Piece : Piece 6


Piece

Piece

Title: Piece : Piece 6

Author: Kuro and Shiro (KumaV)

 Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior).

Seo Joo Hyun A.s Park Seohyun  (SNSD).

Song Qian (FX).

Park Jung Soo (Super Junior).

Park Jung Jeon A.s Seohyun’s Eomma (OC).

Park Hyung Seo A.s Seohyun’s Appa (OC).

Rating:  T (Teen).

Ganre: Action, Romance, Fantasy.

Story Type: Chaptered.

WARNING!!!:  AU, OOC, TYPO Everywhere.

Note: Jika anda menemukan Typo, harap segera hubungi author dan jangan salahkan komputer anda, karena itu sepenuhnya salah author.

Gomen ne! *Maaf*.

 

Simple thing that you can do it, make a big thing can you do it too ^.^

This is story belong to Kuro and Shiro,

The cast belong to their parent and god,

Don’t Like The Cast, Don’t Read.

NO Bashing and flame.

Copyright, All Right Reserved To Kuro and Shiro.

Every Piece in my heart just for You….

Every Piece in my life just You…

But…

Every Piece in your love is not for me….

Note dadakan: heh?! Udah berapa tahun ini? Heh???????? Author ngaret keterlaluan. *DeepBow* maaf semua, aku sama Shiro lagi sibuk banget ngurusin kuliah, ampe lupa masih punya utang. Untung Shiro ngingetin, kalau engga bablas dah.

Nah, untuk sekedar menyegarkan dan memberitahu yang telat ini adalah nama-nama dari setiap chapter di ‘Piece’:

-Piece 1: Hurt. (Selesai)

-Piece 2: Dream. (Selesai)

-Piece 3: So Close, She’s Far. (Selesai)

-Piece 4: Frist Meet. (Selesai)

-Piece 5: The Past. (Selesai)

-Piece 6: Hope. (Selesai)

-Piece 7: The Ways [Final] (On Going)

OKE!!! Aku dan shiro dan segenap kekuatan dari dalam akan membuat chapter 7 secepatnya agar tidak penasaran. Yuk ah mari disedot~

Kuro and Shiro

Present

‘Piece 6’

Seohyun’s POV.

                Setiap tetes air mata yang keluar akan diganti dengan yang lebih indah. Setiap isak tangis yang terdengar, akan tergantikan dengan seribu senyum. Serta armarah yang terlontar, akan tergantikan dengan begitu banyak canda tawa di antara kita. Hidup yang aku dapat hari ini adalah hadiah dari Tuhan dari masa lalu, buah dari kesabaranku karena telah mencintaimu.

Chohyun terlelap di sampingku, mungkin ini pertama kalinya dia melakukan perjalanan jauh dari Korea menuju Prancis. Selama hampir 9 jam mengudara dengan pesawat aku, Chohyun dan Kyuhyun oppa sampai di kota tujuan kami, Paris, Prancis. Gemerlap lampu di setiap penjuru kota memanjakan mata kami, kota dengan julukkan kota fashion ini nyatanya sangat indah dimalam hari.

“Ah! Akhirnya, aku kembali ke sini.” Dengan helaan nafas panjang, Kyuhyun oppa terlihat sedikit khawatir saat kami sampai di Paris.

Aku mengeluarkan sebatang coklat dan mendekatkannya kemulut namja itu. “Coklat, akan membuatmu lebih rilek oppa, makanlah.” Dia memakannya dan memberiku senyum.

Perjalanan dari bandara menuju rumah kediaman keluarga Cho memang sedikit jauh, belum lagi keadaan Paris yang kadang macet sewaktu-waktu. Yah, kami terjebak mungkin sekitar 1 jam lebih, ngomong-ngomong pantatku sakit, kenapa aku lupa membawa dudukkan bantal.

Dua jam berlalu, akhirnya kami sampai di depan sebuah rumah megah nan mewah. Memang keluarga Cho adalah keluarga kaya, tapi aku tidak meyangka kekayaanya sampai di Paris. Appa Kyuhyun oppa adalah pemilik perusaan tekstil terbesar di Korea, dan Eomma oppa adalah seorang perancang busana terkenal. Huh, aku sangat gugup, apa aku akan meledak? Tenang.

“Here’s the fee and tip, thank you.” Ujar oppa membyar taksi yang kami tumpangi dari bandara.

“Yes, your wellcome, sir. Have a nice day.” Taksi itupun melaju menjauh dari kami.

‘Ini dia.’ Ujarku dalam hati, mempersiapkan semua mental dan hatiku.

‘Appa, Seohyun eomma terlihat gugup.” Ujar Chohyun yang mengadu pada ayahnya.

“Heh? Seohyun, kenapa? Rileks, eomma dan appa tidak akan menelanmu bulat-bulat.” Dia mengatakan itu dengan senyum yang menyebalkan terpang-pang di wajahnya.

Seseorang mungkin pelayan rumah datang mendekati kami, “Mencari siapa?” ujarnya.

“Katakan kepada tuan dan nyonya Cho, Cho Kyuhyun pulang.” Jawab Oppa kepada pelayan tersebut.

“Ah! Maaf, tuan muda. Kau sudah tumbuh besar, aku tidak mengenalimu. Silahkan.” Pintu terbuka, menampakkan isi rumah yang juga terlihat mahal.

Kami berjalan memasuki rumah yang mewah itu, sungguh ini bukan kelasku. Aku tidak mengerti kenapa dua orang tinggal di rumah sebesar ini, jika aku, aku akan membeli rumah yang lebih kecil, karena hanya akan ada aku, Chohyun dan……ehemoppaehem.

“Tuan, Nyonya. Tuan muda sudah pulang.” Kami dihadapkan langsung dengan Appa dan Eomma Kyuhyun oppa.

“Eh, kau pulang juga, anak nakal.” Ujar Appa oppa, ah mungkin hubungan mereka sedikit tidak bersahabat.

“Aku pulang, laki-laki tua!” lihat, bagaimana mungkin hubungan seperti itu disebut harmonis? Ah ini akan sulit.

“Aku merindukanmu, appa, eomma. Aku pulang.” Kyuhyun oppa langsung menaruh tasnya dan seraya memeluk kedua orangtuanya erat.

‘Eh?! Jadi hubungan mereka baik-baik saja? Keluarga yang menyebalkan!’

“Kami juga merindukanmu, Kyuhyun. Selamat datang kembali.” Jawab Eomma Kyuhyun. “Ah, siapa laki-laki kecil manis dan perempuan cantik ini?” seketika semua mata tertuju kearahku dan Chohyun.

“Dia Chohyun, anakku. Dan dia Seohyun…………………………………….calon istriku.” Pernyataan yang tiba-tiab membuat semua orang yang mendengarnya terlihat kaget.

“Emh~ adikku sudah menjadi anak nakal selama ditinggal di Korea, yah?” seorang yeoja turun dari lantai dua. Adik? Apa dia kakak Kyuhyun oppa?

“Ahra nuna! Noona, aku pulang.” Dia berlari kearah kakaknya dan memeluknya, sungguh keluarga yang ternyata harmonis.

“Jadi, dia calon istrimu dan dia anakmu? Apa sikecil Chohyun ini anak kalian?” tanya Hara seraya menggendong Chohyun.

“Yah, Seohyun eomma adalah ibuku dan Kyuhyun appa adalah ayahku.” Jawab Chohyun dengan nada senang riang gembira, serta senyum polos dengan pipi chubbynya.

“Kalau begitu, kita harus merayannya.” Ujar Ajusshi.

Dan hari pertama kami di Paris, kami habiskan dengan pesta menyambut kedatangan kami serta merayakan calon istri Kyuhyun oppa. Heh? Tunggu? Itu berarti……mereka merestui kami? Heh?! Hehhhhhhhhhhh?!

 

[Next Morning]

 

                Pagi harinya, aku bangun degan kepala yang sedikit sakit mungkin gara-gara semalam. Ahra nuna mengajakku minum walau dia duluan yang tumbang. Aku periksa kamar Chohyun, dia masih terlelap dengan Kyuhyun oppa di sampinya. Berjalan menuruni anak tangga, nyatanya eomma dan appa serta Ahra noona sudah berangkat ke kantor dari pagi.

Aku menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, saat hendak memakai pisu kepalaku masih terasa sakit dan akhitnya aku mengiris jariku sendiri.

“Ah! Nona muda, sudah biar saya saja yang menyiapkan sarapan. Anda tunggu saja di ruang makan.” Seorang pelayan menghampiriku dengan kotak P3K.

“kebiasaanku menyiapkan sarapan untuk mereka, jadi tidak apa aku akan membantumu membuat sarapan. Boleh?” ujarku.

“Tapi jika tuan tahu, dia akan memarahiku.” Sangkalnya.

“Tenang, aku yang akan bertanggung jawab. Mau masak apa?” aku mulai melihat-lihat isi kulkas dan mengeluarkan bahan yang aku butuhkan. Mungkin untuk hari ini hanya telur dan daging asap sudah cukup.

Saat memasak aku sempat mengobrol dengan pelayan keluarga Cho ini, dia bilang sekarang Kyuhyun oppa terlihat berbeda dari biasanya. Entah kenapa dia terlihat lebih hidup, banyak senyuman yang ia lontarkan.

‘Mungkin karena, nona akan menjadi istri Tuan muda Kyuhyun, jadi dia bahagia.’ Yah kata-kata dia membuatku sedikit senang, namun juga khwatir diwaktu yang bersamaan.

“Ah! Seohyun-ah, selamat pagi.” Kyuhyun dan Chohyun bangun dari tidurnya, muka mereka kusut, lucu ketika Chohyun menirukan ayahnya.

Mereka duduk di menja makan, aku dan seorang pelayan datang membawa makanan untuk mereka sarapan. Seperti biasa hanya sarapan yang simpel, agar tidak terlalu memakan waktu yang lama, sehingga mereka bisa langsung kenyang.

“Eomma, ah~” Chohyun menyodorkan sepotong daging asap ke arahku.

“Seohyun-ah, ah~” Kyuhyun juga. Kalau begini caranya aku bisa mati bahagia. Mukaku terasa panas.

“Terima kasih, kalian memang laki-laki yang manis.” Aku mengacak rambut mereka berdua, rambut ikal yang sama persis satu sama lain.

Gatal di ternggorokkanku mengundang batuk, aku kira itu hanya batuk biasa. Tapi setiap batuk malah terasa lebih parah dan perih. Aku menutup mulutku dengan tangan, dan terasa telapak tanganku basah, lengket, darah? Eh? Blank, semuanya hitam. Aku tidak mengingat apapun setelah itu, hanya samar-samar Kyuhyun dan Chohyun yang terlihat khawatir.

***

Aku terbangun, mataku sedikit perih, kepalaku terasa berat, lemas sekali. Anemia? Belakangan ini aku sering pingsan, mungkin karena kelelahan akibat bekerja.

‘Tapi, tempat ini bukan rumah atau kamarku. Dimana?’

“Seohyun! Kau sadar? Tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?” Kyuhyun memburuku dengan pertanyaanya dan wajah khawatirnya.

“Aku hanya sedikit pusing. Ini dimana?”

“Rumah sakit. Apa kau sakit? Kenapa tidak pernah cerita?”

“Aku hanya sering pingsan, mungkin hanya anemia biasa.”

Keadaan mulai menenang, yang berada di kamar rawatku hanya Kyuhyun dan Chohyun. Dan mereka terlihat tertidur lelap di kursi. Seorang dokter memasuki kamarku, dia menyuruhku mengikutinya ke ruangannya.

“Hai, nyonya sudah baikan?” tanya dokter itu. Ternyata dokter ini orang Korea, jadi berkomunikasi dengannya lebih mudah.

“Yah lebih baik dari pagi tadi.”

“Baguslah. Aku ingin menunjukkanmu ini, anda harus lebih hati-hati.” Ia menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat.

“Ah, sudah sejauh ini yah. Berapa lama?”

“Mungkin sekitar 1 sampai 2 bulan.”

“Baguslah.”

Aku kembali ke ruanganku, di sana Kyuhyun dan Chohyun sudah bangun. Aku meraih Cohyun dan menggendongnya, mengatakan kepada Kyuhyun aku sudah boleh pulang, dan malam itu kami kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, Ajusshi, Ajumma dan Ahra nuna sedang menunggu di ruang tamu. Kami semua berkumpul dan mengobrol bersama, melupakan tentang sakitku sejenak. Sampai Ahra nuna mengatakan untuk mempercepat acara pernikahanku dengan Kyuhyun oppa, tentu saja aku senang dan tidak keberatan. Hari pernikahanku, minggu depan tanggal 1 April.

 

[Next Morning]

 

Hari selanjutnya, aku, Kyuhyun dan Chohyun melakukan fitting gaun pernikahan dan yang special adalah ajumma merancang desainnya sendiri. Gaun putih dengan peticoat yang mengembang sempurna, gaun yang menunjukkan pundak dan punggungku dengan sempurna.

Setelah gaun kami mengurus undangan, kue pengantin, tempat pernikahan dan dekorasi. Sangat menyenangkan melakukan ini semua, membuatku tidak sabar menantikan hari special tersebut. Namun aku juga sedikit khawatir.

“Aku akan menantikan, hari di mana kau mengenakan gaun ini hanya untukku, Seohyun.”

Bisikkan itu mengalir lembut ke dalam telingaku, aku tersenyum tersipu malu. Mungkinkah ini hadiah untukku? Aku bisa menikahi namja yang aku cintai. Apa ini buah dari kesabaranku? Terima kasih Tuhan.

Hari demi hari terus berganti, singkat cerita. Aku bangun di pagi hari pernikahanku. Appa dan Eomma ku datang hari itu, mereka membantuku memakai gaun dan riasan seperti biasa. Mereka tersenyum, appa menangis. Aku ikut menangis. Bahagia?

Semua beres, Chohyun memberiku sebuket bunga mawar putih. Aku memilihnya sendiri, putih adalah warna yang pas untuk hari ini, karena putih melambangkan kepolosan yang nantinya akan terisi kenangan indah dan kenangan yang lain.

Pintu utama gereja terbuka, aku melihat deretan kursi tamu terisi penuh. Keluargaku, sahabatku, teman-temanku ada di sini. Aku tersenyum, berjalan melewati karpet merah di dampingi Chohyun yang berjalan di sampingku.

Ku lihat seorang pria berambut ikal berdiri tegap di depan altar dengan jas putih dengan senyum yang menyebalkan seperti biasa.

‘Hari ini, kau akan memilikiku sepenuhnya.’

Aku tiba di depan altar dan di hadapan Kyuhyun oppa, dia sangat tampan dengan jas putih tersebut. Senyum tipisnya begitu menyejukkan. Dia menyeka penutup wajahku, memperlihatkan wajah Park Seohyun penuh dengan riasan yang menipu.

‘Apa kau akan merimaku apa adanya?’

Pendeta mulai membacakan perjanjian pernikahan, semuanya terasa begitu berharga setiap detiknya. Waktu berjalan sedikit lebih lamat, udara sedikit lebih berat dari biasanya, dadaku sesak sedikit demi sedikit, aku kehilangan keasadaranku.

.

.

.

‘Aku mencintaimu, selamat tinggal.’

.

.

.

~To Be Continued~

 

Eh? Udah chapter 6 nya? Dikit amat. Shiro kenapa? Lagi galau Cuma 1700++ words. Maaf yah semua, kalau pendek. Shiro lagi kena kanker ide. Biasanya dia bisa ampe 4000++ mungkin dia butuh banana. Untuk Chapter 7, aku di kasih deadline bakal selesai kira-kira 2 minggu sampai 3 minggu, mohon sabar yah, karena chapter 7 adalah final, jadi bakal sedikit susah karena pengen jadi special. Yu ah, di tunggu masukan, kritik, saran dan BANANA!!! *deep bow*

2 thoughts on “Piece : Piece 6

  1. Annyeong .. Aku readers baru disini. Aku udah baca part 1-6 baru sempat comment di chapter ini T.T … Dan sukses buat aku nangis. Maaf sebelumnya , untuk part selanjutnya seohyun gak meninggal kan? Sebenarnya seohyun sakit apa? Cepet lanjut yaa

Comment please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s