[Trilogy] Dauntless – Way Back Into Love


Way Back Into Love

 

Title:   Dauntless – Way Back Into Love || Author: eyinzz || Main Cast: SNSD’s Sooyoung & Super Junior’s Kyuhyun || Genre: Romance, Sad, Angst, Tragedy, etc || Rating: Teen || Legth: Drabble-Trilogy || Disclaimer: This is my own story!

 

“All I wanna do is find the way back into love.”

 

Backsound: Hugh Grant ft Haley Bennett – Way Back Into Love

 

Previous Part:  [TEASER] DauntlessThe Way to Break Up

.

.

.

Happy Reading J

.

.

.

 

Lelaki paruh baya tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat keadaan putrinya kini. Anak satu-satunya tengah susah payah berjalan menaiki tangga rumah, menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh seperti minggu lalu. “Sooyoung-ah, kapan kau melupakannya?” Desau pria tersebut diakhiri helaan nafas berat. Perempuan tersebut berbalik, mendudukan diri di tangga tanpa ada keinginan turun membicarakan dengan Ayahnya baik-baik. “Appa, sudahku bilang. Aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Aku bosan mendengar Appa bertanya itu terus.” Jawab Sooyoung sambil memicingkan mata dan melempar senyum remeh.

“Tapi Soo—“

Appa! Aku sudah rela meninggalkan dunia seni demi menjadi penerus perusahaan Appa. Bukankah sudah cukup? Tidak usah mengatur masalah asmaraku.”

“Choi Sooyoung! Sadarlah! Cho Kyuhyunmu sudah pergi meninggalkanmu! Sudah bertahun-tahun kalian lost contact, mungkin dia sudah bahagia bersama yeoja lain.”

Ani. Aku yakin dia pasti akan kembali, aku yang lebih mengenalnya. Aku percaya padanya, Appa!” Tegas yeoja berambut wavy itu langsung berlari menuju kamarnya. Tak lupa bantingan pintu, kebiasaannya saat bertengkar dengan Ayahnya.

Choi Jungnam –nama Ayah Sooyoung- menyeret kakinya berat menuju kamarnya. Kepalanya terasa pening, terlalu banyak masalah menekan batinnya, mempekerjakan –paksa- otaknya melebihi kapasitas untuk orang berumur setengah abad. Direbahkan pelan tubuhnya, tangan kanannya menggapai-gapai nakas disebelah tempat tidurnya, mengambil sebuah figura bewarna hijau tosca.

“Hyera-ya, lihatlah putri kita semenjak ditinggal namja itu. Menjadi pembangkang, dingin dan selalu pulang malam dalam keadaan mabuk. Bodohnya lagi dia masih setia menunggu hal yang tak pasti.”

 

~oOo~

 

Appamianhe karena membentakmu kemarin malam.”

Perkataan Sooyoung memecah suasana hening makan siang antara Ayah dan anak. Lelaki itu hanya tersenyum manis dan mengangguk. “Gwenchana, sudah biasa kita bertengkar.” Sooyoung diam, melanjutkan memotong-motong tenderloin steak-nya, sesekali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Dia benar-benar lapar setelah semua energinya terkuras pada meeting dua jam lalu. Matanya meniti lekat wajah Ayahnya; ada beberapa keriput di kening dan pipinya. Lagi-lagi rasa bersalah menggelayuti Sooyoung karena telah bersikap buruk pada Ayahnya yang mulai tua. Dia lupa satu hal; Ayahnya juga semakin tua bersamaan dengannya yang tumbuh dewasa.

Appa, kau nampak senang sekali siang ini. Waeyo? Tak seperti biasanya.” Heran Sooyoung ketika menyadari senyuman tak pernah lepas dari wajah Ayahnya.

“Kau tau KYS Medical? Perusahaan obat baru yang sudah berhasil menembus penjualan internasional? Mereka ingin melaksanakan kerjasama dengan perusahaan kita tanpa syarat apapun.” Jelas Ayahnya panjang lebar malah membuat alis Sooyoung menyatu heran. “Appa, tidak kah itu aneh? Menjalin kerjasama tanpa syarat? Pasti ada udang di balik batu.” Kata Sooyoung mengutarakan pendapatnya.

“Sebenarnya memang aneh, Soo-ah. Hanya saja disaat pertemuan kemarin wakil mereka memang benar-benar tidak memberikan syarat apapun. Namun jika kita bekerjasama dengannya, perusahaan kita pasti bisa meraup untung banyak atau jika kita menolak mereka, kita bisa rugi. Mereka telah memiliki andil 25% dalam saham perusahaan kita.”

Otak perempuan itu masih berputar, sama sekali tidak percaya pada perusahaan berumur jagung tersebut mencoba mencari celah kelemahan perusahaan itu adalah tugasnya kali ini, “Wakil? Memangnya kemana CEO-nya?” Desak Sooyoung. “Tidak datang. Sayang sekali yang datang hanyalah manager pribadinya serta beberapa direktur dari direksi berbeda dan juga penanam modal saham.”

“Aneh, kerjasama ini seperti sudah direncanakan jauh sebelumnya.” Batin Sooyoung lagi.

 

~oOo~

 

Sajangnim, semua rencana kita berjalan lancar.” Lapor seorang namja tua berambut putih dengan pakaian formal lengkapnya pada seorang namja yang umurnya jauh dibawahnya, namun sudah berhasil sukses seperti ini. “Aku tidak pernah kecewa dengan semua pekerjaanmu, Ajhussi.”

Pria tersebut membungkuk 90 derajat, “Kamsahamnida atas pujiannya, Sajangnim.” Sejurus kemudian gelak tawa memenuhi ruang kerja berukuran luas dengan suasana minimalis dan hangat mengental.

“Sudah kubilang berapa kali untuk memanggilku dengan sebutan Tuan Muda. Bukan Sajangnim, khusus untukmu ku beri kebebasan sedikit, Ajhussi.”

Lelaki tua tersebut tersenyum kemudian mengangguk, “Baiklah Tuan Muda, Saya pamit undur diri dulu.”

 

~oOo~

Sooyoung’s POV

 

“Selamat pagi Manager Yoon. Senang bertemu Anda lagi dan perkenalkan ini putri saya, Choi Sooyoung.”

Aku membungkuk hormat sembari menampilkan senyuman. Manager Yoon terkekeh singkat, “Siapa yang tidak mengetahui putri kecilmu ini Tuan Choi? Salah satu wanita karier yang wajah anggunnya selalu dipertontonkan di setiap edisi majalah bisnis.” Gelak tawa memenuhi ruang lebar kedap suara. Meja panjang berbentuk U, dilengkapi dengan Mic pada masing-masing tempat telah dipenuhi oleh orang-orang berjas formal dan aku hanya tersenyum kecil, tak minat mendengar bualan basinya.

“Ehm… Ngomong-ngomong dimana CEO KYS Medical? Aku tidak melihat kehadirannya dari tadi.” Cetus seseorang namja diseberang tempat duduk ku. Membuatku menghadiahinya dengan tatapan ingin tahu. Jujur saja aku juga penasaran dengan sosoknya yang berani menandatangani kontrak tanpa syarat apapun! Ingat! TANPA SYARAT APAPUN! Gila! Dia terlalu berani mengambil keputusan beresiko tinggi.

“Oh, maafkan aku. Sajangnim masih ada urusan. Mungkin beliau akan datang terlambat, kita tunggu 10 menit lagi kalau tidak datang kita bisa mulai rapat tanpa beliau.”

Mataku hampir keluar dari sarangnya mendengar penuturan Manager Yoon. Ini adalah pertama kali aku mengikuti rapat bersama rekan-rekan kerja Ayahku, karna aku sebelumnya tidak pernah mau ikut campur urusan inti perusahaan. Aku hanya senang mengatur anak perusahaan Ayah. Kesan pertama yang buruk mengikuti rapat inti para petinggi kerjasama Choi Group!

10 menit berlalu dan batang hidung manusia pemimpin KYS Group masih belum muncul juga. Rapat pun dimulai, sayangnya aku malah jengah mendengar obrolan seputar pemasaran saham awal tahun ini, rencana pembangunan apotek disekitar Gangnam dan terobosan terbaru pengembangan obat Paracetamol. Sangat membosankan, huh! Apa tidak ada yang lebih menarik dari ini? Seperti tas keluaran terbaru Louis Vuiton? Atau high heels langka dari Gucci? Argh! Aku muak juga pusing mendengar bahasan ini!

“Baiklah, kalau begitu kita sepakat memakai rencana ini, kita hanya perlu meminta pendapat dan persetujuan dari Sajangnim. Kalau begitu rapat kita akhi…–“

“Permisi, saya ingin bertanya, kenapa KYS Medical berani menandatangani kontrak dengan kami tanpa syarat apapun?” Potongku cepat dan benar saja semua mata langsung menuju padaku, terutama Ayahku yang kini kuyakini tengah memandangku geram. Manager Yoon bungkam, tak bisa mengatakan apapun.

Aku memperlihatkan senyum sinisku, “Apa Anda tidak takut bila kami akan menipu Anda? Memonopoli perusahaan Anda, huh? Kalian terlalu gegabah menarik keputusan.” Dapat kurasakan tangan Ayah mencengkram kuat pergelangan tanganku dibawah meja. Namun aku tidak ingin berhenti sekarang, rasa penasaran telah menguasaiku. “Wae? Apa Anda tidak bisa menjawab? Ah! Atau Anda sudah memiliki rencana terselubung untuk menghancurkan Choi Group?! Apa KYS Medical sepicik itu?!” Pancingku.

 

BRAKK!

 

“CUKUP SOOYOUNG!”

 

Tubuhku tersentak saat Ayah menggebrak meja rapat, tanpa memedulikan setiap mata yang melihat. “Aku tidak pernah mengajarimu berbicara seperti itu!” Kini aku ganti yang terdiam, mungkin aku sudah keterlaluan. Tapi bukankah ini juga demi kebaikan perusahaan Ayah?

Appa! Cobalah berpikir jernih! Jangan mau dipermainkan seperti ini! Mereka menawarkan kontrak tanpa mengajukan syarat apapun, itu saja sudah sangat mencurigakan! Jangan-jangan mereka mau menusuk kita dari belakang!” Belaku ikut bangkit dari kursi, mengikuti jejak Ayah.

 

“CHOI SOOYOUNG!”

Refleks mataku terpejam saat melihat tangan Ayah mulai terangkat, anehnya aku tidak merasakan apapun pada detik-detik berikutnya. Aku ingin membuka mata, tapi terlalu takut. Ini pertama kalinya Ayah marah besar sampai berani menampar putrinya di muka umum.

“Siapa yang bilang bahwa kontrak KYS Medical dengan Choi Group tanpa jaminan apapun?” Ujar seseorang dengan suara bassnya yang cukup ku kenal.

 

‘Oh Tuhan! Apa yang sedang kupikirkan? Ini bukan saatnya membayangkan pria itu!’

 

“KYS Medical memang tidak meminta persyaratan apapun, tetapi pemilik KYS Medical meminta secara pribadi jaminan dari Putri pemilik Choi Group!”

Perlahan tapi pasti kubuka kedua mataku dan menemukan Ayah –dengan tangannya yang menggantung di udara begitu saja; terhenti saat ingin menamparku- sedang menatap tak percaya pada sumber suara, tepatnya di depan pintu ruang rapat. Ku putar badanku lalu sejurus kemudian pupilku membesar, lelaki berpakaian formal dan rambut berantakan khasnya sedang berdiri tegap di depan pintu rapat. Badanku membeku, duniaku seakan berputar sendiri memusingkan kepala. Apa ini nyata? Apa itu benar dia? Atau hanya bayanganku? – pikirku.

“Ch-Cho.. Ky-Kyu..-Hyun??”

Senyuman lebar terbentuk manis di wajah tampannya membuatku mual bagaikan ada beribu-ribu kupu-kupu berterbangan. Oh God! Aku sangat berharap ini bukanlah sebuah mimpi atau khayalan saja karena aku memang sangat merindukannya. Derap langkahnya terdengar, meski tak bisa mengalahkan dentuman jantungku yang kecepatannya bisa seribu kali lipat dari setiap ketukan sepatunya.

Abeonim, apa aku sudah memenuhi syarat untuk meminang Sooyoung? Aku sudah menjadi orang kaya seperti harapanmu dan satu lagi, aku masih sangat mencintai putri tunggal kesayanganmu.”

Kata-katanya suskes membuatku melayang begitu tinggi sampai lupa asalku. Sedangkan air wajah Ayah langsung berubah menjadi datar. Ia berdehem, membenarkan jasnya sekilas lalu kembali menilik penampilan Kyuhyun sekarang. Ku akui sisi dewasa dari dirinya kini mulai muncul, ditambah jiwa wibawanya menguar kemana-mana apalagi rahang tegasnya. Aku berani bertaruh dia pasti sangat disegani bawahannya melihat penampilannya sekarang memakai pakaian konservatif, dibanding dulu hanya memakai kemeja cokelat lusuh dan jeans biru berlubang miliknya.

“Maafkan aku, Kyuhyun-ah.” Jawab Ayahku, langsung menjatuhkan harapanku bersatu kembali dengan Kyuhyun hancur sudah. “Appa! Dia sudah menuruti kemauanmu, begitu juga denganku. Jadi apa alasan Appa menolaknya untuk kedua kalinya?!” Pekikku nyaring, aku tau aku berdosa memakai nada tinggi pada Ayahku sendiri.

“Sooyoung-ah, Kyuhyun telah 5 tahun meninggalkanmu tanpa kabar! Bahkan menyuruhmu menunggu pun dia tidak sanggup! Bagaimana jika Cho Kyuhyun sekarang bukanlah Cho Kyuhyun kekasihmu 5 tahun lalu! Waktu bisa mengubah segalanya, menggiring seseorang dari satu titik ke titik lainnya, entah itu bertambah buruk atau sebaliknya. Aku rela membatalkan kerja sama perusahaan hanya untumu, Sooyoung-ah. Karena Appa sangat menyayangimu dan takut kau disakiti namja macam dia!”

Aku diam, menggigit bibir bawahku resah, keringat dingin mulai membasahi beberapa bagian tubuhku. Kenapa ruang rapat penuh AC ini sangat panas? “Choi Sooyoung! Cepat pilih Appa atau Kyuhyun! SEKARANG!” Gertak Ayah menambah tekanan batinku. Kulirik sekilas Kyuhyun yang masih memandang Ayah tanpa menoleh padaku. Jujur aku takut memilih salah satu diantara mereka, karena mereka semua adalah alasan hidupku.

Detik-detik penuh keheningan terusik dari Kyuhyun, tiba-tiba namja itu menjatuhkan diri; berlutut kepada Ayah di depan para petinggi serta berbagai kepala divisi Choi’s Group dan KYS Medical yang hanya terkesiap tak percaya. Tidak usah mereka, aku sendiri pun cukup terkejut menyaksikan kelakuan Kyuhyun. Ayah salah, Kyuhyun masih seperti dahulu. Buktinya jalan pikirannya masih susah ditebak.

 

“Sooyoung-ah, hubungan kita berakhir sampai disini. Karna aku akan pergi jauh sampai aku benar-benar sukses dimata Abeonim. Dan saat itulah aku pasti kembali untuk meminangmu, belutut di hadapan Abeonim berusaha merebut hatinya.”

 

Kalimat itu, kalimat yang selalu kupegang selama ini; kalimat penguat hatiku agar tetap menunggu kedatangannya. Namun apakah ia harus sampai segitunya? Mempertaruhkan harga dirinya di depan rekan perusahaannya? Bagaimana bila berita ini tersebar? Bagaimana bila karyawan tak menghargai Kyuhyun setelah mendengarnya? Mataku mulai berkaca-kaca. Sungguh ku tak sanggup melihatnya begini, dia sudah berusaha mendapatkanku. Tapi apa dirinya pantas menerima sebuah penolakan kembali? Itu sangat tidak adil. Dia lebih pantas mendapat yeoja yang jauh lebih baik dariku.

“K..K-Kyu..” Lirihku.

Kyuhyun menoleh, tatapan kami bertemu, mata tajam nan sayunya kembali menyelami ku, membuat waktu seakan ikut membeku menemaniku dan mengetahui bahwa sebentar lagi pertahananku runtuh; Ya, dia memang tau segalanya tentangku.

Abeonim, kumohon restuilah aku. Cho Kyuhyun yang sekarang berlutut dihadapanmu adalah Cho Kyuhyun yang 5 tahun lalu menjadi kekasih putrimu. Cho Kyuhyun pengecut yang rela melepas tali kasihnya hanya untuk mengejar kebahagiaan sementara. Cho Kyuhyun yang kejam meninggalkan putrimu tanpa berjanji akan kembali. Kundae, Cho Kyuhyun di depanmu ini juga adalah Cho Kyuhyun yang sangat mencintai putrimu, Cho Kyuhyun yang lemah dan tak mampu menghadapi kerasnya kehidupan tanpa dirinya. Cho Kyuhyun yang sampai mati ingin mempertaruhkan apa saja demi seorang Choi Sooyoung, bahkan nyawanya sendiri.”

Tangisanku sudah pecah, walau sudah kutahan namun saat mendengar perkataan Kyuhyun, aku tersentuh sekaligus merasa bersalah hanya memikirkan kepedihan diriku, tanpa memandang semua kejadian kemarin dari sisinya. Ayah tersenyum sengit, “Semuanya? Bahkan nyawamu sendiri? Bagaimana dengan melepaskan KYS Medical dan memberikannya padaku?” Aku terkejut, begitu pula semua penonton kejadian fenomenal ini, kecuali Kyuhyun. “APPA!!!” Kyuhyun langsung menoleh ke arahku, menatapku dengan artian bahwa ia baik-baik saja.

“Ya, jika itu syarat untuk memiliki Sooyoung. Aku mau merelakan kerja keras ku deminya. Kerja kerasku membangun KYS Medical dan mengolahnya sampai sebesar ini bukan karna alasan lain, melainkan agar aku bisa menyanggupi keinginanmu ketika aku meminang Sooyoung nantinya.”

Tubuhku melemas, hampir jatuh jika saja Kyuhyun tidak segera bangkit dan merangkulku. Benar bukan? Dia selalu tau seluk beluk tentangku, tau apa yang sekarang berada di pikiranku; mungkin baginya aku adalah makhluk transparan yang dapat dibaca seluruh gerak-geriknya. Ayah tersenyum miring lalu maju selangkah, menepuk pelan bahu Kyuhyun lalu berkata, “Sudahlah, aku tidak perlu KYS Medical, hanya berkerja sama saja sudah cukup. Aku terlalu tua untuk menjalanku dua perusahaan sekaligus. Aku juga sudah terlalu tua untuk mengurus putriku, aku terlalu lelah melihatnya hancur perlahan sepeninggalanmu. Sekarang kau ada disini, jadi jagalah putriku. Aku sangat bergantung padamu, Kyuhyun-ah.”

JeongmalyoAbeonim?!”

Ayah mengangguk dan segera menerima pelukan dari Kyuhyun. Aku hanya tersenyum, akhir yang sulit ditebak. “GomapseumnidaAbeonim.” Ucap Kyuhyun lagi sambil membungkuk berkali-kali saking senangnya. Dia menghampiriku, mengantarku kembali dalam dekapannya setelah 5 tahun kehilangannya. Dekapan yang masih sama hangat dan penuh kasih. “Choi Sooyoung, saranghae. Terimakasih telah menungguku.” Bisik Kyuhyun, sedikit geli saat ia menghembuskan nafasnya ditengkuk ku. “Maafkan aku jika kau terkejut. Tapi semua yang kulakukan kali ini semata-mata hanya untuk menjadi jembatan agar bisa kembali padamu sayang.” Lanjutnya membuat semburat kemerahan menghiasi pipiku.

“Tidak masalah. Nado saranghaeyo, Cho Kyu..—“

 

CHU~~

 

Mataku terbelalak, tubuhku terbujur kaku dengan keadaan sedikit condong ke depan. Dia menarikku. Ya, Kyuhyun menarik ku, menempelkan sebuah benda lembut dan basah di atas bibirku; bibirnya. Aku membalas setiap pergerakannya, memberinya sinyal kerinduanku selama ini. Mataku perlahan terpejam, tanganku mengalung sempurna dilehernya. Decakan-decakan efek pertarungan lidah kami memenuhi ruang rapat yang mulai ramai dengan suara tepukan tangan. MWO?! Ruang rapat?! Tepukan tangan?! Sontak kubuka paksa mataku dan mendorong tubuhnya menjauh, melepas paksa ciuman kami. Semua orang menertawai kami, membuatku menahan malu setengah mati. Tuhan, rasanya aku lebih memilih tenggelam di telan bumi sekarang!

“YA! CHO KYUHYUN! KUBUNUH KAU!”

 

.

Akhirnya, setelah lama menjalani kehidupan masing-masing, membangun pribadi yang dewasa, berusaha siap dan tangguh menghadapi kerasnya kehidupan.

.

Inilah cara kami kembali menyatukan lautan asmara kami, setelah berhasil melewati segala rintangan fisik maupun batin. Kebahagian telah tiba, mengusir segala kesedihan tanpa melupakan kenangan menyakitkan dahulu.

.

Seluruh tekanan batin yang telah kami jalani, menguap sudah; memberikan akhir pada perjuangan kami untuk bersatu. Inilah jalan kami.

.

Tetapi kisah kami belum selesai, ini juga adalah awal terbukanya suatu pintu menuju ke jenjang selanjutnya.

.

Menuju ke jenjang yang lebih dewasa dan bertanggung jawab, dimana kami diajarkan menghargai satu sama lain dan menghadapi segalanya bersama.

.

Dimana sebuah inti permainan kehidupan baru saja akan terjadi. Ujian dan rintangan seolah menunggu kami menunjukkan seberapa kuat tali cinta dan kepercayaan diantara kami.

.

Satu lagi, segel kehidupan telah terbuka. Menghantarkan kami ke dalam sebuah kehidupan berbeda. Kehidupan yang saling menyempurnakan satu dengan lainnya.

 

 

~oOo~

 

.

.

.

Kkeut~

.

.

.

 Pertama-tama, maaf atas keterlambatan post nih FF yang seharusnya kemarin minggu. Eh, ternyata internet lagi ngadat dan aku ga punya waktu ke warnet buat post nih FF. Sekali lagi maaf sebesar-besarnya ya :’)

Oke kalian sangat diperbolehkan protes sama bagian aneh di part ini (u,u)
Otakku bener-bener ngadat, sampe sekarang aja masih ngga kepikiran sama kelanjutannya Trilogi ini -_- Aku coba cara meminta restu yang ngga mainstream, yaitu diruang rapat sehabisnya rapat dan keinginan keren ku terwujud! Dan malah hasilnya aneh.

So, bagi kalian-kalian yang mau protes. Silahkan comment dibawah yaw!
Sampai bertemu lagi minggu depan!!! *tebarcinta (>-<)

4 thoughts on “[Trilogy] Dauntless – Way Back Into Love

  1. Pingback: [Trilogy] Dauntless – Way To Go | Club Fanfiction

  2. Pingback: [Trilogy] Dauntless – Way To Go | Club Fanfiction

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s