiringi debaran jantungku yang semakin menggila karena saat ini aku sedang membuka kancing kemejanya hingga terlihatlah kulit tubuh bagian atasnya yang terlihat… errr, menggiurkan.Yah, kuakui, tubuhnya cukup sexy dan halus. Walau hanya triple packs not six packs.

“Wae?Kau tertarik dengan tubuhku?” tanyanya yang sukses membuat mataku membulat dan dengan cepat menjauhkan diri darinya. Kulihat ia bangkit dan mendekatiku. Sontak aku tertegun saat ia semakin mendekati wajahku. Nyaris tak bisa bernafas saking gugupnya. Kupejamkan mataku dan kudengar ia berbisik ditelingaku, “Babo!” lalu ia berlalu menuju lemari besar untuk mengambil kaos rumahnya. Hufft, hampir saja aku mati.

Selagi ia ganti pakaian, kugunakan untuk mencuri kesempatan agar bisa kabur dari kamarnya yang terasa panas ini. entahlah, padahal pendingin ruangan sudah aktif, tapi tubuhku tetap terasa terbakar. Aku harus keluar.

“Ya!aku belum menyuruhmu pergi!”

Deg!

Sooyoung’s POV end

***TBC***

Gimana, temen-temen di CF ini suka tidak dengan cerita yang kubuat? Oh iya, kalau ada yang tidak suka dengan pairing’a, jangan nge-bash ya. soalnya aku suka KyuYoung😀
Kalau kalian suka, ini sudah aq buat sebanyak 3 part. Jadi, silahkan membaca dan tunggu kelanjutannya. (^,*)

2 thoughts on “[SERIES] Suddenly to be His Maid

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s