[Vignette] The Situation


The Situation

The Situation

By

Eyinzz

Main Cast: Super Junior’s Kyuhyun & SNSD’s Sooyoung || Genre: Artist life, Sad, || Rating: G || Legth: Vignette || Disclaimer: This is my own story, don’t try to copy! Just a story in my imagination (Fiction)

“Don’t compare Our situation now. Your story and My story is so different.”

 

-=-=-

“Kyuhyun-ssi, berhentilah mengikutiku! Bagaimana kalo ada netizen disekitar sini?”

Lelaki bernama Kyuhyun itu hanya pasrah ditarik yeoja berpakaian sangat tertutup –baju dilapisi mantel, kacamata hitam, syal dan topi yang menutupi sebagian wajahnya- Desisan perempuan itu barusan terasa seperti belati, sangat tajam –siap melukai siapapun yang berada di dekatnya; termasuk Kyuhyun. Mereka berhenti di sebuah gang kecil buntu dan sedikit remang, setelah menengok kekanan-kekiri memastikan tidak ada siapapun mengikuti mereka. Sang perempuan kembali memulai percakapan mereka.

“Apa yang kau inginkan, Kyuhyun-ssi? Hubungan kita sudah berakhir 3 bulan lalu.”

Kyuhyun tersenyum miris diingatkan kejadian dulu, dimana ia dengan bodohnya membuang salah satu sosok berharga dalam hidupnya. “Aku sudah mengejarmu kembali, selama 2 bulan terakhir. Tapi kau malah memilih berpacaran dengannya tanpa memedulikan usahaku mendapatkanmu sekarang.” Jawab namja itu agak kalut. Sooyoung diam, lelaki dihadapannya sudah berubah drastis. Tatapan mata elangnya kini entah tertinggal dimana. Sekarang yang ada di hadapannya hanya seorang Cho Kyuhyun yang lemah akan cinta.

“Kyuhyun-ssi, maafkan aku tidak memedulikanmu. Tapi benar-benar tak ada lagi rasa untukmu, semuanya musnah.” Bohong. Sooyoung berani bersumpah sekarang, banyak cinta masih tersisa untuk Kyuhyun. Banyak kenangan masih tersimpan rapi di otak Sooyoung. Tapi kesempatan mereka untuk kembali sudah habis.

Kyuhyun menunduk, berusaha menguatkan hatinya. Waktunya tidak lama lagi untuk bercakap dengan perempuan ini -sang pencuri hatinya diam-diam- sebelum dia benar-benar runtuh. “Gurae? Tak ada sedikit pun untuk ku, Sooyoung-ah?” Tanyanya memelas, dijawab gelengan pelan dari yeoja dihadapannya. Namja berpenampilan cukup berantakan bagi seorang bintang sepertinya membuang nafas berat. “Apa kau bahagia bersama Kyungho-ssi?” Dan Sooyoung mengangguk. Lagi-lagi pertanyaannya dijawab tidak seperti keinginannya. Dia sempat berharap Sooyoung bakal menggeleng, setidaknya ia menemukan alasan untuk kembali mengejar cintanya lagi. Kyuhyun tersenyum miring.

Chukkae, Sooyoung-ah. Aku senang kau bahagia, karena aku mencintaimu.”

Sooyoung sontak mendongak, memandang Kyuhyun dengan tatapan tak percayanya. Sarat sekali kehancuran dan kekecewaan di dalam diri Kyuhyun. Tapi Sooyoung berusaha tidak peduli meski hatinya juga terhenyak mendengar penuturan mantan kekasihnya dahulu. Mantan yang selalu meperlakukannya sangat dingin, mantan yang tidak peduli pada dirinya, mantan yang selalu melukai dirinya, namun Kyuhyun tetaplah mantan paling berkesan. Karena tak pernah seumur hidup Sooyoung mencintai namja sebesar ia mencintai Kyuhyun –sampai saat ini. “Gomawo, Kyuhyun-ssi. Selamat juga atas kencanmu dengan Hyomin.”

Air muka Kyuhyun langsung berubah kaku dan matanya kembali tajam. “Jangan menyebut namanya saat kita lagi bersama, Sooyoung-ah. Aku tidak suka.”

Bohong jika Sooyoung merasa tidak senang sekarang. Rasanya hatinya ingin meloncat keluar saking senang mengetahui reaksi Kyuhyun. “Mwo? Bukannya kalian berkencan? Memangnya ada apa? Apa kau tak menyukainya?” Tanya Sooyoung berentet. Berpura-pura bodoh seakan lupa Kyuhyun baru saja menyatakan cinta padanya semenit lalu.

Ani, aku mengencaninya karena paksaan dari pihak management agar hubungan lama kita tidak terkuak. Tidak kah kau tau nama asli Hyomin itu Sun Young? SY? Sama seperti singkatan namamu. Tidak ku sangka mereka mempersiapkan kamuflase ini sangat matang.” Jelas Kyuhyun sambil mendecih.

Sooyoung kaget, tapi berusaha untuk tetap menjaga ekspresi wajahnya kembali datar. “Terserah, aku tidak peduli. Kita impas kalau begitu, kau mempunyai Sun Youngmu itu dan aku mempunyai Kyungho Oppa. Jadi berhentilah mengejarku.” Entahlah, semua ucapan Sooyoung meluncur begitu saja tanpa sempat ia fikirkan. Kuku jari-jarinya saling menusuk di dalam kepalan tersembunyi Sooyoung dibalik mantelnya. Kini ia melihat –sangat jelas- siratan luka dalam di diri Kyuhyun. Mata namja tegap itu mulai berkaca-kaca, sepenggal kenangannya masa lalu menghantuinya. Ia ingin sekali kembali seperti dulu. Ia sangat merindukan sosok Kyuhyun.

“Jangan samakan aku dan dirimu, Sooyoung-ah. Cerita kita jauh berbeda, kau bersamanya karena memang dilandasi sayang, tapi aku tidak memiliki rasa apapun padanya.” Geram Kyuhyun, tubuhnya sedikit bergetar. Letupan emosi terpancar jelas dari kilatan marahnya. Rasa marah, kecewa, sakit, cemburu menyatu aduk dalam sanubarinya mengalutkan seluruh pikirannya. Hingga pada akhirnya sebuah kepalan tinju keras mendarat di tembok kiri gang, membuat bagian itu sedikit penyok dan retak.

“Kyuhyun-ah!”

Tangan Kyuhyun masih bersarang di tembok tersebut, tanpa ada keinginan untuk menjauhkannya. Aliran darah mulai mengalir disela-sela tangannya. Kyuhyun memejamkan matanya, merasakan nyeri menggerayangi tangan kananya. Namun hatinya kini lebih perih, sakit melihat gadisnya sudah jatuh ditangan milik orang lain, rasa sakit ini membiusnya; mematikan seluruh sarafnya hingga titik tertinggi. Membuat tubuhnya tebal dan kaku, tidak dapat merasakan apa-apa lagi selain sakit dari hatinya. Air mata sudah sukses membasahi pipi pucat Kyuhyun, keringat dingin sebesar biji jagung juga ikut bekerjasama membasahi wajahnya.

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan, huh? Kau melukai dirimu sendiri.” Kata Sooyoung disela-sela isakkannya. Kyuhyun hanya melihatnya dengan ekspresi datar walau ia masih menangis dalam diam, padahal biasanya jika ia melihat seorang yeoja menangis ia akan merasa bersalah. Namun sekarang tidak, dia menjadi kaku. Hatinya susah disentuh kembali sedangkan jiwanya sudah benar-benar mati.

Isakkan Sooyoung makin mengeras. Sudah tidak kuat lagi berakting seolah-olah ia sudah melupakan Kyuhyun dan bahagia bersama namja lain, Sooyoung memeluk tubuh Kyuhyun erat dari samping. Menangis melepaskan semua lelah beban pikirannya pada tubuh lelaki itu. “Kyuhyun-ah, jeongmal mianhe.. hikss.. hikss..” Kyuhyun masih dalam posisinya, tak membalas atau bahkan terkejut. Wajahnya masih datar, namun matanya tidak bisa membohongi. Dibalik manik hitam kelamnya terdapat sebuah luka menganga dalam dirinya, membuat seluruh saraf dan otaknya lumpuh seketika.

Nuansa sedih itu langsung berhenti ketika Kyuhyun melepas paksa pelukan Sooyoung pada tubuhnya, matanya memandang tajam perempuan dihadapannya. “Choi Sooyoung, terimakasih atas semua luka yang telah kau beri. Aku menyerah, kau terlalu buta untuk melihat keberadaanku. Aku mengejarmu, mengerahkan sekuat tenaga agar dapat mendapatkanmu kembali. Tapi kenyataannya? Kau lebih memilih bersamanya, berbahagia bersamanya. Kau bohong dulu mengatakan kau tidak akan pernah meninggalkanku, nyatanya pun kau sekarang meninggalkanku. Malah lebih parah, kau tidak hanya membuatku kehilangan sosokmu, kau membuatku kehilangan nafasku, pusat kehidupanku, hatiku, harga diriku, kesadaranku. Kau membawa semuanya lalu meninggalkanku dalam keadaan kosong,”

“Kyuhyun-ah, bukan begitu maksudku. Tapi situasinya ber-“

Arra, aku tau situasinya berbeda. Dimana karma menerpaku atas kekejamanku padamu dulu. Sekarang gantian aku yang mengejarmu, aku yang ingin mendapatkanmu, aku yang terluka dan hanya aku yang mencintaimu. Terimakasih telah memberi tahu bagaimana sakitnya cinta sepihak. Maafkan aku sifat ku dulu. Sekarang aku telah merasakan bagaimana jatuh di posisimu saat itu,” Kyuhyun tertawa pedih sesaat, “Tapi aku tidak segigih dirimu, Sooyoung-ah. Tidak segigih dirimu yang tetap mempertahankanku meski aku berbuat buruk padamu. Aku lelah, aku menyerah mendapatkanmu. Kau benar, kau telah bahagia bersamanya. Tak pantas aku hadir dalam kisah kalian dan merusaknya. Maafkan aku, Sooyoung-ah,”

Kyuhyun terdiam sebentar sebelum kembali melanjutkan kata-katanya, “Aku berjanji akan menurutimu untuk tidak menganggumu lagi. Maafkan aku, sayangnya aku tidak bisa menghapus rasa cinta ini. Terimakasih Choi Sooyoung, membuat 4 tahunku kemarin terasa indah.” Sooyoung kembali memeluk Kyuhyun cukup erat, enggan melepaskannya. Topengnya runtuh, inilah Choi Sooyoung sebenarnya. Rapuh dan membutuhkan Kyuhyun. Isakkan dan tangisannya agak teredam oleh mantel Kyuhyun, setidaknya untuk menutupi betapa hancurnya dirinya. Sebentar lagi orang yang benar-benar ia cintai mau melepasnya.

Kyuhyun mengecup lembut dahi Sooyoung terakhir kalinya, tepat disaat itu air matanya kembali menetes. Dia gagal mempertahankan bentengnya, dia memang selalu lemah dihadapan yeoja ini.

“Sooyoungie, kau sekarang berada dalam pelukanku. Sangat dekat denganku, namun mengapa kau begitu sulit diraih? Kau begitu jauh untuk ku gapai, aku berusaha tapi untuk sekian kalinya aku gagal. Saranghae, Choi Sooyoung.” Bisik Kyuhyun sekilas di telinga Sooyoung, membuat badan perempuan itu mengejang. Hatinya kembali terasa diremas kuat.

Setelah didengar tangisan Sooyoung telah reda, Kyuhyun menguraikan pelukan mereka. Lalu segera pergi meninggalkan Sooyoung yang masih terpaku disana, memandangi kepergiannya dengan penuh arti. Dikuatkan hatinya agar tidak menoleh lagi ke belakang dan tetap berjalan menjauh dari sana. Meninggalkan seluruh cintanya disana, berusaha menghapus jejak kenangan mereka. Semuanya sudah berakhir.

Sepeninggalan Kyuhyun, tubuh Sooyoung jatuh terduduk, tak berusaha menahan lelaki tersebut. Tangisannya kembali mengeras, disembunyikannya kedua wajahnya diantara kakinya. Hatinya kembali terhempas, ia menyakiti diri sendiri dan juga namja yang dicintainya. Jujur dia menyanyangi Kyungho, tetapi tak bisa dipungkiri lagi cintanya pada mantannya terlalu kuat mengalahkan segalanya. Ini semua salahnya; menutup hati, mencari pelarian lain dan mengabaikan Kyuhyun hingga lelaki itu menyerah sendiri. Disaat semua jelas, kini dia juga ikut tersakiti. Terseret dalam sebuah kungkungan besi penyesalan.

Ingin dia melampiaskannya, tapi pada siapa? Dia sendiri yang menyia-nyiakan kesempatan keduanya. Dia salah sudah membiarkan cintanya pada Kyuhyun meliar, tumbuh dan mengakar di hatinya. Sekarang cerita mereka sudah benar-benar berada di penghujung jalan. Kenyataan menuntut konsekuensi atas tindakan bodohnya. Semua pihak yang salah pasti akan tersakiti nantinya.

Ya, Cho Kyuhyun bodoh telah membuang Sooyoung begitu saja.

 

Choi Sooyoung juga bodoh telah menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali bersatu seperti dulu.

 

.

.

.

.

.

Namun apa daya?

Kisah mereka berakhir, kembali ke jalan masing-masing. Buku takdir mereka telah penuh lalu habis terpakai akan luka lalu berakhir tertutup.

Dulu mereka memang dalam kisah yang sama.
Namun kini? Mereka membuka buku baru. Mau tak mau menelan kepahitan sikap bodoh mereka di masa lalu, memendam rasa cinta tak berujung dan bersikap seolah semuan baik-baik saja. Sekarang mereka sudah berbeda cerita, kisah mereka dulu kini bercabang. Merubah situasi diantara keduanya yang mengharuskan perpisahan.

.

.

.

.

.

 

END

.

.

.

P/S: Gimana nih ceritanya? Aneh ya? Mian, ini aku ngebut ngetik 3 jam (u,u)
masih ada yang galau kah gegara berita KyungSoo? Aku udah enggak😀
Buktinya keluar FF baru nih xD Lagipula Kyungho juga keren loh #plak
Tapi masih tetep believe in uri KyuYoung :’)
Terlalu berat melepas diri dari ntu couple, apalagi Knight. Mereka udah kayak Saudara buat aku. Jadinya apapun yang terjadi masih tetep setia jadi Knight :’)
Bye All~ I Love U Knight….

2 thoughts on “[Vignette] The Situation

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s