The Way To Break Up


thewaytobreakup

Author             : @Ismisangeun (Ismi Maryani Putri)

Length             : Vigatte

Casts               : Cho Kyuhyun, Park Hyerin (OC)

Rating             : 15+

Genre              : Hurt, Soft Romance.

Disclaimer       :

Penggunaan dan karakter pemain hanya karangan author belaka untuk mendukung FF ini *no Bashing*, Bila tema,alur cerita ada kesamaan dengan karya lain itu hanya kebetulan. Karya ini murni asli hasil inspirasiku *NO PLAGIAT*.

-@@-

Hembusan angin musim gugur menggoyangkan tirai dan menghembus geraian rambut panjang seorang gadis yang sedang duduk manis di depan jendela kamarnya. Park Hye Rin ia sedang memandangi sebuah bingkai dirinya bersama seorang namja bernama Cho Kyu Hyun dan yeoja bernama Kim Hye Mi.

“Heh~ mengapa aku masih menyimpan benda konyol ini?” pekik Hye Rin sinis. Kemudian memorienya kembali memutar ulang sebuah kenangan bersama mereka berdua.

-@@-

#Flashback#

Kyu Hyun sudah menunggu Hye Rin di depan rumahnya. Sesekali ia menggosokkan kedua tangannya untuk mencari kehangatan. Beberapa menit berselang orang yang ia tunggu datang dengan senyum lebarnya.

“Kenapa tiba-tiba mengajak kencan?” Tanya Hye Rin langsung merangkul bahu Kyu Hyun. Kyu Hyun hanya mengelus pelan puncak kepala Hye Rin dan segera beranjak.

Kajja! Kau jangan sia-sia kesempatan langka ini. Jarang-jarang Cho Kyu Hyun mengajak Park Hye Rin  berkencan terlebih dahulu.” Canda Kyu Hyun.

“Cih~ baiklah Mr.Cho. Araseo!” jawab Hye Rin sumringah.

-@@-

Tempat yang pertama mereka kunjungin adalah Sungai Han. Mereka akan menikmati suasana malam di sunga Han, di sebuah yang berada di dekat jembatan Yanghwa. Dengan menu ala western bernama Seonyu Café.

“Apa akan ada kembang api malam ini?” Tanya Hye Rin kemudian meneguk Espresso hangat yang ia pesan. Kyu Hyun menyandarkan tubuhnya pada kursi kemudian melempar pandangan keluar jendela. Melihat gemerlap lampung yang menyinari jembatan Bangpo di atas aliran sungai Han.

“Mungkin.” Jawab Kyu Hyun singkat.

“Yak! Tidak seru jika tak ada kembang api. Malam ini bintang juga tak terlihat satupun.” Guman Hye Rin.

“Itu tidak perlu, karena Yeoja di depanku sudah menjadi bintang paling bersinar dihatiku.” Ucap Kyu Hyun bermaksud menggoda Hye Rin.

“Cho Kyu Hyun! Rayuanmu tak mempan padaku.” Pekik Hye Rin santai dan tersenyum lebar menatap Kyu Hyun.

“Kalau tidak mempan mengapa kau sudah berpacaran denganku selama bertahun-tahun.” Skak Kyu Hyun yang sukses membuat Hye Rin mati kutu.

“Aisshh~ aku kalah.” Sesal Hye Rin.

Kemudian Kyu Hyun beranjak dan duduk disebelah Hye Rin. Hye Rin dengan nyaman menyandarkan kepalanya di bahu Kyu Hyun.

“Apa kau menunggu kembang api?” Tanya Kyu Hyun pelan.

“Hmm~”

“Sebentar lagi akan ada.” Ucap Kyu Hyun sembari melirik jam tangannya.

[4 Minute Laters]

“3….2…1…” Ucap Kyu Hyun menghitung mundur.

“Duarrrrr!!!! Dorrrrr!! *&%^#%^%^&@#$@” beberapa kembang api meluncur menghiasi langit diatas sungai Han malam itu.

“Ahahahah~” Hye Rin tertawa lepas. Kyu Hyun hanya tersenyum penuh kemenangan. “Bagaimana?” Tanya Kyu Hyun. “Indah! Ini rencanamu’kan?” delik Hye Rin. Kyu Hyun hanya menganggukkan kepalanya.

“Apa kita akan berdiam diri di café ini hingga malam?” lanjut Hye Rin.

“Tentu tidak, kau ikuti saja aku setelah atraksi kembang api ini selesai.”

-@@-

Dua sejoli ini melanjutkan kencan mereka. Kali ini mereka bersepeda sejenak di tepi sungai Han.

YA! Ayuh yang kuat Hye Rin-ah!” teriak Kyu Hyun.

“Mmmh~ Aku sudah mengayuhnya dengan kuat.” Jawab Hye Rin padahal kakinya sama sekali tak mengayuh. Hye Rin tersenyum lebar karena puas berhasil mengerjain kekasihnya itu.

Sssttttttttttttt!. Kyu Hyun mengentikan sepedanya kemudian memandang tajam Hye Rin. Hye Rin hanya tersenyum polos tanpa dosa.

Waeyo? Keringatmu mengucur deras sekali Mr.Cho!” ejek Hye Rin tersenyum penuh kemenangan.

“…”  kecupan manis bersanggar sejenak di bibir Hye Rin.

DEG! Hye Rin menahan nafasnya sejenak, Kyu Hyun hanya menyunggingkan senyum evilnya melihat Hye Rin terpaku.

“Itu Hukumanmu, cepat ayuh sepedanya jika tidak ingin mendapatkannya lagi.” ucap Kyu Hyun angkuh.

Hye Rin justru turun dari sepeda dan melangkah cepat sambil memegangi kedua pipinya karena malu. Kyu Hyun terkekeh melihat tingkah Hye Rin, ia tahu kekasihnya sedang malu berat. “Cho Kyu Hyun! kau pintar sekali membuatku seperti orang bodoh.” Gerutu Hye Rin pelan dan melonjak-ojak pelan seperti anak kecil.

-@@-

Hye Rin melangkahkan kakinya berat melihat sosok yeoja yang sudah berdiri di depan rumahnya. Kim Hye Mi, sahabat Hye Rin sejak SMA ini tega menusuknya dari belakang. Bukan hanya membohongi Hye Rin soal latar belakang keluarganya. Hye Mi juga tega mengambil Kyu Hyun. Kyu Hyun menjadi orang terpenting bagi Hye Rin saat itu.

            “Mengapa kau masih disini?” Tanya Hye Rin sinis.

            “Hye Rin-ah!” panggil Hye Mi Speechless.

            “Kau tahu sekarang memandangmu saja tak ingin aku lakukan. Apalagi bicara denganmu! undangan pernikahanmu sudah aku terima dan aku akan segera mengakhiri hubunganku dengannya nanti!” Hye Rin emosi.

            “Hye Rin-ah! Aku mohon maafkan aku, kau boleh membenciku! Tapi aku ingin jujur padamu bahwa selama ini aku juga menyukai Kyu Hyun. Aku memang tak bisa kau sebut sahabat lagi. Aku memang macam sahabat yang  jahat!” sesal yeoja berumur sekitar 22 tahun bernama Kim Hye Mi itu.

           “YA! Kau memang sahabat jahat, jadi tutup mulutmu. Bagaimanapun, aku Park Hye Rin akan menepati janji. Aku akan menjadi pendamping saat pernikahanmu nanti. Setelah itu aku harap kita tidak usah berhubungan lagi. ambil barang-barangmu dari rumahku secepatnya. Pertemuan terakhir kita saat aku menikah suatu hari nanti. Kau juga harus menepati janjimu untuk menjadi pendampingku saat aku menikah Kim Hye Mi!” Hye Rin dingin, dan menutup pintu rumahnya kasar.

-@@-

Pikiran Hye Rin melayang mengingat kejadian tadi siang saat bertemu dengan Hye Mi. Hye Rin tak menyangka kejadian setragis ini terjadi pada hidupnya yang sudah cukup berat selama ini.

“Kau malah melamun disini! Aku mencarimu!” pekik Kyu Hyun yang sukses membuyarkan lamunan Hye Rin.

“Hmm~” Hye Rin masih sedih mengingat hal itu.

“Kau masih marah?” delik Kyu Hyun memandang Hye Rin serius.

Aniyo! Aku hanya bosan.” Pekik Hye Rin sekenanya. Kyu Hyun tersenyum kecil kemudian ia meraih tangan Hye Rin.

Kajja! Kita pergi ke tempat selanjutnya.” Ajak Kyu Hyun lembut.

-@@-

Pertama Kyu Hyun mengajak Hye Rin pergi ke sekitar Insadong. Gerobak-gerobak yang menjual kue tradisional dan beberapa jajanan masa lalu menyapa mereka ditengah keramaian lalu lalang pejalan kaki yang lain.

“Aku ingin makan kue beras disini!” ucap Kyu Hyun menarik tangan Hye Rin masuk. Hye Rin masih tak bisa menutupi kesedihannya.

-@@-

Kyu Hyun mampir kesalah satu gerobak yang menjual Hotteok, Gukhwappang, dan kue beras incaran Kyu Hyun.

“Coba~” Kyu Hyun menyuapi satu kue beras pada Hye Rin. Hye Rin memakannya pelan, dengan manis Kyu Hyun menghapus sisa kue beras disudut bibir Hye Rin.

“Mmmmmhh~ Mashita!” Kyu Rin mencoba memaksakan senyum cerianya.

-@@-

Sepanjang jalan tangan mereka tak lepas satu sama lain. Tiba-tiba Hye Rin menghentikan langkahnya dan memandang Kyu Hyun pehun arti.

“Kyu Hyun-ah! Aku mencintaimu~” ucap Hye Rin lirih. Kyu Hyun tertegun mendengar hal ini ia hanya diam dan memeluk Hye Rin erat di tengah keramaian.

Untuk sesaat seolah waktu hanya terhenti untuk mereka berdua. Hye Rin merasa sangat nyaman dengan pelukkan ini. Namun, sebentar lagi dia akan melepas untuk selama. Aku takut jika aku lepaskan sekarang aku tak bisa kembali kepelukkan ini lagi, batin Hye Rin.

“Ayo kita mencoba Kkultarae!” bisik Kyu Hyun, Hye Rin hanya mengangguk pelan.

-@@-

“Ini sangat manis.” Guman Kyu Hyun menikmati kudapan ini, memiliki rasa yang manis dan tampak seperti helaian benang berwarna putih yang disusun rapih. Sementara itu Hye Rin masih menikmati pembuatan unik secara langsung oleh sang penjual.

“Ini khusus untukmu nona cantik~” goda sang penjual yang tampaknya masih seumuran dengan mereka.

“Yak! Dia gadisku!” ucap Kyu Hyun antisipasi.

DEG! Hye Rin memandangn Kyu Hyun sedih saat kata ‘Gadisku’ masuk ke telinganya. Apa aku akan tetap menjadi gadismu untuk selamanya, batin Hye Rin teriris. Sementara itu Kyu Hyun tampak masih bergurau dengan sang penjual.

“5.000 Won!” ucap Kyu Hyun membayar Kkultarae.

“Apa setelah ini kita akan ke Myeong Dong?” Tanya Hye Rin.

“Tentu!” jawab Kyu Hyun senang.

-@@-

“Wuaahhh~ bau Tteokbokki!!” pekik Hye Rin tak bisa menutupi keinginannya untuk segera menyantap jajanan khas negeri gingseng itu.

“Aku tahu yang kau mau~” goda Kyu Hyun menarik Hye Rin untuk mampir ke salah satu kedai Tteokbokki terdekat.

“Silahkan dicoba ini masih panas dan sausnya sangat spesial.” Ucap Ajumma penjual Tteobokki itu. Hye Rin langsung menyambat Tteokbokki yang masih panas itu.

“Wuahh~ mmhh , mashita!” pekik Hye Rin sambil meloncat-loncat pelan karena panas.

“Gadis ini setiap lihat Tteobokki gelap mata yah~” guman Kyu Hyun santai kemudian ikut mengicipi Ttebokbokki itu.

“Kalian pasangan suami istri yang cocok.” Guman Ajumma itu tanpa dosa.

HENING! seketika suasana menjadi canggung antara Hye Rin dan Kyu Hyun. “Wuahh~ jinjja Ajumma? Hubungan kami tak sedekat itu.” sahut Hye Rin kikuk dan canggung.

“Boleh aku pesan lagi?” lanjut Hye Rin, Kyu Hyun hanya menatap Kyu Rin.

-@@-

Seusai mengicipi Tteokbokki, mereka kembali berjalan menikmati malam di Myeondong. Mereka berdua melihat sebuah kerumunan besar.

“Ayo kita lihat!” ucap Kyu Hyun menarik tangan Hye Rin.

Ternyata sebuah pemuda dengan gitar manisnya melantunkan sebuah lagu yang membuat penonton terpana. Hye Rin tersenyum tipis akan hal ini, Kyu Hyun hanya meliriknya.

“Prokkkk..Prokkk…Prookkk…” riuh tepuk tangan menyambut pemuda itu di akhir performanya.

-@@-

“Apa ada yang ingin tampil disini sekarang? Hanya sekedar untuk menghibur orang-orang tersayang.” Tanya pemuda itu.

“Tentu! Aku!” guman Kyu Hyun lantang. “YA! Apa yang kau lakukan Cho Kyu Hyun!” bisik Hye Rin panik. Kyu Hyun hanya tersenyum  smirk dan maju untuk mengambil alih gitar serta microphone.

-@@-

Lantunan nada dari gitar yang dipetik Kyu Hyun mulai menggema. Hye Rin hanya memandang Kyu Hyun serius dan penuh arti.

Kyu Hyun mulai melantunkan lagu itu. Apado amureochi anheun cheok (Walaupun rasanya sakit, bersikaplah seolah tak apa-apa)

Hye Rin : Benar, rasanya memang sangat sakit. Seperti keinginanmu aku akan bersikap seolah tak apa-apa hingga kita benar-benar berakhir. Hye Rin menahan air matanya melihat Kyu Hyun menyanyikan lagu itu.


Nunmuri heulleodo gamchuneun beop (Walaupun rasanya ingin menangis, ada cara untuk menahannya)

Hye Rin : Hatiku sudah menangis hingga kering, cara untuk menahannya hanya tetap melihat wajahmu seperti ini. Butiran Kristal bening mulai menetes dari iris mata Hye Rin


Maeumhan jjok geugose
namgyeonoko amuil, Eopdaneundeusi utneun beop (Walaupun hati ini terluka, ada cara untuk tetap tersenyum).

Hye Rin : Tersenyum?  Kau benar ada cara untuk tetap tersenyum yaitu dengan terus mendengar suaramu seperti sekarang?. Kali ini pertahan Hye Rin goyah, ia tak bisa menahan air matanya lagi.

Hee eojineun bangbeop (begitulah caranya jika ingin berpisah). TES! Butiran bening kali ini jatuh dari bola mata Cho Kyu Hyun.

            Hye Rin : Memang seperti itu cara kita berpisah nanti?, batin Hye Rin terisak.

Kyu Hyun menyanyikan lagu itu hingga akhir dengan berlinang air mata. Baik Hye Rin maupun Kyu Hyun keduanya sama-sama menangis dalam diam. Meski tahu hubungan mereka di ambang kehancuran. Mereka seolah baik-baik saja dan tetap tersenyum ceria meski senyum itu hanya topeng.

“Lagu yang indah~” bisik Hye Rin saat memeluk erat tubuh Kyu Hyun seusai penampilannya diiringi tepuk tangan riuh dari penonton.

-@@-

Kini mereka sampai ditempat terakhir dari serangkaian kencan yang mungkin menjadi kencan terakhir mereka. Kyu Hyun dan  Hye Rin berada di sebuah kedai minimalis tak jauh dari Myeong Dong.

Jjajamyeon! Benar itu adalah menu yang sedang mereka makan sekarang. HENING! menyertai makan malam kelam di kencan terakhir mereka sekarang.

-@@-

Park Hye Rin harus berusaha keras menelan Jjajamyeon dihadapannya. Benar, Kyurin rasa ini akan menjadi kencan terakhir mereka.

“Kenapa kita memakan Jjajamyeon?” Hye Rin berusaha tidak bergetar di nada bicaranya. Kyu Hyun hanya diam menundukkan kepalanya. Karena Kyu Hyun tak tahu harus menjawab apa.

“Benar! aku rasa hari ini aku merayakan blackday bukan?” Tanya Hye Rin Sinis.

“Park Hye Rin!” panggil Kyu Hyun meletakkan sumpit dan sendoknya.

“Cukup! Cho Kyu Hyun aku ingin berpisah denganmu secara baik-baik. Jadi, hanya perlu berpura-pura tak mengetahui perjodohan ini. Kita berpisah karena kau akan pergi, bukan sebuah perjodohan konyol!” potong Hye Rin.

Mianhae~” hanya itu yang bisa Kyu Hyun ucapkan. Kemudian ia kembali menuangka Soju ke dalam gelasnya dan meneguknya sekali tenggak.

-@@-

Kyu Hyun dan Hye Rin tiba di gang dekat rumah Hyerin. Tangan mereka masih menggenggam erat satu sama lain seolah tak ingin melepaskannya.

“Maafkan aku Hye Rin-ah!” pekik Kyu Hyun tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

“Pergilah! Aku harap setelah kau menikah nanti. Kita jangan pernah bertemu lagi, jika tak sengaja bertemu berpura-puralah tak mengenalku. Hanya itu yang aku minta.” Isak Hye Rin.

Kyu Hyun memeluk gadis ini untuk yang terakhir kalinya. Ia benar-benar tak sanggup, entah apa yang terjadi setelah pernikahan konyol yang direncanakan orang tuanya.

“Aku mencintaimu Hye Rin-ah~” bisik Kyu Hyun, kemudian Hye Rin melepas pelukkannya.

Mereka saling melempar pandangan sedih satu sama lain. Perlahan wajah mereka mendekat dan bibir mereka saling bertaut satu sama lain. Ciuman terakhir yang pasti terasa pahit seperti tembakau. Ciuman terakhir yang berlinang air mata kesedihan karena perpisahan yang disebabkan sebuah alasan konyol, yang disebut ‘Perjodohan’.

“Selamat tinggal~” guman Hye Rin lirih berlinang air mata, namun gadis ini mencoba untuk tetap tegar.

-@@-

Hye Rin memakai dress berwarna soft di depan seorang pengantin wanita cantik. Disana, Cho Kyu Hyun. Harusnya posisi pengantin itu untuknya? Namun, itu hanya fatamorgana untuk Hye Rin sekarang. Nyatanya sekarang ia menjadi pendamping pengantin wanita untuk calon istri Namja yang sangat ia cintai.

Teriris! Benar-benar teriris sakit dan hancur. Ibarat gelas kaca yang terhempas badai dan pecah, itulah perasaan Hye Rin sekarang. Di bawah altar Hye Rin menyaksikan dengan mata kepalanya janji suci pasangan pengantin itu.

TES! Butiran cairan bening kembali tak terelakkan. Hye Rin tak bisa melanjutkan momen sacral bagi pengantin itu. Ia perlahan pergi dan menghilang tanpa jejak untuk selamanya menghilang dari mereka berdua –Cho Kyu Hyun, Kim Hye Mi-

Semua keinginan yang ada hancur. Semua perlahan akan hilang,  dan menjauh. Kita akan saling melupakan. Harus terbiasa hidup tanpamu. Esok akan menjadi lebih baik. Dan jika tiba-tiba teringat sesuatu. Hanya kenangan manislah yang akan diingat.

_End Flashback_

-@@-

[3 Years Laters]

“Setidaknya kalian pernah mengisi hidupku dengan kenangan indah. Walaupun indah, saat mengingatnya hatiku teriris. Kenangan indah berganti dengan luka dan kekecewaan. Namun, sekuat tenaga aku membenci kalian, aku semakin tak bisa melakukannya.” Hye Rin lirih menatap Polaroid dirinya bersama Kyu Hyun dan Hye Mi disebuah bingkai foto yang tampak usang.

Kemudian ia meletakkan bingkai foto usang itu di sebuah kardus tua. Kini ia siap untuk kerja menemui client selanjutnya.

-@@-

Disebuah café yang menyuguhkan berbagai makanan western. Sesekali Hye Rin melirik jam tangannya untuk melihat waktu. Secangkir Espresso telah habis ia teguk.

Mianhae aku terlambat~” pekik seorang Pria, Hye Rin segera mendongkrakan pandangannya pada sumber suara.

DEG!’ seolah nafas Hye Rin terhenti melihat siluet yang sedang duduk didepannya itu. Apa benar itu kau Cho Kyu Hyun?, batin Hye Rin.

Kemudian Kyu Hyun duduk di depan Hye Rin. “Aku ingin mengajukan tuntutan pada keluarga istriku, jaksa Park?” ucap Kyu Hyun diiringi senyuman penuh arti.

-THE END-

 

 Typo, absurd, feel nggak ngena mungkin masih ikutan Yesung wamil *loh*, nyeseknya nggak dapet -__- . Itu sudah menjadi ciri FF abalku, silahkan tinggalkan jejak imut kalian sebagai apresiasi FF nista ini

See You Next Time

Annyeong (^=^)

8 thoughts on “The Way To Break Up

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s