[Vignette] Separate


Separate

Separate

by

Eyinzz

Main Cast: SNSD’s Sooyoung & Super Junior’s Kyuhyun || Genre: Artist Life, Sad, Hurt, Tragedy || Rating: G || Legth: Vignette || Disclaimer: This is my own story!

 

“Maybe that is our fate, never be together…”

-=-=-

 

Semua terjadi begitu saja, bagaikan sebuah kilat yang baru saja menyambar namun kenyataan sudah 7 bulan waktu kulewati tanpanya, tanpa hangatnya, tanpa harumnya, tanpa senyumannya dan tanpa kehadirannya. Semua hal yang telah kami bangun selama hampir 3 tahun seperti hilang tanpa jejak. Kemana dia yang dulu? Semenjak kejadian tersebut bertatap wajah denganku saja ia enggan, apa aku seburuk itu dimatanya? Apa yang membuatnya membenciku? Sebenarnya, apa salahku? Apa karena aku masih sangat mencintainya?

“Soo..”

Panggilan Hyoyeon membuatku tersadar dari lamunanku, kembali membukakan luka pedih dalam hatiku. “Soo, kau tidak pulang? Member lain sudah pulang duluan, katanya mereka mau berbelanja, jika mau bergabung kita bisa menyusulnya di ma..—“

“Tidak usah, Hyo. Pergilah duluan, aku masih ada urusan disini.” Tolakku halus. Mungkin karna mendengar nada bicaraku dancing queen satu ini langsung mengangguk; mundur untuk membujukku pulang ke dorm bersamanya dan pergi keluar dari ruang latihan dance. Aku menghela nafas berat, menyandar ke tembok sudut ruangan. Kupukul beberapa kali bagian dada. Mengapa? Mengapa semuanya terasa begitu berat? Dadaku sesak, mengurangi rongga jantungku untuk terus berdetak. Sudut mataku perih menampung butiran air mata yang mencoba menerobos turun.

Sampai akhirnya aku menyerah, menenggelamkan kepalaku diantara kedua kakiku; menangis sesenggukan disana. Membiarkan kegelapan menerkamku, makin menghujamku ke dalam kesepian tak berujung. Kembali mengingatkanku pada kehadirannya dahulu, yang menyayangiku, melindungiku dan mencintaiku. Tapi mana sosoknya sekarang? Begitu cepatkah aku terlupakan? Tergantikan dengan yang baru? Setiap tetes air mata kembali melemparku pada kenangan manis dulu. Kenangan manis yang menjadi boomerang sekarang, menjadi menyakitkan dan pahit bila terputar lagi.

 

CKLEK…

 

“Soo..- Sooyoungie?”

Sontak kuangkat kepalaku, seketika mataku membundar menatap segelintir lelaki memasuki ruangdance, sayang mataku tak bisa lepas pemandangan ‘indah’ dihadapanku; dimana dia dengan santai merangkul pinggul wanita lain –perebut-.

“Ehm.. Maafkan kami, aku kira ruang dance 5 kosong karena lampunya mati. Ternyata ada kau, tadinya kami mau latihan tapi jika kau..—“

“Aku sudah selesai, Oppa. Kalian bisa memakai ruangan ini.”

Aku mengusap jejak air mataku, sambil menahan gejolak di dadaku yang semakin menggebu, aku lari keluar dari ruangan –kabur dari dirinya serta kenyataan bahwa aku masing sangat mencintainya-. Suara derapan langkah menyusulku, sempat kutoleh sebentar sebelum akhirnya langsung membalikkan diri melihat dia mulai mendekat. Ku percepat langkahku menyusuri lorong-lorong yang terasa sangat panjang sampai akhirnya sebuah lengan menahanku, seakan memerintahkan untuk diam dan menyerah.

“Sooyoung-ah~”

Diam adalah jalan terbaik sekarang. Walau beribu-ribu sumpah serapah kupanjatkan pada lelaki dihadapanku. Ia berhasil meremas jantungku dengan pelafalannya ketika memanggil namaku –pelafalan yang sama dengan 7 bulan lalu-.

“Soo, Mianhe,”

Bulir-bulir air kembali menyusuri pipiku, segera kutundukkan kepalaku dalam-dalam untuk menutupinya. Melihat tak ada respon dariku ia melanjutkan, “Sooyoungie, mianhe karena tidak mempertahankamu saat itu.” Sengaja ku tusukkan kuku panjangku di dalam kepalan, hatiku membuncah seketika, perkataannya membuat beberapa emosiku tersulut. Bisakah ia hanya pergi dan tidak usah membahas masa lalu? Itu terlalu menyakitkan!

 

“Sooyoungie……”

 

“Sooyoungie, uljima!”

 

“Soo.—“

 

“DIAM!!!”

 

Histerisku menggema diseluruh penjuru lorong. Pupilnya melebar sebentar mendengar teriakanku lalu kembali seperti semula. Sekarang sudah tidak ada lagi yang kusembunyikan semuanya. Air mataku, kemarahanku, kesedihanku, kekecewaanku, kegagalanku semuanya kutunjukkan padanya. “Maaf? Kau baru meminta maaf sekarang ketika kau sudah berhubungan dengannya 4 bulan yang lalu?!” Sinisku. Kini gilirannya bungkam. “Sayang sekali aku tidak bisa memaafkanmu, semuanya terlalu menyakitkan. Sebegitu mudahnya kah kau menyerah akan hubungan kita hanya karena Sajangnim melarangnya dan merajut hubungan baru? Kau kira perasaanku hanyalah mainan?! JAWAB AKU CHO KYUHYUN!”

Cho Kyuhyun, lelaki yang kucintai jatuh berlutut dihadapanku sembari menunduk dalam. “Maafan aku Sooyoung-ah, aku tahu kesalahanku fatal. Aku sanggup melakukan segalanya agar kau mau memaafkanku.”

Aku tersenyum sinis sembari menatapnya, “Benarkah? Kalau begitu putuskan dia dan kembalilah padaku!” Jujur, aku tidak bisa berfikiran jernih sekarang. Bagaimana bisa aku merendahkan martabat wanita dengan meminta kembali seorang pria? Alasannya adalah satu, aku telah dibutakan oleh kekuatan cinta 3 tahun. Sontak Kyuhyun mendongak, menatap wajahku dingin; tak ada lagi raut bersalahnya beberapa detik lalu.

Mwo?! Putus? Aku tidak bisa melakukannya!” Aku tau, Cho Kyuhyun! Aku tau kau telah mencintainya!– Jeritku dalam hati. Naif bagiku untuk mengakui tak ada lagi senyuman hangat dan pandangan penuh cinta untukku, semuanya sudah berpindah pada dia; si wanita perebut yang beruntung. Gengsi bagiku mengakui bahwa aku telah kalah, Cho Kyuhyun telah jatuh pada orang lain.

“Sooyoung-ah, kenapa kau berubah menjadi seperti ini? Mana Choi Sooyoung yang dulu?! Aku sudah bersabar menghadapimu dan rela berlutut di depanmu hanya untuk sebuah maaf. Tapi kau malah meminta hal seperti itu?! Mana rasa terimakasihmu?! Setidaknya aku sudah menyadari letak kesalahanku daripada kau! Dia adalah pilihanku sekarang sedangkan kau adalah masa laluku.” Katanya tajam tepat seperti menamparku, mengoyak isi perutku hingga mual.

“M-Mwo? Aku berubah? Lalu kau? KAU JUGA BERUBAH CHO KYUHYUN! Mana Cho Kyuhyun yang dulu perhatian dan baik?! Mana Cho Kyuhyun yang penuh kasih sayang? Mana Cho Kyuhyun yang selalu disisiku? Mengapa sekarang hanya ada Cho Kyuhyun si pengkhianat? MANA CHO KYUHYUN KU?! KAU BERUBAH KARENA WANITA BRENGSEK ITU..-“

 

PLAK!

 

Tubuhku mengejang kaku dengan tangan memegang pipi kiriku. Mataku melebar memandangnya tak percaya. Rahangnya mengeras menguatkan kilatan amarah di matanya. “Jaga mulutmu Choi Sooyoung! Ini peringatanku terakhir, camkan itu!” Geramnya, telunjuknya menunjuk tepat ke arahku. Ia berbalik, hendak meninggalkanku.

“Kyuhyun-ah..” Lirihku membuatnya mengurungkan niatnya.

“Kau benar, aku bodoh masih mencintai lelaki yang sudah mencintai wanita lain.” Aku tersenyum kecut memandang punggung lebarnya, punggung yang sangat kurindukan. “Tapi asalkan kau tau berapa banyak aku menyukaimu, berapa banyak aku mencintaimu hingga sekarang, sangat banyak melebihinya,” Kata-kataku terputus saat lagi-lagi bola mataku kembali menurunkan liquid-nya.

“Kyu, aku sangat-sangat membencinya, karena dia berhasil mendapatkan dirimu dan cintamu.” Isakkan tangis menguasaiku. Mendengarkan isakan pilu di lorong sunyi tersebut. “Jujur saja aku merindukanmu yang dulu dan semua kenangan kita.” Sooyoung menarik nafas dalam dan menghembuskannya, berusaha mengurangi beban yang dipikulnya.

“Cho Kyuhyun, aku masih sangat mencintaimu dan kini aku sangat tersakiti. Bodoh bukan? Aku terlalu mencintaimu. Tapi ini bukan sepenuhnya salahku kan?”

Perlahan tapi pasti, dia mulai berbalik sudi melihatku lagi. Aku tersenyum pedih setidaknya dia masih ‘mengasihani’ku, “Bolehkah aku meminta sesuatu?” Tanyaku pelan dibalas dengan anggukannya. “Peluklah aku, Kyu. Untuk terakhir kalinya. Sekali saja.” Kyuhyun tersenyum tipis, kakinya maju dan merengkuhku dalam dekapannya, membiarkan tangisanku mengeras disana.

Ya Tuhan, inilah akhirnya. Tapi mengapa masih begitu menyakitkan? Mengapa masih begitu susah melepasnya? Mengapa jantung sialan ini masih bisa berdebar di dekatnya setelah segala sesuatu yang telah terjadi? Mengapa?!

 

“Kyuhyun-ah, mungkin ini jalan kita harus berpisah..”

 

Itulah ucapan terakhirku di sela-sela tangis sebelum akhirnya tak sadarkan diri di pelukannya. Aku serasa melayang dan terdampar pada suatu tempat tak berujung dan terkunci dalam kegelapan. Biarlah, ini lebih baik daripada harus melihat wajahnya lagi.

.

.

.

The End

.

.

.

Walaah, ini konfliknya sama seperti FF ku yang ‘The Situation’ tapi bedanya disana yang lebih tersakiti adalah si Kyuhyun. Cuma disini yang lebih sangat-sangat tersakiti adalah Sooyoung.

Tulisanku jelek and ga rapi ya? Iya, karena sudah lama ga nulis FF jadinya aneh. Sibuk sama sekolah sih {u,u}

Lagi UKK nih, mohon doanya ya~ Aku juga pamit mau hiatus bentar setelah lama menghilang dan Cuma muncul dengan nih FF abal-abal 😀

Semoga puas ya meski Sad Ending 😀

Masalah poster? Howaa.. saya malas ngedit xP hehehe~ Jadi seadanya aja deh, Cuma di edit dikit ._.v

BTW, aku udah siapin ide FF KyuYoung baru loo~ Masih ide dan belum dituangkan xD
Doakan saja lancar dan bisa segera selesai dan di publikasikan secepatnya.

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s